jamur obat - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/jamur-obat/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 22 Oct 2024 06:59:39 +0000 id hourly 1 Jamur Merah, Meski Beracun tapi Berpotensi sebagai Obat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-merah-meski-beracun-tapi-berpotensi-sebagai-obat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-merah-meski-beracun-tapi-berpotensi-sebagai-obat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-merah-meski-beracun-tapi-berpotensi-sebagai-obat/#respond Wed, 28 Dec 2022 03:00:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38385 Spesies Pycnoporus sanguineus cukup mudah kita kenali dari tubuh buahnya yang berwarna merah oranye. Jamur merah ini sejatinya mempunyai khasiat obat, tetapi tidak bisa dikonsumsi secara langsung karena mengandung racun […]]]>

Spesies Pycnoporus sanguineus cukup mudah kita kenali dari tubuh buahnya yang berwarna merah oranye. Jamur merah ini sejatinya mempunyai khasiat obat, tetapi tidak bisa dikonsumsi secara langsung karena mengandung racun yang berbahaya.

Berasal dari genus Pycnoporus, jamur merah atau jamur brama merupakan salah satu anggota famili Polyporaceae yang tergabung dalam divisi Basidiomycota dan kelas Agaricomycetes.

Anggota keluarga ini biasanya dapat kita identifikasi dari tubuh buahnya yang berbentuk kipas. Permukaan jamur tersebut terasa cukup keras, sehingga mirip seperti tekstur kayu atau papan.

Selain P. sanguineus, spesies Pycnoporus yang ditemukan di Indonesia adalah P. puniceus. Keduanya terlihat sangat mirip, sehingga sangat sukar dibedakan dengan mata telanjang.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Merah

Jika diperhatikan, warna jamur merah memiliki sedikit corak kekuningan dan jingga. Jamur ini tidak memiliki batang, sehingga tubuh buahnya tumbuh secara langsung dari permukaan kayu.

Seperti yang telah disebutkan, bentuk jamur tersebut mirip seperti kipas; hampir bulat dengan pinggiran mengeriting. Walau bertekstur keras, daging buahnya terlihat cukup mengkilat.

Berbeda dengan bagian atas, permukaan bawah jamur ini berwarna oranye gelap. Terdapat pori-pori berbentuk bulat pada bagian tersebut, jumlahnya sekitar 5–6 pori tiap 1 mm persegi.

Bila dihitung secara keseluruhan, diameter P. sanguineus sekitar antara 4–5 cm. Ketebalannya hanya mencapai 0,4 cm, dengan tekstur yang semakin menipis pada bagian pinggirnya.

Secara mikroskopis bisa terlihat bahwa sporanya berbentuk silinder dan agak runcing di bagian ujung. Spora tersebut menempel pada sterigma, dengan ukuran 5–6 x 2–2,5 mikrometer.

Habitat dan Distribusi Jamur Merah

Jamur merah ditemukan hidup pada batang pohon yang telah mati. Daerah teritorinya biasanya berada di area terbuka, dengan tumbuhan yang menjadi substrat berasal dari jenis hardwood.

Beberapa spesies tumbuhan tersebut adalah Acacia spp., Fagus spp., Quercus spp., Nyssa spp., Liquidambar spp. dan Platanus spp, serta beberapa spesies dari keluarga Juglandaceae.

Di Indonesia sendiri, fungi ini biasa ditemukan di dahan mati atau tunggul-tunggul pohon seperti Acacia mangium, Tamarindus indica, Quercus spp., hingga pohon merbau dan kayu lawak.

Peta persebarannya terbilang sangat luas karena meliputi wilayah bagian tenggara hingga utara benua Amerika, Afrika bagian timur, Malaysia, benua Australia, sampai dengan Indonesia.

Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sumba, dan Sumbawa merupakan distribusi jamur ini. Salah satu habitat terbesarnya dapat kita temukan di Taman Nasional Gunung Leuser.

Tak cuma itu, beberapa daerah juga memiliki julukan berbeda bagi fungi ini. Ia dikenal sebagai kulat bireng seruh di Bangka, brama di Jawa, kolat brama di Madura, dan pipi eja di Sulawesi.

Manfaat dan Kegunaan Jamur Merah

Sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia dan Malaysia mengenal jamur merah sebagai bahan baku obat. Ini dipercaya ampuh menyembuhkan berbagai penyakit, terutama untuk obat luar.

Penyakit kandungan, kelamin, kusta, kulit, hingga pendarahan dapat diobati dengan fungi ini. Cara raciknya pun beragam, salah satunya mencampurkan jamur dengan minyak dan rempah.

Di Malaysia, jamur ini bermanfaat untuk mengobati eksema dan menghilangkan benjolan kusta. Sedangkan di Indonesia, bubuknya dicampurkan dengan minyak untuk mengobati bengkak.

Merujuk publikasi LIPI, kulat bireng seruh mempunyai sifat antibakteri dan antijamur. Ekstraknya juga berkhasiat untuk mengatasi penyakit persendian, seperti rematik, artritis, hingga gout.

Mengonsumsi spesies P. sanguineus sangat tidak disarankan, sebab dapat memicu terjadinya keracunan. Efek taksin jamur ini di antaranya muntah-muntah, mabuk, sampai dengan diare.

Taksonomi Pycnoporus Sanguineus

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-merah-meski-beracun-tapi-berpotensi-sebagai-obat/feed/ 0
Jamur Tiram Pahit, Fungi Saprobik yang Dapat Bercahaya https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-tiram-pahit-fungi-saprobik-yang-dapat-bercahaya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-tiram-pahit-fungi-saprobik-yang-dapat-bercahaya https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-tiram-pahit-fungi-saprobik-yang-dapat-bercahaya/#respond Thu, 13 Oct 2022 03:07:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37629 Bioluminesensi atau biopendar cahaya merupakan emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu. Ini telah ditemukan pada berbagai macam organisme seperti bakteri dan jamur, salah satunya […]]]>

Bioluminesensi atau biopendar cahaya merupakan emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu. Ini telah ditemukan pada berbagai macam organisme seperti bakteri dan jamur, salah satunya Panellus stipticus atau jamur tiram pahit.

Spesies P. stipticus tergabung ke dalam keluarga Mycenaceae dan genus Panellus. Kelompok ini diketahui berhubungan dekat dengan jamur Mycena. Bahkan, keduanya sama-sama mampu untuk berpendar.

Secara umum, genus Panellus sendiri membawahi sekitar 50 spesies jamur. Karakteristik mereka cukup spesifik yakni tumbuh di permukaan kayu, tubuh buah berbentuk topi, serta memiliki insang atau lamela.

Beberapa spesies mungkin tidak dilengkapi bagian yang terakhir, tetapi P. stipticus justru memilikinya. Bahkan, ukuran lamela jamur tersebut cukup besar sehingga mudah terlihat oleh mata telanjang.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Tiram Pahit

Pada mulanya, tampilan jamur tiram pahit tampak seperti kancing atau kenop. Payung atau topinya belum terbentuk secara sempurna, hingga jamur berusia dewasa dan lingkungan pertumbuhannya mendukung.

Saat payung sudah muncul, tampilannya tampak cembung seperti kulit kerang dengan dimensi 1,2–3,2 cm x 1,2–2,5 cm. Permukaan atas terasa kering meskipun rata, sedangkan tepiannya sedikit bergerigi.

Tidak cuma itu, permukaan topi jamur tiram pahit juga agak berbulu. Kulitnya memiliki warna yang beragam mulai dari oranye kekuningan, kuning tua kecokelatan, hingga cokelat muda atau krem.

Jika dibelah akan terlihat warna daging jamur yang senada dengan kulitnya. Warna itu berubah lebih pucat jika dikeringkan, tetapi akan cerah kembali apabila dibasuh dengan air.

Bagian batang biasanya tumbuh sepanjang 0,6–1,2 cm dengan tebal 0,3–0,8 cm. Warna batang tersebut tampak putih agak kusam, dengan permukaan yang terlapisi oleh serat halus seperti sutra kecil.

Habitat dan Distribusi Jamur Tiram Pahit

Jarum tiram pahit dapat kita temukan di banyak daerah, meliputi Asia, Australia, Eropa, serta Amerika Utara. Mereka tumbuh dalam kelompok besar, individunya cukup padat dan menempel pada batang kayu.

Pohon-pohon yang sering dijadikan inang oleh jamur ini adalah beech, ek, hingga birch. Mereka dapat menyebabkan pembusukan terhadap inangnya, sehingga dianggap sebagai salah satu hama perkebunan.

Meski bersifat merusak, nyatanya jamur tersebut juga memiliki musuh alami. Ini adalah makanan bagi rusa ekor putih dan siput, walau spesies Gastropoda sendiri disinyalir merupakan agen penyebar spora.

Di Eropa, Kepulauan Canary hingga Amerika Utara, spesies ini tumbuh pada bulan September hingga November. Sedangkan di belahan bumi lainnya, jamur bercahaya itu muncul pada awal musim semi.

Kelompok Mycenaceae dikenal mempunyai keawetan yang tinggi. Tubuh buahnya mampu bertahan hingga sepanjang tahun, bahkan mereka dapat tumbuh pada musim dingin di daerah beriklim sedang. 

Kandungan dan Manfaat Jamur Tiram Pahit

Enzim luciferases yang terdapat dalam jamur tiram pahit, merupakan senyawa yang bertanggungjawab terhadap pendaran fungi tersebut. Ini dapat terlihat saat gelap, atau kadang-kadang saat jamur terkena air.

Fungsi pendaran sendiri sejatinya untuk menarik agen penyemai spora. Saat hewan atau organisme lain mendekati jamur tersebut, harapannya spora akan ikut terbawa sampai ke tempat pertumbuhan yang baru.

Selain itu, jamur ini juga jamak dimanfaatkan sebagai obat sembelit dan pendarahan. Daging buahnya digadang-gadang memiliki sifat pencahar, sehingga sangat baik dikonsumsi bagi penderita masalah pencernaan.

Klaim kesehatan tersebut memang perlu dibuktikan kembali. Walaupun tidak beracun, rasa spesies P. stipticus dianggap terlalu pahit sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Bahkan, beberapa orang bahkan mengaku mengalami mulut kering setelah memakan jamur tersebut. Efek samping lainnya juga diketahui dapat mengakibatkan sensasi aneh di tenggorkan hingga rasa mual.

Taksonomi Spesies Panellus Stipticus

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-tiram-pahit-fungi-saprobik-yang-dapat-bercahaya/feed/ 0
Jamur Aspergillus, Biang Kerok Penyakit Aspergillosis https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-aspergillus-biang-kerok-penyakit-aspergillosis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-aspergillus-biang-kerok-penyakit-aspergillosis https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-aspergillus-biang-kerok-penyakit-aspergillosis/#respond Sun, 09 Oct 2022 03:00:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37572 Bagi orang dengan imunitas rendah, spesies jamur Aspergillus fumigatus tergolong berbahaya karena bisa mengakibatkan penyakit aspergillosis. Infeksi ini umumnya memengaruhi sistem pernapasan, tetapi dapat pula menyebar ke bagian tubuh lain […]]]>

Bagi orang dengan imunitas rendah, spesies jamur Aspergillus fumigatus tergolong berbahaya karena bisa mengakibatkan penyakit aspergillosis. Infeksi ini umumnya memengaruhi sistem pernapasan, tetapi dapat pula menyebar ke bagian tubuh lain seperti kulit, mata, atau otak.

Spesies A. fumigatus tergabung dalam genus Aspergillus dan keluarga Trichocomaceae. Kelompok ini masuk dalam divisi Ascomycota, sehingga dapat menghasilkan spora melalui reproduksi seksual dan aseksual.

Berdasarkan karakteristiknya, dapat diketahui bahwa mikroorganisme tersebut bersifat saprofit. Mereka berkembang biak di tanah dan bahan organik lain, tetapi menyebar melalui udara dalam bentuk spora.

Karena itu, setiap orang sebenarnya dapat menghirup spora jamur ini setiap harinya. Namun sifat infeksinya hanya berpengaruh pada orang dengan kondisi medis tertentu, sedangkan yang lainnya tidak.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Jamur Aspergillus

Melalui mikroskopis, terlihat bahwa koloni jamur Aspergillus diproduksi di bagian konidiofor. Ada ribuan konidia berwarna abu-abu kehijauan pada bagian tersebut, dengan diameter mencapai 2–3 mikrometer.

Seperti yang telah disebutkan, fungi ini bereproduksi secara seksual dan aseksual. Mereka dapat bertahan pada iklim dan lingkungan yang sangat beragam, tetapi variasi genetiknya terbilang cukup rendah.

Spesies A. fumigatus tumbuh pada suhu antara 37–50 derajat Celsius. Sedangkan konidianya dapat bertahan hingga suhu 70 derajat Celsius, atau setara dengan suhu panas alami pada tumpukan kompos.

Memang benar, kompos merupakan salah satu habitat dari jamur ini. Namun mereka dapat pula berkembang biak di banyak tempat, seperti pohon, padi, daun kering, bahkan pendingin dan pemanas ruangan.

Menurut penelitian, ada jutaan spora Aspergillus yang menempel pada bantal. Ini tentunya patut diwaspadai, apalagi jika di rumah Anda ada orang yang memilik daya tahan lemah dan riwayat penyakit kronis.

Penyebab dan Gejala Infeksi Jamur Aspergillus

Singkatnya, infeksi jamur Aspergillus dapat terjadi jika sporanya terhirup oleh seseorang dan masuk ke saluran pernapasan. Namun, penyakit ini tidak menular dari manusia ke manusia maupun hewan ke manusia.

Setidaknya, ada beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko terjadinya penyakit aspergillosis pada manusia, yaitu:

  • Seseorang dengan daya tahan tubuh lemah akibat menderita HIV/AIDS atau kanker darah
  • Menggunakan obat imunosupresan atau kortikosteroid
  • Pasien yang menjalani kemoterapi
  • Pasien transplantasi organ atau transplantasi sumsum tulang
  • Penderita penyakit paru seperti asma, PPOK, tuberkulosis (TBC), sarkoidosis, dan cystic fibrosis.

Infeksi spesies A. fumigatus memiliki gejala yang beragam, tergantung pada organ atau jaringan tubuh yang terserang. Para penderita asma biasanya mengalami sesak napas, lemas, hingga sulit bernapas.

Sedangkan pada pasien penyakit paru-paru kronis seperti emfisema dan TBC, gejala yang ditimbulkan dapat berupa batuk berdarah, sesak napas, mudah lelah, mengi, hingga terjadi penurunan berat badan.

Para pasien invasive pulmonary aspergillosis (IPA), umumnya mengalami demam, hemoptisis, dan nyeri dada. Ini merupakan jenis aspergillosis yang terparah karena dapat menyebar ke ginjal, paru-paru, dan otak.

Cara Mencegah dan Manfaat Jamur Aspergillus

Selain menjaga imunitas tubuh, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi jamur Aspergillus, di antaranya:

  • Hindari tempat pertumbuhan jamur seperti galian tanah, tempat penyimpanan padi atau gandum, dan tumpukan kompos
  • Kenakan masker dan pakaian tertutup saat beraktivitas di tempat berisiko seperti perkebunan, sawah, atau hutan
  • Kenakan sarung tangan ketika harus bersentuhan langsung dengan tanah, tinja, atau lumut
  • Jalani kontrol rutin bila terserang salah satu faktor risikonya, atau dalam terapi obat yang melemahkan kekebalan tubuh
  • Tidak menjemur pakaian basah di dalam rumah, terutama di dalam kamar tidur.

Walau dituding sebagai sumber penyakit berbahaya, nyatanya jamur Aspergillus cukup berjasa bagi dunia kedokteran. Fungi ini dimanfaatkan untuk membuat minuman beralkohol, salah satunya adalah sake.

Selain itu, anggota genus ini merupakan sumber produk alami. Mereka dapat digunakan dalam pengembangan obat untuk berbagai penyakit manusia, seperti halnya kanker.

Dalam sebuah riset, diketahui bahwa fermentasi spesies A. fumigatus dapat menghasilkan alkaloid indolic dengan sifat anti-mitosis. Ini adalah senyawa yang bisa dimanfaatkan sebagai kandidat obat antikanker.

Taksonomi Spesies Aspergillus Fumigatus

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-aspergillus-biang-kerok-penyakit-aspergillosis/feed/ 0
Jamur Cep, Kenikmatannya Diduga dapat Menyaingi Truffle https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-cep-kenikmatannya-diduga-dapat-menyaingi-truffle/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-cep-kenikmatannya-diduga-dapat-menyaingi-truffle https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-cep-kenikmatannya-diduga-dapat-menyaingi-truffle/#respond Thu, 15 Sep 2022 03:44:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37337 Nilai ekonomi jamur cep terbilang tinggi, sebab dagingnya disukai oleh banyak orang dan sering diolah menjadi makanan lezat. Namun habitat jamur ini cenderung sangat spesifik, sehingga praktik budi dayanya cukup […]]]>

Nilai ekonomi jamur cep terbilang tinggi, sebab dagingnya disukai oleh banyak orang dan sering diolah menjadi makanan lezat. Namun habitat jamur ini cenderung sangat spesifik, sehingga praktik budi dayanya cukup sulit untuk dilakukan.

Kata “cep” adalah julukan yang diberi oleh orang-orang Perancis pada spesies Boletus edulis. Ini dikenal secara global sebagai penny bun dan porcini, tetapi masyarakat Jerman menyebutnya sebagai steinpilz.

Secara klasifikasi, spesies B. edulis tergabung dalam keluarga Boletaceae dan tentunya genus Boletus. Anggota genus ini terhitung sangat besar, sebab diperkirakan mencapai 100 spesies lebih.

Bagi sebagian masyarakat, keluarga dari fungi ini dikenal dengan nama jamur bolet. Mereka umumnya tumbuh di dalam hutan peluruh, serta memiliki asosiasi erat dengan tumbuhan berbatang keras.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Cep

Jamur cep dapat kita tandai dari tudungnya yang lebar dan cembung. Jamur ini tidak memiliki lamela, gills atau insang, sehingga permukaan bawahnya merupakan satu kesatuan dari bagian tudung atas.

Warnanya terlihat cokelat pada bagian atas, sedangkan permukaan bawah berwarna putih kekuningan atau krem. Jika kita ukur, diameter tudung tersebut bisa mencapai 35 cm dengan berat sekitar 3 kg.

Bagian batang jamur juga terbilang sangat unik, sebab permukaannya membentuk pola jaring yang kasar. Batang atau tangkai ini berwarna putih, tingginya berkisar 10–20 cm dengan diameter 10 cm.

Karena tidak memiliki lamela, spora jamur akan keluar dari pori-pori batang. Ini dapat mengubah warna dari pori-pori batang, dari yang tadinya putih krem menjadi kuning kehijauan.

Apabila kita potong, daging batang terlihat berwarna putih dan padat. Dagingnya diklaim mempunyai bau yang samar, tetapi cita rasanya sendiri sangat mirip dengan kacang atau cenderung “earthy”.

Karakteristik dan Habitat Jamur Cep

Spesies B. edulis tergolong sebagai jamur ektomikoriza. Artinya, jamur tersebut membentuk hubungan mutualistik dengan sistem perakaran pohon atau tumbuhan semak, salah satunya birch atau betula.

Dalam hubungan ini, jamur membantu tumbuhan untuk mendapatkan mineral penting dari tanah. Sebagai gantinya, sistem perakaran pohon memberi nutrisi yang kaya energi ke miselium jamur untuk fotosintesis.

Karena itu, area pertumbuhan jamur cep biasanya tidak akan jauh dari pohon inang. Mereka dapat tumbuh secara soliter atau berkelompok, tertanam di atas tanah dan sering tertutupi oleh serasah daun.

Tidak cuma hutan peluruh, spesies B. edulis dapat pula kita temukan di hutan konifer dan perkebunan. Mereka tersebar luas di belahan bumi utara, meliputi kawasan Eropa, Asia, sampai Amerika Utara.

Di Inggris, jamur ini tumbuh pada bulan Juni hingga Oktober. Mereka telah diperkenalkan ke belahan bumi selatan, tetapi pertumbuhannya terbilang sulit karena adanya perbedaan suhu dan lingkungan.

Kandungan dan Manfaat Jamur Cep

Mengonsumsi jamur cep terbilang aman. Pasalnya, tidak ada jamur beracun yang mirip dengan fungi tersebut, sehingga orang awam pun bisa menemukannya dengan mudah meski dipanen langsung di alam.

Selain itu, salah satu anggota jamur bolet ini juga diklaim mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi kesehatan. Sebut saja senyawa steroid ergosterol, mineral, serat, protein, hingga vitamin A dan C.

Bagi masyarakat, penny bun kerap diolah menjadi garnish atau menu pendamping untuk pasta, risotto, dan sup. Cara mengolahnya pun bisa bermacam-macam mulai dari ditumis, dibakar, bahkan direbus.

Di Amerika Serikat dan Eropa, ini menduduki posisi kedua jamur paling berharga setelah truffle. Penny bun bahkan diklaim lebih lezat daripada jenis bolet lainnya, sehingga dijuluki sebagai “king bolete”.

Mengonsumsi jamur cep sangat baik untuk menjaga kadar kolesterol dan diabetes. Kandungannya diyakini dapat melancarkan pencernaan, mengobati diare, serta membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Taksonomi Spesies Boletus Edulis

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-cep-kenikmatannya-diduga-dapat-menyaingi-truffle/feed/ 0
Jamur Paha Ayam, Ada “Tinta” Hitam di Dalam Daging Buahnya https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-paha-ayam-ada-tinta-hitam-di-dalam-daging-buahnya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-paha-ayam-ada-tinta-hitam-di-dalam-daging-buahnya https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-paha-ayam-ada-tinta-hitam-di-dalam-daging-buahnya/#respond Fri, 19 Aug 2022 03:35:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37072 Masyarakat dunia mengenalnya sebagai shaggy ink cap, sedangkan di Indonesia mereka dijuluki sebagai jamur paha ayam. Bentuknya sendiri memang sangat unik, tetapi jamur tersebut dipercaya menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan. […]]]>

Masyarakat dunia mengenalnya sebagai shaggy ink cap, sedangkan di Indonesia mereka dijuluki sebagai jamur paha ayam. Bentuknya sendiri memang sangat unik, tetapi jamur tersebut dipercaya menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan.

Shaggy ink cap mempunyai nama ilmiah Coprinus comatus. Spesies ini tergabung dalam famili Agaricaceae dan genus Coprinus, sehingga masih berkerabat dengan jamur kancing atau Agaricus bisporus.

Pada mulanya, Coprinus adalah genus jamur yang cukup besar. Namun beberapa anggotanya dipindahkan ke dalam famili Psathyrellaceae, lalu disebar kembali menjadi genus Coprinellus, Coprinopsis dan Parasola.

Secara DNA, beberapa spesies Coprinus lama lebih mirip dengan famili Psathyrellaceae. Sedangkan Coprinus sejati hanya tinggal empat spesies saja yaitu C. calyptratus, C. comatus, C. spadiceisporus, dan C. sterquilinus.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Jamur Paha Ayam

Penampilan shaggy ink cap terlihat sangat mirip seperti “paha ayam” ketika masih muda. Jamur tersebut mulanya mempunyai tubuh buah silinder berwarna putih, yang hampir menutupi seluruh bagian batang.

Tubuh buah tersebut juga diselimuti oleh sisik-sisik atau rambut berwarna keputihan. Karena itu, banyak pula masyarakat yang menyebut jamur ini sebagai jamur surai shaggy atau shaggy mane.

Jika diukur, diameter jamur paha ayam berkisar 4–8 cm dengan tinggi 6–20 cm. Gills atau lamelanya tidak melekat pada batang. Warnanya putih pada mulanya, lalu berubah menjadi merah muda dan hitam.

Saat dewasa tubuh buah C. comatus akan “meleleh,” serta menyisakan bagian topi atau payung berwarna keputihan. Ini merupakan proses pelepasan spora, yang berubah menjadi cairan hitam layaknya tinta.

Dalam kondisi seperti itu, tidak ada lagi bagian daging jamur yang bisa kita makan. Rasanya pun relatif lebih pahit ketika sudah menghitam, sehingga jamur ini harus dikonsumsi saat masih muda dan segar.

Distribusi dan Pemanfaatan Jamur Paha Ayam

Jamur paha ayam adalah spesies jamur saprobik yang mendapatkan sumber makanan dari organisme mati. Jamur ini acap kali tumbuh di area-area yang tidak terduga, seperti tepian jalan hingga pekarangan.

Di alam liar, spesies C. comatus berkembang biak secara individual atau berkelompok. Populasinya cukup jamak ditemukan di Amerika Utara dan Eropa, bahkan telah terdistribusi sampai ke Australia dan Islandia.

Di Inggris dan Amerika Utara, shaggy ink cap tumbuh pada bulan Juni hingga November. Sedangkan di Australia mereka berbiak mulai dari Desember sampai Mei, atau di sepanjang musim panas dan gugur.

China merupakan salah satu negara di Asia yang membudidayakan shaggy ink cap. Sama seperti negara lainnya, jamur itu dimanfaatkan untuk kebutuhan makanan serta penelitian obat bahan baku obat.

Melansir berbagai sumber, shaggy mane disinyalir kaya akan protein dan berpotensi sebagai menu pengganti. Ia juga memiliki asam amino dan antioksidan, sehingga sangat baik untuk mengontrol gula darah.

Tips Membudidayakan Jamur Paha Ayam

Belum banyak yang membudidayakan jamur paha ayam di Indonesia. Padahal dari segi lingkungan, negara kita terbilang cukup sesuai karena memiliki iklim yang hangat dan agak lembap.

Karena itu bagi Anda yang berminat membudidayakan jamur ini, ada beberapa proses yang perlu kita perhatikan. Sama seperti budi daya jamur lain, proses tersebut di mulai dari persiapan kumbung sampai inkubasi.

Kumbung adalah rumah atau ruangan yang dipakai untuk budi daya jamur. Bangunan ini dapat kita buat dari bahan papan atau geribik, dengan ukuran mengikuti kapasitas baglog jamur.

Baglog atau media tanam dibuat dengan memerhatikan karakteristik jamur. Untuk C. comatus sendiri, media tanam yang paling sesuai adalah campuran jerami dan serbuk kayu atau pulp dan limbah kertas.

Sebelum digunakan, jangan lupa lakukan proses sterilisasi untuk membunuh bakteri pada baglog. Apabila baglog sudah siap, barulah proses penanaman dan inkubasi dapat dilakukan.

Taksonomi Spesies Coprinus Comatus

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-paha-ayam-ada-tinta-hitam-di-dalam-daging-buahnya/feed/ 0
Jamur Shimeji, Ada Nutrisi Tinggi di Balik Rasa Pedasnya https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-shimeji-ada-nutrisi-tinggi-di-balik-rasa-pedasnya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-shimeji-ada-nutrisi-tinggi-di-balik-rasa-pedasnya https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-shimeji-ada-nutrisi-tinggi-di-balik-rasa-pedasnya/#respond Sun, 14 Aug 2022 03:00:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37016 Setidaknya ada dua jenis jamur shimeji yang paling dikenal oleh masyarakat, yakni buna-shimeji dan bunapi-shimeji. Keduanya memiliki ciri fisik yang berbeda, namun sama-sama mengandung beragam nutrisi baik yang penting bagi […]]]>

Setidaknya ada dua jenis jamur shimeji yang paling dikenal oleh masyarakat, yakni buna-shimeji dan bunapi-shimeji. Keduanya memiliki ciri fisik yang berbeda, namun sama-sama mengandung beragam nutrisi baik yang penting bagi kesehatan.

Jamur shimeji adalah kelompok fungi edible yang berasal dari Asia Timur. Spesies ini dikenal juga sebagai jamur beech, sebab kerap kali ditemukan tumbuh pada batang pohon beech.

Secara taksonomi, jamur yang tumbuh di daerah beriklim sedang itu tergabung dalam famili Lyophyllaceae. Mereka diklasifikasikan ke dalam genus Hypsizygus, sehingga memiliki nama ilmiah Hypsizygus tessulatus.

Berdasarkan hal tersebut, dapat dipastikan bahwa spesies ini tergolong sebagai jamur insang. Tampilannya cukup mirip dengan jamur tiram, meski ukuran tudung dan batangnya terhitung lebih besar.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Shimeji

Jamur shimeji dapat kita kenali dari batangnya yang saling menyatu. Spesies ini memiliki tudung berwarna cokelat atau keabu-abuan, yang dapat memudar begitu jamur mencapai usia dewasa.

Tudung jamur beech berbentuk cembung dengan ukuran 4–8 cm. Salah satu ciri khas lainnya, tudung fungi ini acap kali dihiasi oleh bintik-bintik air saat usianya masih muda.

Sedangkan bagian batang tampak padat dan berwarna keputihan. Bagian ini tumbuh sepanjang 3–8 cm dengan ketebalan 1–2 cm. Meski bertekstur keras, permukaan batangnya itu terasa halus jika disentuh.

Namun jangan salah, spesies H. tessulatus akan terasa lunak dan kenyal saat sudah dimasak. Cita rasaya cukup pahit dalam kondisi mentah, tetapi berubah menjadi agak pedas dan manis bila sudah matang.

Lamela jamur tersebut berwarna putih, serta menempel pada batang. Selayaknya jamur konsumsi, spesies H. tessulatus tidak memiliki bau. Dagingnya yang putih juga tidak akan berubah warna saat dipotong.

Kandungan dan Manfaat Jamur Shimeji

Selain rasanya, manfaat jamur shimeji merupakan salah satu hal yang mendongkrak popularitas fungi tersebut. Mereka diklaim mengandung banyak vitamin B kompleks seperti vitamin B1, B2 dan B5.

Melansir berbagai sumber, diketahui pula bahwa jamur ini memiliki kandungan mineral tembaga dan serat yang tinggi. Ini sangat cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan, terutama orang yang sedang diet.

Bagi para penderita stroke, sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa jamur beech memiliki sifat antiaterosklerotik. Artinya, konsumsi jamur ini dapat mengurangi pembentukan plak dalam pembuluh arteri.

Di dalam dagingnya juga terkandung enzim protease yang membantu mencegah infeksi parasit. Karena itu, orang yang rutin mengonsumsi jamur ini berpotensi terhindar dari diare dan buang air besar berdarah.

Bahkan, jamur beech disebut-sebut memiliki kandungan beta-glukan tinggi. Walau memerlukan penelitian lebih lanjut, kandungan tersebut disinyalir efektif untuk menghambat perkembangan sel-sel kanker.

Cara Sehat Memasak Jamur Shimeji

Mirip seperti sayuran, cara memasak jamur juga membutuhkan teknik khusus. Ini dimaksudkan agar kandungan baik di dalamnya tidak hilang, meskipun telah melalui proses pengolahan.

Merujuk Medical Daily, cara terbaik untuk memasak jamur adalah menggunakan oven atau microwave. Kedua metode itu dinilai paling sehat, sebab dapat melestarikan sifat antioksidan polifenol pada jamur.

Merebus dan menggoreng tidak direkomendasikan saat mengolah jamur. Merebus dapat melemahkan sifat antisoksidan, sedangkan menggoreng bisa menurunkan kadar protein serta karbohidratnya.

Tidak cuma itu, cara membersihkan jamur juga perlu diperhatikan. Karena jamur shimeji memiliki kandungan air yang tinggi, sebaiknya gunakan tisu dan pisau untuk membersihkan kotorannya.

Kandungan air berlebih dapat mempercepat proses pembusukan jamur. Apabila dikemas dalam bungkus plastik, disarankan untuk mengolah jamur tersebut paling lambat dalam waktu 5 hari.

Taksonomi Hypsizygus Tessulatus

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-shimeji-ada-nutrisi-tinggi-di-balik-rasa-pedasnya/feed/ 0
Menilik Manfaat di Balik Rambut Tebal Jamur Pom-Pom https://www.greeners.co/flora-fauna/menilik-manfaat-di-balik-rambut-tebal-jamur-pom-pom/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menilik-manfaat-di-balik-rambut-tebal-jamur-pom-pom https://www.greeners.co/flora-fauna/menilik-manfaat-di-balik-rambut-tebal-jamur-pom-pom/#respond Wed, 10 Aug 2022 03:00:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36973 Jamur pom-pom dikenal sebagai sumber protein alami pengganti daging. Tidak cuma sedap, cita rasa jamur ini dikatakan sangat mirip daging lobster yang manis dan gurih. Di dalamnya juga terkandung berbagai […]]]>

Jamur pom-pom dikenal sebagai sumber protein alami pengganti daging. Tidak cuma sedap, cita rasa jamur ini dikatakan sangat mirip daging lobster yang manis dan gurih. Di dalamnya juga terkandung berbagai nutrisi, sehingga baik dikonsumsi oleh berbagai kalangan.

Hericium erinaceus adalah nama latin jamur pom-pom. Fungi ini dikenal mempunyai bentuk yang unik, karena terdiri dari juntaian-juntaian halus yang tampak seperti surai atau rambut.

Sebab itu, sebagian orang menyebutnya sebagai jamur surai singai atau gigi berjanggut. Ada pula yang menjulukinya sebagai jamur es, mengingat bentuknya yang tajam seperti stalaktit.

Terlepas dari semua sebutannya, spesies H. erinaceus tersohor mempunyai beragam khasiat bagi kesehatan. Kandungannya dipercaya dapat menurunkan risiko kanker hingga demensia.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Jamur Pom-Pom

Tubuh buah jamur pom-pom berbentuk bulat dengan diameter berkisar 5–40 cm. Bagian ini tertutupi oleh surai-surai panjang bercorak putih hingga krem dengan ukuran antara 1–5 cm.

Surai-surainya ini tampak padat, namun memiliki tekstur yang lembut dan kenyal. Bagian itu dapat berubah warna menjadi kuning bahkan kecokelatan, terutama saat usia jamur menua.

Sebagian besar jamur surai singa berkembang biak pada permukaan pohon yang telah mati. Namun beberapa individu juga dijumpai pada batang pohon yang masih hidup dan tergores.

Karena itu, belum bisa dipastikan apakah jamur ini termasuk golongan endofit atau saprofit. Kendati demikian, ia diketahui dapat menahan suhu dingin serta tumbuh pada kondisi beku.

Spesies H. erinaceus merupakan jamur asli dari belahan bumi utara, meliputi Amerika Utara, Eropa dan Asia. Mereka tumbuh menjadi satu rumpun, terutama pada pohon berkayu keras.

Distribusi dan Pemanfaatan Jamur Pom-Pom

Negara-negara Asia adalah pengguna produk-produk jamur pom-pom tertinggi di dunia. Itu dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pangan hingga bahan baku obat herbal.

Meski sangat populer di Asia, spesies jamur ini pertama kali diperkenalkan di Amerika Utara. Pemanfaatannya juga cukup tinggi di wilayah ini, tetapi budi dayanya terbilang masih jarang.

Selain H. erinaceus, dua jamur Hericium yang berasal dari Amerika Utara ialah H. coralloides dan H. americanum. Keduanya dapat dikonsumsi namun kalah populer dengan H. erinaceus.

Di banyak negara, jamur yang dikenal dengan nama yamabushitake ini diolah menjadi menu vegetarian. Ia juga dapat dikeringkan menjadi cemilan, bahkan diolah menjadi senduhan teh.

Kendati demikian, jamur surai singa sendiri termasuk sebagai bahan masakan mewah. Selain sukar dibudidayakan, populasinya sudah semakin menipis sehingga cukup jarang ditemukan.

Kandungan dan Khasiat Jamur Pom-Pom

Melansir berbagai sumber, dalam 100 gram jamur pom-pom setidaknya tersedia kandungan kalori, karbohidrat, protein, terpenoids, serta sterols yang menekan kolesterol dalam tubuh.

Jamur ini juga memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan yang tinggi, sehingga berguna sebagai menu masakan sehat bagi para penderita stres oksidatif, cedera saraf, hingga GERD.

Faktanya, ekstra jamur surai singa ampuh mempercepat pemulihan cedera saraf sekitar 23–41 %. Jamur ini juga bisa mencegah pertumbuhan bakteri H. pylori penyebab tukak lambung.

Dalam sebuah jurnal, ditemukan bahwa ekstrak jamur ini efektif menghambat pertumbuhan alpha-glucosidase. Artinya, ini sangat baik menjaga kadar gula darah dan kesehatan jantung.

Namun, mengolah yamabushitake tanpa keahlian khusus sangat tidak dianjurkan. Bila keliru memasaknya, jamur ini dapat bersifat “racun” bahkan memicu perkembangan sel-sel kanker.

Taksonomi Spesies Hericium Erinaceus

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/menilik-manfaat-di-balik-rambut-tebal-jamur-pom-pom/feed/ 0
Jamur Poplar, Si Payung Cokelat yang Berkhasiat Obat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-poplar-si-payung-cokelat-yang-berkhasiat-obat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-poplar-si-payung-cokelat-yang-berkhasiat-obat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-poplar-si-payung-cokelat-yang-berkhasiat-obat/#respond Fri, 05 Aug 2022 03:00:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36933 Poplar atau populus adalah sebutan bagi kelompok tumbuhan berbunga gugur dari keluarga Salicaceae. Batang pohon ini adalah “rumah” bagi salah satu spesies jamur paling terkenal di dunia, yakni Cyclocybe aegerita […]]]>

Poplar atau populus adalah sebutan bagi kelompok tumbuhan berbunga gugur dari keluarga Salicaceae. Batang pohon ini adalah “rumah” bagi salah satu spesies jamur paling terkenal di dunia, yakni Cyclocybe aegerita atau jamur poplar.

Sebagai fungi pelapuk, spesies C. aegerita berbiak pada permukaan pohon yang telah busuk. Fungi ini sejatinya dikenal dengan berbagai julukan, salah satunya adalah yanagi-matsutake.

Jangan salah sangka, poplar dan matsutake sebenarnya tidak berkerabat. Poplar berasal dari keluarga Strophariaceae, sedangkan matsutake tergolong dalam keluarga Tricholomataceae.

Secara bentuk, keduanya memang teridentifikasi sebagai jamur agaric. Artinya, kedua jamur tersebut memiliki bentuk menyerupai kancing dengan permukaan atas lebar seperti payung.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Poplar

Topi, payung atau cap jamur poplar berbentuk agak cembung dengan diameter 3–10 cm. Ini mulanya bercorak putih krem, tapi berubah menjadi kecokelatan dan menghitam ketika tua.

Panjang tangkai jamur mencapai 5–10 cm dengan diameter sekitar 1–1,5 cm. Tangkainya itu berbentuk sedikit melengkung dengan warna putih krem, lalu berubah menjadi kecokelatan.

Pada bagian atas tangkai terdapat cincin atau ring berwarna senada. Sedangkan lamela atau gills berbentuk seperti kerutan halus, warna cokelatnya terlihat lebih gelap daripada payung

Daging jamur ini terkenal cukup lembut, meski batangnya cenderung keras. Karakteristiknya memang sangat rapuh, bahkan permukaannya bisa pecah saat cuaca panas dan udara kering.

Bila disimpan di lemari es, daging buah yanagi-matsutake dapat bertahan selama 7–10 hari. Jamur ini diketahui sangat berkhasiat, sehingga populer sebagai komoditas pembudidayaan.

Kandungan dan Manfaat Jamur Poplar

Jamur poplar dibudidayakan dan dijual di negara Amerika Serikat, Chili, Jepang, Korea, Italia, Australia dan China. Bahkan, ini sangat populer sebagai menu makanan dan obat tradisional.

Masyarakat Tiongkok menggunakan jamur ini sebagai obat penyakit hati dan ganjil. Fungi ini diklaim mempunyai sifat diuretic, sehingga dapat membuang kelebihan garam melalui urine.

Melansir laman Ultime Mushroom, spesies jamur C. aegerita bahkan diketahui memiliki sifat antioksidan, antitumor, antiinflamasi dan antijamur. Ini juga kaya vitamin dan tinggi mineral.

Karena itu, jamur satu ini sangat cocok apabila dikonsumsi oleh manula. Apalagi di dalamnya terdapat senyawa anti-osteoporosis, yang dapat menghambat melemahnya tulang belakang.

Yanagi-matsutake dapat dimasak dengan berbagai cara. Orang Tiongkok biasa mengolahnya menjadi sup atau rebusan, sedangkan orang Eropa menggunakannya untuk campuran salad.

Habitat dan Budi Daya Jamur Poplar

Jamur poplar berkembang biak di daerah beriklim sedang. Mereka tergolong sebagai spesies kosmopolitan karena distribusinya yang sangat luas dan dapat hidup di berbagai lingkungan.

Secara spesifik, fungi ini menyukai suhu lingkungan antara 13–18 derajat Celsius. Mereka tak hanya tumbuh pada batang poplar saja, melainkan berbagai tanaman berdaun lebar lainnya.

Karena itu, spesies C. aegerita acap kali disalahartikan sebagai spesies matsutake. Sebab bila lingkungannya mendukung, mereka juga dapat berkembang pada pokok dedalu atau willow.

Untuk Anda yang tertarik membudidayakan fungi ini, mereka dapat dibiakkan dengan media tanam berupa serbuk gergaji atau jerami yang dibasahi menggunakan air selama 16–18 jam.

Suhu optimal untuk pertumbuhan miselium sekitar 25–28 derajat Celsius. Nantinya, miselum akan menyebar ke seluruh kantung selama 25-30 hari, sebelum akhirnya mulai berkembang.

Taksonomi Cyclocybe Aegerita

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-poplar-si-payung-cokelat-yang-berkhasiat-obat/feed/ 0
Jamur Salju, Jeli Putih yang Menyimpan Beragam Khasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-salju-jeli-putih-yang-menyimpan-beragam-khasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-salju-jeli-putih-yang-menyimpan-beragam-khasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-salju-jeli-putih-yang-menyimpan-beragam-khasiat/#respond Wed, 13 Jul 2022 03:15:48 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36705 Meski dikenal sebagai jamur salju, spesies fungi satu ini berkembang baik di wilayah tropis dan subtropis. Spesiesnya merupakan salah satu golongan jamur jeli, dapat dimakan serta memiliki permukaan buah berwarna […]]]>

Meski dikenal sebagai jamur salju, spesies fungi satu ini berkembang baik di wilayah tropis dan subtropis. Spesiesnya merupakan salah satu golongan jamur jeli, dapat dimakan serta memiliki permukaan buah berwarna putih bersih.

Jamur salju memiliki nama ilmiah Tremella fuciformis. Spesies ini tergabung ke dalam famili Tremellaceae, serta dikenal juga sebagai jamur kuping putih berkat penampilan buahnya.

Berbeda dengan jamur kuping merah dan hitam, bentuk jamur kuping putih terlihat lebih tidak beraturan. Permukaannya tampak berumbai, bahkan sangat bening seperti agar-agar.

Dalam bahasa Tionghoa, jamur kuping putih dikenal juga sebagai yin er atau “kuping perak.” Ada pula yang menyebutnya bai mu er, atau dapat diartikan sebagai “kuping pohon putih”.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Salju

Jika diperhatikan, tampilan jamur salju cukup mirip dengan daun selada. Tepian dagingnya tampak keriting atau bergerigi, sedangkan bentuknya mirip seperti kepalan atau membulat.

Saat masih muda, basidiokarp jamur biasanya berwarna putih krem atau putih kecokelatan. Diameter koloninya bisa mencapai 4,5–12,5 cm, sedangkan panjang cabang sekitar 1–4 cm.

Basidiokarp adalah tubuh buah jamur Basidiomycotina yang berfungsi untuk pembentukan basidium. Bentuknya bermacam-macam mulai dari payung, kuping atau setengah lingkaran.

Dengan metode mikroskopis, dapat terlihat bahwa ukuran basidium jamur antara 24,5–28 mikrometer. Sporanya elips serta tampak halus, dengan diameter sekitar 4,5–6 mikrometer.

Di banyak negara, jamur T. fuciformis dimanfaatkan sebagai pencuci mulut dan obat herbal. Cita rasanya cenderung agak hambar, tetapi teksturnya sendiri kenyal dan mirip seperti jeli.

Habitat dan Distribusi Jamur Salju

Jamur salju pada dasarnya ditemukan di negara Brasil. Mereka kemudian menyebar sampai ke Asia, bahkan menjadi sangat populer di wilayah Cina, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Di habitat aslinya, fungi ini berkembang pada permukaan kayu lapuk berdaun lebar. Mereka dapat ditemukan pada dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

Suhu lingkungan yang disenangi jamur kuping putih berkisar 20–30 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udaranya pun terbilang cukup tinggi, sebab rata-rata mencapai 60–70 persen.

Di Indonesia sendiri, budi daya jamur kuping putih cukup jarang ditemukan. Masyarakat kita mengenal jamur ini sebagai komoditas ekspor, yang sering dijual pada supermarket besar.

Praktik budi daya jamur tersebut paling umum ditemukan di Asia Timur. Cina menyumbang adalah negara pasokan utama, dengan total ekspor mencapai 130.000 ton pada tahun 1997.

Kandungan dan Manfaat Jamur Salju

Jamur salju diklaim mengandung kalori yang rendah, serta sedikit protein dan serat. Jamur ini kaya akan vitamin D, zinc, kalsium dan folat yang baik bagi sistem kekebalan tubuh kita.

Tidak cuma itu, berbagai kandungan tersebut efektif meningkatkan kesehatan tulang serta perkembangan otak. Antioksidannya pun tinggi, sehingga ampuh menangkal radikal bebas.

Dalam industri kecantikan, kandungan polisakarida pada jamur kuping putih dipercaya baik untuk mencegah penuaan. Ini juga efektif melembapkan kulit dan membantu proses hidrasi.

Menurut riset, kandungan polisakarida bahkan ampuh menurunkan gula darah. Karena itu, jamur satu ini sangat direkomendasikan menjadi menu makanan untuk penderita diabetes.

Spesies T. fuciformis biasa diolah menjadi makanan lezat seperti sup dan es krim. Dagingnya mudah menyusut jika dikeringkan, sehingga harus direndam di dalam air sebelum dimakan.

Taksonomi Jamur Tremella Fuciformis

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-salju-jeli-putih-yang-menyimpan-beragam-khasiat/feed/ 0
Jamur Kuping Hitam, Hidangan Favorit yang Kaya Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-kuping-hitam-hindangan-favorit-yang-kaya-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-kuping-hitam-hindangan-favorit-yang-kaya-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-kuping-hitam-hindangan-favorit-yang-kaya-manfaat/#respond Mon, 07 Mar 2022 03:08:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35492 Nama jamur kuping hitam atau Auricularia polytricha tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Jamur ini disinyalir mengandung berbagai senyawa aktif, yang mampu menjaga kebugaran tubuh serta menangkal beragam […]]]>

Nama jamur kuping hitam atau Auricularia polytricha tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Jamur ini disinyalir mengandung berbagai senyawa aktif, yang mampu menjaga kebugaran tubuh serta menangkal beragam penyakit.

Indonesia merupakan salah satu negara pembudidaya jenis jamur A. polytricha. Cendawan ini memiliki nilai ekonomi tinggi, sebab kerap publik jadikan sebagai bahan masakan.

Tidak cuma itu, jamur kuping hitam terbilang enteng dibiakkan dan didapatkan. Di alam liar, mereka biasanya menempel pada batang kayu yang telah mati di tempat lembap dan basah.

Secara fisik pun jenis jamur tersebut mudah kita kenali. Permukaannya berwarna coklat tua kehitaman, sedangkan bentuknya mirip seperti mangkuk serta menyerupai telinga manusia.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Kuping Hitam

Karena berada dalam genus yang sama, bentuk jamur kuping hitam dan merah (A. auricula-judae) cukup mirip. Keduanya terlihat seperti telinga dengan tubuh yang agak transparan.

Selain itu permukaan jamur kuping umumnya mengilat, berubat dan halus di bagian bawah. Mereka terasa licin dan lentur saat basah, tapi melengkung dan kaku dalam keadaan kering.

Dalam kondisi keringlah jamur kuping hitam biasanya dipasarkan. Warnanya terlihat coklat kehitaman atau ungu tua, berlekuk-lekuk dengan lebar 3-8 cm dan tebal berkisar 0,1-0,2 cm.

Spesies A. polytricha mempunyai tangkai pendek yang menempel pada subsratnya. Jamur ini dianggap dewasa dan layak konsumsi, jika panjang basidioscarp telah mencapai 10 cm.

Bicara soal konsumsi jamur kuping hitam, spesies cendawan ini banyak yang mengenalnya memiliki segudang manfaat. Ia ahli ketahui menyimpan senyawa seperti alkaloid, flavonoid, oksalat dan fenol.

Kandungan dan Manfaat Jamur Kuping Hitam

Dalam sejumlah penelitian, A. polytricha mempunyai sifat antiagresi platelet, antihiperglikemia, imunomodulator, antitumor dan baik sebagai agen antioksidan.

Jamur ini juga kaya akan kandungan vitamin dan mineral seperti vitamin B1, B2, B3, B6, B12, B9 atau asam folat, vitamin C, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, fosfor, sodium dan zinc.

Karena itu, ekstrak jamur kuping hitam sering kali pakar libatkan untuk pembuatan obat-obatan. Beberapa kondisi yang dapat kita cegah dengan mengonsumsi jamur ini secara rutin, ialah:

1. Penyumbatan Sirkulasi Darah

Sejak dahulu, kelompok jamur kuping efektif untuk melancarkan aliran darah dalam tubuh. Maka itu, olahannya sering para penderita stroke atau hipertensi konsumsi.

Para wanita Tiongkok bahkan mengonsumi A. polytricha untuk membantu membuang darah kotor. Kandungannya awam percaya sangat baik dalam melancarkan sirkulasi menstruasi.

2. Penyakit Tenggorokan

Penyakit tenggorokan dapat kita cegah dengan mengonsumsi jamur kuping hitam. Lendirnya bahkan efektif untuk menetralisir racun, sehingga sering awam gunakan sebagai obat penawar.

3. Ambeien atau Wasir

Penyakit ambeien atau wasir dapat sangat mengganggu. Untuk mengatasinya, kandungan A. polytricha terbukti ampuh sebagai antimikroba serta membantu memperlancar pencernaan.

Jamur kuping hitam sendiri jamak awam olah sebagai hidangan sup atau makanan pendamping. Menu masakan ini populer di negara-negara Asia mulai dari Cina, Jepang, hingga Indonesia.

Habitat dan Distribusi  Jamur Kuping Hitam

Sebagai jamur saprofit, A. polytricha memenuhi nutrisinya dengan menempel pada sisa-sisa material yang mati. Ia sering dijumpai pada batang yang membusuk di berbagai area hutan.

Secara distribusi, kelompok yang dikenal sebagai black jelly fungi ini terbilang cukup luas. Ia bahkan memiliki beberapa panggilan dalam bahasa Tionghoa; yún ěr, máo mù ěr, dan mù ěr.

Di Amerika Serikat, publik mengenal jenisnya dengan julukan tree-ear, jaw’s ear-fungi, atau gelatinous fungi. Sedangkan di Hongkong dan Singapura, jamur ini populer sebagai mouleh.

Tidak bisa dipungkiri, khasiat jamur A. polytricha memang penting untuk tubuh kita. Meski begitu, pastikan Anda mengolah jamur tersebut secara benar sebelum mengonsumsinya, ya.

Taksonomi Spesies Auricularia Polytricha

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-kuping-hitam-hindangan-favorit-yang-kaya-manfaat/feed/ 0
Volvariella Bombycina, Jamur Topi Pencegah Penuaan Dini https://www.greeners.co/flora-fauna/volvariella-bombycina-jamur-topi-pencegah-penuaan-dini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=volvariella-bombycina-jamur-topi-pencegah-penuaan-dini https://www.greeners.co/flora-fauna/volvariella-bombycina-jamur-topi-pencegah-penuaan-dini/#respond Thu, 03 Mar 2022 04:16:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35457 Berbicara soal jamur bertopi, dua nama yang selalu muncul di benak masyarakat pasti jamur tiram atau shitake. Kendati demikian, nyatanya ada juga spesies jamur topi lain yang dapat dikonsumsi serta […]]]>

Berbicara soal jamur bertopi, dua nama yang selalu muncul di benak masyarakat pasti jamur tiram atau shitake. Kendati demikian, nyatanya ada juga spesies jamur topi lain yang dapat dikonsumsi serta memiliki cita rasa nikmat, ialah Volvariella bombycina.

Jamur atau cendawan yang berasal dari famili Plutaceae ini memang kurang populer. Tetapi distribusi kelompoknya ahli ketahui cukup luas, mulai dari Asia, Australia, sampai ke Eropa.

Dalam berbagai penelitian, ditemukan pula spesies jamur Volvariella bombycina di Amerika Utara dan Karibia. Mereka tumbuh di mata pohon berkayu, seperti pohon elm atau maple.

Seperti namanya, jamur ini tergabung dalam genus Volvariella dan ordo Agaricales. Walau begitu, ia sempat beberapa kali berganti genus dari Agaricus, Amanita, sampai Volvariopsis.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Volvariella Bombycina

Di awal pembiakkannya, tampilan Volvariella bombycina terbilang unik karena mirip seperti telur. Lapisan volvanya kemudian pecah, lalu keluarlah struktur topi yang berbentuk payung.

Melansir berbagai sumber, diameter topi jamur tersebut dapat mencapai 20 cm. Warnanya putih sampai kekuningan, dengan tekstur daging yang tipis, lembut, serta berwarna putih.

Terdapat benang selembut sutra yang menutupi lapisan topi. Lamela terpisah dari bagian batang, berwarna putih namun akan berubah menjadi merah muda jika spora telah matang.

Panjang batang Volvariella bombycina kira-kira 20 cm dengan ketebalan 1-3 cm. Bagian ini memiliki pangkal bawah yang tebal, namun semakin kurus dan mulus pada bagian atasnya.

Spesies Volvariella umumnya menghasilkan spora berwarna kemerahan. Bentuk sporanya elips dengan ukuran 6,5-10 dan 4,5-6,5 mikrometer, serta dapat dibiakkan di laboratorium.

Habitat dan Distribusi Jamur Volvariella Bombycina

Jamur Volvariella bombycina merupakan salah satu spesies jamur saprofit. Ia mendapatkan nutrisi dari kayu yang telah mati seperti pada pohon maple, magnolia, ek, elm dan mangga.

Menemukan jamur ini juga terbilang gampang, sebab mereka tumbuh di tempat yang sama selama beberapa kali. Meski jarang, ada pula individu jamur yang tumbuh di kayu konifer.

Untuk melihat jamur Volvariella bombycina di alam liar, Anda dapat menyambangi wilayah-wilayah seperti China, India, Korea, Pakistan, Kuba, Australia, Eropa, sampai Amerika Latin.

Spesiesnya tidak dapat kita jumpai di Indonesia. Mereka terbilang sangat jarang di Hungaria, sehingga pemerintah masukkan sebagai spesies yang terancam dan dilindungi oleh negara.

Jumlah spesies Volvariella di dunia memang belum diketahui secara pasti. Tapi eksistensinya kini semakin diperhitungkan, sebab banyak orang tertarik menjadikannya sebagai panganan.

Kandungan dan Manfaat Jamur Volvariella Bombycina

Menurut orang yang telah mengonsumsinya, Volvariella bombycina memiliki cita rasa yang nikmat. Aromanya mirip seperti kentang, meskipun tidak tumbuh pada permukaan tanah.

Selain itu, jamur berkelas Agaricomycetes ini juga mengandung senyawa ergosta-4,6,8(14), 22-tetraene-3-one, ergosterol peroksida, indole-3-carboxaldehyde, hingga isoindazole.

Bahkan, kaldunya mengandung senyawa isodeoxyhelicobasidin yang mampu menghalangi enzim elastase, sehingga bermanfaat untuk menekan proses penuaan dini pada manusia.

Pada penelitian lainnya, ahli mengonfirmasi bahwa Volvariella bombycina mempunyai sifat antioksidan. Karena itu, tak heran jika spesiesnya sering digunakan untuk keperluan obat.

Meski kaya manfaat, hindari memetik jamur Volvariella secara langsung di alam liar. Bekali diri Anda dengan pengetahuan seputar fungi, untuk menghindari risiko keracunan jamur.

Taksonomi Spesies Jamur Volvariella

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/volvariella-bombycina-jamur-topi-pencegah-penuaan-dini/feed/ 0
Jamur Terompet Hitam, Fungi Edible yang Sarat Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-terompet-hitam-fungi-edible-yang-sarat-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-terompet-hitam-fungi-edible-yang-sarat-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-terompet-hitam-fungi-edible-yang-sarat-manfaat/#respond Sat, 12 Feb 2022 03:00:32 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35267 “Don’t judge a book by it’s cover,” pepatah ini sangat pas digunakan untuk menggambarkan penampilan jamur terompet hitam. Meski terlihat seperti “busuk,” jamur edible ini disebut-sebut memiliki rasa yang nikmat […]]]>

“Don’t judge a book by it’s cover,” pepatah ini sangat pas digunakan untuk menggambarkan penampilan jamur terompet hitam. Meski terlihat seperti “busuk,” jamur edible ini disebut-sebut memiliki rasa yang nikmat serta berkhasiat.

Black trumpet mushroom memiliki nama ilmiah Craterellus cornucopioides. Kelompoknya tergabung dalam kelas Agaricomycetes, ordo Cantharellales, serta famili Cantharellaceae.

Karena menyebar cukup luas, C. cornucopioides dikenal memiliki sejumlah julukan. Ia disebut sebagai trompette de la mort di Perancis, trombetta dei morti di Italia dan djondjon di Haiti.

Tidak cuma itu, sebagian masyarakat bahkan menyebutnya sebagai jamur chanterelle hitam. Ini disebabkan oleh faktor kemiripan antara jamur terompet hitam dan jamur chanterelle.

Morfologi dan Ciri-Ciri Black Trumpet Mushroom

Lebar djondjon rata-rata mencapai 3-5 cm dengan tinggi 5-9 cm. Ia tidak memiliki topi atau penutup, melainkan tajuk unik yang berbentuk seperti kembang terompet atau vas bunga.

Ketika baru berbiak, bentuk jamur terompet hitam lebih mirip seperti corong. Tepi atasnya terlihat sedikit melengkung, namun lengkungannya mulai agak melebar saat usia dewasa.

Permukaan atas jamur tersebut berwarna hitam sampai abu-abu tua. Teksturnya agak kasar dengan serat berwarna gelap, serta corak sisik berwarna cokelat pucat di atas warna dasar.

Dalam beberapa kasus, corak tersebut juga tampak berwarna keabu-abuan atau kehitaman. Permukaan bawahnya halus dan berkerut dengan warna abu-abu gelap sampai kehitaman.

Daging buah jamur terompet hitam tipis dan rapuh, warnanya juga kehitaman. Jamur ini tidak memiliki bau yang khas, namun memiliki cita rasa manis dan aroma yang semerbak.

Habitat dan Distribusi Jamur Terompet Hitam

Spesies C. cornucopioides ahli kenal sebagai kelompok saprofit. Ia juga menjalin hubungan simbiosis dengan akar tanaman, sehingga dapat kita kategorikan sebagai jamur mikoriza.

Inang jamur ini umumnya merupakan tanaman berkayu keras. Mereka tumbuh menyebar atau berkelompok di area berlumut, tanah berkapur, atau daerah-daerah lembap lainnya.

Jamur terompet hitam terdistribusi di kawasan Eropa, Amerika Utara, serta Asia Timur. Ia berkembang sepanjang Juli-November di Eropa, namun bulan Agustus-November di Inggris.

Mencari djondjon di alam liar cukup sulit, sebab warnanya mirip seperti semak-semak daun di lantai hutan. Para pemburu bahkan menyebutnya seperti mencari lubang hitam di hutan.

Karena itu meskipun tidak langka, harga jamur terompet hitam terbilang cukup tinggi. Fungi ini sering dimanfaatkan sebagai masakan, makanan pendamping, hingga keperluan obat.

Kandungan dan Manfaat Jamur Terompet Hitam

Tidak hanya lezat untuk dikonsumsi, jamur terompet hitam juga berkhasiat bagi kesehatan. Ia mengandung berbagai nutrisi baik seperti vitamin B12, fenolik, pospor dan sebagainya.

Fenolik sendiri merupakan agen antioksidan, antibakteri, serta antikanker. Mengonsumsi jamur ini efektif menghambat pertumbuhan sel tumor hingga menjaga daya tahan tubuh.

Bagi orang yang sedang diet, spesies C. cornucopioides dapat menjadi menu makanan sehat yang mengenyangkan. Jamur ini mengandung lemak, karbohidrat, serta berprotein tinggi.

Studi menunjukkan, ekstrak aceton dari black trumpet mushroom mampu menghambat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, B. subtilis, hingga Proteus mirabilis.

Meski begitu hindari mengonsumsi jamur ini secara berlebihan, terutama jika Anda memiliki riwayat alergi. Perhatikan cara memasaknya, pastikan jamur tersebut matang sempurna.

Taksonomi Spesies Craterellus Cornucopioides

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-terompet-hitam-fungi-edible-yang-sarat-manfaat/feed/ 0
Jamur Chanterelle, Topinya Unik Seperti Bunga Terompet https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-chanterelle-topinya-unik-seperti-bunga-terompet/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-chanterelle-topinya-unik-seperti-bunga-terompet https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-chanterelle-topinya-unik-seperti-bunga-terompet/#respond Wed, 09 Feb 2022 03:30:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35234 Jamur beracun umumnya dapat kita kenali dari warnanya yang mencolok serta aroma yang semerbak. Namun, ternyata ada pula spesies jamur konsumsi yang memiliki ciri-ciri serupa. Inilah Cantharellus cibarius, atau biasa […]]]>

Jamur beracun umumnya dapat kita kenali dari warnanya yang mencolok serta aroma yang semerbak. Namun, ternyata ada pula spesies jamur konsumsi yang memiliki ciri-ciri serupa. Inilah Cantharellus cibarius, atau biasa awam sebut sebagai jamur chanterelle.

Chanterelle atau chanterelle emas adalah salah satu spesies jamur yang berasal dari genus Cantharellus. Fungi ini tumbuh pada kulit kayu yang mati, tepatnya di area hutan primer.

Melihat klasifikasinya, jamur chanterelle pakar gabungkan dalam keluarga Cantharellaceae. Kelompoknya memiliki ordo Cantharellales, serta datang dari kelas fungi Agaricomycetes.

Secara fisik, tampilan spesies C. cibarius sangat mirip dengan Hygrophoropsis aurantiaca. Walau sama-sama berwarna kuning, kedua jamur itu mempunyai edibilitas yang berbeda.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Chanterelle

Chanterelle emas bisa kita kenali dari topinya yang terangkat ke atas, berbentuk bulat, serta bergaris di bagian tengah. Sekilas, bagian topi tersebut terlihat seperti kembang terompet.

Warna mereka juga sangat khas. Seperti namanya, jamur chanterelle berbiak dengan warna kuning pekat. Ini berbeda dengan H. aurantiaca, yang warna kuningnya tampak lebih muda.

Diameter topi sendiri berkisar 3-5 cm, permukaannya kenyal serta agak licin. Bagian bawah topi tampak berbilah dan berwarna kuning, dengan posisi tangkai terletak di bagian sentral.

Ketika sudah tua, warna jamur tersebut berubah menjadi agak jingga. Bentuk tangkai jamur chanterelle menyerupai ranting kayu, warnanya kecokelatan dengan panjang antara 3-5 cm.

Melansir berbagai sumber, spesies C. cibarius dikenal memiliki sifat insektisida. Kandungan ini tidak berbahaya bagi manusia, namun dapat melindungi jamur dari serangga dan bakteri.

Habitat dan Distribusi Jamur Chanterelle

Peta persebaran jamur chanterelle terbilang cukup luas. Ia paling banyak dijumpai di utara Eropa, Amerika Utara (termasuk Meksiko), Turki, serta Himalaya (Kashmir hingga Nepal).

Di benua Afrika, jamur ini menyebar mulai dari Zambia, Kongo dan Uganda. Sedangkan di Eropa, ia berbiak di wilayah Ukraina, negara-negara Eropa Tengah, sampai Britania Raya.

Di Inggris, C. cibarius biasanya berkembang biak sepanjang bulan Juli sampai Desember. Ia cukup umum warga temukan di kawasan hutan pinus berlumut hingga hutan pegunungan.

Jamur chanterelle bahkan dapat pula kita jumpai di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sumatera Selatan. Populasinya tidak terlalu besar, sebab tumbuh di musim tertentu saja.

Budi daya chanterelle memang belum populer di Tanah Air. Padahal jamur ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, harga jualnya bisa mencapai Rp 3,3 juta (US$ 224) per 500 gram.

Kandungan dan Manfaat Jamur Chanterelle

Selain faktor pertumbuhan, tingginya harga chanterelle emas dipengaruhi oleh kandungan serta manfaatnya. Jamur ini ahli sinyalir menyimpan vitamin D, B5 dan B3, hingga zat besi.

Bagi penderita penyakit sendi, kalsium yang terkandung dalam jamur C. cibarius efektif untuk menguatkan tulang. Antioksidannya juga baik untuk mencegah efek radikal bebas.

D-fraction merupakan salah satu senyawa yang ampuh melawan sel kanker. Meskipun perlu diteliti lebih lanjut, senyawa yang satu ini pakar yakini terkandung pada jamur chanterelle.

Melihat berbagai kandungannya, tak salah jika fungi beraroma aprikot itu dibanderol sangat mahal. Ia biasanya diolah menjadi menu pendamping, dengan cita rasa yang sedikit pedas.

Perlu Anda ingat, hindari mengonsumsi jamur chanterelle dalam jumlah berlebih. Pasalnya, fungi ini dapat memicu alergi hingga penyakit rematik akibat kandungan beta glukannya.

Taksonomi Spesies Cantharellus Cibarius

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-chanterelle-topinya-unik-seperti-bunga-terompet/feed/ 0
Maitake, Raja Jamur yang Berguna sebagai Obat Kanker https://www.greeners.co/flora-fauna/maitake-raja-jamur-yang-berguna-sebagai-obat-kanker/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=maitake-raja-jamur-yang-berguna-sebagai-obat-kanker https://www.greeners.co/flora-fauna/maitake-raja-jamur-yang-berguna-sebagai-obat-kanker/#respond Fri, 04 Feb 2022 03:04:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35189 Tidak cuma shitake, ada banyak spesies jamur liar yang berhasil ahli temukan di Jepang. Sama seperti kerabatnya, jamur ini terbilang kaya manfaat dan sering digunakan sebagai obat. Ialah jamur maitake, […]]]>

Tidak cuma shitake, ada banyak spesies jamur liar yang berhasil ahli temukan di Jepang. Sama seperti kerabatnya, jamur ini terbilang kaya manfaat dan sering digunakan sebagai obat. Ialah jamur maitake, spesies unik yang dijuluki sebagai “raja jamur.”

Maitake mempunyai nama ilmiah Grifola frondose. Spesiesnya pakar golongkan ke dalam ordo Polyporales, keluarga Meripilaceae, divisi Basidiomycota, serta kelas Agaricomycetes.

Kata ‘maitake’ sendiri berarti jamur menari dalam bahasa Jepang. Bukan tanpa alasan, ini dikarenakan orang-orang sangat senang menemukan jamur tersebut sampai ingin menari.

Tidak cuma itu, jamur maitake dapat berbiak hingga seukuran bola basket. Ia mempunyai permukaan buah yang berlekuk-lekuk, persis seperti jamur Agaricomycetes kebanyakan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Maitake

Tubuh buah maitake tumbuh bergerombol, tampilannya mirip tumpukan kembang yang ditatap seperti buket. Diameternya berkisar 15-40 cm dengan tinggi mencapai 10-30 cm.

Lebar masing-masing topi 3-14 cm, bentuknya seperti telinga dengan warna kehitaman atau abu-abu kecokelatan. Jika sudah tua, warna topi tersebut berubah menjadi kekuningan.

Permukaan jamur sendiri berbulu halus atau botak. Saat muda pori-porinya berwarna abu-abu lavender, berubah menjadi putih, hingga akhirnya tampak kekuningan saat sudah tua.

Jamur maitake juga mempunyai batang yang terlihat keputihan, bercabang dan keras. Jika dibelah permukaan daging berwarna putih, tidak berbau dan tidak bisa berubah berwarna.

Bagi sebagian masyarakat, G. frondose dikenal sebagai jamur fantasi karena sulit ditemukan. Proses budi dayanya pun terbilang tidak mudah, sebab membutuhkan kondisi yang spesifik.

Habitat dan Distribusi Jamur Maitake

Maitake umumnya tumbuh di permukaan tanah serta dasar sisa-sisa pohon atau tunggul. Ia bisa kita jumpai di hutan lembap atau dasar sungai, yang ditumbuhi oleh pohon-pohon tua.

Di banyak tempat, jamur maitake berbiak di bawah pohon oak, elm, atau maple. Spesiesnya tumbuh subur sepanjang musim gugur, meskipun ada pula yang berbiak saat musim panas.

Lokasi pertumbuhan maitake relatif sama setiap tahun. Karena cukup berharga, orang-orang yang menemukan jamur tersebut biasanya enggan memberitahu lokasi pertumbuhannya.

Melansir berbagai sumber, G. frondose menyebar di beberapa bagian Jepang, China, serta Amerika Utara. Namun, namanya di Amerika Serikat baru populer selama 20 tahun terakhir.

Jamur maitake jamak masyarakat fungsikan menu sayuran atau obat. Jamur ini awam yakini menyimpan banyak manfaat, mulai dari menurunkan kadar kolesterol sampai obat kanker.

Kandungan dan Manfaat Jamur Maitake

Dalam sejumlah penelitian, ahli menemukan bahwa jamur maitake berpotensi sebagai obat antikanker. Kandungan dalam jamur tersebut ampuh menghambat pertumbuhan sel tumor.

Bukan hanya itu, pengobatan kanker dengan maitake tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. Biayanya pun jauh lebih murah dibandingkan dengan pengobatan konvensional.

Selain obat kanker, G. frondose juga mengandung antioksidan, beta-glukan, vitamin B dan C, tembaga, kalium, serat, serta asam mino, sehingga sangat baik menjaga daya tahan tubuh.

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, jamur maitake juga bebas lemak dan rendah kalori. Karena itu, jangan heran jika jamur ini sering publik manfaatkan sebagai menu diet.

Berkat kandungan yang ia miliki, mengonsumsi G. frondose sangat dianjurkan bagi penderita kolesterol dan diabetes. Namun, tetap konsumsi jamur ini dalam jumlah yang wajar, ya.

Taksonomi Spesies Grifola Frondose

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/maitake-raja-jamur-yang-berguna-sebagai-obat-kanker/feed/ 0
White Rot Fungus, Spesies Jamur Lentinus yang Berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/white-rot-fungus-spesies-jamur-lentinus-yang-berkhasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=white-rot-fungus-spesies-jamur-lentinus-yang-berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/white-rot-fungus-spesies-jamur-lentinus-yang-berkhasiat/#respond Sun, 21 Nov 2021 03:00:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=34456 White rot fungus adalah salah satu spesies jamur yang berasal dari keluarga Polyporaceae. Mereka pakar golongkan sebagai jamur saprofit, sehingga mampu berkembang biak pada batang pohon yang telah mati. White […]]]>

White rot fungus adalah salah satu spesies jamur yang berasal dari keluarga Polyporaceae. Mereka pakar golongkan sebagai jamur saprofit, sehingga mampu berkembang biak pada batang pohon yang telah mati.

White rot fungus ilmuwan kenal dengan nama binomial Lentinus sajor-caju. Kelompoknya berkerabat dengan jamur shitake, walaupun berasal dari keluarga dan genus yang berbeda.

Secara klasifikasi, L. sajor-caju sebenarnya berada dalam satu suku dengan L. Squarrosulus. Keduanya pakar ketahui berasal dari genus Lentinus, termasuk 118 spesies jamur lainnya.

Lentinus memiliki anggota yang cukup besar. Mereka berkembang biak di daerah subtropis sehingga mudah kita jumpai di Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok dan sebagainya.

Mengenal Jenis Jamur dari Suku Lentinus

White rot fungus berkembang biak secara berkelompok atau soliter. Nama sukunya berasal dari bahasa Latin lent yang berarti “lentur,” serta kata inus yang bermakna “menyerupai.”

Pada awalnya, L. sajor-caju pakar pakar sebagai Pleurotus pulmonarius. Namun melalui riset DNA lanjutan, barulah diketahui bahwa spesies jamur ini lebih dekat dengan genus Lentinus.

Di Indonesia sendiri, jamur Lentinus dapat kita jumpai di Papua Barat. Spesies paling umum yang ahli temukan adalah L. tuberregium dan L. badius, spesies Lentinus asli wilayah tropis.

Merujuk sejumlah sumber, anggota suku white rot fungus mengandung banyak nutrisi baik. Di dalamnya tersedia karbohidrat, protein, serta lemak yang baik untuk kesehatan manusia.

Walau tidak terlalu lazim, sebagian besar jamur Lentinus sebenarnya dapat kita konsumsi. Mereka bahkan berkhasiat sebagai obat karena mengandung vitamin, serat, serta mineral.

Baca juga: Jamur Matsutake, Fungi Langka Bahan Dasar Kuliner Mewah

Morfologi dan Ciri-Ciri White Rot Fungus

Melansir Teriin.org, white rot fungus bisa kita tandai dari penutupnya yang berukuran 10-50 mm. Bentuknya lebar dan cembung, namun terlihat dangkal dan sempit saat berusia muda.

Mulanya, warna penutup jamur ini tampak putih kekuningan. Namun seiring berjalan waktu, warna itu berubah menjadi abu-abu kecokelatan dengan bentuk melengkuk dan agak keras.

Bagian lamelanya justru tampak padat, berwarna putih sampai putih kekuningan. Stiep atau batang fungi berukuran 5-20 x 3-9 mm, berwarna putih, padat, namun halus dan agak pipih.

Tersedia anulus (cincin fungi) pada white rot fungus, bentuknya tebal dan terletak di tengah-tengah batang. Fungi ini tidak memiliki volva karena tidak tumbuh di atas permukaan tanah.

Secara kasat mata, ciri fisik L. sajor-caju dan L. Squarrosulus memang cukup mirip. Keduanya memiliki tudung putih kecokelatan, walau L. sajor-caju tampak lebih mengkerucut dan rata.

Manfaat White Rot Fungus bagi Kesehatan

Mengonsumsi white rot fungus ahli sinyalir berguna menangkal berbagai penyakit. Mereka pakar duga memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang tinggi, namun rendah lemak.

Kandungan vitamin, karotenoid, dan mineralnya juga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi manusia. Karena itu, ia dianggap sebagai makanan nutraceutical dalam pola diet seseorang.

Spesies L. sajor-caju menunjukkan sifat antioksidan yang kuat. Mereka juga memperlihatkan aktivitas antibakteri moderat terhadap kelompok Streptococcus aureus dan Vibrio cholerae.

Merujuk berbagai studi, kehadiran vitamin dan karotenoid pada fungi L. sajor-caju berperan protektif dalam menangkal penyakit, di antaranya kanker hingga penyakit kardiovaskular.

Bukan cuma itu, white rot fungus bahkan ahli ketahui memiliki sifat antineoplastik. Artinya, mereka mampu menghambat atau menghentikan perkembangan tumor, yakni neoplasma.

Baca juga: Jamur Tiram, Fungi Bertudung Putih yang Baik bagi Kesehatan

Taksonomi Spesies Lentinus Sajor-caju

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/white-rot-fungus-spesies-jamur-lentinus-yang-berkhasiat/feed/ 0
Jamur Puffball, Cendawan Bulat Seukuran Bola Sepak https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-puffball-cendawan-bulat-seukuran-bola-sepak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-puffball-cendawan-bulat-seukuran-bola-sepak https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-puffball-cendawan-bulat-seukuran-bola-sepak/#respond Mon, 25 Oct 2021 04:18:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=34182 Calvatia gigantea atau jamur bola raksasa adalah sejenis jamur puffball yang berasal dari dataran Eropa. Mereka dapat kita cirikan dari ukurannya yang gigantik, serta mempunyai cita rasa yang unik karena […]]]>

Calvatia gigantea atau jamur bola raksasa adalah sejenis jamur puffball yang berasal dari dataran Eropa. Mereka dapat kita cirikan dari ukurannya yang gigantik, serta mempunyai cita rasa yang unik karena mirip seperti tahu.

Jamur puffball tergabung dalam kelas Agaricomycetes berordo Agaricales. Mereka sering awam sama ratakan dengan jamur bola tanah, sebab memiliki ciri fisik yang cukup mirip.

Secara klasifikasi, puffball dan bola tanah datang dari keluarga berbeda. Puffball tergolong dalam famili Agaricaceae, sedangkan bola tanah berasal dari keluarga Sclerodermataceae.

Dari fisiknya, jamur puffball dan bola tanah juga memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Puffball biasanya berwarna putih bersih, sedangkan bola tanah memiliki bintik kecokelatan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Puffball

Jamur puffball dapat tumbuh melebihi ukuran bola sepak, diameternya rata-rata mencapai 10-50 cm dengan berat 20 kg. Di alam liar, ditemukan pula spesies puffball yang lebih besar.

Menurut catatan ahli, ukuran terbesar jamur tersebut dapat mencapai 90-150 cm. Apabila kita belah, bagian dalam daging C. gigantea dewasa umumnya berwarna cokelat kehijauan.

Sedangkan jamur muda mempunyai warna putih bersih mengikuti warna kulit luarnya. Perlu Anda ketahui, puffball pada dasarnya tidak pakar golongkan sebagai spesies jamur beracun.

Mereka dapat kita konsumsi namun saat usia jamur masih muda. Apabila sudah tua puffball menjadi toksik, sehingga memicu terjadinya gangguan kesehatan bagi pengonsumsinya.

Tidak seperti fungi lain, semua spora jamur puffball dibuat di dalam tubuh buah. Jumlahnya bisa mencapai triliunan per individu, berwarna kekuningan dengan ukuran 3-5 mikrometer.

Baca juga: Inilah Rhizopus Oligosporus, Spesies Jamur Penghasil Tempe

Habitat dan Distribusi Jamur Puffball

Jamur C. gigantea merupakan saprofit bersifat terestrial yang tumbuh secara berkelompok atau sendirian. Mereka dapat kita temukan tertanam di area hutan sampai padang rumput.

Dalam beberapa kasus, ada pula jamur puffball yang ilmuwan jumpai di area parit drainase atau semak-semak. Mereka biasanya berkembang mulai dari bulan Juli hingga November.

Di beberapa daerah, waktu pembiakkan jamur ini mungkin cenderung berbeda. Seperti di tengah Illinois, pertumbuhan jamur tersebut menjadi pertanda di mulainya musim gugur.

Inggris dan Irlandia adalah sentral pertumbuhan jamur ini. Mereka terdistribusi ke seluruh Eropa, meski ahli temukan pula di Amerika Utara dan negara-negara belahan Bumi selatan.

Di Tanah Air, jamur puffball sempat pakar laporkan tertanam di Gunung Ciremai. Ini masih dalam tahap penelitian, mengingat iklim Indonesia yang tidak cocok dengan habitat jamur.

Kandungan dan Manfaat Jamur Puffball

Melansir berbagai sumber, dapat kita ketahui bahwa jenis jamur puffball kaya akan vitamin D, tembaga, riboflavin dan asam pantotenat. Ia juga rendah lemak, kolesterol dan natrium.

Karena itu, banyak masyarakat yang menjadikan daging serta ekstrak jamur ini sebagai obat tradisional. Beberapa manfaat C. gigantea bagi dunia medis dan kesehatan, di antaranya:

– Membantu Penyembuhan Luka

Puffball masyarakat gunakan sebagai pereda luka karena sifat anestesinya. Mengonsumsi jamur ini khalayak percaya efektif meredakan peradangan serta pendarahan lebih cepat.

– Menghambat Sel Kanker

Dalam berbagai peneltian, ahli mengetahui bahwa protein dan peptida pada daging puffball mempunyai sifat antitumor. Ini bekerja menekan pertumbuhan sel kanker pada payudara.

– Merangsang Fungsi Seksual Pria

Bagi pria dewasa, jamur puffball bermanfaat sebagai afrodisiak. Ini merupakan istilah yang merujuk pada zat tertentu pada makanan, yang dipercaya bisa meningkatkan gairah seksual.

– Menurunkan Kagar Gula Darah

Puffball pakar sinyalir memiliki aktivitas antidiabetik serta mampu menghambat enzim alpha amilase. Sehingga, ia ahli gadang-gadang berpotensi sebagai obat penurun kadar gula darah.

Baca juga: Penicillium Chrysogenum, Spesies Jamur Penghasil Antibiotik

Taksonomi Spesies Calvatia Gigantea

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-puffball-cendawan-bulat-seukuran-bola-sepak/feed/ 0
Lentinus Squarrosulus, Kerabat Jamur Shitake yang Berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/lentinus-squarrosulus-kerabat-jamur-shitake-yang-berkhasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lentinus-squarrosulus-kerabat-jamur-shitake-yang-berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/lentinus-squarrosulus-kerabat-jamur-shitake-yang-berkhasiat/#respond Thu, 21 Oct 2021 03:55:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=34144 Lentinus squarrosulus adalah salah satu spesies jamur dari famili Polyporaceae. Sebelum ahli pisahkan menjadi individu berbeda, fungi ini berkerabat dekat dengan jamur shitake. Keduanya sama-sama bisa kita konsumsi, serta memiliki […]]]>

Lentinus squarrosulus adalah salah satu spesies jamur dari famili Polyporaceae. Sebelum ahli pisahkan menjadi individu berbeda, fungi ini berkerabat dekat dengan jamur shitake. Keduanya sama-sama bisa kita konsumsi, serta memiliki khasiat penting bagi kesehatan.

L. squarrosulus tergabung dalam ordo Poliporal berkelas Agaricomycetes. Berbeda dengan shitake, jamur ini ahli kelompokkan dalam ordo Agaricales berkelas Homobasidiomycetes.

Jamur L. squarrosulus sendiri kini tergabung dalam suku yang sama dengan jenis L. tigrinus. Mereka berasal dari genus Lentinus, yang sebagian besar pakar jumpai di daerah subtropis.

Perlu Anda ketahui, genus Lentinus setidaknya memiliki 120 anggota spesies. Mayoritasnya merupakan fungi edible, mereka dapat kita temukan di berbagai kawasan kecuali Antartika.

Morfologi dan Ciri-Ciri Lentinus Squarrosulus

Nama ‘Lentinus’ sendiri berasal dari bahasa Latin ‘lent’ yang berarti ‘lentur,’ serta ‘inus’ yang bermakna ‘menyerupai.’ Penamaan ini sejatinya terinspirasi dari morfologi jamur tersebut.

Seperti yang terlihat, tubuh Lentinus squarrosulus memang cenderung lebih lentur daripada jamur bertopi lainnya. Topi mereka terlihat cembung, namun dengan permukaan yang rata.

Apabila kita perhatikan, penampilan jamur tersebut tampak seperti corong ataupun payung. Warnanya putih atau krem pucat saat muda, lalu berubah jadi cokelat tua saat usia dewasa.

Tidak cuma itu, L. squarrosulus muda biasanya memiliki sisik kecil pada permukaan topinya. Sedangkan saat dewasa, bagian tengah fungi tersebut tampak mengecil namun lebih padat.

Permukaan topi mereka tampak tipis dengan tepian bergelombang. Warna lamelanya krem atau krem gelap, padat dan tidak beraturan. Stipe-nya berwarna putih serta memiliki serat.

Uniknya, Lentinus squarrosulus memiliki daging berwarna putih yang liat. Mereka biasanya pakar temukan pada pokok kayu yang telah mati, tepatnya di hutan atau area-area terbuka.

Baca juga: Jamur Amanita Jacksonii, Si Topi Merah yang Boleh Dimakan

Kandungan dan Manfaat Lentinus Squarrosulus

Merujuk esai Henny Sulistiany, dkk dari Institut Pertanian Bogor, dapat kita ketahui bahwa spesies jamur Lentinus mengandung nutrisi baik seperti karbohidrat, protein serta lemak.

Mereka juga menyimpan sejumlah nutrisi penting seperti mineral mikro dan makro, vitamin serta serat, yang cocok kita manfaatkan sebagai obat-obatan atau kebutuhan medis lainnya.

Dalam litelatur berbeda, dapat kita ketahui pula bahwa jamur Lentinus berpotensi sebagai antibakterial. Karena itu, mereka pakar kembangkan sebagai obat antikanker dan antivirus.

Pemanfaatan jamur Lentinus sejatinya telah berlangsung cukup lama. Di Nigeria misalnya, Lentinus squarrosulus jamak warga gunakan sebagai bahan masakan atau olahan pangan.

Di negara lain, budi daya jamur L. squarrosulus belum berlangsung cukup masif. Potensinya masih tertutup oleh jenis jamur pangan lain seperti shitake, jamur kancing dan sebagainya.

Bagi masyarakat Melayu, spesies Lentinus squarrosulus dikenal dengan julukan kulat putih. Mereka juga memiliki sejumlah sinonim nama, salah satunya adalah Lentinus curreyanus.

Mengenal Kelompok Jamur Bergenus Lentinus

Jamur Lentinus masyarakat kenal sebagai fungi pelapuk. Kelompok fungi ini lazim ilmuwan temukan di negara-negara Asia seperti Cina, Jepang, Korea, Vietnam, sampai ke Indonesia.

Seperti yang telah kami jelaskan, walau sebagian besar tumbuh di wilayah subtropis, jamur Lentinus squarrosulus justru ilmuwan konfirmasi berasal dari negara tropis, yakni Kamerun.

Karena itu, potensi budi daya jamur tersebut dapat kita katakan cukup besar. Asia Tenggara misalnya, wilayah satu ini ahli prediksi sangat cocok sebagai sentral pembiakkan kulat putih.

Sebagai mana shitake, jamur Lentinus umumnya berbiak pada pokok pohon berdaun lebar. Mereka menyukai flora berordo Fagales, yang banyak tertanam di kawasan Asia Tenggara.

Di Indonesia sendiri, spesies Lentinus yang paling sering pakar jumpai adalah L. tuberregium dan L. badius. Keduanya tumbuh di berbagai daerah, namun paling populer di Papua Barat.

Sebagai informasi, genus Lentinus sendiri mempunyai beberapa sinonim binomial. Sukunya ilmuwan sebut juga sebagai Pocillaria, Digitellus, Lentodium, hingga jamur Lentodiellum.

Baca juga: Amanita Phalloides Alias Death Cap, Jamur Beracun yang Mematikan

Taksonomi Spesies Lentinus Squarrosulus

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/lentinus-squarrosulus-kerabat-jamur-shitake-yang-berkhasiat/feed/ 0
Dacryopinax Spathularia, Jamur Jelly Unik Berbentuk Spatula https://www.greeners.co/flora-fauna/dacryopinax-spathularia-jamur-jelly-unik-berbentuk-spatula/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dacryopinax-spathularia-jamur-jelly-unik-berbentuk-spatula https://www.greeners.co/flora-fauna/dacryopinax-spathularia-jamur-jelly-unik-berbentuk-spatula/#respond Tue, 05 Oct 2021 03:00:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=33899 Jamur jelly atau jelly fungi adalah kelompok Basidiomycota yang tergabung dalam kelas Heterobasidiomycetes. Grup ini sejatinya terdiri dari empat famili besar yaitu Tremellales, Auriculariales, Sebacinales, serta jamur Dacrymycetales. Keluarga fungi […]]]>

Jamur jelly atau jelly fungi adalah kelompok Basidiomycota yang tergabung dalam kelas Heterobasidiomycetes. Grup ini sejatinya terdiri dari empat famili besar yaitu Tremellales, Auriculariales, Sebacinales, serta jamur Dacrymycetales.

Keluarga fungi Dacrymycetales terbilang cukup populer di masyarakat. Sebagian spesiesnya awam kenal sebagai fungi edible, sehingga sering dibudidayakan sebagai komoditas pasar.

Dalam kebudayaan Cina dan Buddha, jamur dengan julukan Guìhuā’ěr ini terhitung cukup penting. Ia termasuk sebagai bahan masakan vegetarian yang digemari oleh warga lokal.

Dacryopinax spathularia adalah salah satu spesies jamur jelly bernilai tinggi. Ia ahli sinyalir menyimpan segudang potensi kesehatan, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh manusia.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Jelly Dacryopinax

Spesies jamur D. spathularia atau ilmuwan sebut juga sebagai D. elegans, merupakan jeli saprotrofit berukuran kecil yang berbentuk seperti kipas pipih, spatula atau garpu tala.

Berkat tampilannya yang unik, fungi tersebut cukup mudah awam kenali jika tumbuh di sekitar pekarangan. Seperti namanya, tubuh jamur jelly sangat mirip dengan agar-agar.

Mereka umumnya berwarna oranye kuning cerah saat masih muda, namun berangsur-angsur berubah menjadi oranye kemerah-merahan ketika mencapai usia dewasa (matang).

Berbeda dengan jelly fungus lainnya, D. spathularia biasanya memiliki bagian tangkai buah. Tangkainya ini berbentuk bulat dan gelap, dengan tekstur permukaan halus dan kenyal.

Jika kita ukur secara seksama, ukuran jamur jelly ini hanya berkisar 1-1,5 cm. Permukaan tubuh buahnya mempunyai papila kecil, serta pada beberapa bagiannya berserabut putih.

Saat sudah terlalu tua, tekstur fungi D. spathularia umumnya sangat mudah rusak. Bila kita tekan dengan tangan, permukaan jamur cenderung mudah hancur menjadi bagian kecil.

Baca juga: Jamur Kuping Merah, Jelly Fungi yang Berguna bagi Kesehatan

Habitat dan Distribusi Jamur Jelly Dacryopinax

Distribusi D. spathularia sejatinya sangat luas. Pemanfaatannya sebagai bahan baku pangan populer di Cina dan Asia Tenggara, namun sudah tersebar luas hampir ke seluruh dunia.

Kelompok jamur ini dapat kita temukan di kawasan Hawaii, Eropa, Amerika Selatan, hingga Afrika Timur. Ia bahkan sempat ahli jumpai di kawasan hutan Amerika Utara dan juga Texas.

Jamur jelly Dacryopinax berbiak dalam kelompok besar. Mereka tumbuh pada permukaan kayu yang sudah lapuk atau mati, serta sangat bergantung pada kondisi lingkungan kering.

Suhu dan kondisi lingkungan adalah faktor penentu pembiakkan D. spathularia. Jika tidak sesuai dengan habitat asli mereka, pertumbuhannya akan terhambat dan berpotensi mati.

Di Tanah Air, populasi fungi berkelas Dacrymycetes ini terbilang cukup banyak. Mereka ahli jumpai di sejumlah daerah mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan sebagainya.

Perlu diketahui pula, jamur jelly ini juga memiliki sinonim nama yaitu Guepinia spathularia, Merulius spathularius, Cantharellus spathularius, serta Guepiniopsis spathularia.

Karakter dan Manfaat Jamur Jelly Dacryopinax

Secara komersial budi daya jamur jelly sangat menguntungkan. Hal ini dapat kita lihat dari tingkat produksi jamur di Cina yang ditaksir mencapai 130.000 ton pada tahun 1997.

Di Cina sendiri, sistem budi daya fungi jelly para petani lakukan dengan dua cara, berbahan baku gelondongan atau menggunakan serbuk gergaji sebagai media tanam dalam baglog.

Biasanya, olahan jamur D. spathularia khalayak manfaatkan sebagai bahan dasar minuman, jus dan es krim. Ia juga awam campur ke dalam bubur, sup serta hidangan pencuci mulut.

Secara klinis manfaat jamur jelly sebenarnya belum bisa ahli pastikan. Kendati demikian, banyak yang berasumsi jika jenis fungi tersebut berguna sebagai obat dan juga suplemen.

Untuk kesehatan, ia publik percaya ampuh sebagai antiinfeksi, antitumor, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, serta meningkatkan kadar antioksidan pada otak dan hati.

Karena itu seiring meningkatnya permintaan jamur di masyarakat, menjadikan spesies D. spathularia sebagai komoditi pasar agaknya cukup menguntungkan dan layak kita coba.

Baca juga: Flammulina Velutipes Alias Enoki, Jamur Pangan yang Berkhasiat

Taksonomi Spesies Fungi Jelly Dacryopinax

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/dacryopinax-spathularia-jamur-jelly-unik-berbentuk-spatula/feed/ 0
Mengenal Agaricus Campestris, Kerabat Terdekat Jamur Kancing https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-agaricus-campestris-kerabat-terdekat-jamur-kancing/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-agaricus-campestris-kerabat-terdekat-jamur-kancing https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-agaricus-campestris-kerabat-terdekat-jamur-kancing/#respond Thu, 16 Sep 2021 04:50:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=33774 Agaricus campestris atau jamur kompos adalah sejenis jamur konsumsi yang berasal dari keluarga Agaricaceae. Mereka pakar golongkan ke dalam ordo fungi Agaricales, sehingga berkerabat dekat dengan spesies jamur kancing atau […]]]>

Agaricus campestris atau jamur kompos adalah sejenis jamur konsumsi yang berasal dari keluarga Agaricaceae. Mereka pakar golongkan ke dalam ordo fungi Agaricales, sehingga berkerabat dekat dengan spesies jamur kancing atau Agaricus bisporus.

Secara penampilan, ciri fisik Agaricus campestris dengan Agaricus bisporus memang terlihat sangat mirip. Keduanya berbentuk bulat seperti kancing dengan dominasi warna keputihan.

Distribusinya pun tak kalah luas. Walau Agaricus bisporus lebih populer, jamur ini tetap bisa kita temukan di hampir seluruh benua meliputi Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia.

Jamur kompos biasanya lebih cepat membusuk atau berumur pendek. Meskipun layak kita jadikan sebagai olahan pangan, sangat sedikit orang yang membudidayakan fungi tersebut.

Morfologi dan Ciri-Ciri Agaricus Campestris

Masyarakat global menyebut Agaricus campestris sebagai Field Mushroom atau Meadow Mushroom. Ia mempunyai topi putih selebar 3 – 12 cm dengan permukaan bersisik halus.

Saat pertama kali tumbuh, bentuk jamur ini terlihat seperti setengah bola. Tampilannya berubah menjadi agak datar dan berbatang, ketika memasuki usia pertumbuhan dewasa.

Bagian lamela (bilah jamur) yang semulanya berwarna merah muda berubah jadi merah kecokelatan. Warna ini kemudian menjadi lebih gelap, seiring pertumbuhan spora jamur.

Stipe atau tangkai buah jamur kompos mempunyai panjang 3 – 10 cm dan lebar 1 – 2 cm. Bagian ini juga didominasi oleh warna putih, serta dihiasi cincin tunggal yang cukup tipis.

Daging buah Agaricus campestris bercorak cokelat kemerahan. Permukaan dindingnya tebal, berbentuk elips, berwarna cokelat tua dengan spora antara 5,5 – 8,0 mikrometer.

Baca juga: Jamur Lingzhi, Ganoderma yang Berguna bagi Dunia Medis

Habitat dan Manfaat Agaricus Campestris

Di penghujung musim panas, spesies Agaricus campestris biasanya tumbuh setelah hujan turun. Ia bisa kita jumpai di daerah perkebunan, ladang, hingga padang rumput yang luas.

Jamur kompos muncul dalam kelompok kecil atau soliter (tunggal). Mereka sangat jarang pakar temukan di dalam hutan, sebab spesiesnya lebih menyukai area-area yang terbuka.

Pemanfaatan field mushroom sebagai bahan masakan sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Ia umumnya masyarakat tumis atau goreng, dijadikan saus atau campuran salad.

Menurut orang yang pernah mengonsumsinya, cita rasa Agaricus campestris mirip seperti jamur kancing biasa. Teksturnya menyerupai daging, namun dengan rasa yang lebih ringan.

Merujuk IUCN Red List, status konservasi jamur kompos berada pada level ‘Least Concern.’ Karena itu, pemanfaatannya sebagai komoditas pasar masih para ilmuwan perbolehkan.

Ciri-Ciri Jamur Beracun (Inedible Fungi)

Dengan penampilan yang cukup “umum,” banyak orang merasa kesulitan mengidentifikasi Agaricus campestris. Karena itu, ia awam sering samaratakan dengan spesies fungi lainnya.

Perlu kita ingat, memetik jamur liar sebagai bahan makanan sejatinya tidak ahli anjurkan. Terlebih jika Anda tidak mempunyai pengetahuan mumpuni terkait jenis-jenis jamur.

Mengonsumsi jamur beracun atau inedible fungi dapat berisiko bagi kesehatan manusia. Untuk menghindari hal tersebut, berikut ciri-ciri jamur beracun yang patut Anda ketahui.

  • Warnanya terlihat sangat mencolok
  • Memiliki bau menyengat atau kurang sedap
  • Mampu merubah warna nasi jika kita campurkan
  • Sebagian spesies jamur beracun juga mampu merubah warna perak menjadi kehitaman atau kebiruan saat kita gesekkan, seperti spesies Lactarius torminosus
  • Permukaannya cukup ringkih dan mudah hancur bila kita raba
  • Tidak ada serangga yang mau mendekati dan mengonsumsinya.

Spesies Agaricus campestris memang awam sebut-sebut menyimpan segudang manfaat. Akan tetapi, khasiatnya bagi kesehatan masih perlu ahli teliti dan buktikan lebih lanjut.

Baca juga: Amanita Phalloides Alias Death Cap, Jamur Beracun yang Mematikan

Taksonomi Jamur Agaricus Campestris

Penulis: Yuhan Al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-agaricus-campestris-kerabat-terdekat-jamur-kancing/feed/ 0
Inilah Rhizopus Oligosporus, Spesies Jamur Penghasil Tempe https://www.greeners.co/flora-fauna/inilah-rhizopus-oligosporus-spesies-jamur-penghasil-tempe/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=inilah-rhizopus-oligosporus-spesies-jamur-penghasil-tempe https://www.greeners.co/flora-fauna/inilah-rhizopus-oligosporus-spesies-jamur-penghasil-tempe/#respond Fri, 20 Aug 2021 04:30:42 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=33566 Rhizopus oligosporus adalah sejenis kapang yang berasal dari filum Mucormycota. Mereka sering ahli manfaatkan sebagai komponen pembuat tempe, karena mampu menghasilkan enzim lipase yang berguna membantu proses fermentasi kedelai. Bagi […]]]>

Rhizopus oligosporus adalah sejenis kapang yang berasal dari filum Mucormycota. Mereka sering ahli manfaatkan sebagai komponen pembuat tempe, karena mampu menghasilkan enzim lipase yang berguna membantu proses fermentasi kedelai.

Bagi masyarakat awam, jenis kapang Rhizopus oligosporus lebih populer dengan julukan Jamur Tempe. Ia tergabung dalam keluarga fungi Mucoraceae dengan genus Rhizopus.

Anggota genus tersebut sebenarnya tidak cuma satu fungi. Selain jamur tempe, Rhizopus juga memiliki anggota lain seperti R. oryzae, R. stolonifera. R. delemari, dan sebagainya.

Jamur tempe biasanya tumbuh di dalam tanah, buah, sayuran, roti hingga nasi yang telah basi. Selain proses fermentasi, fungi ini pakar ketahui sanggup mengolah limbah.

Karakteristik Rhizopus Oligosporus

Rhizopus Oligosporus memiliki koloni berwarna abu-abu kecokelatan setinggi 1 mm atau lebih. Sporangiofornya tunggal atau berkelompok, dengan dinding halus atau agak kasar.

Bagian pendukung hifa ini menjulang dengan tinggi lebih dari 1.000 mikro meter. Secara mikroskopik, dapat terlihat bahwa diameter sporangiofor berkisar 10 – 18 mikro meter.

Sporangia globosa memiliki diameter 100 – 180 mikro meter, serta berwarna kehitaman saat masak. Klamidosporanya banyak, tunggal atau berantai pendek, serta tidak berwarna.

Biasanya klamidospora jamur tempe muncul dari bagian hifa serta berisi granula. Bentuknya elip atau silindris, dengan ukuran 7 – 30 mikro meter atau 12 – 45 x 7 – 35 mikro meter.

Melansir berbagai sumber, fungi genus Rhizopus (termasuk Rhizopus oligosporus) umumnya berbentuk filamen dan bercabang, serta tidak mempunyai dinding silang atau koesnositik.

Mereka berbiak secara aseksual dan seksual. Pertumbuhan optimalnya terjadi pada suhu 30 – 35 Celsius, dengan suhu terendah antara 5 – 5 Celsius dan suhu maksimal 35 – 44 Celsius.

Habitat Kapang Rhizopus Oligosporus

Bila kita bandingkan dengan mikroba pada umumnya, kapang dapat tumbuh dalam substrat atau medium dengan konsentrasi gula serta tingkat keasaman yang sangat tinggi.

Mereka tidak membutuhkan terlalu banyak air, walau komponen ini merupakan pelarut esensial yang dibutuhkan semua reaksi biokimiawi untuk menyusun berat basah sel.

Seperti Rhizopus oligosporus, mayoritas kapang bersifat aerobik. Ia membutuhkan oksigen sebagai syarat pertumbuhannya, dengan kadar pH rendah berkisar 2,0 – 0,85 atau kurang.

Tidak cuma itu, kelembapan adalah salah satu faktor penentu pertumbuhan jamur tempe. Spesiesnya membutuhkan kira-kira 90% tingkat kelembapan untuk berbiak secara prima.

Tingkat kelembapan ini terhitung yang paling tinggi daripada jenis kapang lain. Misalnya saja Aspergillus dan Jamur Penisilin, mereka hanya membutuhkan kelembapan sebesar 80%.

Fungi Rhizopus oligosporus sendiri cukup banyak ahli temukan di Indonesia. Ia juga pakar ketahui berkembang di kawasan Jepang, Cina, serta beberapa negara Asia lainnya.

Manfaat Jamur Rhizopus Oligosporus

Mungkin Anda penasaran, mengapa fermentasi tempe membutuhkan Rhizopus oligosporus? Lalu, mengapa makanan favorit orang Indonesia ini harus difermentasi terlebih dahulu?

Secara sederhana, fermentasi jamur ini mampu menghasilkan ragi. Bahan masakan ini – seperti yang kita tahu – merupakan bahan utama dalam industri pembuatan tempe.

Ragi sendiri menyebabkan tekstur kedelai menjadi lunak. Selain itu komponen makro yang terkandung pada kedelai menjadi terurai, serta zat gizinya lebih mudah terserap oleh tubuh.

Berkat Rhizopus oligosporus pula, proses fermentasi kedelai mampu menghasilkan antibiotik alami. Antibiotik ini ahli ketahui efektif melawan organisme merugikan bagi kesehatan.

Karena itu mengonsumsi tempe pakar sinyalir efektif menangkal berbagai penyakit, seperti diare, diabetes, serta ampuh menjadi menu diet karena rendah garam dan kaya serat.

Perlu Anda ketahui, spesies R. oryzae dan R. stolonifera nyatanya juga sering dimanfaatkan dalam industri pangan. Mereka publik olah sebagai minum beralkohol dan asam fumarat.

Taksonomi Spesies Jamur Tempe

Penulis: Yuhan Al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/inilah-rhizopus-oligosporus-spesies-jamur-penghasil-tempe/feed/ 0