jamur karang - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/jamur-karang/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 14 Feb 2023 02:14:03 +0000 id hourly 1 Jamur White Coral, Serupa Karang Putih yang Bisa Dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-white-coral-serupa-karang-putih-yang-bisa-dimakan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-white-coral-serupa-karang-putih-yang-bisa-dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-white-coral-serupa-karang-putih-yang-bisa-dimakan/#respond Tue, 14 Feb 2023 03:00:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38978 Jamur white coral (Ramariopsis kunzei) merupakan spesies jamur karang dari famili Clavariaceae dan genus Ramariopsis. Seperti halnya namanya, bentuknya menyerupai karang putih di laut. Spesies ini pertama kali dideskripsikan sebagai […]]]>

Jamur white coral (Ramariopsis kunzei) merupakan spesies jamur karang dari famili Clavariaceae dan genus Ramariopsis. Seperti halnya namanya, bentuknya menyerupai karang putih di laut.

Spesies ini pertama kali dideskripsikan sebagai Clavaria kunzei oleh ahli mikologi perintis Elias Magnus Fries pada tahun 1821. Lalu, EJH Corner memindahkan spesies tersebut ke Ramariopsis pada tahun 1950. Meski bernama white coral, jamur ini bisa kita makan tanpa rasa dan bau yang khas.

Morfologi dan Ciri-Ciri Umum 

Badan buahnya biasanya mencapai 8 sentimeter dan lebar 6 sentimeter dengan banyak cabang yang berasal dari batang pendek yang belum sempurna. Spesimen yang lebih tua memiliki semburat berwarna merah muda.

Menariknya, bagian cabang-cabangnya bertekstur halus, berwarna putih, dan biasanya ujungnya berwarna kekuningan. Tak seperti spesies jamur karang lain seperti Clavulina cristata, ujung jamur ini tumpul tak berjambul. Tebal cabangnya yakni 1 hingga 5 milimeter.

Saat terkena benturan, jamur ini tidak mengalami perubahan warna sedikitpun. Namun, larutan 10 % FeSO4 yang dioleskan ke daging akan mengubahnya menjadi hijau.

Sementara sporanya berwarna putih. Namun, saat kita lihat dengan mikroskop cahaya, sporanya tembus cahaya dan memiliki bentuk ellipsoid hingga bulat dengan duri di permukaannya. Spora bersifat non-amiloid, artinya tidak menyerap yodium saat diwarnai dengan reagen Melzer.

Habitat dan Distribusi Penyebaran Jamur White Coral

Spesies ini dianggap saprobik dan tumbuh di tanah, atau jarang di kayu yang lapuk. Mereka biasa tumbuh sendiri atau berkelompok.

Di Eropa, R. kunzei terkumpul di Skotlandia (khususnya, di Pulau Arran, Gigha dan Semenanjung Kintyre), Belanda, Norwegia, bekas Cekoslowakia, Jerman, Polandia, dan Rusia (Pegunungan Zhiguli).

Mereka juga ada di China, India, Iran, Kepulauan Solomon, dan Australia. Di Amerika Utara, distribusi meluas ke utara ke Kanada, dan termasuk Amerika Serikat (termasuk Hawaii dan Puerto Rico).

Spesies Mirip dengan Jamur White Coral

Meski bernama jamur karang, tapi daging jamur ini dapat kita makan, tapi tanpa rasa. Konon, bau dan rasanya memang tidak khas. Spesies lain yang mirip dengan jamur ini yakni Clavulina cristata, sama-sama bisa kita makan. Lalu ada spesies Tremellodendron pallidum yang juga dapat kita makan, memiliki cabang berwarna keputihan, keras, bertulang rawan dengan ujung tumpul.

Morfologi R. kunzei mirip dengan Ramariopsis lentofragilis tapi Ramariopsis lentofragilis beracun. Bahkan, menyebabkan sakit perut yang parah, kelemahan umum, dan nyeri di bawah tulang dada.

Taksonomi Jamur White Coral (Ramariopsis kunzei)

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-white-coral-serupa-karang-putih-yang-bisa-dimakan/feed/ 0
Jamur Karang Ungu, Tanduk yang Tumbuh di Atas Tanah https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-karang-ungu-tanduk-yang-tumbuh-di-atas-tanah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-karang-ungu-tanduk-yang-tumbuh-di-atas-tanah https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-karang-ungu-tanduk-yang-tumbuh-di-atas-tanah/#respond Fri, 23 Sep 2022 03:00:23 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37419 Berbicara soal jamur terunik, nama jamur karang ungu mungkin masuk menjadi salah satunya. Jamur ini terlihat seperti tanduk atau karang di lautan. Bentuknya bercabang dengan warna keunguan. Spesies ini disinyalir […]]]>

Berbicara soal jamur terunik, nama jamur karang ungu mungkin masuk menjadi salah satunya. Jamur ini terlihat seperti tanduk atau karang di lautan. Bentuknya bercabang dengan warna keunguan. Spesies ini disinyalir dapat dimakan, meskipun dalam jumlah yang terbatas.

Violet coral, magenta coral, atau jamur karang ungu merupakan salah satu spesies dari famili Clavariaceae dan genus Clavaria. Kelompoknya sendiri dikenal dengan nama ilmiah Clavaria zollingeri.

Spesies C. zollingeri sebenarnya mempunyai peta persebaran yang cukup luas. Jamur ini bisa kita temukan di berbagai benua dan negara, salah duanya adalah Brunei Darussalam dan Indonesia.

Karena penampilannya yang unik, tak sulit mengenali spesies magenta coral di alam liar. Selain Ramariopsis pulchella, tidak banyak fungi lain yang memiliki kemiripan fisik dengan jamur tersebut.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Karang Ungu

Jamur karang ungu dapat tumbuh setinggi 5–10 cm dengan lebar 4–7 cm. Jamur ini memiliki batang atau pangkal yang pendek. Cabangnya sendiri tumbuh pada jarak yang cukup dekat dari permukaan tanah.

Ciri fisiknya tersebut tentu berbeda dengan jamur R. pulchella. Spesies ini sering disalahartikan sebagai magenta coral muda, sebab ukuran batangnya hanya tumbuh setinggi 3 cm atau berkisar 1,2 inci.

Selain itu, spesies C. zollingeri umum memiliki 2–6 percabangan dengan ujung membulat. Warnanya sendiri memang tampak keunguan, tetapi bisa merubah menjadi kecokelatan hingga kemerahan saat sudah tua.

Beberapa individu bahkan memiliki warna yang sangat pucat di seluruh bagian cabangnya. Ini dikarenakan pigmentasi jamur tersebut yang sangat sensitif, sehingga warnanya akan berubah saat kering.

Spesies C. zollingeri menghasilkan spora bercorak putih dari permukaan batangnya. Bentuknya sendiri terlihat bulat hingga elips, sedangkan dimensinya berkisar 4–7 x 3–5 mikrometer.

Habitat dan Distribusi Jamur Karang Ungu

Jamur karang ungu tumbuh di balik serasah hutan hingga area padang rumput. Sebagai jamur saprobik, fungi ini memperoleh nutrisi dengan memecah bahan organik dari organisme yang telah mati.

Karena itu, spesies ini paling mudah ditemukan di dekat pohon berkayu keras. Mereka tumbuh secara berkelompok maupun soliter, biasanya pada musim panas dan musim gugur di wilayah Amerika Utara.

Menyoal distribusinya, pertumbuhan magenta coral tersebar mulai dari wilayah Australia, Selandia Baru, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, bahkan di sebagain kawasan Eropa.

Namun, populasinya di Benua Biru terbilang sangat minim. Otoritas setempat mengategorikan jamur ini sebagai spesies langka, yang mana pemanfaatannya tidak diperuntukkan bagi kebutuhan komersial.

Melansir IUCN Red List, status konservasi C. zollingeri berada pada level “vulnerable” atau rentan. Tren populasinya pun kian merosot, sehingga tergolong sebagai spesies yang dilindungi di Inggris dan Denmark.

Kandungan dan Manfaat Jamur Karang Ungu

Tak bisa dipungkiri, edibilitas jamur karang ungu masih diperdebatkan secara luas. Sebagian ahli menganggapnya aman untuk dimakan, tetapi ada pula yang melarangnya secara tegas untuk dikonsumsi.

Sebagian lainnya masih memperbolehkan konsumsi terhadap jamur tersebut. Asal porsinya dibatasi dan tidak terlalu banyak, kandungan fungi ini dianggap masih aman bagi kesehatan manusia.

Bagi orang yang telah memakannya, rasa magenta coral dinilai sangat mirip dengan lobak atau mentimun. Mereka mempunyai kandungan air yang cukup banyak, serta tidak mengeluarkan aroma yang menyengat.

Karena jarang dibudidayakan, harga jamur itu pun cenderung cukup murah. Pemanfaatannya sendiri masih bersifat tradisional karena dipanen secara langsung dari alam atau area hutan.

Belum dapat dipastikan senyawa apa yang terkandung pada fungi ini. Sebab penelitian terhadap manfaatnya terhitung masih minim, maka aktivitas mengonsumsi jamur tersebut sebaiknya Anda hindari.

Taksonomi Spesies Clavaria Zollingeri

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-karang-ungu-tanduk-yang-tumbuh-di-atas-tanah/feed/ 0
Podostroma Cornu-Damae, Jamur Karang dengan Racun Mematikan https://www.greeners.co/flora-fauna/podostroma-cornu-damae-jamur-karang-dengan-racun-mematikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=podostroma-cornu-damae-jamur-karang-dengan-racun-mematikan https://www.greeners.co/flora-fauna/podostroma-cornu-damae-jamur-karang-dengan-racun-mematikan/#respond Wed, 19 Jan 2022 03:10:45 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35030 Tidak hanya tertelan, beberapa jamur beracun dapat mengancam keselamatan jiwa meski hanya tersentuh. Seperti Podostroma cornu-damae, spesies jamur beracun yang menyebar di wilayah Jepang dan Korea. Podostroma cornu-damae atau kaentake […]]]>

Tidak hanya tertelan, beberapa jamur beracun dapat mengancam keselamatan jiwa meski hanya tersentuh. Seperti Podostroma cornu-damae, spesies jamur beracun yang menyebar di wilayah Jepang dan Korea.

Podostroma cornu-damae atau kaentake dalam bahasa Jepang, merupakan spesies jamur beracun langka yang ahli gabungkan dalam keluarga Hypocreaceae dan ordo Hypocreales.

Spesiesnya dikenal juga sebagai jamur merah tanduk rusa atau jamur karang api (poison fire coral). Ini merujuk pada tampilan jamur yang tampak seperti tanduk atau terumbu karang.

Jika kita lihat sekilas, ciri fisik Podostroma cornu-damae sebenarnya cukup unik dan cantik. Namun ini tergolong berbahaya, sebab mengandung beberapa mikotoksin trichothecene.

Morfologi dan Ciri-Ciri Podostroma Cornu-Damae

Jamur karang api dapat kita tandai dari warnanya yang mencolok. Sebagian besar tubuhnya memiliki corak berwarna oranye kemerahan, bahkan ada pula yang berwarna merah terang.

Jamur karang api sendiri umumnya tumbuh secara berkelompok. Jumlahnya tidak terlalu besar (terbatas), mereka dapat kita temukan di area tanah di dekat perakaran tumbuhan.

Berbeda dengan jamur karang lain, tubuh buah (stromata) poison fire coral lebih sederhana. Ia tumbuh dari basal yang sama, serta memiliki percabangan dengan ukuran yang seragam.

Stromata di bagian atas basal biasanya berbentuk silindris, lurus atau bercabang. Warnanya dominan jingga pada bagian bawah, namun terlihat jingga kemerahan pada bagian atasnya.

Sebagai informasi, Podostroma cornu-damae memiliki tubuh buah berukuran makroskopik. Karena ukurannya yang besar, jamur ini kerap awam sama ratakan dengan Basidiomycota.

Habitat dan Distribusi Podostroma Cornu-Damae

Pada mulanya, jamur karang api pakar anggap endemik di Jepang dan Korea. Namun pada 2019 silam, jamur ini ditemukan oleh seorang fotografer di pinggiran Cairns, utara Australia.

Ilmuwan mengatakan penemuan poison fire coral di hutan hujan, Redlynch, menunjukkan bahwa fungi ini kemungkinan tumbuh secara alami di sebagian Australia dan Asia Tenggara.

Hal ini sejalan dengan riset dari Universitas Bengkulu, yang mengatakan Podostroma cornu-damae pernah warga temukan di Bogor (1934), Kalimantan Tengah dan Sukabumi (2020).

Meski begitu, kasus keracunan jamur ini belum pernah dilaporkan di Indonesia. Sejauh ini, hanya Jepang, China, Taiwan dan Korea yang pernah menemukan kasus keracunan tersebut.

Melansir berbagai sumber, setidaknya ada 100 jenis Podostroma yang telah mengakibatkan keracunan jamur di masyarakat. Korban rerata mengalami gejala serius bahkan meninggal.

Toksisitas Jamur Podostroma Cornu-Damae

Kontaminasi racun Podostroma cornu-damae memang sangat berbahaya. Pada tahun 1999, satu orang meninggal akibat meminum sake yang telah terkontaminasi oleh jamur tersebut.

Sedangkan tahun 2000, seseorang dari prefektur Gunma meninggal setelah memakan jamur Podostroma goreng. Gejala yang ditimbulkan mirip, seperti sakit perut, pusing dan muntah.

Dalam kasus yang lebih parah, jumlah leukosit dan trombosit penderita akan turun secara drastis. Ini memicu terjadinya pengelupasan kulit wajah, rambut rontok, hingga disorientasi.

Berdasarkan hasil otopsi korban, ahli menemukan jika keracunan Podostroma cornu-damae dapat mengakibatkan kerusakan ginjal akut, nekrosis hati, hingga otak kecil yang menyusut.

Karena itu, mengonsumsi jamur liar sejatinya tidak ahli rekomendasikan. Apalagi jika Anda tidak memiliki pengetahuan seputar jenis beracun maupun cara mengidentifikasinya.

Taksonomi Spesies Jamur Karang Api

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/podostroma-cornu-damae-jamur-karang-dengan-racun-mematikan/feed/ 0