iioutfest - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/iioutfest/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 20 Jan 2021 14:15:03 +0000 id hourly 1 IIOUTFEST 2017, Kolaborasikan Outdoor Activities dan Promosi Pariwisata Sulawesi Selatan https://www.greeners.co/aksi/iioutfest-2017-kolaborasikan-outdoor-activities-dan-promosi-pariwisata-sulawesi-selatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=iioutfest-2017-kolaborasikan-outdoor-activities-dan-promosi-pariwisata-sulawesi-selatan https://www.greeners.co/aksi/iioutfest-2017-kolaborasikan-outdoor-activities-dan-promosi-pariwisata-sulawesi-selatan/#respond Mon, 20 Nov 2017 13:42:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=19392 Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, IIOutfest akan mengkolaborasikan outdoor activities dengan promosi pariwisata dan budaya Sulawesi Selatan.]]>

Makassar (IIOUTFEST) – Indonesia International Outdoor Festival (II-OUTFEST) yang merupakan pameran peralatan dan perlengkapan aktivitas outdoor terbesar di Indonesia, akan digelar di Celebes Convention Center Makassar, pada tanggal 23 – 26 November 2017 mendatang. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, perhelatan IIOutfest di Makassar yang mengusung tema ‘To East’ akan mengkolaborasikan outdoor activities dengan promosi pariwisata dan budaya Sulawesi Selatan, khususnya yang bersifat petualangan.

Ketua Panitia Indonesia International Outdoor Festival (Outfest) Makassar, Ruslan Zulkarnain mengungkapkan bahwa alasan kolaborasi tersebut merupakan bentuk tanggungjawab pihak pelaksana sebagai putra daerah.

“Sebagai orang Sulawesi Selatan, saya dan teman-teman bersepakat mengambil peran dalam promosi pariwisata dan kebudayaan daerah kami (Sulawesi Selatan, red). Ke depan, kami berharap setiap warga Sulawesi Selatan menjadi ambassador atau duta pariwisata dan kebudayaan untuk daerahnya, termasuk para pecinta alam. Dan melalui Outfest 2017, kami mengawali mimpi itu,” terang penggiat alam bebas yang akrab disapa Cullang ini.

To East (ke Timur, Red.) adalah sebuah analogi perjalanan Outfest ke Sulawesi Selatan yang merupakan pintu gerbang Indonesia Timur,” ungkapnya sembari menambahkan bahwa tujuan terbesar dari pelaksanaan Outfest 2017 di Makassar ini yakni untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang pariwisata dan budaya petualangan di Indonesia Timur.

iioutfest

Foto: IIOUTFEST

Menurut Cullang, ia yakin Sulawesi Selatan ke depan akan menjadi destinasi petualangan utama di kawasan timur Indonesia. “Sumber daya alamnya berlimpah, sumber daya manusianya ada, tinggal bagaimana mengkolaborasikan semua pihak terkait untuk bersatu padu mewujudkan Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang pariwisata dan budaya petualangan di Indonesia Timur,” katanya.

Untuk pelaksanaan Outfest Makassar 2017, papar Cullang, pihak panitia menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 25.000 Orang. “Kami melibatkan puluhan komunitas dan exhibitor, termasuk menyiapkan area foodcamp, musiccamp dan outdoorland bagi para pengunjung,” tambahnya.

Sementara itu, Outfest Founder, Ronie Ibrahim menjelaskan bahwa festival outdoor yang digagasnya ini awalnya bertujuan untuk memberikan ruang dan mempertemukan seluruh pelaku industri outdoor, komunitas dan para stakeholder.

“Kami ingin menyediakan kesempatan bagi seluruh komunitas dan stakeholder di bidang outdoor untuk dapat berbagi ilmu dan pengalaman termasuk mempromosikan produk dan jasa dari industri outdoor, rekreasi, adventure dan travel kepada masyarakat umum,” terang Ronie yang juga pengagas terbentuknya Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia.

Untuk pelaksanaan di Makassar 23-26 November 2017 mendatang, Ronie memastikan bahwa selain pameran dan penjualan aneka peralatan dan perlengkapan outdoor, pihak pelaksana juga akan menggelar workshop, talkshow, foodcamp, outdoorland serta pameran destinasi wisata, pameran usaha kecil menengah, pertunjukan seni budaya dan kuliner khas daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Ronie dan Cullang juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, terutama pemerintah Kota Makassar dan Pemprov Sulsel terkait pelaksanaan kegiatan bertara internasional ini di Makassar.

iioutfest

Foto: IIOUTFEST

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, menyambut baik kegiatan akbar bertaraf internasional ini. Ia pun memastikan akan mendukung penuh acara yang berlangsung selama empat hari. “Kami siap memberikan dukungan demi suksesnya kegiatan yang bernilai positif itu,” kata Agus.

Saat menerima kunjungan panitia pelaksana Outfest II di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu, Agus berharap, dengan hadirnya Outfest di Makassar, destinasi wisata Sulsel bisa semakin dikenal masyarakat di luar Sulsel. “Pemprov Sulsel getol mempromosikan destinasi Sulsel, kita harapkan kegiatan itu juga akan memberi kontribusi positif untuk Sulsel ke depannya khususnya di bidang pariwisata,” ungkap Agus AN.

Hal senada dijelaskan Kadisbudpar Sulsel, HA Musafir Syah. “Adventure tourism adalah salah satu potensi yang memang harus sama-sama kita tumbuhkembangkan untuk mengangkat potensi kepariwisataan dan kebudayaan Sulawesi Selatan.”

Editor: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/aksi/iioutfest-2017-kolaborasikan-outdoor-activities-dan-promosi-pariwisata-sulawesi-selatan/feed/ 0
Warriors Aksa 7, Demi Film Pendakian 7 Gunung Tertinggi di Indonesia https://www.greeners.co/sosok-komunitas/warriors-aksa-7-demi-film-pendakian-7-gunung-tertinggi-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=warriors-aksa-7-demi-film-pendakian-7-gunung-tertinggi-indonesia https://www.greeners.co/sosok-komunitas/warriors-aksa-7-demi-film-pendakian-7-gunung-tertinggi-indonesia/#respond Thu, 11 May 2017 13:02:09 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=16994 Ide membentuk Warriors Aksa 7 lahir dari diskusi Anggi Frisca dan Awangga Kusuma untuk mewadahi semangat anak muda yang sudah mendukung kegiatan Aksa 7. Komunitas ini bahkan sudah hadir di hampir sembilan kota di Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Awalnya, Aksa 7 dibentuk untuk mendokumentasikan tujuh gunung tertinggi di Indonesia dalam bentuk film. Seiring berjalannya waktu, film yang digarap oleh Anggi Frisca ini mengundang perhatian dan dukungan masyarakat luas, hingga akhirnya terbentuklah Warriors Aksa7 pada 22 November 2015 di Bandung.

“Awalnya ini semua adalah mimpi bikin film tujuh gunung tertinggi di Indonesia, kita bikin independen. Rasanya ya perjalanan ini enggak bisa sendirian, karena bikin film tahu sendiri kan mahal dan enggak murah,” tutur Frisca saat ditemui Greeners di Indonesia International Outdor Festival 2017, Senayan, beberapa waktu lalu.

Ide membentuk Warriors Aksa 7 lahir dari diskusi Anggi Frisca dan Awangga Kusuma untuk mewadahi semangat anak muda yang sudah mendukung kegiatan Aksa 7. Komunitas tersebut sudah hadir di hampir sembilan kota di Indonesia melalui bootcamp. Bootcamp merupakan acara berkumpulnya kembali bersama teman-teman yang sudah membeli produk Aksa.

“Aksa 7 terbentuk dari kegelisahan saya melihat manusia dan saya sendiri. Saya adalah salah satu wakil dari bangsa ini menyatakan perubahan karakter saat hidup di jakarta, nilai-nilai Pancasila sudah terkikis, kemerdekaan sepertinya sudah direnggut dengan kapital, bahwasanya Indonesia butuh manusia-manusia dengan semangat mencintai tanah airnya,” ujar Frisca.

Aksa 7 memiliki arti yakni mata, melihat dengan mata merasakan dengan mata hati dan bergerak dengan mata kaki. “Diharapkan lahir jiwa-jiwa muda yang masih punya semangat untuk lebih mengenal dan melestarikan alam dan budaya bangsa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kita dan menanamkan virus nasionalisme,” tambah Frisca.

Hingga saat ini, Warriors Aksa 7 sudah memiliki anggota aktif sebanyak 209 orang dan lebih dari 1.000 orang sebagai anggota pasif. Setiap keanggotaan tetap yang pernah mengikuti bootcamp memiliki nomor ‘jimat’ di kalungnya masing-masing.

Jika ingin menjadi Warriors Aksa 7, publik dapat mendukung kegiatan Aksa 7 dan ikut berkampanye lewat sosial media tentang Indonesia. Caranya dengan membeli produk Aksa 7 lewat instagram di @aksa7art, kemudian mengunggah produk tersebut dengan tagar #supportaksa7 #warriorsaksa7 #aksa7 #warriorssayangaksa7.

Selain sebagai pendukung film Aksa 7, Warriors Aksa 7 juga memiliki program rutin lewat community space yang bernama Rumah Bumi. Terdapat dua kegiatan Rumah Bumi, antara lain Universitas Semesta dan Bioskop Rooftop.

Negeri Dongeng

“Sungguh indah tanah air beta, tiada bandingnya di dunia. Karya indah Tuhan Maha Kuasa,bagi bangsa yang memujanya.” Begitulah salah satu penggalan lirik Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki tentang keindahan alam Indonesia. Ribuan pulau dari Sabang hingga Merauke tertata secara apik dengan berjuta kekayaan di setiap jengkal tanah dan lautannya.

Kecintaan terhadap Indonesia bisa dilakukan setiap orang lewat apa saja, seperti halnya Anggi Frisca dengan membuat film dokumenter tentang tujuh puncak gunung di Indonesia. Lewat film yang akhirnya diberi judul Negeri Dongeng, ia ingin menyampaikan tentang keindahan alam dan rasa nasionalisme.

“Harapannya adalah apa yang kita lakukan, apa yang kita gerakan, kita ingin (mereka) menjadi orang yang merdeka terhadap dirinya, dan maunya sih (film ini) tayang Agustus tanggal 17, pas hari kemerdekaan,” kata Frisca.

Frisca mengaku bahwa film yang berisi dokumenter tentang pendakian tujuh gunung tersebut sedang dalam proses editing. Tujuh gunung yang dimaksud Frisca antara lain Gunung Kerinci di Sumatera, Gunung Semeru di Jawa, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Bukitraya di Kalimantan, Gunung Latimojong di Sulawesi, Gunung Binaiya di Maluku dan Gunung Cartens Pyramid di Papua. “Kalau shooting-nya sih sudah seratus persen, kalau proses filmnya sudah 70 persen,” ujar Frisca.

Selain memupuk rasa nasionalisme pada masyarakat Indonesia, Frisca juga ingin memotivasi kepada generasi penerus bahwa setiap mimpi pasti bisa diwujudkan. “Kadang-kadang kita sering menuntut negara kasih apa sama kita, tapi pada dasarnya yang harus kita pikirkan itu adalah apa yang kita bisa kasih kepada negara,” tutup Frisca.

Penulis: Thorvy Qolbi

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/warriors-aksa-7-demi-film-pendakian-7-gunung-tertinggi-indonesia/feed/ 0
Portrait Of Indonesia Ajak Publik Mengeksplorasi Keindahan Indonesia https://www.greeners.co/aksi/portrait-of-indonesia-ajak-publik-mengeksplorasi-keindahan-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=portrait-of-indonesia-ajak-publik-mengeksplorasi-keindahan-indonesia https://www.greeners.co/aksi/portrait-of-indonesia-ajak-publik-mengeksplorasi-keindahan-indonesia/#respond Tue, 04 Apr 2017 12:39:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=16581 Keinginan agar anak dan juga masyarakat Indonesia mengetahui indahnya Indonesia membuat Agus Wicaksono membentuk Portrait of Indonesia. Ia juga mengajak publik untuk ikut mempromosikan destinasi wisata lokal yang mudah diakses. ]]>

Jakarta (Greeners) – Indonesia dikenal sebagai negeri yang memiliki alam yang luar biasa indah. Namun, masih banyak warga negeri ini yang belum sempat menjelajahi berbagai tempat menarik dan unik yang dimiliki negeri dengan lebih dari 17.000 pulau ini. Alasannya mulai dari keterbatasan waktu, ongkos, dan buta dengan destinasi wisata di Indonesia.

Atas alasan-alasan ini pula, Agus Wicaksono, akhirnya membentuk Portrait of Indonesia. Pria yang sudah memasuki usia limapuluhan ini mengaku mendokumentasikan dan mempublikasikan perjalanannya di berbagai destinasi wisata di Indonesia agar anaknya dan juga masyarakat Indonesia mengetahui indahnya Indonesia.

“Bagaimana caranya orang Indonesia mengenal negerinya sendiri, ya minimal lewat tempat wisatanya,” ujar Agus saat ditemui Greeners pada acara Indonesia International Outdor Festival (IIOUTFEST) 2017, Jumat (31/3) lalu.

Agus membentuk Portrait of Indonesia pada tahun 2014. Ia sendiri mengaku awalnya masih buta dengan berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia. “Soal candi Borobudur sih tahu, tapi candi Mendut tidak tahu. Akhirnya gue (saya) penasaran, jadi gue fotoin aja buat anak gue,” kata Agus.

portrait of indonesia

Agus Wicaksono pendiri Portrait of Indonesia. Foto: greeners.co/Thorvy Qolbi

Berbeda dengan traveler lain, Portrait of Indonesia hanya mengunjungi tempat yang mudah aksesnya. Alasannya, hanya sedikit orang yang mau mengunjungi destinasi yang sulit dijangkau. Meski demikian, Potrait of Indonesia tidak sembarangan memilih destinasi wisata.

Untuk menentukan destinasi wisata, lanjut Agus, Portrait of Indonesia akan melakukan sayembara terlebih dahulu dalam program yang dinamakan “Dream, Plan, and Explore”. Program ini diselenggarakan melalui akun @portraitofindonesia di Instagram. Agus menjelaskan, masyarakat umum boleh mengajukan usulan destinasi wisata yang akan dijalankan pada fasilitas komentar di akun tersebut. “The best pertama dan kedua dari kolom komentar di postingan program kita itu nantinya yang akan kita jalani dan pemenang boleh ikut dalam perjalanan,” kata Agus.

Program “Dream, Plan, and Explore” pertama kali dilakukan pada tahun 2016 bertemakan Explore Tanah Sunda. Untuk tahun 2017 ini, lanjutnya, Portrait of Indonesia akan membuka sayembara untuk destinasi wisata di Jawa Tengah. Agus menambahkan, pemenang program tahunan tersebut sama sekali tidak dipungut biaya karena semua biaya ditanggung pihak Portrait of Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dan mengenalkan wisata di daerahnya bisa menyertakan tagar #portraitofindonesia pada setiap postingan Instagram. Syaratnya, destinasi mudah diakses. “Biasanya kami akan repost foto yang sudah kami pilih, tapi destinasinya yang kita yakin orang bakal ke sana,” ujar Agus. Dokumentasi dari berbagai destinasi wisata yang sudah dikunjungi Portrait of Indonesia juga dapat disimak pada situs www.portraitofindonesia.com.

Penulis: Thorvy Qolbi

]]>
https://www.greeners.co/aksi/portrait-of-indonesia-ajak-publik-mengeksplorasi-keindahan-indonesia/feed/ 0
Tetap Prima Berkegiatan di Alam Terbuka https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-prima-berkegiatan-alam-terbuka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tetap-prima-berkegiatan-alam-terbuka https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-prima-berkegiatan-alam-terbuka/#respond Tue, 04 Apr 2017 05:22:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=16570 Beraktifitas di alam terbuka atau outdoor memang menyenangkan. Agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, perlu persiapan yang matang supaya tubuh tetap prima.]]>

Jakarta (Greeners) – Beraktifitas di alam terbuka atau outdoor memang menyenangkan. Mendaki gunung, susur sungai, hingga menyelam ke dasar lautan merupakan beberapa diantaranya. Kegiatan ini tidak hanya menuntut kebugaran namun juga mengandung risiko cidera. Agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, perlu persiapan yang matang sebelum beraktifitas di alam terbuka.

“Kebanyakan karena nekat, persiapannya kurang, akibatnya fatal. Buntut-buntutnya selalu bukan permasalahan medis tapi karena enggak punya persiapan yang matang,” ujar dr. Martinus Leman dalam talkshow bertajuk Staying Alive in The Outdoor yang merupakan bagian dari acara Indonesia International Outdoor Festival (IIOUTFEST), Jakarta, Minggu (02/04/2017).

Berbagai kegiatan di alam terbuka juga berpotensi mengakibatkan cidera. Misalnya, pendaki gunung berisiko terkilir, jatuh, atau terperosok. Namun, menurut Martinus, hypotermia menjadi masalah yang paling sering dialami pendaki gunung. Hal ini karena pendaki tersebut tidak membawa peralatan untuk menghalau dingin dengan benar, termasuk tidak membawa tenda.

“Kalau kegiatan yang berkaitan dengan laut, biasanya berisiko terkena binatang laut. Mereka tidak tahu itu binatang laut apa, asal pegang saja,” katanya.

Membawa perlengkapan P3K sederhana saat melakukan kegiatan di alam terbuka wajib “hukum”nya. Terlebih bila kondisi kesehatan tidak sepenuhnya sehat atau mengidap penyakit tertentu. Pengidap penyakit tertentu, lanjut Martinus, harus membawa serta obat-obatan terkait penyakitnya. Misalnya pengidap penyakit asma harus membawa obat asma, atau pengidap kelainan jantung harus membawa obat jantung.

“Yang paling sering terjadi, orang dengan kondisi kesehatan tertentu ikut kegiatan di alam, tidak ngomong tentang kondisinya sehingga ketika dibutuhkan perawatan tidak ada yang menyiapkan obatnya,” ujar dokter yang juga tergabung dalam Perhimpunan Travel Medicine Internasional ini.

alam terbuka

dr. Martinus Leman (kanan panggung) dalam talkshow bertajuk Staying Alive in The Outdoor dalam acara IIOUTFEST di Jakarta, Minggu (02/04/2017). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Martin mengingatkan, jika mengalami luka yang cukup parah saat melakukan kegiatan di alam, kembali ke posko medis untuk mendapatkan bantuan perawatan adalah langkah yang bijak. “Tapi, tergantung kasusnya ya. Jika lukanya terbuka tapi tidak langsung dirawat atau diobati, biasanya lukanya akan infeksi dalam waktu 24 jam,” katanya.

Untuk luka terbuka berat, Martinus mengatakan agar luka tersebut segera dibersihkan dengan antiseptik atau air bersih dan menutup sementara luka dengan perban sebelum mendapat bantuan paramedik. “Kalau enggak ada perban, pakai kain bersih juga bisa. Kalau tidak lukanya nanti infeksi,” kata Martin.

Fasilitas medis, termasuk dokter maupun paramedis, merupakan kebutuhan yang harus disediakan jika mengikuti kegiatan ekspedisi. “Idealnya, peserta ekspedisi juga punya nomor telepon yang bisa menghubungkannya dengan fasilitas medis,” imbuhnya.

Dokter yang juga alumni Organisasi Pecinta Alam Pangudi Luhur Jakarta ini pun menyarankan dua hal yang harus diingat oleh para pecinta aktifitas kegiatan luar ruang. “Pertama, jangan jadi fool, jadilah cool. Maksudnya, jangan bodoh dengan mengabaikan perlengkapan yang memang dibutuhkan saat di alam terbuka dan jangan sok tahu kalau memang tidak tahu,” katanya.

“Kedua, bikin catatan. Jangan sampai ada hal-hal yang dilupakan pada saat persiapan karena akan merugikan dalam perjalanan. Nantinya, catatan itu juga bisa berguna untuk waktu yang akan datang,” ujarnya menutup perbincangan.

Berikut ini 10 tips dari dokter Martinus Leman agar kondisi tubuh tetap prima saat melakukan kegiatan di alam terbuka:
1. Cegah Dehidrasi. Selama beraktifitas minumlah sebelum haus dan berhenti sebelum kembung. Dokter Martinus juga menyarankan untuk minum sedikit-sedikit.
2. Makan, minum, mineral dan vitamin. Dianjurkan untuk minum multi vitamin sebelum, selama, dan sesudah melakukan kegiatan outdoor. Hipokalemia paralysis menjadi kasus yang paling sering terjadi pada pelaku kegiatan di alam terbuka. “Tubuh kita butuh Kalium dan Natrium agar tidak lemas saat melakukan kegiatan outdoor. Mengonsumsi multi vitamin akan membantu mencegah kasus ini,” kata Martinus.
3. Jaga pakaian dalam agar tetap kering. Menjaga daerah selangkangan tetap kering akan meminimalisir terkena hypothermia.
4. Selalu jaga sepatu. Membenarkan posisi sepatu dan mengikat tali sepatu dengan benar akan mengurangi risiko cidera pada kaki.
5. Emergency kit. Membawa kotak P3K dan nomor telepon yang bisa dihubungi saat keadaan darurat akan sangat membantu apabila menghadapi situasi sulit di alam.
6. Ketahui kondisi tubuh. “Hanya kamu yang tahu kondisi tubuhmu. Tidak usah memaksakan kalau memang tidak sanggup,” ujar Martinus.
7. Bawa obat sendiri.
8. Bawa personal beauty set. Perlengkapan ini diantaranya terdiri dari gunting kuku, korek kuping dan pinset. Ini dibutuhkan misalnya kalau ada serangga tidak sengaja masuk ke kuping, atau kuku kaki tergesek sepatu.
9. Vaksinasi dan obat.
10. Knee support. Bawa perlengkapan untuk meminimalisir cidera pada pergelangan kaki.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-prima-berkegiatan-alam-terbuka/feed/ 0
Second Summit IIOutfest Ajak Pengunjung Berkemah di Tengah Kota https://www.greeners.co/aksi/second-summit-iioutfest-ajak-pengunjung-berkemah-tengah-kota/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=second-summit-iioutfest-ajak-pengunjung-berkemah-tengah-kota https://www.greeners.co/aksi/second-summit-iioutfest-ajak-pengunjung-berkemah-tengah-kota/#respond Thu, 16 Mar 2017 06:42:22 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=16236 Indonesia International Outdoor Festival (IIOutfest) akan kembali digelar pada tanggal 30 Maret sampai 2 April 2017. Kali ini, IIOutfest menyiapkan terobosan baru, yaitu City Camp Project.]]>

Jakarta (Greeners) – Sukses menarik 50.000 pengunjung pada event pertama, Indonesia Outdoor Festival (Outfest) yang telah berganti nama menjadi Indonesia International Outdoor Festival (IIOutfest) akan kembali digelar. Setelah melakukan roadshow di Kota Bandung dan Surabaya, puncak acara, yakni Second Summit IIOutfest, akan diselenggarakan di Ex Driving Golf Range, komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada tanggal 30 Maret sampai 2 April 2017. Acara ini menjanjikan tidak hanya bazar perlengkapan outdoor, namun juga menjadi acara temu kangen bagi pelaku dan pencinta kegiatan di alam.

Festival outdoor ini mencakup rangkaian kegiatan pameran yang bernuansa edukatif dan fun. Melalui pameran produk penjelajah alam, simulasi kegiatan outdoor dan berbagai kompetisi menarik, acara ini mengajak pengunjung dari berbagai segmen untuk dapat melihat, mengerti, memahami dan merasakan perkembangan dunia outdoor dan industrinya. Tidak hanya itu, IIOutfest kali ini menyiapkan terobosan baru, yaitu City Camp Project.

Penanggung jawab City Camp Project, Obe, menyatakan bahwa berkemah di tengah kota bukanlah sebuah hal yang tidak mungkin. “Selama empat hari, pengunjung yang menjadi peserta City Camp Project dapat menginap di lokasi acara sambil berinteraksi dengan sesama dalam suasana berkemah yang penuh keakraban sekaligus menikmati keseruan festival,” ujarnya, Jakarta, Rabu (15/03).

Founder dan Direktur IIOutfest Tri Jaka Anggara menambahkan bahwa kegiatan berkemah City Camp Project dapat diikuti oleh seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.

“IIOutfest tidak spesifik terhadap untuk keluarga tapi juga anak-anak. Seperti di City Camp Project, itu perkemahan di tengah kota yang bisa juga diikuti oleh anak-anak kecil. Outfest juga mengadakan coaching clinic banyak sekali dan ada untuk remaja juga,” ujar Tri Jaka Anggara.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa meski IIOutfest menggalakan pengunjung untuk melakukan wisata di alam terbuka namun IIOutfest berkomitmen untuk tetap memperhatikan lingkungan.

“Sejak Outfest pertama kali dilangsungkan, kami menginginkan agar alam yang dijadikan wisata outdoor lebih bersih dan lebih ramah untuk dikunjungi. Kami sudah melakukannya melalui pemberian edukasi dan konservasi lingkungan. Dalam IIOutfest kali ini kami juga melibatkan komunitas seperti Komunitas Trashbag dan pemerintah yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memberi edukasi mengenai Zero Waste,” ungkap TJ Anggara.

Selain bazar perlengkapan aktifitas outdoor, IIOutfest juga menyediakan fasilitas Food Camp, Music Camp, Motor Adventure dan Outdoor Land untuk dinikmati pengunjung.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/second-summit-iioutfest-ajak-pengunjung-berkemah-tengah-kota/feed/ 0