hari hutan internasional - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/hari-hutan-internasional/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 23 Mar 2017 10:56:46 +0000 id hourly 1 Ini Empat Fungsi Hutan yang Harus Menjadi Perhatian Semua Pihak https://www.greeners.co/berita/empat-fungsi-hutan-harus-menjadi-perhatian-pihak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=empat-fungsi-hutan-harus-menjadi-perhatian-pihak https://www.greeners.co/berita/empat-fungsi-hutan-harus-menjadi-perhatian-pihak/#respond Thu, 23 Mar 2017 04:01:48 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16405 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, setidaknya terdapat empat fungsi hutan dan pohon di luar kawasan hutan yang harus menjadi perhatian semua pihak.]]>

Jakarta (Greeners) – Keberadaan hutan dan pohon di luar kawasan hutan memiliki arti penting untuk menopang kehidupan manusia dan lingkungannya. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, setidaknya terdapat empat fungsi hutan dan pohon di luar kawasan hutan yang harus menjadi perhatian semua pihak.

Pertama, hutan bisa menjadi sumber dari energi terbarukan. Dengan teknologi yang sesuai, energi dari kayu bersifat ramah lingkungan, berkelanjutan, dan secara ekonomis menguntungkan. Kedua, hutan sebagai sumber ekonomi hijau bagi masyarakat karena kehutanan diproyeksikan memiliki peranan yang semakin penting di dalam perkembangan ekonomi pedesaan.

Ketiga, mengoptimalkan kehidupan di area perkotaan melalui kegiatan penanaman tanaman kayu di lingkungan perkotaan. Dengan semakin banyaknya pohon ditanam di perkotaan, kesejukan udara dapat meningkat sehingga menghemat energi penggunaan air conditioner (AC).

“Keempat, pemanfaatan hasil dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan juga merupakan salah satu upaya mitigasi perubahan iklim sebagai pemenuhan target negara Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan target peningkatan konsumsi energi terbarukan sebanyak 23 persen di tahun 2025,” kata Siti Nurbaya, Jakarta, Rabu (22/03).

BACA JUGA: Penurunan Hutan Dramatis Terjadi 13 Tahun Belakangan

Menanggapi Hari Hutan Internasional (HHI) 2017 yang mengangkat tema “Hutan dan Energi”, Siti Nurbaya mengatakan kalau hutan juga memiliki fungsi sebagai sumber energi pemanas, bahan bakar nabati cair, dan peneduh yang dapat mengurangi kebutuhan energi. Ia menyatakan bahwa saat ini KLHK tengah mengkaji kawasan hutan produksi yang dapat digunakan sebagai areal hutan tanaman dengan jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber energi biofuel dan biomassa. Diantaranya yaitu tanaman sengon, nyamplung, akasia, kaliandra, kemiri.

“Indonesia memiliki cukup banyak sumber energi terbarukan (renewable energy). Setidaknya terdapat delapan sumber energi terbarukan yang dapat kita manfaatkan, seperti biofuel, biomassa, panas bumi, air, angin, matahari, gelombang laut dan pasang surut. Dari sumber-sumber energi tersebut, semuanya terkait langsung dengan keberadaan hutan dan lingkungan hidup,” ujar Siti Nurbaya.

Menurut Direktur Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) MS Sembiring, hutan memiliki peran penting dalam perkembangan Indonesia di masa depan. Fungsinya sebagai sumber energi alternatif secara perlahan dapat mengurangi konsumi bahan bakar fosil. Ditambah lagi dengan potensi sumber-sumber alam lain yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara dari sisi ekologi, hutan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi dampak bencana hidrologi dan juga menjadi bagian untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah pengelolaan hutan yang tepat. Pengelolaan hutan secara berkelanjutan sebagai upaya untuk mencapai Sustainable Development Goals dan Ekonomi Hijau,” ujar MS Sembiring.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Ubah Pola Perilaku Orangutan Tuanan

Untuk mengelola dan menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, ia menyatakan bahwa dibutuhkan peran generasi muda yang lebih masif agar hutan Indonesia bisa terjaga dan dimanfaatkan dengan baik dan bertanggungjawab.

Hingga 2030 nanti, jumlah anak-anak muda di Indonesia akan terus meningkat. Diperkirakan jumlah anak-anak muda produktif akan mencapai 180 juta orang. Menurut MS Sembiring, jumlah ini akan sangat bermanfaat baik secara ekonomi maupun konservasi. Upaya penyadartahuan kepada generasi muda perlu terus dilakukan sehingga pada akhirnya generasi muda akan peduli pada hutan dan lingkungan.

“Ratusan juta anak-anak muda ini memiliki potensi untuk mengelola hutan secara berkelanjutan dan mengembangkan sumber-sumber energi alternatif untuk mendukung pembangunan Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/empat-fungsi-hutan-harus-menjadi-perhatian-pihak/feed/ 0
Hari Hutan Internasional 2016, Tingkatkan Perbaikan Kehutanan Indonesia https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-2016-tingkatkan-perbaikan-kehutanan-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hari-hutan-internasional-2016-tingkatkan-perbaikan-kehutanan-indonesia https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-2016-tingkatkan-perbaikan-kehutanan-indonesia/#respond Tue, 22 Mar 2016 06:21:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13234 Hutan bagi Indonesia sangat berperan penting sebagai penopang fungsi ekologi, sosial dan ekonomi. Sayangnya, kondisi tutupan hutan telah rusak akibat penggundulan hutan yang terus terjadi.]]>

Jakarta (Greeners) – Hutan bagi Indonesia sangat berperan penting sebagai penopang fungsi ekologi, sosial dan ekonomi. Manusia, satwa dan fauna sangat bergantung pada banyak fungsi hutan, terutama terkait kebutuhan akan air yang menjadi salah satu kebutuhan dasar setiap makhluk hidup.

Sayangnya, kondisi tutupan hutan yang berfungsi sebagai tempat hidupnya keanekaragaman hayati dan penopang kehidupan ekologis, ekonomi, sosial dan manfaat kesehatan telah rusak akibat penggundulan hutan yang terus terjadi. Jumlah penggundulan hutan yang begitu besar menyebabkan peningkatan gas emisi rumah kaca sebesar 12 hingga 20 yang mendorong perubahan iklim.

Satyawan Pudyatmoko, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta mengatakan bahwa saat ini hutan Indonesia masih membutuhkan banyak pembenahan, apalagi jika ingin memelihara siklus hidrologi. Banyak wilayah-wilayah yang semestinya menjadi kawasan tangkapan air telah berubah fungsi menjadi kawasan non-hutan, seperti perkebunan maupun pertanian.

“Ini yang sedang terjadi dengan hutan kita. Jika ingin memelihara siklus hidrologi yang baik, hutan di Indonesia itu memang masih banyak memerlukan pembenahan. Banyak kawasan-kawasan yang semestinya menjadi daerah tangkapan air, terutama di wilayah pegunungan dan kawasan karst, telah rusak atau berubah dari hutan menjadi non hutan (perkebunan),” katanya saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Senin (21/03).

Menurut Satyawan, beberapa wilayah telah mengalami krisis ekologi, seperti yang terjadi di banyak daerah pegunungan di Jawa. Misalnya, wilayah pegunungan Dieng, Merapi, Merbabu, Sindoro sumbing, Lawang Mangu maupun Gunung lawu. Defisit air di wilayah Jawa sendiri, lanjutnya,  sudah cukup kritis terutama di musim kemarau. Jika kejadian kekeringan yang terjadi pada musim kemarau tahun lalu tidak ingin terulang, ia menyarankan kepada pemerintah agar segera memperbaiki kondisi tutupan hutan di wilayah pegunugan sesegera mungkin.

Selain wilayah pegunungan, terus Satyawan, peralihan fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan monokultur di banyak daerah luar Jawa juga menjadi faktor penyebab krisis kekeringan. Hal ini disebabkan karena perkebunan monokultur mengonsumsi air di dalam tanah dengan cara yang luar biasa. Kondisi ini juga sering menyebabkan wilayah gambut menjadi kering dan pada akhirnya mudah terbakar.

“Ibarat robot. Tumbuhan monokultur itu menyedot air dengan sangat luar biasa. Boros dan sangat merugikan,” tambahnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan bahwa untuk kawasan-kawasan yang telah terlanjur beralih fungsi, saat ini sedang dilakukan penelitian dan penyidikan karena banyak dari izin konsesinya diberikan pada masa pemerintahan terdahulu.

“Itu yang saya bilang lagi dikoreksi kebijakannya. Itu semua kan berasal dari kebijakan-kebijakan masa lalu yang terjadi dan kita kurang kontrol. Kita kasih izin tetapi tidak kita kontrol. Sebenarnya itukan ada parameternya, ada catatan-catatannya dan ada regulasi. Itu yang kita sedang kerjakan sekarang,” tutupnya.

Sebagai informasi, tanggal 21 Maret dirayakan sebagai Hari Hutan Dunia yang pada tahun ini mengusung tema hutan dan air. PBB merayakan Hari Hutan Dunia secara internasional sebagai International Day of Forest. Tahun ini, PBB ingin meningkatkan kesadaran bagaimana hutan menjadi kunci dalam pemasok air tawar dunia yang sangat penting untuk kehidupan.

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-2016-tingkatkan-perbaikan-kehutanan-indonesia/feed/ 0
Hari Hutan Internasional, KLHK Ajak Masyarakat Tanam Pohon https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-klhk-ajak-masyarakat-tanam-pohon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hari-hutan-internasional-klhk-ajak-masyarakat-tanam-pohon https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-klhk-ajak-masyarakat-tanam-pohon/#respond Tue, 24 Mar 2015 05:42:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8279 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional yang dirayakan setiap tanggal 21 Maret, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengaku sangat berkomitmen terhadap pengurangan laju deforestasi hutan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional yang dirayakan setiap tanggal 21 Maret, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengaku sangat berkomitmen terhadap pengurangan laju deforestasi hutan di Indonesia. Terlebih, Presiden Joko Widodo juga telah berkomitmen untuk melanjutkan upaya pengurangan emisi sebesar 26 persen hingga tahun 2020.

Oleh karena itu, untuk kembali menghutankan Indonesia, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Bedjo Santoso pun mengajak masyarakat untuk ikut dalam kegiatan menanam pohon dimanapun masyarakat berada dan turut pula dalam melestarikan hutan tersebut.

“Mari kita galakan gerakan menanam pohon di lingkungan kita masing-masing karena jika pohon itu dirawat maka ia akan dapat berkontribusi terhadap penurunan tingkat emisi gas rumah kaca secara global,” jelasnya di Jakarta, Senin (23/03).

Dalam rangka merayakan Hari Hutan Internasional tersebut pula, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan beberapa pihak menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon di kawasan kampus Universitas Indonsia, Depok pada tanggal 28 Maret 2015 mendatang.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perubahan Iklim Universitas Indonesia, Jatna Supriatna mengatakan kalau kegiatan penanaman Hutan Kota di Universitas Indonesia tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap implementasi UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai dengan apa yang ditargetkan oleh Pemerintah Kota, yaitu 30 persen RTH dari luas wilayah kota.

Selain itu, pemilihan lokasi penanaman di Hutan Kota Universitas Indonesia, menurut Jatna, juga dipandang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan Hutan Kota sebagai wahana rekreasi dan pendidikan lingkungan bagi masyarakat terutama pelajar. Ditambah lagi, Hutan Kota Universitas Indonesia termasuk salah satu hutan kota terbaik yang ada di Jakarta.

“Nantinya ada empat sekolah yang akan ikut terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Sekolah Citra Alam Ciganjur, Sekolah Alam Indonesia Cipedak, Sekolah Semut-Semut dan Sekolah Dasar Ricci II, Bintaro. Mereka akan berperan dalam penanaman dan perawatan hutan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Program Pelestarian dan Pemanfaatan Berkelanjutan Yayasan Kehati, Teguh Triono, menyatakan, dengan melibatkan generasi muda dalam mengenalkan keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan maka para generasi tua nantinya akan mampu menitipkan harapan terhadap kelestarian hutan tersebut terhadap mereka.

“Nanti akan ada lebih dari 60 jenis pohon yang sudah besar untuk ditanam. Ada pohon meranti dan beberapa jenis buah langka seperti kemang, kepel, kupa gowok dan banyak lainnya. Ini akan sangat bermanfaat bagi penyerahan estafet pelestarian hutan kepada generasi muda untuk masa mendatang,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam penyelenggaraan kegiatan penanaman pohon di Hutan Kota Universitas Indonesia pada tanggal 28 Maret 2015 nanti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga bekerjasama dengan Universitas Indonesia, Yayasan Kehati, Garuda Indonesia, GIZ-Forclime, Multistakeholder Forestry Programme, Korea-Indonesia Forest Center, Perum Perhutani dan I-Radio.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-klhk-ajak-masyarakat-tanam-pohon/feed/ 0