jurnalis - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/jurnalis/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 20 Dec 2022 11:52:41 +0000 id hourly 1 Greeners.co Kembali Raih Penghargaan Jurnalis BRIN 2022 https://www.greeners.co/berita/greeners-co-kembali-raih-penghargaan-jurnalis-brin-2022/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=greeners-co-kembali-raih-penghargaan-jurnalis-brin-2022 https://www.greeners.co/berita/greeners-co-kembali-raih-penghargaan-jurnalis-brin-2022/#respond Tue, 20 Dec 2022 05:54:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=38339 Jakarta (Greeners) – Artikel berjudul “Sentuhan Nuklir Ciptakan “Wajah Baru” Sampah Plastik” karya jurnalis Greeners.co, Ari Supriyanti Rikin meraih penghargaan Jurnalis Media Online Terbaik I dalam ajang Anugerah Jurnalis dan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Artikel berjudul “Sentuhan Nuklir Ciptakan “Wajah Baru” Sampah Plastik” karya jurnalis Greeners.co, Ari Supriyanti Rikin meraih penghargaan Jurnalis Media Online Terbaik I dalam ajang Anugerah Jurnalis dan Media Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) 2022.

Ini merupakan penghargaan kali kedua yang Greeners.co sabet pada dalam ajang serupa tahun 2021 lalu.

Berita yang pernah Greeners.co muat pada 30 November 2022 ini berhasil mengalahkan pesaing lainnya. Di tempat kedua dan ketiga diraih oleh kompas.id dan sainsindonesia.id.

Selain kategori media online, adapula kategori media cetak di Anugerah Jurnalis dan Media BRIN 2022. Koran Kompas, Jawa Pos dan Pikiran Rakyat secara berturut-turut meraih juara 1, 2 dan 3.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengapresiasi para jurnalis yang telah berkolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional.

“Khususnya pada para jurnalis secara pribadi yang selama ini telah membantu kami dalam menyampaikan berbagai informasi tentang program, kegiatan, kelembagaan dan juga capaian BRIN kepada masyarakat umum,” kata dia dalam sambutannya, Senin (19/12).

Sebagai satu-satunya lembaga riset di Indonesia, BRIN memiliki banyak informasi mengenai riset yang bisa masyarakat manfaatkan. Akan tetapi, masih banyak informasi yang belum atau tidak tersampaikan dengan baik pada masyarakat.

“Namun, berkat bantuan para jurnalis, semua informasi yang kami miliki dapat dikemas dengan baik sehingga mudah masyarakat mengerti,” ungkapnya.

Riset NUTEC Plastic BRIN. Foto: BRIN

Riset Teknologi Nuklir BRIN 

Dalam artikel tersebut, jurnalis Greeners.co mengulas tentang terobosan berupa pemanfaatan teknologi nuklir. Teknologi ini untuk mempercepat penanganan dan pengurangan timbulan sampah plastik di Indonesia. Teknologi tersebut adalah Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastics) yang International Atomic Energy Agency (IAEA) luncurkan tahun 2021.

Kepala Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri BRIN Tita Puspitasari mengatakan, teknologi nuklir harapannya bisa berkontribusi untuk mengkonversi single used sampah plastik menjadi produk lain. Produk ini akan memiliki life time lebih panjang sehingga membantu menyelamatkan lingkungan dari cemaran plastik.

“Nuclear Technology for Controlling Plastics Pollution adalah inisiatif IAEA untuk berkontribusi mengatasi masalah sampah plastik global dengan pendekatan recycling sampah plastik di daratan,” katanya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/greeners-co-kembali-raih-penghargaan-jurnalis-brin-2022/feed/ 0
Tim Journalism On Bike Ajak Masyarakat Kurangi Ketergantungan Akan BBM https://www.greeners.co/berita/tim-journalism-bike-ajak-masyarakat-kurangi-ketergantungan-akan-bbm/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tim-journalism-bike-ajak-masyarakat-kurangi-ketergantungan-akan-bbm https://www.greeners.co/berita/tim-journalism-bike-ajak-masyarakat-kurangi-ketergantungan-akan-bbm/#respond Fri, 29 Aug 2014 10:47:07 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5602 Jakarta (Greeners) – Dampak pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh PT Pertamina (Persero) sejak tanggal 18 Agustus 2014 lalu masih terus terasa hingga saat ini. Hal tersebut dapat terlihat […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dampak pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh PT Pertamina (Persero) sejak tanggal 18 Agustus 2014 lalu masih terus terasa hingga saat ini. Hal tersebut dapat terlihat dari antrian panjang di banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai wilayah di Indonesia dan ditutupnya SPBU oleh papan bertuliskan ‘Premium Habis’.

Fenomena antrian panjang dan habisnya persediaan BBM bersubsidi seperti memperlihatkan kita bahwa begitu ketergantungannya masyarakat terhadap BBM bersubsidi. Bahkan saat BBM bersubsidi dikurangi pasokannya, masyarakat masih rela mengantri panjang dan mengeluarkan uang lebih untuk membeli BBM non-subsidi.

Media lingkungan hidup dan gaya hidup ramah lingkungan, Greeners.co yang sedang melakukan aksi reportase dari Jakarta menuju Bali dan melintasi 9 kota menggunakan sepeda dengan nama Journalism On Bike, mengaku telah beberapa kali melihat SPBU yang penuh dengan antrian kendaraan bermotor di beberapa tempat yang mereka lewati.

Foto: greeners.co

Selain melakukan reportase, Journalism On Bike juga turut mengampanyekan penggunaan kembali sepeda sebagai alat transportasi dalam aktivitas sehari-hari. Foto: greeners.co

Pemimpin Redaksi Greeners Syaiful Rochman mengatakan bahwa di beberapa SPBU di daerah Buntu sampai Gombong, Banyumas, terjadi antrian panjang kendaraan bermotor hingga menyebabkan kemacetan di jalan raya.

“Di daerah dalam kota, hampir semua SPBU itu antriannya panjang sekali bahkan hingga Jogja,” ungkap Syaiful dalam pesan singkatnya, Jakarta, Kamis (28/08).

Fenomena ini, menurut Syaiful, menunjukan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, terutama untuk konsumsi kendaraan bermotor. Kondisi terbatasnya pasokan BBM seperti saat ini, lanjutnya, telah membuktikan bahwa Indonesia sudah harus mulai beralih ke sumber energi alternatif.

“Jangan sampai kita terus bergantung 100 persen terhadap BBM,” katanya.

Terkait masalah transportasi, Syaiful juga mengatakan bahwa masyarakat sudah harus mulai memanfaatkan transportasi publik dan menuntut penyediaan yang layak terhadap transportasi publik.

“Sudah saatnya masyarakat kembali ke sepeda khususnya untuk perjalanan dengan jarak di bawah 1 kilometer,” tambahnya.

Senada dengan Syaiful, ahli transportasi internasional, Danang Parikesit juga menyatakan bahwa ketergantungan masyarakat akan BBM sudah semakin besar dan seperti sulit dikontrol. Masyarakat seperti terbuai dengan bahan bakar fosil dan enggan untuk kembali ke moda transportasi tanpa mesin.

Menanggapi aksi Journalism on Bike, Danang mengapresiasi aksi tersebut karena mengajarkan masyarakat untuk kembali bersepeda dan membudayakan hidup sehat dengan bersepeda.

“Untuk transportasi dengan jarak yang dekat, sepeda memang sudah mulai harus dimanfaatkan kembali. Sekarang ini banyak orang yang kemana-mana, bahkan dalam jarak yang dekat saja, menggunakan sepeda motor,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi terakhir pada Kamis malam (28/08), tim Journalism On Bike telah mencapai Yogyakarta dan mulai berkumpul bersama dengan komunitas lingkungan serta komunitas sepeda di sana.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/tim-journalism-bike-ajak-masyarakat-kurangi-ketergantungan-akan-bbm/feed/ 0
Mandikan Gajah, Ajak Jurnalis Sadar Konservasi Satwa https://www.greeners.co/berita/mandikan-gajah-ajak-jurnalis-sadar-konservasi-satwa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mandikan-gajah-ajak-jurnalis-sadar-konservasi-satwa https://www.greeners.co/berita/mandikan-gajah-ajak-jurnalis-sadar-konservasi-satwa/#respond Wed, 22 Feb 2012 03:00:11 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2217 Surabaya (Greeners) – Beberapa jurnalis bergabung dengan sejumlah suporter Persebaya atau Bonek (Bondo Nekat) dan individu lain ramai-ramai memandikan Ilir. Ilir adalah seekor gajah betina berumur sekitar 20 tahun yang […]]]>

Surabaya (Greeners) – Beberapa jurnalis bergabung dengan sejumlah suporter Persebaya atau Bonek (Bondo Nekat) dan individu lain ramai-ramai memandikan Ilir. Ilir adalah seekor gajah betina berumur sekitar 20 tahun yang dipelihara di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Mereka tampak gugup dan ragu lantaran baru pertama kali bersentuhan dengan gajah. Gajah adalah satwa yang punya ingatan kuat yang bakal tetap mengingat siapa yang menyakiti dan siapa yang menyayangi.

Badan Ilir disiram dengan air dan menggosok badannya memakai sabut kelapa. Sabut kelapa dipilih karena merupakan bahan alami yang bisa menghilangkan kutu atau parasit lain di tubuh gajah.

“Keeper” atau pengasuh menyuapi Ilir dengan pisang dan wortel supaya lebih tenang ketika dimandikan oleh orang asing. Sebelum memandikan Ilir, para relawan lebuh dulu membersihkan kandang karena gajah tidak mau mandi kalau kandangnya tidak bersih.

Forum Konservasi Satwa Liar (FOKSI) Jawa Timur yang ikut dalam aksi ini menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat pada konservasi, misalnya saja bagaimana menangani satwa dan pengetahuan tentang karakteristik hewan.

Manager Operasional FOKSI, Indra Harsaputra meminta kepada pers agar menempatkan satwa sebagai subyek konservasi bukan obyek. “FOKSI mengajak pers untuk peduli pada satwa bukan melulu pada lahan KBS. Apapun yang terjadi jangan sampai pemberitaan malah mengorbankan satwa.” tegas Indra.
Siti Nasyah, salah satu Bonita (Bonek Wanita) yang ikut dalam aksi itu mengatakan kalau Bonek tidak sekadar ikut-ikutan. Siti memandang KBS merupakan icon dan kebanggaan warga Surabaya, “Sesama icon kota pahlawan, Bonek ingin ikut peduli dan mendukung konservasi tanpa harus masuk ke dalam lingkaran konflik.”

Sebagai salah satu bukti sadar konservasi, para relawan meminta pengunjung KBS untuk tidak memberi makan pada satwa, karena makanan yang diberikan pengunjung belum tentu sesuai dengan kebutuhan gizi hewan. Bahkan makanan yang diberikan pengunjung bisa berpotensi membunuh satwa. (G13)

]]>
https://www.greeners.co/berita/mandikan-gajah-ajak-jurnalis-sadar-konservasi-satwa/feed/ 0