glow in the dark - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/glow-in-the-dark/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 06 Sep 2021 23:59:27 +0000 id hourly 1 Neonothopanus Gardneri, Jamur Bercahaya Asal Brazil https://www.greeners.co/flora-fauna/neonothopanus-gardneri-jamur-bercahaya-asal-brazil/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=neonothopanus-gardneri-jamur-bercahaya-asal-brazil https://www.greeners.co/flora-fauna/neonothopanus-gardneri-jamur-bercahaya-asal-brazil/#respond Thu, 02 Sep 2021 07:30:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=33638 Neonothopanus gardneri adalah sejenis jamur bercahaya (Glow-in-the-Dark Mushrooms) yang tergabung dalam keluarga Marasmiaceae. Ia masyarakat lokal kenal sebagai ‘Flor de Coco,’ sebab memiliki kebiasaan tumbuh di pangkal pohon kelapa yang […]]]>

Neonothopanus gardneri adalah sejenis jamur bercahaya (Glow-in-the-Dark Mushrooms) yang tergabung dalam keluarga Marasmiaceae. Ia masyarakat lokal kenal sebagai ‘Flor de Coco,’ sebab memiliki kebiasaan tumbuh di pangkal pohon kelapa yang membusuk.

Jamur ini ditemukan oleh George Gardner di Goias, Brasil pada tahun 1839. Mulanya, ahli botani Inggris tersebut melihat sekelompok anak bermain dengan benda asing bercahaya.

Beliau mengira jika benda tersebut ialah kunang-kunang. Namun setelah ia periksa lebih jauh, benda asing itu ternyata adalah sebuah jamur yang mirip dengan genus Agaricus.

George lantas menamainya sebagai Agaricus phosphorescens. Lewat riset DNA lanjutan pada tahun 1840, nama jamur bercahaya ini diganti kembali menjadi Agaricus gardneri.

Morfologi Jamur Bercahaya Neonothopanus Gardneri

Informasi terkait N. Gardneri memang cukup minim. Sejauh yang kami tahu, spesies jamur bercahaya ini memiliki ukuran paling besar dan terang dibandingkan saudara segenetiknya.

Jamur tersebut mempunyai penutup (cap) berwarna kuning tua di bagian tengah, serta cenderung agak memudar menjadi kuning pucat atau krem pada bagian tepiannya.

Jika kita ukur, N. Gardneri umumnya memiliki lebar berkisar 1 – 9 cm. Bagian penutupnya cembung dengan pusat umbo, sebelum akhirnya menjadi datar atau corong pada usia tua.

Terlihat begitu banyak rongga pada bagian bawah penutup. Warnanya senada dengan bagian atas, serta memiliki stipe berserat sepanjang 3 – 5 cm dan lebar 0,8 – 1,5 cm.

Pancaran jamur bercahaya ini biasanya berwarna hijau. Spesiesnya bukan tergolong sebagai fungi konsumsi (edible), sehingga tidak ahli sarankan untuk masyarakat awam konsumsi.

Baca juga: Amanita Phalloides Alias Death Cap, Jamur Beracun yang Mematikan

Karakteristik Jamur Bercahaya Neonothopanus Gardneri

Spesies N. Gardneri sejatinya berkerabat dengan N. nambi dan N. hygrophanus. Ketiganya tergolong sebagai fungi bioluminesensi, sehingga memiliki kemampuan untuk berpendar.

Bioluminesensi adalah emisi cahaya yang makhluk hidup hasilkan dari reaksi kimia tertentu. Kemampuan ini ahli temukan secara alami pada jamur, bakteri, serta organisme perairan.

Setidaknya ada 71 jenis fungi yang pakar golongkan sebagai jamur bercahaya. Masing-masing spesiesnya memiliki ciri yang beragam karena berasal dari suku yang berbeda.

Sebagian besar bakteri yang dapat menghasilkan bioluminesensi tergolong sebagai gram negatif. Mereka memiliki morfologi batang, serta bersifat aerob atau anaerob fakultatif.

Di laut kemampuan ini bisa kita jumpai pada spesies ubur-ubur dan plankton. Sedangkan hewan dengan kemampuan bioluminesensi paling terkenal, tentu saja kunang-kunang.

Fungsi Bioluminesensi pada Neonothopanus Gardneri

Secara garis besar, bioluminesensi pada N. Gardneri diatur oleh circadian clock atau jam biologis jamur. Inilah yang membuat fungi bercahaya namun dalam waktu-waktu tertentu.

Kegunaan bioluminesensi sendiri tak jauh dari menarik mangsa. Jamur bercahaya mampu memperdaya serangga, untuk membantu proses penyebaran spora serta reproduksinya.

Beberapa glow-in-the-dark mushrooms bahkan mempunyai jam biologisnya tersendiri. Karena itu, mereka cenderung bergantian untuk mengeluarkan cahaya sepanjang hari.

Jam biologis jamur N. Gardneri terbilang cukup unik. Mereka masih dapat bersinar pada temperatur rendah, sebab reaksi bioluminesensinya bisa diatur melalui sensitivitas suhu.

Dengan cara ini mereka mampu menyimpan energi secara optimal. Energi tersebut mereka gunakan saat malam hari, sehingga pendarnya terlihat lebih terang daripada jamur lainnya.

Baca juga: Jamur Marasmius sp, Seperti Lentera dalam Gelap

Taksonomi Spesies Jamur Neonothopanus Gardneri

Penulis: Yuhan Al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/neonothopanus-gardneri-jamur-bercahaya-asal-brazil/feed/ 0
Jalan Glow-in-the-Dark Pertama Di Dunia https://www.greeners.co/ide-inovasi/jalan-glow-dark-pertama-di-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jalan-glow-dark-pertama-di-dunia https://www.greeners.co/ide-inovasi/jalan-glow-dark-pertama-di-dunia/#respond Thu, 17 Jul 2014 00:30:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_technology&p=5129 Sebagian orang mungkin berpikir bahwa menggunakan material glow-in-the-dark adalah sebuah kemunduran, kembali ke era retro tahun 80an. Namun, tidak dengan para ilmuwan yang berpendapat bahwa teknologi luminescent berpendar dapat menjadi […]]]>

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa menggunakan material glow-in-the-dark adalah sebuah kemunduran, kembali ke era retro tahun 80an. Namun, tidak dengan para ilmuwan yang berpendapat bahwa teknologi luminescent berpendar dapat menjadi jawaban untuk membangun sebuah kota yang lebih berkelanjutan.

Mulai dari tanaman yang disuntikan DNA luminescent hingga cat hijau berpendar di jalan adalah beberapa penemuan material glow-in-the-dark. Namun, hasil penelitian terbaru semakin menunjukan bukti yang kuat untuk kemungkinan mengganti penerangan listrik dengan penerangan glow-in-the-dark yang bebas emisi dan terbarukan. Akan tetapi, berbagai penelitian masih terus dilakukan untuk menemukan bagaimana teknologi glow-in-the-dark dapat mewujudkan masa depan yang lebih cerah dan lebih hemat energi.

Foto: bioglowtech.com

Teknologi glow-in-the-dark diharapkan dapat mewujudkan masa depan yang lebih cerah dan hemat energi. Dengan prinsip biomimikri, tumbuhan pun dapat memancarkan cahaya. Foto: bioglowtech.com

Baru-baru ini, seorang desainer asal Belanda, Daan Roosegaarde, dan sebuah firma teknik sipil, Heijmans, menjadi pusat perhatian karena membangun jalan glow-in-the-dark pertama di dunia. Jalan futuristik yang dibangun di Belanda ini dicat dengan menggunakan cat yang dicampur dengan serbuk luminescent yang menyerap sinar matahari di siang hari dan kemudian memancarkan cahaya hijau di malam hari selama lebih dari 10 jam. Jalan ini dibangun oleh Roosegaarde sebagai jalan yang interaktif, ramah lingkungan dan aman, terutama di daerah pedesaan yang kurang penerangan jalan.

Walaupun jalan yang menjadi model percontohan ini mendapat banyak pujian, ternyata masih ada beberapa kendala yang muncul beberapa saat setelah peresmian jalan tersebut. Cat glow-in-the-dark yang digunakan sensitif terhadap kelembaban dari curah hujan yang menyebabkan pudarnya pancaran cahaya hijau dari cat tersebut.

Hal tersebut tidak menjadi kendala bagi Heijmans yang mengatakan bahwa isu tersebut hanyalah sementara dan diharapkan tidak menjadi penghalang bagi model percontohan ini. Hasil ujicoba pada model percontohan jalan glow-in-the-dark ini akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk pengembangan kedepan, yakni Glowing Lines 2.0, yang diharapkan bisa dirilis pada musim panas ini.

Sementara tim Smart Highway mencari solusi agar jalan raya tersebut rata dan mulus, Roosegaarde terus bereksperimen dengan teknologi glow-in-the-dark untuk sebuah penemuan yang dapat menggantikan lampu jalan; pohon luminescent.

Bekerja sama dengan Bioglow, sebuah firma bioteknologi Amerika yang di awal tahun ini mengembangkan tumbuhan pertama di dunia yang mampu memancarkan cahaya, Roosegaarde dan rekannya Alexander Krichevsky membayangkan jalan-jalan raya yang disinari pohon-pohon bercahaya. Dengan prinsip biomimikri, tumbuhan yang memancarkan cahaya ini diciptakan dengan cara menggabungkan DNA dari bakteri laut luminescent.

Masih belum jelas secepat apa teknologi glow-in-the-dark akan menggantikan sumber pencahayaan konvensional, namun penemuan ini dengan perlahan telah membawa ide inovatif menjadi kenyataan. Inovasi telah membawa kita ke jaman dimana generasi jaman dulu bahkan tidak pernah membayangkannya. Sekarang bagaimana dengan teknologi glow-in-the-dark?

(G33)

Sumber: inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/jalan-glow-dark-pertama-di-dunia/feed/ 0