KAA ke 60 - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kaa-ke-60/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 22 Oct 2015 11:43:58 +0000 id hourly 1 Indonesia, Relawan Penyebar Informasi AAC 2015 https://www.greeners.co/sosok-komunitas/indonesia-relawan-penyebar-informasi-aac-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-relawan-penyebar-informasi-aac-2015 https://www.greeners.co/sosok-komunitas/indonesia-relawan-penyebar-informasi-aac-2015/#respond Fri, 01 May 2015 08:09:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=8782 Bandung (Greeners) – Dibalik kemeriahan Asian African Carnaval yang diadakan sebagai acara sekunder dari Konferensi Asia Afrika ke-60 di Kota Bandung, ada satu tim relawan yang bertugas untuk memberikan informasi […]]]>

Bandung (Greeners) – Dibalik kemeriahan Asian African Carnaval yang diadakan sebagai acara sekunder dari Konferensi Asia Afrika ke-60 di Kota Bandung, ada satu tim relawan yang bertugas untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Mereka adalah relawan “Indonesia”, tim yang dikomandoi Jamalul Malik sebagai Prabu.

Jamalul Malik yang akrab disapa Jamal, kepada Greeners menuturkan bahwa relawan “Indonesia” terdiri dari pelajar, mahasiswa hingga orangtua. “Relawan ‘Indonesia’ jumlahnya kurang lebih ada 1500 orang. Mereka enggak cuma dari Bandung, ada yang dari Jakarta, Surabaya bahkan ada juga yang dari Lombok,” ujar Jamal.

Meskipun tugas utama dari relawan Indonesia sebagai penyebar informasi, relawan ini tidak pernah segan untuk membantu tim lainnya demi menyukseskan acara AAC 2015. “Relawan kami juga ada yang diminta untuk menjadi guide buat delegasi sama wartawan dari luar negri,” ungkapnya.

Selaku Prabu, Jamal sangat berterima kasih kepada seluruh punggawa yang sangat antusias dan bekerja dengan hati senang demi nama baik Bandung dan Indonesia. Jamal berharap, kebersamaan dan kekeluargaan yang terbentuk selama AAC 2015 tetap terjaga di waktu selanjutnya.

“Kedepannya saya harap relawan yang sudah ada tetap dilibatkan di acara yang lainnya, soalnya saya lihat semua relawan yang ada sangat antusias dan sangat ingin bekerja untuk Bandung,” katanya.

Dalam melaksanakan tugasnya, relawan Indonesia aktif di Twitter dengan akun @indoaac2015 untuk menyebar informasi mengenai Asian African Carnaval 2015.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/indonesia-relawan-penyebar-informasi-aac-2015/feed/ 0
Video Mapping Meriahkan Malam Asian African Carnaval https://www.greeners.co/aksi/video-mapping-meriahkan-malam-asian-african-carnaval/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=video-mapping-meriahkan-malam-asian-african-carnaval https://www.greeners.co/aksi/video-mapping-meriahkan-malam-asian-african-carnaval/#respond Sun, 26 Apr 2015 05:39:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8734 Bandung (Greeners) – Sebuah karya dokumenter visual inovatif berbentuk video mapping dengan perpaduan teknologi dan efek visual berdurasi 25 menit dengan judul “1955: The New Asia and Africa” menutup malam […]]]>

Bandung (Greeners) – Sebuah karya dokumenter visual inovatif berbentuk video mapping dengan perpaduan teknologi dan efek visual berdurasi 25 menit dengan judul “1955: The New Asia and Africa” menutup malam puncak Asia Afrika Karnaval Ke-60 di Gedung Merdeka, Kota Bandung.

Visualisasi nilai-nilai sejarah Konferensi Asia Afrika 1955 disajikan dengan cara yang berbeda oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kota Bandung bersama Studio Kreatif Sembilan Matahari dan mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan penampilan video mapping tersebut.

Adi Panuntun, Chief Executive Officer (CEO) Sembilan Matahari mengaku puas dengan respon yang diberikan oleh penonton yang menilai video ini berhasil membawa masyarakat menyaksikan kembali apa yang terjadi di masa Konferensi Asia Afrika pertama kali berlangsung.

“Saya rasa ada rasa haus dari masyarakat akan hiburan dan pendidikan tentang sejarah. Hanya tinggal pengemasannya saja yang dibikin menarik seperti video mapping yang kita lakukan tadi malam,” ungkapnya kepada Greeners, Bandung, Minggu (26/04).

Foto: greeners.co/Rifki Abdul Fahmi

Foto: greeners.co/Rifki Abdul Fahmi

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Kang Atun ini juga mengatakan bahwa museum sebagai sarana pendokumentasian sejarah, kini telah beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tidak lagi hanya terpatok pada catatan sejarah yang tertulis tetapi juga visualisasi dari catatan tersebut. Di sini lah peran teknologi menjadi penting, yaitu sebagai penerjemah catatan-catatan sejarah menjadi rangkaian visualisasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menghibur dan inspiratif.

“Materi sejarah itu sangat penting karena memang yang ditampilkan ini muatannya sejarah. Nah untuk materinya itu banyak kita ambil dari beberapa buku, dari museum Asia Afrika dan juga footage video dari arsip nasional. Inilah yang menjadi tantangan kita karena harus menampilkan materi sejarah dengan pengemasan yang menarik” tambahnya.

Dalam melakukan video mapping “1955: The New Asia and Africa” kali ini, Sembilan Matahari berkolaborasi dengan studio efek visual dan animasi 3D yang didirikan oleh anak-anak muda penggiat industri kreatif, yaitu Anamorphic, Kampung Monster, S/VFX, dan Ayena Studio.

Sebagai informasi, karya video mapping Sembilan Matahari telah dikenal luas sebagai karya yang sarat dengan pesan masyarakat. Sembilan Matahari telah sukses membuat gedung-gedung bersejarah di Indonesia menjadi “hidup” dan “bercerita”. Beberapa diantaranya adalah Museum Fatahillah, Gedung Sate, Museum Batik Pekalongan, dan Museum Nasional.

Sembilan Matahari sendiri adalah studio kreatif lintas disiplin yang berbasis di kota Bandung, dikenal melalui karya-karya yang memadukan teknologi, estetika, dan keunikan teknik penceritaan. Pengakuan publik nasional dan internasional telah diterima oleh Sembilan Matahari sebagai bentuk penghargaan atas karyanya. Seperti Official Selection di Mapping Festival Geneva 2013, 1st winner di Zushi Media Art Festival Jepang 2013, 1st winner di Moscow International Festival Circle of Light 2014, danBronze medal di Citra Pariwara 2014 untuk kategorinon-conventional media dalam merancang kampanye tentang sungai dan pemenang sapta pesona dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota bandung.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/video-mapping-meriahkan-malam-asian-african-carnaval/feed/ 0
LSM Berharap Hasil Konferensi Asia Afrika Bawa Perbaikan Lingkungan Hidup https://www.greeners.co/berita/lsm-berharap-hasil-konferensi-asia-afrika-bawa-perbaikan-lingkungan-hidup/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lsm-berharap-hasil-konferensi-asia-afrika-bawa-perbaikan-lingkungan-hidup https://www.greeners.co/berita/lsm-berharap-hasil-konferensi-asia-afrika-bawa-perbaikan-lingkungan-hidup/#respond Sun, 26 Apr 2015 04:30:12 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8732 Jakarta (Greeners) – Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 telah usai. Ada banyak harapan yang harus segera direalisasikan sesuai dengan rumusan hasil konferensi tersebut, termasuk dengan harapan akan adanya kontribusi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 telah usai. Ada banyak harapan yang harus segera direalisasikan sesuai dengan rumusan hasil konferensi tersebut, termasuk dengan harapan akan adanya kontribusi perbaikan kondisi lingkungan hidup di negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika.

Kurniawan Sabar, pengkampanye nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), menyatakan bahwa kondisi lingkungan hidup di Indonesia tidak jauh berbeda seperti halnya negara-negara di Asia Afrika saat ini. Semuanya sama-sama berada dalam kondisi kritis dan memprihatinkan.

Hal ini, katanya, disebabkan oleh pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan yang telah dimonopoli oleh industri ekstraktif seperti tambang dan perkebunan skala besar yang mengeruk kekayaan alam. Ironisnya, keadaan ini menyebabkan kekayaan SDA hanya dikuasai dan dinikmati oleh segelintir orang saja. Hal tersebut membuat rakyat di Asia dan Afrika semakin menderita karena kehilangan akses hidupnya, kerusakan alam, dan bencana ekologis.

“Melalui KAA ke-60 ini kami menegaskan semangat untuk menghentikan ekspansi dan monopoli industri ekstraktif yang semakin meluas, baik itu di Indonesia pada khususnya dan di Asia-Afrika secara keseluruhan,” jelasnya kepada Greeners, Sabtu (25/04).

Longgena Ginting, Ketua Umum Greenpeace Indonesia pun menyatakan bahwa ada harapan yang cukup tinggi pada hasil Konferensi Asia Afrika terhadap perbaikan kondisi lingkungan hidup. Hanya saja, terangnya, Greenpeace Indonesia melihat semangat penyelenggaraan KAA ke-60 tahun ini lebih menitikberatkan kepada pertumbuhan ekonomi semata.

Menurutnya, tidak ada solidaritas yang kuat sebagai sesama negara selatan dalam menghadapi globalisasi atau perubahan iklim di negara-negara peserta KAA. Apalagi, lanjutnya, ada kekhawatiran masuknya agenda-agenda korporasi yang justru mendapat porsi lebih dibandingkan agenda reformasi, solidaritas, kemiskinan dan lingkungan.

“Ini terlihat menjadi sangat pragmatis. Padahal negara Afrika dan Asia adalah benua dengan masalah perubahan iklim yang cukup berat. Seharusnya agenda ini yang bisa menyatukan KAA,” kata Longgena.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/lsm-berharap-hasil-konferensi-asia-afrika-bawa-perbaikan-lingkungan-hidup/feed/ 0
Puncak Peringatan KAA Usai, Parade Budaya Hibur Warga Bandung https://www.greeners.co/aksi/puncak-peringatan-kaa-usai-parade-budaya-hibur-warga-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=puncak-peringatan-kaa-usai-parade-budaya-hibur-warga-bandung https://www.greeners.co/aksi/puncak-peringatan-kaa-usai-parade-budaya-hibur-warga-bandung/#respond Sun, 26 Apr 2015 02:00:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8724 Bandung (Greeners) – Puncak perayaan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 di Kota Bandung telah usai dengan dilakukannya historical walk menyusuri jalan menuju Gedung Merdeka. Sayang, napak tilas yang dilakukan […]]]>

Bandung (Greeners) – Puncak perayaan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 di Kota Bandung telah usai dengan dilakukannya historical walk menyusuri jalan menuju Gedung Merdeka. Sayang, napak tilas yang dilakukan oleh 22 kepala negara atau pemerintahan itu dilakukan dengan pengamanan ekstra ketat sehingga masyarakat tidak bisa menyaksikan secara langsung meskipun berada di lokasi yang sama.

Untuk menebus semua itu, pihak Museum Asia Afrika dan Pemerintah Kota Bandung memberikan sebuah acara hiburan yang tidak kalah seru dan bisa dinikmati oleh seluruh warga Bandung. Kepala Museum KAA, Thomas Ardian Siregar mengatakan bahwa ada parade Asia-Afrika yang diikuti oleh 400 peserta dari dalam dan luar negeri yang dapat disaksikan oleh masyarakat Bandung pada Sabtu (25/04) pagi. Dalam parade ini, para peserta menampilkan kostum dari daerah masing-masing negara.

“Acara ini dimulai pada pukul 08.00-12.00 WIB. Pesertanya banyak anak sekolah dan sahabat museum yang berparade ke tempat-tempat bersejarah,” jelasnya kepada Greeners saat dihubungi melalui sambungan telepon,” Bandung, Sabtu (25/04).

Foto: greeners.co

Foto: greeners.co

Setelah itu, lanjutnya, pada pukul 13.00-17.00 WIB acara dilanjutkan dengan karnaval kostum dan perkusi dengan rute Bank Bukopin lalu melintasi Asia Afrika, belok ke Cikapundung Barat, Naripan, Braga pendek dan kembali ke Simpang lima. Gelaran akan ditutup pada pukul 19.00-21.00 WIB dengan menampilkan video mapping dari tim Sembilan Matahari di depan Gedung Merdeka.

Video mapping ini berjudul “1955: The New Asia and Africa” dan akan membawa para penonton kembali ke masa Konferensi Asia Afrika pertama 60 tahun yang lalu. Pokoknya, enggak kalah seru kok,” tambahnya.

Sedangkan untuk kenyaman dan keamanan peserta dan penonton, pihaknya akan menyiapkan pagar besi sebagai pembatas antara warga dan peserta parade untuk mengantisipasi agar penonton tidak tercampur dengan peserta.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/puncak-peringatan-kaa-usai-parade-budaya-hibur-warga-bandung/feed/ 0
1.490 Orang Ikuti Bandung Historical Study Games https://www.greeners.co/aksi/1-490-orang-ikuti-bandung-historical-study-games/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=1-490-orang-ikuti-bandung-historical-study-games https://www.greeners.co/aksi/1-490-orang-ikuti-bandung-historical-study-games/#respond Sat, 25 Apr 2015 16:22:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8718 Bandung (Greeners) – Puncak acara Konferensi Asia Afrika ke-60 yang berlangsung tanggal 24 April 2015 kemarin, ditutup dengan kegiatan historical walk atau napak tilas sejarah terjadinya KAA 60 tahun silam oleh […]]]>

Bandung (Greeners) – Puncak acara Konferensi Asia Afrika ke-60 yang berlangsung tanggal 24 April 2015 kemarin, ditutup dengan kegiatan historical walk atau napak tilas sejarah terjadinya KAA 60 tahun silam oleh para pemimpin negara dan delegasi KAA di depan Gedung Merdeka, Bandung. Mengambil semangat yang sama, acara “Bandung Historical Study Games” dilakukan oleh para pelajar dan warga.

Salah satu acara sekunder KAA ini digelar Sabtu (25/04) sejak pagi hingga sore hari, dengan titik kumpul di sekitar Gedung Merdeka. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan dalam bentuk permainan sambil belajar ini diikuti lebih dari seribu orang partisipan dengan usia minimal 15 tahun.

“Jumlah peserta kegiatan ‘Bandung Historical Study Games’ ini mencapai 1.490 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Bandung, banyak juga yang datang dari luar kota,” ujar Heni, Koordinator Lapangan “Bandung Historical Study Games” saat ditemui Greeners di lokasi acara, Sabtu (25/04) pagi.

Peserta "Bandung Historical Study Games" tengah menyusuri Jalan Braga, Bandung. Selain permainan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingat kembali sejarah diadakannya Konferensi Asia Afrika 60 tahun silam. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Peserta “Bandung Historical Study Games” tengah menyusuri Jalan Braga, Bandung. Selain permainan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingat kembali sejarah diadakannya Konferensi Asia Afrika 60 tahun silam. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Dalam kegiatan ini, lanjut Heni, para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas lima orang anggota. Sebelum memulai permainan, peserta diberikan peta rute permainan. Mereka juga diberi kaus berwarna merah untuk dikenakan dan bendera salah satu negara peserta KAA ke-60 untuk dibawa.

“Kegiatan ini seperti ‘Amazing Race’ (sebuah program acara televisi berupa perlombaan memecahkan soal dan mencari petunjuk di berbagai tempat, Red.). Peserta menerima soal dan tugas dari setiap pos yang mereka kunjungi dan pos-pos ini tersebar di tiga area,” ujarnya.

Hani menjelaskan, tiga area tersebut dimulai dari Gedung Merdeka, Gedung Dwi Warna, dan kembali ke Gedung Merdeka. Ia juga menambahkan bahwa rute ini lebih panjang ketimbang pelaksanaan permainan yang sama di KAA sebelumnya.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/aksi/1-490-orang-ikuti-bandung-historical-study-games/feed/ 0
Relawan Pakistan, Jaga Kebersihan KAA di Bandung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/relawan-pakistan-jaga-kebersihan-kaa-di-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=relawan-pakistan-jaga-kebersihan-kaa-di-bandung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/relawan-pakistan-jaga-kebersihan-kaa-di-bandung/#respond Sat, 25 Apr 2015 11:07:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=8716 Bandung (Greeners) – Mendengar kata Pakistan, tentu yang ada di benak kita adalah salah satu negara di Asia Selatan sana. Namun, dalam gelaran peringatan Konferensi Asia-Afrika yang ke-60 di Bandung, […]]]>

Bandung (Greeners) – Mendengar kata Pakistan, tentu yang ada di benak kita adalah salah satu negara di Asia Selatan sana. Namun, dalam gelaran peringatan Konferensi Asia-Afrika yang ke-60 di Bandung, Pakistan merupakan tim relawan yang bertugas mengatasi masalah kebersihan selama acara berlangsung.

Pakistan merupakan kependekan dari pasukan kebersihan dan kesehatan. Dalam menjalankan tugasnya, regu Pakistan identik dengan kaos berwarna hijau dan sarung tangan plastik untuk memungut sampah.

Ari Rizki, Sang Prabu atau koordinator tim Pakistan menyebutkan, bahwa timnya akan senantiasa menjaga kebersihan area acara. Semangat Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang diinisiasi Walikota Bandung, Ridwan Kamil, pun diteruskan oleh tim ini.

“Selama acara kita akan terus mengadakan GPS, selain itu kita juga akan membuat bank sampah, dimana jika ada yang membawa 10 sampah yang masih bisa didaur ulang akan kami tukar dengan 1 buku yang sudah kami siapkan,” ujar Ari saat ditemui Greeners di sela-sela acara Solidarity Day di taman Film Bandung, Selasa (22/04) lalu.

Mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dilakukan pula oleh Pakistan. Tak sedikit warga yang ketahuan membuang sampah sembarangan ditegur langsung oleh anggota Tim Pakistan.

Menurut Ari, semua relawan Pakistan bekerja dengan baik karena mereka melakukannya demi Kota Bandung dan KAA ke-60, acara yang hanya digelar sepuluh tahun sekali ini.
“Kita senang dan bahagia. Selain itu, antusias masyarakat terutama anak-anak kecil sangat tinggi untuk menukarkan sampahnya dengan buku yang ada,” ujarnya.

Sebagai informasi, demi menjaga kebersihan selama acara, tim Pakistan atau pasukan kebersihan dan kesehatan membuat satu Bank Sampah di semua acara pendukung peringatan KAA ke-60. Bank Sampah ini memberikan penghargaan kepada siapa saja yang berhasil mengumpulkan minimal 10 item sampah yang bisa di daur ulang dengan sebuah buku.

Dalam setiap agenda dari kegiatan peringatan KAA, Bank sampah ini menyiapkan beberapa media informasi berupa spanduk dan selebaran. Selain itu, para relawan juga mengedukasi langsung para warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan menukarkan sampah daur ulangnya dengan buku.

“Harapannya, melalui Bank Sampah di event ini, semakin banyak orang yang lebih mencintai lingkungan dengan memilah sampah yang masih bisa didaur ulang agar jumlah sampah yang terbuang ke TPA berkurang,” pungkas Ari.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/relawan-pakistan-jaga-kebersihan-kaa-di-bandung/feed/ 0
Presiden dan Delegasi KAA Lakukan Pelepasliaran Owa Jawa https://www.greeners.co/flora-fauna/presiden-dan-delegasi-kaa-lakukan-pelepasliaran-owa-jawa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=presiden-dan-delegasi-kaa-lakukan-pelepasliaran-owa-jawa https://www.greeners.co/flora-fauna/presiden-dan-delegasi-kaa-lakukan-pelepasliaran-owa-jawa/#respond Sat, 25 Apr 2015 09:25:27 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=8714 Bandung (Greeners) – Bertepatan dengan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya melakukan aksi pelepasliaran Owa Jawa dengan disaksikan […]]]>

Bandung (Greeners) – Bertepatan dengan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya melakukan aksi pelepasliaran Owa Jawa dengan disaksikan oleh beberapa delegasi peserta KAA di Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, pelepasliaran Owa Jawa kali ini dilakukan untuk dua pasang (empat ekor) owa jawa, yaitu pasangan Robin-Moni dan pasangan Moli-Nancy. Menteri KLHK, Siti Nurbaya, menerangkan, kedua pasang owa jawa tersebut telah menjalani proses rehabilitasi selama tujuh sampai sebelas tahun di Javan Gibon Center (JGC), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

“Sebelum dilepasliarkan, mereka ini (Owa Jawa) telah menjalani proses habituasi kurang lebih dua setengah bulan di lokasi pelepasliaran Gunung Puntang,” terangnya, Bandung, Jumat (24/04).

Siti menuturkan, menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia, owa jawa termasuk dalam jenis satwa yang dilindungi dan merupakan salah satu dari 25 satwa prioritas yang menjadi salah satu target startegis KLHK.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Owa Jawa, Noviar Andayani menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk program penyelamatan dan rehabilitasi owa jawa di Indonesia. JGC, lanjutnya, juga baru saja menyambut kelahiran bayi owa jawa betina pada tanggal 9 Februari 2015 lalu.

“Upaya pelepasliaran ini bukan perkara mudah. Oleh sebab itu kemitraan dan dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyelamatkan primata ini dari kepunahan,” tandasnya.

Sebagai informasi, owa jawa atau yang dikenal dengan nama latin Hylobates moloch ini adalah satwa primata endemik pulau Jawa. Sebagian besar populasinya saat ini mendiami hutan-hutan dataran rendah dan tinggi di Jawa bagian barat dan hanya sebagian kecil ditemukan di Jawa bagian tengah.

Survei terakhir pada tahun 2010 mencatat sebanyak 2.140 sampai 5.310 individu owa jawa hidup terisolasi di hutan konservasi dan hutan lindung. Seperti di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Gunung Halimun Salak, Ujung Kulon serta Cagar Alam Gunung Simpang dan Gunung Tilu.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/presiden-dan-delegasi-kaa-lakukan-pelepasliaran-owa-jawa/feed/ 0
Empat Pasar Tradisional di Bandung Tidak Beroperasi Selama KAA https://www.greeners.co/berita/empat-pasar-tradisional-di-bandung-tidak-beroperasi-selama-kaa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=empat-pasar-tradisional-di-bandung-tidak-beroperasi-selama-kaa https://www.greeners.co/berita/empat-pasar-tradisional-di-bandung-tidak-beroperasi-selama-kaa/#comments Sat, 25 Apr 2015 05:47:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8711 Bandung (Greeners) – Penyelenggaraan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Bandung ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap roda perekonomian di sekitar Gedung Merdeka, di mana di sanalah pusat […]]]>

Bandung (Greeners) – Penyelenggaraan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Bandung ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap roda perekonomian di sekitar Gedung Merdeka, di mana di sanalah pusat pertemuan berlangsung.

Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri, menyesalkan bahwa pelaksanaan puncak KAA di Bandung justru memberikan efek negatif terhadap perekonomian rakyat kecil di Kota Kembang tersebut. Menurut IKAPPI, setidaknya ada empat pasar yang dipastikan tidak dapat beroperasi pada Jumat, kemarin.

“Setidaknya ada empat pasar yang tidak dapat beroperasi, yakni Pasar Baru, Perbelanjaan Kota Kembang, Cikapundung, dan Banceuy,” jelasnya kepada Greeners, Bandung, Jumat (24/04).

Pasar tersebut, lanjutnya, tidak boleh beroperasi mulai Kamis hingga Sabtu. Padahal, jumlah transaksi pembelanjaan terbesar ada di Pasar Baru. Di tempat belanja favorit wisatawan tersebut, kurang lebih 6.700 pedagang pasar dan pedagang kaki lima tidak bisa mencari nafkah.

“DPP IKAPPI sangat menyayangkan kebijakan tersebut,” katanya.

Menurut Abdullah, pemerintah semestinya tidak hanya mementingkan satu unsur saja tanpa memikirkan nasib para pedagang yang tidak bisa berjualan. Jika direncanakan dan didesain dengan baik, lanjutnya, pemerintah justru bisa memberikan kesan positif terhadap negara-negara yang hadir bahwa ada kearifan lokal di Indonesia khususnya di bandung melalui pasar tradisional.

Ditengah berlangsungnya konfrensi pemimpin Asia dan Afrika tersebut, lanjutnya, Indonesia selaku tuan rumah seharusnya mampu memperlihatkan sinergi antara keamanan dan laju roda ekonomi kecil, dalam hal ini diwakili olah pedagang pasar tradisional.

“Para pedagang pasar tradisional khususnya Jakarta dan Bandung sangat bangga dengan event internasional itu, apalagi yang hadir adalah tokoh-tokoh negara sahabat Indonesia. Namun, seharusnya pemerintah juga memiliki rasa kemanusiaan yang adil ketika pasar ” dimatikan”. Oleh karena itu IKAPPI meminta pemerintah untuk memberikan kompensasi yang adil sehingga ekonomi keluarga para pedagang tetap bisa ‘hidup’ seperti biasanya,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/empat-pasar-tradisional-di-bandung-tidak-beroperasi-selama-kaa/feed/ 1
Dinas Kebersihan Bandung Siapkan 200 Tempat Sampah untuk KAA https://www.greeners.co/berita/dinas-kebersihan-bandung-siapkan-200-tempat-sampah-untuk-kaa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dinas-kebersihan-bandung-siapkan-200-tempat-sampah-untuk-kaa https://www.greeners.co/berita/dinas-kebersihan-bandung-siapkan-200-tempat-sampah-untuk-kaa/#respond Sat, 25 Apr 2015 03:56:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8708 Bandung (Greeners) – Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung mengaku telah menempatkan lebih dari 200 tempat sampah yang tersebar di Jalan Asia Afrika dan sekitarnya guna mengantisipasi meningkatnya volume sampah selama […]]]>

Bandung (Greeners) – Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung mengaku telah menempatkan lebih dari 200 tempat sampah yang tersebar di Jalan Asia Afrika dan sekitarnya guna mengantisipasi meningkatnya volume sampah selama peringatan Konferensi Asia Afrika Ke-60 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Cece Iskandar menerangkan bahwa yang menjadi titik utama penempatan tempat sampah adalah Jalan Asia Afrika karena di titik itulah konsentrasi massa akan menumpuk.

“Untuk KAA ini sudah ditambah 150 tempat sampah. Di sepanjang jalur jalan Asia Afrika itu saya siapkan 60 tempat sampah untuk pejalan kaki. Sisanya disebar di Jalan Braga, Cikapundung dan sekitarnya,” terang Cece saat dihubungi oleh Greeners melalui sambungan telepon, Bandung, Kamis (23/04).

Sedangkan untuk mobil kebersihan, lanjut Cece, telah disiapkan 8 unit untuk membersihakan sampah di sekitar Jalan Asia Afrika serta ratusan petugas kebersihan yang telah bersiaga di titik-titik yang telah ditentukan.

“Mobil kebersihan ini nantinya akan kami operasikan pada malam hari, karena kalau siang pasti padat,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, saat ini kawasan Jalan Asia Afrika telah menjadi destinasi baru bagi warga Bandung karena penataan wilayah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung. Sejumlah penataan yang dilakukan meliputi pergantian kursi dan lampu bergaya klasik eropa serta pot-pot bunga yang berderet di sepanjang jalan ini. Selain itu, di sekitar jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang berdekatan dengan tempat jamuan makan malam para delegasi di Gedung Pakuan juga dipercantik dengan puluhan payung warna-warni yang digantung menghiasi sepanjang jalan Otista.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/dinas-kebersihan-bandung-siapkan-200-tempat-sampah-untuk-kaa/feed/ 0
Puncak KAA Ke-60, Bandung Lebih Bersih dan Nyaman https://www.greeners.co/berita/puncak-kaa-ke-60-bandung-lebih-bersih-dan-nyaman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=puncak-kaa-ke-60-bandung-lebih-bersih-dan-nyaman https://www.greeners.co/berita/puncak-kaa-ke-60-bandung-lebih-bersih-dan-nyaman/#respond Fri, 24 Apr 2015 10:46:21 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8705 Bandung (Greeners) – Puncak peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Kota Bandung pada Jumat (24/04), membuat sebagian besar wilayah kota Bandung nampak lebih nyaman. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya […]]]>

Bandung (Greeners) – Puncak peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Kota Bandung pada Jumat (24/04), membuat sebagian besar wilayah kota Bandung nampak lebih nyaman. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya instruksi Walikota Bandung yang meliburkan sebagian besar aktifitas warga Kota Bandung.

Dari pantauan Greeners pagi tadi, sekitar pukul 07.00 hingga pukul 09.00, sebagian besar jalan protokol di Kota Bandung nampak lebih lengang dari biasanya. Jalan Soekarno-Hatta, Sindanglaya, Cicaheum dan PPH Mustofa yang biasanya padat oleh kendaraan di pagi hari nampak lancar.

Selain lalu lintas yang lebih lancar dan lenggang, kondisi kota pun jauh lebih bersih. Sampah-sampah yang biasa menggunung di pinggiran jalan tidak ditemukan. Udara pun jauh lebih segar karena tidak ada polusi dari kendaraan yang biasa memenuhi jalanan kota Bandung di pagi hari.

Diliburkannya sekolah dan perkantoran pada perayaan puncak KAA ke-60 di Bandung, warga berolahraga di lapangan Gasibu. Foto: greeners.co/Rifki Abdul Fahmi

Diliburkannya sekolah dan perkantoran pada perayaan puncak KAA ke-60 di Bandung, warga berolahraga di lapangan Gasibu. Foto: greeners.co/Rifki Abdul Fahmi

Lowongnya jalan ini dimanfaatkan sebagian besar warga untuk berolahraga. Lapangan Gasibu yang berlokasi tepat diseberang Gedung Sate terlihat ramai oleh warga yang berolahraga. Selain itu, Jalan Dago yang merupakan rute favorit pesepeda, dipenuhi warga yang bersepeda untuk menikmati segarnya udara dan pemandangan Kota Bandung.

“Mumpung lagi ada libur ya manfaatin aja deh buat olahraga, soalnya langka juga dapet libur kayak begini,” ungkap Ari, salah seorang warga yang tengah berolahraga di Lapangan Gasibu.

Mengenai penanganan sampah, Direktur PD Kebersihan Kota Bandung, Cece Iskandar yang dihubungi melalui telepon, mengatakan, diperkirakan terjadi peningkatan volume sampah karena banyaknya pengunjung yang ingin menyaksikan napak tilas atau historical walk para pemimpin negara dan delegasi peserta Konferensi Asia Afrika ke-60.

“Diperkirakan ada 20 sampai 30 kubik sampah di Jalan Braga karena di sana terjadi penumpukan pengunjung. Mudah-mudahan tempat sampah portabel yang ditempatkan di sana tidak hilang” pungkasnya.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/berita/puncak-kaa-ke-60-bandung-lebih-bersih-dan-nyaman/feed/ 0
Napak Tilas 60 Tahun KAA Hanya Diikuti 22 Kepala Negara https://www.greeners.co/berita/napak-tilas-60-tahun-kaa-hanya-diikuti-22-kepala-negara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=napak-tilas-60-tahun-kaa-hanya-diikuti-22-kepala-negara https://www.greeners.co/berita/napak-tilas-60-tahun-kaa-hanya-diikuti-22-kepala-negara/#respond Fri, 24 Apr 2015 04:48:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8695 Bandung (Greeners) – Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa hanya 22 kepala negara atau perwakilan dari negara Asia dan Afrika yang mengikuti kegiatan napak tilas di Bandung untuk memperingati 60 tahun […]]]>

Bandung (Greeners) – Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa hanya 22 kepala negara atau perwakilan dari negara Asia dan Afrika yang mengikuti kegiatan napak tilas di Bandung untuk memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan bahwa Direktur Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika Kemenlu telah melaporkan bahwa sembilan dari 31 negara atau perwakilannya tidak dapat hadir pada puncak perayaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 di Kota Bandung.

“Jadinya ada 22 karena sembilan kepala negara memutuskan untuk pulang ke negara masing-masing kemarin,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Greeners, Bandung, Jumat (24/04).

Kenny menyebutkan, para kepala negara atau pemerintahan Asia-Afrika yang mengikuti kegiatan di Bandung tersebut, antara lain Raja Swaziland Mswati III, Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Presiden Zimbabwe Robert Gabriel Mugabe, dan Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea Utara Kim Yong Nam, Perdana Menteri (PM) Nepal Sushil Koirala, PM Kamboja Hun Sen, PM Rwanda Anastase Murekezi, PM Malaysia Najib Razak, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Sedangkan kepala negara yang tidak dapat menghadiri Peringatan 60 tahun KAA dan tidak bisa mengikuti kegiatan napak tilas (historical walk), antara lain Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Raja Jordania Abdullah II, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Wakil Presiden Seychelles Danny Faure, Perdana Menteri Palestina Rami Al Hamdallah, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dan delegasi dari negara Vanuatu.

Iring-iringan rombongan kepala negara delegasi KAA ke-60 dan perwakilannya saat melakukan napak tilas di sepanjang jalan Asia Afrika, Bandung. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Iring-iringan rombongan kepala negara delegasi KAA ke-60 dan perwakilannya saat melakukan napak tilas di sepanjang jalan Asia Afrika, Bandung. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sebagai informasi, acara puncak Konferensi Asia Afrika Ke-60 diisi dengan napak tilas atau historical walk. Dalam acara ini, para kepala negara atau perwakilan dan delegasi negara-negara Asia-Afrika akan berjalan kaki dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka melalui Jalan Asia Afrika, Bandung. Selanjutnya, para pemimpin Asia-Afrika itu akan berfoto di depan Gedung Merdeka.

Selain itu akan diadakan juga acara minute of silence (mengheningkan cipta), pembacaan Dasasila Bandung oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan pemberian sambutan oleh Presiden Joko Widodo yang diikuti dengan sambutan dari satu perwakilan Asia, satu perwakilan Afrika, dan perwakilan negara peninjau.

Kemudian, akan ada penandatanganan simbolis “Bandung Message” oleh tuan rumah KAA Ke-60 Indonesia, negara perwakilan Afrika, dan negara perwakilan Asia. Selain itu, akan ada peresmian Monumen Asia-Afrika.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/napak-tilas-60-tahun-kaa-hanya-diikuti-22-kepala-negara/feed/ 0
Pecahkan Rekor, 20.000 Angklung Kumandangkan Pesan Solidaritas https://www.greeners.co/berita/pecahkan-rekor-20-000-angklung-kumandangkan-pesan-solidaritas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pecahkan-rekor-20-000-angklung-kumandangkan-pesan-solidaritas https://www.greeners.co/berita/pecahkan-rekor-20-000-angklung-kumandangkan-pesan-solidaritas/#respond Fri, 24 Apr 2015 03:45:11 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8691 Bandung (Greeners) – Lebih dari 20.000 angklung berkumandang di Stadion Siliwangi, Bandung guna memecahkan rekor dunia memainkan angklung terbanyak. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menerima piagam dari Museum Rekor […]]]>

Bandung (Greeners) – Lebih dari 20.000 angklung berkumandang di Stadion Siliwangi, Bandung guna memecahkan rekor dunia memainkan angklung terbanyak. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menerima piagam dari Museum Rekor Dunia-Indonesia menuturkan aksi ini dilakukan untuk mengingatkan pada dunia bahwa solidaritas adalah kunci dari persatuan, khususnya bagi negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika Ke-60 tahun 2015.

Kepada Greeners, pria yang akrab disapa Emil ini menyatakan, penghargaan pemecahan rekor dunia ini adalah penghargaan untuk solidaritas warga Bandung secara khusus dan masyarakat Jawa Barat secara umum.

“Ini permainan angklung terbanyak sepanjang sejarah. Dua puluh ribu orang pemain menggaungkan pesan perdamaian untuk Asia-Afrika,” katanya, Bandung, Kamis (23/04).

Selain itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya turut menyatakan bangga dengan antusias yang diberikan oleh warga Bandung. Ia pun sempat merasa gemetar melihat begitu besarnya rasa cinta masyarakat Bandung terhadap kotanya.

“Ini sangat membanggakan. Ini membuktikan bahwa angklung ini milik bangsa Indonesia,” jelasnya.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Wakil Direktur Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri), Osmar Semesta, menjelaskan bahwa pemecahan rekor bermain angklung terbanyak ini menembus rekor sebelumnya yang dilakukan di Jakarta dengan 11.000 peserta.

“Penilaian kali ini masuk dalam kategori penilaian terbanyak. Selain itu dimainkan dalam rangka Konferensi Asia Afrika. Semoga pesan solidaritasnya sampai ya ke para delegasi negara,” tambahnya.

Secara rinci Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Bandung, Herlan J.S mengatakan kepada Greeners kalau permainan 20.000 angklung ini dipimpin oleh Group Musik Babendjo dari Saung Angklung Udjo yang sukses mengajak para peserta yang mengikuti Harmony Angklung for The World untuk berjoget bersama.

Sedangkan sebanyak 10.000 dari 20.000 angklung yang digunakan dalam peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika di Stadion Siliwangi, Bandung ini dibuat oleh pengrajin angklung dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

“Setengah dari alat musik tradisional Sunda ini dibuat oleh Mumu Alimudin. Beliau itu perajin Sanggar Angklung Panji Mekar Panyingkiran dari Kampung Nempel, Desa Panyingkiran,Kecamatan Ciamis,” tukasnya.

Sebagai informasi, Harmony Angklung for The World-Angklung for AACC ini merupakan rangkaian perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang digelar untuk pemecahan rekor dunia memainkan angklung dengan jumlah pemain hingga 20.000 orang.

Selama satu jam lebih panitia bersama tim juri dari Muri maupun Guinness World Records melakukan penghitungan jumlah peserta. Sekitar pukul 11.40 WIB, perwakilan dari MURI memastikan jika gelaran di Stadion Siliwangi memecahkan rekor Pagelaran Musik Angklung dengan Pemain Terbanyak. Jumlah yang tercatat mencapai 20.000 peserta dengan memainkan lagi We are The World yang sempat dipopulerkan oleh penyanyi Amerika, Michael Jackson.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pecahkan-rekor-20-000-angklung-kumandangkan-pesan-solidaritas/feed/ 0
Hari Bumi, Isu Privatisasi Air Diharapkan Dibahas di KAA https://www.greeners.co/berita/hari-bumi-isu-privatisasi-air-diharapkan-dibahas-di-kaa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hari-bumi-isu-privatisasi-air-diharapkan-dibahas-di-kaa https://www.greeners.co/berita/hari-bumi-isu-privatisasi-air-diharapkan-dibahas-di-kaa/#respond Thu, 23 Apr 2015 04:00:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8678 Bandung (Greeners) – Keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang sumber daya air merupakan kemenangan besar bangsa Indonesia dalam melawan imperialisme dan penguasaan hak […]]]>

Bandung (Greeners) – Keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang sumber daya air merupakan kemenangan besar bangsa Indonesia dalam melawan imperialisme dan penguasaan hak atas air di bumi Nusantara.

Pada perayaan Hari Bumi 2015 dan bertepatan dengan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) mengungkapkan bahwa kemenangan bangsa ini harus menjadi pijakan untuk memastikan air sebagai hak asasi manusia dan pemerintah harus bisa membangun sistem tata kelola air yang lebih adil dan memihak kepada rakyat.

Taufan Suranto, Ketua Panitia pelaksanaan Hari Bumi “Keep Water Public” yang juga anggota DPKLTS, menyatakan, privatisasi air seharusnya menjadi isu penting dalam pembahasan KAA karena bagi Asia dan Afrika, peristiwa yang terjadi di Indonesia setidaknya bisa menjadi inspirasi dalam melawan penjajahan air oleh korporat.

“Pesan ini patut untuk disebarluaskan ke seluruh dunia termasuk negara peserta Konferensi Asia Afrika,” ujar Taufan saat berbincang ringan dengan Greeners di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Rabu (22/04).

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat pun memiliki pandangan serupa. Menurut Dwi Sawung, perwakilan dari Walhi Jawa Barat, momentum Hari Bumi dan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika Ke-60 di Kota Bandung sudah seharusnya menjadi ruang strategis bagi publik untuk menyuarakan semangat bumi kepada dunia, agar gelora perjuangan bangsa Asia-Afrika khususnya dalam memperjuangkan hak atas air bisa terdengar dan menjadi inspirasi dalam melawan imperialisme pengelolaan sumber daya air.

Sebagai informasi, dalam perayaan Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April di seluruh dunia, Koalisi Masyarakat Bandung atau Bandung People Forum melakukan orasi dan testimoni dari tokoh masyarakat dan warga yang terlibat dengan permasalahan air bersih.

Selain itu, mereka juga menggelar aksi budaya, seperti melukis 200 kendi oleh Rahmat Jabaril dan Gerbong Bawah Tanah, melakukan prosesi kearifan lokal, dan diakhiri dengan arak-arakan Hari Bumi dari hutan kota Babakan Siliwangi menuju kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Balaikota Bandung.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hari-bumi-isu-privatisasi-air-diharapkan-dibahas-di-kaa/feed/ 0
Pemberantasan Illegal Fishing, Afrika Selatan Usulkan Asia Africa Center https://www.greeners.co/berita/pemberantasan-illegal-fishing-afrika-selatan-usulkan-asia-africa-center/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemberantasan-illegal-fishing-afrika-selatan-usulkan-asia-africa-center https://www.greeners.co/berita/pemberantasan-illegal-fishing-afrika-selatan-usulkan-asia-africa-center/#respond Thu, 23 Apr 2015 02:22:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8676 Jakarta (Greeners) – Beberapa negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 menyepakati komitmen pemberantasan illegal fishing. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo melalui keterangan tertulis yang diterima […]]]>

Jakarta (Greeners) – Beberapa negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 menyepakati komitmen pemberantasan illegal fishing. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Greeners pada Rabu (22/04) pagi.

Dalam keterangan tersebut, Indroyono menyatakan kalau Afrika Selatan telah mengusulkan agar segera dilakukan pembentukan Asia Africa Center sebagai bentuk tindak lanjut dari pembicaraan mengenai kelautan yang lebih konkret.

“Selain Afrika Selatan, Madagaskar juga sepakat untuk membangun blue economy dan Thailand akan berkomitmen melalui Memorandum of Understanding (MoU),” jelasnya.

Thailand, lanjutnya, akan menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai landasan penangkapan pelaku pencurian ikan. Selain itu, Thailand juga akan meregistrasi nelayan-nelayan mereka.

“Mereka akan pasang 7.000 VMS (vision monitoring system) sehingga semua tidak ada yang unregisterred atau tak terdaftar,” lanjutnya.

Mengenai blue economy, tambahnya, akan sangat bermanfaat bagi negara pulau kecil yang memiliki zona ekonomi eksklusif (ZEE) besar karena mengedepankan ekonomi kelautan tanpa limbah.

” Singapura sepakat untuk mendorong program kelautan menjadi Sustainable Development Goals (SDG) PBB tapi masih belum disetujui karena forum masih meminta Singapura untuk merinci persetujuan itu,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pemberantasan-illegal-fishing-afrika-selatan-usulkan-asia-africa-center/feed/ 0
Walikota Bandung Tegaskan Tidak Ada Pengaburan Sejarah https://www.greeners.co/berita/walikota-bandung-tegaskan-tidak-ada-pengaburan-sejarah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=walikota-bandung-tegaskan-tidak-ada-pengaburan-sejarah https://www.greeners.co/berita/walikota-bandung-tegaskan-tidak-ada-pengaburan-sejarah/#respond Wed, 22 Apr 2015 08:57:21 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8672 Bandung (Greeners) – Jika pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 silam membawa pesan perlawanan terhadap kolonialisme, maka pada Karnaval Asia Afrika yang berlangsung di Kota Bandung lebih menekankan pada […]]]>

Bandung (Greeners) – Jika pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 silam membawa pesan perlawanan terhadap kolonialisme, maka pada Karnaval Asia Afrika yang berlangsung di Kota Bandung lebih menekankan pada tema solidaritas.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang ditemui di sela-sela acara Solidarity Day di Taman Film, di bawah jembatan Pasupati, mengatakan, ada pesan tersendiri mengapa Karnaval Asia Afrika 2015 ini diadakan dan jauh lebih meriah dibandingkan pelaksanaan KAA pada tahun 2005 lalu.

Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, Bandung pada tahun 1955 menjadi kota yang sangat berpengaruh karena disambangi oleh berbagai kepala negara selama sepuluh tahun sekali.

“Tema KAA Ke-60 kali ini itu solidaritas baru di mana semua negara di Asia-Afrika sudah tidak lagi memerangi kolonialisme. Di sini kita bukan ingin bernostalgia tapi lebih pada menumbuhkan semangat baru, yaitu solidaritas antar negara KAA,” jelasnya kepada Greeners di Taman Pasupati, Bandung, Selasa (21/04) kemarin.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa ada makna yang dalam terhadap dua tokoh utama Konferensi Asia Afrika, yaitu Presiden RI pertama, Soekarno dan mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela yang menjadi penggambaran solidaritas pada Karnaval Asia Afrika Ke-60.

Salah satu banner Konferensi Asia Afrika ke-60 yang memperlihatkan ilustrasi wajah Soekarno dan Nelson Mandela. Foto: greeners.co

Salah satu banner Konferensi Asia Afrika ke-60 yang memperlihatkan ilustrasi wajah Soekarno dan Nelson Mandela. Foto: greeners.co

Menurutnya, kedua tokoh ini sudah sangat dikenal dan diakui oleh siapapun di dunia. Soekarno, lanjutnya, telah menyatukan negara-negara Asia-Afrika melalui KAA pada tahun 1955. Sedangkan Nelson Mandela, terpilih sebagai tokoh baru karena seluruh negara di Afrika mengakui kalau Nelson Mandela menjadi figur yang menyatukan negara mereka.

“Untuk Asia, semua sudah sepakat Soekarno-lah tokohnya. Nah, untuk Afrika, saya sudah tanya ke duta besar-duta besar di negara-negara Afrika dan mereka sepakat Nelson Mandela-lah yang menyatukan mereka,” tuturnya.

Ketika disinggung tentang adanya upaya pengaburan sejarah yang dilakukan oleh penyelenggara KAA ke-60 termasuk Ridwan Kamil di dalamnya, Ridwan Kamil kembali menegaskan bahwa KAA tahun ini bukan peringatan yang ditujukan hanya untuk bernostalgia belaka. Ada yang baru yang harus menjadi pesan solidaritas yang dibawa.

“Ini semangat baru. Nilai-nilai baru. Mereka yang mengatakan bahwa ini pengaburan sejarah berarti tidak bisa membaca nilai-nilai dan semangat baru di negara-negara Asia-Afrika. Lagipula ini aspirasi dari semua negara peserta KAA,” katanya tegas.

Sebagai informasi, sebelumnya ada tudingan bahwa panitia pusat peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika disinyalir cenderung mengaburkan sejarah dari semangat Dasasila Bandung karena memasang foto, poster dan baliho Nelson Mandela. Kemudian, tema yang diangkat dalam peringatan 60 KAA adalah “Selatan-Selatan”.

Tudingan tersebut didasarkan pada tidak adanya keterlibatan Nelson Mandela karena tidak pernah menjadi peserta KAA pada tahun 1955 di Kota Bandung. Bahkan, Ketua Umum Aliansi Nasionalis Indonesia (Anindo), Edwin Henawan Soekowati, mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri RI tengah menyiapkan dokumen politik yang dinamakan Bandung Mission (Misi Bandung) sebagai pengganti Dasasila Bandung yang bahan-bahannya telah disiapkan oleh Universitas Gajah Mada (UGM) melalui “Seminar Bandung Conference and Beyond 2015”.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/walikota-bandung-tegaskan-tidak-ada-pengaburan-sejarah/feed/ 0
Perdana, Asia Africa Smart City Summit Digelar di Bandung https://www.greeners.co/berita/perdana-asia-africa-smart-city-summit-digelar-di-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perdana-asia-africa-smart-city-summit-digelar-di-bandung https://www.greeners.co/berita/perdana-asia-africa-smart-city-summit-digelar-di-bandung/#respond Wed, 22 Apr 2015 07:29:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8669 Bandung (Greeners) – Asia Africa Smart City Summit (AASCS) yang merupakan rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Kota Bandung, hari ini resmi dimulai. Pertemuan tingkat pemerintah kota cerdas […]]]>

Bandung (Greeners) – Asia Africa Smart City Summit (AASCS) yang merupakan rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Kota Bandung, hari ini resmi dimulai. Pertemuan tingkat pemerintah kota cerdas di negara-negara Asia-Afrika yang pertama kali dilaksanakan ini akan dihadiri oleh perwakilan pemerintah tingkat kota, akademisi dan beberapa pelaku industri.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kepada Greeners menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin peringatan KAA ke-60 ini hanya sebatas perayaan saja. KAA kali ini juga harus menjadi momentum bagi Kota Bandung untuk mengembalikan relevansinya dalam peta geopolitik dunia.

“Pertemuan ini akan mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi terkait lingkungan, permukiman, energi, dan transportasi di tiap Kota. Kita (Bandung) yang berjuluk Ibu Kota Asia-Afrika ini bahkan telah memulai proses transformasi menuju kota cerdas dengan adanya Bandung Command Center,” jelasnya usai menghadiri Solidarity Day di Taman Pasupati, Bandung, Selasa (21/04) Kemarin.

Pria yang akrab disapa Emil ini juga mengatakan kalau gagasan dan konsep kota cerdas yang dilakukan Kota Bandung juga dapat diterapkan oleh pemerintah pusat di tingkat nasional dan bahkan menjadi inspirasi bagi kota-kota lainnya di Indonesia.

Sebagai informasi, AASCS 2015 akan dihadiri 449 orang peserta. Di antaranya, 34 wali kota Asia-Afrika serta Perdana Menteri Mesir, Ibrahim Mahlab.

Ada pun wali kota dari luar negeri yang memastikan hadir antara lain, Jacqueline Moustache-Belle (Wali Kota Victoria, Seychelles), Majed JA Abdulfattah (Wali Kota Rawaldi, Palestina), dan George Nyewda (Wali Kota Lusaka, Zambia).

AASCS 2015 juga akan membuka beberapa klaster diskusi yang membahas model kota cerdas, bencana dan lingkungan, pemerintahan cerdas, energi cerdas, model bisnis kota cerdas, transportasi cerdas, generasi muda dan entrepreneur (C-gen), warga dan penduduk cerdas, pembayaran cerdas dan kesehatan cerdas.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/perdana-asia-africa-smart-city-summit-digelar-di-bandung/feed/ 0
Menebar Persatuan Dalam Solidarity Day https://www.greeners.co/berita/menebar-persatuan-dalam-solidarity-day/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menebar-persatuan-dalam-solidarity-day https://www.greeners.co/berita/menebar-persatuan-dalam-solidarity-day/#respond Wed, 22 Apr 2015 06:12:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8667 Bandung (Greeners) – Dalam rangka Konferensi Asia Afrika ke-60 di Jakarta dan Bandung, ada beragam acara dan kegiatan tambahan yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Jakarta dan Bandung. Di Kota Bandung […]]]>

Bandung (Greeners) – Dalam rangka Konferensi Asia Afrika ke-60 di Jakarta dan Bandung, ada beragam acara dan kegiatan tambahan yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Jakarta dan Bandung. Di Kota Bandung sendiri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menggelar Asian African Carnival atau Karnaval Asia Afrika untuk pertama kalinya.

Saat dihubungi oleh Greeners melalui sambungan telepon, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan bahwa selama Konferensi Asia Afrika berlangsung, pihaknya bekerja sama dengan Pemkot Bandung akan melangsungkan karnaval tersebut pada tanggal 21 hingga 27 April 2015. Salah satu acara yang mengisi Karnaval Asia Afrika adalah Hari Solidaritas atau Solidarity Day.

“Dalam rangkaian acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika ini juga ada acara Solidarity Day yang dilaksanakan hari ini di Taman Pasupati. Acara ini dipersembahkan untuk mengenang dua tokoh tenar di benua Asia dan Afrika yaitu Presiden RI pertama, Soekarno dan mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela,” jelasnya, Bandung, Selasa (21/04).

Acara peringatan untuk dua tokoh tersebut, lanjut dia, digelar untuk menyampaikan makna solidaritas sesama negara Asia-Afrika dan untuk memperlihatkan eratnya persatuan negara-negara Asia-Afrika yang tersirat dalam keberagaman seni dan budaya masing-masing negara.

Lebih lanjut, Kenny juga menyampaikan bahwa pada pelaksanaan Solidarity Day ini akan ada pelepasan dua orang biker (pengendara sepeda motor) yang akan melakukan touring dari Paris van Java, Bandung hingga Paris, Perancis.

Mario Iroth, pengendara sepeda motor yang akan melakukan touring dan telah memiliki banyak prestasi ini menargetkan akan melakukan perjalan selama enam bulan dengan melintasi 14 negara dan kembali pada saat Hari Ulang Tahun Kota Bandung ke-205 pada September 2015 mendatang.

Solidarity Day ini momentum kita untuk menyampaikan pada dunia tentang begitu ramah dan solidaritasnya masyarakat Bandung. Itu pesan utama yang ingin kami bawa,” tukasnya.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada para relawan, yang didominasi oleh anak muda, dalam pelaksanaan karnaval tersebut. Ia menganggap keterlibatan kaum muda dalam acara tersebut sebagai bentuk kecintaan mereka kepada Kota Bandung.

“Bandung itu tercipta dari kebahagiaan dan kekompakan, sehingga siapapun yang menjadi relawan tentu akan merasakan kebahagian,” ujarnya dihadapan ratusan relawan di Taman Film Bandung.

Sebagai informasi, Solidarity Day ini juga diikuti oleh berbagai komunitas. Seperti, Komunitas Fotografi Alpharian Bandung, Reptilizer, Komunitas Pecinta Iguana Bandung, Komunitas Reptil Jatinangor, Musang Lovers Bandung, Humanoid Bandung, Distorsi Percusion, Senorita Dancer, dan bazaar truk makanan.

Penulis: Danny Kosasih, RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/berita/menebar-persatuan-dalam-solidarity-day/feed/ 0
Perhelatan KAA, Disbudpar Bandung Targetkan 5.000 Wisatawan https://www.greeners.co/berita/perhelatan-kaa-disbudpar-bandung-targetkan-5-000-wisatawan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perhelatan-kaa-disbudpar-bandung-targetkan-5-000-wisatawan https://www.greeners.co/berita/perhelatan-kaa-disbudpar-bandung-targetkan-5-000-wisatawan/#respond Tue, 21 Apr 2015 10:00:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8648 Bandung (Greeners) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung berharap agar pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 yang juga digelar di Kota Bandung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menjadi salah satu […]]]>

Bandung (Greeners) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung berharap agar pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 yang juga digelar di Kota Bandung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menjadi salah satu cara untuk menjadikan Bandung sebagai kota pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Herlan J.S saat dihubungi oleh Greeners bahkan telah memprediksikan, kota dengan julukan Kota Kembang ini akan dikunjungi oleh sekitar 5.000 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selama KAA berlangsung.

“Prediksi jumlah itu belum termasuk dengan kedatangan 500 rombongan delegasi, ya,” katanya, Bandung, Selasa, (21/04).

Senada dengan Herlan, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari pun mengaku optimis perhelatan KAA akan meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Bahkan Pak Menteri Dalam Negeri sangat optimis sekali kalau Bandung bisa dapat lebih dari 5.000 pengunjung. Yah, targetnya 100.000 domestik dan 2.500 mancanegara lah karena memang acara sampingan yang kita sediakan banyak sekali,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Herlan mengatakan bahwa Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sudah mempersiapkan lima acara besar untuk menarik wisatawan agar datang menyambut peringatan 60 tahun KAA di Bandung, Jawa Barat. Acara tingkat internasional di luar seremonial peringatan KAA tersebut rencananya akan digelar setiap hari, mulai dari tanggal 21 hingga 25 April 2015.

Pertunjukan yang dimaksud antara lain pertunjukan angklung dengan musik bertajuk “Harmony for the World” dihadapan para delegasi KAA dan pertunjukan ini akan mengerahkan 20 ribu orang dari berbagai profesi di Kota Bandung. Selain itu, ada juga Solidarity Day: Tribute to Soekarno & Mandela, Culture Break, Festival of Nations, Photo Exhibition of 1955 Asian African Conference, dan Asian African Parade.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/perhelatan-kaa-disbudpar-bandung-targetkan-5-000-wisatawan/feed/ 0
TMC Polda Metro Rekayasa Pengalihan Arus Jakarta Selama KAA https://www.greeners.co/berita/tmc-polda-metro-rekayasa-pengalihan-arus-jakarta-selama-kaa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tmc-polda-metro-rekayasa-pengalihan-arus-jakarta-selama-kaa https://www.greeners.co/berita/tmc-polda-metro-rekayasa-pengalihan-arus-jakarta-selama-kaa/#respond Tue, 21 Apr 2015 08:39:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8645 Jakarta (Greeners) – Kemacetan lalu lintas akibat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 yang telah berlangsung sejak tanggal 19 April 2015 di Jakarta lalu diprediksi akan lebih terasa pada hari ketiga, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kemacetan lalu lintas akibat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 yang telah berlangsung sejak tanggal 19 April 2015 di Jakarta lalu diprediksi akan lebih terasa pada hari ketiga, Selasa ( 21/04) ini. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama juga menyatakan tidak akan mengikuti kebijakan pemerintah Kota Bandung yang meliburkan sekolah dan berbagai institusi saat KAA ke-60 berlangsung di kota tersebut.

Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya, hari ini hingga tanggal 24 April 2015 mendatang, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa pengalihan jalur kendaraan di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan saat KAA berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC).

“Untuk pengalihan arus kendaraan dari Jalan MT Haryono menuju Jalan Gatot Subroto akan dialihkan ke kiri Jalan Raya Pasar Minggu. Sedangkan arus kendaraan dari Jalan Prof. Dr. Soepomo maupun Pasar Minggu dialihkan ke Jalan MT Haryono dan arus kendaraan dari Jalan Raya Pasar Minggu bisa dialihkan ke Jalan Duren Tiga,” kata Brigadir satu (Briptu) Agus saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Selasa (21/04).

Selanjutnya, untuk arus lalu lintas dari Mampang Prapatan menuju Rasuna Said bisa dialihkan melalui Jalan Duren Tiga, Jalan Mampang Prapatan 7 (Jalan Bangka) atau Jalan Kapten Tendean-Jalan Wolter Monginsidi dan seterusnya. Untuk arus lalu lintas dari Jalan Panglima Polim menuju Jalan Sisingamangaraja akan dialihkan ke Jalan Melawai Raya atau Jalan Sultan Iskandarsyah. Arus lalu lintas yang dari Jalan Gatot Subroto, tambahnya, juga dialihkan menuju Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Sisingamangaraja dan seterusnya.

“Nantinya seluruh kendaraan roda empat akan melewati gardu Tol Senayan,” jelasnya lagi.

Berikut informasi yang berhasil dihimpun oleh Greeners mengenai pengalihan arus di beberapa wilayah lain di Jakarta.

Arus lalu lintas dari Jalan Sisingamangaraja menuju Pintu V Senayan dialihkan ke Semanggi dan seterusnya. Kendaraan dari Semanggi menuju Jalan Gerbang Pemuda dialihkan ke Palmerah/Traffic Light Slipi.

Arus lalu lintas di Bunderan Senayan menuju Pintu I Senayan dimasukan ke jalur lambat di depan Gedung FX, Jalan Asia Afrika dan seterusnya. Sedangkan arus lalu lintas di lampu merah CSW menuju Sudirman dialihkan ke Jalan Trunojoyo dan Jalan Kyai Maja.

Arus lalu lintas di lampu merah Bunderan Senayan dialihkan ke Jalan Hang Tuah, Pakubuwono. Kendaraan dari Slipi menuju Sudirman juga dialihkan menuju perempatan Kuningan di Semanggi Atas.

Kendaraan yang dari Pancoran menuju Sudirman dialihkan ke perempatan Slipi dan arus dari pertigaan Bendungan Hilir (Benhil) diputar balik kembali arah ke Jalan Penjernihan.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/tmc-polda-metro-rekayasa-pengalihan-arus-jakarta-selama-kaa/feed/ 0
Konferensi Asia-Afrika Diharapkan Mampu Mewujudkan Keadilan di Sektor Perikanan https://www.greeners.co/berita/konferensi-asia-afrika-diharapkan-mampu-mewujudkan-keadilan-di-sektor-perikanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=konferensi-asia-afrika-diharapkan-mampu-mewujudkan-keadilan-di-sektor-perikanan https://www.greeners.co/berita/konferensi-asia-afrika-diharapkan-mampu-mewujudkan-keadilan-di-sektor-perikanan/#respond Tue, 21 Apr 2015 07:24:37 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8641 Jakarta (Greeners) – Perhelatan akbar Konferensi Asia Afrika ke-60 yang berlangsung di DKI Jakarta dan Bandung diharapkan benar-benar membawa pengaruh positif dan perubahan yang lebih baik, khususnya bagi perekonomian dan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perhelatan akbar Konferensi Asia Afrika ke-60 yang berlangsung di DKI Jakarta dan Bandung diharapkan benar-benar membawa pengaruh positif dan perubahan yang lebih baik, khususnya bagi perekonomian dan kehidupan sosial bangsa Indonesia. Tidak terkecuali dengan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) pun mendorong agar KAA juga dapat mempererat kerja sama negara-negara di kawasan Asia dan Afrika untuk mewujudkan keadilan global, terlebih dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Ketua Umum KNTI, M. Riza Damanik kepada Greeners menyampaikan bahwa para pemimpin dunia yang terlibat di dalam Konferensi Asia Afrika dituntut untuk memastikan kalau tujuan akhir dari pengelolaan laut adalah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan kepada warga bangsanya.

“Untuk mewujudkan itu berarti kerjasama Selatan-Selatan ini harus berfokus pada percepatan terwujudnya perlindungan dan kesejahteraan bagi keluarga nelayan skala kecil dan tradisional,” katanya, Jakarta, Selasa (21/04).

Selain itu, Riza juga menegaskan bahwa praktik perbudakan di sektor perikanan harus segera diakhiri. Begitu pula dengan pencurian ikan harus diletakkan sebagai musuh bersama dengan menerapkan prinsip ETO (Extra Territorial Obligation).

“Dengan prinsip ETO maka negara asal pelaku pencuri ikan harus juga berperan aktif memberikan hukuman kepada pelaku pencuri ikan sesuai undang-undang yang berlaku di negara asal maupun internasional demi tegaknya keadilan global,” lanjutnya.

Selain Riza, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Abdul Halim menyatakan hal yang serupa. Menurutnya, negara-negara yang menjadi peserta Konferensi Asia Afrika juga memiliki tantangan yang sama dalam sektor perikanan.

Menurut Abdul, begitu minimnya konektivitas dari hulu ke hilir menyebabkan masyarakat pelaku perikanan skala kecil menjadi kurang sejahtera. Ia juga meminta agar pemerintah Indonesia menyatakan ketegasannya untuk memerangi pencurian ikan pada momen KAA.

“Bahkan Pemerintah juga bisa menagih komitmen hitam di atas putih dari negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika ini terkait ketegasan pemerintah Indonesia dalam memerangi pencurian ikan dan perbudakan itu,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/konferensi-asia-afrika-diharapkan-mampu-mewujudkan-keadilan-di-sektor-perikanan/feed/ 0