invirotech expo 2026 - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/invirotech-expo-2026/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 16 Jun 2026 05:17:04 +0000 id hourly 1 Reuse Protocol Bantu Kurangi Sampah Sekali Pakai https://www.greeners.co/berita/reuse-protocol-bantu-kurangi-sampah-sekali-pakai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=reuse-protocol-bantu-kurangi-sampah-sekali-pakai https://www.greeners.co/berita/reuse-protocol-bantu-kurangi-sampah-sekali-pakai/#respond Tue, 16 Jun 2026 05:17:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=48601 Jakarta (Greeners) – Penyelenggaraan International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026 menerapkan reuse protocol (protokol guna ulang). Ribuan orang yang menghadiri […]]]>

Jakarta (Greeners) – Penyelenggaraan International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026 menerapkan reuse protocol (protokol guna ulang). Ribuan orang yang menghadiri acara tersebut menjadi salah satu contoh penerapan sistem guna ulang dalam kegiatan berskala besar, sekaligus mengurangi penggunaan wadah dan alat makan sekali pakai.

Reuse protocol merupakan prosedur oleh Dietplastik Indonesia untuk mendukung penggunaan wadah dan alat makan berulang kali. Penerapan protokol ini melalui penyajian makanan dan minuman, baik di dalam maupun luar ruangan, dengan mengutamakan penggunaan wadah guna ulang.

Communication Manager Dietplastik Indonesia, Adithiyasanti Sofia atau Dithi, mengatakan bahwa penerapan reuse protocol di INVIROTECH 2026 melalui kerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Dari sembilan tenant makanan dan minuman yang berpartisipasi, tujuh di antaranya menerapkan sistem guna ulang.

“Jadi ada beberapa menu makanan dan minuman penyajiannya pakai piring gelas dan senok, garpu, guna ulang. Ada juga tenant yang sudah membawa sendiri, tapi kalau ada tenan yang tidak membawa, kami sajikan. Rata-rata merasa bahwa orang-orang itu terbuka dengan penyajian makanan dan minuman dengan protokol guna ulang,” katanya kepada Greeners, Sabtu (13/6).

Untuk mendukung sistem tersebut, ada sekitar 300–400 unit wadah dan alat makan guna ulang. Jumlah tersebut mampu memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan penyajian makanan dan minuman selama acara berlangsung. Wadah-wadah tersebut juga dapat pengunjung gunakan selama berada di area pameran.

Pentingnya Fasilitas Pencucian

Setelah digunakan, seluruh wadah dan alat makan guna ulang dikumpulkan untuk dicuci di fasilitas pencucian yang tersedia. Menurut Dithi, keberadaan fasilitas ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan sistem guna ulang karena mendukung proses pengumpulan, pencucian, hingga distribusi kembali wadah kepada tenant.

Meski demikian, penerapan reuse protocol di acara besar tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendalanya adalah luasnya area acara sehingga proses pengumpulan wadah membutuhkan upaya lebih besar.

“Jadi memang karena areanya besar, kami harus sweeping lebih luas lagi. Namun, so far, piring tidak ada yang hilang, sendok garpu hilangnya cuma 10 dari berapa ratus. Gelas yang banyak hilang karena mungkin bisa dibawa ke mana-mana, sih,” ungkap Dithi.

Melalui penerapan reuse protocol ini, Dietplastik Indonesia berharap dapat memperluas kolaborasi antara tenant dan penyedia layanan wadah guna ulang. Menurut Dithi, masyarakat semakin terbuka terhadap sistem ini, terutama ketika wadah guna ulang menjadi pilihan utama yang tersedia.

Untungkan Pedagang

Manfaat penggunaan wadah guna ulang tidak hanya terasa dari sisi lingkungan, tetapi juga oleh para pedagang. Ahmad Husin, pemilik tenant Sindol, mengaku dapat menghemat biaya operasional karena tidak perlu membeli paper cup dalam jumlah besar.

“Gelas guna ulang ini tentu lebih ramah lingkungan. Selain itu, kami juga tidak repot dan bisa mengurangi biaya untuk wadah. Paper cup itu cukup mahal, jadi bisa mengurangi beban pengeluaran kami,” kata Husin.

Menurut Husin, pengalaman menggunakan wadah guna ulang dalam sebuah acara merupakan yang pertama kali ia rasakan. Ia berharap konsep serupa dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan lainnya.

Tak hanya mencatat peningkatan penjualan selama acara, Husin juga merasakan penghematan biaya yang cukup signifikan. Ia menyebut harga 100 paper cup dapat mencapai sekitar Rp200.000. Dengan berkurangnya kebutuhan membeli kemasan sekali pakai, biaya tersebut dapat menjadi tambahan tabungan untuk usahanya.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/reuse-protocol-bantu-kurangi-sampah-sekali-pakai/feed/ 0