kajian perikanan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kajian-perikanan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 10 Dec 2018 10:12:36 +0000 id hourly 1 Mengapa Kita (Belum) Cinta Laut? https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengapa-kita-belum-cinta-laut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengapa-kita-belum-cinta-laut https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengapa-kita-belum-cinta-laut/#respond Thu, 06 Dec 2018 08:19:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=21827 Buku “Mengapa Kita (Belum) Cinta Laut?” mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat fenomena sosial, budaya dan tradisi masyarakat pesisir dalam mengelola potensi laut.]]>

Judul: Mengapa Kita (Belum) Cinta Laut?

Penulis: Muhammad Ridwan Alimuddin

Penerbit: Penerbit Ombak (Anggota IKAPI)

Jumlah Halaman: 188 + 16 halaman romawi,
Cetakan pertama, 2004; Cetakan kedua, 2013

 

Tidak ada yang bisa menyanggah keindahan dan potensi laut yang dimiliki Indonesia. Sayang, tingginya permintaan dan kebutuhan manusia terhadap sumber daya laut sering sekali melampaui batas sehingga berdampak pada rusaknya laut.

Buku berjudul “Mengapa Kita (Belum) Cinta Laut?” menceritakan sisi lain dari persoalan laut Indonesia. Melalui buku ini pembaca diajak untuk mengenal fenomena sosial, budaya dan tradisi masyarakat pesisir dalam mengelola potensi laut yang ada. 

Buku yang terdiri dari 188 halaman ini merupakan kumpulan esai dan catatan perjalanan Muhammad Ridwan Alimuddin selama melakukan riset di lapangan. Ridwan adalah seorang penulis, fotografer, peneliti, jurnalis, dan fixer (pembantu jurnalis). Buku ini mengandung otokritik terhadap generasi muda terutama mahasiswa perikanan dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam berbagai persoalan laut dan perikanan di Indonesia.

Menggunakan gaya penulisan populer, Ridwan mengungkapkan dengan runtut berbagai sisi menarik dari kehidupan masyarakat nelayan dan berbagai persoalan yang dihadapi. Seperti bahasan tentang pemboman ikan, ketertarikan kepada pulau-pulau kecil, pembahasan kapal pinisi, perjuangan menjaga pulau terluar Indonesia, keadilan bagi nelayan, dan aspek dinamika sosial-masyarakat pesisir Nusantara lainnya.

“Sebagai esai atau catatan lapangan bentuk itu cocok karena sebagian isi tulisan ini berdasarkan dari hidup di lapangan,” tulis Ridwan dalam kalimat pengantarnya.

Kumpulan esai terbagi atas beberapa bagian. Bagian awal esai menyampaikan hal-hal mengenai kebudayaan bahari, antara lain mitos pelaut dan nelayan, ketegaran hidup nelayan, suku Bajau, keunikan budaya bahari, kepemimpinan dari laut, dan kebiasaan pemberian nama perahu di kalangan nelayan. Bagian kedua dalam buku ini menuliskan ketidakadilan yang dialami oleh komunitas nelayan, mulai dari wanita penjual ikan yang dituduh sebagai penggusur sampai tekanan perjuangan hidup nelayan.

Pada bagian Prolog, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001-2004 Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. turut menyambut baik buku ini. “Kumpulan esai ini merupakan sumbangan yang cukup berharga bagi masyarakat terutama generasi muda untuk lebih dapat mengerti dan memahami kehidupan nelayan, laut, dan kebudayaan bahari,” ungkapnya.

Pengamatan lapangan yang dituangkan oleh penulis dalam buku ini dapat menjadi bahan kajian atau sekadar menambah wawasan pembaca terkait seluk beluk masalah kemaritiman Indonesia, dimana tidak semua pengamat atau peneliti secara spesifik mengkaji isu tersebut. Buku ini juga menjadi masukan bagi pemangku kepentingan (stakeholders), akademisi dan pemerintah untuk memperhatikan permasalahan kemaritiman Indonesia dari aspek sosial dan budaya.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengapa-kita-belum-cinta-laut/feed/ 0
Indonesia Kembali Dukung Ekspedisi Internasional Samudera Hindia ke-2 https://www.greeners.co/berita/indonesia-kembali-dukung-ekspedisi-internasional-samudera-hindia-ke-2/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-kembali-dukung-ekspedisi-internasional-samudera-hindia-ke-2 https://www.greeners.co/berita/indonesia-kembali-dukung-ekspedisi-internasional-samudera-hindia-ke-2/#respond Fri, 26 Jun 2015 09:30:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10008 Jakarta (Greeners) – Menyadari betapa pentingnya Samudera Hindia bagi Indonesia maupun dunia, maka Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Ekspedisi Internasional Samudera Hindia ke-2 atau […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menyadari betapa pentingnya Samudera Hindia bagi Indonesia maupun dunia, maka Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Ekspedisi Internasional Samudera Hindia ke-2 atau International Indian Ocean Expedition (IIOE-2).

“Riset ini akan mulai dilakukan pada Jumat, tanggal 26 Juni 2015. Penelitian dilakukan dengan Kapal Riset Fridjoft Nansen Norwegia yang dioperasikan oleh Badan Pangan Dunia (FAO),” ungkap Menko Maritim Indriyono Soesilo dalam keterangan resminya yang diterima Greeners, Jumat (26/06).

Kapal riset tersebut akan berlayar dari Tanjung Priok melewati Selat Sunda hingga Christmast Island. Perjalanan akan dilakukan selama tiga minggu atau tepatnya 21 hari, dimana perjalanan dimulai pada tanggal 26 Juni 2015 hingga 16 Juli 2015.

Penelitian ini melibatkan 16 orang peneliti dari 12 negara, mulai dari Norwegia, Indonesia, Madagaskar, Spanyol, Belanda, Kenya, Afrika Selatan, Prancis, India, Tanzania, dan Seychelles. Selain terlibat survei awal, Indonesia juga akan melibatkan kapal latih Madidihang-3 dan Kapal Riset Baruna Jaya.

Lebih lanjut, Indroyono menyatakan bahwa ada tiga peneliti dari Indonesia yang akan ikut serta dalam kapal dan bergabung dengan para peneliti internasional lainnya. Mereka adalah Indah Lutfiyati dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Nasirin dan Andria dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ketiga peneliti tersebut dikategorikan sebagai para peneliti muda.

Sebagai informasi, ekspedisi internasional ini akan mempelajari ekosistem laut di Samudera Hindia bagian selatan. Selain itu, tim survei juga akan mengkaji bagaimana Indian Ocean Gyre (sistem besar perputaran arus samudera) dapat memengaruhi ekosistem dan perikanan dunia.

Riset ini merupakan tahapan persiapan dari International Indian Ocean Expedition kedua (IIOE-2) yang akan diluncurkan pada Desember 2015 dan akan berlangsung selama tiga tahun. Sebelumnya, pada tahun 1965 silam, Indonesia juga turut berpartisipasi dengan mengerahkan kapal RI Jalanidhi, salah satu dari 46 kapal riset yang terlibat kala itu.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-kembali-dukung-ekspedisi-internasional-samudera-hindia-ke-2/feed/ 0
Indonesia Akan Miliki Data Jumlah Ikan Nasional Terbaru https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/#respond Fri, 29 May 2015 04:31:41 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9325 Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pada akhir tahun 2015 mendatang, Indonesia akan memiliki data jumlah stok ikan nasional terbaru. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pada akhir tahun 2015 mendatang, Indonesia akan memiliki data jumlah stok ikan nasional terbaru. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP, Achmad Poernomo kepada Greeners memastikan bahwa nantinya data jumlah stok ikan nasional tersebut diprediksi akan lebih banyak dibandingkan pada tahun 2014 lalu yang berjumlah 7,3 ton.

Hal tersebut dikarenakan teknis pengkajian yang dilakukan pada tahun ini akan berbeda dengan tahun lalu yang mana pada tahun 2014, teknis kajiannya per tahun paling banyak dilakukan di 2 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) saja. Namun, kata Achmad, untuk tahun ini teknis kajian akan dilakukan di 11 WPP seluruh Indonesia secara serentak.

Agar penelitian bisa dilaksanakan dengan baik, lanjutnya lagi, KPP menerjunkan lima kapal riset untuk melakukan penelitian kajian stok ikan 2015 di 11 WPP tersebut. Kelima kapal yang digunakan itu adalah Kapal Riset Bawal Putih 3, Kapal Latih dan Riset Madidihang 2, Kapal Riset Baruna Jaya 7, Kapal Riset Baruna Jaya 8, dan Marine Vessel SEAFDEC.

“Dengan kapal-kapal tersebut, tim peneliti dan anak buah kapal (ABK) akan melakukan ekspedisi ke seluruh wilayah perairan Nusantara selama 260 hari layar dan dilakukan dalam dua musim. Yaitu, musim ikan dan musim tidak ada ikan,” jelasnya, Kamis (28/05).

Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Achmad Poernomo memakaikan topi kepada para peneliti dan awak kapal yang akan melakukan pelayaran survei kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Achmad Poernomo memakaikan topi kepada para peneliti dan awak kapal yang akan melakukan pelayaran survei kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Selain itu, Achmad juga menyatakan kalau nantinya tim akan meneliti di setiap titik-titik yang dilewati kapal, termasuk di sekitar laut Cina Selatan yang akan dilewati tim peneliti di Selat Malaka.

Dalam proses tersebut, semua ikan yang ada di permukaan laut akan terdeteksi oleh alat sonar yang terpasang di kapal. Setelah itu akan langsung dicocokkan dengan data ikan yang ada di nelayan dari hasil tangkapan mereka.

“Nah, dari situ kita akan bandingkan dengan hasil penelitian di laut. Jadi akan komprehensif dan bisa dipertanggung jawabkan,” tuturnya lagi.
Terkait anggaran yang akan digunakan, Achmad mengatakan bahwa KKP sendiri telah menganggarkan dana sebesar 44,4 miliar rupiah pada 2015 untuk melakukan pengkajian stok sumber daya ikan di berbagai kawasan penangkapan ikan di Tanah Air guna menjadi basis data pengambilan kebijakan ke depan.

Lebih jauh, ia juga memaparkan, dengan dukungan dana tersebut juga KKP telah meluncurkan Program Kajian Stok Ikan Nasional 2015 yang telah diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 21 Mei lalu. Program itu, ujar dia, akan meningkatkan akurasi potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan secara revolusioner di Indonesia.

“Untuk anggaran kajian stok sumber daya ikan ini telah digelontorkan sebanyak Rp 44,4 miliar yang dimana itu berarti meningkat lebih dari 1.000 persen dibanding 2003 lalu,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/feed/ 0