kampanye fesyen berkelanjutan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kampanye-fesyen-berkelanjutan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 11 Dec 2021 09:01:19 +0000 id hourly 1 KALLA Rona Lahirkan Pakaian Berbahan Dasar Kain Kasa https://www.greeners.co/gaya-hidup/kalla-rona-lahirkan-pakaian-berbahan-dasar-kain-kasa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kalla-rona-lahirkan-pakaian-berbahan-dasar-kain-kasa https://www.greeners.co/gaya-hidup/kalla-rona-lahirkan-pakaian-berbahan-dasar-kain-kasa/#respond Sun, 12 Dec 2021 03:00:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=34641 Jakarta (Greeners) – Sebuah brand fesyen asal Jakarta, KALLA rona menunjukkan komitmennya dalam fesyen berkelanjutan. Brand fesyen yang baru lahir pada 2021 ini menyulap kain kasa menjadi wearable art. KALLA […]]]>

Jakarta (Greeners) – Sebuah brand fesyen asal Jakarta, KALLA rona menunjukkan komitmennya dalam fesyen berkelanjutan. Brand fesyen yang baru lahir pada 2021 ini menyulap kain kasa menjadi wearable art. KALLA rona merupakan brand pakaian wanita. Kata kalla memiliki arti paling cantik dan rona adalah warna.

Bagi kamu penikmat fesyen pasti sangat suka melihat koleksi pertama mereka, yang tidak hanya mengusung konsep ramah lingkungan. KALLA rona juga merancang produk mereka dengan gaya kontemporer yang sedang naik daun belakangan ini.

Founder KALLA rona, Pindo Saraswati mengatakan bahwa inisiasinya terbentuk berdasarkan kekhawatirannya terhadap kondisi bumi saat ini. Ia juga menyayangkan sikap produsen yang hanya mementingkan keuntungan pribadi dari pada keadaan lingkungan yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia.

“Keadaan lingkungan kita tuh semakin memburuk belakangan ini karena banyak limbah mulai dari padat, cair, gas dan lainnya yang merusak lingkungan salah satunya itu penyebabnya karena fast fashion,” kata Pindo kepada Greeners, baru-baru ini.

Dengan itu, ia mendirikan KALLA rona dengan harapan dapat mengurangi dampak limbah yang akan alam terima. Lebih lanjut, KALLA rona juga memiliki misi untuk menjangkau dan mengedukasi anak muda untuk bijak memilih pakaian dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.

”Misi KALLA rona itu untuk menginspirasi generasi muda untuk lebih memperhatikan peduli dan ikut menjaga lingkungan melalui pesan yang disampaikan dalam setiap desainnya,” ungkapnya.

Bahan Kain Kasa Cocok dengan Iklim Indonesia

Sebagai penerapan konsep sustainable fesyen, KALLA rona sangat memperhatikan jenis kain yang akan menjadi bahan pokok untuk produk mereka. Alih-alih menggunakan kain ramah lingkungan yang sudah umum, pilihan Pindo jatuh kepada kain kasa.

Kain kasa biasanya masyarakat gunakan untuk menutup luka agar terhindar dari kontaminasi bakteri. Namun, setelah melakukan riset dan pengembangan, kain kasa tersebut sukses ia jadikan pakaian yang dapat menarik minat konsumen.

“KALLA rona menggunakan bahan material utama yang tidak biasa, itu kain kasa. Jadi kain kasa itu banyak manfaatnya ternyata selain untuk pengobatan luka dan lain-lain, setelah sempat aku coba-coba oh ini bisa nih jadi baju. Jadi kayak awalnya trial and error aja terus kemudian oh ini bisa jadi pakaian,” ucapnya.

Tidak hanya mudah untuk menyerap keringat yang sesuai dengan iklim di Indonesia. Kain kasa juga terbuat dari benang gelatin yang berasal dari ekstrak rumput laut coklat, sehingga kain kasa dapat terurai dengan mudah di tanah. “Karena dia memang bahan organik jadi gampang terurai dan bisa di recycle juga,” tuturnya.

Untuk mengubah kain kasa menjadi pakaian, menurut Pindo hal itu memerlukan waktu yang lama karena terdapat campur tangan alam pada prosesnya. Dalam hal ini, KALLA rona bekerja sama dengan pengrajin di Yogjakarta untuk mengolah kain kasa hingga menjadi kain yang sudah siap untuk dipola.

Gunakan Pewarna Alami dari Tumbuhan

Sesuai dengan arti namanya, yakni warna yang paling cantik, KALLA rona fokus terhadap penggunaan pewarna alami tumbuhan. Karena KALLA rona ingin membuktikan bahwa pewarna tumbuhan tidak kalah cantik dengan pewarna tekstil berbahan kimia.

Warna-warna alami tumbuhan tersebut antara lain secang untuk warna pink dan ungu. Kemudian indigo untuk warna biru, tegeran untuk warna kuning dan orange. Lalu daun jenitri untuk warna hijau, dan tingi yang digunakan untuk warna peach.

Pindo mengungkapkan untuk proses pemberian warna pada kain kasa akan memakan waktu dua hingga tiga minggu pengerjaan. Hal itu bergantung pada alam karena proses pengeringan bergantung pada cuaca dan matahari.

“Setiap warna yang kita keluarin itu di bulan berikutnya mungkin bisa berbeda sedikit. Hal ini karena memang warnanya itu dipengaruhi oleh sinar matahari juga jadi nggak bisa sama 100 %,” jelas Pindo.

Setelah proses pengolahan dan pewarnaan selesai, kain tersebut akan dikirim ke Jakarta dan masuk ke dalam tahap desain serta proses menjahit. Sehingga panjang waktu produksi pakaian KALLA rona secara total yaitu selama kurang lebih satu bulan lamanya. Hal ini juga menjadi faktor pertimbangan Pindo untuk memproduksi satu model hanya sebanyak satu lusin saja. Karena ingin menghindari produk sisa dan sisa kain pada saat proses produksi.

KALLA Rona Ajak Konsumen Jaga Keindahan Laut

Sebagai koleksi perdana, KALLA rona mengeluarkan koleksi bertajuk ”euphoric of the sea”. Rancangan desain ini terinspirasi oleh keindahan laut Indonesia. Terdapat 3 desain produk pada koleksi pertama ini, yakni ombak seamless top, samudera seamless shirt dan tepi laut reversible bralette.

Selain bahan dasar kain, pewarna alami dan desain, KALLA rona juga memakai kemasan yang sudah 100 % terhindar dari plastik sekali pakai. Tag dan greeting card bawaan dari produk KALLA rona juga merupakan plantable paper atau kertas yang sudah memiliki bibit bayam. Sobat Greeners dapat segera menanam dan merawatnya hingga bayam tersebut tumbuh.

“Masalah lingkungan lebih dari sekadar desain untuk kita, dari produksi hingga kemasan. Kami sudah mempertimbangkan dampak terbaik dalam membuat brand kami ramah lingkungan,” tuturnya.

Untuk menyebarkan edukasinya kepada konsumen, KALLA rona mengadakan kampanye dengan tagar #akusuKALLAut. Tagar ini dapat konsumen gunakan dan sebarkan sebagai pengingat bahwa telah berpartisipasi untuk tidak mencemari air ke laut setelah pembelian produk KALLA rona.

“Lewat #akusuKALLAut itu berarti kayak setiap ada yang memakai atau membeli itu udah ikut berpartisipasi untuk peduli sama lingkungan laut dengan tidak mencemari air dengan pewarna tekstil kimia berbahaya,” katanya.

Penulis : Zahra Shafira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kalla-rona-lahirkan-pakaian-berbahan-dasar-kain-kasa/feed/ 0
5 Selebritas Ini Getol Kampanyekan Fesyen Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-selebritas-ini-getol-kampanyekan-fesyen-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-selebritas-ini-getol-kampanyekan-fesyen-berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-selebritas-ini-getol-kampanyekan-fesyen-berkelanjutan/#respond Sun, 30 May 2021 02:00:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=32852 Selebritas merupakan tokoh yang gerak-geriknya sering dijadikan panutan oleh banyak orang. Apa pun yang mereka lakukan dan katakan dapat dengan mudah menginspirasi dan memengaruhi orang-orang di seluruh dunia. Mereka memiliki […]]]>

Selebritas merupakan tokoh yang gerak-geriknya sering dijadikan panutan oleh banyak orang. Apa pun yang mereka lakukan dan katakan dapat dengan mudah menginspirasi dan memengaruhi orang-orang di seluruh dunia. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi panutan yang baik bagi masyarakat luas.

Sadar bahwa segala gerak-gerik mereka dapat memengaruhi banyak orang, beberapa selebritas memanfaatkan ketenaran mereka untuk mengampanyekan beberapa isu penting yang ada di dunia, termasuk isu lingkungan. Saat ini terdapat begitu banyak pesohor dunia yang getol mengajak para penggemarnya untuk semakin terbuka terhadap isu-isu lingkungan. Selain itu, banyak di antara mereka yang aktif mengampanyekan penggunaan produk fesyen berkelanjutan.

Ya, saat ini terdapat begitu banyak selebritas yang menyatakan bahwa mereka merupakan pendukung dari aksi eco-fashion dan fesyen berkelanjutan. Mereka juga rajin mengajak para penggemarnya untuk turut berpartisipasi dalam mendukung fesyen berkelanjutan. Berikut adalah lima selebritas yang aktif dalam mengampanyekan penggunaan produk fesyen berkelanjutan.

1. Emma Watson, Selebritas Sekaligus Aktivis bagi Fesyen Berkelanjutan

“Saya membuat pilihan untuk selalu menggunakan busana berkelanjutan di karpet merah. Industri fesyen merupakan polutan air tawar terbesar kedua di planet ini, dan saya sadar bahwa hal tersebut memiliki dampak yang sangat besar bagi lingkungan dan manusia,” ujar Emma Watson seperti dikutip dari Medium.

Emma Watson sudah sejak lama kita kenal sebagai selebritas yang begitu aktif mengampanyekan sustainable fashion. Ia berkomitmen untuk selalu tampil dengan menggunakan pakaian yang beretika dan berkelanjutan. Untuk mengampanyekan fesyen berkelanjutan dalam skala yang lebih luas, Emma meluncurkan situs bernama “Feel Good Style” yang berisikan informasi mengenai eco-fashion dan sustainable fashion.

2. Pharrell Williams, Selebritas Inovatif Pendiri Bionic Yarn

Penyanyi Pharrell Williams, selain tersohor sebagai penyanyi, juga terkenal karena kerja kerasnya untuk membuat perubahan positif dalam dunia fesyen. Selebritas yang satu ini aktif mengampanyekan fesyen berkelanjutan dengan cara mendirikan Bionic Yarn, sebuah perusahaan fesyen berkelanjutan yang membuat benang dari botol plastik daur ulang. Selain itu, Pharrell juga aktif terlibat dalam pembuatan produk fesyen yang terbuat dari sampah lautan dunia. Melalui fesyen, Pharrell memiliki misi untuk menyelamatkan dunia dari kepungan sampah plastik.

3. Olivia Wilde, Dobrak Stigma Buruk Fesyen Berkelanjutan

Selebritas Hollywood ternama Olivia Wilde merupakan pendukung besar dari gerakan mode berkelanjutan. Ia berhasil mendobrak stigma buruk masyarakat terhadap fesyen berkelanjutan yang lazim dianggap sebagai produk fesyen usang dan tidak berpenampilan menarik.  Untuk membuktikan bahwa profuk fesyen berkelanjutan tidaklah seburuk yang banyak orang-orang kira, Olivia bekerja sama dengan salah satu perusahaan fesyen ternama.  Bersama perusahaan fesyen tersebut, Olivia mengeluarkan koleksi pakaian berkelanjutan yang modis dan menarik.

4. Livia Firth, Pejuang Eco-Fashion yang Tegas

Produser film asal Italia, Livia Firth, merupakan figur publik yang kerap dinobatkan sebagai “Ratu Karpet Hijau”. Ia merupakan salah satu pejuang eco-fashion yang tegas dan “galak” dalam mengajak figur publik lainnya untuk peduli terhadap fesyen berkelanjutan. Livia begitu peduli terhadap fesyen berkelanjutan, maka ia pun menciptakan gerakan “Green Carpet Challenge” pada tahun 2009. Gerakan tersebut mengajak para selebritas untuk menggunakan produk fesyen ramah lingkungan dan berkelanjutan ketika menghadiri acara karpet merah.

5. Will.i.am, Peduli Terhadap Sampah Plastik

Penyanyi dan penulis lagu terkenal Will.i.am selalu berperan aktif dalam mempromosikan pentingnya kegiatan daur ulang sampah plastik. Pada tahun 2012, Will.i.am pernah bekerja sama dengan salah satu perusahaan minuman ternama untuk menciptakan lini pakaian berkelanjutan bernama Ekocycle. Bersama Ekocycle, Will.i.am menciptakan pakaian, koper, dan produk fesyen lainnya yang terbuat dari aluminium tua dan sampah plastik.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Medium

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-selebritas-ini-getol-kampanyekan-fesyen-berkelanjutan/feed/ 0