gaya hidup ramah lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/gaya-hidup-ramah-lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 10 Jul 2025 10:03:21 +0000 id hourly 1 Rayakan Plastic Free July dengan 4 Gaya Hidup Zero Waste Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/#respond Thu, 10 Jul 2025 10:03:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46960 Plastic Free July atau Juli Bebas Plastik adalah gerakan global yang bertujuan mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Gerakan ini dimulai oleh Rebecca Prince-Ruiz di Australia pada 2011, dan […]]]>

Plastic Free July atau Juli Bebas Plastik adalah gerakan global yang bertujuan mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Gerakan ini dimulai oleh Rebecca Prince-Ruiz di Australia pada 2011, dan kini telah meluas ke lebih dari 190 negara dengan partisipasi lebih dari 120 juta orang pada tahun 2022.

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) melansir bahwa plastik menjadi masalah serius bagi lingkungan. Setiap tahunnya, lebih dari 8 juta ton sampah plastik mencemari laut dan ekosistem di sekitarnya. Plastik juga mencemari sungai, tanah, hingga udara dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Sekitar 50% dari 380 juta ton plastik yang diproduksi tiap tahun adalah plastik sekali pakai yang langsung terbuang setelah sekali pakai.

Oleh karena itu, Plastic Free July tidak hanya mendorong individu, tetapi juga industri, untuk segera mengurangi ketergantungan pada plastik kemasan. Lebih dari sekadar tantangan bulanan, ini adalah ajakan untuk hidup lebih ramah lingkungan sepanjang waktu.

Berikut lima hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi plastik sekali pakai.

1. Kemas Baju Pakai Tas Guna Ulang

Saat ini, kita sering menggunakan plastik untuk mengemas pakaian dari jasa laundry. Namun, sudah saatnya kita mengubah kebiasaan tersebut dengan menghindari plastik sekali pakai saat mengambil baju dari jasa laundry. Bawalah tas kain atau pouch guna ulang untuk mengemas dan membawa pakaian. Selain mengurangi sampah plastik, cara ini juga membantu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

2. Gunakan Pembalut Guna Ulang 

Sobat Greeners, tahu gak sih? Beralih dari pembalut sekali pakai ke pembalut kain atau menstrual cup adalah langkah ramah lingkungan yang bisa kita lakukan lho. Selain mengurangi limbah plastik, langkah ini juga bikin kita lebih hemat!

3. Bawa Snack Pouch untuk Jajan

Saat membeli camilan atau jajanan, mungkin sebagian dari kita masih menggunakan plastik sekali pakai. Nah, untuk mengurangi plastik sekali pakai, sekarang ada alternatifnya lho yaitu dengan bawa snack pouch atau wadah kecil sendiri. Dengan cara ini, kamu bisa menghindari penggunaan plastik pembungkus sekali pakai yang biasanya langsung dibuang. Selain hemat plastik, kamu juga bisa menjaga kebersihan makanan yang kamu bawa.

4. Beralih Menggunakan Kapas Guna Ulang 

Mengganti kapas sekali pakai dengan kapas kain yang bisa kamu cuci ulang adalah cara sederhana, namun efektif untuk mengurangi sampah plastik dari bungkus kapas. Kapas guna ulang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih ekonomis dalam jangka panjang. Cukup cuci bersih setelah digunakan, lalu pakai kembali, sehingga mengurangi kebutuhan kapas sekali pakai yang cepat menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/feed/ 0
LSPR 4C Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Berkelanjutan https://www.greeners.co/aksi/lspr-4c-ajak-masyarakat-terapkan-gaya-hidup-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lspr-4c-ajak-masyarakat-terapkan-gaya-hidup-berkelanjutan https://www.greeners.co/aksi/lspr-4c-ajak-masyarakat-terapkan-gaya-hidup-berkelanjutan/#respond Wed, 09 Apr 2025 05:56:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=46327 Jakarta (Greeners) – LSPR 4C (Climate Change Champions Club) merayakan Earth Hour yang jatuh pada Sabtu, 22 Maret. Mereka mengadakan talkshow mengenai pentingnya gaya hidup berkelanjutan dan konservasi energi. Menariknya, […]]]>

Jakarta (Greeners) – LSPR 4C (Climate Change Champions Club) merayakan Earth Hour yang jatuh pada Sabtu, 22 Maret. Mereka mengadakan talkshow mengenai pentingnya gaya hidup berkelanjutan dan konservasi energi. Menariknya, kegiatan ini berlangsung di tengah keramaian pusat perbelanjaan Main Atrium Mall of Indonesia (MOI).

Talkshow bertema “Earth Hour: Dim for a Brighter Future” ini berhasil menarik perhatian pengunjung mal dan masyarakat umum untuk ikut berdiksusi. Kegiatan tersebut juga berlangsung dalam dua sesi yang interaktif dan informatif.

Salah satu pembicara dalam acara ini adalah Belmiro Allie, seorang profesional komunikasi yang aktif menyuarakan isu lingkungan. Belmiro berbagi pengalaman terkait gerakan lingkungan yang pernah ia ikuti, seperti Bye Bye Plastic Bags, serta praktik-praktik berkelanjutan dalam kehidupan pribadinya.

BACA JUGA: Green Jaagat Insight, Komunitas yang Dukung Hidup Berkelanjutan

Ia menekankan bahwa banyak orang yang menganggap hidup berkelanjutan itu mahal, padahal kenyataannya tidak demikian. Di hadapan audiens yang hadir di mal, Belmiro menjelaskan bahwa gaya hidup berkelanjutan tidak harus rumit atau memerlukan biaya besar.

“Kita bisa memulainya dari hal-hal kecil seperti mengurangi food waste, mendaur ulang barang bekas, atau menerapkan slow fashion. Semua itu bisa kita lakukan tanpa mengeluarkan biaya besar, bahkan tanpa biaya sama sekali,” ujarnya dalam talkshow tersebut.

Pentingnya Konservasi Energi

Sementara itu, talkshow berlanjut dengan membahas konservasi energi yang dipandu oleh Imam Pesuwaryantoro, seorang spesialis government relations. Saat ini, Imam juga menjabat sebagai Dewan Pakar ESG & Sustainability di Indonesian Circular Economy Award (ICEA).

Pada sesi kedua talkshow ini, Imam membahas pentingnya konservasi energi sebagai bagian dari upaya untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa setiap orang dapat menerapkan gaya hidup berkelanjutan, namun tantangan terbesar terletak pada kemauan dan kesadaran untuk melakukannya.

“Semua orang bisa dengan mudah menerapkan gaya hidup berkelanjutan, tetapi semuanya kembali pada pertanyaan, apakah mereka mau? Apakah mereka siap meninggalkan ego mereka dan turun tangan untuk berkontribusi?” tambah Imam.

LSPR 4C berharap melalui acara ini masyarakat tidak hanya memahami konsep keberlanjutan, tetapi juga tergerak untuk mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Ayo Berlanjut Selamatkan Bumi! Jangan Berhenti di Earth Hour

Acara “Earth Hour: Dim for a Brighter Future” ini juga sejalan dengan komitmen LSPR 4C terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan mengangkat isu konservasi energi dan gaya hidup berkelanjutan, acara ini turut berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan melindungi ekosistem daratan.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/lspr-4c-ajak-masyarakat-terapkan-gaya-hidup-berkelanjutan/feed/ 0
Jaga Lingkungan, DLH DKI Ajak Warga Terapkan Green Ramadan https://www.greeners.co/aksi/jaga-lingkungan-dlh-dki-ajak-warga-terapkan-green-ramadan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jaga-lingkungan-dlh-dki-ajak-warga-terapkan-green-ramadan https://www.greeners.co/aksi/jaga-lingkungan-dlh-dki-ajak-warga-terapkan-green-ramadan/#respond Thu, 21 Mar 2024 06:27:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43355 Jakarta (Greeners) – Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah untuk meningkatkan spiritualitas. Ramadan juga bisa menjadi kesempatan untuk terus menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Di bulan suci ini, Dinas […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah untuk meningkatkan spiritualitas. Ramadan juga bisa menjadi kesempatan untuk terus menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Di bulan suci ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak seluruh warga untuk menerapkan “Green Ramadan” saat menjalankan ibadah puasa.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan “Green Ramadan” adalah konsep menjalankan ibadah puasa dengan penuh makna sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Bulan Ramadan merupakan momentum untuk memulai perhatian kita terhadap hubungan dengan lingkungan. Kita bisa menunjukkan rasa syukur dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Asep lewat keterangan tertulisnya, Selasa (19/3).

Menurutnya, penerapan “Green Ramadan” sangat mudah dan bisa masyarakat terapkan di rumah masing-masing. Pertama, mulai dari mengurangi sisa makanan dengan cara masak makanan secukupnya. Makanlah sesuai dengan kebutuhan dan memakan hidangan berbuka puasa yang tersisa untuk sahur.

BACA JUGA: Orica Gandeng BOS Foundation untuk Melindungi Orang Utan

“Prinsipnya, kita kurangi food loss seperti saat distribusi bahan pangan di pasar-pasar. Kemudian, kurangi food waste sikap mubazir dalam konsumsi,” ujar Asep.

Kedua, menghemat air. Menurut Asep, hal ini bisa semua orang lakukan. Misalnya, saat berwudu, pastikan untuk menggunakan air secara efisien. Tutup keran saat tidak digunakan dan hanya gunakan air secukupnya untuk setiap langkah wudu. Selain itu, gunakan air bekas wudu untuk menyiram tanaman.

DLH Imbau Warga Kurangi Plastik Sekali Pakai

Langkah berikutnya, DLH mengimbau warga untuk mengurangi plastik sekali pakai saat berbelanja. Seperti menggunakan wadah makan dan minum guna ulang, hingga menghindari membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa dengan kemasan plastik sekali pakai.

“Semoga penggunaan kantong guna ulang di Jakarta makin maksimal di bulan Ramadan ini. DLH sudah menyediakan tempat tas guna ulang spunbond di pasar tradisional, semoga bisa masyarakat manfaatkan,” imbuh Asep.

BACA JUGA: KLHK Gelar Aksi Bersih Negeri Serentak di 34 Titik Lokasi

Terakhir, pada momentum Ramadan ini, Asep mengajak seluruh warga untuk lebih bijak menggunakan energi, seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Ia berpesan, semua ini harus masyarakat lakukan demi lingkungan yang lebih baik.

​​“Dengan menjaga lingkungan, kita telah menunjukkan rasa syukur kita. Semoga Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang penuh berkah dan bermanfaat bagi diri kita sendiri, orang lain, dan lingkungan,” ujar Asep.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/jaga-lingkungan-dlh-dki-ajak-warga-terapkan-green-ramadan/feed/ 0
3 Resolusi untuk Lebih Ramah Lingkungan di 2024 https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-resolusi-untuk-lebih-ramah-lingkungan-di-2024/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=3-resolusi-untuk-lebih-ramah-lingkungan-di-2024 https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-resolusi-untuk-lebih-ramah-lingkungan-di-2024/#respond Tue, 02 Jan 2024 05:33:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=42687 Menyusun resolusi pada tahun baru 2024 menjadi sesuatu yang tak pernah dilewatkan oleh banyak orang. Namun, kini sudah semestinya Sobat Greeners beralih ke resolusi yang lebih ramah lingkungan. Hal itu […]]]>

Menyusun resolusi pada tahun baru 2024 menjadi sesuatu yang tak pernah dilewatkan oleh banyak orang. Namun, kini sudah semestinya Sobat Greeners beralih ke resolusi yang lebih ramah lingkungan. Hal itu dapat menjadi salah satu aksi nyata kita untuk memulihkan bumi dengan cara menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan mudah. Kamu perlu melakukan kebiasaan ini secara konsisten agar bisa terus melindungi lingkungan dari kerusakan. Bahkan, orang terdekatmu juga bisa ikut terpengaruh dari kebiasaan baikmu. Maka dari itu, kamu perlu tahu tiga resolusi ramah lingkungan yang bisa kamu terapkan pada tahun baru ini!

Beralih ke Produk Reusable 

Beralih ke barang guna ulang ini merupakan sebuah upaya efektif untuk mengurangi sampah rumah tangga. Sejumlah barang ramah lingkungan yang paling mudah digunakan kembali yaitu botol tumbler, wadah makanan, dan kantong kain.

Asalkan, seluruh barang yang kamu gunakan memiliki material bisa digunakan secara berkali-kali. Beda halnya dengan kantong plastik, botol plastik, dan sedotan plastik sekali pakai.

Maka dari itu, yuk, mulai dari sekarang kita menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan beralih ke produk guna ulang. Hal ini tidak hanya akan mengurangi sampah, namun juga membantu memerangi polusi plastik.

Ilustrasi resolusi gaya hidup berkelanjutan. Foto: Freepik

Ilustrasi resolusi gaya hidup berkelanjutan. Foto: Freepik

Pilah dan Kompos Sampah

Sobat Greeners, pada lembaran baru di 2024 ini, menerapkan gaya hidup minim sampah sudah saatnya kamu lakukan. Sebab, penumpukan sampah berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan. Maka dari itu, kita pun harus mulai bijak dalam mengelola sampah, misalnya dengan cara memilah dan mengompos sampah.

Tak cukup hanya sekadar membuang sampah pada tempatnya, kamu perlu memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya. Misalnya, sampah botol plastik bisa masuk dalam kategori anorganik yang dapat kamu daur ulang. Kemudian, sampah organik bisa menjadi kompos.

Membuat kompos pun begitu mudah. Bahkan, ada banyak metode mengompos yang bisa kamu terapkan lho Sobat Greeners. Oleh karena itu, dengan kamu menerapkan gaya hidup ramah lingkungan yang satu ini, tentu kamu bisa mengurangi beban sampah organik ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Belilah Pakaian Bekas

Resolusi tahun baru yang sederhana dan berkelanjutan, bisa kamu mulai dengan lebih bijak dalam membeli pakaian. Pakaian bekas adalah salah satu pilihan dari fesyen yang ramah lingkungan. Namun, kamu juga harus membeli secukupnya dan tidak berlebihan, ya!

Selain itu, dengan banyaknya limbah industri fesyen, pembelian pakaian bekas merupakan hal yang wajar. Tak perlu khawatir, saat ini masih banyak pakaian bekas yang memiliki kualitas sangat bagus. Apalagi, pakaian tersebut mudah untuk kamu cari.

Tak hanya pakaian saja, tapi barang bekas lainnya untuk dekorasi rumah atau apa pun juga bisa kamu temukan secara mudah di pasaran barang bekas lho Sobat Greeners. Oleh karena itu, dengan menerapkan hidup berkelanjutan, memang tidak perlu melakukan hal-hal yang sangat rumit dan melakukan aksi dalam skala besar. Mulailah kebiasaan-kebiasaan kecil seperti ini agar kamu bisa ikut andil dalam memulihkan bumi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-resolusi-untuk-lebih-ramah-lingkungan-di-2024/feed/ 0
Greeners.Co Gaungkan Hidup Berkelanjutan ke Mahasiswa UNAIR https://www.greeners.co/aksi/greeners-co-gaungkan-hidup-berkelanjutan-ke-mahasiswa-unair/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=greeners-co-gaungkan-hidup-berkelanjutan-ke-mahasiswa-unair https://www.greeners.co/aksi/greeners-co-gaungkan-hidup-berkelanjutan-ke-mahasiswa-unair/#respond Sat, 09 Dec 2023 04:00:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=42456 Jakarta (Greeners) – Greeners.Co mengedukasi pemahaman gaya hidup berkelanjutan atau ramah lingkungan kepada mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Hal itu dalam rangka Editorial Trip yang ketiga oleh Greeners.Co di Kota Surabaya. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Greeners.Co mengedukasi pemahaman gaya hidup berkelanjutan atau ramah lingkungan kepada mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Hal itu dalam rangka Editorial Trip yang ketiga oleh Greeners.Co di Kota Surabaya. Bersama organisasi pecinta alam WANALA UNAIR, Greeners.Co melangsungkan kegiatan Campus Visit bertemakan “Gaya Hidup Ramah Lingkungan Ala Arek Suroboyo” di Student Center Kampus B Unair, Jumat (1/12).

Campus Visit menjadi rangkaian wajib yang Greeners.Co lakukan dalam program Editorial Trip. Lewat kegiatan ini, Greeners.Co memiliki tujuan besar agar mahasiswa bisa mengenal isu lingkungan lebih luas. Sebab, anak muda berperan besar untuk memulai langkah yang peduli terhadap lingkungan.

Sejumlah narasumber hadir dan memberikan banyak perspektif dari berbagai bidang soal gaya hidup ramah lingkungan. Mereka mewakili berbagai sektor, di antaranya dari NGO Dietplastik Indonesia, Danone Indonesia, Eiger Adventure, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

BACA JUGA: 4 Aplikasi Untuk Gaya Hidup Berkelanjutan

Policy Analyst Direktorat Pengurangan Sampah KLHK, Fazri Putrantomo mengatakan gaya hidup berkelanjutan atau ramah lingkungan bisa dimulai pada diri sendiri. Misalnya, dengan melakukan pembatasan kantong plastik. Kemudian, memilih produk yang memiliki material recycle. Khususnya, bagi pecinta alam seperti WANALA UNAIR dapat menggunakan wadah guna ulang untuk membawa perbekalan ke gunung.

Cari hal yang bisa isi ulang atau guna ulang, seperti air pakai tumbler, bahan makanan juga banyak bisa isi ulang. Setelah itu ke pemilahan, identifikasi dulu kira-kira mana yang bisa menghasilkan sampah. Setelah sampah dipilah, harus dibawa, jangan tinggalkan di atas gunung,” ujar Fazri saat Talkshow di Campus Visit UNAIR. 

Fazri menambahkan, sampah organik juga harus kelola sendiri di sumber lewat kompos, maggot, dan lubang biopori. Kemudian, sampah anorganik bisa menjadi sirkular ekonomi untuk membantu beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Greeners.Co mengedukasi pemahaman gaya hidup berkelanjutan atau ramah lingkungan kepada mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Foto: Dini Jembar Wardani

Greeners.Co mengedukasi pemahaman gaya hidup berkelanjutan atau ramah lingkungan kepada mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Foto: Dini Jembar Wardani

Guna Ulang Menjadi Langkah Efektif Kurangi Sampah

Kota Surabaya kini telah melarang penggunaan kantong kresek sekali pakai. Hal ini menjadi momen pengurangan sampah secara signifikan. Konsep guna ulang atau reuse juga bisa menjadi langkah efektif untuk masyarakat lakukan dalam mengurangi sampah.

“Kenapa akhirnya kita harus reuse? Supaya penggunaan ulang ini bisa menjaga masyarakat tidak konsumtif. Selain Surabaya, ada juga kota dan kabupaten lain yang melarang penggunaan kantong plastik, dari situ kami muncul semangat harus menciptakan ekosistem guna ulang. Bagaimana nantinya kita menggunakan barang yang berulang kali,” kata Deputy Director Dietplastik Indonesia, Rahyang Nusantara.

Rahyang menambahkan, guna ulang bukan hanya sekadar berbicara soal produk saja, melainkan suatu sistem yang sirkular.

“Konsumen sebagai pengguna akhir dapat produknya, terus wadahnya itu bisa muter dan digunakan kembali. Contohnya seperti tabung gas dan air mineral galon yang saat ini sudah menerapkan guna ulang. Kita ingin mengadopsi itu dalam produk kosmetik dan rumah tangga,” ujar Rahyang.

Pendaki Perlu Memperhatikan Pengurangan Sampah di Gunung

Pendaki juga penting memperhatikan pengurangan sampah ini. Mereka yang gemar mendaki gunung perlu mengurangi sampah dengan tidak membawa banyak kemasan ke atas gunung. Perbekalan yang pendaki bawa bisa dimasukkan ke dalam wadah agar tak menghasilkan sampah.

BACA JUGA: Green Jaagat Insight, Komunitas yang Dukung Hidup Berkelanjutan

“Eiger coba mengadopsikan soal zero waste mountain itu di Gunung Kembang. Pengelola kami ajak kerja sama, jadi tergagas menjadi program adopsi gunung yang berkaitan dengan zero waste mountain. Mereka saat ini sudah mencatat perbekalan yang akan pendaki bawa ke atas gunung. Kemudian, saat turun ada pemeriksaan. Mereka harus bawa ampah yang mereka hasilkan,” ungkap Eiger Adventure Service Team Manager Galih Donikara.

Menurut Galih, pendaki bisa memulai untuk mengurangi sampah sebelum mendaki. Salah satunya menggunakan wadah guna ulang.

“Jadi makanan seperti sayuran, kopi, dan lainnya bisa masuk ke dalam wadah atau botol-botol. Kami juga sudah uji coba itu ke pendaki dan akhirnya berhasil. Jadi, pengelolanya juga harus tegas dan konsisten,” ujar Galih.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/greeners-co-gaungkan-hidup-berkelanjutan-ke-mahasiswa-unair/feed/ 0
Gaya Hidup Ramah Lingkungan Ala Emma Watson https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-ramah-lingkungan-ala-emma-watson/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gaya-hidup-ramah-lingkungan-ala-emma-watson https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-ramah-lingkungan-ala-emma-watson/#respond Sun, 29 Jan 2023 04:00:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38770 Bagi Sobat Greeners penikmat film Harry Potter pasti sudah tidak asing dengan salah satu pemeran utamanya yakni Emma Charlotte Duerre Watson. Mengawali karir sejak berusia sembilan tahun, kini Emma banyak […]]]>

Bagi Sobat Greeners penikmat film Harry Potter pasti sudah tidak asing dengan salah satu pemeran utamanya yakni Emma Charlotte Duerre Watson. Mengawali karir sejak berusia sembilan tahun, kini Emma banyak membintangi berbagai judul layar lebar dan sukses menjadi aktris ternama dunia.

Tidak hanya meniti karir yang cemerlang, Emma ternyata cukup aktif dalam bidang sosial dan lingkungan Sobat Greeners. Ia terkenal sebagai duta PBB, aktivis perempuan, praktisi gaya hidup ramah lingkungan hingga fesyen berkelanjutan. Perempuan kelahiran Inggris ini seringkali terlihat menggunakan pakaian daur ulang pada acara-acara besar yang ia hadiri.

Menurut Emma, untuk memulai gaya hidup lebih sehat dan ramah lingkungan, Sobat Greeners bisa memulainya dengan membuat sebuah rutinitas sederhana. Emma sendiri juga memiliki rutinitas-rutinitas sederhana yang membuatnya tetap konsisten dalam gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Yuk kita simak!

1. Jadikan Perawatan Diri Sebagai Prioritas

Sebagai public figure, Emma tentu memiliki jadwal yang sibuk dan padat. Maka dari itu, ketika memiliki waktu luang ia akan melakukan perawatan tubuh atau self pampering. Seperti membersihkan diri (creambath, lulur atau relaksasi), berolahraga, hingga melakukan meditasi.

2. Mencari Tahu Hal Baru

Memiliki minat yang sama dengan karakter Hermione Granger di Harry Potter, Emma Watson ternyata memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan gemar membaca buku. Sobat Greeners pasti dapat melihat kebiasaan ini dalam media sosial pribadi Emma, ia kerap membagikan kegiatannya sedang membaca buku di Instagram.

3. Kenali Apa yang Kamu Gunakan

Sebagai salah satu aktivis dalam mode berkelanjutan, Emma sering mengingatkan pentingnya menggunakan kain dan bahan yang bersumber secara lokal dan organik dalam pakaian.

Pada beberapa waktu, Emma juga sering menggunakan pakaian lamanya ataupun pakaian daur ulang. Salah satunya pada penampilannya ketika sedang mempromosikan film Beauty and the Beast.

“Ini bukan hanya tentang apa yang kamu beli, tapi tentang kegunaan dan berapa kali kamu akan memakai pakaian tersebut? Pertanyaan itu yang akan membuat sesuatu menjadi etis dan berkelanjutan,” papar Emma.

4. Menggunakan Produk Alami

Untuk mencapai hidup lebih sehat dan ramah lingkungan, Emma juga berusaha untuk selalu menggunakan produk alami dalam rutinitasnya. Salah satunya produk perawatan kulit dan make up.

“Sebagian besar barang yang saya beli, saya usahakan sebisa mungkin untuk bebas bahan kimia. Tetapi ada beberapa hal yang belum bisa kamu temukan, seperti maskara alami yang tahan air. Saat ini saya masih berusaha untuk menggantinya dengan produk mengandung bahan alami,” jelasnya.

Penulis: Zahra Shafira

Editor : Ari Rikin

Sumber:

Well and Good

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-ramah-lingkungan-ala-emma-watson/feed/ 0
Jangan Takut! Hadapi Eco-Anxiety dengan Tips Berikut! https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-takut-hadapi-eco-anxiety-dengan-tips-berikut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jangan-takut-hadapi-eco-anxiety-dengan-tips-berikut https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-takut-hadapi-eco-anxiety-dengan-tips-berikut/#respond Thu, 19 Jan 2023 03:52:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38668 Maraknya kerusakan lingkungan, membuat keadaan bumi memprihatinkan. Fenomena ini seringkali membuat resah masyarakat terhadap masa depan bumi. Beberapa dari Sobat Greeners pasti pernah merasakan kecemasan (eco-anxiety) akan kondisi Bumi yang […]]]>

Maraknya kerusakan lingkungan, membuat keadaan bumi memprihatinkan. Fenomena ini seringkali membuat resah masyarakat terhadap masa depan bumi. Beberapa dari Sobat Greeners pasti pernah merasakan kecemasan (eco-anxiety) akan kondisi Bumi yang mulai bertambah tua dan kemungkinan kehabisan sumber daya alam yang selama ini kita butuhkan.

Jika iya, maka kamu sedang mengalami eco-anxiety atau gangguan kecemasan yang disebabkan oleh rasa takut dan khawatir terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam di masa depan. Keadaan ini cukup normal untuk kamu rasakan Sobat Greeners.

Namun ada baiknya, keadaan ini segera kamu tangani, salah satunya bisa menjadi pemicu untuk bergerak dan berkontribusi nyata bagi lingkungan. Berikut beberapa tips untuk mengatasi kecemasan lingkungan dengan baik!

1. Terima Perasaanmu dan Berubahlah!

Eco-anxiety cukup normal untuk beberapa orang rasakan. Langkah pertama, kamu harus menerima kecemasan tersebut, Bumi memang dalam keadaan tidak baik-baik saja dan sangat membutuhkan perubahan. Namun bukan berarti kita tidak dapat melakukan sesuatu, Sobat Greeners bisa membuat perubahan gaya hidup ramah lingkungan sederhana mulai dari kehidupan sehari-hari.

2. Perubahan Kecil Berarti Besar

Kecemasan lingkungan dapat membuat penderitanya kewalahan. Namun yang perlu Sobat Greeners ketahui, semua penduduk bumi memiliki peranannya masing-masing. Tidak hanya kamu, beberapa, ratusan, hingga jutaan orang lainnya juga sudah bergerak menuju hidup ramah lingkungan.

Jadi kamu hanya perlu melakukan perubahan sesuai dengan kemampuanmu dan jangan jadikan hal tersebut sebagai beban. Gaya hidup ramah lingkungan juga mengasyikkan jika kamu memulainya secara perlahan dan terus belajar. Semangat ya Sobat Greeners!

3. Fokus Pada Berita Lingkungan yang Positif

Berita mengenai lingkungan seringkali menampilkan beberapa peristiwa yang cukup membuat hati gelisah. Seperti kebakaran besar, kekeringan, banjir, polusi air, sampah plastik di lautan, hingga perubahan iklim. Bukan berarti tidak baik, namun jika Sobat Greeners memiliki eco-anxiety maka sebaiknya kamu fokus kepada berita lingkungan yang positif.

Kamu bisa fokus untuk mengikuti berita inovasi masyarakat dalam menangani permasalahan sampah, penanaman pohon, atau gerakan bersih pantai. Hal ini bisa membantu kamu untuk mengurangi kecemasan dan mengetahui bahwa hal baik juga terjadi di Bumi ini.

4. Bergabung dengan Organisasi

Saat merasakan eco-anxiety, penting bagi kamu untuk tidak merasa sendirian dalam kecemasan lingkungan. Semua penduduk bumi juga menanggung tanggung jawab yang sama untuk memperbaiki bumi. Kamu bisa membaginya dengan orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama.

Sobat Greeners bisa menghadiri acara dan konferensi tentang kehidupan ramah lingkungan yang ada di daerah rumahmu. Menghadiri acara atau berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan dapat memberimu bukti bahwa sudah banyak orang yang peduli terhadap lingkungan.

5. Terus Belajar Tentang Keberlanjutan

Last but not least, salah satu cara terbaik untuk mengatasi kecemasan lingkungan adalah terus belajar tentang gaya hidup ramah lingkungan. Temukan cara terbaik dan ternyaman bagi Sobat Greeners untuk mengubah pola hidup yang lebih baik bagi Bumi dan lingkungan.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Green With Less

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-takut-hadapi-eco-anxiety-dengan-tips-berikut/feed/ 0
Pernikahan Lebih Ramah Lingkungan dengan 5 Tips Berikut! https://www.greeners.co/gaya-hidup/pernikahan-lebih-ramah-lingkungan-dengan-5-tips-berikut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pernikahan-lebih-ramah-lingkungan-dengan-5-tips-berikut https://www.greeners.co/gaya-hidup/pernikahan-lebih-ramah-lingkungan-dengan-5-tips-berikut/#respond Sun, 27 Nov 2022 04:00:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38077 Pernikahan menjadi salah satu momen penting dalam hidup manusia. Pada momen ini seringkali kita menginginkan segala persiapan yang terbaik untuk membuat sebuah pernikahan istimewa dan berkesan. Namun sayangnya, acara istimewa […]]]>

Pernikahan menjadi salah satu momen penting dalam hidup manusia. Pada momen ini seringkali kita menginginkan segala persiapan yang terbaik untuk membuat sebuah pernikahan istimewa dan berkesan.

Namun sayangnya, acara istimewa ini tanpa kita ketahui memiliki dampak buruk yang besar bagi lingkungan. Pernikahan seringkali menghasilkan sampah terutama sampah makanan yang berlebih.

Menurut data dari Waste4Change, salah satu alasan tingginya sampah makanan yang terbuang di Indonesia adalah budaya jamuan makanan yang berlebih di acara pernikahan.

Lalu bagaimana kita menangani hal tersebut? Salah satu cara untuk berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau adalah memastikan setiap aspek kehidupan kita memiliki dampak minimal terhadap lingkungan. Termasuk mengadakan pernikahan yang lebih ramah lingkungan.

Meskipun lebih membutuhkan banyak perhatian, merencanakan pernikahan ramah lingkungan juga bisa mengurangi jumlah pengeluaran dana dalam prosesnya. Berikut beberapa tips bagi Sobat Greeners untuk membuat acara pernikahan yang lebih “hijau”.

1. Komunikasikan dan Rencanakan dengan Baik

Tips ini merupakan tips pertama yang harus Sobat Greeners perhatikan sebelum membuat pernikahan ramah lingkungan. Pernikahan merupakan tanggung jawab dari kedua belah pihak, karena itu Sobat Greeners harus mengkomunikasikannya dengan pasangan masing-masing. Apabila Sobat Greeners menggunakan jasa event organizer, maka hal ini juga penting untuk kamu komunikasikan terlebih dahulu dengan mereka.

Dengan begitu, kamu bisa menentukan anggaran dana, merencanakan dan menentukan pernikahan hijau seperti apa yang kalian inginkan. Lalu Sobat Greeners bisa memulai membuat beberapa check list untuk melengkapinya.

2. Buat Undangan Lebih Ramah Lingkungan

Salah satu cara termudah untuk mengurangi dampak lingkungan dari pernikahan adalah melalui undangan pernikahan. Seiring berjalannya teknologi, kamu bisa memilih untuk mengirim undangan pernikahan melalui media sosial untuk menghindari penggunaan kertas dan sampah undangan fisik yang terbuang. Apabila ingin mencetaknya, Sobat Greeners bisa memakai alternatif lain seperti memakai kertas daur ulang dan mencetaknya menggunakan tinta nabati.

3. Makanan dan Minuman

Pilihan makanan dan minuman pada pesta pernikahanmu dapat berkontribusi besar pada pemborosan energi dan makanan. Dalam hal ini, pilihan paling ramah lingkungan adalah memilih makanan musiman yang diproduksi secara lokal. Hal ini dapat mengurangi jejak karbon secara signifikan dan berdampak positif bagi komunitas petani lokal.

Selanjutnya, kamu bisa menyesuaikan beberapa menu dengan jumlah tamu undangan yang akan datang. Untuk menghindari makanan sisa, Sobat Greeners bisa mempertimbangkan untuk menyumbangkan sisa makanan ke bank makanan atau badan amal yang membutuhkan. Sedangkan bagi sampah makanan, Sobat Greeners bisa bekerja sama dengan bank sampah untuk mengelola sisa-sisa makanan menjadi kompos.

Lalu untuk minuman dan makanan kecil Sobat Greeners bisa menghindari pemakaian wadah sekali pakai. Agar lebih aman kamu bisa menggunakan gelas kaca ataupun piring yang bisa digunakan kembali.

4. Bunga-Bunga

Untuk penyediaan dekor bunga pada acara pernikahan, Sobat Greeners bisa bekerja sama dengan vendor untuk memilih bunga lokal dan sesuai dengan musimnya. Namun apabila Sobat Greeners ingin lebih ramah lingkungan, kamu bisa menggunakan bunga-bunga palsu yang sama indahnya dan dapat digunakan kembali agar tidak ada yang terbuang dari bagian dekorasi pernikahan.

5. Pertimbangkan Sistem Transportasi

Tips terakhir yang bisa Sobat Greeners lakukan adalah mempertimbangkan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon di hari pernikahan. Beberapa poin dari tips ini adalah Sobat Greeners bisa memilih lokasi pernikahan sesuai dengan lokasi sebagian besar tamu yang akan kamu undang. Kamu juga bisa memilih opsi intimate wedding untuk mengurangi emisi dari para tamu undangan yang akan datang ke pernikahanmu.

Dengan beberapa tips yang di atas, menunjukkan bahwa ternyata terdapat pilihan dan hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat suatu acara lebih ramah lingkungan. Yuk ciptakan acara pernikahan yang tidak hanya istimewa bagi kita, namun juga bisa mengistimewakan lingkungan!

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Eco Warrior Princess

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/pernikahan-lebih-ramah-lingkungan-dengan-5-tips-berikut/feed/ 0
Siapkan Bekal Makanan dengan 5 Cara Eco-Friendly Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/siapkan-bekal-makanan-dengan-5-cara-eco-friendly-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=siapkan-bekal-makanan-dengan-5-cara-eco-friendly-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/siapkan-bekal-makanan-dengan-5-cara-eco-friendly-ini/#respond Fri, 17 Jun 2022 04:06:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36476 Banyak orang memilih untuk membawa bekal makanan sendiri ketika akan bepergian ke luar rumah. Selain lebih menyehatkan, membawa bekal makan sendiri juga dapat menghemat pengeluaran harian. Namun jika tidak kita […]]]>

Banyak orang memilih untuk membawa bekal makanan sendiri ketika akan bepergian ke luar rumah. Selain lebih menyehatkan, membawa bekal makan sendiri juga dapat menghemat pengeluaran harian. Namun jika tidak kita siapkan dengan benar, bekal yang kita bawa rupanya dapat menyebabkan permasalahan lingkungan, lho!

Tidak sedikit dari kita sering menyiapkan bekal makanan secara terburu-buru dan asal-asalan tanpa memikirkan sampah dan limbah makanan yang akan dihasilkan setelahnya. Akibatnya, timbulan sampah baru pun tidak dapat dihindari lagi. Padahal jika disiapkan dengan cara yang tepat, membawa bekal makan sendiri justru dapat mengurangi produksi sampah baru.

Lantas, adakah cara “hijau” yang bisa kita lakukan ketika menyiapkan bekal makanan? Jawabannya, tentu saja ada! Agar bekal makanmu tidak menghasilkan sampah baru, yuk coba lima cara eco-friendly berikut ini.

1. Gunakan Kotak Makan Berkualitas Baik untuk Membawa Bekal Makanan

Salah satu hal terpenting yang harus kita siapkan sebelum membuat bekal makan sendiri yakni kotak makan. Pastikan untuk selalu menggunakan kotak makan berkualitas baik dan tidak mudah rusak. Selain itu, pastikan juga kotak makan yang digunakan bebas dari bahan kimia berbahaya seperti BPA.

Melansir dari situs Greenerlyfe, terdapat beberapa jenis kotak makanan ramah lingkungan yang dapat kita gunakan untuk membawa bekal makanan. Kotak makan terbaik yang dapat kita gunakan yakni kotak makan stainless steel, kotak makan bambu yang biodegradable, kotak makan silikon dan kotak makan berbahan kaca.

2. Bawa Bekal Makanan dalam Jumlah yang Cukup

Membawa bekal makanan dalam jumlah berlebih dapat memicu perilaku membuang-buang makanan. Selain mubazir, perilaku membuang-buang makanan juga dapat merusak lingkungan jika kita lakukan terus menerus. Makanan yang terbuang akan membusuk dan menghasilkan gas metana berbahaya yang dapat merusak lapisan ozon.

Untuk terhindar dari perilaku membuang-buang makanan, pastikan untuk membawa bekal makanan dalam jumlah secukupnya saja. Pastikan juga untuk selalu membawa makanan yang kaya akan nutrisi.

3. Gunakan Peralatan Makan yang Bisa Dipakai Ulang

Menggunakan peralatan makan yang bisa kita pakai ulang dapat mengurangi timbulan sampah baru. Sama seperti kotak makan, gunakan peralatan makan berkualitas baik yang tidak mudah rusak. Hindari penggunaan peralatan makan berbahan plastik sekali pakai dan pilihlah alat makan yang terbuat dari material berkualitas tinggi seperti stainless steel.

4. Bawa Botol Air Minum Sendiri

Membawa bekal makanan rasanya kurang afdol jika tidak dibarengi dengan membawa botol air minum sendiri. Membawa botol air minum sendiri, selain lebih hemat, juga lebih ramah lingkungan karena tidak akan menghasilkan sampah plastik baru. Pastikan untuk membawa air minum sendiri dalam jumlah yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

5. Kurangi Konsumsi Makanan Olahan dan Makanan dalam Kemasan Plastik

Membawa bekal makanan berupa makanan olahan memanglah praktis, namun makanan tersebut minim akan kandungan nutrisi. Di balik rasa lezatnya, makanan olahan mengandung zat aditif dalam jumlah yang tinggi seperti pengawet, pewarna dan penguat rasa. Maka dari itu, upayakan untuk selalu membawa makanan segar yang kaya nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian.

Tidak hanya itu, upayakan juga untuk tidak membawa bekal makanan berupa makanan siap saji berkemasan plastik sekali pakai. Meskipun praktis, plastik yang tersisa dapat menyebabkan permasalahan lingkungan baru dan lambat laun dapat merusak bumi.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Earth Easy

Food Print

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/siapkan-bekal-makanan-dengan-5-cara-eco-friendly-ini/feed/ 0
Berbelanja Lebih “Hijau” dengan 8 Cara Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbelanja-lebih-hijau-dengan-8-cara-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berbelanja-lebih-hijau-dengan-8-cara-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbelanja-lebih-hijau-dengan-8-cara-ini/#respond Thu, 07 Apr 2022 04:32:05 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=35808 Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk ketika sedang berbelanja kebutuhan harian. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar kegiatan berbelanja kita […]]]>

Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk ketika sedang berbelanja kebutuhan harian. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar kegiatan berbelanja kita menjadi lebih “hijau”, mulai dari membawa tas belanja sendiri hingga membeli kebutuhan di toko curah atau bulk store.

Menjadi pribadi yang ramah lingkungan ketika berbelanja tidaklah sulit untuk kita lakukan. Berikut ini merupakan delapan cara ­eco-friendly yang dapat Sobat Greeners coba ketika membeli kebutuhan sehari-hari.

1. Berbelanja di Toko Terdekat

Berbelanja di toko atau warung terdekat, selain dapat menghemat pengeluaran transportasi, juga dapat menyelamatkan bumi dari emisi gas rumah kaca. Selain itu, membeli produk dari pedagang setempat juga dapat membantu roda perekonomian lokal untuk terus berputar. Produk yang dijual oleh pedagang setempat juga umumnya lebih segar dan harganya lebih murah.

2. Bawa Tas Belanja Sendiri

Salah satu cara “hijau” termudah yang dapat kita lakukan ketika berbelanja yakni dengan membawa tas belanja sendiri. Dengan membawa tas sendiri, kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang timbul karena menumpuknya sampah plastik.

3. Membeli Barang dalam Ukuran Besar

Membeli barang dalam kemasan ecer dapat meningkatkan produksi sampah plastik. Maka dari itu, cobalah untuk membeli barang dalam ukuran besar ketika berbelanja apabila memungkinkan. Membeli barang dengan ukuran yang lebih besar, selain dapat menghemat biaya, juga dapat mengurangi produksi sampah plastik.

4. Kurangi Pembelian Produk Makanan Olahan

Ketika berbelanja makanan, cobalah untuk mengurangi pembelian produk makanan olahan. Makanan olahan, selain minim nutrisi dan dapat membahayakan kesehatan karena mengandung banyak zat aditif, juga menawarkan dampak buruk bagi lingkungan. Kebanyakan makanan olahan diproses secara tidak berkelanjutan dan menghasilkan emisi dalam jumlah yang masif. Maka dari itu, upayakan untuk membeli makanan segar dan utuh.

5. Buat Daftar Belanja

Membuat daftar belanja dapat mencegah kita dari perilaku boros dan berlebihan. Dengan membuat daftar belanja, barang yang kita beli akan terpakai secara maksimal tanpa harus terbuang sia-sia. Selain itu, membuat daftar barang yang harus kita beli juga dapat menghindari kita dari perilaku impulsive buying.

6. Kurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor

Ketika hendak pergi berbelanja, ada baiknya untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor. Penggunaan kendaraan bermotor berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim. Jika Sobat Greeners ingin pergi ke toko terdekat, upayakan untuk pergi dengan cara berjalan kaki atau bersepeda. Langkah kecil ini, jika dilakukan secara terus-menerus, dapat menyelamatkan bumi dari ganasnya perubahan iklim, lho!

7. Pilih Produk Minim Kemasan Plastik

Sampah plastik tidak bisa benar-benar terurai dengan tanah, tetapi terurai menjadi mikroplastik yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Maka dari itu, upayakan untuk memilih produk minim kemasan plastik ketika Sobat Greeners sedang membeli kebutuhan sehari-hari. Pilihlah produk dengan kemasan daur ulang atau tidak menggunakan kemasan sama sekali.

8. Jika Memungkinkan, Beli Kebutuhan Harianmu di Bulk Store

Bulk store atau toko curah memungkinkan para pelanggannya untuk berbelanja dengan wadah yang mereka bawa sendiri dari rumah. Membeli kebutuhan harian di toko curah dapat menjauhkan kita dari penggunaan plastik sekali pakai.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Ecowatch

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbelanja-lebih-hijau-dengan-8-cara-ini/feed/ 0
Mencuci Pakaian Lebih Hemat dan “Hijau” dengan 7 Cara Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/mencuci-pakaian-lebih-hemat-dan-hijau-dengan-7-cara-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mencuci-pakaian-lebih-hemat-dan-hijau-dengan-7-cara-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/mencuci-pakaian-lebih-hemat-dan-hijau-dengan-7-cara-ini/#respond Tue, 04 Jan 2022 05:15:22 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=34873 Mencuci pakaian merupakan salah satu kegiatan sehari-hari yang lumrah dilakukan oleh banyak orang. Namun sayang, kegiatan yang satu ini kerap membutuhkan banyak air, detergen dan daya listrik dalam jumlah yang […]]]>

Mencuci pakaian merupakan salah satu kegiatan sehari-hari yang lumrah dilakukan oleh banyak orang. Namun sayang, kegiatan yang satu ini kerap membutuhkan banyak air, detergen dan daya listrik dalam jumlah yang besar. Akibatnya, tidak sedikit orang menganggap bahwa mencuci baju merupakan kegiatan yang boros dan tidak ramah lingkungan.

Meskipun demikian, sebenarnya kegiatan mencuci pakaian dapat kita lakukan dengan cara yang lebih hemat dan lebih ramah lingkungan, lho! Ingin tahu bagaimana caranya? Yuk simak tulisan di bawah ini!

1. Mencuci Pakaian dengan Menggunakan Tangan

Alih-alih menggunakan mesin cuci, cobalah untuk cuci baju kotormu secara manual dengan menggunakan tangan. Tidak hanya lebih menghemat listrik, membersihkan pakaian kotor dengan tangan juga lebih hemat air. Meskipun mencuci dengan menggunakan tangan akan memakan waktu lebih lama, namun pakaian yang kita cuci akan menjadi lebih bersih.

2. Cuci Pakaian dengan Detergen Ramah Lingkungan

Bukan rahasia lagi jika detergen dapat mencemari tanah dan air. Maka dari itu, segeralah beralih pada detergen ramah lingkungan. Saat ini terdapat begitu banyak detergen ramah lingkungan yang dapat kita jumpai di pasaran.

Jika ingin lebih ramah lingkungan lagi, kita dapat mencuci baju dan celana kotor dengan menggunakan bahan-bahan alami. Kita dapat menggunakan perasan air lemon dan cuka untuk membersihkan noda membandel pada pakaian. Selain itu, kita juga bisa menggunakan biji lerak untuk mencuci kain batik.

3. Gunakan Air dan Detergen Secukupnya

Saat membersihkan pakaian kotor, gunakan air dan detergen dengan secukupnya. Jangan menggunakan detergen dalam jumlah berlebihan, karena selain boros, penggunaan detergen berlebihan juga dapat meninggalkan residu pada pakaian. Residu tersebut dapat membuat pakaianmu menjadi lebih kotor dan berbau tidak sedap.

4. Cuci Pakaian Kotor dengan Air Bersuhu Ruang

Mencuci pakaian kotor dengan menggunakan air panas atau hangat rupanya dapat meningkatkan penggunaan energi listrik lho! Jika terlalu sering dilakukan, bisa-bisa tagihan listrikmu akan membengkak. Maka dari itu, cukup cuci baju kotormu dengan air bersuhu ruang ya!

5. Lakukan Pencucian Secara Sekaligus

Bila ingin mencuci pakaian dengan menggunakan mesin cuci, cucilah pakaian secara sekaligus supaya lebih hemat air dan hemat listrik. Usahakan untuk tidak mencuci pakaian dalam jumlah yang sedikit tapi sering. Selain lebih melelahkan, mencuci pakaian sedikit demi sedikit juga lebih membutuhkan banyak air, listrik dan detergen.

6. Selalu Bersihkan Filter Air dan Pengering pada Mesin Cuci

Filter air dan pengering pada mesin cuci yang tersumbat dapat mengurangi kinerja pada mesin pengering. Mengeringkan pakaian dengan mesin pengering membutuhkan daya listrik dalam jumlah yang cukup besar. Jika pengering tersebut tidak dapat bekerja secara maksimal, maka listrik yang telah dikeluarkan akan menjadi sia-sia.

7. Manfaatkan Sinar Matahari untuk Mengeringkan Pakaian

Setelah mencuci pakaian, umumnya pakaian tersebut akan dikeringkan dengan menggunakan mesin pengering. Meskipun memudahkan, mengeringkan pakaian dengan mesin tersebut rupanya membutuhkan listrik dalam jumlah yang cukup besar.  Maka dari itu, cobalah untuk mengeringkan baju secara manual dengan cara diperas terlebih dahulu. Setelah itu, baju tersebut kita jemur di bawah sinar matahari dan biarkan hingga kering dengan sendirinya.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Treehugger

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mencuci-pakaian-lebih-hemat-dan-hijau-dengan-7-cara-ini/feed/ 0
Eco Masjid: Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Tempat Ibadah https://www.greeners.co/ide-inovasi/eco-masjid/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=eco-masjid https://www.greeners.co/ide-inovasi/eco-masjid/#respond Sat, 27 Mar 2021 12:00:47 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=32196 Banyaknya masyarakat Indonesia yang beragama Islam, akan mendukung inovasi Eco masjid untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat akan kebiasaan ramah lingkungan.]]>

Apakah Anda tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia? Faktanya, 87% dari total populasi di nusantara menganut agama Islam. Banyaknya masyarakat Indonesia yang beragama Islam, akan mendukung inovasi Eco masjid untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat akan kebiasaan ramah lingkungan. Gagasan untuk menjaga ekosistem akan lebih dipahami dan berdampak ke banyak orang lewat tempat beribadah.

Eco masjid adalah tempat beribadah yang peduli terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.

“Dalam Islam itu kita diwajibkan meramaikan Masjid. Eco Masjid adalah bagaimana masjid bisa memakmurkan bumi,” kata Hayu Prabowo, Inisiator Eco Masjid, kepada Greeners, Kamis, (25/03/2021).

Ia menambahkan, Eco masjid mencoba membentuk perilaku ramah lingkungan lewat sifat ibadah, keseharian para pengurus Masjid dan jamaah; serta bagaimana masjid itu sendiri beroperasi secara ramah lingkungan.

Penghidupan Berkelanjutan dengan Lingkungan

Sebagai inisiator, Hayu melihat krisis lingkungan hidup adalah dampak dari gaya hidup manusia modern yang kurang mempertimbangkan penghidupan yang berkelanjutan.

“Manusia memandang alam sebagai objek untuk dimanfaatkan demi kepentingan ekonomi semata, bukan sebagai subjek yang perlu dipelihara untuk kelangsungan hidup manusia yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengatakan, kelangkaan sumber daya air dan energi merupakan ancaman eksistensi bagi manusia; karena itu konservasi dan kelestarian sumber daya sebagai penunjang hidup harus menjadi prioritas. Mengubah perilaku jadi ramah lingkungan, merealisasikannya dalam tindakan nyata, tidak bisa hanya dengan ceramah.

Pendekatan Aksi dan Lisan

Dalam mempraktikkan gaya hidup peduli lingkungan, Eco Masjid dan relawannya melakukan pendekatan lisan dan aksi.

“Sudah banyak fatwa yang kita keluarkan terkait lingkungan hidup. Misalnya fatwa hukum pembakaran hutan dan lahan, fatwa pengelolaan sampah, fatwa perlindungan satwa langka, fatwa zakat, infaq, shodaqoh wakaf untuk air dan sanitasi; kemudian fatwa daur ulang air,” ujar Hayu.

Fatwa-fatwa tersebut lengkap dengan buku panduan dan khotbah, sehingga fatwa ini bisa disosialisasikan. Sedangkan penerapan yang mereka lakukan adalah membiasakan praktik menghemat air, energi, dan pangan dalam keseharian mereka.

Selain itu, mereka juga mengembangkan alat yang dapat bermanfaat sebagai aksi pelestarian lingkungan hidup. Beberapa di antaranya adalah:

Resapan Air dengan Guludan dan Pohon

Penggunaan air bisa berkurang dengan meningkatkan resapan melalui pembuatan penumpukan tanah (guludan) searah kontur tanah yang memotong lereng (Swale).

Embung Desa Inisiasi Eco Masjid

Embung desa adalah penampung air dalam skala besar. Bendungan kecil ini dapat meningkatkan hasil pertanian dan menggunakan air hujan yang tertampung saat musim kering. Selain itu, embung desa dapat mengurangi longsoran tanah pada tebing yang curam.

Tungku Bakar Sampah Tanpa Asap

Tungku Bakar Sampah (TBS) adalah cara pengelolaan sampah yang melibatkan pembakaran sampah secara tertutup. Semakin kering sampah maka semakin tinggi temperatur dan semakin sedikit asapnya. Namun asap pembakaran ini menimbulkan polusi udara dan mengganggu kesehatan.

Mereka kemudian menciptakan desain penyemprot air yang dapat menyerap partikel asap. Air sebagai filter akan keruh dengan partikel asap setelah proses sirkulasi. Nantinya air yang mengandung partikel asap ini bermanfaat sebagai pestisida organik untuk tanaman.

eco masjid

Untuk mendapatkan sertifikasi Eco Masjid, ada beberapa hal yang menjadi ukuran. Misalnya, apakah sudah ada organisasi untuk pengurus masjid? Adakah anggarannya? Ilustrasi: Shutterstock.

Pembangkit Listrik dari Sampah

Panas dari tungku bakar sampah dengan filter air telah dikembangkan sehingga dapat menghasilkan listrik menggunakan Thermoelectric generator (TEG). Thermoelectric generator merupakan teknologi pembangkit listrik dengan menggunakan energi panas (kalor) dari pembakaran sampah.

Gasifier: Membuat Gas dari Sampah Biomassa

Gasifier adalah alat atau reaktor yang menggunakan teknik gasifikasi atau proses penggunaan panas untuk mengubah selulosa (biomassa) padat atau padatan berkarbon lainnya menjadi gas (syngas).

Proses gasifikasi bisa mengubah hampir semua bahan organik padat menjadi gas bakar yang netral; sehingga bisa dimanfaatkan untuk tungku pembakaran yang menghasilkan api yang bersih dan tidak mengganggu kesehatan.

Cara ini juga menghemat penggunaan biomasa sehingga mengurangi biaya bahan bakar serta mengurangi waktu mengumpulkan kayu; memberikan kontribusi positif bagi strategi pembangunan rendah karbon dalam mengurangi dampak perubahan iklim, dan meningkatkan ketahanan energi.

Sumur Resapan di Eco Masjid

Sumur resapan merupakan suatu rekayasa teknik konservasi air, berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur galian dengan kedalaman tertentu. Fungsi utama dari sumur resapan ini adalah sebagai tempat menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Di Masjid, buangan air wudu dapat tersalurkan ke sumur resapan ini.

Keran Hemat Air Wudu 

Alat pembatas aliran keran untuk mengatur penggunaan air wudu agar tidak berlebihan dapat menghemat penggunaan air hingga 50%.

Cara membuatnya, buat bulatan setengah inci dari sendal karet. Bulatan karet ini kemudian dilubangi dan masukan sedotan air mineral gelas sebagai pembatas aliran air (orifice).  Orifice ini dapat dipasang pada berbagai keran air ukuran setengah inci yang beredar di pasaran.

Listrik Surya dan Biogas

Beberapa alternatif energi baru dan terbarukan (EBT) telah tersedia, salah satunya yang paling populer adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan biogas yang memanfaatkan limbah organik. EBT ini tidak hanya tersedia secara melimpah, namun juga ramah lingkungan dan dapat menghemat biaya.

Melalui teknologi ini, dana umat dapat dioptimalkan untuk kebutuhan energi perumahan ataupun masjid (sound system atau speaker masjid, pompa air, dan lampu).

Panen Air Hujan

Sistem Panen Air Hujan (PAH) ini dapat memberikan tambahan sumber air untuk kehidupan sehari-hari serta untuk keperluan ibadah. Sistem ini memiliki beberapa komponen dasar untuk menyalurkan air dari talang ke tangki atau sumur resapan.

Untuk menjaga kebersihan dan memastikan puing-puing dan kontaminan tidak memasuki tangki penyimpanan, perlu memasang saringan di atas talang, dan menyiapkan sistem pembuang aliran awal.

Seluruh koneksi dibuat dengan sistem tertutup. Untuk menjaga sistem ini tetap berfungsi, maka pemeliharaan rutin selalu dilakukan untuk menjaga kebersihan.

Sertifikasi Eco Masjid

Untuk mendapatkan sertifikasi Eco Masjid, ada beberapa hal yang menjadi ukuran. Misalnya, apakah sudah ada organisasi untuk pengurus masjid, atau ada kah anggarannya.

Lalu apakah ada rencana kerja mengenai lingkungan hidup, apakah ada majelis taklim yang membahas tentang lingkungan hidup. Mereka juga melihat apakah ada kegiatan-kegiatan masjid berhubungan dengan organisasi luar dan masyarakat mengenai lingkungan hidup.

“Kemudian bagaimana Masjid itu mengimplementasikan misalnya penghematan air, penampungan air hujan, bagaimana mengelola sampah padat dan cair, apakah ada penghijauan,” pungkas Hayu.

Saat ini, sudah ada 327 pengurus masjid sebagai implementator program eco masjid; 527 relawan selaku agen representatif program eco masjid masyarakat; dan 5888 peserta kajian yang telah terdaftar. Untuk menjadi bagian dari Eco Masjid, Anda bisa mendaftarkan diri lewat situs ecomasjid.id.

Baca juga: Masjid Berbahan Daur Ulang di Dhaka

Program Eco Ramadan dari Eco Masjid

Pada bulan Ramadan yang akan datang, Eco Masjid akan mengadakan Eco Ramadan, di mana mereka menekankan untuk menahan syahwat perut, supaya tidak membuang-buang makanan.

“Indonesia ini adalah negara pembuang makanan terbesar nomor dua di dunia. Padahal ajaran kita sangat melarang itu, tapi kita melanggar. Kita lihat pada Ramadan ini justru malah kita belanja semakin banyak dari pada hari biasa, sehingga bulan Ramadan malah harga-harga pada naik. Ini adalah salah satu tanda-tanda bahwa kita tidak atau kita kurang mengikuti apa yang diajarkan oleh agama Islam,” tutur Hayu.

Selain itu, Eco Masjid juga aktif mengadakan kegiatan bincang-bincang terkait lingkungan; misalnya videonya di youtube pada 11 Maret 2021 lalu yang membahas mengenai artificial intelligence untuk konservasi satwa langka.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Databoks

Website Eco Masjid

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/eco-masjid/feed/ 0
15 Cara Lebih Hijau di Kantor: Ubah Tempat Kerja jadi Ramah Lingkungan! https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-lebih-hijau-di-kantor/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cara-lebih-hijau-di-kantor https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-lebih-hijau-di-kantor/#respond Wed, 17 Mar 2021 12:00:51 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=16946 Menunjukkan rasa peduli terhadap Bumi ternyata tidak harus selalu melakukan sesuatu yang besar, lho. Hal ini bisa kita mulai saat melakukan kegiatan sehari-hari, bahkan saat berada di tempat kerja.]]>

Menunjukkan rasa peduli terhadap Bumi ternyata tidak harus selalu melakukan sesuatu yang besar, lho. Hal ini bisa kita mulai saat melakukan kegiatan sehari-hari, bahkan saat berada di tempat kerja. Untuk melakukan hal ini tidak sulit. Greeners merangkum lima belas cara untuk hidup lebih hijau di kantor.

15 Cara untuk Lebih Hijau di Kantor

1. Gunakan kertas secara bolak-balik

Menggunakan kedua halaman pada kertas membantu mengurangi pemakaian produk olahan kayu. Selain dengan menghemat ruang pada kertas, cara lainnya adalah dengan tidak langsung membuang dokumen-dokumen yang tidak terpakai lagi. Kertas-kertas tersebut biasanya menyisakan halaman belakang yang kosong, sehingga masih bisa dipakai lagi.

Caranya, beri tanda silang pada halaman yang telah terisi tulisan untuk menandakan bahwa halaman belakang kertas tersebut masih dapat digunakan. Hal ini bisa Anda terapkan saat membuat konsep atau mencetak draf dokumen.

Anda juga bisa menggunakan kertas daur ulang. Kalau perlu, optimalkan digitalisasi mungkin sehingga tak perlu menggunakan kertas.

kertas

Menggunakan kedua halaman pada kertas membantu mengurangi pemakaian produk olahan kayu. Ilustrasi: wikimedia.org

2. Lebih hijau di kantor dengan membatasi penggunaan listrik

Listrik pada dasarnya merupakan energi yang dihasilkan dari pengubahan energi lain, misal energi batu bara atau air. Oleh karena itu dengan menghemat listrik, berarti kita ikut menghemat sumber daya alam secara tidak langsung.

Caranya, Anda bisa mematikan lampu di ruangan kantor Anda yang sedang tidak dipakai. Atau gunakan air conditioner (AC) pada suhu ruangan yaitu 24-25 derajat celcius. Kemudian saat hendak pulang, jangan lupa untuk mencabut charger atau kabel yang terhubung dengan perangkat elektronik yang sudah tidak lagi Anda gunakan.

Dengan menghemat listrik, berarti kita ikut menghemat sumber daya alam secara tidak langsung. Ilustrasi: pixabay.com

3. Habiskan air minum

Saat haus, seringkali kita mengambil air minum secara berlebihan. Setelah itu, kita malah tidak menghabiskannya. Jangan teruskan kebiasaan ini! Data dari WHO menyebutkan, pada tahun 2011 diperkirakan sebanyak 768 juta orang tidak menggunakan sumber air minum yang memadai dan 185 juta orang bergantung pada air permukaan untuk memenuhi kebutuhan air minum mereka.

Kalau Anda sudah kenyang minum, daripada membuang airnya ke saluran pembuangan, Anda bisa menggunakannya untuk menyiram tanah atau tanaman yang ada di sekitar ruangan Anda.

Kalau Anda sudah kenyang minum, daripada membuang airnya ke saluran pembuangan, Anda bisa menggunakannya untuk menyiram tanah atau tanaman yang ada di sekitar ruangan Anda. Ilustrasi: Flickr.

4. Lebih hijau di kantor dengan membawa tumbler dan lunch box

Untuk menghindari membuang-buang pembungkus makanan dan plastik kemasan, bawalah tumbler dan lunch box milik Anda sendiri. Membawa makanan sendiri dari rumah pun lebih sehat dan bergizi dibanding jajanan yang ditawarkan di tempat makan. Selain itu, jika membawa tumbler, Anda dapat mengisi ulang airnya di kantor. Hasilnya, selain sehat, Anda juga dapat menghemat pengeluaran saat bekerja.

lebih hijau di kantor

Untuk menghindari membuang-buang pembungkus makanan dan plastik kemasan, bawalah tumbler dan lunch box milik Anda sendiri. Ilustrasi: Maxpixel.

5. Bawa sapu tangan

Sama dengan kertas, tisu merupakan benda yang cukup sering digunakan di kantor untuk membersihkan noda atau mengeringkan air. Alangkah baiknya jika Anda mengubah kebiasaan tersebut dengan membawa sebuah sapu tangan. Selain kedua fungsi tersebut, sapu tangan dapat digunakan untuk berbagai keperluan misalnya sebagai masker penutup hidung saat berkendara untuk menghindari debu dan asap.

lebih hijau di kantor

Sapu tangan dapat Anda gunakan untuk berbagai keperluan misalnya sebagai masker penutup hidung saat berkendara untuk menghindari debu dan asap. Ilustrasi: pixabay.com

6. Lebih hijau di kantor dengan merawat tanaman hidup

Bosan dengan pemandangan di meja kerja Anda? Cobalah menambahkan hijauan kecil seperti kaktus, bambu hias atau tanaman indoor lainnya yang dapat Anda letakkan di meja. Tanaman ini akan membuat suasana di sekitar ruangan Anda lebih segar dan juga indah dipandang mata. Tak hanya itu, adanya tanaman juga bisa meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.

lebih hijau di kantor

Cobalah menambahkan hijauan kecil seperti kaktus, bambu hias atau tanaman indoor lainnya yang dapat Anda letakkan di meja. Foto: Shutterstock.

7. Bentuk tim keberlanjutan

Tim keberlanjutan dapat meningkatkan kesadaran akan kelestarian lingkungan. Proyek untuk tim dapat dimulai dari menjalankan program daur ulang, membantu menginformasikan tentang produk-produk yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Bisa juga mendatangkan orang-orang dari departemen air dan listrik setempat atau otoritas limbah supaya karyawan dapat belajar informasi baru seputar lingkungan.

8. Menciptakan tantangan bulanan

Tantangan tim bulanan bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menggabungkan kompetisi dan membiasakan diri untuk lebih peduli lingkungan. Misalnya, tantangan untuk pergi sebulan tanpa peralatan makan plastik, dan memberi penghargaan kepada mereka yang tetap menggunakannya, seperti kartu hadiah kopi atau makanan ringan.

9. Pilihlah produk perkantoran yang lebih baik

Mungkin tidak ada ruang dalam anggaran Anda untuk membeli produk yang berkelanjutan secara eksklusif, tetapi Anda dapat fokus pada alat tertentu yang memiliki dampak keseluruhan yang besar, seperti elektronik yang lebih efisien. Contohnya, pada 2016, Kaiser Permanente membeli elektronik yang lebih ramah lingkungan yang pada akhirnya menghindari pembuangan 124 metrik ton limbah berbahaya.

10. Lebih hijau di kantor dengan energi terbarukan

Sumber tenaga hijau, termasuk energi matahari dan angin, lebih mudah diakses dari sebelumnya; dengan pilihan instalasi surya di atap dan tenaga angin di ladang skala besar. 

Hampir setiap pemasok listrik menawarkan rencana energi hijau yang dihasilkan oleh sumber energi terbarukan, terutama angin dan matahari. Harganya pun kompetitif dibandingkan dengan paket listrik tradisional yang berasal dari batu bara atau gas alam.

Warung Energi Tawarkan Energi Baru Bagi Warga di Penjuru

Manfaatkan teknologi terbaru untuk menciptakan energi terbarukan. Foto: Deposit Photos.

11. Maksimalkan cahaya alami

Dewan Bangunan Hijau Dunia (The World Green Building Council) menyatakan bahwa karyawan yang bekerja di dekat jendela yang terkena cahaya matahari memiliki tingkat produktivitas 15% lebih tinggi. “Cahaya alami mengatur ritme sirkadian tubuh, yang mengontrol bangun, tidur, mensintesis vitamin D dan pencernaan,” kata Jennifer Walton, kepala sekolah H. Hendy Associates.

Lebih mengandalkan cahaya alami bila memungkinkan juga menghemat energi. Pertimbangkan juga untuk memasang smart power strip di setiap workstation, mengganti semua perlengkapan pencahayaan dengan LED, serta memasukkan sensor dan timer untuk penerangan kantor. Ini akan mengurangi konsumsi energi dan biaya untuk hal-hal seperti tagihan listrik.

12. Mendorong perjalanan hijau

Perusahaan dapat mendorong karyawan untuk menurunkan emisi perjalanan dengan berjalan kaki, bersepeda, carpooling, atau naik angkutan umum ke kantor, dan menawarkan insentif untuk melakukannya. Menawarkan kebijakan bekerja dari rumah juga dapat mengurangi jejak karbon perusahaan Anda.

Memperhatikan Keselamatan

Perusahaan dapat mendorong karyawan untuk menurunkan emisi perjalanan dengan berjalan kaki, bersepeda, carpooling, atau naik angkutan umum ke kantor. Foto: Shutterstock.

13. Gunakan filter kopi daur ulang

Gunakan filter kopi yang terbuat dari kertas daur ulang. Lebih baik lagi jika memakai pembuat kopi yang tidak perlu melibatkan filter kertas. Kompos ampas kopi jika memungkinkan.

14. Fasilitas daur ulang

Tempatkan alat daur ulang di lokasi yang menonjol di kantor Anda. Jika satu set lengkap wadah daur ulang akan memakan terlalu banyak ruang, letakkan kotak daur ulang limbah kertas di dekat printer dan kotak daur ulang umum di ruang karyawan. Kosongkan kotak daur ulang secara teratur.

15. Mematikan keran

Selalu pastikan keran tidak menetes setelah Anda selesai menggunakannya. Keran yang bocor dengan kecepatan satu tetes per detik sama dengan menghabiskan lebih dari 5,5 galon air sehari.

hemat air

Selalu pastikan keran tidak menetes setelah Anda selesai menggunakannya. Ilustrasi: pixabay.com

Penulis: Agnes Marpaung dan Ayu Ratna Mutia

Sumber:

Tech Republic

The Balance Small Business

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-lebih-hijau-di-kantor/feed/ 0
Yuk, Mulai Gaya Hidup Organik dengan 21 Langkah Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-langkah-memulai-gaya-hidup-organik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=7-langkah-memulai-gaya-hidup-organik https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-langkah-memulai-gaya-hidup-organik/#respond Mon, 18 Jan 2021 10:00:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10605 Sobat Greeners, apakah Anda ingin mengawali hidup dengan lebih sehat dan ramah lingkungan? Salah satu langkah yang bisa kita tempuh yakni dengan memulai menjalani gaya hidup organik.  Penelitian membuktikan bahwa […]]]>

Sobat Greeners, apakah Anda ingin mengawali hidup dengan lebih sehat dan ramah lingkungan? Salah satu langkah yang bisa kita tempuh yakni dengan memulai menjalani gaya hidup organik. 

Penelitian membuktikan bahwa mengadopsi gaya hidup organik memberikan banyak keuntungan. Namun, menerapkan gaya hidup ini di tengah kebiasaan serba instan membuatnya menjadi pilihan yang sulit dan mahal.

Untuk memulai membiasakan diri mengonsumsi makanan yang sehat, cobalah menyadari perubahan pada hal-hal yang kecil, seperti membaiknya kesehatan dan mood.

Hal ini akan membantu kita untuk menyesuaikan diri dan menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan hidup sehat ke cakupan yang lebih luas. Inilah langkah-langkah untuk memulai gaya hidup organik. Yuk, simak!

21 Langkah Memulai Gaya Hidup Organik

1. Mulailah dari kebutuhan pokok

Makanan merupakan salah satu sumber kebahagiaan bagi manusia. Mengonsumsi makanan yang kita siapkan dari kebun kita sendiri dapat menjadi motivator sekaligus membuat kita lebih memperhatikan apa yang kita konsumsi.

Jika belum siap menanam buah dan sayur sendiri, mulailah dengan memilih makanan yang alami saat membeli kebutuhan pangan. Perbanyak sayur dan buah segar, memilih daging dan telur yang dari sapi dan ayam yang sehat (lebih baik memilih yang organik), atau menggunakan minyak kelapa murni yang bebas dari proses kimia.

Cobalah untuk menyiapkan makanan organik setidaknya satu kali dalam seminggu. Melibatkan anggota keluarga saat menyiapkan makanan juga membuat Anda semakin mengenal mereka dengan berdiskusi dan mengetahui makanan organik apa yang mereka suka.

2. Pilihlah makanan produksi lokal

Dengan membeli produk lokal, Anda telah membantu perekonomian dalam negeri. Selain itu, Anda juga turut membantu mengurangi efek gas rumah kaca dengan memotong bermil-mil jejak karbon yang timbul akibat mengimpor makanan.

Apalagi jika Anda membeli langsung dari petani atau peternakan lokal. Seringkali produk di sana lebih murah daripada toko bahan makanan. Jika Anda pergi menjelang akhir jam kerja pasar petani, Anda bahkan bisa mendapatkan beberapa penawaran fantastis!

3. Kunjungi pasar tradisional

Dengan berbelanja di pasar tradisional, Anda dapat bertanya mengenai proses produksi, apa saja yang sedang musim, dan bagaimana cara mengolah bahan makanan tersebut.

Pasalnya, membeli makanan di supermarket besar tidak menjamin kesegaran dari buah dan sayur yang dijual, karena siapa yang tahu kalau buah atau sayur tersebut telah lama tersimpan di lemari pendingin?

4. Bacalah label produk

Sempatkan untuk membaca label nutrisi yang tercantum pada produk pangan dan cermati. Banyak orang yang tidak peduli akan hal ini, sehingga tidak mengetahui bahwa produk yang mereka beli mengandung sesuatu yang berlebihan.

Misalnya saja menggunakan terlalu banyak gula sehingga dapat menimbulkan diabetes, kecanduan, obesitas, dan masalah kesehatan lainnya. Cari tahu bila ada bahan-bahan yang tidak Anda kenal.

gaya hidup organik

Cari tahu bila ada bahan-bahan yang tidak Anda kenal. Foto: Shutterstock.

5. Berbelanjalah di bagian “pinggir”

Ketika berbelanja kebutuhan pangan di supermarket, carilah di bagian pinggir toko. Umumnya, supermarket menata buah, sayur, daging dan ikan di bagian pinggir, dan berbagai produk soda, permen dan junk food lainnya di bagian tengah.

6. Cobalah berkebun

Tidak membutuhkan lahan yang besar untuk dapat menanam buah dan sayuran di rumah. Berkebun dapat Anda lakukan dengan menggunakan pot dan menaruhnya di sekitar rumah.

Cobalah untuk menanam cabai, tomat, atau bahan yang sering Anda gunakan saat memasak. Ingatlah untuk menyiram tanaman tersebut secara teratur agar hasilnya memuaskan.

Jika Anda tidak bisa memasak, cobalah menanam tanaman herbal atau jamu. Menghirup aroma atau meminum jamu dapat membantu menyegarkan tubuh Anda.

7. Membuat produk-produk sendiri

Anda dapat membuat produk pembersih dan produk kecantikan Anda sendiri. Misalnya, untuk membuat pembersih alami Anda membutuhkan soda kue dan cuka putih. Jika butuh, tambahkan beberapa tetes minyak esensial seperti peppermint, lemon, atau lavender.

Untuk perawatan diri, Anda bisa mengoleskan minyak kelapa sebagai body lotion, masker rambut, dan pemutih gigi yang murah dan mudah pembuatannya. Ini untuk menghindari banyak produk kecantikan yang mengandung bahan kimia berbahaya atau bahan lain yang Anda tidak tahu. B

iaya pembuatan produk sendiri adalah sekitar sepersepuluh dari nilai komersial produk di pasaran.

8. Pergi ke toko yang mendukung gaya hidup organik

Gaya hidup organik semakin banyak peminatnya, membuat banyak toko ingin menjadi bagian dari gaya hidup tersebut. Periksa toko grosir terdekat terlebih dahulu untuk membeli kebutuhan harian Anda.

Produk organik bermerek toko mereka sendiri biasanya lebih murah daripada produk ternama.

9. Belilah bahan-bahan dalam jumlah besar

Membeli dalam jumlah banyak selalu lebih murah daripada membeli dalam porsi kecil. Bisa juga dengan membeli hewan utuh daripada hanya sebagian seperti ayam organik.

Namun, tips ini hanya berlaku jika Anda benar-benar menggunakan barang banyak sekaligus. Jika tidak, Anda hanya membuang-buang uang.

10. Membeli bahan makanan beku

Jika Anda bertanya-tanya apakah buah atau sayuran beku itu sehat untuk Anda, jawabannya adalah iya. Bahkan sering kali lebih bergizi daripada yang segar karena mereka dikemas selama puncak kesegarannya!

11. Makan sedikit daging

Daging organik itu mahal, daripada menghabiskan sebagian besar anggaran Anda untuk daging, mengapa tidak menghabiskannya untuk sumber protein nabati alternatif.

gaya hidup organik

Daripada menghabiskan sebagian besar anggaran Anda untuk daging, mengapa tidak menghabiskannya untuk sumber protein nabati alternatif. Foto: Shutterstock.

12. Kurangi limbah dengan membeli lebih sedikit

Rata-rata rumah tangga membuang antara 20-30% makanan mereka, karena tidak mengelola lemari penyimpanan makanan dengan benar, membeli secara berlebihan, dan cara menyimpan makanan yang tidak sesuai.

Pastikan untuk membeli apa yang Anda butuhkan dan berinvestasi untuk perlengkapan penyimpanan yang bagus.

13. Membantu menyelamatkan lingkungan sekaligus menghemat uang

Anda dapat mulai menghemat secara instan hanya dengan mengganti semua bola lampu di rumah Anda menjadi bola lampu hemat energi (LED).

Cara lain juga termasuk menggunakan lebih banyak transportasi umum, bersepeda lebih sering, audit energi rumah, menggunakan lebih banyak barang daur ulang, dan lain-lain. Selangkah demi selangkah!

14. Masak lebih banyak dan makan lebih sedikit

Membiasakan diri makan di luar hanya dua kali seminggu atau kurang dari itu lebih baik. Makan organik di rumah jauh lebih murah daripada makan di restoran organik.

15. Manfaatkan tawaran diskon

Manfaatkan penjualan ‘beli satu gratis satu’ atau beli satu dapat barang lain dengan harga diskon. Anda tidak pernah tahu kapan produk tersebut dijual lagi, jadi pastikan untuk memanfaatkannya dan menyimpannya untuk Anda gunakan nanti.

Ingat ya, sobat Greeners, trik ini hanya berfungsi jika Anda benar-benar menyukai produk, membutuhkannya atau menggunakannya segera. Jika tidak, ini dapat menyebabkan makanan terbuang percuma.

gaya hidup organik

Manfaatkan penjualan ‘beli satu gratis satu’ atau beli satu dapat barang lain dengan harga diskon. Foto: Shutterstock.

16. Membawa minuman sendiri

Bawalah teh organik. Secangkir teh bisa berharga belasan hingga puluhan ribu rupiah jika Anda pergi ke kedai teh. Selain teh atau kopi, Anda juga bisa membawa botol berisi air minum sehingga Anda tidak perlu membeli air kemasan yang mahal.

17. Membawa bekal

Saat Anda bepergian, kemas makanan dan camilan untuk Anda. Lebih bagus untuk membawa makanan atau buah organik sehingga Anda mendapatkan asupan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh Anda, dan menghemat uang tentunya.

18. Membuat kompos

Buat kompos dari sisa makanan untuk nutrisi kebun, sehingga Anda menghabiskan lebih sedikit pupuk. Jika Anda tidak memiliki kebun, berikan pada tetangga Anda yang suka bercocok tanam.

19. Simpan produk dengan benar

Beberapa bahan makanan dan kacang-kacangan bertahan lebih lama di lemari es daripada Anda simpan di suhu ruang. Dinginkan saat Anda membutuhkannya. Anda juga bisa menggunakan tempat atau bungkus penyimpanan makanan yang dapat digunakan kembali.

20. Mendapatkan kupon produk organik

Anda bisa mencari berbagai kupon untuk produk organik di surat kabar, majalah, e-commerce atau niaga-el, dan situs-situs lainnya. Kupon ini bisa memangkas pengeluaran Anda untuk membeli makanan organik.

21. Jangan kaku

Jangan terlalu kaku dalam mengadopsi gaya hidup organik. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, langkah kecil dapat membangun kesadaran. Misalnya dengan perlahan mengonsumsi bahan organik. Jadi ada mencampurkan dahulu makanan yang biasa Anda konsumsi dengan yang organik, sampai lambat laun Anda mengonsumsi makanan organik seutuhnya.

Rasa ingin tahu dan kebahagiaan yang kita dapat dari mengonsumsi makanan sehat setiap hari akan membuat kita terbiasa. Selamat mencoba!

Penulis: Agnes Marpaung dan Gloria Safira

Sumber:

Huff Post

Organically Blissful

Gaiam

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-langkah-memulai-gaya-hidup-organik/feed/ 0
Bagaimana Cara Menerapkan Diet Emisi Karbon? Yuk, Ikuti Langkah Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-emisi-karbon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diet-emisi-karbon https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-emisi-karbon/#respond Sun, 20 Dec 2020 10:00:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=4810 Kini sudah saatnya mengubah gaya hidup untuk mengurangi emisi karbon hingga kembali ke ambang batas normal, bahkan di bawah itu. Jika tidak, kita akan mencapai satu titik di mana emisi karbon di atmosfer tidak dapat berkurang lagi sehingga dampak dari perubahan iklim tidak dapat kita cegah. Berikut beberapa tips gaya hidup rendah emisi karbon yang dapat kita terapkan dalam keseharian kita.]]>

Diet emisi karbon merupakan salah satu langkah ramah lingkungan yang urgen untuk kita lakukan. Kita sering tidak sadar atau bahkan tidak peduli dengan peninggalan kita akan karbon. Jejak karbon adalah jumlah total emisi gas rumah kaca yang berasal dari produksi, penggunaan, dan akhir masa pakai suatu produk atau layanan. Ini termasuk karbon dioksida – gas yang paling sering manusia keluarkan – dan lainnya, termasuk metana, dinitrogen oksida, dan gas berfluorinasi, yang memerangkap panas di atmosfer, menyebabkan pemanasan global.

Biasanya, sebagian besar jejak karbon individu berasal dari transportasi, perumahan, dan makanan. Ambang batas emisi karbon di atmosfer adalah 350 parts per million (ppm). Namun, saat ini emisi karbon di atmosfer sudah melewati ambang batas dengan kadar 400 ppm, dan terus meningkat 2 ppm per tahun seiring dengan gaya hidup boros karbon yang belum berubah.

Kini sudah saatnya mengubah gaya hidup untuk mengurangi emisi karbon hingga kembali ke ambang batas normal, bahkan di bawah itu. Jika tidak, kita akan mencapai satu titik di mana emisi karbon di atmosfer tidak dapat berkurang lagi sehingga dampak dari perubahan iklim tidak dapat kita cegah. Berikut beberapa tips gaya hidup rendah emisi karbon yang dapat kita terapkan dalam keseharian kita.

Cara Lengkap untuk Diet Emisi Karbon 

Diet Emisi Karbon dengan Konsumsi Makanan Lokal

Konsumsi makanan lokal yang terbuat dari bahan-bahan produksi lokal. Makanan impor berarti memerlukan transportasi yang menggunakan bahan bakar. Tentu saja, bahan bakar yang digunakan menghasilkan emisi karbon. Jarak makanan yang lebih sedikit berarti lebih sedikit emisi.

Makan makanan yang ditanam secara lokal selama satu tahun akan menghemat gas rumah kaca yang setara dengan mengemudi 1.000 mil, tetapi makan hidangan vegetarian satu kali seminggu selama setahun menghemat 1160 mil, menurut studi dari para peneliti di Carnegie Mellon.

Kurangi Konsumsi Daging Merah

Mengurangi konsumsi daging merah seperti daging sapi dan kambing. Kotoran hewan ternak ini menghasilkan metana yang berdampak 72 kali lebih besar daripada karbon dioksida, yang mana kotoran ini masih belum terolah dengan tepat oleh para peternak.

Semakin tinggi permintaan daging merah, semakin banyak peternakan sapi dan kambing, akan semakin besar pula produksi metana dari kotoran hewan ternak ini. Selain itu, produksi daging merah juga banyak membutuhkan pakan, air dan lahan.

Maka dari itu mulai banyak orang yang beralih menjadi vegan. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 di jurnal Environmental Research Letters, daging merah memiliki berdampak 100 kali lebih buruk untuk lingkungan daripada makanan nabati.

Menurut beberapa perkiraan, daging sapi mengeluarkan lebih dari enam pon karbon dioksida per sajian; jumlah emisi beras, wortel, apel, atau kentang per sajian kurang dari setengah pon.

Mengikuti pedoman kesehatan nasional, dengan pengurangan lebih lanjut dalam konsumsi daging, ikan dan susu juga merupakan pilihan yang baik, kata Dr. Marco Springmann, peneliti senior kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat di Universitas Oxford. Ini juga bermanfaat bagi kesehatan.

Diet Emisi Karbon dengan Berjalan Kaki, Bersepeda, atau Gunakan Transportasi Umum

Pada November 2017, emisi karbon dioksida dari transportasi melampaui emisi dari pembangkit listrik sebagai sumber utama gas rumah kaca.  Ini karena pembangkit listrik beralih dari penggunaan batu bara ke sumber yang lebih terbarukan dan gas alam. 

Bepergian tanpa kendaraan bermotor pribadi selama setahun dapat menghemat sekitar 2,6 ton karbon dioksida. Bagaimana Anda bisa berhenti menggunakan mobil atau motor? Cobalah naik kereta, MRT, bus, atau opsi yang lebih baik lagi, naik sepeda.

Jika Anda memang harus menggunakan kendaraan pribadi, maka ada beberapa tips untuk membuat perjalanan Anda lebih ‘ramah lingkungan’.

Tips mengurangi emisi saat berkendara pribadi:

  • Hemat gas dan rem: mengemudi secara efisien dapat membantu mengurangi emisi. Berkendara “seolah-olah ada telur di bawah kaki Anda”, saran Brian West, pakar bahan bakar dan penelitian mesin dari Laboratorium Nasional Oak Ridge, yang meneliti penggunaan dan solusi energi di Amerika Serikat.
  • Servis mobil Anda secara teratur.
  • Periksa ban: “Tekanan ban yang rendah akan merusak penghematan bahan bakar Anda,” kata Mr. West.
  • Pendingin udara (AC) dan berkendara di kota yang padat dapat membuat emisi meningkat. Kurangi ini sesering mungkin.
  • Gunakan cruise control pada perjalanan panjang
  • Jangan membebani mobil Anda dengan barang-barang ekstra yang tidak Anda perlukan.
  • Berbagi ruang mobil Anda dengan orang lain, sehingga Anda membagi emisi dengan jumlah orang yang ada di dalam mobil.
diet emisi karbon

Menggunakan bahan makanan yang tumbuh lokal juga memangkas emisi karbon ketimbang membeli dari tempat yang jauh. Foto: Shutterstock.

Minum Air Putih dari Tumbler Sendiri

Air minum dalam kemasan melalui proses yang panjang di pabrik yang menghasilkan emisi karbon. Belum lagi bahan baku air minum dalam kemasan produsen ambil dari sumber yang jauh sehingga menambah emisi karbon melalui transportasinya.

Matikan Lampu dan Cabut Semua Listrik Ketika Tidak Terpakai

Konsumsi listrik menghasilkan emisi karbon karena saat ini listrik sebagian besar dihasilkan dari bahan bakar fosil, seperti batu bara dan solar. Di rumah tangga Amerika Serikat, rata-rata 25 persen energi untuk memanaskan ruang, 13 persen untuk memanaskan air, 11 persen  untuk pendinginan dan sisanya untuk peralatan. Menurut perkiraan dari Natural Resources Defense Council.

“Membuat perubahan kecil pada hal ini dapat membuat perbedaan besar,” kata Noah Horowitz, ilmuwan senior dan direktur NRDC’s Center for Energy Efficiency.

Berikut adalah cara yang dapat membantu Anda untuk mengurangi penggunaan energi:

  • Suhu penghangat jangan terlalu tinggi. Tutup tirai untuk membantu menjaga suhu tetap stabil di dalam ruangan.
  • Matikan pemanas air Anda, 120 derajat fahrenheit sudah cukup.
  • Matikan lampu dan peralatan saat Anda tidak menggunakannya. Perangkat elektronik yang tidak sedang dipakai tetap akan mengonsumsi listrik jika listrik tetap tersambung.
  • Streaming film melalui smart TV Anda, bukan konsol game Anda. Smart TV dan pluginnya hanya menggunakan beberapa watt untuk streaming film, kata Horowitz, tetapi jika Anda menggunakan konsol game Anda, penggunaan energi sekitar 10 kali lebih tinggi, karena mereka tidak dioptimalkan untuk memutar film.
  • Pakailah laptop, bukan komputer desktop. Laptop membutuhkan lebih sedikit energi untuk mengisi daya dan bekerja.
  • Ganti lampu. Lampu LED menggunakan energi hingga 85 persen lebih sedikit, bertahan hingga 25 kali lebih lama dan lebih murah untuk dijalankan daripada lampu pijar.
  • Jangan mengatur suhu lemari es dan freezer lebih rendah dari yang diperlukan. Departemen Energi Amerika Serikat merekomendasikan sekitar 35 hingga 38 derajat Fahrenheit untuk kompartemen makanan segar dan 0 derajat untuk freezer.
  • Tanam semak dan pohon di sekitar rumah Anda agar suasana sejuk, sehingga Anda tidak perlu menggunakan pendingin ruangan setiap waktu.
Empat Langkah Awal Mendaur Ulang

Diet emisi karbon dengan mengurangi limbah. Foto: Shutterstock.

Diet Emisi Karbon dengan Mengurangi Limbah

Rata-rata orang Amerika menyia-nyiakan sekitar 40 persen makanan yang mereka beli. Sedangkan Indonesia menghasilkan sampah makanan hingga 13 juta ton per tahunnya.

Berikut adalah tips mengurangi limbah makanan:

  • Atur lemari es Anda untuk memeriksa apa saja yang Anda miliki, dan buat daftar belanjaan sebelum Anda pergi ke toko untuk mencegah membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan.
  • Makanan dengan potongan harga mungkin penawaran yang bagus, tapi Anda harus berpikir apakah Anda benar-benar akan mengonsumsinya.
  • Jangan memasak makanan lebih banyak dari yang bisa Anda makan. Perhitungkan jumlah yang tepat untuk jumlah orang yang makan dan sesuaikan resep dengan kebutuhan Anda.
  • Gunakan kembali sisa makanan daripada membuangnya.
  • Perpanjang umur makanan Anda dengan memasukkannya ke kulkas.
  • Bawa pulang porsi restoran yang terlalu banyak untuk Anda.

Hindari penggunaan wadah atau kemasan sekali pakai. Jika memang perlu menggunakan piring, mangkuk, atau peralatan sekali pakai, ada banyak opsi saat ini yang ramah lingkungan. Misalnya membuatnya sebagai bahan kompos atau membiarkannya terurai secara hayati.

Diet Emisi Karbon dengan Mendaur Ulang

Warga Amerika Serikat menghasilkan sekitar 258 juta ton sampah setahun. 169 juta ton di antaranya berakhir di tempat pembuangan sampah dan incinerator. Menurut laporan EPA tahun 2014, warga AS mendaur ulang dan membuat kompos dari 89 juta ton sampah kota. Ini menyelamatkan jumlah energi yang sama seperti yang dihasilkan oleh 25 juta rumah. Namun sebagian besar sampah yang bisa didaur ulang masih berakhir di tempat pembuangan akhir. 

Beberapa panduan untuk mendaur ulang sampah Anda:

  • Temukan angka dalam segitiga di bagian bawah wadah plastik, ini menunjukkan jenis resin yang digunakan.
  • Kosongkan dan bilas wadah makanan sebelum memasukkannya ke tempat sampah daur ulang.
  • Daur ulang kertas, baja, dan kaleng.
  • Donasikan peralatan elektronik yang masih berfungsi. Daur ulang barang elektronik yang sudah rusak.
  • Hubungi dealer mobil setempat untuk mendaur ulang aki mobil.

Baca juga: 15 Manfaat Kesehatan Pepaya: Bantu Kurangi Mual dan Inflamasi

Gunakan Pakaian yang Berkelanjutan

Menurut World Resources Institute, setiap tahunnya ada produksi 20 pakaian per orang. Hal ini karena adanya fast fashion, produksi pakaian yang cepat, murah, namun tidak berkelanjutan. Anda perlu mempertimbangkan merek-merek yang mulai mengusung keberlanjutan. Bisa juga belanja barang-barang vintage.

Selain itu Anda perlu mempertimbangkan kain dari pakaiannya, bagaimana dampak bahannya pada lingkungan. Anda juga sebaiknya mendonasikan pakaian lama Anda. Setiap membeli barang, Anda harus selalu menggaungkan ini pada pikiran Anda, ‘berapa kali Anda akan memakainya?’.

Diet Emisi Karbon dengan Berbelanja Secara Sirkular

Ketika membeli apapun, bawalah tas yang dapat Anda gunakan kembali. Hindari penggunaan kemasan plastik. Berinvestasilah pada produk berkualitas yang tahan lama.

Anda bisa mencari tahu perkumpulan pecinta lingkungan di daerah Anda supaya bisa saling berdiskusi cara lainnya dalam mengurangi emisi karbon. Selain itu, menyuarakan kebijakan-kebijakan peduli lingkungan sehingga bumi jadi lestari, tubuh lebih sehat, dan pengeluaran pun lebih hemat.

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

New York Times

DBS

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-emisi-karbon/feed/ 0
Enam Tips Membesarkan ‘Green Baby’ https://www.greeners.co/gaya-hidup/enam-tips-membesarkan-green-baby/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=enam-tips-membesarkan-green-baby https://www.greeners.co/gaya-hidup/enam-tips-membesarkan-green-baby/#respond Mon, 05 Oct 2020 03:28:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=29059 Dari masifnya timbulan sampah saat membesarkan bayi, pegiat lingkungan hidup menawarkan sejumlah solusi. Istilah ‘green baby’ digaungkan sebagai tanda orang tua bayi yang berusaha mengurangi timbulan sampah.]]>

Setiap orang tua tentu gembira ketika menyambut kedatangan bayi. Bukan hanya orang tua bayi, keluarga besar hingga kerabat ikut merayakan kehadiran anggota keluarga termungil ini. Tidak heran bila keluarga dan kerabat lantas membanjiri si bayi dengan beragam hadiah.

Sudah awam ketahui bila membesarkan bayi membutuhkan beragam perkakas. Hanya saja, banyak dari perkakas ini akan berujung di tempat pembuangan akhir (TPA). Zero Waste Canada mencatat 190ribu car seat dibuang ke TPA tiap tahunnya. Negara sirup maple ini juga membukukan 4juta popok sekali pakai yang dihempaskan ke tempat sampah. Setiap popok sekali pakai membutuhkan 500 tahun untuk terurai.

Dari masifnya timbulan sampah saat membesarkan bayi, pegiat lingkungan hidup menawarkan sejumlah solusi. Istilah ‘green baby’ digaungkan sebagai tanda orang tua bayi yang berusaha mengurangi timbulan sampah. Menyadur pakar sustainable living Katherine Martinko dari Tree Huggers, Greeners merangkum enam tips membesarkan green baby.

1. Popok Kain Langkah Utama Membesarkan Green Baby

Green Baby

Popok kain: langkah utama membesarkan ‘green baby’. (Foto: Shutterstock).

Bukan rahasia lagi, popok sekali pakai merusak lingkungan. Untuk itu, mengganti popok sekali pakai adalah langkah utama untuk memangkas limbah yang dihasilkan saat membesarkan bayi. Katherine menawarkan popok kain sebagai solusi.

Agar menghemat biaya, Anda bisa mencari popok kain bekas. Biasanya orang tua dengan bayi yang sudah beranjak besar akan menjual kembali popok kain bekas.

Agar lebih maksimal, pilih lapisan popok kain yang dapat dicuci kembali, bukan yang sekali pakai. Untuk mengurangi penggunaan popok secara keseluruhan, lanjut Katherine, ajari bayi Anda untuk menggunakan toilet sedini mungkin.

Baca juga: 8 Tips Berkebun bagi Pemula

2. Ganti Tisu Bayi Sekali Pakai dengan Waslap

green baby

Ganti tisu bayi sekali pakai dengan waslap. (Foto: Shutterstock).

Walaupun sangat memudahkan dalam pembersihan area sensitif bayi, tisu bayi juga berbahaya bagi lingkungan. Sebaiknya ganti tisu bayi dengan waslap. Katherine menyarankan penggunaan air, sabun atau campuran alami dari sabun organik dan minyak esensial untuk melembabkan waslap. Anda bisa mencuci waslap bersama popok kain.

3. Pilih Produk Perawatan Kulit Bayi yang Tidak Dikemas dengan Plastik

green baby

Pilih produk perawatan kulit bayi yang tidak dikemas dengan plastik. (Foto: Shutterstock).

Produk perawatan kulit bayi kerap hadir dalam kemasan plastik. Walaupun tampak meyakinkan, namun sebenarnya penggunaan terlalu banyak produk tidak efisien.

“Kabar baiknya adalah, Anda tidak butuh sesuatu yang istimewa untuk menjaga kebersihan bayi. Pilih sabun batangan yang lembut, misalnya sabun yang mengandung minyak zaitun atau kamomil,” jelas Katherine.

4. Menyusui Bila Mampu

Selain bernutrisi tinggi, menyusui juga adalah pilihan paling ramah lingkungan untuk memberi makan bayi. Dengan menyusui, orang tua dapat menghindari beragam timbulan sampah. Mulai dari sampah kemasan, botol, kantong, dot dan peralatan untuk mensterilkan. Dengan menyusui, Anda pun memangkas banyak biaya.

5. Penuhi Gizi Green Baby dengan Masakan dari Rumah

membesarkan green baby

Penuhi gizi green baby dengan masakan dari rumah. (Foto: Shutterstock).

Selain menyusui, memasak makanan pendamping air susu ibu (MPASI) pun dapat mengurangi biaya membesarkan bayi. Biar bagaimana pun, makanan yang dimasak di rumah tentu lebih baik daripada makanan bayi kemasan yang dapat dibeli di toko.

“Seiring bertambah besarnya bayi saya, saya menggunakan penggiling tangan kecil yang untuk menumbuk apa pun yang dimakan anggota keluarga lainnya tepat di meja. Ini bekerja dengan sangat baik,” tutur Katherine.

Baca juga: Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Belajar Komposting

6. Pilih Mainan berkualitas

Membesarkan green baby

Pilih mainan berkualitas. (Foto: Shutterstock).

Banyak sekali mainan plastik yang rusak dengan begitu mudahnya. Setelah rusak, mainan ini pun berakhir di tempat sampah. Bayi dan balita sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak mainan. Ketimbang mainan plastik yang cepat rusak, pilihlah mainan berkualitas yang tahan lama.

“Mainan kayu untuk bayi tumbuh gigi jauh lebih aman untuk digigit bayi daripada plastik impor yang murah,” ujar Katherine.

Penulis: Ridho Pambudi

Editor: Ixora Devi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/enam-tips-membesarkan-green-baby/feed/ 0
Gaya Hidup Sadar Lingkungan Meningkat https://www.greeners.co/berita/gaya-hidup-sadar-lingkungan-meningkat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gaya-hidup-sadar-lingkungan-meningkat https://www.greeners.co/berita/gaya-hidup-sadar-lingkungan-meningkat/#respond Sat, 27 Jun 2020 05:00:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=27683 Gaya hidup sadar lingkungan atau conscious lifestyle berkembang pesat dalam kehidupan masyarakat ASEAN. Di Indonesia penerapannya mencapai 93 persen.]]>

Jakarta (Greeners) – Gaya hidup sadar lingkungan atau conscious lifestyle berkembang pesat dalam kehidupan masyarakat ASEAN. Hasil tersebut diperoleh dari penelitian berjudul “The Rise of Conscious ASEANs: Why should you CARE?” yang dilakukan Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN). Riset itu menggali kesadaran dan perilaku masyarakat di Asia Tenggara yang memengaruhi aspek sosial dan lingkungan mereka. Penerapan conscious lifestyle dalam kehidupan sehari-hari masyarakat ASEAN disebut mencapai 80 persen. Khusus di Indonesia nilainya sekitar 93 persen.

Conscious Lifestyle merupakan gaya hidup dan perilaku konsumen yang mempertimbangkan orang lain, lingkungan, dan masyarakat. Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan apakah sebuah tindakan memiliki dampak positif pada diri sendiri, orang lain, maupun masyarakat. Penerapannya juga melihat apakah suatu produk dan merek layanan atau perusahaan dipilih dan dibeli secara sadar.

Baca juga: Limbah Penyulingan Sawit Akan Dihapus dari Kategori B3

Devi Attamimi, Institute Director, HILL ASEAN dan Executive Director Strategy, Hakuhodo International Indonesia mengatakan, temuan riset itu menjadi bukti perkembangan tren yang sangat positif. “Kami menyaksikan terbentuknya segmentasi masyarakat baru, yaitu mereka yang sudah sepenuhnya sadar menjalankan gaya hidup yang bertanggung jawab dalam kesehariannya,” ucapnya pada konferensi pers daring, Kamis, (26/06/2020).

Menurut Devi, kelompok yang menerapkan gaya hidup sadar lingkungan atau disebut The Consciouslites adalah segmen yang akan mendominasi pasar dalam waktu dekat. Mereka tidak akan ragu untuk membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. “Di Indonesia setidaknya terdapat 74 persen masyarakat mengatakan bersedia membayar lebih untuk produk-produk yang berhubungan dengan conscious lifestyle,”  kata dia.

Bersepeda

Bersepeda merupakan salah satu gaya hidup sadar lingkungan karena berkontribusi dalam mengurangi polusi udara. Foto: shutterstock.com

Ia menuturkan, masyarakat di Jepang telah memiliki kebiasaan memisahkan dan mendaur ulang limbah. Aktivitas tersebut menurutnya sudah melekat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sementara masyarakat ASEAN pada umumnya juga menunjukkan kemajuan kesadaran yang sangat pesat akan gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan.

 Conscious Lifestyle di Masa New Normal 

Dalam kehidupan kenormalan baru seperti sekarang, gaya hidup sadar lingkungan dinilai akan sangat berpengaruh. Masyarakat akan lebih memerhatikan masalah kebersihan dan disiplin untuk menjaga diri. Devi menuturkan meski riset dilakukan tahun lalu, kecenderungannya tidak berubah di masa pandemi seperti sekarang.

“Saya percaya diri kalau conscious lifestyle akan masih terus berjalan pada saat new normal. Kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan di rumah maupun di lingkungan itu meningkat. Kami rasa dengan adanya pandemi Covid-19 ini justru mereka akan lebih jauh conscious,” ujarnya.

Ia mengatakan, walaupun masih terdapat masyarakat yang cuek menjaga jarak atau menggunakan masker, hal tersebut tidak akan mengurangi penerapan conscious lifestyle. Menurutnya sudah banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui dan menerapkan gaya hidup sadar lingkungan sebelum terjadinya pagebluk korona.

Baca juga: Pergeseran Nilai Adat Dinilai Pengaruhi Populasi Burung Rangkong

“Di zaman Covid-19 ini, aksi akan lebih banyak sekali berubah. Conscious akan membuat kehidupan masa depan jauh lebih baik melalui pengurangan penggunaan atau pemakaian barang-barang yang merusak lingkungan. Contoh yang paling terlihat bagaimana orang membawa tumbler atau perlengkapan makan sendiri, secara nyata masih terjadi dan jauh lebih banyak,” ujarnya.

Mendorong Perusahaan Hasilkan Produk Pro-Lingkungan

Irfan Ramli, CEO Hakuhodo Internasional Indonesia menyampaikan bahwa hasil riset ini menjadi pembuka peluang untuk menggerakkan brand menuju ke arah yang benar.

Menurutnya sangat penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi produk agar tidak sebatas slogan dan tanpa disertai tindakan. “Pengendalian dampak sosial dan lingkungan harus menjadi kesadaran kolektif dan sangat penting dilakukan oleh setiap individu dengan pemahaman seutuhnya. Ini berarti kita semua membantu menyelamatkan bumi,” ucapnya.

Sebagai informasi, riset yang dilakukan HILL ASEAN menggunakan tiga jenis pendekatan. Pertama dengan metode kuantitatif yang mengambil sampel sebanyak 4.500 orang; kedua, metode kualitatif dengan sampel sebanyak 24 orang, dan wawancara dengan 12 orang Key Opinion Leader (KOL). Survei dilakukan di Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Singapura, Filipina, dan Jepang selama Agustus hingga September 2019.

Penulis: Dewi Purningsih

Editor: Devi Anggar Oktaviani

]]>
https://www.greeners.co/berita/gaya-hidup-sadar-lingkungan-meningkat/feed/ 0
5 Cara Ramah Lingkungan Saat Berbelanja https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-ramah-lingkungan-saat-berbelanja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-cara-ramah-lingkungan-saat-berbelanja https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-ramah-lingkungan-saat-berbelanja/#respond Sun, 19 May 2019 14:28:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=23371 Sudah saatnya bagi kita untuk lebih bertanggung jawab atas timbulan sampah kita sendiri dan mulai membuat perubahan atas pola konsumsi kita dimulai dari cara kita berbelanja.]]>

(Greeners) – Disadari atau tidak, kegiatan berbelanja turut menyumbang emisi karbon yang sangat besar pada Bumi. Dari kegiatan berbelanja kita bisa membayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan dari semua produk yang kita beli dan nantinya akan dibuang di tempat pembuangan akhir. Sudah saatnya bagi kita untuk lebih bertanggung jawab atas timbulan sampah kita sendiri dan mulai membuat perubahan atas pola konsumsi kita dimulai dari cara kita berbelanja. Berikut ini adalah lima cara belanja ramah lingkungan dari Greeners.

1. Pertimbangkan untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor

Kita semua tahu bahwa kendaraan bermotor berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim. Jadi, jika Anda ingin membuat perubahan kecil untuk lingkungan, pastikan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi Anda. Menggunakan transportasi umum merupakan pilihan yang lebih baik jika tempat Anda berbelanja jaraknya cukup jauh, dan menggunakan sepeda atau berjalan kaki merupakan pilihan terbaik jika tempat berbelanja yang dituju dekat dengan tempat tinggal Anda. Selain menghemat pengeluaran, bersepeda atau berjalan kaki itu menyehatkan bukan?

2. Berbelanja di toko terdekat

Minimarket atau toko kelontong yang ada di lingkungan sekitar biasanya menyediakan berbagai produk kebutuhan pokok sehari-hari yang cukup lengkap. Tidak ada salahnya pula membeli hasil panen petani lokal di warung terdekat. Banyak keuntungan yang Anda dapatkan tentunya, selain mendapatkan produk organik yang lebih segar, produk yang Anda beli mungkin harganya lebih terjangkau daripada di supermarket.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-ramah-lingkungan-saat-berbelanja/feed/ 0
Perangi Sampah Plastik, Pelajar di New York Terima Botol Minum Gratis https://www.greeners.co/ide-inovasi/perangi-sampah-plastik-pelajar-di-new-york-terima-botol-minum-gratis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perangi-sampah-plastik-pelajar-di-new-york-terima-botol-minum-gratis https://www.greeners.co/ide-inovasi/perangi-sampah-plastik-pelajar-di-new-york-terima-botol-minum-gratis/#respond Tue, 26 Mar 2019 08:41:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=22911 Pemerintah kota New York membagikan botol air minum yang diproduksi oleh S’well kepada semua pelajar di kota tersebut secara gratis. Program ini setidaknya dapat mengurangi penggunaan 54 juta botol plastik sekali pakai di kota New York.]]>

Ada banyak upaya yang telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar ikut mengurangi sampah plastik. Salah satunya dengan memberikan botol air minum guna ulang kepada publik. Hal inilah yang dilakukan oleh S’well, sebuah perusahaan botol air minum asal Amerika Serikat. S’well membagikan botol minum secara gratis kepada pelajar SMA di New York.

Dilansir dari Greenmatters, pemerintah kota New York telah bekerja sama dengan S’well untuk mengampanyekan program nol limbah pada tahun 2030. Sebuah program yang patut diapresiasi karena program yang ditawarkan oleh pemerintah ini dinilai akan lebih efektif dalam memerangi sampah plastik.

Melalui kerjasama ini, pemerintah membagikan botol air minum yang diproduksi oleh S’well kepada semua pelajar di kota New York secara gratis. Dengan adanya program ini pemerintah setempat setidaknya dapat mengurangi penggunaan 54 juta botol plastik sekali pakai di kota New York.

botol minum

Foto: S’well via Facebook

Lebih dari 320.000 siswa akan menerima botol S’well sebagai bagian dari kampanye BRING IT. Kampanye BRING IT bertujuan untuk mendorong siswa-siswi SMA agar terbiasa menggunakan botol air isi ulang dan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Melalui kampanye pembagian botol gratis ini, pemerintah New York berharap dapat menginspirasi generasi berikutnya untuk mengurangi limbah dan mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan dimulai saat mereka masih remaja.

“Untuk mencapai tujuan kami mengirim nol limbah ke tempat pembuangan sampah pada tahun 2030, kami harus mengubah seluruh cara kami dalam melakukan sesuatu,” ujar Bill de Blasio, selaku wali kota New York dalam siaran persnya.

“Kampanye BRING IT akan membantu menciptakan kota yang lebih bersih, lebih adil untuk semua dengan memberdayakan kaum muda untuk memimpin. Kami bangga dapat bermitra dengan perusahaan Kota New York, S’well, untuk menyelesaikan masalah ini. ”

Sarah Kauss, selaku pendiri dan CEO S’well, menyatakan dalam sebuah siaran pers: “Saya sangat bangga menjadi bagian dari program yang menciptakan dampak nyata bagi Kota New York yang juga rumah bagi S’well. Bersama-sama kami mengembangkan platform untuk perubahan, menawarkan pengetahuan, sumber daya, dan inspirasi bagi para pemimpin masa kini dan masa depan untuk mengatasi tantangan global yang ditimbulkan oleh limbah dan botol plastik sekali pakai melalui tindakan yang bermakna.”

Bagi pemerintah New York, kemitraan dengan S’well ini merupakan perpanjangan dari program memerangi limbah yang sedang berlangsung dengan baik. Kampanye BRING IT merupakan salah satu dari banyak langkah dalam program nol limbah yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Saat ini pemerintah setempat berencana menyerukan perluasan program lainnya seperti daur ulang tekstil, barang elektronik, pengumpulan kompos, dan pengurangan 90 persen limbah komersial.

Bagi S’well, kolaborasi ini dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuan Million Bottle Project. Pada tahun 2020, S’well berharap untuk mengalihkan 100 juta botol air plastik dari tempat pembuangan sampah, saluran air, dan lokasi lainnya. Menurut data statistik dari S’well, penggunaan botol air plastik mencapai 167 botol setiap tahunnya, tetapi kurang dari sepertiga jumlahnya yang didaur ulang.

“Kita tidak bisa begitu saja membiarkan generasi muda untuk mewarisi dan menyelesaikan krisis lingkungan kita di kemudian hari, kita harus membekali mereka dengan sumber daya untuk mengambil tindakan dan membuat pilihan yang berbeda hari ini,” kata Mark Chambers selaku direktur Kantor Keberlanjutan Walikota New York dalam siaran pers .

“Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan S’well, siswa-siwi SMA kami, dan sekolah kami untuk mengakhiri limbah plastik sekali pakai dan mengubah cara kami hidup, bekerja, dan bermain di kota kami.”

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/perangi-sampah-plastik-pelajar-di-new-york-terima-botol-minum-gratis/feed/ 0
Bisnis “Hijau” Model Kembar Asia’s Next Top Model 5 Vali – Vera https://www.greeners.co/gaya-hidup/bisnis-hijau-model-kembar-asias-next-top-model-5-vali-vera/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bisnis-hijau-model-kembar-asias-next-top-model-5-vali-vera https://www.greeners.co/gaya-hidup/bisnis-hijau-model-kembar-asias-next-top-model-5-vali-vera/#respond Fri, 15 Feb 2019 06:21:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=22552 Dua finalis Asia’s Next Top Model 5 asal Indonesia, Valerie Krasnadewi dan Veronika Krasnasari memiliki kepedulian khusus terhadap isu lingkungan hidup.]]>

Dua finalis Asia’s Next Top Model 5 asal Indonesia, Valerie Krasnadewi dan Veronika Krasnasari memiliki kepedulian khusus terhadap isu lingkungan hidup. Model kembar ini bahkan sudah menganggap isu lingkungan sangat penting utamanya mengenai timbulan sampah.

Veronika mengatakan, “Ketika mendengar isu lingkungan, ini tuh bukan hanya isu lingkungan. Tapi isu yang makin lama akan makin membesar, bisa jadi isu negara, lalu isu negara bisa menjadi isu dunia. Buat gue isu lingkungan itu isu dunia, karena bumi ini cuma satu dan kita belum punya pilihan pindah ke dunia lain. Jadi ini isu yang sangat penting,” buka Vera dalam wawancara via telepon.

Atas kepedulian diatas, model kembar yang tergabung dalam #TEAMTWNS ini sepakat membuat bisnis yang juga membawa misi untuk turut serta menyelamatkan lingkungan.

Perhatian khusus terhadap isu sampah plastik ini akhirnya diwujudkan pada brand TWNSECO yang menjual stainless steel straw dengan varian warna yang sangat mudah dibawa kemana-mana.

“Alasan membuat TWNSECO salah satunya adalah karena gue udah mulai dari diri gue sendiri untuk aware dengan lingkungan, jadi gue pengen orang lain merasakan hal yang sama juga. Kayak dulu nenek moyang kita gak perlu pake sedotan, lalu tiba-tiba muncul sedotan dan inovasi-inovasinya yang sama sekali tidak memikirkan efeknya ke lingkungan,” cerita Vera.

Beberapa contoh produk TWNSECO yang dipasarkan via online-shop. Foto : TWNSECO

“Untungnya sekarang sudah mulai banyak perusahaan yang ikut movement anti sedotan ini.” katanya lega.

Vali menambahkan, “Cara kita selain dengan bisnis ini adalah membuat konten yang secara halus membahas tentang isu lingkungan. Sejalan aja sih dengan bisnis TWNSECO ini. Kalau seseorang udah passionnya tentang sesuatu, pasti diceritain ke orang-orang, jadi kita hanya mengikuti saja.”

Produk TWNSECO bisa didapatkan di beberapa toko online dan juga sosial media. “Promo kita gak hanya lewat sosial media, tapi setiap kita ketemu orang pasti kita akan ngebahas tentang masalah isu lingkungan ini jadi orang-orang bisa lebih paham akan lingkungan ini.” jelas Vali.

Bagi kedua model kembar ini, menjaga lingkungan itu sama saja seperti menjaga diri sendiri. “Jika lingkungan rusak kita pasti akan terpengaruh, manusia juga akan rusak. Karena kalau lingkungan rusak, berarti akan munculnya polusi udara, polusi air, kita akan tercemar dan akan bikin kita sakit juga. Jadi sebenarnya kalo masih ada orang yang gak peduli sama lingkungan berarti dia gak peduli sama diri sendiri.” tutupnya.

Penulis: Gina Arsita (kontributor)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bisnis-hijau-model-kembar-asias-next-top-model-5-vali-vera/feed/ 0