hello nature - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/hello-nature/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 30 Nov 2017 11:17:06 +0000 id hourly 1 Wildlife of Jakarta, Melihat Lebih Dekat Keanekaragaman Hayati Jakarta https://www.greeners.co/gaya-hidup/wildlife-of-jakarta-melihat-lebih-dekat-keanekaragaman-hayati-jakarta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wildlife-of-jakarta-melihat-lebih-dekat-keanekaragaman-hayati-jakarta https://www.greeners.co/gaya-hidup/wildlife-of-jakarta-melihat-lebih-dekat-keanekaragaman-hayati-jakarta/#comments Fri, 01 Dec 2017 02:00:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19452 Di tengah pesatnya perubahan dan meluasnya pembangunan di Jakarta, buku 'Wildlife of Jakarta' menjadi referensi sekaligus pengingat bahwa Jakarta memiliki keanekaragaman hayati yang perlu dijaga dan dilestarikan.]]>

Judul: Wildlife of Jakarta
Tim Penyusun: Ady Kristanto, Ahmad Baihaqi, Agung Angkasa Adi, Dedy Istanto, Gusti Wicaksono, Willy Ekariyono
Penerbit: PT. Nawala Sakra Asia
Jumlah Halaman: 148 halaman
Cetakan pertama, 2017

Kota Jakarta menjadi magnet bagi sebagian besar warga untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Gedung-gedung bertingkat, jalan layang, sampai dengan pusat pertokoan menjalar sejak tahun 1970 di kota yang dahulu dikenal sebagai Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, dan kemudian menjadi Jakarta ini.

Pesatnya perubahan dan pembangunan yang meluas membuat Jakarta melupakan kawasan hijau yang memiliki peran penting bagi sebuah kehidupan kota. Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran penting bagi makhluk hidup tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi tumbuhan dan satwa.

Kehadiran buku Wildlife of Jakarta yang disusun oleh enam fotografer dari komunitas Indonesia Wildlife Photography (IWP) tidak hanya menambah referensi akan dokumentasi satwa dan tumbuhan liar yang turut menghuni Jakarta, tapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keberadaan keanekaragaman hayati di Jakarta perlu diperhatikan dan dilestarikan.

wildlife of jakarta

Dari kiri ke kanan: Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Environment Manager Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto, Ketua Bike to Work Indonesia Putut Soedarjanto, dan Pemimpin Redaksi Greeners.co yang juga Ketua Pelaksana Hello Nature 2017 Syaiful Rochman (tidak terlihat) menandatangani sampul buku ‘Wildlife of Jakarta’ di hari kedua pelaksanaan Hello Nature 2017, Sabtu (25/11). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Dalam buku ini terdapat 11 foto puspa dan 111 foto satwa yang berhasil diabadikan di berbagai lokasi di kawasan Jakarta. Beberapa diantara foto tersebut bahkan terdapat puspa dan satwa yang tergolong langka dan dilindungi. Misalnya, salak condet (Salacca edulis cognita). Tanaman buah ini merupakan flora asli Jakarta dan menjadi buah identitas provinsi DKI Jakarta. Selain itu, ada bulus (Amyda cartilaginea) yang kini status konservasinya adalah Rentan (Vulnerable).

“Membaca buku ini seperti mengamati setiap kehidupan dari puspa dan satwa tersebut. Diharapkan warga Jakarta dapat mengenal keanekaragaman hayati yang hidup berdampingan dengan manusia dan ikut melestarikannya,” ujar Ady Kristanto, salah satu tim penyusun buku Wildlife of Jakarta dan pendiri Indonesia Wildlife Photography.

Buku yang dicetak dengan sampul keras (hard cover) dan menggunakan art paper ini memerlukan tiga tahun dalam pengerjaannya. Secara resmi buku ini telah diluncurkan dalam acara Hello Nature 2017 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, pada tanggal 25 November lalu. Turut hadir dalam acara ini Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ali Maulana Hakim.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/wildlife-of-jakarta-melihat-lebih-dekat-keanekaragaman-hayati-jakarta/feed/ 2
Naura Ajak Penggemar untuk Peduli Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/naura-ajak-penggemar-peduli-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=naura-ajak-penggemar-peduli-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/naura-ajak-penggemar-peduli-lingkungan/#respond Mon, 27 Nov 2017 08:11:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=19427 Meski baru berusia 12 tahun, artis cilik berbakat, Naura, sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Ia pun menularkan kepeduliannya ini kepada para penggemarnya.]]>

Jakarta (Geeners) – Ada yang berbeda dengan penyelenggaraan Hello Nature 2017. Acara yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional serta untuk mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati ini menampilkan artis cilik berbakat Naura. Ia membawakan lagu-lagunya dalam pertunjukan musik singkat bertema Naura for Nature. Alasannya, ia ingin penggemarnya peduli dengan lingkungan.

“Aku pengin teman-teman aku mengerti cara menjaga lingkungan dan bisa mengerti mengenai daur ulang,” ujar penyanyi bernama lengkap Adyla Rafa Naura Ayu ini di lokasi penyelenggaraan Hello Nature di Bumi Perkemahaan Ragunan, Jakarta, Minggu (26/11/2017) siang.

Naura yang datang dengan didampingi ibundanya, penyanyi Nola ‘AB3’, kemudian menjelaskan maksud dari daur ulang tersebut. Ia menjelaskan bahwa untuk dapat melihat penampilannya di Hello Nature, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun pengunjung diminta untuk membawa kemasan karton bekas minuman ke lokasi acara untuk ditukarkan dengan tiket.

“Kalau mau nonton konser aku di sini, caranya menukarkan sepuluh karton bekas minuman yang ditukarkan dengan tiket di registrasi,” ujarnya.

naura

Foto: greeners.co

Ketika disinggung mengenai kebiasaan membuang sampah, Naura yang baru saja menyelesaikan film perdananya bertajuk ‘Naura & Genk Juara’ ini dengan tegas menjawab bahwa dirinya membiasakan diri tidak membuang sampah sembarangan. Ia pun mengaku bahwa sekolahnya juga menyediakan tempat sampah terpilah yang memudahkan untuk membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

“Aku enggak buang sampah sembarangan dong. Di sekolahku ada tiga tong sampah yang berbeda. Warnanya kuning, merah, dan hijau. Yang merah buat (sampah) plastik, yang kuning buat sisa makanan, dan yang hijau buat (sampah) organik,” katanya.

Di hari ke tiga penyelenggaraan acara Hello Nature ini, Naura membawakan enam buah lagu, diantaranya Berani Bermimpi, Bully, dan Setinggi Langit. Meski hujan terus mengguyur lokasi acara, namun penyanyi berusia 12 tahun ini terlihat tetap bersemangat.

“Teman-teman semua, ayo kita buang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan,” katanya.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/naura-ajak-penggemar-peduli-lingkungan/feed/ 0
Hello Nature 2017, Konsisten Ingatkan Pentingnya Keanekaragaman Hayati https://www.greeners.co/aksi/hello-nature-2017-konsisten-ingatkan-pentingnya-keanekaragaman-hayati/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hello-nature-2017-konsisten-ingatkan-pentingnya-keanekaragaman-hayati https://www.greeners.co/aksi/hello-nature-2017-konsisten-ingatkan-pentingnya-keanekaragaman-hayati/#respond Sun, 26 Nov 2017 06:06:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=19422 Untuk ke tiga kalinya Hello Nature kembali digelar. Acara tahunan ini diselenggarakan di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta, pada tanggal 24-26 November 2017.]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk ke tiga kalinya Hello Nature kembali digelar. Acara tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa serta untuk mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati ini diselenggarakan di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta, pada tanggal 24-26 November 2017.

“Kami ingin mengajak warga Jakarta untuk menyapa alam. Nanti kita akan bisa melihat apa peran kita di alam? Apa sumbangsih kita bagi alam? Di acara ini mereka (pengunjung) akan bertemu dengan edukator-edukator yang berasal dari komunitas- komunitas terkait lingkungan yang ada di sini,” ujar Ketua Pelaksana Hello Nature 2017, Syaiful Rochman, Sabtu (25/11/2017).

Lebih lanjut Syaiful menyoroti sepinya peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang telah ditetapkan pemerintah pada tanggal 5 November. Menurutnya, beberapa tahun belakangan pemerintah mulai kurang menaruh perhatian terhadap pentingnya kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia.

“Sudah dua tahun berturut-turut pemerintah lupa Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Dalam HCPSN biasanya akan ditetapkan flora dan satwa yang menjadi maskot HCPSN untuk mengingatkan bahwa ada flora dan satwa yang perlu kita lestarikan. Kalau pemerintah bisa lupa, bagaimana masyarakat juga bisa ingat? Perlu disadari bahwa manusia membutuhkan tumbuhan dan satwa yang beragam untuk kelangsungan hidupnya,” ujarnya.

Hello Nature sendiri, lanjutnya, mengusung prinsip penyelenggaraan acara minim sampah “Less Waste Event”. Ia berharap dengan diadakannya Hello Nature, publik dapat terus digugah kesadarannya untuk bertanggung jawab kepada alam dengan membiasakan diri melakukan kebiasaan baik seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya.

Di temui di acara yang sama, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mengakui bahwa penyelenggaraan Hello Nature yang masih konsisten dilakukan menjadi ‘peringatan’ bagi pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk lebih menggiatkan lagi acara-acara yang mendorong kesadaran publik agar terbiasa menjaga kebersihan lingkungan.

“(Acara) Ini bukan dari pemerintah tapi bukan berarti pemerintah lepas tangan. Kami mendukung, kami memfasilitasi untuk acara-acara seperti ini agar sesuai dengan aturan-aturan terkait dan menyiapkan sarana dan prasarana yang sesuai,” ujar Ali.

Menurut Ali, dalam hal sosialisasi, pemerintah telah menyebarkan pesan untuk menjaga kebersihan melalui semua media, termasuk televisi, radio dan media cetak. Namun, kepedulian masyarakat dinilainya masih belum terbentuk.

“Kepedulian itu harus datang dari semua, bukan hanya satu pihak aja. Kalau ini bisa diviralkan akan lebih bagus dan akan mendorong pemangku kebijakan untuk lebih tegas bertindak,” ujarnya.

Environment Manager Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto selaku sponsor Hello Nature 2017 menyampaikan bahwa moto acara Hello Nature “Kembali ke Alam Kembali ke yang Baik” sejalan dengan moto Tetra Pak, yaitu “Melindungi yang Baik”.

“Kami sudah merintis kegiatan yang mendukung lingkungan sejak sepuluh tahun terakhir. Tetra Pak sendiri mempunyai gerakan ‘3 L’ yaitu Lepas, Lipat dan Letakan. Dari hal simpel saja, misalnya dari minuman, kami mengampanyekan agar konsumen membuka lipatan kemasan, melipat kemasan dan meletakan kemasan yang sudah habis isinya di tempat sampah terpilah. Ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan (agar tetap bersih) tapi juga akan sangat membantu sektor informal seperti pemulung,” kata Reza.

Ia menjelaskan bahwa sampah kemasan, terlebih yang sudah dipilah, akan menaikan nilai jual sampah tersebut ke pengepul. Tidak hanya itu, dengan membuka dan melipat sampah kemasan akan mengurangi volume sampah tersebut dan membuatnya menjadi lebih bersih dari sisa minuman atau makanan.

Buku Wildlife of Jakarta diluncurkan

Dalam acara yang sama, buku foto bertema satwa dan tumbuhan liar di Jakarta bertajuk Wildlife of Jakarta secara resmi diluncurkan. Buku yang disusun selama tiga tahun ini merupakan buah karya beberapa fotografer yang tergabung dalam komunitas Indonesia Wildlife Photography (IWP) dan didukung oleh media lingkungan Greeners.co.

“Buku Wildlife of Jakarta menyajikan berbagai macam foto ragam kehidupan puspa dan satwa yang masih bertahan hidup di kota Jakarta,” ujar Ady Kristanto, salah satu pemrakarsa komunitas IWP.

Dalam buku Wildlife of Jakarta terdapat 11 foto puspa dan 111 foto satwa yang hidup liar di kawasan yang dihuni lebih dari 10 juta orang ini. Beberapa diantaranya tergolong puspa dan satwa yang statusnya kini rentan dan terancam punah, seperti bulus dan salak condet.

“ Membaca buku ini seperti mengamati setiap kehidupan dari puspa dan satwa tersebut. Diharapkan warga Jakarta dapat mengenal keanekaragaman hayati yang hidup berdampingan dengan manusia dan ikut melestarikannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, acara Hello Nature 2017 melibatkan 26 komunitas berorientasi lingkungan sebagai partisipan dan turut mengundang siswa-siswi dari sekolah-sekolah dengan program Adiwiyata. Ada banyak aktifitas yang dilangsungkan dalam acara ini seperti biodiversity hunting, coaching clinic, horse riding, seminar, talk show, yoga, dan lainnya. Aktris cilik berbakat Naura juga akan tampil di penghujung acara yang dilangsungkan selama tiga hari di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/aksi/hello-nature-2017-konsisten-ingatkan-pentingnya-keanekaragaman-hayati/feed/ 0
Hello Nature 2016, Event Perdana yang Terapkan 100 Persen Pengelolaan Sampah https://www.greeners.co/aksi/hello-nature-2016-event-perdana-terapkan-100-persen-pengelolaan-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hello-nature-2016-event-perdana-terapkan-100-persen-pengelolaan-sampah Fri, 11 Nov 2016 17:46:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=15172 Hello Nature 2016, sebuah acara tahunan yang diadakan dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, mulai menerapkan penyelenggaraan event yang seratus persen melakukan pengelolaan sampah selama acara berlangsung.]]>

Jakarta (Greeners) – Sebagai bentuk implementasi dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah khususnya sampah spesifik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberikan imbauan kepada para penyelenggara acara tentang Pengelolaan Sampah Pada Penyelenggaraan Acara atau event.

Terkait imbauan tersebut, Hello Nature 2016, sebuah acara tahunan yang diadakan dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, menerapkan penyelenggaraan event yang seratus persen melakukan pengelolaan sampah selama acara berlangsung.

Ketua Panitia Hello Nature 2016, Syaiful Rochman, menjelaskan bahwa nantinya Hello Nature yang akan digelar pada tanggal 26 hingga 27 November 2016 ini akan berkomitmen menerapkan pengelolaan sampahnya seperti yang diperintahkan di dalam imbauan tentang Pengelolaan Sampah Pada Penyelenggaraan Acara atau event tersebut.

“Dahulu itu konotasinya, kalau acaranya besar pasti sampahnya besar. Nah, melalui acara ini kami berencana akan menerapkan pedoman pengelolaan sampah untuk event yang diluncurkan oleh KLHK di sini. Jadi event ini akan menjadi event pertama yang mengelola sampahnya sendiri,” jelas Syaiful saat menggelar Jumpa Pers di Taman Langsat, Jakarta Selatan, Jumat (11/11).

Hello Nature 2016, lanjutnya, akan menerapkan sistem pengelolaan sampah yang belum banyak dilakukan oleh petugas kebersihan pada penyelenggaraan acara kebanyakan. Ia mengatakan bahwa nantinya akan ada sistem pemilahan sampah menurut jenisnya yang dilakukan sesuai dengan perintah UU Gubernur 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Yang pasti pada kegiatan ini untuk pertamakalinya dalam penyelenggaraan sebuah acara, divisi yang paling besar itu adalah divisi pengelolaan sampah. Hampir 30 persennya itu bertugas mengurusi sampah,” tambahnya.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, R. Sudirman mengatakan bahwa KLHK menyambut baik kegiatan Hello Nature 2016 yang berkomitmen dalam pengelolaan sampahnya. Menurutnya, selama ini pemerintah sudah seringkali mendorong baik itu masyarakat, pengusaha maupun pemerintah untuk peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan.

“Kita itu sudah punya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP 81 tentang sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga, serta Standart Operasional Prosedur yang salah satunya tentang less waste event. Artinya setiap kegiatan tidak banyak menimbulkan sampah atau bisa mengelola sampahnya,” kata Sudirman pada kesempatan yang sama.

Hal ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa pemerintah terus mendorong kepedulian masyarakat, pengusaha maupun pemerintah serta para penyelenggara acara untuk fokus dan peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan. Selain itu, KLHK juga memiliki rencana nasional perencanaan strategis pengelolaan sampah. Melalui rencana tersebut, nantinya akan mudah terpetakan peran-peran semua pihak dalam Pengelolaan sampahnya.

“Kalau rencana itu sudah jadi, nanti perannya jelas sekali, perannya masyarakat di mana, pemerintah di mana. Dalam rencana itu juga peran daerah harus jelas serta, pemanfaatan sampah yang punya nilai jual harus diutamakan. Tidak boleh lagi ada sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Umum, apalagi untuk kota-kota yang mendapat Adipura, mereka harus bisa mengelola sampahnya,” tegasnya.

Selain pemerintah, Hello Nature 2016 juga mendapat dukungan dari Tetra Pak Indonesia, perusahaan multinasional yang menawarkan solusi terpadu pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman yang telah memiliki sertifikat Forest Stewardship Council (FSC).

Menurut Reza Andreanto, Environmental Manager Tetra Pak Indonesia, saat ini isu lingkungan tengah menjadi sorotan banyak pihak baik di tingkat nasional maupun global. Sebagai perwakilan dunia usaha, terangnya, Tetra Pak menyambut baik pelaksanaan Hello Nature 2016. Terlebih, slogan yang diusung pun diakuinya sejalan dengan misi Tetra Pak.

“Lingkungan buat Tetra Pak bukan sekedar slogan. Itu malah jadi tujuan strategis utama,”katanya.

Lebih lanjut Reza menjelaskan, dalam memproduksi sebuah kemasan, Tetra Pak mengambil bahan bakunya dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab. Apalagi, Hello Nature ini juga melakukan aktifitas daur ulang sampah yang bisa dipertanggungjawabkan. Implementasi ini dianggap penting dalam meningkatkan sebuah tindakan nyata untuk melakukan daur ulang sampah kemasan pada penyelenggaraan sebuah acara.

Sebagai Informasi, Hello Nature 2016 ini digelar untuk meningkatkan kesadaran warga kota akan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup. Beberapa fitur menarik yang akan digelar dalam acara ini adalah peluncuran perdana buku foto “WILDLIFE OF JAKARTA” hasil karya komunitas Indonesia Wildlife Photographer.

Selain itu juga akan dibuka beberapa wahana dalam event dengan berbagai macam aktifitas menarik seperti Natural Kids Area yang di dalamnya akan ada wahana Petting zoo, Naik kuda, Outbond dan Hunting Biodiversity.

Setiap harinya akan digelar seminar dengan tema Climate Change & Biodiversity Issues yang ditujukan untuk Mahasiswa dan Umum. Selain itu ada kantin makanan dengan konsep Healthy Food dan Eco Friendly Packaging serta diskusi musik yang dilakukan oleh musisi dan Tokoh Lingkungan Hidup seperti Navicula dan perwakilan dari Eksekutif, Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Penulis: Danny Kosasih

]]>
Hello Nature 2015 Mengembalikan Interaksi dalam Keluarga https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/#respond Sun, 15 Nov 2015 16:06:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11906 Jakarta (Greeners) – Perhelatan Hello Nature 2015 yang berlangsung pada tanggal 13-15 November 2015 kemarin dinilai cukup menarik minat pengunjung. Assyifa (35), ibu dari seorang putra yang turut berpartisipasi dalam […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perhelatan Hello Nature 2015 yang berlangsung pada tanggal 13-15 November 2015 kemarin dinilai cukup menarik minat pengunjung. Assyifa (35), ibu dari seorang putra yang turut berpartisipasi dalam permainan yang diadakan oleh Eduarga di Hall Piazza, Gandaria City mengaku tertarik untuk datang ke acara ini. Menurutnya, Hello Nature 2015 telah memberikan ruang dan waktu bagi dirinya beserta anak-anaknya untuk berinteraksi melalui sebuah permainan.

“Kita yang biasanya sibuk dengan gawai masing-masing, di sini tuh seakan kita malah enggak punya gawai. Karena fokus kita sudah terfokus memerhatikan anak-anak kita bermain dan secara enggak langsung kita jadi ikut terlibat,” tuturnya kepada Greeners saat tengah bermain bersama dengan keluarga lainnya di lokasi penyelenggaraan Hello Nature 2015 di Gandaria City, Jakarta, Minggu (15/11).

Eduarga adalah salah satu permainan yang dihadirkan dalam pelaksanaan Hello Nature 2015. Permainan ini, dikatakan oleh Baldwin Husin selaku founder dari Eduarga, adalah jenis permainan kelompok yang sengaja dibuat untuk mengembalikan aktivitas dan interaksi di dalam sebuah keluarga.

“Eduarga ini mencoba memberikan sebuah permainan edukatif bagi keluarga untuk mengembalikan peran dari setiap anggota keluarga, khususnya dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi. Saat ini kan banyak keluarga yang sebenarnya duduk satu meja tapi terlihat sibuk masing-masing dengan gawainya. Dengan permainan ini, kita ingin mencoba mengembalikan suasana kehangatan bersama keluarga tersebut,” terang Baldwin pada kesempatan yang sama.

Mengenai acara Hello Nature 2015 sendiri, Baldwin mengaku cukup anstusias untuk terlibat karena menurutnya acara ini bisa memperkenalkan kembali jenis-jenis satwa dan tumbuhan yang ada di sekitar kita dengan cara yang unik dan tidak biasa. Sehingga, anak-anak mampu belajar dan bermain dalam saat yang bersamaan.

Pony ride. Foto: greeners.co

Pony ride. Foto: greeners.co

Selain Eduarga, pengunjung yang mayoritas terdiri dari anak-anak dan orang tua juga bisa mengikuti kegiatan Kutakatik. Dalam kegiatan ini pengunjung diajak untuk belajar memanfaatkan barang yang tidak terpakai menjadi sebuah mainan unik dan lucu dengan ciri khas si pembuatnya masing-masing.

Adapula arena pony ride untuk pengunjung yang ingin merasakan menunggangi kuda poni. Selain itu ada pula area petting zoo yang memberikan kesempatan pada pengunjung untuk memberi makan hewan-hewan domestik seperti ayam, sapi, kambing dan lainnya.

Tidak lupa jajaran pameran dari berbagai komunitas lingkungan pun turut meramaikan acara ini. Diantaranya ada komunitas Bekasi Berkebun yang memberikan pengunjung kesempatan untuk mempelajari bagaimana melakukan aktivitas berkebun di wilayah perkotaan. Selain itu, ada pula komunitas Bike2 Work Indonesia, komunitas Sapu Gunung, Biodiversity Warrior, dan banyak lainnya.

Syaiful Rochman selaku Penanggung Jawab Hello Nature 2015 menyatakan sebagai sebuah gelaran perdana, Hello Nature 2015 mendapat respon yang cukup besar dari kalangan masyarakat.

“Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar di Hello Nature 2015. Banyak keluarga yang tertarik mengajak anak-anaknya mengenal satwa secara langsung. Ini menandakan banyak keluarga di Jakarta masih menganggap berinteraksi dengan hidupan liar terutama satwa sangat penting bagi perkembangan anak-anaknya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan kegiatan bertajuk “Hello Nature 2015”. Acara ini diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta, pada tanggal 13-15 November 2015.

Dalam acara ini ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya guna kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/feed/ 0
Alam Berbicara, Suara Alam Kepada Manusia https://www.greeners.co/aksi/alam-berbicara-suara-alam-kepada-manusia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alam-berbicara-suara-alam-kepada-manusia https://www.greeners.co/aksi/alam-berbicara-suara-alam-kepada-manusia/#respond Sun, 15 Nov 2015 13:13:45 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=11904 Jakarta (Greeners) – Lembaga nirlaba Conservation International atau CI Indonesia menayangkan film pendek berjudul “Alam Berbicara” pada perhelatan Hello Nature 2015. Film yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu ini merupakan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Lembaga nirlaba Conservation International atau CI Indonesia menayangkan film pendek berjudul “Alam Berbicara” pada perhelatan Hello Nature 2015. Film yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu ini merupakan film versi bahasa Indonesia dan bagian dari kampanye global untuk konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Air.

Film ini memiliki pesan utama seperti mengajak masyarakat Indonesia untuk turut aktif dalam mempertahankan kelestarian alam dengan memproklamirkan bahwa alam tidak memerlukan manusia tapi sebaliknya, manusia memerlukan alam.

“Tentunya kita berharap kalau kampanye sosial ini dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat luas karena betapa pentingnya alam yang ada telah semakin rusak akibat ulah manusia,” terang Cristine Hakim selaku pengisi suara untuk narasi “Ibu Pertiwi” dalam film “Alam Berbicara” seperti yang ditayangkan pada acara Hello Nature 2015, Jakarta, Sabtu (14/11) malam.

Regina nikijuluw, Communications Manager Suistainable Landscapes Partnership CI Indonesia menyatakan bahwa kampanye sosial ini dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa alam tidak membutuhkan manusia melainkan manusialah yang membutuhkan alam. Begitu banyak kegiatan manusia yang merusak alam hanya untuk kepentingan ekonomi.

Oleh karena itu, kampanye sosial ini dilakukan untuk menggugah kesadaran publik tentang pentingnya mendengarkan alam dan mendorong aksi dari masyarakat luas, pemerintah, komunitas, institusi-institusi dan sektor swasta menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Biasanyakan kampanye itu dilakukan oleh manusia dan dengan ajakan manusia. Kini, kita bikin alamnya yang bicara jadi cukup menarik perhatian panitia COP 21 Paris untuk memutarkan film ini,” tambahnya.

Sebagai informasi, kampanye sosial ini sudah diluncurkan CI menjelang COP 21 yang menurut rencana akan diselenggarakan di Paris, Perancis pada tanggal 30 November-11 Desember 2015. Sementara perhelatan COP 21 bertujuan untuk membentuk kesepakatan internasional tentang iklim yang mengikat secara hukum.

Kampanye “Alam Berbicara” pada tingkat internasional sendiri telah menampilkan delapan film pendek yang dinarasikan oleh selebriti internasional terkemuka seperti Harrison Ford, Julia Roberts, Penelope Cruise dan Edward Norton.

CI Indonesia menarasikan semua film dalam Bahasa Indonesia dan baru saja meluncurkan empat film yang disulihsuarakan oleh selebriti-selebriti Indonesia yaitu Christine Hakim, Lukman Sardi, Pandji Pragiwaksono dan Najwa Shihab. Mereka, secara berturutan, mengisi suara sebagai Ibu Pertiwi, Samudra, Hutan dan Air.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/alam-berbicara-suara-alam-kepada-manusia/feed/ 0
Hello Nature 2015, Cara Unik Memperkenalkan Puspa dan Satwa https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-cara-unik-memperkenalkan-puspa-dan-satwa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hello-nature-2015-cara-unik-memperkenalkan-puspa-dan-satwa https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-cara-unik-memperkenalkan-puspa-dan-satwa/#respond Sat, 14 Nov 2015 09:57:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11887 Jakarta (Greeners) – Belajar mengenali jenis puspa dan satwa di sekitar kita akan menjadi menarik ketika dikemas dalam konsep yang tidak biasa. Untuk itu, Hello Nature 2015 hadir untuk memberikan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Belajar mengenali jenis puspa dan satwa di sekitar kita akan menjadi menarik ketika dikemas dalam konsep yang tidak biasa. Untuk itu, Hello Nature 2015 hadir untuk memberikan informasi dan edukasi bagi masyarakat tentang keanekaragaman hayati, diantaranya melalui interaksi langsung dengan satwa yang umum dikenal masyarakat.

Syaiful Rochman selaku Penanggung Jawab Hello Nature 2015 dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui kegiatan Hello Nature 2015, pengunjung akan dilibatkan dalam interaksi bersama satwa seperti bagaimana cara memerah susu sapi atau mengendarai kuda poni dengan ramah.

“Saat ini generasi muda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta sudah semakin jauh dengan lingkungan yang alami. Mereka (generasi muda) lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan waktu mereka tersitas pada aktivitas di gawai pribadi. Untuk itu, Hello Nature hadir untuk memperkenalkan kembali jenis satwa dan puspa yang ada di sekitar kita,” ujar Syaiful, Jakarta, Jumat (13/11).

Lebih lanjut, Drs. Ade Palguna Ruteka, Sekretaris Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang turut hadir pada pembukaan Hello Nature 2015 menambahkan bahwa upaya memperkenalkan, memelihara dan menjaga puspa dan satwa, baik umum ataupun yang dilindungi, adalah tanggung jawab semua pihak. Termasuk masyarakat secara keseluruhan.

“Mengenali jenis puspa dan satwa di sekitar kita seharusnya menjadi satu keharusan tersendiri bagi masyarakat mengingat keberadaan puspa dan satwa tersebut sangat penting sebagai penunjang hidup manusia dan alam,” tambahnya.

Untuk itu, Ade menyatakan bahwa KLHK akan selalu terbuka untuk bekerjasama dengan lembaga maupun masyarakat yang berupaya memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan hidup puspa dan satwa di Indonesia.

Terkait keberlangsungan hidup puspa dan satwa, Akademisi dari Universitas Nasional Imran S.L Tobing, menyatakan, banyak dari jenis puspa dan satwa di Indonesia, baik yang umum maupun langka, tengah berada dalam kondisi yang memprihatinkan akibat dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian masyarakat.

Imran menyatakan, ketidakpedulianlah yang membuat puspa dan satwa di Indonesia mengalami ancaman kepunahan. Kegiatan perekonomian yang terus mengincar keuntungan besar tanpa memedulikan konservasi dan keberlangsungan habitat hewan dan tumbuhan di banyak tempat, menurutnya, jelas akan membuat keanekaragaman hayati yang ada akan terus tergerus dan mengalami kepunahan.

“Yang tidak peduli ini yang bahaya. Mencari keuntungan tanpa peduli akan lingkungan yang rusak, tanpa peduli sumber daya alam atau flora fauna menyebabkan kepunahan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan “Hello Nature 2015”. Acara ini diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta, pada tanggal 13-15 November 2015.

Dalam acara ini ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya. Acara ini bertujuan untuk kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-cara-unik-memperkenalkan-puspa-dan-satwa/feed/ 0
Mengenal (Kembali) Keanekaragaman Hayati di Hello Nature 2015 https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015 https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/#respond Thu, 12 Nov 2015 06:19:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11871 Jakarta (Greeners) – Manusia tidak hidup sendiri di bumi ini. Ada puspa dan satwa yang juga hidup di dalamnya. Mengenali berbagai jenis puspa dan satwa di sekitar kita seharusnya menjadi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Manusia tidak hidup sendiri di bumi ini. Ada puspa dan satwa yang juga hidup di dalamnya. Mengenali berbagai jenis puspa dan satwa di sekitar kita seharusnya menjadi keharusan dan penting mengingat manusia membutuhkan puspa dan satwa untuk hidup.

Akademisi dari Universitas Nasional Imran S.L Tobing, menyatakan, saat ini banyak dari jenis puspa dan satwa di Indonesia, baik yang umum maupun langka, berada dalam kondisi memprihatinkan akibat dari ketidakpedulian dan ketidaktahuan masyarakat.

Namun sebenarnya, lanjut Imran, ketidakpedulian lah yang membuat puspa dan satwa di Indonesia mengalami ancaman kepunahan. Kegiatan perekonomian yang terus mengincar keuntungan besar tanpa memedulikan konservasi dan keberlangsungan habitat hewan dan tumbuhan di banyak tempat, menurutnya, jelas akan membuat keanekaragaman hayati yang ada akan terus tergerus dan mengalami kepunahan.

“Yang tidak peduli ini yang bahaya. Mencari keuntungan tanpa peduli akan lingkungan yang rusak, tanpa peduli sumber daya alam atau flora fauna dan menyebabkan kepunahan,” jelasnya, Jakarta, Kamis (12/11).

Imran juga menekankan bahwa berbagai kegiatan guna menambah pengetahuan dan kesadartahuan masyarakat akan pentingnya menjaga alam, termasuk puspa dan satwa yang berada di dalamya, merupakan satu hal penting yang harus menjadi perhatian banyak pihak.

Hello Nature 2015, terusnya, akan memberikan pengetahuan, konsep konservasi, pembangunan berkelanjutan, dan ekonomi hijau yang sudah harus ditanamkan kepada generasi muda agar flora dan fauna serta kekayaan alam Indonesia dapat memberi keuntungan pada saat ini, esok, lusa dan nanti secara berkesinambungan.

Syaiful Rochman, Penanggung Jawab kegiatan Hello Nature 2015, menyampaikan bahwa saat ini, generasi muda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta sudah semakin jauh dari lingkungan yang alami. Generasi ini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan waktu mereka tersita pada aktivitas di gawai pribadi.

“Greeners menggelar Hello Nature ini agar bisa mengingatkan kembali pentingnya berinteraksi dengan satwa dan puspa kepada para generasi muda, sehingga mereka bisa lebih menghargai kehidupan lebih baik lagi. Kami juga bersyukur, pada gelaran Hello Nature perdana ini bisa bekerjasama dengan tim dari Fakultas Biologi Universitas Nasional sehingga kegiatan ini juga diisi dengan rangkaian diskusi ilmiah yang sesuai dengan tema peringatan HCPSN 2015,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan kegiatan bertajuk “Hello Nature 2015”. Acara akan diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta pada tanggal 13-15 November 2015.

Pada acara tersebut akan ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya untuk kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/feed/ 0