international zero waste cities conference - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/international-zero-waste-cities-conference/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 12 Mar 2018 09:09:30 +0000 id hourly 1 Wujudkan Zero Waste Cities, Cimahi Andalkan Bank Samici https://www.greeners.co/berita/wujudkan-zero-waste-cities-cimahi-andalkan-bank-samici/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wujudkan-zero-waste-cities-cimahi-andalkan-bank-samici https://www.greeners.co/berita/wujudkan-zero-waste-cities-cimahi-andalkan-bank-samici/#respond Fri, 09 Mar 2018 15:28:47 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20180 Bank Sampah Induk Cimahi, disingkat menjadi Bank Samici, merupakan bank sampah induk satu-satunya di Cimahi dan akan menjadi andalah Cimahi untuk program Zero Waste Cities.]]>

Cimahi (Greeners) – Bank Sampah Induk Cimahi, disingkat menjadi Bank Samici, merupakan bank sampah induk satu-satunya di Cimahi dan akan menjadi andalah Cimahi untuk program Zero Waste Cities. Bank Samici didirikan di bawah naungan pemerintah kota Cimahi pada tahun 2014. Hingga saat ini Bank Samici sudah mengumpulkan sampah rumah tangga organik dan anorganik sebanyak 628.023,13 ton.

Sejak tahun 2010 sampai dengan 2013, kota Cimahi sudah mendirikan 17 bank sampah yang tersebar di seluruh kota Cimahi, namun dari jumlah tersebut sebagian besar tidak aktif. Pada pertengahan tahun 2014, Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Cimahi mendirikan Bank Samici yang diresmikan oleh Ibu Walikota pada tanggal 3 Oktober 2014.

“Bank Samici memiliki 950 nasabah dan 160 unit bank sampah yang terdiri dari minimal 20 orang per unit bank sampah. Sampai detik ini sudah terkumpul 628.023,13 ton dari sampah rumah tangga organik dan anorganik,” ujar Direktur Bank Samici Warso Wijaya saat ditemui di Bank Samici, Cimahi, Selasa (06/03) lalu.

BACA JUGA: 3 Kota di Jawa Barat Ditargetkan Menjadi Zero Waste Cities di Indonesia

Lebih lanjut Warso menjelaskan bahwa jenis sampah yang dikelola di Bank Samici berasal dari sampah rumah tangga yang dibagi menjadi 4 jenis, yaitu jenis kertas yang dibedakan menjadi 10 jenis, jenis plastik dibedakan menjadi 21 jenis, jenis logam dibedakan menjadi 7 jenis, dan jenis kaca dibedakan menjadi 2 jenis.

Bank sampah ini juga memiliki aplikasi online yang memuat informasi mengenai manajemen pengelolaan bank sampah, yakni Simbah (Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah). Aplikasi ini bersifat fleksibel karena dapat diakses di manapun dan kapanpun hanya dengan bermodalkan koneksi internet.

“Pada aplikasi ini para nasabah bisa melihat data yang terkumpul pada Bank Samici, seperti sudah berapa kilogram sampah yang terkumpul, jumlah pendapatan nasabah dari hasil mengumpulkan sampah, data transaksi nasabah, tetapi yang bisa login hanya nasabah yang sudah terdaftar saja dan memiliki ATM Bank Samici,” kata Warso.

Kartu ATM Bank Samici ini merupakan hasil kerjasama dengan Bank Bukopin. Selain menabung sampah, kartu ATM Bank Samici juga dapat memberikan pelayanan seperti tabungan regular, pembayaran listrik, pulsa telepon selular, sembako, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan nasabah.

BACA JUGA: International Zero Waste Cities Conference Digelar di Bandung

Sebagai informasi, jumlah sampah plastik yang dikelola Bank Samici sebesar 19.000 ton pada tahun 2014, 61.000 ton pada tahun 2015, 48.000 ton pada tahun 2016, dan 39.000 ton pada tahun 2017. Sedangkan untuk sampah kertas yang telah dikelola sebesar 23.000 ton pada tahun 2014, 110.000 ton pada tahun 2015, 110.000 ton pada tahun 2016, 67.000 ton pada tahun 2017.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/wujudkan-zero-waste-cities-cimahi-andalkan-bank-samici/feed/ 0
3 Kota di Jawa Barat Ditargetkan Menjadi Zero Waste Cities di Indonesia https://www.greeners.co/berita/3-kota-jawa-barat-ditargetkan-menjadi-zero-waste-cities-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=3-kota-jawa-barat-ditargetkan-menjadi-zero-waste-cities-indonesia https://www.greeners.co/berita/3-kota-jawa-barat-ditargetkan-menjadi-zero-waste-cities-indonesia/#respond Thu, 08 Mar 2018 05:41:51 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20172 Dalam acara International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) 2018, tiga kota di Jawa Barat ditargetkan menjadi kota percontohan penerapan konsep zero waste cities. Ketiga kota tersebut adalah Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung.]]>

Bandung (Greeners) – Dalam acara International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) 2018, tiga kota di Jawa Barat ditargetkan menjadi kota percontohan penerapan konsep zero waste cities. Ketiga kota tersebut adalah Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Kota-kota ini juga memiliki program dan target sendiri untuk mewujudkan konsep zero waste cities.

“Kami sedang membangun model untuk percontohan, maka dari itu kami memilih kota besar yaitu kota Cimahi, kota yang sifatnya kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, dan kota metropolitan seperti kota Bandung. Tiga kota ini kami pilih karena mewakili karakter kota yang berbeda,” ujar Ria Ismaria selaku Ketua Panitia Pengarah IZWCC 2018 di Soreang, Rabu (07/03).

Ria mengatakan, indikator konsep zero waste cities ini dilihat dari kesiapan daerah, dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, serta kebijakan dari kota tersebut. Menurut Ria, dari tiga kota tersebut, sampai saat ini Kota Cimahi merupakan kota yang paling siap untuk menerapkan zero waste cities.

“Kota Cimahi yang paling siap karena hampir seluruh kelurahan sudah tersentuh dengan konsep ini, sementara Kota Bandung baru 2 kecamatan yakni Kecamatan Coblong dan Kecamatan Cibeunying Kaler dan 1 kelurahan, yaitu Kelurahan Babakan Sari. Kalau di Kabupaten Bandung baru ada di 5 desa. Sebetulnya Kabupaten Bandung dan Kota Bandung juga siap tapi dibandingkan Cimahi, saya rasa kota Cimahi lebih siap,” ungkap Ria.

BACA JUGA: IZWCC 2018, Industri Diminta Mencari Solusi Jangka Panjang atas Residual Waste

Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan bahwa selama ini penanganan sampah yang selama ini dilaksanakan di kota Cimahi hanya kumpul, angkut, buang. Jia konsep zero waste diterapkan di kota Cimahi, ia berharap sampah rumah tangga menjadi terpilah sesuai jenisnya sehingga masyarakat dapat membuat kompos dari sampah organik dan ada nilai ekonomi dari sampah anorganik yang dihasilkan.

Zero waste cities merupakan program yang harus dilaksanakan dan target kami menuju Zero Waste Cities pada tahun 2025 karena isu persampahan ini sudah sampai internasional. Minimal langkah pertama yang harus kita lakukan adalah pengurangan sampah plastik di Cimahi, karena sampah plastik sendiri menyumbang 40% dari total 200 ribu ton sampah per hari yang dihasilkan di kota Cimahi. Caranya dengan sosialisasi ke supermarket sampai ke pasar-pasar untuk tidak menggunakan kantong plastik,” ujar Ngatiyana.

Membuat Bank Sampah Induk (BSI) merupakan salah satu cara yang dijalankan oleh kota Cimahi menerapkan circular economy. BSI tersebut bernama SAMICI (Sampah Induk Cimahi) yang menjadi satu-satunya BSI di Cimahi.

Samici menerima pengolahan sampah dari 160 bank sampah unit yang tersebar di Rukun Tetangga dan Rukun Warga. “Kami membuat Samici yang memiliki banyak cabang yang tersebar di RT/RW setempat. Hal itu didukung karena pemilahan sampah dilakukan di setiap rumah dan juga kemauan dari masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah tersebut,” ucap Ngatiyana.

BACA JUGA: International Zero Waste Cities Conference Digelar di Bandung

Senada dengan Ngatiyana, Kepala Dinas Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi menyatakan bahwa sesulit apapun konsep zero waste harus ditetapkan di kota Bandung. Menurutnya, saat ini kota Bandung sudah memulai konsep zero waste cities.

“Secara keseluruhan kami membuat spotspot di RW di beberapa kecamatan lalu kita latih pemilahan sampah, ada juga Kawasan Bebas Sampah (KBS) di RW per Kecamatan. Jadi, karena ini mengubah kultur, karakter dan mindset, memang butuh waktu dan persiapan,” kata Salman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah menambahkan bahwa poin penting zero waste cities adalah membangun kesadaran masyarakat.

“Zero waste ini sebuah momentum untuk belajar dari negara lain, jangan hanya melihat. Maka dari itu kami Kabupaten Bandung membuat program seperti sabilulungan hiji dua (sajiwa), sabilulungan tanam pohon kesayangan (satapok), dan lubang biopori yang kita berikan tematik untuk sampah organik itu semua dilakukan untuk membangun mindset masyarakat dan salah satunya mendukung Zero Waste Cities,” kata Asep.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/3-kota-jawa-barat-ditargetkan-menjadi-zero-waste-cities-indonesia/feed/ 0
IZWCC 2018, Industri Diminta Mencari Solusi Jangka Panjang atas Residual Waste https://www.greeners.co/berita/izwcc-2018-industri-diminta-mencari-solusi-jangka-panjang-residual-waste/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=izwcc-2018-industri-diminta-mencari-solusi-jangka-panjang-residual-waste https://www.greeners.co/berita/izwcc-2018-industri-diminta-mencari-solusi-jangka-panjang-residual-waste/#respond Wed, 07 Mar 2018 05:15:20 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20162 Untuk mewujudkan "circular city" atau kota dengan konsep berkelanjutan, dibutuhkan tidak hanya peran aktif pemerintah melainkan juga pihak swasta, termasuk industri.]]>

Bandung (Greeners) – Untuk mewujudkan circular city atau kota dengan konsep berkelanjutan, dibutuhkan tidak hanya peran aktif pemerintah melainkan juga pihak swasta, termasuk industri. Danone-AQUA, salah satu perusahaan air minum dalam kemasan yang cukup besar di Indonesia, menyatakan diri berkomitmen mendukung konsep ini di Indonesia dengan menciptakan kemasan yang mudah di daur ulang. Namun demikian, Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) menyatakan hal yang bertolak belakang terkait komitmen tersebut.

Dalam acara International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) pada sesi “The Role Corporations Play”, Senin (05/03), GAIA menyampaikan data yang menunjukkan bahwa Danone berada di peringkat ke-7 (2,16 %) penghasil residual waste atau sampah residu terbanyak di Indonesia.

Secara lebih rinci, 10 perusahaan yang memproduksi residual waste berdasarkan data GAIA, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar 8,36%, PT Santos Jaya Abadi 7,17%, PT Unilever Indonesia Tbk 6,99%, PT Mayora Indah Tbk 4,95%, Wings Corporation 4,91%, PT Djarum 2,28%, Group Danone 2,16%, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 2,00%, Orang Tua (OT) 1,81%, PT Garuda Food Putra Putri Jaya 1,79%.

“Jadi perusahaan-perusahaan ini sudah melakukan sesuatu tapi tidak banyak. Contohnya Nestle yang mencoba mengumpulkan sampah-sampah yang dari sachet itu, dijadikan batu bata, tapi menurut saya itu bukan solusi yang bagus dan bukan untuk jangka panjang,” ujar perwakilan dari GAIA Asia Pasific, Froilan Grate, di Bandung, Senin (05/03).

BACA JUGA: International Zero Waste Cities Conference Digelar di Bandung

Froilan mengatakan bahwa perusahaan harus mulai memikirkan produknya dengan memakai bahan-bahan ramah lingkungan. Ia menyatakan bahwa produk harus di re-design kembali agar tidak menggunakan material plastik sekali pakai.

Menanggapi hal ini, Direktur Sustainable Development Danone-AQUA, Karyanto Wibowo, yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa perusahaannya akan menjalankan komitmen yang telah dibuat dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Siapapun boleh mengeluarkan riset atau analisa seperti itu, tapi kami mempunyai komitmen dan akan melakukan inisiatif pada komitmen kami. Feedback dari mereka (GAIA) kami gunakan sebagai referensi,” kata Karyanto.

Karyanto menjelaskan, sejak tahun 2010, Danone-AQUA telah menginisiasi pembangunan 6 Recycling Business Unit (RBU) di Tangerang Selatan, Bali dan Bandung bekerjasama dengan Namasindo untuk menarik sampah kemasan di lingkungan. Danone-AQUA juga berambisi untuk me-recover lebih banyak sampah kemasan plastik dari yang diproduksinya pada tahun 2030.

“Dari 15 persen jumlah produksi yang dikeluarkan Aqua setiap harinya, kami sudah mendaur ulang 12 ribu ton per tahun yang kita kelola dengan 6 RBU. Kami punya ambisi untuk sampai ke 2030, makanya kita mempunyai milestone untuk collect dan recycle sesuai target yang didefinisikan. Seperti tahun 2020, kami menargetkan 25 persen untuk me-recover yang di mana target tersebut terus bertambah di setiap tahunnya,” lanjutnya.

BACA JUGA: Industri Daur Ulang Sampah Menjadi Contoh Sistem Ekonomi Melingkar

Menurut Karyanto, Danone-AQUA menerima produk recycle hanya dari tempat-tempat yang sudah terkoneksi dan terjaring oleh perusahaan Danone-AQUA. Alasannya adalah supaya koleksi jaringan terutama pada sektor informal langsung memberikan pengaruh kepada pemulung.

“Saat ini kami sedang membangun pilot model yang selanjutnya kami replika. Harus diakui bank sampah saat ini banyak yang tidak sustainable, banyak yang mati, karena bank sampah seharusnya diberikan jalur untuk menyuplai produknya. Maka itu, bank sampah yang ada di Jakarta Barat kami established dengan BSI (Bank Sampah Induk). BSI merupakan bank-bank sampah unit sehingga mereka punya outlet produknya. Dari bank sampah induk itu akan ke recycling unit, kemudian baru diproses produk-produknya ke Danone-AQUA,” kata Karyanto.

Sebagai informasi, acara International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) diselenggarakan pada 5-7 Maret 2018 di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Acara ini mengangkat tema “Circular City adalah Kota Masa Depan”.

IZWCC 2018 dihadiri oleh perwakilan kota-kota dari dalam dan luar negeri yang sudah ataupun yang sedang mengembangkan konsep zero waste cities. Konferensi ini juga menghadirkan para ahli dan praktisi dari kota-kota model zero waste di India, Filipina, Amerika Serikat, Eropa dan Indonesia. Mereka menunjukkan bagaimana mengurangi limbah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui cara yang telah teruji, terbukti, dan relatif mudah direplikasi.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/izwcc-2018-industri-diminta-mencari-solusi-jangka-panjang-residual-waste/feed/ 0
International Zero Waste Cities Conference Digelar di Bandung https://www.greeners.co/berita/international-zero-waste-cities-conference-digelar-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=international-zero-waste-cities-conference-digelar-bandung https://www.greeners.co/berita/international-zero-waste-cities-conference-digelar-bandung/#respond Tue, 06 Mar 2018 05:49:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20156 Untuk pertama kalinya International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) diselenggarakan pada tanggal 5-7 Maret 2018 di Bandung, Jawa Barat.]]>

Bandung (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018 dan menyikapi program “Tiga Bulan Bebas Sampah” dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kota Cimahi, dan Pemerintah Kabupaten Bandung menyelenggarakan International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) pada tanggal 5-7 Maret 2018 di Bandung, Jawa Barat.

Ketua Panitia Pengarah IZWCC 2018, Ria Ismaria, mengatakan, penyelenggaraan IZWCC 2018 merupakan upaya untuk memperkenalkan dan mendorong diterapkannya konsep zero waste cities untuk pengelolaan sampah sekaligus membangun perekonomian kota.

“Konferensi ini memiliki tujuan bisa mengikat pegiat lingkungan seperti pemerintah, non government organization (NGO), dan masyarakat untuk berkolaborasi bersama-sama menuju zero waste cities,” ujar Ria saat ditemui pada acara International Zero Waste Cities Conference, Bandung, Senin (05/03).

BACA JUGA: Penerapan Circular Economy dalam Pengelolaan Sampah Belum Maksimal

Dengan mengangkat tema “Circular City adalah Kota Masa Depan”, konferensi ini mengajak para pemimpin dan perangkat daerah untuk mencari solusi terhadap masalah persampahan sekaligus menciptakan kota yang berkelanjutan (sustainable city).

“Konsep yang betul-betul komprehensif. Selama ini kita sudah menjalankan upaya daur ulang dan membuat kompos tapi tidak berkelanjutan. Seharusnya kita mengaitkan pengelolaan sampah dengan aktivitas ekonomi supaya sustainable,” lanjutnya.

Pejabat sementara (Pjs) Walikota Bandung Muhamad Solihin menyatakan bahwa konsep zero waste cities bisa dilaksanakan pemerintah dengan dukungan masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat bertindak bijak dalam pengelolaan sampah untuk membangun kota.

“Tugas pemerintah adalah membangkitkan semangat, harus sabar mengingatkan masyarakat, memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengajak masyarakat untuk membangun kota ini dengan berbagai upaya, dan mengajak masyarakat berpikir bersama,” kata Solihin.

BACA JUGA: Zero Waste Youth Festival Dorong Generasi Muda Mencari Solusi Sampah Plastik

IZWCC 2018 dihadiri oleh perwakilan kota-kota dari dalam dan luar negeri yang sudah ataupun yang sedang mengembangkan konsep zero waste cities. Konferensi ini juga menghadirkan para ahli dan praktisi dari kota-kota model zero waste di India, Filipina, Amerika Serikat, Eropa dan Indonesia. Mereka menunjukkan bagaimana mengurangi limbah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui cara yang telah teruji, terbukti, dan relatif mudah direplikasi.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/international-zero-waste-cities-conference-digelar-bandung/feed/ 0