hutan kota - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/hutan-kota/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 24 Feb 2016 10:40:45 +0000 id hourly 1 Peta Infografik dan Papan Informasi Hutan Kota Krida Loka Senayan Diresmikan https://www.greeners.co/aksi/peta-infografik-dan-papan-informasi-hutan-kota-krida-loka-senayan-diresmikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peta-infografik-dan-papan-informasi-hutan-kota-krida-loka-senayan-diresmikan https://www.greeners.co/aksi/peta-infografik-dan-papan-informasi-hutan-kota-krida-loka-senayan-diresmikan/#respond Wed, 24 Feb 2016 05:45:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=12933 Diharapkan dengan adanya peta infografik dan papan informasi, potensi keanekaragaman hayati Hutan Kota Krida Loka dapat tergali.]]>

Jakarta (Greeners) – Luasan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta masih jauh dari yang diisyaratkan oleh undang-undang. Oleh karena itu, perlu terus digali potensinya agar muncul kesadaran pemerintah dan masyarakat untuk terus menambah luasannya.

Saat ini, Provinsi DKI Jakarta setidaknya hanya memiliki kurang lebih 9 persen RTH dari total luas wilayahnya. Padahal, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang jelas menunjukkan bahwa sebuah kota harus memiliki ruang terbuka hijau sebanyak 30 persen dari total luas wilayahnya.

Luasan sebesar 30 persen dari total wilayah itu adalah syarat minimum untuk menjamin keseimbangan ekosistem sebuah kota. Termasuk di dalamnya keseimbangan sistem hidrologi yang berkaitan erat dengan banjir dan peningkatan ketersediaan udara bersih. Melihat kondisi tersebut, Jakarta sebenarnya jauh berada pada posisi ideal.

Oleh karena itu, Transformasi Hijau (TRASHI) bekerjasama dengan BBC “Ardea” Fakultas Biologi Universitas Nasional, Biodiversity Warriors, HSBC, dan Gelora Bung Karno ingin melihat potensi yang dimiliki oleh Hutan Kota Krida Loka, Senayan di Jakarta Pusat dengan kegiatan monitoring keanekaragaman hayati di Hutan Kota Krida Loka.

Kegiatan ini adalah upaya untuk membuat peta infografik dan papan informasi Hutan Kota Krida Loka. Diharapkan dengan adanya peta infografik dan papan informasi ini potensi keanekaragaman hayati Hutan Kota Krida Loka dapat tergali. Meskipun menjadi salah satu kota yang memiliki polusi cukup tinggi, ibukota negara ini seharusnya masih menyimpan beragam spesies unik dan menarik di ruang-ruang terbuka hijaunya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan muncul apresiasi masyarakat terhadap ruang terbuka hijau, sehingga ada kesadaran untuk menjaga bahkan menambah luasannya,” ujar Direktur TRASHI, Hendra Aquan, Sabtu (20/02).

Hutan Kota Krida Loka di Jakarta kini miliki peta infografik dan papan informasi keanekaragaman hayati. Foto: greeners.co/Ahmad Baihaqi (Indonesia Wildlife Photography)

Hutan Kota Krida Loka di Jakarta kini miliki peta infografik dan papan informasi keanekaragaman hayati. Foto: greeners.co/Ahmad Baihaqi (Indonesia Wildlife Photography)

Keanekaragaman hayati yang masih tersimpan di Hutan Kota Krida Loka dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang ke ruang terbuka hijau dan memanfaatkannya secara positif. Keanekaragaman hayati ini juga bisa menjadi pengingat bagi pemerintah untuk dapat menambah luasan RTH.

Sebagai kegiatan awal, pada tanggal 26 September 2015 lalu di Hutan Kota Krida Loka telah dilakukan pengamatan flora dan fauna. Pengamatan tersebut dilakukan sampai akhir bulan Oktober 2016.

Peresmian peta infografik dan papan informasi flora dan fauna diharapkan menjadi momentum mengenalkan dan melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya yang berada di Hutan Kota Krida Loka yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta di bawah naungan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Selain sebagai sarana olahraga dan peredam kebisingan, Hutan Kota Krida Loka juga diharapkan dapat berfungsi sebagai sumber resapan air, penghasil oksigen dan sarana edukasi tentang potensi keanekaragaman hayati yang berada di dalamnya bagi seluruh masyarakat DKI Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut masyarakat di lingkungan Hutan Kota Krida Loka, pelajar, media dan berbagai komunitas pegiat lingkungan, seperti Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta, Klub Indonesia Hijau, Peta Hijau Jakarta, Biological Bird Club “Ardea” Fakultas Biologi Universitas Nasional, Biodiversity Warriors, KSHL Comata UI, Sekolah Tinggi Desain Interstudi, dan DAAI TV program Sahabat Alam.

Penulis: Ahmad Baihaqi/Indonesia Wildlife Photography

]]>
https://www.greeners.co/aksi/peta-infografik-dan-papan-informasi-hutan-kota-krida-loka-senayan-diresmikan/feed/ 0
Komunitas Seniman Malang Tolak Revitalisasi Hutan Kota Malabar https://www.greeners.co/berita/komunitas-seniman-malang-tolak-revitalisasi-hutan-kota-malabar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=komunitas-seniman-malang-tolak-revitalisasi-hutan-kota-malabar https://www.greeners.co/berita/komunitas-seniman-malang-tolak-revitalisasi-hutan-kota-malabar/#respond Wed, 26 Aug 2015 10:26:27 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10910 Malang (Greeners) – Komunitas seniman dan masyarakat Kota Malang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar menggelar aksi dukungan penolakan revitalisasi hutan seluas 16.000 meter per segi. Aliansi juga […]]]>

Malang (Greeners) – Komunitas seniman dan masyarakat Kota Malang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar menggelar aksi dukungan penolakan revitalisasi hutan seluas 16.000 meter per segi. Aliansi juga menggalang dukungan melalui situs change.org yang saat ini sudah mencapai tiga ribu lebih dukungan.

Aksi yang dilakukan di Taman Merbabu, Kota Malang, Minggu (23/8/2015) lalu tersebut bermaksud mengajak dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya keutuhan hutan kota satu-satunya di Kota Malang ini. Beberapa orang membagikan kertas kosong kepada para pengunjung taman yang sedang menyaksikan penampilan para seniman.

Salah seorang seniman terlihat melakukan pembacaan puisi berbahasa Jawa. Makna puisi tersebut adalah meminta kepada penguasa alam agar memberikan kesuburan bagi bumi dengan menurunkan hujan. Sebab, bumi sekarang sedang dalam kondisi yang hampir mati akibat ulah manusia.

Foto: greeners.co

Foto: greeners.co

Mbah Kardjo, yang bernama asli Syamsul Subakri tampak semangat membacakan puisi dan diakhiri dengan melepas burung yang disimbolkan sebagai duta untuk menyampaikan kabar kondisi bumi yang sekarat. “Burung dikirim sebagai duta ke langit untuk membawa pulang mendung yang menggantung sehingga bisa membasahi negeri,” kata Mbah Kardjo, usai penampilannya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi, Aji Prasetyo mengungkapkan, selain menggalang dukungan melalui situs change.org, mereka juga ingin melihat tanggapan masyarakat Kota Malang terkait revitalisasi Hutan Kota Malabar. “Kita bagikan kertas kosong untuk mengetahui harapan dan tanggapan masyarakat,” kata Aji.

Setelah pengunjung mengisi kertas tersebut, kertas itu akan ditempelkan di kertas karton seukuran dua meter dan akan dibawa saat kajian kasus bersama akademisi dan Pemkot Malang yang rencananya akan digelar pada tanggal 26 Agustus 2015 (hari ini).

“Kita hadirkan ahli lingkungan dan hukum untuk beradu argumen. Siapa tahu kebijakan ini bisa diubah,” katanya.

Salah satu anggota komunitas Muni Suri yang turut menggelar aksi, Vania Wibisono, berharap Hutan Kota Malabar yang saat ini akan dibangun sebagai taman kota akan mengubah fungsi ekologis hutan itu sendiri. Menurut Vania, saat ini banyak ruang terbuka hijau di Kota Malang yang berubah menjadi pusat-pusat perbelanjaan dan hotel.

Foto: greeners.co

Foto: greeners.co

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang, M. Nurwidianto menjelaskan bahwa latar belakang revitalisasi hutan kota ini karena beberapa hal, seperti adanya kerusakan infrastruktur drainase dan pendangkalan kolam reservoir, minimnya instalasi penerangan, akses yang tidak memadai dan kurang ramah masyarakat, serta maraknya tindak kriminal yang terjadi di dalam Hutan Malabar.

Menurutnya, revitalisasi ini dalam desainnya akan menguatkan fungsi ekologis dengan mengoptimalisasi drainase, optimalisasi fungsi kolam reservoir dengan normalisasi pembuatan bendungan, dan penataan vegetasi endemik dengan penambahan 800 perdu dan 100 pohon.

“Perbaikan akses jalur pejalan dan pembuatan jalur khusus difabel serta penambahan rumah pohon dan jalur jembatan pohon,” katanya.

Optimalisasi fungsi edukasi juga akan dilakukan dengan pembuatan edukasi rumah kompos, penambahan area tematik pohon dan penamaan flora, pembuatan jembatan observasi di atas kolam reservoir. Selain itu, juga ada penambahan jogging track di area keliling hutan Malabar dan sepeda, dan pembuatan vertical garden dari bahan daur ulang.

Penulis: HI/G17

]]>
https://www.greeners.co/berita/komunitas-seniman-malang-tolak-revitalisasi-hutan-kota-malabar/feed/ 0
Pemkot Malang Revitalisasi Hutan Kota Malabar https://www.greeners.co/aksi/pemkot-malang-revitalisasi-hutan-kota-malabar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemkot-malang-revitalisasi-hutan-kota-malabar https://www.greeners.co/aksi/pemkot-malang-revitalisasi-hutan-kota-malabar/#respond Wed, 17 Jun 2015 07:34:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9721 Malang (Greeners) – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur akan mengaktifkan kembali Hutan Kota Malabar. Hutan yang berada di dekat pusat Kota Malang ini luasnya mencapai 16.000 meter per segi dan […]]]>

Malang (Greeners) – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur akan mengaktifkan kembali Hutan Kota Malabar. Hutan yang berada di dekat pusat Kota Malang ini luasnya mencapai 16.000 meter per segi dan berada di dekat kawasan cagar budaya Jalan Ijen. Pemerintah Kota Malang akan membangun sarana bermain anak dan danau buatan serta sungai buatan di tengah hutan ini untuk menambah daya tarik agar masyarakat berkunjung kesana.

Peresmian revitalisasi hutan kota sudah dilaksanakan sejak Selasa, 16 Juni 2015. Pemkot Malang menggandeng PT Amerta Indah Otsuka yang menggelontorkan dana Rp 2,5 miliar yang merupakan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan tersebut. “Hutan Kota Malabar akan dilengkapi sejumlah sarana bermain anak-anak, sungai serta danau sebagai ciri khas Hutan Kota Malabar,” kata Walikota Malang, M. Anton, Selasa (16/6/2015).

Anton beranji tidak akan menebang satu pohon pun di hutan kota ini. Menurutnya, kolam yang ada di tengah hutan akan dibuat seperti danau dan ditambah dengan sungai buatan. Diharapkan, masyarakat yang berkunjung ke hutan kota ini akan nyaman dan bisa menikmati liburan bersama keluarga.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Erik S. Santoso menambahkan, selain penambahan sarana bermain anak, jalur sepeda, juga akan ditambah rumah pohon yang berada di atas danau. Pembangunan toilet, lampu taman, pos pantau juga dilakukan. Ia menargetkan, pembangunan akan dimulai dua pekan lagi dan akan selesai dalam waktu 4 bulan ke depan. “Fasilitas bagi penyandang disabilitas juga akan dibangun di kawasan ini,” imbuhnya.

Corporate Affair Director PT Amerta Indah Otsuka, Pratiwi Juniarsih, menyatakan, pihaknya sejak awal berkomitmen untuk peduli lingkungan dan mengedukasi masyarakat agar terbiasa hidup sehat. “Salah satunya melalui pembangunan Hutan Kota Malabar ini,” ujarnya.

Revitalisasi Hutan Kota Malabar merupakan upaya Pemerintah Kota Malang untuk membangun kawasan ruang terbuka hijau di Kota Malang agar lebih cantik dan nyaman serta menarik bagi masyarakat. Dalam pantauan Greeners, ada beberapa taman kota yang sudah dipercantik seperti Taman Trunojoyo, Taman Kunang-kunang, Taman Merjosari, serta yang saat ini tengah proses pembangunan adalah Alun-alun Merdeka Malang.

Ketua Organisasi Perlindungan Hutan dan Satwa atau Protection of Forest & Fauna (ProFauna), Rosek Nursahid menilai, revitalisasi hutan kota Malabar cukup bagus. Ia mensyaratkan fungsi ekologi hutan kota Malabar tidak hilang tapi justru bisa bertambah. “Kalau bisa jenis tumbuhannya ditambah termasuk jenis pohon yang bisa mengundang satwa seperti burung,” kata Rosek.

Selain itu, untuk mengedukasi masyarakat agar lebih sadar terhadap lingkungan dan pentingnya Hutan Kota Malabar, sebaiknya diperbanyak papan informasi yang edukatif serta memperbanyak tong sampah agar kebersihan hutan kota tetap terjaga. “Perawatan juga penting,” pungkasnya.

Penulis: HI/G17

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pemkot-malang-revitalisasi-hutan-kota-malabar/feed/ 0
Acil Bimbo, Citarum Tanggung Jawab Bersama https://www.greeners.co/gaya-hidup/acil-bimbo-citarum-tanggung-jawab-bersama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=acil-bimbo-citarum-tanggung-jawab-bersama https://www.greeners.co/gaya-hidup/acil-bimbo-citarum-tanggung-jawab-bersama/#respond Fri, 24 Apr 2015 07:43:20 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=8699 Bandung (Greeners) – “Harmoni di dalam kehidupan, air harus tetap terjaga.” Begitulah orasi dari Acil Darmawan Hardjakusumah atau yang lebih dikenal sebagai Acil Bimbo saat dijumpai Greeners pada acara peringatan Hari […]]]>

Bandung (Greeners) – “Harmoni di dalam kehidupan, air harus tetap terjaga.” Begitulah orasi dari Acil Darmawan Hardjakusumah atau yang lebih dikenal sebagai Acil Bimbo saat dijumpai Greeners pada acara peringatan Hari Bumi di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Rabu (22/04).

Musisi sekaligus budayawan dan pemerhati lingkungan di tatar Sunda ini sangat menekankan pentingnya menjaga air mulai dari hulu hingga hilir yang sangat berpengaruh besar bagi kehidupan. Berbicara air di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, tentu tidak akan lepas dari permasalahan tercemarnya sungai Citarum. Sungai yang berhulu di selatan kota Bandung ini, kini sudah sangat tercemar oleh limbah yang dibuang begitu saja dari pabrik-pabrik yang berada di jalur aliran Citarum.

Menurut Acil, upaya perbaikan Citarum harus melibatkan masyarakat luas, dimana masyarakat dituntut untuk memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungannya. Acil melanjutkan bahwa jika rasa cinta dan tanggung jawab telah dimiliki masyarakat, maka otomatis pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum bisa terselesaikan.

“Di dalam budaya nomor satu adalah membangun cinta dan tanggung jawab terlebih dahulu terhadap Citarum yang merupakan sumber untuk kehidupan semua,” ungkap Acil yang juga pentolan DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda).

Acil Bimbo berorasi di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Rabu (22/04). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Acil Bimbo berorasi di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Rabu (22/04). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Penegakan hukum yang masih lemah masih menjadi kendala. Menurut Acil, pelanggaran yang dilakukan pabrik-pabrik “nakal” yang membuang limbah ke sungai tidak diselesaikan dengan baik oleh penegak hukum. Maka dari itu, dengan lantang Acil menyerukan kepada masyarakat untuk bangkit bersama membenahi Citarum.

“Rakyat harus bangkit! Carekan ku kabeh, hudang kabeh! (Marahi oleh semua! Bangkit semua!), mereka jangan sampai membuang limbah ke sumber-sumber air yang digunakan masyarakat,” kata Acil dengan nada tegas.

Menurut Acil, pencemaran Sungai Citarum merupakan tanggung jawab semua pihak, mulai dari masyarakat, pengusaha, dan tentunya pemerintah kota/daerah hingga pemerintah pusat.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/acil-bimbo-citarum-tanggung-jawab-bersama/feed/ 0
Hari Hutan Internasional, KLHK Ajak Masyarakat Tanam Pohon https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-klhk-ajak-masyarakat-tanam-pohon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hari-hutan-internasional-klhk-ajak-masyarakat-tanam-pohon https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-klhk-ajak-masyarakat-tanam-pohon/#respond Tue, 24 Mar 2015 05:42:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8279 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional yang dirayakan setiap tanggal 21 Maret, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengaku sangat berkomitmen terhadap pengurangan laju deforestasi hutan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional yang dirayakan setiap tanggal 21 Maret, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengaku sangat berkomitmen terhadap pengurangan laju deforestasi hutan di Indonesia. Terlebih, Presiden Joko Widodo juga telah berkomitmen untuk melanjutkan upaya pengurangan emisi sebesar 26 persen hingga tahun 2020.

Oleh karena itu, untuk kembali menghutankan Indonesia, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Bedjo Santoso pun mengajak masyarakat untuk ikut dalam kegiatan menanam pohon dimanapun masyarakat berada dan turut pula dalam melestarikan hutan tersebut.

“Mari kita galakan gerakan menanam pohon di lingkungan kita masing-masing karena jika pohon itu dirawat maka ia akan dapat berkontribusi terhadap penurunan tingkat emisi gas rumah kaca secara global,” jelasnya di Jakarta, Senin (23/03).

Dalam rangka merayakan Hari Hutan Internasional tersebut pula, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan beberapa pihak menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon di kawasan kampus Universitas Indonsia, Depok pada tanggal 28 Maret 2015 mendatang.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perubahan Iklim Universitas Indonesia, Jatna Supriatna mengatakan kalau kegiatan penanaman Hutan Kota di Universitas Indonesia tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap implementasi UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai dengan apa yang ditargetkan oleh Pemerintah Kota, yaitu 30 persen RTH dari luas wilayah kota.

Selain itu, pemilihan lokasi penanaman di Hutan Kota Universitas Indonesia, menurut Jatna, juga dipandang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan Hutan Kota sebagai wahana rekreasi dan pendidikan lingkungan bagi masyarakat terutama pelajar. Ditambah lagi, Hutan Kota Universitas Indonesia termasuk salah satu hutan kota terbaik yang ada di Jakarta.

“Nantinya ada empat sekolah yang akan ikut terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Sekolah Citra Alam Ciganjur, Sekolah Alam Indonesia Cipedak, Sekolah Semut-Semut dan Sekolah Dasar Ricci II, Bintaro. Mereka akan berperan dalam penanaman dan perawatan hutan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Program Pelestarian dan Pemanfaatan Berkelanjutan Yayasan Kehati, Teguh Triono, menyatakan, dengan melibatkan generasi muda dalam mengenalkan keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan maka para generasi tua nantinya akan mampu menitipkan harapan terhadap kelestarian hutan tersebut terhadap mereka.

“Nanti akan ada lebih dari 60 jenis pohon yang sudah besar untuk ditanam. Ada pohon meranti dan beberapa jenis buah langka seperti kemang, kepel, kupa gowok dan banyak lainnya. Ini akan sangat bermanfaat bagi penyerahan estafet pelestarian hutan kepada generasi muda untuk masa mendatang,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam penyelenggaraan kegiatan penanaman pohon di Hutan Kota Universitas Indonesia pada tanggal 28 Maret 2015 nanti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga bekerjasama dengan Universitas Indonesia, Yayasan Kehati, Garuda Indonesia, GIZ-Forclime, Multistakeholder Forestry Programme, Korea-Indonesia Forest Center, Perum Perhutani dan I-Radio.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hari-hutan-internasional-klhk-ajak-masyarakat-tanam-pohon/feed/ 0
Hutan Kota Senilai Rp 2,4 Miliar Dibiarkan Tidak Terawat https://www.greeners.co/berita/hutan-kota-senilai-rp-24-miliar-dibiarkan-tidak-terawat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hutan-kota-senilai-rp-24-miliar-dibiarkan-tidak-terawat https://www.greeners.co/berita/hutan-kota-senilai-rp-24-miliar-dibiarkan-tidak-terawat/#respond Thu, 11 Sep 2014 08:12:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5782 Batu (Greeners) – Terik menyengat dan hawa panas begitu terasa saat berada di kawasan Hutan Kota Bondas di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, Jawa Timur. Hutan kota yang terletak di […]]]>

Batu (Greeners) – Terik menyengat dan hawa panas begitu terasa saat berada di kawasan Hutan Kota Bondas di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, Jawa Timur. Hutan kota yang terletak di depan stadion ini luasnya sekitar satu hektare dan dibangun dengan anggaran sebesar Rp 2,4 miliar pada rentang waktu tahun 2012 dan 2013.

Sayangnya, pembangunan yang menelan biaya miliaran ini tidak diikuti dengan perawatan sehingga banyak pohon seharga jutaan rupiah meranggas dan mati. Bahkan, kini terlihat gersang karena tanaman bunga tidak disiram air berbulan-bulan. Suhu di Kota Batu yang dikenal dingin pun tidak mampu mendinginkan kawasan hutan kota Bondas.

Salah satu warga setempat, Eko Rudi, menyesalkan pemerintah Kota Batu tidak merawat hutan kota ini. Beberapa pohon Polle yang harganya minimal Rp 1,5 juta mati, dimakan rayap. Menurutnya, kalau hutan kota ini dirawat pasti bisa dimanfaatkan warga. “Sepertinya tidak pernah diberi pupuk dan disiram,” kata Eko, Rabu (10/9/2014).

Foto: greeners.co

Banyak pohon yang ditanam di Hutan Kota Bondas ditanam dengan cara yang salah dan tidak disiram serta dirawat sehingga mati. Foto: greeners.co

Warga lainnya, Yanto, juga menyayangkan gersangnya Hutan Kota Bondas. Padahal, pemerintah saat ini tengah menggalakkan pertanian organik dan pembuatan pupuk organik bagi para petani di Kota Batu.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, saat meninjau lokasi hutan kota mengaku heran dengan cara menanam pohon-pohon besar sehingga mati. Punjul menjelaskan, seharusnya menanam pohon besar disisakan daunnya dan ujungnya batang bagian atas ditutup pelepah pisang.

Ia sempat bertanya kepada salah satu pekerja di sana dan diketahui jika sudah berbulan-bulan tanaman dan pohon di hutan kota ini tidak disiram.

Selain banyak pohon yang mati, fasilitas toilet juga lebih mengenaskan. Bau pesing dan tidak adanya air di toilet juga menambah kesan tidak terawatnya hutan kota ini.

Pembangunan hutan kota Bondas dalam konsepnya dilengkapi dengan jogging track, area untuk beristirahat, area edukasi, dan area hot spot. Kawasan ini juga difungsikan sebagai lahan hijau untuk daerah resapan air dan rekreasi masyarakat.

Tidak hanya itu, Hutan Kota Bondas juga dibangun untuk lahan konservasi sejumlah tanaman, seperti kayu garu, cendana, pinus, mahoni, dan bisa digunakan sebagai area edukasi dengan dilengkapi jaringan internet nirkabel. Sayangnya, keberadaan hutan kota yang menghabiskan anggaran Rp 2,4 miliar ini tidak dirawat dan difungsikan dengan baik.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/hutan-kota-senilai-rp-24-miliar-dibiarkan-tidak-terawat/feed/ 0
Sungai dan Rusun Dijadikan Hutan Kota https://www.greeners.co/berita/sungai-dan-rusun-dijadikan-hutan-kota/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sungai-dan-rusun-dijadikan-hutan-kota https://www.greeners.co/berita/sungai-dan-rusun-dijadikan-hutan-kota/#respond Fri, 22 Mar 2013 06:15:27 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3478 Jakarta (Greeners) – Untuk menambah luasan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta yang baru mencapai 9,8 persen dari total luas Kota Jakarta, Kementerian Kehutanan mengusulkan sungai dan rumah susun (rusun) […]]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk menambah luasan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta yang baru mencapai 9,8 persen dari total luas Kota Jakarta, Kementerian Kehutanan mengusulkan sungai dan rumah susun (rusun) dijadikan sebagai hutan kota.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan dalam upaya mengembangkan luas RTH di ibu kota, Pemprov DKI harus mengembangkan hutan kota sebanyak mungkin di seluruh wilayahnya. Salah satu cara yang diusulkan adalah membuat pinggiran sungai dan rumah susun sebagai alternatif pembangunan hutan kota.

“Saya sarankan tadi pada Pak Wakil Gubernur, supaya sungai dan rusun dijadikan alternatif hutan kota.  Paling tidak kiri kanan sungai disediakan 500 meter untuk dijadikan ruang hijau atau hutan kota,” kata Zulkifli Hasan usai bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis (21/3).

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memiliki latar belakang pendidikan yang sama yaitu lulusan kehutanan. Sewaktu pelantikan, Menteri Kehutanan menyatakan keinginannnya untuk menanam pohon di sepanjang trotoar.

“Jadi beliau mau nanam pohon yang tingginya sekitar 5 meter. Namun keinginan itu belum dapat terwujud. Karena kita sama-sama sibuk menangani banjir. Nah sekarang sudah bisa aksi, jadi kita tanya kelanjutan aksinya pada beliau,” ujar  Ahok.

Menurutnya, Jakarta masih mempunyai sisa lahan untuk dijadikan hutan yang menjadi milik Kementerian Kehutanan. Karena itu, pihaknya tidak bisa memberikan izin kepada siapa pun untuk membangun apa pun diatas lahan tersebut.

“Hutan-hutan kota yang ada di Jakarta itu milik Kementerian Kehutanan. Dulu lahan milik pemerintah dikasih-kasih saja untuk dibangun gedung, kalau sekarang tidak boleh lagi. Kita, Pemprov DKI sudah sepakat, lahan itu akan kita hutankan. Kita tanam pohon-pohon besar. Kita lagi jalan, lagi kita lakukan,” tegasnya.

Sampah Pulau Buatan

Rencana Pemprov DKI akan membangun 17 pulau buatan dari hasil reklamasi pantai diharapkan tidak mengganggu pulau-pulau yang ada di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyambut baik pembangunan pulau buatan dari hasil reklamasi pantai. Hanya saja, dia meminta Pemprov DKI melakukan kajian terhadap limbah sampah, baik padat maupun cair yang dihasilkan dari belasan pulau buatan tersebut.

“Rencana reklamasi pantai yang akan membuat pulau itu, saya minta dikaji betul agar tidak sampahnya tidak berdampak bagi pulau-pulau disekitar teluk Jakarta,” kata Zulkifli di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis (21/3).

Dijelaskannya di sepanjang teluk Jakarta ada beberapa pulau yang masuk dalam Kabupaten Kepulauan Seribu. Bila pengolahan sampah dari pulau-pulau buatan tidak diatur sama sekali, dikhawatirkan sampah tersebut akan mencemari pulau-pulau yang ada di Pulau Seribu.

“Ada beberapa pulau di Kepulauan Seribu. Kalau tidak diatur dengan baik, nanti sampah dari Jakarta atau pulau-pulau buatan, akan melanda pulau-pulau yang ada di Pulau Seribu,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan usulan dari Menteri Kehutanan untuk melakukan kajian dampak sampah terhadap pembangunan pulau-pulau buatan tersebut. Terlebih lagi, di Kepulauan Seribu memiliki satu pulau yang menjadi habitat hewan unggas atau burung.

“Iya disana kan ada Pulau Rambut, tempat habitat para burung. Nanti kalau sampahnya malah mengalir kesana, bisa berbahaya bagi satwa burung disana. Soal pulau, jangan sampai nanti tidak diatur dengan baik. Malah nanti ketutup pulaunya,” ujarnya. (G06)

]]>
https://www.greeners.co/berita/sungai-dan-rusun-dijadikan-hutan-kota/feed/ 0