instalasi bayi mikroplastik - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/instalasi-bayi-mikroplastik/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 05 Mar 2026 12:05:04 +0000 id hourly 1 Instalasi Bayi Terlilit Mikroplastik Ingatkan Warga Surabaya akan Bahaya Plastik https://www.greeners.co/aksi/instalasi-bayi-terlilit-mikroplastik-ingatkan-warga-surabaya-akan-bahaya-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=instalasi-bayi-terlilit-mikroplastik-ingatkan-warga-surabaya-akan-bahaya-plastik https://www.greeners.co/aksi/instalasi-bayi-terlilit-mikroplastik-ingatkan-warga-surabaya-akan-bahaya-plastik/#respond Thu, 05 Mar 2026 12:05:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48190 Jakarta (Greeners) – Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menghadirkan instalasi seni bertajuk “Bayi Mikroplastik” dalam kegiatan Urban Market Kota Lama Surabaya. Instalasi bayi terlilit mikroplastik ini menjadi sarana edukasi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menghadirkan instalasi seni bertajuk “Bayi Mikroplastik” dalam kegiatan Urban Market Kota Lama Surabaya. Instalasi bayi terlilit mikroplastik ini menjadi sarana edukasi publik untuk mengenalkan dampak kesehatan dari penggunaan plastik sekali pakai yang mengkhawatirkan.

Instalasi bayi terlilit mikroplastik ini menggambarkan situasi darurat kesehatan akibat paparan mikroplastik yang kini tidak lagi hanya mencemari sungai dan laut, tetapi juga ada dalam tubuh manusia. Temuan terbaru Ecoton sepanjang 2025–2026 menunjukkan adanya kontaminasi mikroplastik dalam air ketuban, darah perempuan, dan air seni.

Menurut Ecoton, fakta tersebut menandai datangnya “era mikroplastik”, yaitu fase ketika peradaban yang selama hampir delapan dekade bergantung pada plastik sekali pakai mulai memanen konsekuensi kesehatannya.

“Di mana sebuah peradaban yang tergantung pada plastik sekali pakai sudah berlangsung hampir 8 dekade, manusia telah memetik segala kemudahan dan gaya hidup praktis nan instan. Kini, saatnya manusia memanen upahnya berupa kontaminasi mikroplastik dalam darah dan organ tubuh,” ungkap Koordinator JEJAK, Alaika Rahmatullah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/2).

Ia menambahkan bahwa dampak mikroplastik terhadap kesehatan dapat menyebabkan gangguan hormon, peradangan, hingga potensi risiko kanker dan gangguan reproduksi. “Ini merupakan buah dari perilaku konsumtif dan budaya sekali pakai yang tidak terkendali,” katanya.

Sejumlah fakta krusial juga Ecoton sampaikan dalam pameran ini. Mereka mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar ke laut di dunia. Selain itu, sekitar 57 persen penduduk masih membakar sampah, yang berisiko melepaskan zat beracun seperti dioksin dan furan ke udara.

Ecoton juga menyampaikan bahwa rata-rata konsumsi mikroplastik masyarakat Indonesia diperkirakan mencapai 15 gram per bulan per kapita. Angka ini menunjukkan tingginya paparan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Pameran ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang ancaman nyata plastik sekali pakai, sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup minim sampah.

Imbauan Ecoton

Melalui pameran ini, Ecoton juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ecoton mengimbau masyarakat membawa tas belanja guna ulang, botol minum isi ulang, serta wadah makan sendiri.

Mereka juga meminta pemerintah membuat peraturan pengurangan atau pembatasan plastik sekali pakai, serta menjadikan target pengurangan plastik sekali pakai sebagai prioritas nasional dan daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mengendalikan perilaku konsumtif terhadap plastik sekali pakai.

Masyarakat juga perlu memilah sampah dari rumah dan tidak membakar sampah. Hal ini penting untuk menghindari paparan mikroplastik di udara serta menekan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

Di sisi lain, produsen juga perlu membatasi dan meredesain kemasan menuju transformasi wadah dan sistem bisnis guna ulang. Dalam hal ini, masyarakat perlu mendorong pemerintah dan industri untuk menghentikan keran produksi plastik sekali pakai.

Koordinator Refillin Ecoton, Jofany Ahmad, menyampaikan bahwa skema guna ulang juga sangat efektif dalam mengurangi plastik sekali pakai. Solusi ini terbukti dalam penelitian perilaku konsumen dalam sistem guna ulang yang diterapkan oleh Ecoton melalui Refillin. Ketika konsumen menerapkan sistem guna ulang, mereka dapat mengurangi kemasan saset ukuran 40 ml sebanyak 180–200 sachet dalam satu bulan.

Menurutnya, jika masyarakat Surabaya yang saat ini berjumlah kurang lebih 2,5 juta orang menerapkan sistem guna ulang, maka gerakan ini tidak akan membebani fiskal daerah dalam pengelolaan sampah.

“Perubahan tidak cukup hanya dari konsumen. Industri harus bertanggung jawab dan pemerintah harus berani membatasi bahkan menghentikan produksi plastik sekali pakai. Tanpa itu, generasi mendatang akan terus mewarisi tubuh yang terkontaminasi,” tegas Jofany.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/instalasi-bayi-terlilit-mikroplastik-ingatkan-warga-surabaya-akan-bahaya-plastik/feed/ 0