greeneration indonesia - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/greeneration-indonesia/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 02 Apr 2021 15:16:57 +0000 id hourly 1 Koalisi Masyarakat Sipil Bantu Pemulung dan Petugas Persampahan Cegah Covid-19 https://www.greeners.co/aksi/koalisi-masyarakat-sipil-bantu-pemulung-dan-petugas-persampahan-cegah-covid-19/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=koalisi-masyarakat-sipil-bantu-pemulung-dan-petugas-persampahan-cegah-covid-19 https://www.greeners.co/aksi/koalisi-masyarakat-sipil-bantu-pemulung-dan-petugas-persampahan-cegah-covid-19/#respond Fri, 10 Apr 2020 01:10:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=26752 Greeneration Foundation, Waste4Change, dan Kitabisacom bersama 67 organisasi berkolaborasi menggalang dana bagi para pemulung dan petugas sampah.]]>

Jakarta (Greeners) – Berbagai upaya untuk memutus rantai penularan dan penyebaran virus korona banyak melibatkan masyarakat sipil, lembaga swadaya, dan pemerintah. Masyarakat juga diimbau untuk melakukan pembatasan fisik, bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah, hingga peraturan terbaru mengenai pembatasan sosial berskala besar.

Untuk mewujudkan kebijakan yang tepat sasaran, pemerintah juga diharapkan mempertimbangkan dampak dari peraturan yang dikeluarkan terutama bagi para pekerja rentan. Sebab mayoritas pekerja di Indonesia berasal dari sektor primer atau non formal. Tidak semua pekerjaan juga dapat dikerjakan dari rumah sehingga masih banyak masyarakat yang mencari nafkah di luar rumah meski di tengah wabah Covid-19.

Di sisi lain, sejumlah koalisi masyarakat bersolidaritas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa pandemi. Greeneration Foundation, Waste4Change, dan Kitabisacom bersama 67 organisasi dan komunitas lingkungan di Indonesia berkolaborasi menggalang dana bagi para pemulung dan petugas persampahan.

Sampai saat ini tercatat 6.000 keluarga pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gerbang, Bekasi. Mereka membutuhkan Alat Pelindung Diri saat bekerja. Karena setiap hari para pemulung dan petugas sampah rentan terpapar zat atau sumber penyakit yang berasal dari sampah infeksius seperti masker, tisu, dan berbagai sampah lain. Mereka juga terancam tertular virus korona yang tengah menjadi wabah.

Menurut Pendiri Greeneration dan Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano, petugas persampahan dan pemulung dapat dikatakan sebagai garda akhir penjaga pertahanan penyebaran Covid-19. Ia mengatakan, harus ada edukasi mengenai standar pengelolaan sampah dari pemerintah. Pemberian APD, kata dia, juga sangat diperlukan agar para pekerja terhindar dari virus korona.

Partisipan Koalisi Masyarakat Sipil

Partisipan dari berbagai Koalisi Masyarakat Sipil. Foto: kitabisa.com

“Masyarakat juga harus melakukan pemilahan sampah, terutama memisahkan sampah seperti masker atau tisu bekas agar tidak tercampur dengan jenis lainnya,” ucap Bijaksana dalam konferensi video #IndonesiaLawanCorona, Rabu, 8 April 2020.

Hingga kini, berbagai elemen masyarakat juga telah melakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kepala Hubungan Masyarakat dan Kemitraan Kitabisa.com, Iqbal Hariadi menuturkan, donasi dari ribuan orang baik melalui kitabisa.com telah disalurkan kepada para pekerja informal yang tidak bisa bekerja dari rumah seperti petugas persampahan, “Kita butuh gotong royong besar-besaran,” kata dia.

Iqbal mengatakan target donasi yang ditetapkan berkisar dua miliar rupiah. Ia juga menginformasikan bagi masyarakat yang ingin memberikan sumbangan dapat melalui laman kitabisa.com/campaign/agarmerekaamancorona. Hingga pukul 22.30 WIB (9/4) jumlah uang yang terkumpul sebesar Rp 44 juta.

Donasi tersebut, kata Iqbal, akan digunakan untuk menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari masker kain, sabun cuci tangan, hand sanitizer, sarung tangan karet, dan kebutuhan kesehatan seperti buah, vitamin, dan susu.

Melihat semangat gotong royong yang dilakukan lembaga masyarakat sipil, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar menyampaikan, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran yang memastikan para pengelola sampah dapat terlindungi dari sampah infeksius seperti masker.

“Pemerintah sangat mengapresiasi gerakan ini, khususnya untuk melindungi, mencegah, dan memutus penularan Covid-19 kepada masyarakat,” ucap Novrizal.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/aksi/koalisi-masyarakat-sipil-bantu-pemulung-dan-petugas-persampahan-cegah-covid-19/feed/ 0
Pentingnya Transparansi dalam Pengelolaan Sampah https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-transparansi-dalam-pengelolaan-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pentingnya-transparansi-dalam-pengelolaan-sampah https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-transparansi-dalam-pengelolaan-sampah/#respond Thu, 27 Aug 2015 08:40:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=10917 Bandung (Greeners) – Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB (IATL ITB) bersama Greeneration Indonesia dan Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) membuat sebuah forum yang merangkul semua elemen masyarakat yang ada […]]]>

Bandung (Greeners) – Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB (IATL ITB) bersama Greeneration Indonesia dan Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) membuat sebuah forum yang merangkul semua elemen masyarakat yang ada di kota Bandung untuk merumuskan dan membuat aksi pemecahan masalah di kota Bandung. Forum ini adalah Bandung Juara Bebas Sampah (BJPS).

Salah seorang koordinator BJBS, Ria, menyatakan bahwa forum ini sudah terbentuk sejak September 2013 silam. “Kami membuat forum ini dikarenakan keprihatinan kami terhadap permasalahan sampah di kota Bandung,” ujar Ria dalam acara Diskusi dan Aksi Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Sampah di Kota Bandung yang bertempat di pendopo Eco Learning Camp, Dago Pakar Bandung, Minggu (22/08).

Chitra Retna, salah seorang pembicara dalam diskusi tersebut memaparkan bahwa transparansi bisa mendorong perubahan sikap masyarakat terkait permasalahan sampah. Menurut Chitra, ada tiga kunci penting dalam transparansi, yakni informasi kunci, cara mentransparansikan dan siklus aksi.

“Masyarakat harus tahu kejelasan dan pentingnya daftar informasi publik sebagai bentuk dari transparansi. Dengan adanya transparansi dan publikasi yang jelas kepada masyarakat, bisa mendorong perubahan behaviour (kebiasaan) masyarakat terhadap permasalahan sampah,” ungkap Chitra.

Selain membahas transparansi dalam mengatasi sampah, diskusi yang dihadiri oleh komunitas-komunitas lingkungan, mahasiswa teknik lingkungan dan perwakilan dari intansi pemerintah kota Bandung tersebut, turut dibahas pula mengenai perwajahan dan konten situs www.bebassampah.id yang telah diluncurkan sejak Februari silam. Hal ini bertujuan agar situs tersebut bisa lebih menarik serta dikenal masyarakat luas agar tergerak untuk mewujudkan Bandung bebas sampah.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-transparansi-dalam-pengelolaan-sampah/feed/ 0
“Petualangan Banyu” Ajak Anak-Anak Lebih Hemat Energi https://www.greeners.co/aksi/petualangan-banyu-ajak-anak-anak-lebih-hemat-energi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=petualangan-banyu-ajak-anak-anak-lebih-hemat-energi https://www.greeners.co/aksi/petualangan-banyu-ajak-anak-anak-lebih-hemat-energi/#respond Wed, 25 Mar 2015 11:54:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8300 Jakarta (Greeners) – Kegiatan bisnis dewasa ini sudah mulai memperlihatkan perhatiannya pada keberlangsungan lingkungan hidup, selain memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility bertajuk “Banyu Berpetualang Bersama Bank Ekonomi,” […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kegiatan bisnis dewasa ini sudah mulai memperlihatkan perhatiannya pada keberlangsungan lingkungan hidup, selain memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility bertajuk “Banyu Berpetualang Bersama Bank Ekonomi,” Greeneration Foundation sebagai mitra kerjasama Bank Ekonomi kembali berkampanye dengan mengangkat isu energi.

Pembina Greeneration Foundation, Mufti Alem mengatakan bahwa program edukasi lingkungan yang telah berjalan selama Februari sampai dengan Maret 2015 di tiga sekolah, seperti SDN Tanjung Barat 05, SDN Manggarai 03, dan SDN Kembangan Utara 09 Jakarta ini juga melibatkan karyawan Bank Ekonomi sebagai relawan. Mereka turun langsung mendampingi siswa-siswi SDN tersebut dalam menjalankan rangkaian kegiatan dengan metode edukasi yang interaktif.

Program ini, lanjut Mufti, juga ditandai dengan peluncuran situs www.petualanganbanyu.com yang berupa portal informasi dan dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai media Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), baik di sekolah maupun di berbagai komunitas luar sekolah.

“Kami berharap situs ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia sebagai metode alternatif untuk bermain dan belajar serta mendorong perilaku ramah lingkungan dalam keseharian anak-anak,” jelasnya pada peluncuran situs petualanganbanyu.com di Jakarta, Rabu (25/03).

Tampilan laman petualanganbanyu.com. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Tampilan laman petualanganbanyu.com. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Head of Corporate Communication Bank Ekonomi, Wahyu Adiguna, menyatakan bahwa inisiatif ramah lingkungan ini juga diterapkan melalui sisi kebijakan sustainability risk dan sisi operasional sehari-hari dalam payung program BEgreen atau Bank Ekonomi goes green. Program ini menunjukkan upaya pelestarian lingkungan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Sebagi informasi, “Petualangan Banyu” adalah paket modul edukasi lingkungan tematik untuk anak-anak 8-12 tahun. Salah satunya serial film animasi berdurasi pendek (4 – 7 menit) dan permainan.

Dimulai dari satu inisiatif yang sederhana pada tahun 2009 lalu, Greeneration Indonesia (GI) yang menjadi tuan rumah Berbuka Sambil Ingat Lingkungan (BERSALING) berinisiatif membuat edukasi untuk mengajar anak-anak yatim-piatu tentang air dan banjir. GI kemudian mengajak Komunitas Sahabat Kota (KSK) untuk menjalankan inisiatif tersebut. Hasilnya, mucullah ide untuk membuat film animasi Banyu.

Nama Banyu terbentuk, sesederhana ide film animasi Petualangan Banyu seri pertama yang bertema air. Setelah film Banyu bertema air ini dibuat, KSK mengembangkan modul edukasi tentang air berbasis film Banyu.

Tahun 2011, muncullah film Banyu yang kedua bertema sampah yang sudah didesain beserta dengan modulnya. Tahun berikutnya GI membuat lagi serial Banyu yang ketiga bertema energi yang sudah di rebranding dan dibenahi konsepnya. Terbentuklah “Petualangan Banyu” dimana Banyu bukan sekedar film animasi, tetapi sebuah modul edukasi dengan film animasi yang bertujuan agar anak-anak mempunyai seorang tokoh sebagai panutan untuk ramah lingkungan.

Petualangan Banyu seri ketiga ini memakai sistem crowdfunding (mengumpulkan dana dengan bantuan publik). Petualangan Banyu seri ketiga ini didukung oleh World Wildlife Fund (WWF).

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/petualangan-banyu-ajak-anak-anak-lebih-hemat-energi/feed/ 0
Semangat Bandung untuk Indonesia Bebas Sampah 2020 https://www.greeners.co/aksi/semangat-bandung-untuk-indonesia-bebas-sampah-2020/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=semangat-bandung-untuk-indonesia-bebas-sampah-2020 https://www.greeners.co/aksi/semangat-bandung-untuk-indonesia-bebas-sampah-2020/#respond Mon, 23 Feb 2015 04:53:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_event&p=7505 Bandung (Greeners) – Aksi “Bergerak untuk Indonesia Bebas Sampah 2020” yang digagas oleh Waste4Change berlangsung secara serentak pada tanggal 22 Februari 2015 kemarin di 23 titik yang tersebar di 20 […]]]>

Bandung (Greeners) – Aksi “Bergerak untuk Indonesia Bebas Sampah 2020” yang digagas oleh Waste4Change berlangsung secara serentak pada tanggal 22 Februari 2015 kemarin di 23 titik yang tersebar di 20 kota di seluruh Indonesia, termasuk Kota Bandung.

Puluhan komunitas peduli lingkungan turut ambil bagian dalam kegiatan ini, seperti Bike To Campus Bandung, Earth Hour Bandung, Bandung Clean Action, Indorunners, Greeneration, dan KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia).

Para peserta berkumpul di halaman SMAN 1 Bandung pukul 06.30 WIB. Mereka dibekali kantong sampah dan diberi pita biru untuk dipasang dipakaian masing-masing. Aksi dilanjutkan dengan memungut sampah dan sosialisasi mengenai program Indonesia Bebas Sampah 2020 di sepanjang lokasi car free day (CFD) Dago, Bandung. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 09.30 WIB.

Lika Lulu, team management Waste4Change regional Bandung mengatakan, aksi ini menjadi tonggak awal dalam menyukseskan program Indonesia Bebas Sampah 2020. “Dari sini, kami mengharapkan seluruh masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah yang baik dan benar mulai dari mengurangi, mengolah, dan memilah” ujarnya.

Lika menyatakan bahwa sosialisasi sadar lingkungan terhadap isu global seperti pengelolaan sampah dengan 3R (reduce, reuse, recycle) selama ini belum banyak yang mengetahui karena kurangnya sosialisasi secara langsung.

“Kami mengapresiasi seluruh peserta dari komunitas yang ikut dalam aksi ini. Keinginan kami untuk mewujudkan rasa kebersamaan antar komunitas agar tercapainya Indonesia Bebas Sampah 2020” ujarnya.

Sekitar 75 orang menjadi peserta dalam aksi ini dan semuanya terlihat antusias dan bersemangat. Salah seorang peserta mengaku berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin.

“Semoga di aksi berikutnya lebih terkoordinasi dan lebih banyak komunitas yang dapat bergabung,” ujar Vara Leoni, mahasiswi semester empat, jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Bandung.

(Agia)

Foto: M. Agus Rachmanto/Earth Hour Bandung

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/aksi/semangat-bandung-untuk-indonesia-bebas-sampah-2020/feed/ 0
SDN 03 Pagi Manggarai Pilot Project Modul Pembelajaran Tanggap Banjir https://www.greeners.co/berita/sdn-03-pagi-manggarai-pilot-project-modul-pembelajaran-tanggap-banjir/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sdn-03-pagi-manggarai-pilot-project-modul-pembelajaran-tanggap-banjir https://www.greeners.co/berita/sdn-03-pagi-manggarai-pilot-project-modul-pembelajaran-tanggap-banjir/#respond Mon, 10 Nov 2014 06:49:08 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=6376 Jakarta (Greeners) – Bencana banjir yang kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya, seperti perubahan iklim, intensitas curah hujan yang meningkat, maupun karena penyumbatan saluran […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bencana banjir yang kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya, seperti perubahan iklim, intensitas curah hujan yang meningkat, maupun karena penyumbatan saluran air atau pendangkalan sungai akibat sampah yang dibuang sembarangan.

Perilaku masyarakat juga dapat menyebabkan banjir. Sikap tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah rumah tangga yang belum maksimal membuat banjir dengan mudah merendam kawasan permukiman, kantor, juga sekolah.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Pagi Manggarai di Jakarta Selatan contohnya. Pada tahun 2007, Sekolah Dasar ini mengalami banjir hebat yang menenggelamkan hampir seluruh aset sekolah. Banjir yang juga melanda di sebagian besar wilayah Manggarai hingga Kampung Melayu tersebut mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Beruntung, pemerintah daerah saat itu cukup membantu dalam mengatasi masalah kerugian tersebut.

Meski dilarang, sebagian warga tetap memaksa mendirikan rumah di sempadan sungai. Selain mengganggu aliran air, kebiasaan membuang sampah langsung ke aliran sungai membuat daerah ini rawan banjir. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Meski dilarang, sebagian warga tetap memaksa mendirikan rumah di sempadan sungai. Selain mengganggu aliran air, kebiasaan membuang sampah langsung ke aliran sungai membuat daerah ini rawan banjir. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Dari bencana tersebut, PT AIG Insurance Indonesia bersama dengan Greeneration Indonesia dan Komunitas Ciliwung menjadikan SDN 03 Pagi Manggarai sebagai pilot project atau sekolah percontohan yang merupakan bagian dari program AIG bersama mitra dalam mengembangkan modul pembelajaran tanggap banjir yang dituangkan melalui sebuah video.

Presiden Direktur dan CEO AIG Indonesia, Jon Paul Jones, mengatakan, bahwa modul tersebut akan digunakan oleh para guru sekolah dasar dalam memberikan pengenalan dini bagi murid-muridnya mengenai siklus air hingga pencegahan banjir dan tanggap banjir.

“Kami (AIG) melihat bahwa pentingnya edukasi yang berkelanjutan mengenai pencegahan serta tanggap bencana khususnya pada banjir ini,” terang Jon saat ditemui oleh Greeners di Jakarta, Senin (10/11).

Mujiyatun, Kepala Sekolah SDN 03 Pagi Manggarai juga menyambut baik apa yang dilakukan pada sekolahnya. Ia berharap dengan dijadikannya SDN 03 Pagi Manggarai sebagai Sekolah Percontohan mampu meningkatkan kesadaran anak didiknya akan sampah dan menjaga kebersihan sungai.

Mujiyatun, Kepala Sekolah SDN 03 Pagi Manggarai, Jakarta Selatan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Mujiyatun, Kepala Sekolah SDN 03 Pagi Manggarai, Jakarta Selatan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ia mengaku, dirinya dan para guru di SDN 03 Pagi Manggarai selalu bekerja ekstra keras untuk memberikan pembelajaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Meskipun dukungan dari lingkungan tempat tinggal anak-anak didiknya tersebut sangat kotor dan terbiasa membuang sampah di sungai, namun dirinya dan para guru pantang menyerah untuk mendidik dan mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan kepada murid-muridnya.

“Mereka ini (anak-anak) berasal dari kalangan bawah yang tinggalnya hanya 2 meter di atas kali. Setiap hari selalu melihat orang tuanya membuang sampah di kali, jadi kami perlu bekerja ekstra untuk mendidik mereka,” ujarnya.

Eka Soeriyansyah dari Komunitas Ciliwung Bojong Gede mengungkapkan kalau momentum Hari Ciliwung yang sudah ketiga kalinya diadakan juga masih terus berusaha untuk mengumpulkan masyarakat sempadan sungai untuk bersama bergerak ke hilir untuk melawan masyarakat yang apatis terhadap masalah sungai.

“Kami menyebutnya konservasi tanpa batas dengan diawali dari perubahan gaya hidup dalam membuang sampah,” tutupnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/sdn-03-pagi-manggarai-pilot-project-modul-pembelajaran-tanggap-banjir/feed/ 0