kafein - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kafein/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 24 Jul 2025 08:50:39 +0000 id hourly 1 Makan Singkong Rebus Bareng Kopi Bisa Berbahaya? Ini Kata Ahli Gizi IPB https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/#respond Thu, 24 Jul 2025 08:50:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47035 Bagi banyak orang Indonesia, singkong rebus sering kali menjadi camilan favorit yang disandingkan dengan secangkir kopi hangat. Kombinasi ini memang terasa nikmat dan menghangatkan suasana. Namun, ada hal penting yang […]]]>

Bagi banyak orang Indonesia, singkong rebus sering kali menjadi camilan favorit yang disandingkan dengan secangkir kopi hangat. Kombinasi ini memang terasa nikmat dan menghangatkan suasana. Namun, ada hal penting yang perlu kamu ketahui terkait dampaknya terhadap kesehatan.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Reisi Nurdiani, memberikan penjelasan ilmiah seputar konsumsi singkong rebus bersama kopi. Menurutnya, kombinasi ini tergolong aman bagi sebagian besar orang sehat, selama konsumsinya masih jumlah yang wajar.

BACA JUGA: Studi: Asap Minyak Goreng Picu Risiko Kanker Paru Wanita

“Tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan kombinasi singkong dan kopi dapat menyebabkan reaksi toksik,” ujar Reisi melansir Berita IPB, Kamis (24/7).

Meski demikian, ada dua hal penting yang perlu kita perhatikan, yaitu potensi gangguan penyerapan zat besi dan pengaruhnya terhadap sistem pencernaan.

Singkong rebus merupakan sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi secara bertahap. Selain itu, singkong juga mengandung serat dan beberapa mineral penting.

Di sisi lain, kopi mengandung kafein yang bersifat stimulan ringan, membantu meningkatkan kewaspadaan, serta kaya akan polifenol. Misalnya, asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan.

Namun, Reisi menekankan bahwa pengolahan singkong harus benar. Sebab, singkong mengandung senyawa linamarin (glikosida sianogenik), yang dapat berubah menjadi sianida jika memasaknya tidak dengan tepat.

“Jika mengolahnya dengan benar, senyawa antigizi tersebut dapat hilang dan singkong menjadi aman untuk kita konsumsi,” tambahnya.

Dari sisi kandungan gizi, 100 gram singkong rebus mengandung sekitar 153 kalori, 36,4 gram karbohidrat, 1,3 gram serat, serta sedikit vitamin C dan vitamin B. Sementara, kopi hitam tanpa gula dan susu hampir tidak mengandung kalori, namun kaya akan kafein dan polifenol.

Meski begitu, Reisi mengingatkan bahwa kandungan kafein dan polifenol dalam kopi bisa menghambat penyerapan zat besi non-heme (zat besi yang berasal dari tumbuhan). Terutama jika mengonsumsinya bersamaan dengan makanan sumber zat besi.

Kombinasi Kopi dan Singkong Rebus Bikin Kembung?

Selain itu, singkong yang tinggi pati dan serat, bila dikombinasikan dengan kopi yang bersifat merangsang saluran cerna, dapat menyebabkan rasa penuh atau kembung. Terutama pada orang dengan sensitivitas lambung.

“Jadi, bagi orang sehat, kombinasi ini aman jika dikonsumsi sesekali dalam jumlah sedang,” tambahnya.

Namun, Reisi tidak menyarankan hal tersebut bagi individu yang sedang mengandalkan asupan zat besi non-heme atau yang memiliki gangguan pada lambung.

Terkait pengaruh kafein terhadap metabolisme, Reisi menjelaskan bahwa kafein dapat meningkatkan pelepasan hormon epinefrin (adrenalin). Hal ini dapat menurunkan sensitivitas insulin sementara. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah naik sedikit lebih tinggi atau turun lebih lambat.

Meski begitu, ia menilai efek ini relatif ringan bagi orang sehat yang tidak memiliki sensitivitas terhadap kafein. “Jika mengonsumsinya dalam jumlah wajar, misalnya 1–2 cangkir kopi per hari tanpa gula berlebih, efeknya pada metabolisme cenderung tidak signifikan,” ucapnya.

Untuk diet yang lebih seimbang, konsumsi singkong rebus dan kopi sebaiknya juga disertai dengan sumber protein atau sayuran. Ia juga mengingatkan agar menghindari gula berlebihan dalam kopi, ketika sedang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti singkong.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/feed/ 0
Kandungan Kafein Tak Hanya Ada dalam Segelas Kopi Lho ! https://www.greeners.co/gaya-hidup/kandungan-kafein-tak-hanya-ada-dalam-segelas-kopi-lho/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kandungan-kafein-tak-hanya-ada-dalam-segelas-kopi-lho https://www.greeners.co/gaya-hidup/kandungan-kafein-tak-hanya-ada-dalam-segelas-kopi-lho/#respond Wed, 30 Nov 2022 04:15:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38125 Banyak orang memanfaatkan kafein untuk meningkatkan energi setiap hari. Bahkan, 85 % populasi di Amerika Serikat memiliki ketergantungan terhadap kafein dalam segelas minuman kopi setiap hari lho! Namun ternyata, kandungan […]]]>

Banyak orang memanfaatkan kafein untuk meningkatkan energi setiap hari. Bahkan, 85 % populasi di Amerika Serikat memiliki ketergantungan terhadap kafein dalam segelas minuman kopi setiap hari lho! Namun ternyata, kandungan kafein tak hanya ada di dalam kopi.

Rupanya kafein merupakan obat perangsang psikoaktif yang mempercepat sistem saraf pusat dan dapat membantu merasa lebih terjaga dan waspada.

Kandungan kafein secara alami terdapat pada biji, daun, dan kacang-kacangan dari beberapa tanaman. Termasuk kakao, biji kopi, biji guarana, hingga daun teh. Namun, ada pula tanaman yang mengandung kafein dengan nutrisi seperti antioksidan. Misalnya, kopi atau espresso, teh, biji cokelat, dan yerba.

Kendati demikian, perhatikan sejumlah hal penting untuk dapat mengambil manfaat positif dari kafein. Salah satunya perhatikan jumlah kadar kafein untuk meningkatkan energi, konsentrasi, dan kinerja atletik.

Beragam Kandungan Kafein 

Rekomendasi konsumsi kafein per hari hanya sekitar 400 miligram. Lebih dari batas itu akan memberikan efek samping seperti kecemasan, sakit kepala, insomnia, palpitasi jantung, dan tekanan darah tinggi.

Berikut beberapa jenis makanan yang mengandung kafein disertai jumlah kandungannya.

1. Cokelat

Cokelat berasal dari biji kakao berkafein alami, sehingga dapat mengandung jumlah kafein yang bervariasi. Persentase kakao dalam jumlah tinggi berbanding lurus dengan kandungan kafein di dalamnya.

Cokelat hitam misalnya lebih berkafein karena kandungan kakao yang lebih tinggi antara 45 % dan 85 % kakao. Sedangkan, cokelat susu memiliki jumlah kafein yang lebih rendah karena umumnya mengandung 10 % hingga 30 % kakao.

2. Kopi Tanpa Kafein

Jangan terkecoh dengan namanya dan bukan berarti nol kafein. Secangkir kopi tanpa kafein seberat 8 ons mungkin mengandung 2 miligram hingga 15 miligram kafein.

Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi, baik kopi tanpa kafein atau berkafein memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2, jika dibandingkan dengan tidak minum kopi apapun.

3. Matcha

Matcha Jepang berasal dari daun tanaman Camellia sinensis, tetapi tersedia dalam bentuk bubuk. Teh hijau seduh lainnya dapat mengandung sekitar 29 miligram kafein per cangkir. Akan tetapi, matcha mengandung sedikit lebih banyak yaitu 19 miligram hingga 44 miligram kafein per gram atau hingga 88 miligram per sendok teh sajian bubuk.

4. Snack Bar

Snack bar memberikan kebutuhan energi dalam tubuh. Ini tak lain berasal dari berbagai bahan di dalamnya seperti buah-buahan kering, kacang-kacangan, dan pemanis lainnya.

5. Es krim

Kebanyakan es krim biasanya mengandung tidak lebih dari lima miligram kafein. Ini karena penambahan susu, krim, dan gula pada es krim mengencerkan sebagian besar bahan berkafein.

Ada sedikit pengecualian di sini, yakni es krim rasa kopi, mocha, atau cokelat cenderung memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Hal ini karena pembuatannya menggunakan kopi dan biji kakao.

6. Kombucha

Kombucha adalah sejenis teh fermentasi yang dibuat dari teh hitam, hijau, dan terkadang teh oolong dan mengandung kafein. Jumlah kafein dalam kombucha seringkali bervariasi berdasarkan cara pembuatan dan merek pembuatnya. Tetapi kafein cenderung menurun selama proses fermentasi. Beberapa kombucha bisa mengandung lima hingga 15 miligram kafein per porsi.

7. Suplemen Olahraga

Suplemen olahraga bertujuan untuk meningkatkan energi saat berolahraga. Beberapa bahan dalam suplemen ini umumnya dapat meliputi kafein, kreatin, dan asam amino.

8. Soda Non-Cola

Soda cola memang berwarna lebih gelap daripada soda non-cola. Namun soda non-cola mengandung kafein. Beberapa soda yang lebih ringan, seperti soda jeruk atau jeruk nipis juga mengandung kafein.

Sebotol cola gelap standar 16,9 ons dapat mengandung sekitar 47 miligram kafein. Sementara soda berwarna lebih terang dapat mengandung sebanyak 78 miligram kafein per botol.

9. Penghilang Rasa Sakit

Beberapa merek obat penghilang rasa sakit yaitu ibuprofen dan aspirin yang dijual bebas mengandung sejumlah kafein.

Selain meningkatkan tingkat energi, kafein juga dapat berperan dalam menghilangkan rasa sakit. Kafein dapat mengurangi aliran darah. Ketika aliran darah dibatasi, ini dapat membantu meringankan rasa sakit di tubuh.

Jumlah kafein dapat berkisar antara 100 miligram dan 150 miligram per dosis dua tablet bergantung pada penggunaan obat pereda nyeri.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber : Health

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kandungan-kafein-tak-hanya-ada-dalam-segelas-kopi-lho/feed/ 0
Kafein Berlebih Picu Insomnia hingga Kerusakan Otot https://www.greeners.co/gaya-hidup/kafein-berlebih-picu-insomnia-hingga-kerusakan-otot/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kafein-berlebih-picu-insomnia-hingga-kerusakan-otot https://www.greeners.co/gaya-hidup/kafein-berlebih-picu-insomnia-hingga-kerusakan-otot/#respond Sun, 16 Jan 2022 04:01:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=35006 Mengonsumsi minuman atau makanan berkafein dalam jumlah yang cukup terbukti memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi zat tersebut dengan dosis di bawah 200 miligram per hari […]]]>

Mengonsumsi minuman atau makanan berkafein dalam jumlah yang cukup terbukti memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi zat tersebut dengan dosis di bawah 200 miligram per hari dapat meningkatkan metabolisme dan kinerja fisik.

Meskipun kaya akan manfaat, kafein dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan lho! Mengonsumsi zat tersebut dalam jumlah yang terlalu banyak dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan, mulai dari insomnia hingga kerusakan otot. Mengerikan, bukan?

Lantas, apa sajakah bahaya yang mengintai di balik mengonsumsi kafein secara berlebihan? Daripada penasaran, yuk simak penjelasan di bawah ini!

1. Konsumsi Kafein Berlebihan Dapat Sebabkan Insomnia

Bukan rahasia lagi jika mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan insomnia atau kesulitan tidur. Dengan mengonsumsi zat tersebut, otak akan melepaskan hormon adrenalin dan tubuh pun akan terasa lebih berenergi. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh sulit merasa rileks atau tenang.

Sebuah studi pada tahun 2001 menunjukkan bahwa kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama kurang lebih lima jam. Maka dari itu, upayakan untuk tidak mengonsumsi minuman yang mengandung zat tersebut setidaknya enam jam sebelum tidur.

2. Kafein Berlebih Picu Terjadinya Gangguan Kecemasan

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi zat kafein berlebih dapat memicu terjadinya gangguan kecemasan dan kegelisahan pada seseorang. Zat tersebut dapat merangsang otak untuk menghasilkan hormon adrenalin dalam jumlah berlebih jika dikonsumsi dengan dosis yang terlampau tinggi.

3. Timbulkan Gangguan Pencernaan

Mengonsumsi kafein dalam dosis yang tinggi rupanya dapat merangsang pergerakan usus secara berlebihan. Penelitian pada tahun 2008 menunjukkan bahwa zat tersebut dapat memicu terjadinya diare dan penyakit asam lambung (GERD) pada beberapa orang.

4. Sebabkan Perubahan Ritme Detak Jantung

Efek stimulasi dari asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Sebuah studi di Italia menemukan bahwa pemuda yang mengonsumsi minuman berkafein tinggi mengalami perubahan ritme detak jantung atau fibrilasi atrium. Kondisi tersebut dapat mengancam nyawa jika terus dibiarkan begitu saja tanpa penanganan.

5. Dapat Merusak Otot

Meskipun jarang terjadi, para peneliti dari Seton Hall University menemukan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah berlebih dapat memicu terjadinya Rhabdomyolysis. Rhabdomyolysis sendiri merupakan kondisi di mana serat otot mengalami kerusakan dan serat tersebut memasuki aliran darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal dan masalah kesehatan lainnya.

Mengonsumsi kafein dalam jumlah yang tidak semestinya juga dapat menyebabkan kelelahan, buang air kecil berlebih, serta hipertensi. Maka dari itu, upayakan untuk tidak mengonsumsi zat tersebut lebih dari 300 miligram sehari.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Healthline

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kafein-berlebih-picu-insomnia-hingga-kerusakan-otot/feed/ 0
Kopi, Si Pahit dengan Beragam Manfaat Kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/kopi-si-pahit-dengan-beragam-manfaat-kesehatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kopi-si-pahit-dengan-beragam-manfaat-kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/kopi-si-pahit-dengan-beragam-manfaat-kesehatan/#respond Wed, 23 Jun 2021 03:02:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33072 Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Minuman berwarna hitam yang satu ini dikenal memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi sehingga dapat menghindari kita dari rasa kantuk. Selain […]]]>

Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Minuman berwarna hitam yang satu ini dikenal memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi sehingga dapat menghindari kita dari rasa kantuk. Selain kaya akan kandungan kafein, minuman yang satu ini juga kaya akan zat antioksidan dan nutrisi bermanfaat lainnya seperti riboflavin, asam pantotenat, serta mangan.

Menurut seorang ahli gizi bernama Kris Gunnars, BSc, kopi rupanya memiliki beragam manfaat bagi kesehatan lho! Dalam situs Healthline, Kris menyatakan bahwa mengonsumsi kopi tanpa gula dalam jumlah yang cukup dapat meningkatkan kinerja otak, menurunkan risiko demensia, hingga mencegah depresi.

Berikut adalah beragam manfaat kopi bagi kesehatan yang harus Sobat Greeners tahu.

1. Kopi Dapat Meningkatkan Kinerja Otak

Sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Life Sciences Vol. 31 No. 24 pada tahun 1982 menunjukkan bahwa kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan kinerja otak. Setelah terserap ke dalam darah, zat kafein akan mengalir ke otak kita. Kafein akan memblokir neurotransmitter penghambat di dalam otak, dan hal tersebut akan menyebabkan efek stimulan. Efek stimulan tersebut dapat menyebabkan terjadinya peningkatan energi, peningkatan ketajaman memori, serta dapat meningkatkan kewaspadaan.

2. Kopi Membantu Proses Pembakaran Lemak

Ingin mengurangi kadar lemak di dalam tubuh dengan mengonsumsi secangkir kopi? Tentu saja bisa! Kafein, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Departemen Nutrisi Universitas London pada tahun 1989, terbukti dapat meningkatkan metabolisme tubuh sebesar 3 hingga 11 persen. Tingginya tingkat metabolisme dapat mengoptimalkan proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Selain itu, studi lain juga menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan pembakaran lemak sebanyak 10 persen pada orang gemuk dan 29 persen pada orang kurus. Meski demikian, ada kemungkinan bahwa proses pembakaran lemak tidak akan terlalu efektif pada peminum kopi jangka panjang.

3. Meningkatkan Performa Fisik

Sebuah studi menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan kadar hormon epinefrin atau adrenalin. Hormon tersebut akan mempersiapkan tubuh kita untuk masuk ke dalam mode fight-or-flight: suatu kondisi di mana tubuh siap untuk melakukan aktivitas fisik dalam intensitas yang tinggi. Mengonsumsi secangkir kopi pahit sekitar setengah jam sebelum berolahraga dipercaya dapat meningkatkan performa fisik sebanyak 11 hingga 12 persen.  

4. Melindungi Kita dari Demensia

Penelitian yang dilakukan oleh Alexandre de Mendonça, seorang ilmuwan dari Laboratorium Neurosains Fakultas Kedokteran Universitas Lisbon, menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko untuk terserang penyakit Alzheimer hingga 65 persen lebih rendah.  Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang paling umum dan penyebab utama dari demensia. Kondisi ini dapat menghancurkan memori dan fungsi mental lainnya, dan biasanya terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun.

5. Bantu Mencegah Depresi

Depresi merupakan gangguan mental serius yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup secara signifikan. Dalam sebuah studi Harvard yang diterbitkan pada tahun 2011, wanita yang minum 4 cangkir kopi atau lebih per hari memiliki risiko 20% lebih rendah untuk mengalami depresi. Selain itu, studi lain pada 208.424 orang menemukan bahwa mereka yang minum 4 cangkir kopi atau lebih per hari memiliki kemungkinan 53% lebih kecil untuk meninggal karena depresi. Meski demikian, penemuan ini masih memerlukan pendalaman studi yang lebih lanjut.

Sobat Greeners, perlu kita ingat bahwa mengonsumsi kafein tidak boleh lebih dari 300 miligram dalam sehari. Dengan kata lain, kita tidak boleh mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebih. Minum kopi secara berlebihan dapat menimbulkan beragam masalah kesehatan, seperti insomnia, peningkatan denyut jantung, hingga GERD. Maka dari itu, nikmatilah kopi dalam jumlah yang wajar.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Healthline

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kopi-si-pahit-dengan-beragam-manfaat-kesehatan/feed/ 0