gajah yani - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/gajah-yani/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 13 May 2016 08:52:01 +0000 id hourly 1 KLHK: Selain Pengelolaan Buruk, Kematian Gajah Yani Diduga Karena Faktor Usia https://www.greeners.co/berita/klhk-selain-pengelolaan-buruk-kematian-gajah-yani-diduga-karena-faktor-usia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-selain-pengelolaan-buruk-kematian-gajah-yani-diduga-karena-faktor-usia https://www.greeners.co/berita/klhk-selain-pengelolaan-buruk-kematian-gajah-yani-diduga-karena-faktor-usia/#respond Fri, 13 May 2016 08:44:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13655 Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Tachrir Fathoni menyatakan kematian gajah Yani di Kebun Binatang Bandung selain dikarenakan buruknya pengelolaan, faktor usia satwa juga diduga menjadi salah satu penyebabnya.]]>

Jakarta (Greeners) – Kematian gajah Yani di Kebun Binatang Bandung selain dikarenakan buruknya pengelolaan, faktor usia satwa juga diduga menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tachrir Fathoni.

“Apalagi usia Yani kan sudah 34 tahun, sedangkan rentang usia hewan itu kan antara 30 sampai 50 tahun,” katanya kepada Greeners saat dijumpai di ruang kerjanya, Jakarta Kamis (12/05) kemarin.

Direktur Utama Taman Safari Indonesia yang juga Sekretaris Jendral Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia, Tony Sumampau mengatakan bahwa kematian satwa di kebun binatang adalah peristiwa yang wajar bila masih berada di bawah dua persen dari total satwa di kebun binatang tersebut dan tidak terjadi secara beruntun. Menurutnya, kasus di Kebun Binatang Bandung masih belum melampaui angka itu.

“Meski tetap penyebab kematiannya harus dicari tahu. Apalagi usia gajah Yani itu sudah harus masuk dalam perawatan khusus,” tambahnya.

Menurut Tony, selain tugas pengawasan yang dilakukan oleh BBKSDA, pihak kebun binatang sudah seharusnya melakukan pengawasan secara internal. Dalam kasus gajah Yani, lanjutnya, harus ada pengawasan ekstra, pemberian gizi yang cukup, makan tidak berlebihan, juga tempat tinggal yang layak karena usia gajah tua juga rentan terhadap penyakit.

“Saya rasa Kebun Binatang Bandung sudah melakukan hal-hal itu. Hanya saja Kebun Binatang Bandung sedang mendapat banyak pemberitaan buruk ya. Apalagi masalah lahan. Kebun Binatang Bandung itu sangat strategis untuk dijadikan Mall. Tapi saya berharap itu tidak terjadi, Kebun Binatang Bandung harus tetap menjadi ruang hijau di sana,” katanya.

Minim Tenaga Pengawas

Terkait buruknya pengelolaan Kebun Binatang Bandung, Tachrir Fathoni mengakui bahwa banyak dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) yang memang “keteteran” atau tidak melakukan fungsi pengawasan dengan baik terhadap lembaga konservasi maupun kebun binatang karena banyaknya tugas yang harus dilakukan.

Selain itu, jumlah sumber daya manusia BBKSDA yang minim juga dianggap menjadi kendala dalam melakukan audit dan pengawasan. Ke depannya nanti, Tachrir mengatakan akan mulai menggandeng lembaga swadaya masyarakat, komunitas atau siapapun yang peduli terhadap kelestarian satwa untuk diajak bekerjasama dalam melakukan pengawasan.

“Terus terang saja kebun binatang, lembaga konservasi, penangkaran itu jumlahnya ribuan. Dari satu balai saja harus mengawasi banyak. Misalnya ada satu tempat penangkaran yang telur hewannya menetas, itu kan mereka harus datang. Membuat buku acara. Jadi tenaga kita memang kurang,” ujarnya.

(selanjutnya)

]]>
https://www.greeners.co/berita/klhk-selain-pengelolaan-buruk-kematian-gajah-yani-diduga-karena-faktor-usia/feed/ 0
Sempat Membaik, Gajah Yani Akhirnya Mati https://www.greeners.co/berita/sempat-membaik-gajah-yani-akhirnya-mati/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sempat-membaik-gajah-yani-akhirnya-mati https://www.greeners.co/berita/sempat-membaik-gajah-yani-akhirnya-mati/#respond Fri, 13 May 2016 07:15:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13651 Seekor gajah penghuni kebun binatang Kota Bandung menghembuskan nafas terakhirnya setelah kondisinya terus memburuk selama berada di kebun binatang yang berlokasi di jalan Taman Sari, Bandung tersebut.]]>

Bandung (Greeners) – Seekor gajah penghuni kebun binatang Kota Bandung menghembuskan nafas terakhirnya setelah kondisinya terus memburuk selama berada di kebun binatang yang berlokasi di jalan Taman Sari, Bandung tersebut.

Humas Yayasan Marga Satwa Taman Sari Bandung, Sudaryo menuturkan, gajah betina asal Sumatera yang diberi nama Yani tersebut sempat bisa makan dan minum sendiri setelah pihak pengelola Kebun Binatang Bandung memberikan infus dan vitamin. “Kita sudah beri makan pisang, jagung sama minum dari ember sejak kemarin malam,” ujar Sudaryo pada Rabu (11/05) lalu.

Nahas, meski kondisi Yani sempat membaik, gajah berusia 34 tahun tersebut akhirnya mati. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat, Silvana Ratina menyatakan Yani dinyatakan mati pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 WIB.

“Kami menerima laporan pada Selasa (10/05) malam dan Rabu kami melakukan pemeriksaan dan penanganan medis dengan pihak dari Dinas Peternakan provinsi dan kota, ada juga dari dokter hewan Taman Safari Indonesia. Namun petang tadi gajah Yani sudah tidak tertolong lagi,” ujar Silvana.

Lebih lanjut, Silvina mengatakan gajah Yani sudah sakit sejak 3 Mei lalu atau sekitar 8 hari sebelum mati. Ia menyayangkan pihaknya tidak menerima laporan sejak awal dari pihak Kebun Binatang Bandung untuk segera melakukan tindakan penyelamatan atas kondisi gajah Yani yang sudah akut.

Silvana menambahkan tubuh gajah Yani akan diawetkan untuk dilakukan nekropsi pada Kamis ini untuk mengetahui penyebab kematian yang lebih pasti.

#BoikotBonbinBDG

Kematian Gajah Yani pun membuat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil geram. Wali Kota yang akrab disapa Emil tersebut mengutarakan kekesalannya melalui akun instagramnya. Sambil menggunggah foto dirinya saat melihat kondisi Yani pada Rabu pagi lalu, Emil menyertakan keterangan bahwa dirinya akan mempelajari penyebab kematian Yani dan mencoba mencari upaya hukum agar tidak ada lagi satwa di Kebun Binatang Bandung mengalami hal serupa dengan gajah Yani.

“Karena ini Bonbin milik pribadi, saya akan pelajari dan cari upaya hukum. Sementara itu ayo lawan dengan #BoikotBonbinBDG,” tulis Emil dalam instagramnya.

Selain itu, Emil juga menyayangkan atas ketiadaan dokter hewan di kebun binatang yang kerap ramai dikunjungi warga Kota Bandung setiap musim liburan tersebut.

Sebagai Informasi, Kebun Binatang Bandung merupakan milik Yayasan Margasatwa Taman Sari yang menyewa lahan kepada Pemerintah Kota Bandung. Status ini membuat Pemkot Bandung hanya bisa memberi masukan dan teguran, sementara pembenahan merupakan wewenang pihak Kebun Binatang yang memiliki 1800 ekor satwa dari 220 jenis satwa tersebut.

“Kalau memang pengelola kebun binatang tidak punya duit untuk mengelola kebun binatang dengan baik, ya udah terbuka saja kepada investasi, kalau terbuka nanti saya bantuin sebagai wali kota, nanti kita carikan perusahaan – perusahaan pengelola kebun binatang,” pungkas Emil.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/berita/sempat-membaik-gajah-yani-akhirnya-mati/feed/ 0