infeksi saluran pernafasan atas - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/infeksi-saluran-pernafasan-atas/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 27 Jun 2023 04:13:41 +0000 id hourly 1 Kenali Bahaya ISPA dan Cara Mencegahnya https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-bahaya-ispa-dan-cara-mencegahnya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenali-bahaya-ispa-dan-cara-mencegahnya https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-bahaya-ispa-dan-cara-mencegahnya/#respond Tue, 27 Jun 2023 04:13:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=40577 Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi yang mengganggu pernapasan. ISPA sangat berbahaya bagi anak-anak, orang yang lebih tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala ISPA berbeda […]]]>

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi yang mengganggu pernapasan. ISPA sangat berbahaya bagi anak-anak, orang yang lebih tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala ISPA berbeda antara infeksi saluran pernapasan bawah atau atas. Gejalanya meliputi sinus hidung atau paru-paru, pilek, batuk, sakit tenggorokan, nyeri, dan kelelahan.

Sistem kekebalan tubuh anak-anak dan orang tua lebih rentan terhadap virus. Sebab, anak-anak sering tidak mencuci tangan secara teratur. Mereka juga lebih cenderung menggosok mata dan memasukkan jari ke mulut, yang dapat menyebarkan virus.

Orang dengan penyakit jantung atau masalah paru-paru lainnya lebih mungkin terkena infeksi saluran pernapasan akut. Siapa pun yang sistem kekebalannya mungkin dilemahkan oleh penyakit lain berisiko. Perokok juga berisiko tinggi dan sulit pulih.

Penyebab ISPA

Penyakit ISPA yang menyerang manusia dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme antara lain adenovirus, yang dapat menyebabkan pilek, bronkitis, dan pneumonia. Kemudian ada rhinovirus yang dapat menyebabkan pilek dan neumokokus, yang dapat menyebabkan meningitis dan pneumonia.

Beberapa peneliti juga telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko ISPA pada balita. Misalnya status gizi, imunisasi, ASI eksklusif, paparan asap rokok selama kehamilan, kepadatan tempat tinggal, perilaku merokok dalam keluarga, dan penggunaan bahan bakar untuk memasak.

Mencegah Infeksi Pernapasan Akut

Sebagian besar penyebab infeksi pernapasan akut ini sulit diobati. Oleh karena itu, pencegahan adalah metode terbaik untuk menangkal infeksi pernapasan yang berbahaya.

Mendapatkan vaksinasi terhadap MMR (campak, gondok, dan rubella) dan pertusis akan sangat mengurangi risiko terkena infeksi pernapasan. Kamu juga bisa mendapatkan vaksinasi influenza dan pneumovax untuk mencegah terkena ISPA.

Selain itu, terapkan kebersihan yang baik, seperti sering mencuci tangan, hindari menyentuh wajah, terutama mata dan mulut. Hal tersebut perlu untuk mencegah masuknya kuman ke dalam sistem tubuh kamu.

Sobat Greeners, untuk mencegahnya harus menghindari rokok dan pastikan menu makananmu mengandung banyak vitamin seperti vitamin C, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Sumber : heartline

gohealthuc

halodoc

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-bahaya-ispa-dan-cara-mencegahnya/feed/ 0
Polusi Udara Ancam Ibu Hamil dan Tumbuh Kembang Anak https://www.greeners.co/berita/polusi-udara-ancam-ibu-hamil-dan-tumbuh-kembang-anak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=polusi-udara-ancam-ibu-hamil-dan-tumbuh-kembang-anak https://www.greeners.co/berita/polusi-udara-ancam-ibu-hamil-dan-tumbuh-kembang-anak/#respond Wed, 03 Aug 2022 05:49:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=36920 Jakarta (Greeners) – Polusi udara tak sekadar berdampak buruk terhadap saluran pernapasan. Lebih dari itu, paparan polusi udara mampu mengancam kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak yang dilahirkan. Research […]]]>

Jakarta (Greeners) – Polusi udara tak sekadar berdampak buruk terhadap saluran pernapasan. Lebih dari itu, paparan polusi udara mampu mengancam kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak yang dilahirkan.

Research Assistant & Consultant for Environmental Health Vital Strategis Ginanjar Syuhada menegaskan hal tersebut dalam Workshop Clean Air Catalyst di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/8).

“Kualitas udara yang tidak sehat berdampak pada nutrisi ibu hamil dan menghambat tumbuh kembang janin dan anak,” katanya.

Selain itu, paparan polusi udara menyebabkan kelahiran bayi prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). Sementara untuk anak usia dini terjadi menurunkan pertumbuhan paru-paru, penurunan fungsi paru-paru, infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia dan efek perkembangan.

“Bahkan efek jangka panjangnya mengakibatkan penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis,” imbuhnya.

Ginanjar menyebut, polusi udara hanya salah satu faktor yang memicu ancaman pada kesehatan ibu dan bayi. Meski ada faktor lainnya yakni status gizi.

Lebih jauh, Ginanjar menyebut, partikel udara PM 2.5 yang paling mengancam kesehatan. Ukuran diameter PM 2.5 sangat kecil yakni kurang dari 2.5 mikrometer sehingga sangat berisiko masuk ke dalam tubuh manusia.

“Sebagian besar PM 2.5 berasal dari pembakaran yang tak sempurna, seperti industri, lalu lintas, hingga pembakaran sampah di udara terbuka,” ucapnya.

1,5 Miliar Anak Hirup Udara Tercemar

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap, polusi udara menyebabkan 93 % anak-anak di bawah 15 tahun di dunia atau sekitar 1,5 miliar anak menghirup udara tercemar.

Polutan berikutnya yang tak kalah mengancam yaitu Ozon (O3). Dari penelitian kata Ginanjar kondisi Ozon memiliki hubungan dengan penyakit pernapasan, seperti batuk, asma dan bronkitis.

Oleh karena itu, Ginanjar menekankan pentingnya agar ibu hamil menghindari aktivitas di luar guna mengurangi paparan udara. Bila terpaksa keluar maka sebaiknya mengenakan masker sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan yang mampu menyaring paparan pencemaran udara.

Sementara itu Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan, Pemprov DKI telah merancang dua cara mengatasi polusi udara di Jakarta, yakni bersifat jangka pendek dan panjang.

Berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Kualitas Udara, terdapat tujuh langkah cepat untuk memastikan kualitas udara di Jakarta. Misalnya, memastikan tidak ada lagi angkutan umum berusia di atas 10 tahun dan tak lulus uji emisi. Selain itu menuntaskan peremajaan angkutan umum melalui program Jaklingko 2020.

Selanjutnya, mendorong partisipasi aktif warga Jakarta melalui kebijakan ganjil genap dan peningkatan tarif parkir. Pemprov DKI Jakarta juga mengeluarkan kebijakan uji emisi. Targetnya tidak ada lagi kendaraan pribadi berusia 10 tahun yang masih beroperasi pada tahun 2025.

Polusi udara memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia baik fisik maupun mental. Foto: Shutterstock

Pengetatan Uji Emisi Kendaraan

Yogi juga menyatakan adanya pengetatan uji emisi bagi kendaraan pribadi. Di akhir tahun 2022, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan syarat pada kendaraan roda empat yang akan memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) wajib lulus uji emisi.

“Itu artinya kendaraan roda empat yang tak lulus uji emisi tak bisa memperpanjang STNK,” kata Yogi.

Menurutnya, mengatasi permasalahan kualitas udara butuh program berkesinambungan yang tak sekadar bersifat jangka pendek. Oleh karena itu, sambung dia Pemprov DKI Jakarta merancang grand design pengendalian pencemaran udara yang akan menjadi regulasi peraturan gubernur.

“Nantinya akan terus kita kawal karena ini akan menjadi panduan kita jangka panjang agar tetap sesuai haluan,” imbuhnya.

Sementara itu untuk perencanaan jangka panjang, DKI menargetkan Jakarta bebas emisi tahun 2030. Nantinya, sambung dia ada program dan target rinci yang mendukung Jakarta bebas emisi tersebut.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/polusi-udara-ancam-ibu-hamil-dan-tumbuh-kembang-anak/feed/ 0
Ribuan Orang Terserang ISPA Akibat Kebakaran Hutan https://www.greeners.co/berita/ribuan-orang-terserang-ispa-akibat-kebakaran-hutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ribuan-orang-terserang-ispa-akibat-kebakaran-hutan https://www.greeners.co/berita/ribuan-orang-terserang-ispa-akibat-kebakaran-hutan/#respond Thu, 17 Sep 2015 06:59:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11136 Jakarta (Greeners) – Kebakaran hutan yang melanda enam provinsi di Indonesia telah mengakibatkan puluhan ribu orang terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kebakaran hutan yang melanda enam provinsi di Indonesia telah mengakibatkan puluhan ribu orang terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr. Achmad Yurianto pada Selasa (15/9) di Jakarta.

Achmad menyatakan bahwa terdapat sekitar 26.536 orang yang terserang penyakit ISPA. Jumlah tersebut tersebar dalam enam provinsi yang menjadi area kebakaran hutan. Enam provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimatan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Kecenderungan ini akan kita waspadai betul dalam dua minggu ke depan,” ungkapnya.

Achmad juga menyatakan bahwa jumlah tersebut cenderung akan meningkat jika angka partikulat menurun. Oleh karenanya, pihaknya telah menyiapkan langkah pencegahan untuk meminimalisir jumlah pengidap ISPA akibat kebakaran hutan, salah satunya dengan meningkatkan pengadaan masker. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) terkait pengadaan masker.

“Persediaan masker masih kurang, akan kita bagikan 1,5 juta masker tambahan,” ungkap Achmad.

Sementara itu, Kepala BNPB, Willem Rampangilei, menyatakan bahwa tidak semua orang yang mengidap ISPA akibat kebakaran hutan diperiksa sekaligus. Ia menjelaskan bahwa banyaknya area kebakaran yang tersebar di enam provinsi sekaligus membuat sumber daya BNPB terbagi-bagi. “Anak-anak, perempuan dan orang tua akan kita prioritaskan,” ujar Willem.

Ia menambahkan keberadaan El Nino akan berdampak sampai dua bulan ke depan. Oleh karenanya, ia mengkhawatirkan efektifitas dari upaya pemadaman kebakaran karena keringnya lahan gambut akibat rendahnya curah hujan.

Kejahatan Besar

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan, menyatakan bahwa kebakaran hutan yang diduga dilakukan oleh beberapa korporasi ini adalah suatu kejahatan besar. “Ini adalah kejahatan besar karena ribuan orang sakit karenanya (kebakaran hutan),” ungkap Luhut.

Luhut menambahkan bahwa pemerintah telah menaburkan 120 ton garam ke udara untuk awan dan hujan buatan. Garam tersebut akan bergerak ke daerah Jambi dan Sumatera Selatan hingga menyasar ke Pulau Kalimantan. Hal ini sebagai antisipasi terhadap fenomena El Nino yang diprediksi masih akan berlanjut hingga 1-2 bulan ke depan. Oleh karenanya, Luhut pun meminta kepada instansi terkait agar mengawasi pergerakan garam tersebut.

“Saya minta kepala BNPB memantau. Kalau perlu, pantau sampai Merauke,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan, Luhut mengungkapkan bahwa Indonesia masih akan mengalami darurat asap dan kebakaran hutan dalam 1-2 bulan ke depan. Oleh karenanya, ia meminta semua pihak untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini agar kebakaran hutan tidak lagi terulang. Kepada para kepala daerah pun, ia meminta agar tidak saling menyalahkan serta saling berkoordinasi dan bekerja sama satu sama lain.

“Kebakaran hutan itu masalah serius, oleh karena itu kita harus padu dan kompak untuk menyelesaikan masalah ini. Tidak perlu saling menyalahkan,” tegas Luhut.

Berdasarkan dari pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, pemerintah telah mengerahkan 17 heli, 4 water bombing air tractor dan 22 pesawat modifikasi untuk memadamkan hutan yang masih terbakar. Selain itu, dikerahkan pula 2.209 personel TNI untuk membantu menangani kebakaran hutan di Sumatera Selatan dan Riau.

Penulis: TW

]]>
https://www.greeners.co/berita/ribuan-orang-terserang-ispa-akibat-kebakaran-hutan/feed/ 0