kantong kresek - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kantong-kresek/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 06 Jul 2023 07:23:15 +0000 id hourly 1 Perluas Pembatasan Plastik Kresek di Pasar Tradisional Peraih Adipura https://www.greeners.co/berita/perluas-pembatasan-plastik-kresek-di-pasar-tradisional-peraih-adipura/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perluas-pembatasan-plastik-kresek-di-pasar-tradisional-peraih-adipura https://www.greeners.co/berita/perluas-pembatasan-plastik-kresek-di-pasar-tradisional-peraih-adipura/#respond Thu, 06 Jul 2023 07:11:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=40675 Jakarta (Greeners) – Pemerintah masih mencari formula yang tepat untuk mendorong pembatasan penggunaan plastik sekali pakai (kresek) di pasar tradisional. Salah satunya menginventarisasi daerah yang meraih Adipura namun belum punya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah masih mencari formula yang tepat untuk mendorong pembatasan penggunaan plastik sekali pakai (kresek) di pasar tradisional. Salah satunya menginventarisasi daerah yang meraih Adipura namun belum punya kebijakan pengurangan itu.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan sejauh ini 103 pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Pembatasan Plastik Sekali Pakai. Sebagian besar jenis plastik yang dikurangi adalah jenis kantong plastik sekali pakai dan penerapannya sebagian besar masih di retail modern.

Tepat 3 Juli lalu, Hari Bebas Kantong Plastik sedunia diperingati. Indonesia menjadi salah satu negara yang telah menerapkan regulasi pembatasan kantong plastik sekali pakai di retail modern dan dalam proses di pasar tradisional.

Pemerintah mengatur pembatasan kantong plastik dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Sejak tahun 2016 pun Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) sudah diuji coba di beberapa gerai retail.

Kemudian, di tahun 2019 Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengumumkan anggotanya akan menjalankan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG). Hal ini dilakukan guna menekan penggunaan plastik di Indonesia.

Masih Temui Kendala

Direktur Pengurangan Sampah Ditjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun  KLHK, Vinda Damayanti mengatakan, saat ini beberapa daerah sudah mulai menerapkan peraturan pembatasan kantong plastik di pasar tradisional.

“Berdasarkan hasil pantauan kami, beberapa daerah juga sudah mulai menerapkan peraturannya di pasar tradisional melalui uji coba seperti di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Bali, Kota Banjarmasin, Kota Bandung dan Kota Bogor,” kata Vinda kepada Greeners baru-baru ini.

Menurut Vinda, ada banyak tantangan dalam penerapan pembatasan kantong plastik di pasar tradisional ini. Pedagang khawatir pembeli enggan berbelanja di tokonya karena harus membawa wadah. Kalaupun ada drop box tas guna ulang belum efektif, karena kresek dianggap lebih praktis.

Beberapa pendekatan pun saat ini telah dicoba seperti membagikan kantong belanja guna ulang kepada pedagang dan pembeli. Kebiasaan ini memang masih sulit para pembeli dan pedagang terapkan. Oleh karena itu perlu edukasi lanjutan yang konsisten kepada masyarakat, pedagang, dan pengelola pasar.

Usai pemakaian, kantong plastik sekali pakai hanya akan timbulkan sampah baru. Foto: Shutterstock

Pembatasan Plastik Kresek di Daerah Peraih Adipura

Tahun ini KLHK akan menggandeng GIDKP untuk mendorong pemerintah daerah lainnya menerbitkan peraturan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Rencana ini juga akan dibarengi dengan monitoring dan evaluasi terhadap pemerintah daerah yang telah menerapkan aturan ini terlebih dahulu.

“Saat ini kami sedang mengindentifikasi pemerintah kota atau kabupaten mana saja yang memperoleh Adipura pada tahun 2022, namun belum menerbitkan peraturan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai,” tambah Vinda.

Sebanyak 150 kabupaten dan kota menerima penghargaan Adipura untuk berbagai kategori di tahun 2022. Sementara itu daerah yang meraih Adipura Kencana yakni Bontang, Jepara, Bitung, Balikpapan dan Surabaya.

Pasar Tebet Barat Bebas Kantong Plastik

Sementara itu di Jakarta, Pasar Tebet Barat menjadi salah satu pelopor pasar tradisional yang bebas dari kantong plastik. Pembatasan kantong plastik yang GIDKP gerakkan di pasar ini telah ada sejak tahun 2019.

Pedagang di Pasar Tebet kini sudah tak lagi menyediakan kantong plastik. Para konsumen yang berbelanja di sini pun wajib membawa kantong dan wadah guna ulang. Bagi konsumen yang tidak membawanya, pengelola pasar pun telah menyediakan dropbox kantong belanja ramah lingkungan.

Bahkan tahun 2022 GIDKP juga menggandeng Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah untuk melakukan sosialisasi pembatasan kantong plastik melalui pendekatan keagamaan.

“Jadi kita menggandeng DKM Pasar Tebet Barat. Kita sinkronisasi agenda yang ada di masjid itu dengan kita untuk sosialisasikan pembatasan kantong plastik tersebut,” kata Anggota Divisi Lingkungan Hidup LLHPB Aisyiyah, Intan Mustikasari.

LLHPB Aisyiyah kini terus mengimbau kepada para warga dekat Pasar Tebet melalui kegiatan keagamaannya tentang pentingnya membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat berbelanja di Pasar Tebet.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/perluas-pembatasan-plastik-kresek-di-pasar-tradisional-peraih-adipura/feed/ 0
Detox Plastik Sekali Pakai Pelaku Usaha Kecil https://www.greeners.co/aksi/detox-plastik-sekali-pakai-pelaku-usaha-kecil/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=detox-plastik-sekali-pakai-pelaku-usaha-kecil https://www.greeners.co/aksi/detox-plastik-sekali-pakai-pelaku-usaha-kecil/#respond Wed, 21 Sep 2022 04:30:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=37397 Jakarta (Greeners) – PlastikDetox menggandeng pelaku usaha kecil untuk aktif mengurangi sampah plastik sekali pakai. Aksi ini bentuk konsistensi satu dekadenya lewat Festival PlastikDetox yang mereka gelar baru-baru ini. Mengusung […]]]>

Jakarta (Greeners) – PlastikDetox menggandeng pelaku usaha kecil untuk aktif mengurangi sampah plastik sekali pakai. Aksi ini bentuk konsistensi satu dekadenya lewat Festival PlastikDetox yang mereka gelar baru-baru ini.

Mengusung tema Dasawarsa Mengawal Asa, gerakan ini menargetkan keterlibatan aktif dari para pelaku usaha kecil yang bernaung di bawah Yayasan Kita untuk Semesta.

Memang festival ini untuk mempertemukan pelaku usaha kecil, masyarakat dan pemerintah terkait best practice pengurangan plastik sekali pakai. Lalu, menginspirasi pelaku usaha kecil dan masyarakat menjalankan usaha minim plastik. Terakhir, merefleksikan gerakan PlastikDetox selama sepuluh tahun mengawal harapan kurangi plastik sekali pakai bersama pelaku usaha kecil.

Dalam festival tersebut, pengunjung dapat menikmati hidangan yang para anggota PlastikDetox sajikan di pop up market minim plastik. Selain itu ada juga pameran edukatif tentang plastik, serta hiburan pantomim dan musik akustik.

“Kami bergerak dalam pengurangan tiga jenis plastik sekali pakai yaitu tas kresek, sedotan plastik, dan kemasan styrofoam sejak tahun 2012. Kami menambahkan satu kriteria air mineral dalam kemasan karena jenis plastik ini paling banyak terdapat di tempat pembuangan sampah dan potensi sampahnya relatif mudah untuk bisa dicegah,” kata Manajer PlastikDetox Luh De Dwi Jayanthi.

Langkah ini sekaligus mendukung Peraturan Gubernur Bali No 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Pengurangan Plastik Sekali Pakai.

Kumpulkan Plastik Sekali Pakai Setara 4 Karung Beras

Co-Founder PlastikDetox Anna Sutanto menambahkan, hingga saat ini telah ada sebanyak 44 anggota bisnis kecil yang tersebar di Bali, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Bandar Lampung terlibat dalam aksi ini.

“Pencapaian kita sekarang adalah berkat perjuangan dan pengorbanan banyak individu dan organisasi yang sudah berjuang sejak lama. Kami mengukur pencegahan sampah plastik sekali pakai yang telah dilakukan oleh anggota PlastikDetox,” imbuhnya.

Baru-baru ini pun PlastikDetox melakukan survei pada 32 anggotanya atau 73 % jumlah anggota PlastikDetox per April 2022. Hasilnya para anggota PlastikDetox telah berhasil mencegah 15.176 buah kantong kresek. Nilainya setara dengan berat 4 karung beras ukuran 25 kilogram.

Data tersebut mereka gunakan sebagai dasar untuk menghitung jumlah peningkatan pencegahan sampah plastik di tahun-tahun mendatang.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/detox-plastik-sekali-pakai-pelaku-usaha-kecil/feed/ 0