karya lukis - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/karya-lukis/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 02 Feb 2015 11:17:46 +0000 id hourly 1 Ketika Alam Semesta Bertahan Hidup https://www.greeners.co/ide-inovasi/ketika-alam-semesta-bertahan-hidup/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ketika-alam-semesta-bertahan-hidup https://www.greeners.co/ide-inovasi/ketika-alam-semesta-bertahan-hidup/#respond Mon, 02 Feb 2015 11:17:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=7234 “Earth provides enough to satisfy every man’s needs, but not every man’s greed” – Mahatma Gandhi. Alam memberikan sumber untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, seperti kutipan dari Mahatma Gandhi di […]]]>

Earth provides enough to satisfy every man’s needs, but not every man’s greed” – Mahatma Gandhi.

Alam memberikan sumber untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, seperti kutipan dari Mahatma Gandhi di atas, manusia seperti tak ada cukupnya. Pepohonan ditebang habis, areal persawahan berganti muka menjadi daerah pemukiman, pabrik-pabrik memenuhi ruang hijau, dan ribuan kendaraan terjual dalam satu tahun seperti gorengan panas di musim hujan. Manusia memenuhi bumi dengan polusi.

Alam semesta tidak tinggal diam. Banjir, tanah longsor, angin ribut dan beberapa bencana lainnya seperti tanda semesta bersuara bahwa mereka sedang protes. Mereka sesungguhnya tidak tinggal diam.

Peristiwa manusia versus alam inilah yang tampil dalam pameran lukisan The Surviving Landscape yang digelar di Galeri McKinley West di Amerika. Dalam pameran tersebut, seniman asal North Carolina bernama Michelle Podgorski terinspirasi dengan pemandangan sungai South Fork. Sungai tersebut merupakan salah satu sungai dengan tingkat pencemaran tertinggi di Amerika Serikat.

Podgorski menjelaskan tentang karyanya, seperti yang dikutip dari laman arts4nevada.org, “Dapat dipastikan bahwa manusia lah penyebab kerusakan di bumi ini, namun bukan kerusakannya yang ingin saya tonjolkan di sini. Saya ingin memperlihatkan bagaimana perjuangan sebuah tanaman untuk bertahan hidup dari gempuran polusi akibat ulah manusia.”

Seniman yang lulus dari Universitas Hartford jurusan Seni ini memiliki karya dengan tema yang unik. Ia menampilkan lingkaran alam antara kehidupan dan kematian, kemampuan adaptasi dan kemampuan untuk bertahan terus menerus secara alami. Podgorski memasukkan bentuk fisik dari komponen alam ke dalam karya lukis cat airnya, misalnya daun atau ranting yang berjatuhan.

The Surviving Landscape telah dipamerkan di banyak galeri, diantaranya The Green Street Arts Center di Universitas Wesleyan, Connecticut hingga di The Page-Walker Art and History Center di Cary, North Carolina. Tahun 2015 ini, Podgorski akan menjadi pelukis tamu di Wilderness Workshop, sebuah lembaga non-profit yang mendukung pentingnya alam liar bagi kehidupan manusia.

(G15)

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/ketika-alam-semesta-bertahan-hidup/feed/ 0
Indahnya Rupa Mikroskopik Dalam Kanvas https://www.greeners.co/ide-inovasi/indahnya-rupa-mikroskopik-dalam-kanvas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indahnya-rupa-mikroskopik-dalam-kanvas https://www.greeners.co/ide-inovasi/indahnya-rupa-mikroskopik-dalam-kanvas/#respond Wed, 10 Dec 2014 12:40:48 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=6704 (Greeners) – Tidak banyak orang yang menaruh perhatian terhadap rupa hewan mikroskopik, kecuali mungkin ilmuwan biologi. Namun seniman Robert Steven Connett berhasil memadukan rupa mikroba dan imajinasinya dalam kanvas. Hasilnya, […]]]>

(Greeners) – Tidak banyak orang yang menaruh perhatian terhadap rupa hewan mikroskopik, kecuali mungkin ilmuwan biologi. Namun seniman Robert Steven Connett berhasil memadukan rupa mikroba dan imajinasinya dalam kanvas. Hasilnya, berpuluh karya lukis yang mengagumkan.

Robert yang berdomisili di Los Angeles, California, Amerika Serikat, telah membuat puluhan karya lukis yang menyertakan rupa mikroba. Dalam laman situs Ecology, Robert mengaku sudah mengagumi bentuk kehidupan yang sangat kecil sejak ia sadar bahwa dirinya adalah bagian dari banyak kehidupan.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa ia pun terjerat dalam jaring konsumerisme yang menuai malapetaka bagi ekologi bumi. Namun, ia berusaha untuk memberikan pengaruh positif sebisa mungkin dengan mencoba menjaga “jejak ekologi” yang ia timbulkan sekecil mungkin. Kekagumannya terhadap makhluk hidup inilah yang menjadi inspirasi bagi Robert untuk melukis.

I hope my work inspires people. I hope my paintings spark the imagination.” (Saya berharap karya saya dapat menginspirasi orang lain. Saya berharap lukisan saya memicu imajinasi)

Robert mengatakan bahwa banyak tempat yang ia sukai dulu, kini telah hilang. Itu sebabnya ia menciptakan dunianya sendiri dimana ia dapat menemukan harmoni yang pernah ia rasakan kala kanak-kanak. “Karya seni saya adalah cara saya untuk mengenang cinta yang bersih dan dunia yang murni yang pernah saya bayangkan,” ujarnya.

Selain hewan mikroskopik, berbagai bentuk makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan, turut dilukis Robert dalam detail yang rumit. Karya pria yang pernah bercita-cita menjadi ahli serangga (entomologist) ini dapat dilihat di grotesque.com

(G08)

*Pemuatan gambar sudah mendapat izin tertulis dari Robert Steven Connett

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/indahnya-rupa-mikroskopik-dalam-kanvas/feed/ 0