jaring ikan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/jaring-ikan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 22 Jun 2022 04:36:11 +0000 id hourly 1 Kelp, Kursi Berdesain Unik dari Limbah Jaring Ikan https://www.greeners.co/ide-inovasi/kelp-kursi-berdesain-unik-dari-limbah-jaring-ikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kelp-kursi-berdesain-unik-dari-limbah-jaring-ikan https://www.greeners.co/ide-inovasi/kelp-kursi-berdesain-unik-dari-limbah-jaring-ikan/#respond Wed, 22 Jun 2022 04:36:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=36515 Studio seni asal Swedia, Interesting Time Gang, berhasil memberikan kehidupan kedua pada salah satu jenis sampah laut yang paling mencemari: limbah jaring ikan. Melalui tangan dingin para desainer, jaring ikan […]]]>

Studio seni asal Swedia, Interesting Time Gang, berhasil memberikan kehidupan kedua pada salah satu jenis sampah laut yang paling mencemari: limbah jaring ikan. Melalui tangan dingin para desainer, jaring ikan bekas yang tidak berdaya dapat terlahir kembali menjadi furnitur yang berharga. Mereka mengolah limbah teresebut menjadi kursi tunggal berdesain unik dan futuristis bernama Kelp.

“Setiap tahun, ribuan jaring ikan terbuang sia-sia dan mencemari lautan serta perairan di sekitarnya. Jaring-jaring tersebut menyebabkan kematian dan kehancuran bagi ekosistem laut,” ujar para desainer dalam situs resmi mereka. “Padahal, kehidupan manusia sangat bergantung pada lautan dan segala kehidupan yang ada di dalamnya.”

Untuk membuat kursi Kelp, Interesting Time Gang memanfaatkan limbah jaring ikan yang terdapat di Laut Baltik. Dengan bantuan mesin cetak tiga dimensi, jaring ikan bekas diolah dan dibentuk sedemikian rupa hingga berbentuk kursi tunggal. Mereka juga menggunakan bahan tambahan berupa serat kayu untuk membuat kursi tersebut.

“Pada akhir masa pakainya, kursi ini dapat kita daur ulang kembali menjadi bio-material baru yang tidak kalah bermanfaat,” papar mereka.

Meskipun terbuat dari jaring ikan bekas, kursi Kelp tetaplah terlihat menarik. Kursi ini memiliki bentuk bergelombang dan berwarna hijau yang terinspirasi dari vegetasi laut. Saat ini, kursi tersebut masih diproduksi dalam skala terbatas.

Limbah Jaring Ikan: Tidak Hanya Diolah Kembali Menjadi Kursi

Jaring ikan yang terbuang sia-sia sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain kursi, beberapa desainer lain juga telah berhasil mengolah kembali limbah tersebut menjadi berbagai benda yang bernilai guna tinggi.

Desainer ternama Stella McCartney merupakan salah satu desainer yang sukses memberikan kehidupan kedua pada limbah jaring ikan. Pada tahun 2021 lalu, ia berhasil “menyulap” limbah tersebut menjadi sepatu sneakers bernama Reclypse yang mewah. Selain itu, desainer asal Inggris tersebut juga telah menghadirkan koleksi pakaian renang dan tas dengan memanfaatkan jaring ikan bekas.

Selain Interesting Time Gang dan Stella McCartney, desainer lain bernama Thomas Kimber juga telah memanfaatkan limbah jaring ikan untuk membuat produk fesyen. Ia mengolah kembali limbah tersebut menjadi kacamata hitam nan modis bernama Karun.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Inhabitat

Situs Resmi Interesting Time Gang

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kelp-kursi-berdesain-unik-dari-limbah-jaring-ikan/feed/ 0
Blok Mainan dari Jaring Plastik Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/blok-mainan-dari-jaring-plastik-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=blok-mainan-dari-jaring-plastik-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/blok-mainan-dari-jaring-plastik-bekas/#respond Fri, 05 Jun 2020 02:00:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=27419 Desain produk menampilkan hewan laut yang hingga saat ini masuk ke dalam kategori terancam punah sehingga mendorong upaya penyelamatan biota laut.]]>

Berton-ton sampah plastik berakhir di lautan setiap tahun. Berbagai botol plastik, tas, dan jaring plastik melayang menembus arus. Saat ini lautan menjadi tempat sampah alami. Tidak hanya menyumbat saluran air dan arus, mamalia laut serta ikan juga terancam menelan plastik atau terkurung di dalamnya.

Berbagai cara telah dilakukan oleh berbagai kalangan untuk meminimalisir masuknya sampah dari darat ke laut. Mulai dari daur ulang, membersihkan pesisir pantai, saluran irigasi, bahkan dengan teknologi The Ocean Clean Up. Setidaknya 10 persen sampah di lautan dunia berasal dari jaring ikan bekas yang dihasilkan dari kapal  penangkap ikan komersial atau dibuang oleh manusia.

Paul Eveloff dan Robert Grebler bersama Pokonobe Associates, pembuat game Jenga di tahun 2015, menemukan bahwa jaring ikan plastik komersial menyediakan bahan yang ideal untuk membuat balok stackable ringan.

Baca juga: Pemurni Air Portabel Bertenaga Surya

Pada saat itu, keduanya menggandeng perusahaan Bureo dan International Ocean Film Festival untuk mempromosikan permainan. Hal tersebut dilakukan sebagai pengenalan dan upaya pembersihan lautan melalui medium mainan yang disebut Jenga Ocean.

Seluruh produk Jenga menggunakan 100 persen bahan daur ulang dan dapat dimanfaatkan kembali. Dengan bahan campuran 25 meter persegi jaring, balok Jenga memanfaatkan jaring ikan plastik bekas.

Desain produk menampilkan hewan laut yang hingga saat ini masuk ke dalam kategori terancam punah sehingga para pemain Jenga® Ocean didorong untuk menyelamatkan biota laut melalui permainan.

Jenga Ocean

Brick Jenga Ocean. Foto: bureo.co

Selain mengeluarkan produk edisi khusus, produsen juga belajar mengenai dampak kerusakan dari jaring ikan yang dibuang dan menyumbang 10 persen dari polusi plastik di laut. Para pemain akan mendapatkan pemahaman tentang bagaimana jaring yang dibuang merusak hewan laut dan belajar tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu.

Desain tersebut sepenuhnya digambar tangan oleh seniman Jenga Ocean, Lake Buckley, yang juga seorang peselancar, perancang, dan penjelajah. Menurut CEO Bureo, perusahaannya tidak hanya menyenangkan pemain karena mendapatkan pemahaman bahwa jaring yang dibuang merusak hewan laut. Ia berharap dengan mendaur ulang jaring ikan menjadi mainan, hal itu bisa mendidik konsumen tentang pentingnya menghentikan polusi laut.

Dalam menciptakan produk yang berkualitas tinggi, Jenga Ocean & Bureo membangun hubungan bersama dengan sepuluh komunitas nelayan di Chili untuk mendapatkan dan memastikan bahan daur ulang mentah yang  berkualitas.

Baca juga: Metode Pertanian Tanpa Lahan dan Tanah

Hingga saat ini pengumpulan bahan untuk membuat produk daur ulang masih dilakukan di sana dan direncanakan diperluas hingga ke wilayah Argentina dan Peru. Selanjutnya, perusahaan akan mulai bekerja di Uruguay.

Upaya Bureo untuk membangun sebuah perusahaan yang berkontribusi terhadap lingkungan membuat perusahaan daur ulang ini menjadi inspirasi untuk sebuah film bernama Net Positiva yang beum lama diputar di The International Ocean Film Festival.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/blok-mainan-dari-jaring-plastik-bekas/feed/ 0