Javan Langur Center - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/javan-langur-center/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 20 Sep 2016 08:11:28 +0000 id hourly 1 Tujuh Ekor Lutung Jawa Siap Huni Hutan Kondang Merak https://www.greeners.co/berita/tujuh-ekor-lutung-jawa-siap-huni-hutan-kondang-merak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tujuh-ekor-lutung-jawa-siap-huni-hutan-kondang-merak https://www.greeners.co/berita/tujuh-ekor-lutung-jawa-siap-huni-hutan-kondang-merak/#respond Mon, 19 Sep 2016 02:30:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=14753 Setelah menjalani masa karantina selama enam bulan di pusat rehabilitasi lutung jawa, Javan Langur Center (JLC), tujuh ekor lutung jawa siap dilepasliarkan di kawasan hutan Kondang Merak, Kabupaten Malang, Jawa Timur.]]>

Malang (Greeners) – Tujuh ekor lutung jawa siap dilepasliarkan di kawasan hutan Kondang Merak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tujuh lutung jawa ini sebelumnya menjalani masa karantina selama enam bulan di pusat rehabilitasi lutung jawa, Javan Langur Center (JLC) di kawasan hutan Coban Talun, Kota Batu.

Tujuh ekor lutung jawa yang akan menjalani masa karantina tersebut terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama keluarga Eman, Mimi, Cici, dan Desi. Sedangkan kelompok kedua, keluarga Gimo, Ulfa dan Luna.

BACA JUGA: Mayoritas Warga Dataran Tinggi Yang Tidak Tahu Lutung Satwa Dilindungi

Project Manager JLC, Iwan Kurniawan, menyatakan, saat ini tinggal melakukan pengecekan kondisi kesehatan lutung jawa sebelum dilepasliarkan akhir bulan nanti. Selama karantina, kata Iwan, semua lutung membentuk kelompok secara alami dan juga selalu rutin diperiksa kesehatannya agar bebas dari penyakit menular seperti TBC dan hepatitis.

“Mereka berasal dari penyitaan petugas BKSDA Jawa Timur dan penyerahan langsung dari warga,” ujar Iwan, Jumat (16/09).

Iwan Kurniawan mengakui perburuan satwa dilindungi seperti lutung jawa masih marak terjadi di Indonesia. Satwa liar ini diburu sejak masih bayi.

BACA JUGA: Penembakan Orangutan Marak, Polri Diminta Perketat Pengawasan Senapan Angin

Hingga September tahun 2016, JLC telah menerima 13 ekor lutung jawa hasil sitaan petugas BKSDA. Selain itu, ada juga hasil penyerahan dari warga. Meski demikian, banyak juga yang mati sebelum diserahkan kepada JLC, baik ketika dalam perjalanan maupun ketika proses penyidikan.

Menurut Iwan, tingginya perburuan lutung jawa ini karena harga jualnya yang tinggi antara Rp 700 ribu hingga Rp 1,7 juta per ekor.

Penulis: HI/G17

]]>
https://www.greeners.co/berita/tujuh-ekor-lutung-jawa-siap-huni-hutan-kondang-merak/feed/ 0
Keluarga Lutung Jawa Asal Inggris akan Bebas https://www.greeners.co/berita/keluarga-lutung-jawa-asal-inggris-akan-bebas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=keluarga-lutung-jawa-asal-inggris-akan-bebas https://www.greeners.co/berita/keluarga-lutung-jawa-asal-inggris-akan-bebas/#respond Wed, 17 Sep 2014 01:00:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5828 Batu (Greeners) – Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa atau Javan Langur Center (JLC) berencana melepasliarkan satu keluarga lutung Jawa yang terdiri dari empat ekor. Dua di antaranya adalah lutung Jawa yang […]]]>

Batu (Greeners) – Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa atau Javan Langur Center (JLC) berencana melepasliarkan satu keluarga lutung Jawa yang terdiri dari empat ekor. Dua di antaranya adalah lutung Jawa yang berasal dari pengembang biakan Taman Satwa Port Lympne dan Kebun Binatang Howletts, Inggris.

Ke empat lutung tersebut adalah Linseed (6,5 tahun) dan Diamond (7), yang mana keduanya berasal dari Inggris. Sedangkan dua lainnya pengembangan karantina bernama Boby (6) dan Rose (6). Saat ini mereka tengah menjalani pemeriksaan kesehatan dari tim medis. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan hepatitis A, B, C, TBC, serta herpes.

“Rencananya akan dilepas akhir Oktober atau awal November, nunggu musim hujan tiba,” kata Project Manager JLC, Iwan Kurniawan, Selasa (16/9/2014).

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan selalu dilakukan sebelum dilepasliarkan ke alam. Hasilnya baru bisa diketahui seminggu kemudian dari pemeriksaan ini apakah mereka benar-benar sehat dan bebas dari segala macam penyakit.

Iwan mengatakan, pembentukan keluarga ini membutuhkan waktu lama sekitar satu tahun lebih. Saat ini, keluarga lutung tersebut sudah solid dan siap dilepas. Jumlah lutung Jawa yang saat ini berada di JLC mencapai 20 ekor.

Empat di antaranya merupakan pendatang baru dari Surabaya dan Banyuwangi. Mereka sudah diberi nama, Samson, Merlin, Atun, dan Juminten. Mereka juga diperiksa kesehatannya sesuai standar yang ditentukan.

Pelepasliaran lutung Jawa di kawasan hutan Coban Talun sudah dilakukan beberapa kali oleh JLC. Sejauh ini, perkembangan mereka di hutan terus dipantau oleh tim JLC. Beberapa bahkan sudah beranak pinak di kawasan hutan Coban Talun dan juga ada yang memisah membentuk keluarga baru.

Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Malang-Batu, Dedi Sudiana mengatakan, populasi lutung Jawa di kawasan hutan Coban Talun memang menurun drastis sejak tahun 2000-an. Lutung Jawa tersebar di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Hutan Lindung Coban Talun, dan hutan di kawasan Cangar. Populasinya menurun lantaran perburuan liar dan jual beli satwa. “Antara tahun 1996 hingga 2000 populasinya masih bagus,” katanya.

Sebelumnya, JLC telah melepasliarkan satu kelompok lutung Jawa pada pertengahan Mei 2014. Kelompok lutung yang terdiri dari lima ekor; empat ekor betina dewasa dan satu ekor betina yang masih berusia satu bulan, sudah menjadi penghuni baru kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo di lereng timur Gunung Biru, Jawa Timur.

Menurut data JLC, survei terakhir tahun 2010 di kawasan hutan di bagian timur Jawa Timur mulai dari Gunung Lawu hingga Taman Nasional Baluran terdapat 2.700 ekor lutung dengan kantong terbesar berada di Merubetiri dengan jumlah sekitar 25 kelompok dengan masing-masing kelompok antara 15 hingga 24 ekor.Sementara di sekitar wilayah JLC sendiri terutama di areal Gunung Pusung Rawung sendiri tersisa 43 ekor. “Itupun dengan kelompok kecil-kecil antara 2 sampai 3 ekor saja,” kata Iwan.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/keluarga-lutung-jawa-asal-inggris-akan-bebas/feed/ 0
Keluarga ‘Wira’ Siap Jadi Penghuni Tahura Raden Soerjo https://www.greeners.co/berita/keluarga-wira-siap-jadi-penghuni-tahura/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=keluarga-wira-siap-jadi-penghuni-tahura https://www.greeners.co/berita/keluarga-wira-siap-jadi-penghuni-tahura/#respond Sat, 03 May 2014 02:00:35 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_news&p=4463 BATU (Greeners) – Satu keluarga lutung jawa yang terdiri atas empat ekor betina dewasa dan satu ekor betina yang masih berusia satu bulan bakal menjadi penghuni baru kawasan Taman Hutan […]]]>

BATU (Greeners) – Satu keluarga lutung jawa yang terdiri atas empat ekor betina dewasa dan satu ekor betina yang masih berusia satu bulan bakal menjadi penghuni baru kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo di lereng timur Gunung Biru, Jawa Timur. Enam ekor lutung ini rencananya akan dilepasliarkan pada pertengahan Mei 2014 oleh tim Javan Langur Center (JLC) atau tempat rehabilitasi lutung jawa sub spesies jawa bagian timur (trachypithecus auratus) di kawasan Coban Talun, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Keluarga lutung ‘Wira’ ini terbentuk sejak 2012 lalu dan dua ekor anggotanya merupakan lutung kiriman dari kebun binatang Inggris. Sedangkan sisanya lutung lokal yang terpisah dari kelompoknya akibat perburuan liar. Wira sendiri merupakan pejantan yang terpisah sendirian. Kini, Wira telah memiliki keluarga dan menghasilkan anak dari induk bernama Mico. “Marlena lahir 31 Maret lalu dan kini sudah berusia satu bulan,” ujar Iwan Kurniawan, Manajer Javan Langur Center, Kamis (1/5/2014).

Saat ini, kata Iwan, JLC telah merehabilitasi 28 lutung jawa bagian timur dan yang siap dilepas adalah kelompoknya Wira yang berjumlah enam ekor. Lokasi pelepasan untuk kelompok Wira telah disiapkan di wilayah Tahura R Soerjo. Sebelumnya, JLC telah melepas 13 ekor lutung jawa di kawasan hutan Perhutani di sekitar Gunung Pusung Rawung. Kelompok Tujul dan Rojali yang dilepas 2012 lalu itu kini menjadi empat kelompok dan sebagian menyatu dengan lutung asli penghuni hutan itu.

Pemantauan lutung yang telah dilepas memang dilakukan secara berkala untuk mengetahui keadaannya. Sejauh ini, dua kelompok yang dilepas dua tahun lalu, kini bertambah dengan adanya bayi lutung dalam kelompok mereka. Untuk kelompok Wira, nanti juga akan dipantau terus secara berkala. Sebab, meski di dalam kandang sosialisasi terlihat menyatu, ketika di alam biasanya ada yang terpisah seperti kelompok Rojali yang terpisah menjadi tiga kelompok karena terpikat dengan pejantan lain. “Rojali kini menjadi sendirian di hutan, padahal pada saat dilepas dan di kandang sosialisasi kelompoknya menyatu, betinanya terpikat dengan pejantan lain,” kata Iwan.

Menurut data JLC, survei terakhir tahun 2010 di kawasan hutan di bagian timur Jawa Timur mulai dari Gunung Lawu hingga Taman Nasional Baluran terdapat 2.700 ekor lutung dengan kantong terbesar berada di Merubetiri. Di Merubetiri ini ada sekitar 25 kelompok dengan masing-masing kelompok antara 15 hingga 24 ekor.

Sementara di sekitar wilayah JLC sendiri terutama di areal Gunung Pusung Rawung sendiri tersisa 43 ekor. Itupun dengan kelompok kecil-kecil antara 2 sampai 3 ekor saja. Perburuan liar menjadi faktor utama kelompok menjadi terpisah-pisah dan populasi menipis. Karenanya, fokus JLC saat ini akan merehabilitasi lutung jawa bagian timur dan melepasnya di hutan wilayah ini baik yang berada di bawah Perhutani maupun Tahura R Soerjo.

Selama tiga tahun terakhir, perburuan liar di sekitar hutan ini sudah mulai menurun paska adanya JLC di wilayah tersebut. Warga yang sebelumnya sering memburu lutung di hutan mulai sadar dan tahu jika perburuan tersebut adalah melanggar undang-undang. Iwan menambahkan, sekitar tahun 1990-an, di hutan kawasan Coban Talun ini memang habitatnya lutung jawa, namun karena banyak perburuan dan pembalakan liar, saat ini hanya tersisa sedikit populasinya.

Salah satu warga desa sekitar hutan, Wagimin, membenarkan jika masyarakat sudah tidak berburu lagi lutung jawa di hutan setelah adanya penangkaran lutung di wilayah itu. Para pelajar di sekitar desa juga sering mengunjungi penangkaran untuk belajar tentang satwa liar terutama lutung jawa sehingga mereka sejak dini diperkenalkan dengan kecintaan terhadap satwa dengan membiarkan hidup di alam liar. “Dulu memang banyak warga yang berburu, sekarang sudah tidak,” katanya.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/keluarga-wira-siap-jadi-penghuni-tahura/feed/ 0
Javan Langur Center Terima Enam Lutung Jawa Kelahiran Inggris https://www.greeners.co/berita/javan-langur-center-terima-enam-lutung-jawa-kelahiran-inggris/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=javan-langur-center-terima-enam-lutung-jawa-kelahiran-inggris https://www.greeners.co/berita/javan-langur-center-terima-enam-lutung-jawa-kelahiran-inggris/#respond Fri, 12 Jul 2013 07:24:39 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3773 Batu (Greeners) – Pusat rehabilitasi Lutung Jawa, Javan Langur Center (JLC) menerima enam ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) hasil pengembangbiakan Taman satwa Port Lympne dan Kebun Binatang Howletts, Inggris, Kamis […]]]>

Batu (Greeners) – Pusat rehabilitasi Lutung Jawa, Javan Langur Center (JLC) menerima enam ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) hasil pengembangbiakan Taman satwa Port Lympne dan Kebun Binatang Howletts, Inggris, Kamis (11/7/2013). Keenam lutung jawa berusia lima tahun lebih ini merupakan anakan dari pasangan Lutung Jawa hasil pertukaran dengan Kebun Binatang Ragunan Jakarta.

Sejak Februari 2013 lalu, keenam ekor Lutung Jawa telah menjalani rehabilitasi dan adaptasi iklim selama lima bulan Pusat Rehabilitasi Primata, Bandung. “Lima ekor betina yakni Tiquila, Linseed, Dwale, Diamond, Tango dan seekor lutung kelamin jantan bernama Adzuki,” kata Project Manager JLC, Iwan Kurniawan, Kamis (11/7/2013) di Batu, Jawa Timur.

Setelah tiba di JLC yang berada di lereng hutan lindung Coban Talun, Kota Batu, keenam lutung kemudian dibagi tiga kelompok berbeda. Tiga kelompok ini dicampur dengan individu lain yang sudah ada terlebih dulu di kandang JLC. Pemisahan ini, kata Iwan, untuk menghindari perkawinan sedarah serta memperbaiki genetika. Sebab, jika disatukan dan terjadi perkawinan sedarah bisa menghasilkan anakan yang cacat.

Meski baru pertama bertemu dengan kelompok lutung yang ada di JLC, proses sosialisasi tidak tidak terjadi penolakan. Masing-masing kelompok saling menerima kedatangan enam ekor lutung baru ini. Proses adaptasi dengan kelompok baru ini bisa membutuhkan waktu antara dua bulan hingga satu tahun, tergantung kesiapan mereka sebelum dilepas di alam.

Keenam lutung jawa yang lahir di Inggris ini, kata Iwan, akan menjalani proses pelatihan terlebih dulu dan disiapkan untuk dilepasliarkan di hutan lindung Coban Talun. Mereka akan dilatih untuk beradaptasi dengan pakan alam seperti dedaunan, serangga, tangai, serta buah-buahan yang tersedia di alam. “Mereka juga dilatih membuat sarang dan beraktivitas di alam bebas,” kata Iwan.

Dengan bertambahnya enam ekor lutung ini, JLC menampung 12 ekor lutung yang terbagi dalam empat kelompok. Dari empat kelompok ini, ada satu kelompok yang dirasa sudah siap untuk dilepas ke hutan. Rencananya akhir tahun 2013 kelompok ini bakal di lepas di hutan lindung Coban Talun.

Sementara itu, Direktur Aspinall Foundation Indonesia Program, Made Wedana, saat berada di JLC mengatakan, program translokasi lutung ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Dari Inggris, Lutung diadaptasikan dulu di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa di Bandung. Di sana, mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan terbebas dari berbagai penyakit menular seperti penyakit Tuberculosis, Hepatitis B, Herpes, dan SRV.

“Di Inggris, Lutung diberikan pakan umbi-umbian dan kacang-kacangan, selama beradaptasi dengan iklim di Indonesia, mereka juga beradaptasi memakan makanan alaminya seperti daun kaliandra dan aneka dedaunan lain,” ujarnya.

Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Malang-Batu, Dedi Sudiana mengungkapkan, Lutung Jawa tersebar di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Hutan Lindung Coban Talun, dan hutan di kawasan Cangar. Antara tahun 1996-2000, kata Dedi, populasinya masih bagus, tapi sekarang menurun drastis akibat perburuan liar dan diperjualbelikan. “Semoga dengan program ini bisa mengembalikan populasi lutung lebih bagus,” katanya. (G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/javan-langur-center-terima-enam-lutung-jawa-kelahiran-inggris/feed/ 0
JLC Lepas 13 Ekor Lutung Jawa di Hutan Coban Talun https://www.greeners.co/berita/jlc-lepas-13-ekor-lutung-jawa-di-hutan-coban-talun/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jlc-lepas-13-ekor-lutung-jawa-di-hutan-coban-talun https://www.greeners.co/berita/jlc-lepas-13-ekor-lutung-jawa-di-hutan-coban-talun/#respond Fri, 14 Sep 2012 04:05:19 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3044 MALANG (Greenersmagz) – Javan Langur Center atau pusat rehabilitasi Lutung Jawa sub spesies jawa bagian timur (trachypithecus auratus) melepas 13 ekor lutung jawa di hutan kawasan Coban Talun, Kota Batu, […]]]>

MALANG (Greenersmagz) – Javan Langur Center atau pusat rehabilitasi Lutung Jawa sub spesies jawa bagian timur (trachypithecus auratus) melepas 13 ekor lutung jawa di hutan kawasan Coban Talun, Kota Batu, Jawa Timur setelah menjalani rehabilitasi sejak tahun 2008 lalu.

Satu per satu lutung di kandang penangkaran dimasukkan ke dalam kotak kayu untuk dipindahkan ke kandang pelepasan di dalam hutan di kawasan Coban Talun. Lutung-lutung tersebut terbagi dalam dua kelompok, masing-masing kelompok enam ekor yang terdiri dari satu pejantan lima ekor betina. Sebelumnya, mereka telah menjalani bongkar pasang kelompok sebelum akhirnya terbentuk sebuah kelompok. “Proses pembentukan kelompok ini yang butuh waktu lama,” kata Manajer Project JLC Iwan Kurniawan, sebelum memindahkan kelompok lutung, Kamis (13/09/2012).

Menurutnya, dua kelompok lutung ini akan dilepas secara seremonial pada hari Sabtu (15/09/2012) lusa. Namun, hari ini dua kelompok lutung ini dipindahkan dulu di kandang pelepasan yang berada di dalam hutan.

Lokasi pelepasan dua kelompok lutung ini, kata Iwan, merupakan hutan primer yang merupakan habitat lutung jawa. Menurutnya, di Jawa Timur, terdapat sekitar 2.500 sampai 3.000 ekor lutung jawa yang terlihat di lapangan. Sayangnya jumlah itu tidak seimbang dengan luasan hutan yang ada karena banyak areal yang dulu merupakan habitat lutung kini beralih fungsi.

Di hutan kawasan Coban Talun ini terdapat 69 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan makan lutung dan hampir 90 persen tumbuhan di hutan itu juga termasuk jenis makanan lutung.  Iwan menambahkan, sekitar tahun 1990-an, di hutan kawasan Coban Talun merupakan habitatnya lutung jawa, namun karena banyak perburuan dan pembalakan liar, saat ini hanya terdeteksi 2 kelompok saja. Itupun tempatnya di dalam hutan paling dalam.

Lokasi pelepasan dua kelompok lutung ini berada di kawasan pinggir hutan dan tidak berdekatan dengan lokasi kelompok lutung di hutan bagian dalam. Tujuannya, untuk memudahkan dalam pengawasan terhadap dua kelompok lutung ini. Sebab, meski sudah dilepas di alam bebas, namun pergerakan mereka tetap dipantau oleh petugas sejauh mana perkembangan mereka di alam.

JLC juga menggandeng pihak masyarakat sekitar hutan agar tidak melakukan perburuan liar di hutan itu serta mengajak mereka untuk turut menjaga kelestarian hutan dan habitat lutung. Petugas Perhutani, Sigit juga berharap agar setelah lutung tersebut dilepas, masyarakat sekitar hutan tidak memburunya. “Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memburu lutung,” katanya. (G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/jlc-lepas-13-ekor-lutung-jawa-di-hutan-coban-talun/feed/ 0