Hari Lingkungan Hidup 2015 - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/hari-lingkungan-hidup-2015/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 22 Jan 2021 05:19:17 +0000 id hourly 1 Menteri Siti Nurbaya Desak Aksi Global untuk Selamatkan Bumi https://www.greeners.co/berita/menteri-siti-nurbaya-desak-aksi-global-untuk-selamatkan-bumi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menteri-siti-nurbaya-desak-aksi-global-untuk-selamatkan-bumi https://www.greeners.co/berita/menteri-siti-nurbaya-desak-aksi-global-untuk-selamatkan-bumi/#respond Tue, 16 Jun 2015 08:55:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9688 Bandung (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa saat ini, bumi telah dihuni oleh sekitar 7,2 milyar jiwa. Untuk itu pastinya diperlukan sumberdaya alam yang […]]]>

Bandung (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa saat ini, bumi telah dihuni oleh sekitar 7,2 milyar jiwa. Untuk itu pastinya diperlukan sumberdaya alam yang besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sebagai perwujudan kesejahteraan, melalui kegiatan konsumsi dan produksi dalam kehidupan sehari-hari.

“Sedangkan kita tahu, kebutuhan konsumsi dan produksi tersebut dapat menimbulkan tekanan yang besar pada keberlanjutan sumberdaya alam dan kualitas lingkungan hidup kita,” jelas Siti kepada Greeners saat ditemui usai memberikan penghargaan lingkungan Raksa Prasada di Bandung, Sabtu (13/06).

Kajian dari Badan Lingkungan Hidup Dunia milik PBB atau United Nations Environment Programme (UNEP), lanjut Siti, sudah mengindikasikan bahwa saat ini tingkat konsumsi penduduk global telah melebihi tingkat pasokan sumberdaya alam yang tersedia di bumi, diiringi kualitas lingkungan hidup yang cenderung menurun di banyak negara termasuk Indonesia.

Untuk itu, terang Siti lagi, aksi global mendesak perlu segera dilakukan seperti perubahan pola konsumsi dan produksi menuju hemat sumberdaya, berkualitas lebih baik, dan melindungi lingkungan hidup. Upaya ini akan menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi hijau yang lebih berkualitas yang melibatkan semua lapisan masyarakat menuju pembangunan berkelanjutan.

Sebagai langkah konkrit di daerah, ia meneruskan, sejak tahun 2015 KLHK mengajak instansi pemerintah daerah untuk mengembangkan kebijakan serta pelaksanaan yang ramah lingkungan, baik dalam bentuk barang ataupun jasa di masing-masing instansi untuk memberikan keteladanan. KLHK juga telah menyediakan mekanisme dan informasi publik tentang produk ramah lingkungan yang telah diverifikasi.

“Kekuatan sumberdaya hutan, khususnya dalam pemerintahan saat ini menjadi penting sebagai sumber kesejahteraan masyarakat yang akan dikembangkan dalam berbagai skema Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Desa dan Hutan Rakyat Pola Kemitraan. Semua itu ditujukan untuk kesejahteraan yang harus kita raih bagi masyarakat, bagi bangsa kita yang harus terus menapak maju,” tukasnya.

Sebagai informasi, tema Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia ke-43 pada tahun ini adalah “Seven Billion Dreams, One Planet, Consume with Care“. Tema global ini merujuk pada agenda Sustainable Consumption and Production (SCP) yang telah disepakati dalam Konferensi Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20) pada bulan Juni 2012 lalu.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan tema “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Dunia” sebagai tema besar memperingati Hari Lingkungan Hidup 2015.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/menteri-siti-nurbaya-desak-aksi-global-untuk-selamatkan-bumi/feed/ 0
Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5, Reuni di Etape Terakhir https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-reuni-di-etape-terakhir/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-reuni-di-etape-terakhir https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-reuni-di-etape-terakhir/#respond Mon, 15 Jun 2015 05:03:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9678 Bali (Greeners) – Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5 kini memasuki etape 7 atau etape terakhir dengan jarak tempuh 110 kilometer dari Candi Dasa menuju Denpasar. Etape terakhir ini pun […]]]>

Bali (Greeners) – Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5 kini memasuki etape 7 atau etape terakhir dengan jarak tempuh 110 kilometer dari Candi Dasa menuju Denpasar. Etape terakhir ini pun menjadi pengantar perpisahan bagi sesama Srikandi.

“Tim 21 Srikandi mengenakan jersey motif barong yang sangat keren dengan tampilan yang ‘Bali’ sekali,” ungkap Koordinator Srikandi sekaligus Humas” Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5, Seklie Patyuniestri melalui surat elektronik kepada Greeners, Kamis (11/06/2015).

Pukul 08.37 WITA, tim Srikandi mulai bergerak meninggalkan penginapan. Pada etape ini, kondisi rute yang dijalani di daerah Bali tidak jauh berbeda dengan yang sudah dijalani di Nusa Tenggara Barat, yaitu jalanan rolling didominasi jalan menanjak. Bedanya, kondisi kiri-kanan jalan terdapat pohon-pohon berukuran raksasa yang rindang. Bangunan-bangunan pun menarik perhatian dengan percampuran unsur modern dengan arsitektur etnik Bali.

Setelah 20,7 kilometer, tim Srikandi sempat menjalani rute yang salah. Tim patwal yang bertugas mengiringi rombongan justru mengambil jalur yang salah sehingga seluruh rombongan harus berputar arah. Kejadian ini pun terulang kembali untuk kedua kalinya, namun kali ini tim tidak harus memutar terlalu jauh.

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Setelah 15 menit beristirahat di kantor BNI, tim Srikandi kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 10.26 WITA. Sepanjang 10 kilometer ke depan, para pesepeda perempuan ini menghadapi jalanan menanjak dan matahari yang bersinar terik.
Setelah menempuh jarak 49,7 kilometer dari titik start, tim Srikandi berhenti untuk istirahat di sebuah rumah makan. Di tempat tersebut, tim Srikandi bertemu dengan tiga orang pesepeda yang sebelumnya pernah menjadi tim Srikandi. Mereka adalah Krisna asal Bali, Darna asal Makassar, dan Anti asal Mamuju.

“Terharu rasanya melihat persaudaraan dari Srikandi sebelumnya yang dengan senang hati dan penuh semangat meluangkan waktu untuk menyambut kami dan ikut mengiringi naik sepeda bersama tim 21 Srikandi,” ujarnya.

Usai makan siang, tim Srikandi bergerak menuju Ubud yang memiliki jalanan sempit dan padat. Di Ubud, Ketua Bike to Work Indonesia Toto Sugito dan perwakilan dari Kedutaan Besar Denmark Pernille dan Hanna sudah menanti rombongan 21 Srikandi. Mereka semua mengiringi tim Srikandi dari Ubud menuju Denpasar.

Perjalanan dari Ubud menuju Denpasar cenderung menurun dan flat, tapi matahari kurang bersahabat dengan panasnya yang membakar kulit. Rombongan Srikandi akhirnya mencapai titik KM 0 Denpasar di Lapangan Puputan.

Dari sana tim 21 Srikandi menuju Kantor Gubernur Bali dan diterima oleh Wakil Gubernur Bali yang diwakili oleh Bapak Asisten II, Perwakilan dari KPP&PA, Perwakilan dari KLHK, juga Wakil Gubernur Sulawesi Barat berserta Istri yang datang untuk memberikan dukungan kepada Srikandi asal Mamuju yang juga merupakan staff dari Wagub Sulbar.

“Terimakasih atas doa dan dukungan semua pihak untuk terselenggaranya kegiatan kami ini. Semoga kami dapat terus mengorbanan semangat juang perempuan pahlawan dalam setiap aspek kehidupan demi masa depan yang cerah bagi generasi yang akan datang, demi bangsa Indonesia yang sehat dan merdeka. Padamu Ibu Pertiwi, jiwa dan ragaku,” pungkas Seklie.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-reuni-di-etape-terakhir/feed/ 0
Pemprov Jabar Berikan Penghargaan Raksa Prasada https://www.greeners.co/berita/pemprov-jabar-berikan-penghargaan-raksa-prasada/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemprov-jabar-berikan-penghargaan-raksa-prasada https://www.greeners.co/berita/pemprov-jabar-berikan-penghargaan-raksa-prasada/#respond Sun, 14 Jun 2015 06:01:30 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9662 Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan Raksa Prasada kepada 167 sekolah kategori sekolah berbudaya lingkungan.]]>

Bandung (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2015, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan Raksa Prasada, yaitu penghargaan di bidang lingkungan hidup kepada 167 sekolah kategori sekolah berbudaya lingkungan. Selain itu, lima pemerintah Kabupaten/Kota juga menerima penghargaan yang sama dengan kategori penyusun status lingkungan hidup daerah.

Kegiatan yang diadakan di pelataran Gedung Sate dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar ini bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen dan aksi pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.

Dalam sambutannya, Siti mengapresiasi pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menegaskan kembali komitmennya untuk mengelola dan melindungi lingkungan hidup. Hal ini bisa dilihat dari penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) setelah ditetapkannya rencana aksi perbaikan DAS Citarum sepanjang 20 kilometer sebagai solusi mengurangi beban pencemaran air di DAS Citarum.

“Dalam pengendalian pencemaran udara, Pemprov Jawa Barat juga telah memasang alat pemantau kualitas udara atau Continuous Air Quality Monitoring System (CAQM) di beberapa kota. Ini bagus karena dapat dengan mudah dan cepat melakukan pengendalian pencemaran udara sesuai dengan kondisi setempat,” ujarnya di Gedung Sate Bandung, Sabtu (13/06/2015).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menegaskan kembali komitmennya untuk mengelola dan melindungi lingkungan hidup melalui pemberian penghargaan Raksa Prasada. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menegaskan kembali komitmennya untuk mengelola dan melindungi lingkungan hidup melalui pemberian penghargaan Raksa Prasada. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar juga menyatakan bahwa saat ini Jawa Barat juga tengah mengejar program pengelolaan lingkungan yang salah satunya adalah green province atau provinsi hijau. Targetnya adalah mengembalikan jumlah tutupan hutan minimal 45 persen.

“Oleh karena itu, sangat dibutuhkan peran masyarakat dalam memenuhi target ini karena ini adalah upaya yang sangat besar yang harus dipenuhi untuk keberlangsungan hidup kita juga,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPLHD Jawa Barat, Anang Sudarna juga menyampaikan laporan bahwa kondisi lingkungan hidup di Jawa Barat sebenarnya masih sangat memprihatinkan. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan tataguna lahan dan pencemaran lingkungan.

“Banyak yang masih harus dilakukan dan ini tidak bisa kalau hanya bergerak sendiri. Dibutuhkan kerjasama dari semua pihak dan elemen masyarakat,” ujar Anang.

Anang juga berharap Pemerintah Pusat dan Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan komunitas masyarakat dapat meningkatkan edukasi yang berfokus pada efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan sumberdaya alam, pola hidup hemat sumberdaya seperti kegiatan pengurangan timbunan sampah, pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Serta ya tentu saja pola pengembangan kebijakan alokasi dan eksplorasi serta pemanfaatan sumberdaya lahan, hutan, dan tambang yang tepat dan dalam keseimbangan prinsip-prinsip ekosistem sangat diperlukan,” tukasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pemprov-jabar-berikan-penghargaan-raksa-prasada/feed/ 0
Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5 Sempatkan Bakti Sosial di Etape 6 https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-sempatkan-bakti-sosial-di-etape-6/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-sempatkan-bakti-sosial-di-etape-6 https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-sempatkan-bakti-sosial-di-etape-6/#respond Sun, 14 Jun 2015 05:41:13 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9657 Lombok Barat (Greeners) – Touring sepeda dalam “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 sudah memasuki etape ke 6. Pada etape ini, tim Srikandi tidak hanya mengampanyekan penggunaan sepeda, namun juga […]]]>

Lombok Barat (Greeners) – Touring sepeda dalam “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 sudah memasuki etape ke 6. Pada etape ini, tim Srikandi tidak hanya mengampanyekan penggunaan sepeda, namun juga bakti sosial dalam rangka pengobatan umum dan penjaringan suspek intoksikasi merkuri di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Tim Srikandi memulai etape 6 pada pukul 06.23 WITA. Setelah 20 kilometer mengayuh sepeda, para pesepeda perempuan ini harus menempuh tanjakan terjal sejauh 1 kilometer. Berkat stamina tubuh yang terjaga membuat 21 Srikandi berhasil menuntaskan tanjakan tersebut dengan baik.

Pada pukul 8.20 WITA, tim Srikandi tiba di lokasi bakti sosial di Kecamatan Sekotong. Sekotong merupakan daerah di Lombok Barat yang terimbas merkuri akibat adanya pertambangan emas skala kecil. Tim Srikandi berada di Puskesmas Sekotong untuk membantu pelaksanaan kegiatan bakti sosial yang merupakan hasil kerjasama antara Srikandi Inspirasi Bagi Negeri, Bali Focus Foundation dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat.

“Kebetulan, salah satu Srikandi sehari-harinya bekerja di klinik sehingga sudah terbiasa membaca resep dan memberikan obat kepada pasien,” jelas Koordinator Srikandi sekaligus Humas “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5, Seklie Patyuniestri, Rabu (10/06/2015).

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri bersama Bali Focus Foundation dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat mengadakan bakti sosial bagi warga Sekotong. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri bersama Bali Focus Foundation dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat mengadakan bakti sosial bagi warga Sekotong. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Usai melakukan bakti sosial, tepat pukul 12.00 WITA, tim Srikandi kembali mengayuh sepeda. Kali ini, kontur jalan yang menurun memudahkan para Srikandi memacu sepeda mereka. “Track yang tadi pagi adalah tanjakan yang menguras tenaga, kali ini dapat bonus berupa turunan yang menyenangkan,” ungkap Seklie melalui pesan elektronik kepada Greeners.

Hanya dalam waktu 1 jam 3 menit, tim Srikandi mencapai Pelabuhan Lembar, Lombok untuk menyeberang ke Pulau Bali. Begitu tiba di Pelabuhan Padang Bai, Bali, waktu sudah menunjukan pukul 17.50 WITA. Hingga satu jam kemudian, tim Srikandi masih bertahan di pelabuhan karena menunggu tim patroli dan pengawalan (patwal) yang rencananya akan mengiringi perjalanan mereka.

“Akhirnya, tim teknis 21 Srikandi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa pengawalan. Tim motor pendukung diminta untuk berada di depan, berfungsi seperti patwal,” jelasnya.

Ternyata, lanjut Seklie, penginapan yang dituju tim Srikandi tidak terlalu jauh dari pelabuhan. Tim 21 Srikandi menempuh jarak 14 kilometer dengan perlahan menembus kegelapan karena beberapa Srikandi tidak menggunakan lampu di sepedanya.

“Di tengah perjalanan, barulah mobil patwal bergabung bersama rombongan setelah berpapasan jalan. Pukul 19.34 WITA, tim 21 Srikandi tiba di Kelapa Mas Homestay, penginapan yang dipersiapkan untuk tim Srikandi malam ini. Tim Srikandi senang telah tiba di Bali tapi harus segera beristirahat untuk mengayuh pedal esok hari di etape terakhir,” pungkasnya.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-sempatkan-bakti-sosial-di-etape-6/feed/ 0
Etape ke Lima, “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Ditemani Duta Besar Norwegia https://www.greeners.co/aksi/etape-ke-lima-srikandi-inspirasi-bagi-negeri-ditemani-duta-besar-norwegia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=etape-ke-lima-srikandi-inspirasi-bagi-negeri-ditemani-duta-besar-norwegia https://www.greeners.co/aksi/etape-ke-lima-srikandi-inspirasi-bagi-negeri-ditemani-duta-besar-norwegia/#respond Sat, 13 Jun 2015 10:49:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9649 Lombok Utara (Greeners) – Etape ke lima perjalanan tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 diakui sebagai perjalanan yang paling istimewa. Bagaimana tidak, pada etape ke lima ini, tim Srikandi […]]]>

Lombok Utara (Greeners) – Etape ke lima perjalanan tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 diakui sebagai perjalanan yang paling istimewa. Bagaimana tidak, pada etape ke lima ini, tim Srikandi ditemani oleh Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik beserta istri dan teman-teman komunitas sepeda setempat yang ikut bersepeda bersama.

Koordinator Srikandi yang juga Humas dari kegiatan “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5, Seklie Patyuniestri kepada Greeners menceritakan bahwa etape kali ini, 21 Srikandi akan bersepeda dari Pemenang, Lombok Utara hingga Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan estimasi jarak sejauh 56 kilometer. Rute yang akan dijalani akan melewati jalur menanjak dan menurun yang cukup banyak.

“Namun dengan rute seperti itu, tidak akan terasa karena yang pasti rombongan akan disajikan dengan pemandangan yang luar biasa cantik sepanjang pantai,” jelasnya, Selasa (9/06/2015).

Rombongan “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 sendiri memulai perjalanan etape ke lima pada pukul 08.11 WITA dan dihadang oleh jalur menanjak. Namun, karena perjalanan kali ini telah memasuki hari ke lima dan kekompakan tim serta kualitas bersepeda yang terus terasah, jalur menanjak sepanjang 10 kilometer dapat di”dilahap” dengan sempurna.

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Selanjutnya, di KM 10,8, cerita Seklie lagi, tim 21 Srikandi berkesempatan mengunjungi Autore Pearl Culture di Teluk Nara, Lombok. Autore Pearl Culture adalah sebuah peternakan dan pengembangbiakan kerang mutiara untuk diambil mutiaranya dan dijual sebagai perhiasan.

“Di sana, tidak hanya para Srikandi tapi juga Duta Besar Norwegia dan Istri bahkan anak-anaknya sangat excited melihat dan mendengarkan Francesco Bruno, pemilik Autore Pearl Culture tentang proses pengembangbiakkan kerang mutiara ini,” lanjut Seklie.

Francesco menjelaskan, terang Seklie, bahwa untuk menghasilkan satu buah mutiara dibutuhkan waktu sampai enam tahun. Mulai dari mencari kerang jantan dan betina untuk dijadikan induk. Setelah itu menunggu kerang-kerang hasil reproduksi tadi hingga cukup umur untuk dimasukkan nukleus yang nantinya akan menjadi mutiara yang sempurna.

“Dari proses panjang itu, maka tidak heran harga mutiara sangat mahal, karena memang melalui proses kerja yang rumit dan lama,” tuturnya.

Selain itu, demi menjaga kelestarian laut, Francesco juga menjelaskan bahwa perusahaanya tidak segan-segan mengeluarkan dana yang besar untuk menjaga kualitas mutiaranya, juga untuk untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di laut. Bahkan air laut yang digunakan dalam laboratoriumnya sebelum dibuang kembali ke laut terlebih dahulu diolah agar tidak mencemari laut, bahkan lebih bersih dibandingkan sebelum melewati pengolahan.

Setelah puas menjajaki kerang-kerang di Autore Pearl Culture, kata Seklie, tim Srikandi kembali melanjutkan perjalanan. Pada KM ke 20, tim Srikandi akhirnya memasuki Kota Tua Ampenan, Mataram. Di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, para pesepeda perempuan ini disambut oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Bapak Tajudin Erfandi selaku Staff Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ibu Ir. Baiq Rahmayati, MSi selaku Kepala Museum Negeri NTB, kemudian hadir juga Mr. Stig Traavik Duta Besar Norwegia untuk Indonesia yang telah bersepeda bersama tim 21 Srikandi, serta beberapa media yang meliput.

“Setelah temu media selesai, seluruh tamu undangan, tim 21 Srikandi dan teman-teman media menikmati maka siang bersama yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon dari Srikandi dan juga dari BNI 46 kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat secara simbolik untuk kemudian dilakukan penanaman di beberapa wilayah di NTB. Setelah itu tim 21 Srikandi dan kru bergerak ke hotel tempat kami bermalam,” tukasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/etape-ke-lima-srikandi-inspirasi-bagi-negeri-ditemani-duta-besar-norwegia/feed/ 0
Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5, Hadapi Etape 4 Tanpa Seremoni https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-hadapi-etape-4-tanpa-seremoni/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-hadapi-etape-4-tanpa-seremoni https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-hadapi-etape-4-tanpa-seremoni/#respond Sat, 13 Jun 2015 01:00:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9642 Labuan Pandan (Greeners) – Touring sepeda tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 memasuki etape ke empat pada Senin (08/06/2015). Pada etape ini, 21 Srikandi menempuh rute Labuan Panjang – […]]]>

Labuan Pandan (Greeners) – Touring sepeda tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 memasuki etape ke empat pada Senin (08/06/2015). Pada etape ini, 21 Srikandi menempuh rute Labuan Panjang – Pemenang dengan jarak 94,9 kilometer.

Pukul 06.58 WITA, tim Srikandi bertolak meninggalkan hotel dan memulai touring tanpa upacara pelepasan atau iringan komunitas sepeda lokal seperti hari-hari sebelumnya. Awal perjalanan pun terasa cukup berat bagi 21 Srikandi karena mereka harus mengayuh di jalanan menanjak sepanjang 5 kilometer. Rute lurus sepanjang lebih kurang 12 kilometer berikutnya membuat tim pesepeda perempuan ini sedikit lega sebelum menjalani track rolling.

Di perbatasan Lombok Timur – Lombok Utara, para Srikandi harus menghadapi turunan curam serta tanjakan terjal. Meski kontur jalan yang naik turun, namun letak jalur yang berada di pinggir pantai menyuguhkan pemandangan pantai dan laut yang indah.

Beberapa meter sebelum tiba di lokasi istirahat, seorang anggota Srikandi mengalami kram dan terpaksa di evakuasi. Tim Srikandi akhirnya beristirahat di Mesjid Kuno Bayan Beleq, sekitar 47 kilometer dari titik start. Usai makan siang, para Srikandi berkesempatan mengelilingi lokasi Mesjid Kuno Bayan Beleq ditemani pemandu wisata setempat.

Mesjid Bayan Beleq didirikan tahun 1600. Di tempat inilah cikal bakal agama Islam masuk dan berkembang di Lombok Utara. Ada enam makam para pengikut Muhammadiyah yang mengelilingi Mesjid ini. Masjid yang berada di lahan dengan luas 1 hektar 29 are ini memiliki luas bangunan 10×10 meter. Tiang pancangnya terbuat dari kayu sentagori dan lantainya masih tanah. Masjid ini kini hanya difungsikan pada saat-saat tertentu seperti shalat tarawih berjemaah, perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Perjalanan wisata kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi perajin tenun. Di lokasi ini, para Srikandi dapat melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun dan kerajinan tangan khas Lombok Utara.

Usai berwisata, 21 Srikandi kembali melanjutkan touring. Kali ini, turunan sepanjang 5 kilometer dengan matahari yang bersinar terik menyambut para Srikandi. Namun, bukan Srikandi namanya jika menyerah dalam perjalanan yang penuh dengan rintangan.

Tim Srikandi sempat beristirahat sekali lagi sebelum akhirnya tiba di lokasi tujuan, Hotel Medana Bay Marina. Tanpa membuang waktu, beberapa Srikandi dan kru langsung menceburkan diri dan bermain air di pantai. Di penghujung hari, tim Srikandi mendapat jamuan makan malam dan bertemu dengan Bupati Lombok Utara.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-hadapi-etape-4-tanpa-seremoni/feed/ 0
Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5, Tantangan Menggempur Srikandi di Etape 3 https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-tantangan-menggempur-srikandi-di-etape-3/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-tantangan-menggempur-srikandi-di-etape-3 https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-tantangan-menggempur-srikandi-di-etape-3/#respond Fri, 12 Jun 2015 01:30:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9619 Sumbawa Besar (Greeners) – Tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 sudah memasuki etape 3. Dalam etape ini, 21 pesepeda perempuan akan menyusuri Sumbawa Besar hingga Pelabuhan Pototano sepanjang 98 […]]]>

Sumbawa Besar (Greeners) – Tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 sudah memasuki etape 3. Dalam etape ini, 21 pesepeda perempuan akan menyusuri Sumbawa Besar hingga Pelabuhan Pototano sepanjang 98 kilometer. Dari titik tersebut, mereka menyeberang dengan kapal Ferry ke Pelabuhan Khayangan dan meneruskan mengayuh sepeda sepanjang 20 kilometer menuju hotel sebagai titik akhir etape 3.

Pada Minggu (07/06/2015), tim Srikandi dilepas oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa. Namun, etape ke tiga baru dimulai setelah para Srikandi mengunjungi Istana Dalam Loka, yaitu Istana Kerajaan Sumbawa Besar. Tepat pukul 08.41 WITA, tim Srikandi akhirnya memulai etape 3 dengan diiringi komunitas sepeda setempat, Sabic.

Perjalanan mulai terasa berat pada kilometer 11 dengan jalanan yang menanjak. Hawa panas dan angin kencang menerpa para Srikandi di jalur ini, namun para perempuan tangguh ini tidak mengeluh. Setelah berjuang menghadapi tanjakan, 21 Srikandi mendapat kesempatan untuk menikmati kelapa muda di pinggir pantai di kilometer 24. Setelah beristirahat selama kurang lebih 30 menit, tim Srikandi kembali ke atas sadle dan kembali menerjang panas dan jalanan menanjak pada kilometer 45.

Akhirnya, jalanan berubah menjadi halus dan rata pada kilometer 50. Pada titik ini, rombongan pengiring semakin besar dengan bergabungnya rekan-rekan pesepeda dari UCC. Sayang, jalanan kembali tidak bersahabat selepas kilometer 50 dengan adanya beberapa spot jalan rusak yang harus dihindari.

Insiden pun terjadi ketika menghadapi KM 58. Yuni, peserta asal Batam, terjatuh ketika berusaha menghindari sebuah lubang. Jatuhnya Yuni dari atas sepeda mengakibatkan dua Srikandi yang berada di belakangnya juga terjatuh. Yuni terpaksa dievakuasi karena lututnya terkena benturan sehingga tim paramedis menyarankan Yuni untuk sementara di mobil ambulance.

Saat menjelang tengah hari, matahari justru tertutup awan sehingga satu tantangan berkurang bagi 21 Srikandi. Cuaca teduh membuat kayuhan sepeda menjadi sedikit lebih bersemangat. Terlebih lagi ketika mencapai titik KM 63 ada beberapa teman dari komunitas setempat lain yang sudah menunggu dan siap bergabung mengiringi 21 Srikandi.

Tibalah waktunya bagi tim Srikandi menikmati santap siang di BNI Alas pada kilometer 74. Tak hanya itu, Bapak Camat Kecamatan Alas turut memberi sambutan atas kedatangan mereka.

“Saya malu melihat ibu-ibu dan mbak-mbak ini karena sampai sekarang saya belum pernah bikin komunitas sepeda. Dengan kedatangan Srikandi ke sini, saya terinspirasi untuk bikin komunitas sepeda Arjuna, nanti pakai seleksi juga,” ujarnya pada sambutan tersebut.

Pukul 14.43 WITA, tim Srikandi tiba di Pelabuhan Poto Tano di KM 98. Kebaikan hati pun diterima oleh tim Srikandi dan tim dari ASDP dengan diberikannya harga gratis. Perjalanan ferry ini memakan waktu sekitar 1 jam 50 menit. Waktu di kapal dimanfaatkan untuk tidur oleh sebagian besar Srikandi.

Walau tidak mendapat pengawalan dan sedikit rasa takut, tim Srikandi berhasil melalui jalur sempit dan ramai dengan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Ke 21 pesepeda perempuan ini tiba di Hotel Tunjung Biru, pada pukul 18.13 WITA dengan total jarak 118 kilometer.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-tantangan-menggempur-srikandi-di-etape-3/feed/ 0
Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5, Jalani Etape I dengan Waktu Terbatas https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-jalani-etape-i-dengan-waktu-terbatas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-jalani-etape-i-dengan-waktu-terbatas https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-jalani-etape-i-dengan-waktu-terbatas/#respond Thu, 11 Jun 2015 07:06:41 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9604 Bima (Greeners) – Etape pertama touring bagi 21 pesepeda perempuan yang tergabung dalam “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 akhirnya tiba. Upacara pelepasan yang dilangsungkan pada Jumat (05/06/2015) pagi, dihadiri […]]]>

Bima (Greeners) – Etape pertama touring bagi 21 pesepeda perempuan yang tergabung dalam “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 akhirnya tiba. Upacara pelepasan yang dilangsungkan pada Jumat (05/06/2015) pagi, dihadiri oleh pejabat teras setempat. Walikota Bima, M. Qurais. H. Abidin beserta jajarannya, Rudy Purboyo selaku Staff Ahli Menteri Bidang Komunikasi Pembangunan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pimpinan BNI 46 Cabang Bima, dan komunitas setempat turut hadir dalam acara pelepasan tersebut.

Dalam acara tersebut, disampaikan sambutan dari Men PP&PA, Yohana Yembise yang diwakilkan oleh Staff Ahli Menteri KPP&PA. Yohana menyatakan penghargaan atas inisiatif Srikandi yang tergabung dalam Bike to Work (B2W) Indonesia dalam mengangkat citra dan kiprah perempuan Indonesia yang peduli lingkungan. Ia juga mengutip kata-kata dari Sekretaris Jenderal PBB bahwa “Tidak ada alat yang efektif dalam pembangunan selain pemberdayaan perempuan.”

Usai sambutan, bendera tanda dimulainya etape pertama akhirnya dikibarkan pukul 07.20 WITA. Tim 21 Srikandi bersepeda dengan diringi Wakil Bupati Bima dan sejumlah pesepeda dari komunitas sepeda lokal hingga batas kota. Tim Srikandi sempat berhenti sejenak untuk melakukan secara simbolik penanaman 20.000 pohon mangrove sebagai perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Etape pertama ini terbilang pendek namun penuh tantangan karena tekanan waktu. Tim Srikandi diberitahu malam sebelumnya untuk tiba di Dompu pada pukul 10.30 pagi agar dapat bertemu dengan Bupati Dompu. Selain itu, setiap hari Jumat di Kota Bima, jalan-jalan akan ditutup untuk melaksanakan sholat Jumat mulai pukul 11 waktu setempat.

Kontur jalanan pada etape pertama ini bervariasi. Pada 50 kilometer pertama, tim Srikandi menghadapi jalanan datar dengan angin kencang dan dingin, disertai gerimis halus. Selepas dari batas luar kota, jalan turunan berkelok sepanjang kurang lebih 4 KM harus dihadapi para Srikandi. Tanjakan berkelok dan rolling sampai dengan perbatasan Kota Dompu menjadi tantangan berikutnya bagi ke 21 pesepeda ini.

Tim 21 Srikandi masuk batas Kota Dompu pukul 10.40 WITA. Mereka langsung diarahkan menuju Pendopo Bupati Kota Dompu oleh Patwal dan tiba di Pendopo pukul 11.06 WITA. Meski tiba 36 menit lebih lama dari yang dijadwalkan, Bupati Dompu menyambut tim Srikandi dan menyambut kedatangan para pesepeda.

Jagung yang melimpah di Kota Dompu sempat pula dicicipi oleh tim Srikandi. Uniknya, jagung ini dijadikan sebagai sajian pencuci mulut berupa jus jagung manis. Teksturnya memang agak kasar, tapi rasanya luar biasa lezat.

Pada etape pertama ini, tim Srikandi menempuh jarak 1,68 kilometer dengan waktu tempuh 2 jam 50 menit.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-jalani-etape-i-dengan-waktu-terbatas/feed/ 0
Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5, Mengenal Kota Bima https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-mengenal-kota-bima/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-mengenal-kota-bima https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-mengenal-kota-bima/#respond Wed, 10 Jun 2015 11:27:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9584 Bima (Greeners) – Untuk menyegarkan pikiran, sehari sebelum ekpedisi, tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Mereka menghabiskan waktu dengan menikmati keindahan alam yang ada […]]]>

Bima (Greeners) – Untuk menyegarkan pikiran, sehari sebelum ekpedisi, tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5 melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Mereka menghabiskan waktu dengan menikmati keindahan alam yang ada di kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Jadwal kegiatan para Srikandi pada Kamis (04/05/2015) pagi hanya menyeting sepeda hingga sore hari. Tidak perlu waktu lama untuk para Srikandi menyeting sepeda mereka karena malam sebelumnya beberapa dari mereka sudah ada yang selesai menyeting sepeda. Waktu luang yang masih tersisa banyak, tidak disia-siakan.

Para Srikandi mulai mengeksplorasi kota dengan mengunjungi rumah pengrajin tenun khas Bima. Dari ibu-ibu pengarajin tenun, para pesepeda perempuan ini memperoleh sekelumit pengetahuan tentang tenun. Mereka juga diperbolehkan untuk menenun dengan alat tenun tradisional. Ternyata, menenun tidak semudah kelihatannya! Satu lembar kain tenun tradisional dengan panjang 6 meter, dibutuhkan waktu hingga 4 minggu untuk menyelesaikannya. Kunjungan pagi itu ditutup dengan berbelanja kain dan motif Rangrang, khas NTB.

Perwakilan 21 Srikandi dan panitia Srikandi Jilid 5 melanjutkan kegiatan dengan melakukan wawancara dengan radio lokal. Wakil dari Srikandi ini adalah Mimi dari Bima dan Anti dari Lhoksumawe serta Tense Manalu sebagai Ketua Panitia Srikandi Jilid 5 menerima wawancara di dua stasiun radio lokal.

Sore harinya, para Srikandi diajak keliling kota Bima dalam acara Heritage Cycling. Mereka juga diajak untuk menyambangi kantor Wali Kota Bima. Dari sana, 21 Srikandi bersepeda bersama dengan Bapak Kabag Humas Sekda Kota Bima menuju Museum Asi Mbojo. Dahulu tempat ini merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Bima sekaligus tempat tinggal Sultan Ibrahim.

Setelah itu, dengan ditemani beberapa komunitas sepeda dari Heritage Cycling seperti Pemkot Bikers, BCC (Bima Cycling Club), BBL (Bima Bike Lover), dan BNI46 Cyclist, para Srikandi diajak gowes sepanjang jalan pantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam.

Malamnya kegiatan ditutup dengan undangan makan malam dari Walikota Bima, M. Qurais H. Abidin di Restoran Mahkota Mawar, sebuah restoran di atas bukit di pinggir pantai. Sayang, Bapak Walikota tidak dapat menghadiri acara jamuan tersebut dan diwakilkan oleh Asisten I Wali Kota Bima. Ingin rasanya bersantai lebih lama, tapi para Srikandi perlu beristirahat agar esok pagi dapat memulai etape pertama dalam kondisi bugar.

Besok adalah hari yang besar.
Besok adalah etape pertama.
Besok, dari Bima ke Dompu.

Kalimat-kalimat itu melintas dalam benak para Srikandi. Sambil kembali ke hotel untuk beristirahat, para Srikandi berharap agar esok hari etape pertama berjalan lancar.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-mengenal-kota-bima/feed/ 0
Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5 Menjejak Bima https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-menjejak-bima/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-menjejak-bima https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-menjejak-bima/#respond Tue, 09 Jun 2015 05:26:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9541 Dompu (Greeners) – Setelah melewati berbagai seleksi ketat, ahirnya 21 pesepeda perempuan terpilih untuk bergabung dalam tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5. Sejumlah anggota Srikandi serta panitia sudah meninggalkan […]]]>

Dompu (Greeners) – Setelah melewati berbagai seleksi ketat, ahirnya 21 pesepeda perempuan terpilih untuk bergabung dalam tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” Jilid 5. Sejumlah anggota Srikandi serta panitia sudah meninggalkan kota domisilinya sejak tanggal 2 Juni untuk bersiap melaksanakan perjalanan ini. Mereka tidak sabar untuk bertemu di Lombok International Airport (LOP) sebagai titik keberangkatan pada tanggal 3 Juni 2015.

Pertemuan di bandara ini adalah kali pertama seluruh peserta Srikandi berkumpul. Sebelumnya, mereka berkomunikasi melalui media sosial dan juga dalam perbincangan grup yang dibuat khusus sebagai media komunikasi antara panitia dengan 21 Srikandi.

Sebelum perjumpaan ini, ada salah seorang anggota terpilih yang terpaksa membatalkan keikutsertaannya karena tidak mendapat izin dari perusahaan tempat ia bekerja. Ia adalah Erlin Septiana perwakilan dari Lampung. Posisi Erlin kemudian digantikan oleh Henny Kurniasih setelah ditunjuk oleh Koordinator Seleksi Wilayah Lampung.

Kegembiraan tergambar jelas dari wajah 21 Srikandi terpilih yang berasal dari berbagai daerah. Diantaranya Srikandi dari Denpasar I Gusti Ayu Dewi Mahayanthi dan Julita Mekaria, serta Srikandi asal Yogyakarta, Dyah Purwanti yang terbang ke Lombok dan bermalam disana sebelum esok harinya bersama-sama dengan teman-teman yang lain berangkat menuju Bima.

Sama halnya dengan Srikandi lain, Renaura Aprieskiy dari Padang, Apriyanti dari Lhoksumawe, Tizi Ayu dari Binjay, Velly Rizqi Fardillah dari Sungailiat, dan Tri Wahyuni dari Batam berangkat menuju Jakarta. Kemudian Hilmi Azkhiah dan Nisa Fadilatul Rohmah dari Bandung bergabung dengan rekan-rekan Srikandi dari kota lain di Jakarta. Mereka bermalam di Wisma PKBI di Jalan Hang Jebat sebelum mereka melanjutkan perjalanan esok pagi ke Bima via Lombok.

Tim Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Tim Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5. Foto: dok. Panitia Srikandi 2015

Jumlah personel yang berangkat dari Lombok menuju Bima adalah 30 orang, yang terdiri dari 19 Srikandi dan 11 Official. Satu Srikandi yang berdomisili di Seteluk datang ke Bima menggunakan mobil dan satu lagi Srikandi berdomisili di Bima.

Setibanya di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, para Srikandi menuju hotel untuk bermalam. Perjalanan dari bandara menuju hotel mengambil jalur sepanjang pantai. Terlihat bahwa kota Bima memiliki kontur berbukit, kontur yang sangat menantang bagi pesepeda.

Hanya sekitar 30 menit, tim Srikandi sudah memasuki halaman Hotel Mutmainnah. Terdengar beberapa Srikandi memekik kegirangan karena mereka melihat 21 sepeda Polygon Cleo yang akan mereka tunggangi nanti sudah berjajar dengan rapi di halaman hotel. Ditambah lagi, ketika masuk lebih jauh ke dalam halaman hotel, terlihat di ruang makan yang terbuka nasi, lauk-pauk, sayur dan dua jenis minuman berwarna yang dingin telah tersedia, siap untuk disantap.

Setelah makan dan mendapat kamar, para Srikandi dan panitia memanfaatkan waktu untuk briefing dan perkenalan. Masing-masing Srikandi juga diberikan jersey, tshirt, jaket, sendal gunung, topi, helm, bidon, juga sticker dan tag nama untuk tanda pengenal.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-menjejak-bima/feed/ 0
Berbagi Harapan untuk Keberlangsungan Bumi Bersama The Dream Team https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbagi-harapan-untuk-keberlangsungan-bumi-bersama-the-dream-team/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berbagi-harapan-untuk-keberlangsungan-bumi-bersama-the-dream-team https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbagi-harapan-untuk-keberlangsungan-bumi-bersama-the-dream-team/#respond Mon, 08 Jun 2015 02:30:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9518 Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni membuat masyarakat menaruh harap pada perubahan untuk lingkungan yang lebih baik. Tidak ketinggalan publik figur yang sudah dikenal luas di […]]]>

Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni membuat masyarakat menaruh harap pada perubahan untuk lingkungan yang lebih baik. Tidak ketinggalan publik figur yang sudah dikenal luas di mancanegara. Mereka semua bergabung dalam The Dream Team yang diinisiasi oleh Badan Dunia bidang Lingkungan Hidup (UNEP).

Salah satunya adalah Leonardo DiCaprio. Pemeran Jack Dawson dalam film Titanic ini mengajak publik untuk menghentikan kebiasaan mengonsumsi secara berlebihan.

“Konsumsi pangan yang berlebih dapat merusak kesehatan dan lingkungan kita. Degradasi lahan, menurunnya kesuburan tanah, penggunaan air secara berlebihan, penangkapan ikan yang berlebihan dan rusaknya ekosistem laut, semuanya mengurangi kemampuan sumber daya alam untuk menyediakan bahan pangan,” tulisnya.

Selain DiCaprio, turut pula Jack Johnson, musisi asal Amerika yang ikut berpartisipasi memberikan harapan dan ikrarnya. Dalam harapannya, Jhonson menginginkan adanya laut yang bebas dari sampah.

“Mimpiku adalah adanya laut yang bersih yang secara berkelanjutan mendukung kelangsungan hidup di bumi ini. Dalam mimpiku, gelombang laut membawa energi, bukan sampah dan ombak laut dipenuhi karang, bukan plastik,” tulis Johnson.

Tidak hanya menyampaikan harapan, Jhonson pun menyatakan janjinya untuk mendukung pengurangan penggunaan plastik. “Saya berjanji akan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendukung bisnis yang melakukan inovasi dalam desain produknya untuk mengurangi penggunaan plastik.”

Foto: www.unep.org

Foto: www.unep.org

Salah satu bintang dalam film The Vampire Diaries, Ian Somerhalder juga turut bergabung dalam The Dream Team. Ia pun memimpikan kehidupan bumi yang lebih baik.

“Mimpi saya adalah bumi dimana keberlanjutan adalah sikap, cara hidup, keharusan; bukan suatu tugas atau kesulitan. Itu adalah tempat dimana pemerintah, pebisnis, dan pendidik memudahkan kita untuk membuat pilihan menciptakan planet yang sehat dan manusia yang bahagia. Kita semua tahu mimpi ini dapat terwujud jika pemuda diberdayakan untuk membebaskan potensi mereka,” ujarnya.

Somerhalder pun menyampaikan ikrarnya untuk mendukung kaum muda. Menurutnya, kaum muda menyimpan potensi besar untuk menciptakan berbagai inovasi kreatif yang mendukung keberlangsungan bumi.

“Saya berjanji untuk memberdayakan sumber daya alam terbesar di planet ini: PEMUDA. Kaum muda kami beroperasi secara bebas dari kekangan, pengkotak-kotakan dan batasan-batasan dari kaum tua yang lelah, karena itu kami memegang kunci dalam inovasi yang sesungguhnya dan keberlanjutan yang nyata. Kekuatan mereka (kaum muda) mendorong kita menuju kesadaran global dan gelombang perubahan di seluruh dunia. Saya berjanji untuk mendorong ide-ide mereka, mendukung kejeniusan mereka, dan memperkuat potensi tak terbatas mereka,” ikrarnya.

Selain ketiga pesohor yang sudah disebutkan tadi, masih banyak lagi harapan dan ikrar untuk bumi yang disampaikan oleh orang-orang dengan beragam latar belakang budaya, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, ras, dan umur. Sobat Greeners juga dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan membuka laman http://www.unep.org/wed/wedchallenge/. Yuk, sampaikan mimpi dan jalankan ikrar untuk bumi yang lebih baik!

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbagi-harapan-untuk-keberlangsungan-bumi-bersama-the-dream-team/feed/ 0
Kampanye #BeliYangBaik Ajak Publik Mengonsumsi dengan Bijak https://www.greeners.co/aksi/kampanye-beliyangbaik-ajak-publik-mengonsumsi-dengan-bijak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kampanye-beliyangbaik-ajak-publik-mengonsumsi-dengan-bijak https://www.greeners.co/aksi/kampanye-beliyangbaik-ajak-publik-mengonsumsi-dengan-bijak/#respond Mon, 08 Jun 2015 00:30:54 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9515 Jakarta (Greeners) – Berkaitan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2015, yakni “Seven Billion Dreams. One Planet. Consume with Care” (Tujuh milliar impian. Satu planet. Konsumsi dengan bijak), World Wild […]]]>

Jakarta (Greeners) – Berkaitan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2015, yakni “Seven Billion Dreams. One Planet. Consume with Care” (Tujuh milliar impian. Satu planet. Konsumsi dengan bijak), World Wild Life (WWF)-Indonesia mengadakan kampanye #BeliYangBaik. Kampanye ini berusaha mendorong kalangan pebisnis untuk memproduksi secara lebih bertanggung jawab dan masyarakat agar cerdas dalam mengonsumsi produk-produk yang ditawarkan.

Masyarakat dapat menggunakan tiga langkah sederhana untuk melakukan kegiatan #BeliYangBaik, yaitu dengan mengenal, meminta dan mengajak. Ketiga langkah tersebut bisa membuat masyarakat menjadi lebih aktif dan kritis dalam membeli suatu produk. Pasalnya, seperti dikatakan oleh Retno Utaira Pantouw selaku Direktur Keuangan WWF-Indonesia, konsumen memiliki hak untuk menanyakan dan meminta bahan yang ramah lingkungan kepada produsen.

“Konsumen punya kekuatan untuk meminta agar produsen menyediakan produk yang ramah lingkungan. Jangan ragukan kekuatan kita sebagai konsumen, memilih karya yang bersahabat untuk kelestarian alam,” ujarnya saat kampanye #BeliYangBaik di Taman Sriwedari, Hotel Sultan, Jakarta (5/6).

Saat ini bukan hal yang mustahil mendapatkan produk-produk ramah lingkungan di Jakarta. Beberapa produk yang sudah mengeluarkan produk ramah lingkungan, antara lain barang berbasis kayu dan kertas dengan label Forest Stewardship Council (FSC), produk berbasis minyak sawit dengan label Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), dan juga produk laut ramah lingkungan. Kampanye #BeliYangBaik pun turut mendapat dukungan dari Tessa, produsen tisu bersertifikat FSC dengan bungkus plastik yang terbuat dari tepung singkong dan tisu yang berbahan serat.

Acara ini dihadiri pula oleh beberapa selebriti yang fokus pada penerapan gaya hidup ramah lingkungan, yaitu Nugie, Jamaica Cafe, Davina Veronica Hariadi dan Bastian Bintang. Musisi Nugie pun menyumbangkan sebuah lagu berjudul “Mulailah Dari Diri Sendiri” yang akan dipakai untuk kampanye #BeliYangBaik.

Melalui kampanye ini, masyarakat bisa menandatangani petisi #BeliYangBaik melalui change.org dan mengunjungi situs www.beliyangbaik.org untuk mendapat pemahaman yang baik terkait barang-barang kebutuhan yang ramah lingkungan.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kampanye-beliyangbaik-ajak-publik-mengonsumsi-dengan-bijak/feed/ 0
Srikandi Jilid 5: Etape 2, Jalur Terberat Sepanjang Perjalanan https://www.greeners.co/berita/srikandi-jilid-5-etape-2-jalur-terberat-sepanjang-perjalanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-jilid-5-etape-2-jalur-terberat-sepanjang-perjalanan https://www.greeners.co/berita/srikandi-jilid-5-etape-2-jalur-terberat-sepanjang-perjalanan/#respond Sun, 07 Jun 2015 09:27:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9507 Dompu (Greeners) – Etape ke dua tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5 diakui merupakan perjalanan paling panjang dan terberat sepanjang rute Nusa Tenggara Barat hingga Bali nanti. Baru saja […]]]>

Dompu (Greeners) – Etape ke dua tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5 diakui merupakan perjalanan paling panjang dan terberat sepanjang rute Nusa Tenggara Barat hingga Bali nanti. Baru saja berjalan sejauh 13 kilometer, para Srikandi sudah dihadang jalur menanjak yang cukup terjal, diikuti dengan jalur rolling sepanjang 19 km yang memakan waktu 42 menit hingga mencapai puncak.

Koordinator Srikandi sekaligus Humas dari kegiatan “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5, Seklie Patyuniestri kepada Greeners mengatakan meski dihadang oleh jalur yang cukup berat namun saat mencapai puncak, ke-21 Srikandi dapat menyasikan pemandangan laut yang sangat indah.

“Namun sayang, kami tidak bisa berlama-lama menikmati pemandangan indah itu karena perjalanan kami masih sangat jauh,” ungkapnya, Dompu, Sabtu (06/06/2015).

Setelah melalui jalur yang cukup berat, akhirnya tim pesepeda perempuan ini mendapat “bonus” jalur menurun. Meski demikian, mereka tetap harus berkonsentrasi karena jalurnya berkelok dan rawan akan kecelakaan. Diluar perkiraan tim teknis, pada pukul 10.19 WITA, tim 21 Srikandi ternyata mampu mencapai batas kota Dompu dan Sumbawa Besar di KM 60.

Sempat terjadi insiden kecil di KM 69 ketika Dyah Srikandi dari Yogya melewati jalan berlubang dan merasakan sadle-nya bergeser hingga ia pun terjatuh.

“Selain Dyah, ada juga Velly yang terjatuh karena ban sepedanya bersenggolan. Velly masih bisa langsung melanjutkan perjalanan, tapi kalau Dyah walaupun tidak mendapatkan luka serius, tetapharus mendapat perawatan dokter,” jelas Seklie.

Akhirnya, setelah cukup lelah dengan perjalanan, tim 21 Srikandi berhasil mencapai lokasi makan siang di KM 75 pada pukul 11.20 WITA. Dengan pemandangan laut yang sejuk, tim 21 Srikandi menikmati santapan makan siang yang lezat dan sehat untuk mengembalikan stamina dan tenaga mereka.

Usai beristirahat, tim 21 Srikandi kembali memasang semangat untuk menerjang panasnya jalanan. Setelah selalu dimanjakan dengan pemandangan laut, di KM 103 tim 21 Srikandi mulai memasuki wilayah padang rumput atau sabana yang saat dilewati sedang dalam kondisi kering dan panas.

“Dugaan awal itu di titik KM 140 sampai 160 akan banyak Srikandi yang butuh dievakuasi. Panitia lokal pun telah menyediakan kendaraan untuk keperluan evakuasi,” papar Seklie.

Namun diluar perkiraan, ternyata kendaraan evakuasi tersebut tidak terpakai karena sampai pada 30 kilometer sebelum finish, tim 21 Srikandi masih sangat semangat dan dapat menjaga tenaga mereka.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Bike to Work (B2W) Indonesia, Toto Sugito mengaku terkejut dan kagum pada semangat tim 21 Srikandi. Menurut Toto, apa yang dilakukan oleh ke-21 Srikandi adalah sebuah semangat dan perjuangan yang luar biasa dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada masyarakat.

“Luar biasa ya, saya tidak menyangka kalau ternyata tidak ada yang dievakuasi. Itu jalurnya sangat sulit lho dan mereka berhasil. Kalau yang melakukan laki-laki mungkin biasa, tapi ini perempuan dengan semangat yang besar, saya rasa perlu mendapat perhatian juga dari masyarakat,” ujarnya.

Sebagai informasi, keberangkatan Srikandi dari kota Dompu dimulai dari Pendopo Bupati Dompu. Sebelum berangkat, tim 21 Srikandi menikmati sarapan bersama Wakil Bupati Dompu, H. Syamsuddin H. Yasin. Syamsuddin pula yang melepas keberangkatan rombongan pesepeda perempuan ini pada pukul 07.07 WITA. Akhirnya, tim 21 Srikandi berhasil menyelesaikan etape 2 sejauh 191 kilometer pada pukul 19.19 WITA.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/srikandi-jilid-5-etape-2-jalur-terberat-sepanjang-perjalanan/feed/ 0
Kementerian LHK Berikan Penghargaan Pada Pahlawan Lingkungan https://www.greeners.co/berita/kementerian-lhk-berikan-penghargaan-pada-pahlawan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kementerian-lhk-berikan-penghargaan-pada-pahlawan-lingkungan https://www.greeners.co/berita/kementerian-lhk-berikan-penghargaan-pada-pahlawan-lingkungan/#respond Sun, 07 Jun 2015 07:31:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9498 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) kembali memberikan penghargaan untuk tiga kategori kepada masyarakat, instansi maupun daerah yang telah diakui kontribusi positifnya terhadap pelestarian lingkungan hidup Indonesia. Tenaga Ahli […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) kembali memberikan penghargaan untuk tiga kategori kepada masyarakat, instansi maupun daerah yang telah diakui kontribusi positifnya terhadap pelestarian lingkungan hidup Indonesia.

Tenaga Ahli Menteri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Dewan Penilai Kalpataru, Ilyas Assad mengatakan bahwa beberapa individu maupun kelompok tersebut mendapatkan penghargaan seperti Kalpataru, Adiwiyata Mandiri serta Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Terbaik.

“Dari 126 orang pendaftar, terdapat 5 sampai 6 tim per kategori yang dievaluasi oleh Tim Dewan dari KLHK. Setelah itu kita terjun ke lapangan, melihat kelayakan, dampak lingkungan hidup, dampak sosial dan ekonomi. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan juga harus lebih dari 5 tahun dan replicable (luas kegiatan, pihak yang terlibat dan keberlanjutan kegiatan),” jelasnya saat memberikan sambutan pada puncak perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2015 sekaligus Malam Penghargaan Lingkungan Hidup 2015 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (05/06/2015).

Pada perayaan Hari Lingkungan Hidup tahun 2015 ini tema yang diangkat adalah “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi” dan pada puncak perayaan tersebut ada 95 sekolah dari 20 Provinsi yang mendapatkan Adiwiyata Mandiri 2015. Sedangkan untuk penghargaan Kalpataru tahun 2015, lanjut Ilyas, diberikan kepada sebelas orang atau kelompok yang dibagi menjadi empat kategori. Yaitu, perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan dan pembina lingkungan.

Di tempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar juga menegaskan bahwa perintah Presiden Joko Widodo telah jelas untuk memberikan dana intensif sebagai apresiasi dan mendukung keberlanjutan kegiatan yang telah dilakukan oleh para penerima penghargaan tersebut.

“Melalui Hari Lingkungan Hidup dan penghargaan yang telah diberikan ini mampu menjadi sebuah komitmen, aksi dan gerakan untuk peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Penghargaan ini juga diberikan untuk memotivasi peserta maupun masyarakat umum untuk peduli terhadap lingkungan hidup baik inisiatif sendiri maupun kelompok,” katanya.

Sebagai informasi, berikut daftar peraih penghargaan Kalpataru 2015:
Kategori Perintis Lingkungan:
1. Dian Rossana Anggraini, dari Dusun Bukit Betung, Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kepuluan Bangka Belitung.
2. N. Akelaras dari Kelurahan Bangun Sari, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
3. Laing Usat dari Desa Pura Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Kategori Pengabdi Lingkungan:
1. Januinro dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah
2. Mashadi dari Desa Pagejugan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
3. Sri Partiyah dari Desa Duwet, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Kategori Penyelamat Lingkungan:
1. Lembaga Adat Lekuk 50 Tumbi, Lempur dari Desa Lempur Mudik, Kabupaten Kerinci, Jambi.
2. LSM Tunas Hijau dari Pakuwon City, Kelurahan Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur
3. Yayasan Bambu Indonesia, Perum Bumi Cibinong Endah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kategori Pembina Lingkungan:
1. Kamir Raziudin Brata dari Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jawa Barat,
2. Sri Bebasari dari Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, DKI Jakarta.

Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) tahun 2014
Provinsi Terbaik penerima penghargaan Trofi Penghargaan Penyusunan Laporan SLHD Tahun 2014:
1. Provinsi Sumatera Selatan
2. Provinsi Sulawesi Selatan
3. Provinsi Jambi.

Kabupaten/ Kota terbaik penerima Trofi Penghargaan Penyusunan Laporan SLHD Tahun 2014:
1. Kabupaten Dharmasraya
2. Kabupaten Lumajang
3. Kota Surabaya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kementerian-lhk-berikan-penghargaan-pada-pahlawan-lingkungan/feed/ 0
Walhi Luncurkan Ulang Album “Jazz Hijau” https://www.greeners.co/aksi/walhi-luncurkan-ulang-album-jazz-hijau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=walhi-luncurkan-ulang-album-jazz-hijau https://www.greeners.co/aksi/walhi-luncurkan-ulang-album-jazz-hijau/#respond Sun, 07 Jun 2015 07:27:53 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9503 Jakarta (Greeners) – Menyampaikan sebuah pesan melalui musik menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk diterima hampir di seluruh kalangan. Tidak terkecuali untuk menyampaikan isu lingkungan yang ternyata tidak […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menyampaikan sebuah pesan melalui musik menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk diterima hampir di seluruh kalangan. Tidak terkecuali untuk menyampaikan isu lingkungan yang ternyata tidak banyak diketahui masyarakat.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pun akhirnya memproduksi sebuah album bertajuk “Jazz Hijau” sebagai satu bentuk strategi untuk mengampanyekan pesan-pesan lingkungan hidup di Indonesia. Album ini mengangkat konten atau muatan yang terkait dengan kondisi dan situasi lingkungan hidup untuk masa depan.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Abetnego Tarigan mengatakan bahwa saat ini semua orang harus mengambil peran dalam menyelamatkan lingkungan hidup. Karena, sampai dengan saat ini upaya pemerintah dalam menjalankan program kerjanya masih mengandalkan usaha ekstraktif yang memiliki resiko cukup tinggi terhadap kondisi alam Indonesia.

“Saat itu isu lingkungan sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara eksklusif. Sekarang semua orang harus terlibat dengan cara dan kreatifitasnya,” jelasnya, Jakarta, Jumat (05/06).

Selain diisi oleh musisi lokal, album “Jazz Hijau” juga berkolaborasi dengan penyanyi jazz asal Belanda, Heleen Van den Hombergh. Musisi yang juga aktivis lingkungan itu menganggap bahwa proyek “Jazz Hijau” adalah kombinasi sempurna untuk dua hal yang dicintainya, yaitu jazz dan lingkungan.

“Album Jazz Hijau ini bisa menginspirasi masyarakat dari berbagai latar belakang dalam mengapresiasi lingkungan dan diharapkan dapat menggerakkan hati pendengar untuk lebih menghargai alam,” tuturnya.

Peluncuran ulang album Jazz Hijau kali ini juga memamerkan pameran visualisasi Jazz Hijau oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Taruma Negara. Album yang mengusung tema “Masih Ada Cinta Untuk Lingkungan” ini berisi 12 lagu yang melibatkan Bintang Indrianto sebagai music director. Para musisi yang berpartisipasi dalam album “Jazz Hijau” meliputi Denny Chasmala, Iqbal, Oele Pattiselanno, Bonita and the Hus Band, Margie Segers, Iwa K dan band punk Marjinal.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/walhi-luncurkan-ulang-album-jazz-hijau/feed/ 0
Walhi Aceh Desak Pemerintah Tuntaskan Permasalahan Lingkungan https://www.greeners.co/berita/walhi-aceh-desak-pemerintah-tuntaskan-permasalahan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=walhi-aceh-desak-pemerintah-tuntaskan-permasalahan-lingkungan https://www.greeners.co/berita/walhi-aceh-desak-pemerintah-tuntaskan-permasalahan-lingkungan/#respond Sat, 06 Jun 2015 06:55:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9484 Aceh (Greeners) – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2015, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mengadakan aksi kampanye lingkungan di Bundaran Simpang 5 Banda Aceh. Kampanye tersebut diikuti oleh 35 […]]]>

Aceh (Greeners) – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2015, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mengadakan aksi kampanye lingkungan di Bundaran Simpang 5 Banda Aceh. Kampanye tersebut diikuti oleh 35 orang aktivis yang terdiri dari Eksekutif WALHI Aceh dan Sahabat WALHI.

Koordinator Aksi, Ainul Mardhiah mengatakan bahwa aksi lingkungan ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada publik tentang kasus-kasus besar lingkungan hidup yang terjadi di Aceh. Informasi dan fakta-fakta tersebut ditampilkan dalam spanduk sepanjang 15 meter dan berisi 15 daftar kasus lingkungan di Aceh. Ada pula spanduk foto berisi fakta kerusakan lingkungan hidup di Aceh.

“Persoalan lingkungan hidup dewasa ini sudah sangat mendesak untuk ditanggulangi. Kualitas lingkungan hidup semakin hari semakin memburuk. Selama 150 tahun, jumlah karbon yang ada di atmosfer telah meningkat 50%, dari 280 ppm menjadi 393 ppm. Dan dampaknya, khususnya abad terakhir, telah mencatat peningkatan suhu global, kehancuran glasier dan lapisan es, perluasan gurun dan berbagai peristiwa cuaca ekstrem,” papar Ainul seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Jumat (05/06/2015).

Sebanyak 35 aktivis yang terdiri dari Eksekutif WALHI Aceh dan Sahabat WALHI mengadakan aksi kampanye lingkungan di Bundaran Simpang 5 Banda Aceh, Jumat (05/06/2015). Foto: dok. Walhi Aceh

Sebanyak 35 aktivis yang terdiri dari Eksekutif WALHI Aceh dan Sahabat WALHI mengadakan aksi kampanye lingkungan di Bundaran Simpang 5 Banda Aceh, Jumat (05/06/2015). Foto: dok. Walhi Aceh

Dari beberapa kasus di Aceh, lanjut Ainul, tidak ada resolusi yang ditawarkan yang dapat menyelesaikan permasalahan kerusakan lingkungan. Aktor perusak lingkungan hidup tertinggi sendiri terutama adalah perusahaan di sektor pertambangan (penyebab 70% kerusakan lingkungan) dan perkebunan, disusul oleh pemerintah yang mengeluarkan izin konsesi pertambangan dan pengusahaan hutan yang semakin gila-gilaan sejak otonomi khusus di daerah.

“Pada momen Hari Lingkungan Hidup ini kami menuntut pemerintah pusat dan pemerintah Aceh agar segera menuntaskan proses hukum terhadap kasus-kasus kejahatan lingkungan hidup di Aceh,” tukasnya.

Berikut ini beberapa kasus lingkungan hidup yang dikutip dari data Walhi Aceh sampai dengan tahun 2015, antara lain:
1. Konflik lahan HGU perkebunan antara PT. Syaukat Sejahtera dengan warga di Alue Cereumen Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kec. Juli, Kab. Bireuen, Aceh.
2. Konflik kepentingan (Pemerintah Aceh dengan warga) terhadap area 1.600 Ha eks HGU Perkebunan PT. Kalista Alam di Gampong Ladang Baro, Kec. Suka Makmur, Kab. Nagan Raya, Aceh.
3. Konflik lahan antara Persatuan Petani Kaki Gunung Leuser (PPK-GL) dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) di Kecamatan Ketambe, Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Kec. Babul Makmur, Kab. Aceh Tenggara, Aceh.
4. Konflik lahan HGU perkebunan antara warga dengan PT. Kalista Alam dan PT. SPS di Gampong Kuala Seumayam, Kec. Darul Makmur, Kab. Nagan Raya, Aceh.
5. Konflik Satwa Liar dengan masyarakat, seperti konflik gajah di Kab. Aceh Tengah, Pidie Jaya dan Bireuen.
6. Reklamasi Rawa Trumon di Kabupaten Aceh Selatan.
7. Tukar Guling Kawasan Hutan Masyarakat untuk Perkebunan PT. BASS di Kab. Aceh Selatan, Aceh.
8. Pembangunan PT. Tripa Semen Aceh di Gampong Kaloy, Kec. Tamiang Hulu, Kab. Aceh Tamiang.
9. Pembangunan Pelabuhan Iboih tanpa dukungan dokumen Amdal di dalam kawasan hutan lindung Pulau Weh yang kerjakan oleh Badan Pengusaha Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang yang disingkat BPKS di Hutan Lindung Sabang,Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh.
10. Pertambangan dalam hutan lindung dan pemakaian bahan merkuri dalam aktivitas pertambangan
11. Penumpukan sampah diatas ambang batas di TPA Gampong Jawa, Kec. Kutaraja, Kota Banda Aceh, Aceh.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/walhi-aceh-desak-pemerintah-tuntaskan-permasalahan-lingkungan/feed/ 0
Permasalahan Hutan dan Lahan Belum Kunjung Usai https://www.greeners.co/berita/permasalahan-hutan-dan-lahan-belum-kunjung-usai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=permasalahan-hutan-dan-lahan-belum-kunjung-usai https://www.greeners.co/berita/permasalahan-hutan-dan-lahan-belum-kunjung-usai/#comments Sat, 06 Jun 2015 03:09:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9475 Jakarta (Greeners) – Perayaan Hari Lingkungan Hidup sedunia ke 43 tahun 2015 ini dirayakan dengan mengangkat tema “Seven Billion Dreams. One Planet. Consume with Care.” Di Indonesia sendiri, Menteri Lingkungan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perayaan Hari Lingkungan Hidup sedunia ke 43 tahun 2015 ini dirayakan dengan mengangkat tema “Seven Billion Dreams. One Planet. Consume with Care.” Di Indonesia sendiri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan tema khusus yang diusung Indonesia tahun ini adalah “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Bumi”.

Melalui tema tersebut juga, Siti berterimakasih kepada semua pihak yang menaruh perhatian cukup besar terhadap isu-isu lingkungan yang hingga saat ini masih terus berusaha diselesaikan. Seperti diketahui, masih banyak permasalahan terkait hutan maupun konflik tenurial yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Saya pribadi berterimakasih kepada semua pihak yang peduli pada lingkungan hidup. Khususnya pada organisasi masyarakat dan media yang tidak henti-hentinya memberikan saran, kritik dan masukan yang membangun,” ujar Siti saat disambangi pada acara Midsummer Day di Jakarta, Kamis (04/06).

Selain itu, Siti juga mengatakan bahwa Peringatan Hari Lingkungan Hidup bertujuan untuk menumbuhkan sensitivitas dalam menjaga sumber kekayaan alam kita yang merupakan salah satu unsur penting untuk membangun dan menjaga ketahanan nasional bangsa.

Ia menjelaskan bahwa ada tiga peran strategis pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia. Pertama, menjaga kualitas lingkungan hidup dengan pengelolaan, pengendalian serta daya dukung. Kedua, menjaga jumlah dan fungsi hutan serta isinya, dan yang ketiga, yaitu menjaga keseimbangan ekosistem dan keberadaan sumber daya alam untuk kelangsungan kehidupan.

“Saya menilai bahwa isu lingkungan hidup dan sumber daya alam adalah setara dengan isu pertumbuhan ekonomi dan hak asasi manusia. Sebab, Undang-Undang Dasar tahun 1945 memasukan mandat pembangunan berwawasan lingkungan dalam pasal 33 ayat 4 dan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dalam pasal 28(H) ayat 1,” jelasnya.

Ditemui di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Abetnego Tarigan memberikan tanggapan yang berbeda terkait hari lingkungan hidup sedunia. Ia mengaku bahwa Walhi saat ini justru mulai mengkhawatirkan dinamika yang berkembang dalam agenda pengelolaan sumber daya alam pada era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Abetnego Tarigan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Abetnego Tarigan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Abet menganggap saat ini, isu lingkungan hidup sudah mulai digeser ke arah menguatnya komodifikasi dan finansialisasi sumber daya alam dengan tetap mengatasnamakan krisis pangan, krisis lingkungan hidup, krisis energi dan krisis yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim.

“Kita lihat contohnya seperti melanjutkan proyek pembukaan lahan dengan skala besar untuk pertanian melalui proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) dengan taget 1,2 juta hektar dalam waktu tiga tahun,” katanya.

Walhi menilai bahwa proyek tersebut justru membuat rakyat semakin tidak berdaulat memenuhi pangan. Selain tidak menjawab masalah pangan di Indonesia, lanjut Abet, proyek pangan dan energi besar-besaran di Merauke akan semakin menghancurkan hutan di Papua.

“Dalam analisis kami, perubahan luasan area moratorium di Papua terus terjadi, hingga mencapai 101.478 hektar dan penurunan terbesar terjadi pada wilayah hutan primer, seluas 407.426 hektar. Walhi berpandangan, bahwa proyek ini tidak lebih hanya akal-akalan bagi korporasi untuk mendapatkan tanah secara murah atau modus Land Banking,” tegasnya lagi.

Seharusnya, lanjut Abet, Hari Lingkungan Hidup bisa menjadi momentum bagi perubahan secara struktural untuk perlindungan lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/permasalahan-hutan-dan-lahan-belum-kunjung-usai/feed/ 2
Langkah Mudah Membuat Kampanye Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/langkah-mudah-membuat-kampanye-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=langkah-mudah-membuat-kampanye-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/langkah-mudah-membuat-kampanye-lingkungan/#respond Fri, 05 Jun 2015 08:38:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9462 Salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan adalah dengan berkampanye. Bagaimana caranya membuat kampanye?]]>

Setiap tanggal 5 Juni kita memperingati Hari Lingkungan. Namun, semangat untuk mencintai lingkungan bukan berarti hanya dinyatakan di satu hari ini saja. Setiap hari kita dapat menyatakan kepedulian terhadap lingkungan dan mengajak orang lain juga untuk melakukan hal yang sama. Kenapa kita perlu peduli terhadap lingkungan? Karena bumi tempat tinggal kita ini hanya satu dan bumi menyediakan segala yang kita butuhkan untuk hidup.

Nah, salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian lingkungan adalah dengan berkampanye. Karena kampanye melibatkan beberapa pihak, tidak sedikit yang menganggap kegiatan ini rumit padahal tidak demikian. Dalam situs 350.org, dijabarkan langkah-langkah yang dapat memudahkan kita untuk mengadakan kampanye.

Langkah pertama untuk memulai kampanye adalah dengan memilih jenis kampanye serta lokasi untuk melakukannya. Nah, Sobat Greeners dapat memilih berbagai jenis kampanye, seperti orasi, pendakian, diskusi dan melakukan sebuah penyusuran kota sebagai wujud penyampaian pesan kampanye. Biasanya, suatu kelompok melakukan kampanye di jantung kota atau disesuaikan dengan jenis kampanye yang akan dilakukan.

Layaknya sebuah organisasi, dalam berkampanye pun Sobat Greeners harus memiliki massa yang dapat diajak untuk bekerjasama menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Jadi, pada tahap kedua, Sobat Greeners harus berani untuk membentuk massa. Sobat Greeners dapat mengajak teman, tetangga dan kelompok lainnya seperti serikat pekerja, tim olahraga, mahasiswa dan seniman. Manfaatkan pula media sosial seperti facebook, twitter, atau path untuk membentuk massa.

Ketika pembentukan massa sudah selesai, langkah selanjutnya adalah membuat rincian kebutuhan. Apa saja, sih? Sobat Greeners harus memperhitungkan waktu kampanye, titik-titik yang menjadi arah kampanye, transportasi untuk massa, sponsor sebagai bentuk dukungan dan pengeras suara agar suaramu terdengar oleh kelompokmu dan masyarakat.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/langkah-mudah-membuat-kampanye-lingkungan/feed/ 0
Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 5 Akan Tempuh NTB Sampai Bali https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-akan-tempuh-ntb-sampai-bali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-akan-tempuh-ntb-sampai-bali https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-akan-tempuh-ntb-sampai-bali/#comments Wed, 27 May 2015 09:53:26 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9276 Jakarta (Greeners) – Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni mendatang, komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia kembali menyelenggarakan kampanye tahunan “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5. Kali […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni mendatang, komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia kembali menyelenggarakan kampanye tahunan “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5. Kali ini, rute sepeda akan menyusuri dua provinsi, yakni Nusa Tenggara Barat sampai Bali. Sebanyak 21 perempuan telah lolos seleksi untuk menjadi pesepeda dalam touring ini.

Para Srikandi direncanakan akan membagikan bibit pohon untuk ditanam di wilayah yang dilewati. Selain itu, ke-21 Srikandi akan memberikan pembelajaran kepada masyarakat setempat agar lebih peka dengan permasalahan lingkungan, seperti di wilayah Sekotong Tengah di Lombok Barat yang terkena dampak pencemaran merkuri akibat penambangan emas skala kecil. Hal ini menjadi perhatian karena beberapa warga mulai menunjukkan gejala keracunan merkuri yang mirip dengan penyakit minamata.

“Penyelenggaraan tahun ini yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia memang menitikberatkan kepada aksi cinta bumi dan pengenalan kendaraan yang ramah terhadap lingkungan,” ujar Toto Sugito selaku Ketua Umum B2W Indonesia dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Selasa (26/05/2015).

Sebanyak 21 pesepeda perempuan yang tergabung dalam tim "Srikandi Inspirasi Bagi Negeri" akan melakukan aksi cinta bumi dan pengenalan kendaraan yang ramah terhadap lingkungan. Foto: greeners.co/Gloria Safira

Sebanyak 21 pesepeda perempuan yang tergabung dalam tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” akan melakukan aksi cinta bumi dan pengenalan kendaraan yang ramah terhadap lingkungan. Foto: greeners.co/Gloria Safira

Kegiatan menelusuri pulau-pulau di Indonesia, lanjut Toto, merupakan wujud dari partisipasi nyata untuk menciptakan keadaan lingkungan yang lebih baik untuk Indonesia. Ia juga optimis dengan banyaknya dukungan terhadap Srikandi, termasuk pemerintah di Jakarta dan NTB, touring ini akan membuahkan hasil yang positif.

Di tempat yang sama, Koordinator Kegiatan dan Operasional Kampanye Srikandi, Tense Manalu menyatakan bahwa kegiatan touring ini bukanlah kegiatan balap sepeda, namun kampanye dengan wujud kepedulian terhadap alam sekitar. Ia juga mengimbau agar dalam menjalankan kampanye ini, para Srikandi saling mengedepankan sisi kekeluargaan dan kebersamaan.

“Dalam melajukan sepedanya selama kampanye ini, teman-teman Srikandi harus memberikan dukungan satu sama lain, saling terikat dan memberikan energi positif untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Hadir pula salah satu peserta Srikandi, Pupung Kustanti (43) asal Banten. Perempuan yang akrab disapa Pungki ini merasa senang karena akhirnya dapat bergabung dalam kelompok Srikandi setelah melewati berbagai seleksi. Meski tidak lagi muda, Pungki tetap semangat dan tidak takut untuk menerjang jalur berjarak 700 kilometer tersebut. Ia pun berharap touring Srikandi ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak perempuan yang menyukai kegiatan bersepeda.

Foto bersama perwakilan tim Srikandi Inspirasi Bagi Negeri jilid 5, Bike to Work Indonesia dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E Stig Traavik di Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Selasa (26/05/2015). Foto: greeners.co/Gloria Safira

Foto bersama perwakilan tim Srikandi Inspirasi Bagi Negeri jilid 5, Bike to Work Indonesia dan First Secretary Of Norwegian Embassy untuk Indonesia, Jul Røsjø di Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Selasa (26/05/2015). Foto: greeners.co/Gloria Safira

Untuk diketahui, touring sepeda “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5 yang berlangsung pada tanggal 5-11 Juni 2015 ini akan menempuh jalur dari Bima – Dompu – Sumbawa Besar – Labuan Pandan (Lombok Timur) – Pemenang (Lombok Utara) – Mataram – Sekotong – Lembar. Kemudian touring dilanjutkan menuju Bali dengan rute dari Padangbai menuju garis finish di Denpasar.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kesehatan. Selain itu, acara ini juga didukung oleh Kedutaan Besar Denmark, Kedutaan Besar Norwegia, dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Menurut rencana, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E Stig Traavik, akan turut bersepeda bersama 21 Srikandi di salah satu etape perjalanan.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/srikandi-inspirasi-bagi-negeri-jilid-5-akan-tempuh-ntb-sampai-bali/feed/ 1