industri kreatif - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/industri-kreatif/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 29 Jul 2022 04:39:16 +0000 id hourly 1 Bisnis Hijau Kendalikan Dampak Perubahan Iklim https://www.greeners.co/aksi/bisnis-hijau-kendalikan-dampak-perubahan-iklim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bisnis-hijau-kendalikan-dampak-perubahan-iklim https://www.greeners.co/aksi/bisnis-hijau-kendalikan-dampak-perubahan-iklim/#respond Fri, 29 Jul 2022 04:39:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=36872 Jakarta (Greeners) – Dalam menghadapi ancaman dan dampak perubahan iklim, Indonesia membutuhkan berbagai kolaborasi nyata pemerintah, pihak swasta, usaha kecil dan menengah, hingga masyarakat. Komunitas bisnis hijau juga menjadi pendorong […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam menghadapi ancaman dan dampak perubahan iklim, Indonesia membutuhkan berbagai kolaborasi nyata pemerintah, pihak swasta, usaha kecil dan menengah, hingga masyarakat. Komunitas bisnis hijau juga menjadi pendorong inisiasi langkah menekan dampak perubahan iklim.

Seperti halnya Work Coffee yang mengadakan 0 % FEST dengan mengusung tema “Responsible Business in Creative Industry”. Sebagai penyelenggara, Work Coffee menerapkan prinsip minim sampah.

Dalam menjalankan bisnis hijaunya, Work Coffee tidak menggunakan berbagai macam plastik dan menjalankan ekonomi sirkular pada usahanya. 0 % FEST merupakan wadah kolaborasi untuk mempertemukan berbagai usaha dari kecil hingga besar untuk menginisiasi dan menginspirasi demi dunia yang lebih hijau.

Acara tersebut menggandeng dan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti perusahaan atau bisnis hijau yang telah mempunyai komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Pada rangkaian acara ini, terdapat sesi talk show bersama salah satu perusahaan hijau yakni Tetra Pak Indonesia dan Kementerian Luar Negeri.

Dialog bertema “Climate Change Challenge” ini fokus pada langkah individu juga kelompok terhadap perubahan iklim yang kian mengkhawatirkan.

Sebagai pelaku usaha, pada sesi ini Tetra Pak Indonesia membagikan langkah-langkah yang sudah mereka adopsi untuk mengurangi emisi karbon pada proses produksi. Meski belum tertera pada peraturan pemerintah, Tetra Pak Indonesia sudah menggunakan energi terbarukan. Serta mengendalikan proses yang berpotensi mencemarkan lingkungan sejak tahun 2010.

Komitmen Bisnis Hijau Tetra Pak Kurangi Emisi

Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto mengatakan, sebagai perusahaan business to business mereka menggunakan paper base sebagai bahan dasar produk. Untuk membuat produk kemasan, mereka hanya menggunakan material pohon khusus hutan tanam industri. 

Hal ini tidak mengganggu prinsip hutan lestari dan ekosistem hutan yang memang pemerintah lindungi. Hutan tanam industri juga memiliki sertifikasi yang dikelola oleh Forest Stewardship Council.

“Kategori hutan itu ada yang memang hutan ditanam untuk kita panen. Jadi Tetra Pak memilih menggunakan material pohon khusus dari memang hutan tanam industri. Kami juga memilih raw material yang kami sebut terbarukan,” jelas Reza pada sesi talk show 0 % FEST di Work Coffee Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (27/7).

Selain bahan material, Reza juga menjelaskan pengurangan emisi pada pemilihan sumber daya. Ia menyatakan, Tetra Pak mengkonversi penggunaan energi menggunakan sumber daya listrik berasal dari alam, seperti solar panel dan turbin angin. Pada tahun ini sudah hampir 80 % seluruh fasilitas produksi Tetra Pak menggunakan energi terbarukan atau renewable electricity.

Selain kedua hal tersebut, bentuk tanggung jawab yang Tetra Pak lakukan yakni memantau dan memilah kemasan karton yang sudah tidak terpakai. Lalu kemasan karton tersebut mereka kirim ke produsen daur ulang guna menghindari penumpukan sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Semua bisnis pasti ada dampak baik sosial maupun lingkungan. Selama kita tahu dan sadar akan dampak tersebut dan itu adalah entitas yang coba kami pertanggung jawabkan,” ucapnya.

Jangjo Indonesia platform dan fasilitator pengelolaan sampah berpartisipasi dalam 0 % FEST. Foto: Greeners/Apriohansyah

Kejar Target Net Zero Emission 

Seluruh aksi pencegahan perubahan iklim juga tentu tidak lepas dari pengawasan pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan garda depan perubahan. Sebagai negara yang mempunyai tujuan mengurangi emisi, Indonesia berkomitmen untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Menurut Koordinator Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim Kementerian Luar Negeri Noam Lazuardy, setiap negara memiliki kemampuan dan keterbatasan yang berbeda-beda dalam menangani perubahan iklim.

Di Indonesia, kita membutuhkan sumber daya yang lebih hijau, sumber pendanaan juga dorongan dari komunitas bisnis seperti bisnis hijau. Tentunya masyarakat juga mempunyai andil besar untuk membantu menanggulangi perubahan iklim pada kehidupan sehari-hari.

“Dengan kondisi dunia yang masih terguncang pandemi. Isu perubahan iklim ini menjadi besar sehingga ekonomi hijau perlu kita dorong untuk kita implementasikan,” katanya.

Penulis : Zahra Shafira

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/bisnis-hijau-kendalikan-dampak-perubahan-iklim/feed/ 0
Kota Banjar, Ladang Bambu untuk Ekonomi Rakyat https://www.greeners.co/berita/kota-banjar-ladang-bambu-untuk-ekonomi-rakyat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kota-banjar-ladang-bambu-untuk-ekonomi-rakyat https://www.greeners.co/berita/kota-banjar-ladang-bambu-untuk-ekonomi-rakyat/#respond Sat, 13 Oct 2018 05:18:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=21498 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berkunjung ke Rumah Kreatif Indonesia di Kota Banjar, Jawa Barat untuk menjaring berbagai inisiatif masyarakat dalam mengembangkan produksi bambu di Kota Banjar.]]>

Banjar (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berkunjung ke Rumah Kreatif Indonesia di Kota Banjar, Jawa Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjaring berbagai inisiatif masyarakat dalam mengembangkan produksi bambu di Kota Banjar.

“Hasil produksi bambu di Banjar skalanya harus lebih diperbesar lagi menjadi skala industri dan membuat masyarakat lebih makmur. Saya kira potensi prestasi ini harus kita formulasikan dan realisasikan,” jelas Siti saat berdialog dengan masyarakat di tempat pelatihan pengolahan bambu yang dikelola oleh komunitas “Sahabat Bambu Banjar” binaan Rumah Kreatif Indonesia di Cibentang, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Jumat (12/10/2018).

Siti mengatakan bahwa tahun lalu Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pemerataan ekonomi masyarakat. Hal ini bisa diwujudkan dengan tiga hal yaitu akses lahan, fasilitas seperti perbankan dan bantuan bibit, serta pelatihan untuk masyarakat. Sejalan dengan komitmen tersebut, Siti meminta komunitas Sahabat Bambu Banjar terus diperluas dan diperkaya supaya makin banyak produksinya.

“Saya minta kepada Pak Sekjen untuk disiapkan pada bulan November nanti 15.000 bibit bambu yang siap dikirim ke Kota Banjar. Kemudian kalau bisa Garut, Banjar, Cianjur, Tasikmalaya dibuat satu cluster supaya skala ekonominya lebih bagus lagi, serta nanti harus dibuat arboretum bambu di Banjar ini supaya punya koleksi bibit-bibit bambu yang berasal dari Jawa Barat,” ujar Siti.

BACA JUGA: Perhutanan Sosial untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih menyambut niat baik Menteri Siti Nurbaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui bantuan bibit bambu. Ade mengatakan bahwa para pelaku industri kecil yang menggunakan bahan baku bambu di Banjar sudah difasilitasi pelatihan bersertifikasi produk. Hal ini bertujuan untuk mendukung perkembangan produksi bambu yang lebih baik lagi.

“Bambu sebagai bahan baku sangat mudah didapat di kota Banjar dan beberapa jenis bambu (sudah) dibuat kerajinan yang sangat prospektif seperti sekarang yang diproduksi oleh bapak-bapak di komunitas Sahabat Bambu Banjar ini,” ujar Ade.

kota banjar

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menginstruksikan agar KLHK mengirimkan 15.000 bibit bambu ke Kota Banjar pada November mendatang. Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto mengatakan bahwa bambu memiliki nilai ekonomi, budaya, dan sosial. Melalui salah satu program Perhutanan Sosial yaitu Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) dan Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK), masyarakat dapat mengelola sumber daya hutan, termasuk bambu.

“Pemerintah memfasilitasi akses lahan seluas satu hektar kepada petani hutan. Selanjutnya, dilakukan pendampingan untuk membuat rencana usaha kerja, menentukan komoditas, dan membuka akses permodalan agar memiliki produktifitas dan nilai tambah,” jelas Bambang.

BACA JUGA: Kementerian Pertahanan dan Yayasan Kehati Bangun Laboratorium Khusus Bambu 

Dalam acara ini, Bambang menyerahkan bantuan alat ekonomi produktif kepada Kelompok Tani Karya Mukti I berupa 500 unit kotak/stup madu, 1 unit ekstraktor madu, 25 buah pisau madu, 10 unit alat sedot madu trigona, dan 1 unit alat tes kadar air madu.

Komunitas Sahabat Bambu Banjar sendiri menjadi tempat untuk memberikan dan menyiapkan serta menyediakan pelatihan terkait bambu. Berbagai produk yang dikerjakan seperti pemotongan dan pengawetan bambu, kerajinan tangan, hingga konstruksi bangunan berbahan dasar bambu. Sejak tahun 2013, komunitas ini juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk membuat berbagai desain produk berbahan dasar bambu.

“Kami sudah memproduksi berbagai macam produk seperti bambu awet untuk konstruksi, bambu laminasi, bambu deking (lantai), bambu partisi, angklung, suling, kipas, topi petani. Kami juga sudah mengekspor hasil produksi kami ke Guangzhou, Cina dan Australia untuk bahan baku konstruksi bambu awet, serta deking dan partisi yang dijual ke Bali,” jelas Amin Hambali, Ketua Divisi Sahabat Bambu Kota Banjar kepada Greeners.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kota-banjar-ladang-bambu-untuk-ekonomi-rakyat/feed/ 0
Boys Market 2016, Satu Tempat untuk Produk Lokal Kesukaan Lelaki https://www.greeners.co/aksi/boys-market-2016-satu-tempat-produk-lokal-kesukaan-lelaki/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=boys-market-2016-satu-tempat-produk-lokal-kesukaan-lelaki https://www.greeners.co/aksi/boys-market-2016-satu-tempat-produk-lokal-kesukaan-lelaki/#respond Mon, 07 Nov 2016 12:08:07 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=15138 Final road show Boys Market 2016 berlangsung pada 3-6 november 2016 di Piazza Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. Sesuai namanya, event ini mencoba menghadirkan segala hal yang disukai lelaki dalam satu tempat.]]>

Jakarta (Greeners) – Mengusung tagline “Boys will be boys”, Idcreativeworld (ID) menggelar sesi final road show Boys Market 2016 pada 3-6 november 2016 di Piazza Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. Acara ini merupakan lanjutan dari sesi sebelumnya yang sudah terlebih dahulu digelar di Food Society Mal Kota Kasablanka Jakarta pada tanggal 18-23 Oktober 2016.

Sesuai namanya, event yang rutin digelar sejak 2014 ini mencoba menghadirkan segala hal yang disukai lelaki ada dalam satu tempat. Mulai dari fesyen, hobi, musik sampai kuliner. Namun bukan hanya itu, lebih dari 100 brand yang ikut berpartisipasi hampir semuanya merupakan produk lokal kreasi anak bangsa.

Idcreativeworld selaku penyelengara mengakui meski ada kesulitan dalam mengumpulkan 100 brand yang semuanya berkonsep lelaki, proses kurasi ketat tetap mereka lakukan guna menjaga kualitas acara yang diharapkan bisa menjadi kebanggaan Indonesia dan menjadi daya tarik wisata Indonesia kedepannya.

Dengan target transaksi yang diharapkan lebih dari 2,5 milyar rupiah selama total 10 hari penyelenggaraan dan target pengunjung lebih dari 40 ribu orang, Boys Market 2016 nyatanya bukan hanya menarik minat pengunjung pria yang datang. Tidak sedikit pengunjung wanita yang datang untuk menikmati beragam hiburan yang ada.

Salah satu yang cukup mendapat perhatian adalah gelaran fashion show yang berlangsung pada hari ketiga pelaksanaan acara. Dalam fashion show tersebut para pengunjung bisa menikmati peragaan busana yang secara bergantian menampilkan beragam produk fesyen pria mulai dari Gammarace by Tyramona, Priya by Dana Duryatna, The Last One by Jerry Likumahwa, dan PUA Heritage yang datang langsung dari Malaysia.

Deci Ramona, desainer sekaligus pemilik Gammarace, menyatakan keikutsertaannya dalam gelaran kali ini selain untuk memperkenalkan produknya, acara ini merupakan ajang yang tepat untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia. Salah satunya adalah motif kain khas daerah yang juga menjadi ciri khas pada desain pakaian Gammarace.

“Buat saya, menjadi tantangan tersendiri agar beragam motif khas daerah mampu diaplikasikan kedalam desain pakaian yang disukai dan bisa digunakan semua orang dalam berbagai kesempatan, bukan hanya bisa dipakai model pada fashion show,” katanya.

Deci berharap event Boys Market bisa terus berjalan dan bisa menjadi salah satu pendorong berkembangnya industri kreatif di Indonesia.

Penulis: AT/G39

]]>
https://www.greeners.co/aksi/boys-market-2016-satu-tempat-produk-lokal-kesukaan-lelaki/feed/ 0
Java Jazz 2016 Kembali Kampanyekan Program Less Waste More Jazz https://www.greeners.co/berita/java-jazz-2016-kembali-kampanyekan-program-less-waste-more-jazz/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=java-jazz-2016-kembali-kampanyekan-program-less-waste-more-jazz https://www.greeners.co/berita/java-jazz-2016-kembali-kampanyekan-program-less-waste-more-jazz/#respond Wed, 27 Jan 2016 05:16:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12653 Untuk kedua kalinya, festival musik jazz tahunan yang diselenggarakan oleh PT Java Festival Production kembali mengampanyekan aksi Less Waste More Jazz 2016 bersama Greeners.co.]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk kedua kalinya, festival musik jazz tahunan yang diselenggarakan oleh PT Java Festival Production kembali mengampanyekan aksi Less Waste More Jazz 2016 bersama Greeners.co sebuah media yang fokus terhadap permasalahan lingkungan.

Syaiful Rochman, Pemimpin Redaksi Greeners.co mengutarakan, dari hasil kerjasama pada penyelenggaran Java Jazz tahun lalu, program Less Waste More Jazz berhasil mengolah sampah yang timbul selama tiga hari penyelenggaraan dengan total 351 kilogram sampah kemasan makanan dan 46 kilogram sampah kertas.

“Tahun lalu sampah setelah acara selesai tidak diserahkan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) melainkan dikelola sehingga tidak mencemari lingkungan,” katanya pada jumpa pers yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (26/01).

Untuk peyelenggaraan tahun ini, ia berharap telah terbentuk kesadaran pengunjung dalam memahami bahwa sampah makanan dan minuman yang dihasilkan pengunjung berpotensi menjadi tumpukan sampah. Dengan adanya kesadaran ini diharapkan tumbuh rasa tanggung jawab dari para pengunjung untuk turut menjaga kebersihan lingkungan di sekitar area festival.

Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Selain itu, program Less Waste More Jazz juga mendapat apresiasi dari Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Ia berpendapat bahwa program pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Less Waste More Jazz sudah seharusnya ditiru oleh para penyelenggara acara, baik musik dan lainnya.

Mengenai pemanfaatan sampah, Triawan menyatakan hingga saat ini Bekraf masih belum mendeteksi adanya industri kreatif berbasis sampah. Menurutnya, saat ini, Bekraf memiliki beberapa target utama yang masih harus diperhatikan seperti pengembangan dunia perfilman, periklanan, musik dan aplikasi digital.

“Saya belum ketemu ada industri kreatif berbasis sampah. Kalau ini bisa dikembangkan tentu akan sangat bagus sekali,” tandasnya.

Sebagai informasi, Festival Java Jazz 2016 kali ini bertajuk “Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2016” yang siap kembali digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 4 – 6 Maret 2016 mendatang. Sebagai ajang festival jazz terbesar di dunia ini, Java Jazz 2016 akan menampilkan puluhan musisi – musisi dari berbagai negara yang akan digelar di sebelas panggung musik yang ada di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Presiden Direktur PT Java Festival Production Dewi Gontha menyatakan bahwa tidak ada yang berbeda dalam penyelenggaran Java Jazz tahun 2016 ini. Hanya saja, jika dua tahun lalu desain yang digunakan adalah wayang, tahun lalu adalah barong, maka pada tahun ini akan menggunakan desain toraja.

Selain akan menampilkan musisi-musisi muda berbakat, akan pula dihadirkan musisi Internasional David Foster dan juga Robin Thicke sebagai spesial show di acara Java Jazz Festival 2016 ini. “David Foster dan Robin Thicke akan menjadi spesial show di panggung utama Java Jazz Festival tahun ini,” katanya.

Selain itu akan ada banyak musisi-musisi internasional yang akan hadir mengisi acara di festival ini. Tidak ketinggalan musisi-musisi berbakat Indonesia juga akan ikut ambil bagian. “Kita menargetkan jumlah pengunjungnya bisa mencapai angka 120.000 selama 3 hari penyelenggaraan tahun ini,” ujar Dewi menambahkan.

Chirss Botti, Tokyo Ska Paradise Orchestra, Bad Bad Not Good, Boney James, Hiatus Kaiyote, Candy Dulfer, Jazz Orchestra of Concert Gebouw, Larry Coryell & David Garfiled, dan puluhan musisi internasional lainnya akan mengisi di pagelaran Java Jazz Festival 2016. Sementara untuk musisi dalam negeri diantaranya akan hadir Mocca, Kunto Aji, Laid This Nite, Indonesia Duets, dan kumpulan para penyanyi wanita kebanggaan Indonesia yang tergabung dalam The Ladies Broadway.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/java-jazz-2016-kembali-kampanyekan-program-less-waste-more-jazz/feed/ 0
Inspirasi Membangun Kota Idaman Dari Permainan Digital https://www.greeners.co/berita/inspirasi-membangun-kota-idaman-dari-permainan-digital/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=inspirasi-membangun-kota-idaman-dari-permainan-digital https://www.greeners.co/berita/inspirasi-membangun-kota-idaman-dari-permainan-digital/#respond Tue, 11 Aug 2015 06:57:04 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10732 Jakarta (Greeners) – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini ternyata gemar bermain permainan digital “SimCity”. Menurutnya, dari permainan tersebut ia bisa belajar bagaimana membangun sebuah kota yang komprehensif dan memberinya inspirasi dalam […]]]>

Jakarta (Greeners) – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini ternyata gemar bermain permainan digital “SimCity”. Menurutnya, dari permainan tersebut ia bisa belajar bagaimana membangun sebuah kota yang komprehensif dan memberinya inspirasi dalam membangun sebuah kota idaman.

Seperti misalnya, contoh Risma, saat akan membangun infrastruktur tertentu, pemerintah harus berpikir tentang pendanaan, fungsi dan dampaknya pada masyarakat. Semuanya harus dipikirkan. Apakah masyarakat akan senang atau tidak, dananya juga ada atau tidak.

Game tata kota ini sedikit banyak mempengaruhi saya dalam membangun Kota Surabaya,” tuturnya saat ditemui oleh Greeners usai menjadi pembicara pada diskusi bertema Accelerating The Future Surabaya as a Creative Hub dalam rangkaian acara Popcon Asia 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (08/07).

Saat ditanya terkait tingkat pelaku industri kreatif di “Kota Pahlawan” yang dipimpinnya, Risma mengatakan bahwa saat ini tingkat kepekaan masyarakat khususnya anak muda sudah sangat baik dan diprediksi akan terus berkembang. Bahkan, lanjutnya, hal tersebut dibuktikan dari dideklarasikannya Kota Surabaya sebagai kota kreatif Indonesia pada festival industri kreatif Popcon Asia 2015.

Tri Rismaharini. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Tri Rismaharini. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Risma juga menyatakan akan terus mengembangkan industri kreatif dengan cara mempertemukan langsung anak-anak muda para pelaku industri dengan investor.

“Pemerintah kota pasti akan terus berkomitmen untuk membantu anak muda Surabaya agar lebih mudah dalam mengeksplorasi karya-karyanya,” ujarnya.

Dalam festival ini, Risma juga memamerkan beberapa produk kreatif dari Surabaya dalam Tata Rupa, yaitu workshop bersama desainer grafis muda Surabaya dengan UKM Binaan Pemkot Surabaya. Tata Rupa mengemas produk-produk UKM agar bergaya lebih pop.

Selain itu, Risma juga memamerkan sejumlah karya anak muda yang mencoba mendesain ulang maskot kota Surabaya, yaitu buaya dan ikan sura, agar lebih bernuansa pop.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/inspirasi-membangun-kota-idaman-dari-permainan-digital/feed/ 0