furnitur - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/furnitur/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 20 Jun 2023 04:19:26 +0000 id hourly 1 Bingung Buang Sampah Kasur? Jagatera ID Punya Solusinya https://www.greeners.co/sosok-komunitas/bingung-buang-sampah-kasur-jagatera-id-punya-solusinya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bingung-buang-sampah-kasur-jagatera-id-punya-solusinya https://www.greeners.co/sosok-komunitas/bingung-buang-sampah-kasur-jagatera-id-punya-solusinya/#respond Tue, 20 Jun 2023 04:15:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=40501 Jakarta (Greeners) – Sampah spesifik seperti kasur, sofa, dan springbed merupakan kategori sampah yang memerlukan penanganan khusus. Menanggapi masalah itu, Jagatera ID hadir untuk melayani penjemputan dan pengelolaan sampah spesifik, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Sampah spesifik seperti kasur, sofa, dan springbed merupakan kategori sampah yang memerlukan penanganan khusus. Menanggapi masalah itu, Jagatera ID hadir untuk melayani penjemputan dan pengelolaan sampah spesifik, barang besar, dan barang tidak terpakai lainnya.

Startup lingkungan ini didirikan pada tahun 2014. Jagatera dimulai dengan social movement yaitu melalui pembukaan donasi mengumpulkan pakaian bekas yang melibatkan banyak donatur.

Seiring berjalannya waktu, Jagatera akhirnya mengalihkan perhatiannya ke pengelolaan sampah spesifik. Inisiatif tersebut mereka awali karena melihat kondisi sampah yang kian menumpuk, menghabiskan banyak tempat, dan merusak lingkungan.

Pendiri Jagatera ID, Denny M Pondiu mengatakan, dirinya tidak berniat terjun ke bidang lingkungan khususnya pada pengelolaan sampah. Namun, Denny mencoba jelajahi bidang tersebut hingga menemukan sesuatu yang berguna dari sampah.

“Akhirnya Jagatera berkembang sampai tahun sekarang yang lebih spesifik, karena kita melihat di negara maju sampah spesifik menjadi concern yang sangat serius. Oleh karena itu, kita coba berpindah haluan lebih menyasar ke sampah spesifik,” kata Denny kepada Greeners baru-baru ini.

Jenis sampah yang Jagatera ID angkut meliputi sampah pagar, sofa, tekstil dan springbed. Terutama saat bencana banjir, banyak masyarakat yang menyumbangkan kasurnya ke Jagatera untuk dimanfaatkan menjadi sebuah produk yang bernilai.

Sejauh ini, Jagatera mencatat rata-rata pengumpulan sampah perbulannya terdiri dari sampah daur ulang 5-6 ton, tekstil 2-3 ton, dan limbah kayu sebanyak 1 kubik.

Proses daur ulang sampah spesifik. Foto: Jagatera ID

Kurangi Sampah di TPA

Jagatera ID tak sekadar menyelesaikan masalah pembuangan sampah spesifik yang selama ini membuat masyarakat bingung menanganinya. Tetapi, gagasan tersebut telah membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Semua sampah yang Jagatera kumpulkan akan mereka daur ulang kembali menjadi furnitur. Kemudian, barang tersebut akan mereka jual di platform Jagatera.

Denny menambahkan, masyarakat dari wilayah Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan paling banyak mengirimkan sampah spesifiknya.

Furnitur yang bahannya berasal dari hasil daur ulang sampah spesifik. Foto: Jagatera ID

Terima Sampah Kotoran Kucing

Bahkan saat ini, Jagatera terus mengembangkan inovasinya dalam mengelola sampah spesifik. Menariknya, jenis sampah yang akan mereka terima pun jauh lebih bervariasi. Salah satunya, mereka kini menerima jasa pengelolaan sampah pasir dan kotoran kucing.

“Ada dua atau tiga yang kita sedang fokuskan untuk dijadikan produk turunan, semoga itu bisa menjadi solusi. Salah satunya sampah pasir kucing yang menjadi sampah spesifik,” ungkap Denny.

Dengan adanya ide tersebut, para pecinta kucing pun antusias dan tidak lagi bingung untuk membuang kotoran kucingnya. Sebab, Jagatera telah menerima semua kondisi sampah spesifik dari masyarakat.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/bingung-buang-sampah-kasur-jagatera-id-punya-solusinya/feed/ 0
Desainer Prancis Ciptakan Furnitur Berbahan Gabus https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-prancis-ciptakan-furnitur-berbahan-gabus/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=desainer-prancis-ciptakan-furnitur-berbahan-gabus https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-prancis-ciptakan-furnitur-berbahan-gabus/#respond Tue, 21 Mar 2023 04:00:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=39406 Desainer furnitur Prancis, Noé Duchaufour Lawrance menggunakan gabus bekas yang ia bakar untuk membuat furnitur. Ia pun mengoleksi kursi dan meja dengan mengukir balok gabus tersebut. Produk ini mirip dengan […]]]>

Desainer furnitur Prancis, Noé Duchaufour Lawrance menggunakan gabus bekas yang ia bakar untuk membuat furnitur. Ia pun mengoleksi kursi dan meja dengan mengukir balok gabus tersebut.

Produk ini mirip dengan apa yang dapat digunakan sebagai insulasi bangunan. Tetapi di sini ia menciptakan permukaan dan tekstur yang menarik. Ini menunjukkan gagasan bahan yang berkelanjutan dapat digunakan di mana saja.

Bentuk ukiran yang unik ini menghasilkan furnitur yang berbentuk utuh seperti meja, ottoman, atau kursi. Perancang menciptakan prosesnya sendiri menggabungkan tekstur kasar dari gabus yang ia bakar atau dari limbah industri.

Ubah Produk Limbah Menjadi Furnitur Berkelanjutan

Noé Duchaufour-Lawrance pindah ke Portugal pada tahun 2017 dan berkendara selama tiga hari dari Prancis untuk sampai ke sana. Dalam perjalanan ia menghadapi kebakaran hutan di sepanjang jalan perbukitan Pedrogao Grande.

Menurut Noé, kekuatan api ini sungguh mengejutkan. Hal ini membuat Noé mempertanyakan interaksinya dengan alam sebagai desainer dan konsumen. Dari peristiwa itu ia pun memikirkan pekerjaan apa yang harus ia lakukan di Portugal.

Pada tahun 2018, saat mengunjungi fasilitas produksi gabus milik keluarga NF Cork di Faro, Noé mempelajari bagaimana mengubah kulit gabus menjadi balok. Ia juga menemukan gabus yang terbakar dari produk limbah, dan menyusun potongan untuk mengubah produk limbah ini menjadi furnitur yang berkelanjutan.

Foto: Inhabitat

Pembuatan Furnitur Gabus

Proses tradisional pembuatan balok gabus membutuhkan pencampuran dan perekatan butiran gabus dalam cetakan. Kemudian memasak balok tersebut selama 16 jam dan mengeringkannya selama enam minggu.

Noé Duchaufour Lawrance menggunakan beragam ukuran butiran untuk membuat berbagai tekstur pada rangkaian furniturnya, mulai dari butiran halus hingga tekstur seperti kulit kayu.

Dalam potongan-potongan Burnt Cork, gradien yang lebih kasar menjadi dasar furnitur, menggunakan bentuk berorientasi vertikal untuk menonjolkan tekstur.

Penopang ini Noé tempatkan di bawah kursi melengkung, sandaran punggung, dan bagian atas meja yang sesuai dengan bentuk tubuh atau penggunaanya.

“Saya ingin pengguna memiliki koneksi langsung dengan gabus seperti yang ada di pohon,” kata Noé.

Furnitur tersebut perusahaan Portugis Granorte ukir menggunakan mesin CNC dengan tujuh sumbu yang dapat memahat bentuk. Produk yang mereka hasilkan bersifat ringan, tahan api, dan merupakan simbol ketahanan bahan ini dan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Sumber : Inhabitat

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-prancis-ciptakan-furnitur-berbahan-gabus/feed/ 0
Desainer Swedia Ciptakan Furnitur dari Makanan Sisa https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-swedia-ciptakan-furnitur-dari-makanan-sisa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=desainer-swedia-ciptakan-furnitur-dari-makanan-sisa https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-swedia-ciptakan-furnitur-dari-makanan-sisa/#respond Tue, 03 May 2022 04:00:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=36028 Seorang desainer asal Swedia bernama Carolina Härdh berhasil memberikan kehidupan kedua pada limbah makanan dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih mengolahnya kembali menjadi kompos atau pakan ternak, Carolina justru mengolah […]]]>

Seorang desainer asal Swedia bernama Carolina Härdh berhasil memberikan kehidupan kedua pada limbah makanan dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih mengolahnya kembali menjadi kompos atau pakan ternak, Carolina justru mengolah kembali makanan sisa menjadi furnitur yang menarik. Adapun jenis furnitur yang ia ciptakan yaitu bangku dan meja serbaguna.

“Pada tahun 2018, terdapat sekitar 1,3 ton limbah makanan di Swedia dan ini memprihatinkan,” ujar Carolina dalam situs resminya. “Kehadiran furnitur ini diharapkan dapat membuktikan bahwa limbah makanan bisa menjadi sumber material yang berharga, jika kita bisa menanganinya dengan tepat.”

Untuk membuat koleksi furniturnya, Carolina menggunakan makanan sisa berupa tepung beras, tulang ikan, cangkang kerang dan juga rumput laut. Ia bekerja sama dengan restoran lokal di kawasan Gothenburg bernama Vra untuk mendapatkan seluruh limbah makanan tersebut.

Sebelum dibentuk menjadi furnitur, makanan sisa harus melewati proses pengeringan dan penggilingan terlebih dahulu hingga berbentuk menyerupai semen. Setelah itu, seluruh bahan dicampur dengan perekat alami berbahan tulang ikan dan air sisa cucian beras hingga menyerupai adonan. Campuran tersebut nantinya akan melewati proses pencetakan dan pembentukan.

Meskipun terbuat dari makanan sisa, furnitur ciptaan Carolina tetaplah bersifat kokoh dan kuat. Kekuatan tersebut berasal dari cangkang kerang yang begitu kaya akan kalsium karbonat. Campuran bahan yang ia kembangkan memiliki sifat dan tekstur menyerupai teraso berbahan dasar semen.

Furnitur dari Makanan Sisa: Mudah Terurai dan Dapat Menutrisi Tanah

Furnitur berbahan dasar makanan sisa kreasi Carolina memanglah kokoh dan kuat, namun tetap bersifat mudah terurai. Ini karena furnitur tersebut terbuat dari bahan-bahan yang 100 persen alami. Meski demikian, Carolina masih belum bisa memastikan seberapa lama furnitur ciptaannya bisa terurai sepenuhnya dengan tanah.

“Ketika sudah sepenuhnya terurai, furnitur ini dapat menyuburkan tanah. Cangkang kerang dan tulang ikan yang terdapat dalam furnitur ini kaya akan nutrisi baik yang bermanfaat bagi tanah,” tutur Carolina.

Perlu kita ketahui, Carolina menerapkan prinsip zero waste atau nol sampah dalam proses pembuatan furnitur berbahan dasar makanan sisa. Ia memanfaatkan seluruh bahan semaksimal mungkin tanpa meninggalkan sisa-sisa yang terbuang sia-sia. Jika terdapat sisa bahan, Carolina akan memanfaatkannya kembali dengan membentuknya menjadi benda lain dan alas sumpit adalah salah satunya.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Dezeen

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-swedia-ciptakan-furnitur-dari-makanan-sisa/feed/ 0
Lockengloet Ciptakan Furnitur dari Drum Minyak Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/lockengloet-ciptakan-furnitur-dari-drum-minyak-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lockengloet-ciptakan-furnitur-dari-drum-minyak-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/lockengloet-ciptakan-furnitur-dari-drum-minyak-bekas/#respond Mon, 02 May 2022 04:00:15 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=36002 Studio desain asal Jerman, Lockengloet, berhasil memberikan kehidupan kedua pada drum minyak bekas yang terlantar. Alih-alih membiarkan drum-drum bekas terbuang begitu saja, mereka memilih untuk “menyulap” benda tersebut menjadi furnitur […]]]>

Studio desain asal Jerman, Lockengloet, berhasil memberikan kehidupan kedua pada drum minyak bekas yang terlantar. Alih-alih membiarkan drum-drum bekas terbuang begitu saja, mereka memilih untuk “menyulap” benda tersebut menjadi furnitur berpenampilan unik dan menarik.

Untuk membuat koleksi furniturnya, Lockengloet memanfaatkan drum minyak sisa yang mereka dapatkan dari Pelabuhan Hamburg. Mereka menggunakan drum sisa yang terbuang karena kelebihan produksi atau mengalami cacat desain. Meskipun menggunakan drum sisa, Lockengloet memastikan bahwa seluruh drum yang mereka gunakan berada dalam kondisi bersih dan sudah terbebas dari sisa-sisa minyak.

Koleksi furnitur berbahan dasar drum minyak bekas karya Lockengloet terdiri dari berbagai macam bentuk dan jenis. Mereka menghadirkan furnitur berupa meja tamu, meja kopi, hingga lemari mini. Selain itu, mereka juga membuat dekorasi rumah seperti lampu dan jam dinding dari drum-drum sisa tersebut.

Furnitur dari Drum Minyak Bekas: Penuh Warna dan Nol Limbah

Meskipun terbuat dari drum minyak bekas, furnitur kreasi Lockengloet tetaplah terlihat cantik dan menarik. Setiap furnitur yang mereka ciptakan memiliki desain bergaya modern minimalis yang terkesan simpel, cocok digunakan untuk menghias rumah masa kini. Lockengloet semaksimal mungkin tetap mempertahankan bentuk asli dari drum yang mereka gunakan sehingga setiap furnitur terlihat unik dan lain daripada yang lain.

Tak hanya berdesain unik, furnitur dari drum minyak sisa kreasi Lockengloet juga dihiasi dengan warna-warna yang menarik. Sebagian besar furnitur memiliki warna-warna cerah seperti oranye, kuning, merah, hijau dan juga biru muda.

Sebagai informasi, Lockengloet menerapkan prinsip nol limbah dalam proses pembuatan furnitur-furnitur mereka. Mereka memastikan bahwa tidak ada sedikit pun limbah yang mereka hasilkan dalam proses pembuatan furnitur, sekecil apapun itu. Setiap bagian drum minyak bekas yang tersisa mereka olah kembali menjadi produk lain yang bermanfaat.

Tidak hanya memanfaatkan drum minyak bekas, Lockengloet juga memanfaatkan barang bekas lainnya untuk membuat furnitur dan dekorasi rumah. Mereka juga melakukan daur ulang terhadap skateboard bekas dan piringan hitam bekas. Benda-benda tersebut mereka kreasikan kembali menjadi kap lampu, mangkuk, bingkai foto dan juga asbak. Seluruh produk yang mereka hasilkan, baik itu furnitur maupun dekorasi rumah, dibuat secara manual dengan menggunakan tangan alias handmade.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Yanko Design

Etsy

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/lockengloet-ciptakan-furnitur-dari-drum-minyak-bekas/feed/ 0
Sofa Unik ini Bisa Berubah Menjadi Perahu! https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-unik-ini-bisa-berubah-menjadi-perahu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sofa-unik-ini-bisa-berubah-menjadi-perahu https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-unik-ini-bisa-berubah-menjadi-perahu/#respond Fri, 16 Apr 2021 02:00:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=32433 Tidak seperti sofa pada umumnya, Afloat merupakan sofa unik dan futuristik karena bisa bertransformasi menjadi sebuah perahu!]]>

Seorang desainer asal Ukraina, Max Bitsan, berhasil menciptakan sebuah sofa yang bernama Afloat. Tidak seperti sofa pada umumnya, sofa yang Max ciptakan merupakan sofa yang unik dan futuristik. Afloat bisa dibilang sebagai sofa yang unik karena sofa ini  dapat bertransformasi menjadi sebuah perahu! Istimewa sekali, bukan?

Dilansir dari situs Behance, Max sengaja merancang sofa unik ini karena ia khawatir dengan bencana alam yang bisa terjadi kapan saja. Max sadar bahwa bencana alam seperti banjir dan tsunami bisa terjadi kapan saja tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Sulit rasanya untuk bisa menyelamatkan diri dari dua bencana tersebut dengan cara yang cepat dan mudah.

Bertolak dari kekhawatiran tersebut, Max pun berusaha untuk mencari cara supaya orang-orang dapat selamat dari bencana banjir dan tsunami dalam waktu yang singkat. Memiliki perahu karet memang bisa menjadi solusi, tapi tentu saja tidak semua orang bisa melakukan hal itu. Hingga akhirnya, Max berhasil memikirkan sebuah ide untuk membuat sofa yang dapat terapung dan berubah menjadi perahu. Max sengaja memilih sofa karena sofa merupakan furnitur yang lazim ada di rumah.

Dalam proses pembuatan sofa Afloat, Max  tentunya memilih bahan yang ringan dan kokoh supaya sofa tersebut dapat mengapung dengan baik.

sofa unik

Afloat. Foto : yankodesign.com

Berdesain Unik dan Futuristik         

Sofa Afloat memiliki desain yang unik dan futuristik, tidak seperti kebanyakan sofa yang saat ini beredar di pasaran. Jika biasanya sofa berbentuk kotak atau bulat, sofa ini memiliki bentuk hexagonal sehingga menambah kesan futuristik. Selain itu, sofa Afloat juga berbentuk seperti perahu sekoci. Meskipun memiliki bentuk yang tidak biasa, Afloat tetap terlihat modis dan keren. Dilengkapi dengan bantalan sofa yang berwarna cerah, sofa Afloat cocok untuk kita letakkan di ruang tamu ataupun di ruang keluarga.

Selain dapat berfungsi seperti sofa pada umumnya, sofa ini juga dapat bertransformasi menjadi perahu. Untuk mengubah sofa Afloat menjadi perahu darurat, cukup lepas semua bantal yang terpasang pada rangka sofa tersebut. Setelah itu, naiklah ke atas rangka sofa yang sudah mengapung. Afloat pun sudah siap untuk digunakan sebagai perahu.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Trendhunter

Yanko Design

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-unik-ini-bisa-berubah-menjadi-perahu/feed/ 0
Dari Limbah Wadah Telur Menjadi Furnitur https://www.greeners.co/ide-inovasi/dari-limbah-tempat-telur-menjadi-furnitur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dari-limbah-tempat-telur-menjadi-furnitur https://www.greeners.co/ide-inovasi/dari-limbah-tempat-telur-menjadi-furnitur/#respond Sat, 12 Sep 2020 00:00:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=28526 Dilihat dari bentuknya yang unik dan memiliki kekuatan untuk menahan beban, karton wadah telur cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan meja kopi.]]>

Selain plastik, keberadaan kertas yang sudah tak terpakai juga turut menyumbang tingginya jumlah limbah di Indonesia. Meski tidak seburuk limbah plastik, tetapi jika tidak ditangani dengan tepat limbah kertas akan menambah beban lingkungan hingga mengakibatkan pencemaran.

Sebuah inovasi telah berhasil mengubah sampah karton wadah telur menjadi furnitur. Tempat telur merupakan salah satu produk yang dibuat dari bubur kertas daur ulang.  Namun, setelah penggunaannya selesai, benda tersebut masih banyak dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu. Sementara jika limbah karton dibakar, hal tersebut dinilai tidak optimal lantaran hanya akan menghilangkan bentuk fisiknya. Selain itu akan menimbulkan masalah lain seperti polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Baca juga: Memanfaatkan Limbah Penatu Menjadi Tenaga Listrik

Dalam Jurnal Sains dan Teknologi IKRA-ITH Teknologi Volume 3 (2019) yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Trilogi, limbah tempat telur dimanfaatkan sebagai produk fungsional seperti mebel. Dilihat dari bentuknya yang unik dan memiliki kekuatan untuk menahan beban, tempat telur cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan meja kopi.

Meja kopi dipilih karena tidak terlalu menahan beban berat jika dibandingkan dengan meja lainnya. Biasanya meja tersebut hanya ditujukan untuk meletakkan barang-barang ringan seperti gelas kopi, buku, atau makanan ringan sehingga lebih fleksibel. Selain itu, jika dilihat dari fungsinya, meja tidak terlalu membutuhkan banyak gerak sehingga bisa mengurangi risiko kerusakan akibat perpindahan dan dinilai lebih tahan lama.

Wadah Karton Telur

Limbah wadah karton untuk menyimpan telur. Foto: shutterstock

Untuk membuat meja kopi dari tempat telur ini dibutuhkan beberapa lembar wadah telur sebagai bahan utama. Lembaran tersebut akan ditumpuk dan dibentuk sesuai desain yang telah dinuat. Limbah karton telur sengaja ditumpuk untuk mempercepat proses pemotongan. Setelah membentuk pola, material tersebut diamplas guna merapikan sisa potongan yang ada.

Untuk menyempurnakan bentuk dan teksturnya, tempat telur dipernis agar tidak terlihat kotor. Selanjutnya, pada beberapa titik lembaran material diberi lem satu untuk merekatkan dan terbentuk desain yang diinginkan. Selanjutnya, tempat telur dipoles kembali agar terlihat lebih cerah.

Terakhir, untuk menyempurnakan produk meja kopi ini diperlukan pemasangan daun meja dan kaca setebal 5 mm menggunakan lem kaca. Sedangkan untuk menguatkan antara daun dan kaki meja diperlukan tambahan bantalan kaca.

Baca juga: Cold Tube, Sistem Penyejuk Hemat Energi

Meja kopi yang dinilai dapat menahan beban hingga 10 kilogram ini terinspirasi dari waffle building, yakni sebuah desain bangunan yang menggunakan teknik tumpuk. Strukturnya juga dirancang agar lebih solid saat digunakan pada bentang yang lebih panjang dengan beban yang lebih berat. Desain tersebut sesuai dengan rancangan meja kopi dari limbah tempat telur yang dinilai memiliki pola hampir mirip.

Selain  ramah lingkungan dan unik, meja kopi ramah lingkungan ini juga memiliki kekuatan menahan beban dan air. Untuk membersihkan kotoran di sekitar meja cukup mudah, yaitu hanya dengan menggunakan penyedot debu. Selain menjadi meja kopi, limbah karton tempat telur juga bisa dijadikan produk lain seperti pengaman barang elektronik, papan tempel, peredam suara, dan media pembibitan, maupun tempat menyimpan peralatan.

Penulis: Krisda Tiofani

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/dari-limbah-tempat-telur-menjadi-furnitur/feed/ 0
Kursi Berbahan Dasar Limbah Kayu dan Plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/kursi-berbahan-dasar-limbah-kayu-dan-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kursi-berbahan-dasar-limbah-kayu-dan-plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/kursi-berbahan-dasar-limbah-kayu-dan-plastik/#respond Thu, 02 Jul 2020 00:07:47 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=27730 Bahan dasar kursi terdiri dari serbuk gergaji yang kemudian dikombinasikan dengan potongan polimer sintetik sehingga menghasilkan produk daur ulang.]]>

Industri furnitur memiliki peran besar terhadap dampak lingkungan. Hal ini dinilai dari limbah yang dihasilkan oleh industri seperti potongan, serpihan kayu, debu, dan serbuk gergaji dalam jumlah besar. Berbeda dengan industri lain, sebuah perusahaan bernama Emeco berbasis di Hanover, Pennsylvania meluncurkan mebel berbahan dasar limbah kayu dan plastik.

Ide tersebut muncul saat Emeco berada di ambang kehancuran secara bertahap. Para pengurusnya kemudian mulai mencari cara lain untuk berinovasi. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan berkelanjutan yang  inovatif sebagai upaya menghindari pemborosan dan meminimalisir dampak lingkungan.

Baca juga: Rumah Pohon Modern yang Bersatu dengan Alam

Magnus Breitling, pendiri Emeco berpikir untuk menggunakan serbuk gergaji sebagai bahan dasar mebel. Bahan tersebut kemudian dikombinasikan dengan potongan polimer sintetik sehingga menghasilkan produk yang hampir seluruhnya didaur ulang.

Pada 2012, para inovator Emco berkolaborasi dengan desainer asal Perancis Philipie Starck. Ia mulai mencoba menggabungkan limbah gagang sapu kayu dan plastik. Setelah bahan dikompresi dan diubah menjadi komposit kayu terbentuklah sebuah kursi berbahan dasar limbah. Partikel-partikel kayu menciptakan tekstur berbintik-bintik yang membentuk permukaan sehingga setiap kursi akan memiliki pola yang unik.

Kursi dari Limbah Kayu

Foto: www.yankodesign.com

Starck membenarkan bahwa sebagian besar industri manufaktur merupakan salah satu penghasil limbah terbesar. “Beberapa ujung potong plastik dan kayu dibuang. Bayangkan itu dapat menjadi sebuah bahan baru dalam membuat sesuatu yang kuat dan dan indah. “

Menurutnya limbah apa pun yang berakhir di tempat sampah memiliki potensi untuk dikelola kembali melalui desain yang kreatif dan berkelanjutan. Proses mendaur ulang dan merancang agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi tanggung jawab setiap individu. “Hal ini memungkinkan saya untuk menggunakan bahan daur ulang dan mengubahnya menjadi sesuatu yang tidak perlu dibuang  dan  dapat dinikmati seumur hidup,” kata Starck.

Baca juga: Alat Pemecah Air Hasilkan Bahan Bakar Hidrogen

Produk Starck bernama Broom menggunakan bahan dari limbah aluminium yang didaur ulang. Ia juga memakai PET daur ulang, kayu polypropylene, eko-beton, dan gabus. Broom juga terbuat dari 90 persen limbah polypropylene dan serat kayu. Seluruh bahan tersebut diambil langsung oleh Emeco dari limbah industri pabrik dengan kompoisis 75 persen limbah polypropylene dan 15 persen limbah kayu.

Melansir emeco.net, semua proses produksi dalam menghasilkan perabot berkelanjutan hanya membutuhkan sedikit energi. Jejak karbon yang ditimbulkan diklaim lebih sedikit sehingga dampak lingkungan juga dinilai tiga kali lipat lebih sedikit.

Starck meyakini bahwa setiap produk furnitur menghasilkan energi yang lebih rendah. Karena dalam setiap desain pembuatan tidak menggunakan lekukan atau pola yang rumit, “Lebih sedikit material, lebih sedikit limbah, lebih sedikit energi. Jadi, kursi Broom menjadi jauh lebih ramah lingkungan.”

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kursi-berbahan-dasar-limbah-kayu-dan-plastik/feed/ 0
Furnitur Minimalis dari Kertas Daur Ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-minimalis-dari-kertas-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=furnitur-minimalis-dari-kertas-daur-ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-minimalis-dari-kertas-daur-ulang/#respond Sun, 10 May 2020 23:00:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=27152 Seniman Vadim Kibardin ini ingin mendorong anak-anak dan masyarakat berpikir progresif dengan terlibat langsung dalam mendesain furnitur dari kertas.]]>

Membuat furnitur dengan menggunakan bahan standar seperti alumunium, kayu, dan rotan sudah menjadi hal yang umum. Namun, seorang seniman mendesain berbagai mebel dengan memanfaatkan bahan lain seperti kardus. Selain unik, pembuatan furnitur dengan bahan kardus ini juga menjadi salah satu cara untuk menyelamatkan pohon sekaligus menjadi gerakan ramah lingkungan.

Seniman bernama Vadim Kibardin ini ingin mendorong anak-anak dan masyarakat berpikir progresif dengan terlibat langsung dalam mendesain furnitur dari kertas. Kibardin melihat peluang antara keinginan warga membuat produk secara berkelanjutan dan limbah dari kardus yang tersedia. Dengan kombinasi ini, ia mulai mengembangkan dan mendesain furnitur yang dapat berfungsi sebagai proyek seni keluarga di rumah.

Baca juga: Rice-Fish Farming Bantu Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Pada situs kibardindesign.com, dapat dilihat koleksi furnitur hitam dengan contoh potongan mebel yang dapat dibuat dengan tangan. Beberapa di antaranya sudah tersedia untuk dijual. Kibardin juga menawarkan desain yang dibuat sesuai dengan permintaan. Setiap bagian memiliki keunikannya masing-masing karena bahan dan pembuatannya bervariasi dan tidak menggunakan cetakan. Dengan proses menumpuk kardus yang diratakan, ketebalan dapat menambah kekuatan furnitur. Ia kemudian membentuknya menjadi kursi dengan desain yang berbeda-beda.

Kibardin

Seniman Vadim Kibardin sedang menyusun kertas daur ulang pada kursi. Foto: inhabitat.com

Selama 25 tahun berkecimpung dalam bisnis ini, Kibardin telah ditugaskan untuk membuat karya untuk galeri, museum, dan klien pribadi. Namun, visinya melebihi dari sekadar menciptakan karya seni. Lebih dari itu, ia ingin menyelamatkan pohon dan membuat karya seni furnitur yang dapat digunakan.

Baca juga: Sensor Pertanian Modern Nirkabel

Melansir inhabitat.com, kreator yang tinggal di Republik Ceko ini menjelaskan, pada dasarnya koleksinya adalah versi ringkas dari visinya. Karena melampaui tren dan menjadi fungsional sebagai produk karya seni buatan tangan. Inovasi ini juga membawa solusi modern dengan harga terjangkau, sebab, hanya dengan mengumpulkan kertas dan kemasan karton, membuat pola, dan seseorang dapat memproduksinya sendiri.

Kibardin mendorong pengunjung laman situsnya untuk membuat karya seni sendiri dan berbagi gambar, instruksi, serta tautan untuk dapat digunakan oleh orang lain. Dengan dukungan ini, Kibardin berharap semua orang menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan ini.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-minimalis-dari-kertas-daur-ulang/feed/ 0
Kesempatan Kedua Bagi Pohon Natal https://www.greeners.co/ide-inovasi/kesempatan-kedua-bagi-pohon-natal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kesempatan-kedua-bagi-pohon-natal https://www.greeners.co/ide-inovasi/kesempatan-kedua-bagi-pohon-natal/#respond Mon, 04 Jan 2016 13:24:26 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12427 Jika Natal usai, ke mana perginya pohon yang menjadi simbol musim dingin tersebut? Desainer Fabien Capello menghadirkan kehidupan baru untuk pohon-pohon itu; tidak lagi sebagai dekorasi Natal, akan tapi sebagai furnitur yang cantik.]]>

Meskipun perayaan Natal sudah berlalu, tapi kita masih dapat melihat jejaknya. Sama halnya dengan perayaan besar lainnya, Natal menyisakan sampah yang tidak sedikit. Sampah tersebut termasuk pohon-pohon Natal. Jika Natal usai, ke mana perginya pohon yang menjadi simbol musim dingin tersebut?

Seorang desainer Fabien Cappello memberikan solusi. Ia menghadirkan kehidupan baru untuk pohon-pohon itu; tidak lagi sebagai dekorasi Natal, akan tapi sebagai furnitur yang cantik. Saat masih berstatus mahasiswa di Royal College of Art and Design, Fabien menyadari bahwa ada satu saat dalam satu tahun di mana kota tempat tinggalnya dipenuhi oleh kayu bekas. Ia mengamati bahwa terdapat hampir satu juta batang pohon natal bekas dari daerah pemukiman di London saja. Dia akhirnya menemukan ide mengatasi limbah kayu tersebut.

Furnitur dari pohon natal yang sudah tidak dipakai karya Fabien Capello. Foto: inhabitat.com

Furnitur dari pohon natal yang sudah tidak dipakai karya Fabien Capello. Foto: inhabitat.com

Pohon-pohon natal yang dibuang ini menjadi sumber bahan utama untuk proyek desainnya. Ia memperoleh batang pohon ini secara gratis. Fabien mengerjakan sendiri proyek furnitur dari pohon natalnya sejak tahun 2009.

Kini ada pilihan untuk tidak membuang pohon natal. Banyak orang mendatangi Fabien dan menyewa jasanya untuk membut furnitur dari pohon natal mereka. Fabien pun akan mencari pohon-pohon berikutnya bila dirasa materialnya kurang. Tiga minggu kemudian, pohon natal tersebut diubah menjadi furnitur. Pemilik pohon mendapatkan kembali pohon natalnya dalam bentuk bangku, meja atau bahkan benda lain yang lebih mewah.

Furnitur dari pohon natal yang sudah tidak dipakai karya Fabien Capello. Foto: inhabitat.com

Furnitur dari pohon natal yang sudah tidak dipakai karya Fabien Capello. Foto: inhabitat.com

Mengerjakan furnitur dari batang pohon natal ini mempunyai kesulitan tersendiri. Karena dipotong pada batang yang masih muda, kayunya kurang padat dan terlihat kasar. “Banyak percobaan yang saya lakukan terhadap pohon ini, membuang semua kulit kayu dan memotong-motongnya sehingga mejadi pola untuk kaki meja atau kursi. Pada akhirnya, saya menemukan banyak teknik untuk mengolah kayu ini,” ungkap Fabien seperti dirilis di Inhabitat.

“Pada intinya ini adalah sebuah ide dimana kamu membeli sebuah pohon dan merayakannya dalam sebuah periode yang pendek dan kemudian dibuang. Saya berpikir bahwa akan sangat menarik bila bisa kita gunakan kembali material ini. Saya melakukan sesuatu agar kayu ini bisa kembali ke rumah pembelinya,” ujar Fabien.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kesempatan-kedua-bagi-pohon-natal/feed/ 0
Menghidupkan Kembali Furnitur Lama https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-kembali-furnitur-lama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menghidupkan-kembali-furnitur-lama https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-kembali-furnitur-lama/#respond Mon, 19 Oct 2015 09:48:48 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11567 Zoe Murphy membeli furnitur bekas dan menyulapnya seperti baru. Desainer dari Inggris tersebut memberikan kehidupan baru pada furnitur-furnitur lama keluaran abad pertengahan ini dengan sentuhan desain yang kuat dan warna-warna […]]]>

Zoe Murphy membeli furnitur bekas dan menyulapnya seperti baru. Desainer dari Inggris tersebut memberikan kehidupan baru pada furnitur-furnitur lama keluaran abad pertengahan ini dengan sentuhan desain yang kuat dan warna-warna yang menarik.

Desain dan warna pilihan Zoe terinspirasi dari citarasa tahun 1950an dan kampung halamannya di pinggir laut, kota Margate, Kent. Dalam sebuah kalimat, Zoe menerjemahkan inspirasi tersebut menjadi “mencintai apa yang menjadi milikmu”.

Zoe Murpy menghidupkan kembali furnitur lama dengan sentuhan retro. Foto: inhabitat.com

Zoe Murpy menghidupkan kembali furnitur lama dengan sentuhan retro. Foto: inhabitat.com

Desain Zoe Murphy pertama kali tampil saat Festival Desain London 2015. Renovasi furniturnya menghasilkan lebih dari sekedar alternatif furnitur ramah lingkungan. Warna-warna yang hidup dan pola-pola yang digunakan pada furnitur ini mengambil referensi dari “potensi yang belum terasah” dari kampung halamannya, Margate.

Margate sendiri adalah sebuah kota di Inggris yang berada di pinggir laut dan terkenal pada tahun 1950an sebagai destinasi wisata. Namun kota ini bangkrut. Banyak tempat wisata yang kemudian ditutup, terbakar atau dipindahkan.

Zoe Murpy menghidupkan kembali furnitur lama dengan sentuhan retro. Foto: inhabitat.com

Zoe Murpy menghidupkan kembali furnitur lama dengan sentuhan retro. Foto: inhabitat.com

Jajaran karya desainer yang unik ini diantaranya berupa meja dengan laci-laci, meja kecil yang semuanya didesain terinsipirasi oleh café pinggir pantai dengan meja formikanya. Dalam situs internet pribadinya, Zoe menuliskan, “Furnitur ini berbicara mengenai sebuah tempat atau sebuah benda yang kembali dihidupkan dengan penuh cinta dan dengan desain yang baik. Mereka kembali hidup menjadi sesuatu yang cantik, diinginkan dan dihargai.”

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-kembali-furnitur-lama/feed/ 0
Furnitur Bambu Pengisi Daya Nirkabel https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/#respond Thu, 08 Oct 2015 07:29:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11399 Menggabungkan teknologi dan cita rasa adalah salah satu tantangan terbesar untuk desainer saat ini. FurniQi menjawab tantangan tersebut. Mereka menciptakan produk yang merupakan gabungan terbaik dari teknologi dan keindahan dalam rangkaian […]]]>

Menggabungkan teknologi dan cita rasa adalah salah satu tantangan terbesar untuk desainer saat ini. FurniQi menjawab tantangan tersebut. Mereka menciptakan produk yang merupakan gabungan terbaik dari teknologi dan keindahan dalam rangkaian furnitur. Furnitur canggih tersebut mampu melakukan pengisian daya dengan cara nirkabel.

Furnitur FurniQi menggunakan bambu mao zhu (Phyllostachys edulis) untuk produknya. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Furnitur FurniQi menggunakan bambu mao zhu (Phyllostachys edulis) untuk produknya. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Sebagai salah satu pemimpin di teknologi ini, sistem pengisian daya nirkabel buatan FurniQi mulai tersedia dalam beberapa variasi yang dapat digunakan untuk mengisi daya berbagai alat elektronik. IKEA juga mulai menggunakan teknologi nirkabel yang sama dalam produk furniturnya yang diluncurkan musim semi kemarin.

Sekarang, FurniQi meluncurkan produk baru untuk rangkaian produk yang terinspirasi oleh alam namun dengan suntikan teknologi khas Qi di dalamnya. Salah satunya adalah meja kecil dari bambu mao zhu (Phyllostachys edulis).

Furnitur FurniQi. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Furnitur FurniQi. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Penggabungan sistem pengisian daya nirkabel ke dalam furnitur yang bisa kita jumpai sehari-hari adalah sebuah pendekatan desain yang unik untuk menjawab ketergantungan kita terhadap telepon-pintar dan tablet. Pengisian daya nirkabel memungkinkan pengguna untuk melakukan pengisian daya tanpa harus berurusan dengan charger dan kabel-kabelnya. Apalagi kalau kita pindah ruangan, charger tersebut harus dipindahkan juga, sementara dengan memiliki beberapa furnitur ini, kita semakin bebas dari charger.

Meja bambu FurniQi dipamerkan di pameran DigitalFocus Global pada 4 September 2015 lalu di Hotel Grand Hyatt Berlin.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/feed/ 0
5 Wujud Baru Kulkas Bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-wujud-baru-kulkas-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-wujud-baru-kulkas-bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-wujud-baru-kulkas-bekas/#respond Fri, 10 Jul 2015 10:39:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10273 Terkadang kita enggan membuang barang-barang yang sudah rusak dan hanya menyimpan barang-barang tersebut di gudang. Nah, bagaimana kalau yang kita simpan itu adalah kulkas rusak? Ternyata, kulkas yang rusak dapat […]]]>

Terkadang kita enggan membuang barang-barang yang sudah rusak dan hanya menyimpan barang-barang tersebut di gudang. Nah, bagaimana kalau yang kita simpan itu adalah kulkas rusak? Ternyata, kulkas yang rusak dapat dikreasikan menjadi barang lain yang memiliki fungsi sama sekali berbeda dari sebelumnya. Seperti dikutip dari situs mnn.com, berbagai wujud baru kulkas bekas berikut ini cukup menarik untuk dipraktikan.

Ilustrasi: www.mnn.com

Ilustrasi: www.mnn.com

1. Sofa kulkas
Dengan kreatifitas yang cukup tinggi, Fridgecouch mengubah kulkas bekas dan serta kursi mobil pada jenis BMW 325e menjadi sofa kulkas. Desainer Adrian Johnson membongkar kulkas bekas dan memasukkan kursi mobil tersebut sehingga menjadi sebuah sofa dengan tampilan yang unik.

2. Rak penyimpanan
Lepaskan pintu kulkas dan gunakan pintu kulkas sebagai rak. Sebelum digunakan, bersihkan permukaan dan bagian-bagian yang terdapat dalam pintu kulkas tersebut. Setelah itu, Sobat Greeners dapat menggantungnya di tembok atau menempatkannya di dapur. Rak unik ini siap menampung buku, pajangan, dan lainnya.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-wujud-baru-kulkas-bekas/feed/ 0
Sofa Modular: Ringan, Ringkas, dan Hemat Tempat! https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-modular-ringan-ringkas-dan-hemat-tempat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sofa-modular-ringan-ringkas-dan-hemat-tempat https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-modular-ringan-ringkas-dan-hemat-tempat/#comments Wed, 06 May 2015 07:10:12 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8874 Memindah-mindahkan kursi sofa bukan perkara mudah. Sofa umumnya berukuran besar dan lumayan berat jika diangkat seorang diri. Berangkat dari pemikiran tersebut, seorang desainer asal Perancis menciptakan sofa yang dapat dipindah-pindahkan […]]]>

Memindah-mindahkan kursi sofa bukan perkara mudah. Sofa umumnya berukuran besar dan lumayan berat jika diangkat seorang diri. Berangkat dari pemikiran tersebut, seorang desainer asal Perancis menciptakan sofa yang dapat dipindah-pindahkan semudah memindahkan sebuah koper.

Dalam rancangannya, Matali Crasset mengadaptasi berbagai bentuk tipologi dan teknik pembuatan. Mulai dari teknik tenun tradisional dari Zimbabwe hingga teknik modern. The Self-made Seat ini dibuatnya berdasarkan konsep produk yang pernah ia ciptakan sebelumnya, furnitur modular yang ia namakan Concentré de Vie. Terdiri dari dua macam kursi dan dua bantal yang dapat dibentuk menjadi sebuah tempat tidur kecil (single bed).

Sofa modular "The Self-made Seat" karya Matali Crasset. Foto: www.inhabitat.com

Sofa modular “The Self-made Seat” karya Matali Crasset. Foto: www.inhabitat.com

The Self-made Seat yang dipamerkan di Salone del Mobile- Milan Design Week ini dibuat dengan sistem modular. Modul-modul ini dapat kita bentuk sesuai selera, menjadi tempat duduk tanpa sandaran atau dengan sandaran. Salah satu sisinya berfungsi sebagai lengan sofa.

Tiap modul sofa ini dilengkap dengan fitur berupa tali berwarna oranye. Fitur tali ini berperan jika kita ingin menggunakan modul secara bersamaan sebagai suatu paket sofa dan menjaganya supaya tidak berubah posisi.

Sofa modular "The Self-made Seat" karya Matali Crasset. Foto: www.inhabitat.com

Sofa modular “The Self-made Seat” karya Matali Crasset. Foto: www.inhabitat.com

Sofa yang well-designed ini praktis dan tidak memakan banyak ruang untuk digunakan sekaligus jika kita ingin mengubah-ubah bentuknya. Sekali waktu ia dapat menjadi sofa, di lain waktu wujudnya dapat berubah menjadi tempat tidur.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-modular-ringan-ringkas-dan-hemat-tempat/feed/ 1