karya seni daur ulang - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/karya-seni-daur-ulang/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 24 Mar 2017 12:58:32 +0000 id hourly 1 Karya Instalasi Botol Plastik Tandai Kampung Seniman Chiang Mai https://www.greeners.co/ide-inovasi/karya-instalasi-botol-plastik-tandai-kampung-seniman-chiang-mai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=karya-instalasi-botol-plastik-tandai-kampung-seniman-chiang-mai https://www.greeners.co/ide-inovasi/karya-instalasi-botol-plastik-tandai-kampung-seniman-chiang-mai/#respond Fri, 24 Mar 2017 12:56:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=16428 Sampah plastik telah menjadi masalah besar di kota Chiang Mai yang indah. Namun kota di Thailand tersebut telah menemukan solusinya dengan menjadikan sampah plastik menjadi karya seni.]]>

Sampah plastik telah menjadi masalah besar di kota Chiang Mai yang indah. Namun kota di Thailand tersebut telah menemukan solusi baru untuk mengatasinya dengan bantuan satu tim perancang yang mencari cara kreatif untuk memanfaatkan sampah plastik tersebut. Hasilnya adalah sebuah karya instalasi rancangan Vinn Patararin dan Fahpav.

Patararin dan Fahpav menggabungkan rancangan tangan dengan pemodelan tiga dimensi untuk menciptakan karya bernama Self-Ornamentalize. Karya ini dibuat dari 850 botol plastik yang didaur ulang dan sekarang dipajang sebagai bagian dari Compeung, sebuah program residensi untuk seniman yang diselenggarakan di Doi Saket, sebuah wilayah di kota Chiang Mai.

karya instalasi

Foto: Vinn Patararin via Inhabitat.com

Tim yang berasal dari multidisiplin ini membangun karya tersebut setelah menemukan bahwa semakin hari karya kerajinan tangan lokal dan penggunaan bahan alami semakin berkurang seiring dengan modernisasi yang terjadi di kampung-kampung.

Semakin bertambahnya jumlah plastik meyakinkan anggota tim bahwa material lokal saat ini adalah plastik, sehingga mereka memilih botol plastik bekas sebagai bahan utama untuk karya ini.

karya instalasi

Foto: Vinn Patararin via Inhabitat.com

Botol-botol plastik bekas itu dihancurkan dengan tangan sehingga menciptakan tekstur yang mirip kain. Dengan bantuan pemodelan tiga dimensi di komputer, mereka merancang bentuk lengkung yang berukuran 9×4 meter.

Karya ini dipasang di jalur pejalan kaki di tengah sebuah danau besar untuk memastikan banyak orang yang melihat karya tersebut. Self-Ornamentalize kini menjadi penanda utama di kampung tersebut.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/karya-instalasi-botol-plastik-tandai-kampung-seniman-chiang-mai/feed/ 0
Benda Seni Berharga Ribuan Dolar dari Dop Roda Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/benda-seni-berharga-ribuan-dolar-dop-roda-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=benda-seni-berharga-ribuan-dolar-dop-roda-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/benda-seni-berharga-ribuan-dolar-dop-roda-bekas/#respond Wed, 29 Jun 2016 10:40:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=14125 Bagi kebanyakan orang, dop roda penutup samping ban pada kendaraan tidaklah berharga. Namun untuk Ptolemy Elrington justru sebaliknya. Benda dari logam ini memiliki banyak potensi.]]>

Bagi kebanyakan orang, dop roda penutup samping ban pada kendaraan tidaklah berharga. Namun untuk Ptolemy Elrington justru sebaliknya. Benda dari logam ini memiliki banyak potensi.

Seniman asal Inggris ini mengumpulkan dop roda bekas yang dia temukan. Ia juga mencari bahan-bahan lainnya dan mengubahnya menjadi karya seni yang mengagumkan. Seniman yang bermukim di Brighton ini hanya menggunakan dop roda yang dia temukan di pinggir jalan atau yang orang berikan kepadanya. Dia kemudian memasangkan dop roda ini dengan bahan-bahan lain seperti kabel dan rongsokan lainnya.

Berbagai karya Elrington dari bahan dop roda ini diberi nama Hubcap Creatures. Semua materialnya diambil dari bahan bekas, lengkap dengan cacat-cacat pemakaian yang biasa dijumpai pada penutup roda tersebut.

"HubCat" karya Ptolemy Elrington. Patung kucing dari dop roda bekas ini memiliki tingi 90 sentimeter. Foto: Hubcap Creatures/inhabitat.com

“HubCat” karya Ptolemy Elrington. Patung kucing dari dop roda bekas ini memiliki tingi 90 sentimeter. Foto: Hubcap Creatures/inhabitat.com

Meski berasal dari bahan “murahan”, karya seni dari barang bekas ini bernilai ratusan bahkan hingga ribuan dolar. Dop roda tersebut diubah Elrington menjadi berbagai macam makhluk mulai dari naga, ikan barakuda sampai ke serigala dan burung elang.

Ptolemy Elrington memulai karya-karya dari dop roda bekas sejak 15 tahun lalu dan bekerja purnawaktu menghasilkan karya-karya sejenis yang dipesan oleh perorangan maupun perusahaan. Karya-karyanya mempunyai ukuran yang beravariasi dan menggunakan dop roda bekas antara 10 sampai 200 buah untuk setiap karya. Selain dop roda, bahan lain yang dia kerjakan saat ini adalah kereta dorong untuk belanja.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/benda-seni-berharga-ribuan-dolar-dop-roda-bekas/feed/ 0
Warna-Warni Kandang Burung dari Kayu Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/warna-warni-kandang-burung-dari-kayu-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=warna-warni-kandang-burung-dari-kayu-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/warna-warni-kandang-burung-dari-kayu-bekas/#respond Wed, 06 Apr 2016 12:25:30 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=13387 Seniman Thomas Dambo menyediakan tempat bagi burung-burung sehingga mereka menempati kembali berbagai daerah di perkotaan.]]>

Seniman Thomas Dambo menyediakan tempat bagi burung-burung sehingga mereka menempati kembali berbagai daerah di perkotaan. Dengan membuat kandang burung dari kayu-kayu bekas, dia menciptakan rumah untuk burung-burung tersebut. Tukang kayu yang beralih profesi menjadi seniman ini berharap kotak-kotak kayu berwarna cerah ciptaannya tersebut akan mengundang burung untuk kembali ke kota dan berkembang biak.

Seniman asal Denmark ini tadinya mengembangkan bisnisnya di sekitar Kopenhagen. Proyeknya yang bertajuk Happy City Birds berupa kandang burung yang indah dan fungsional dan terpasang di banyak hotel dan perpustakaan umum. Proyek perpustakaan Hvalso bahkan mengikutsertakan anak-anak di sekitar lokasi tersebut untuk ikut mewarnai sendiri rumah burung tersebut yang kemudian dipasang di fasad bangunan yang menyerupai pohon.

Thomas Dambo membuat kandang burung dari kayu bekas untuk melestarikan burung-burung di daerah urban. Foto: Thomas Dambo/inhabitat.com

Thomas Dambo membuat kandang burung dari kayu bekas untuk melestarikan burung-burung di daerah urban. Foto: Thomas Dambo/inhabitat.com

Thomas menggunakan kayu bekas pakai untuk membuat rumah burung ini. Biasanya kayu tersebut berasal dari lokasi konstruksi yang biasanya membuang kayu bekas.

Saat ini Thomas sudah membuat 3000 kandang burung. Beberapa hasil kreasinya bahkan dibentuk seperti beberapa spesies burung. Ia berkata bahwa proyeknya mengingatkan akan pentingnya menyisakan ruang untuk burung di perkotaan.

Rumah burung yang dicetuskan Thomas Dambo dalam proyek bertajuk "Happy City Birds" sudah terpasang di banyak hotel dan perpustakaan umum. Foto: Thomas Dambo/inhabitat.com

Rumah burung yang dicetuskan Thomas Dambo dalam proyek bertajuk “Happy City Birds” sudah terpasang di banyak hotel dan perpustakaan umum. Foto: Thomas Dambo/inhabitat.com

Thomas melaporkan bahwa beberapa keluarga burung sudah mulai memakai kandang buatannya dan saat ini dia hanya membuat kandang burung di lokasi yang jauh dari jalanan yang padat agar burung-burung tersebut tertarik untuk tinggal di kandangnya.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/warna-warni-kandang-burung-dari-kayu-bekas/feed/ 0
Cincin Cahaya Mengapung di Trafalgar Square https://www.greeners.co/ide-inovasi/cincin-cahaya-mengapung-di-trafalgar-square/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cincin-cahaya-mengapung-di-trafalgar-square https://www.greeners.co/ide-inovasi/cincin-cahaya-mengapung-di-trafalgar-square/#respond Fri, 18 Mar 2016 07:14:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=13217 Tampak cincin cahaya melingkari kolam air mancur di Trafalgar Square di London terlihat sangat indah. Jika mengamatinya lebih dekat maka akan terlihat bahwa cahaya berpendar dari cincin tersebut berasal dari ribuan plastik botol bekas.]]>

Pemandangan sebuah kolam air mancur di Trafalgar Square di London terlihat sangat indah. Tampak cincin cahaya yang menawan melingkari air mancur tersebut. Orang-orang terkecoh. Rupanya cincin berpendar itu bukanlah terbuat dari material emas atau zat lainnya yang kita kira. Jika mengamatinya lebih dekat maka akan terlihat bahwa cahaya berpendar dari cincin tersebut berasal dari ribuan plastik botol bekas.

Air mancur bercincin tersebut merupakan bagian dari Festival Cahaya Lumiere London 2016. Penciptanya adalah Luzinterruptus. Ia memenuhi air mancur tersebut dengan 13.000 botol plastik bekas dengan maksud meningkatkan kesadaran manusia tentang isu global mengenai sampah plastik.

"Pulau Plastik" yang mengapung di kolam air mancur Trafalgar Square tersusun dari 13.000 botol plastik bekas. Foto: Lola Martinez/Inhabitat.com

“Pulau Plastik” yang mengapung di kolam air mancur Trafalgar Square tersusun dari 13.000 botol plastik bekas. Foto: Lola Martinez/Inhabitat.com

“Pulau Plastik” yang mengeluarkan cahaya di Trafalgar Square tersebut menyatukan ribuan botol plastik dalam bentuk donat dan memakai sistem pencahayaan sendiri sehingga saat menyala seperti satu kesatuan cahaya yang utuh. Karya instalasi ini terdiri dari dua cincin. Cincin pertama diisi oleh 13.000 botol plastik bekas yang diambil dari tong sampah, dibersihkan dengan susah payah dan diberi tutup botol sebelum dipakai.

Luzinterruptus pada awalnya bermaksud untuk mengumpulkan botol plastik bekas dari pengunjung untuk digunakan di cincin yang kedua, namun ternyata mereka tidak bisa mendapatkan cukup banyak tutup botol jadi mereka memilih untuk meninggalkan struktur yang kedua tercahayai tanpa memakai botol plastik.

Foto: Lola Martinez/Inhabitat.com

Foto: Lola Martinez/Inhabitat.com

Selama empat malam di bulan Januari 2016, beberapa titik di London bertabur cahaya dengan seni instalasi yang indah sebagai bagian dari festival cahaya tersebut. Karya Luzinterruptus di Trafalgar Square terlahir berkat inspirasi dari karya mereka sebelumnya: Plastic Island atau Pulau Plastik.

Karya tersebut merupakan instalasi mengapung yang terbuat dari botol plastik yang menyimbolkan benua ke enam yang terbuat dari sampah dan mulai mengambil tempat di Samudera Pasifik. Instalasi ini dipajang pada tanggal 14 Januari sampai 17 Januari 2016 dan setelah selesai, botol-botol plastiknya diserahkan ke tempat daur ulang sampah.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/cincin-cahaya-mengapung-di-trafalgar-square/feed/ 0
Taman Seni Instalasi Kreasikan Sampah Jadi Karya Seni https://www.greeners.co/ide-inovasi/taman-seni-instalasi-kreasikan-sampah-jadi-karya-seni/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=taman-seni-instalasi-kreasikan-sampah-jadi-karya-seni https://www.greeners.co/ide-inovasi/taman-seni-instalasi-kreasikan-sampah-jadi-karya-seni/#respond Thu, 10 Dec 2015 13:22:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12195 Olayami Dabls bersama dengan kurator museum dan ahli sejarah mendirikan Dabls' African Bead Museum. Di sana, karyanya instalasinya semua terbuat dari material daur ulang hasil donasi masyarakat.]]>

Olayami Dabls adalah legenda lokal dari Detroit. Ia merupakan seniman yang biasa membuat seni instalasi yang masif dari limbah sampah. Bersama dengan kurator museum dan ahli sejarah, 14 tahun lalu dia mendirikan Dabls’ African Bead Museum. Sejak saat itu, karyanya berkembang dengan banyak instalasi yang semuanya terbuat dari material daur ulang hasil donasi masyarakat.

Seperti dilansir inhabitat.com, taman seni instalasi buatan Dabls berada di area terbuka dan dengan banyak karya yang tersebar. Semua karyanya bercerita tentang kolonialisme dan tekanan. Karya seni abstrak ini terbuat dari benda-benda seperti pecahan kaca, potongan logam, beton dan sampah sisa konstruksi serta material lain. Taman ini terbuka untuk umum dan bisa dikunjungi kapan saja.

Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Lokasi taman ini sebelumnya adalah tempat pembuangan sampah ilegal. Dabls melihat banyak potensi yang bisa digunakan dari ruang yang tidak digunakan ini dan memutuskan untuk membuat sebuah seni instalasi.

Ia mendedikasikan karyanya untuk sejarah orang Afrika-Amerika. Menggunakan material sumbangan masyarakat atau sampah yang dibuang orang, dia mulai membangun taman instalasi terbuka yang secara bersamaan membentuk sebuah cerita, sebuah metafora terhadap sejarah sosial politik dari masyarakat Afrika-Amerika.

Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Sebuah karya berjudul “Iron Teaching Rocks How to Rust” adalah sebuah penanda yang tidak diinginkan terhadap ras dan perampasan budaya. Lewat blok semen, potongan logam, lemari tua, pecahan kaca dan kayu bekas, Dabls menggambarkan sebuah metafora terhadap sebuah kelompok sosial yang mencoba untuk memaksakan kepercayaan dalam sebuah budaya terhadap budaya lain.

Narasinya mungkin terdengar cukup berat, namun cara Olayami bercerita dan dengan penggunaan barang bekas pada karyanya, membuat cerita gejolak ras selama puluhan tahun menjadi lebih mudah dicerna pengunjung. Kebenaran yang keras, ditampilkan dalam penggunaan kembali material bekas, menjadi cerita tentang janji dan kelahiran kembali. Dabls mempersilakan setiap orang untuk mampir, mendengarkan sebuah cerita dan menikmati instalasinya yang unik.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/taman-seni-instalasi-kreasikan-sampah-jadi-karya-seni/feed/ 0
Patung Dinosaurus dari Limbah Padi https://www.greeners.co/ide-inovasi/patung-dinosaurus-dari-limbah-padi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=patung-dinosaurus-dari-limbah-padi https://www.greeners.co/ide-inovasi/patung-dinosaurus-dari-limbah-padi/#respond Wed, 23 Sep 2015 07:19:37 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11213 Dinosaurus terbuat dari jerami, memangnya ada? Para petani di Jepang memanfaatkan limbah jerami dari panen padinya dan mengubahnya menjadi patung. Patung dinosaurus yang tersusun dari jerami tersebut terpajang di Wara Art […]]]>

Dinosaurus terbuat dari jerami, memangnya ada? Para petani di Jepang memanfaatkan limbah jerami dari panen padinya dan mengubahnya menjadi patung.

Patung dinosaurus yang tersusun dari jerami tersebut terpajang di Wara Art Festival. Berlokasi di Prefektur Niigata, Jepang, festival tahunan tersebut dilangsungkan pada akhir bulan Agustus lalu.

Setiap tahun di Niigata berkumpul para seniman, pelajar dan pekerja sukarela untuk merayakan berakhirnya masa panen raya padi. Bersama-sama mereka membangun patung-patung raksasa yang terbuat dari jerami sisa panen padi dan mengumpulkannya dalam sebuah pameran seni rupa temporer.

Sebelum membuat patung jemari, diperlukan rangka kayu untuk membentuk patung dan untuk mengikat batang jerami. Foto: Wara Art Festival facebook/inhabitat.com

Sebelum membuat patung jemari, diperlukan rangka kayu untuk membentuk patung dan untuk mengikat batang jerami. Foto: Wara Art Festival facebook/inhabitat.com

Niigata sendiri merupakan sebuah wilayah di Jepang yang terkenal akan hasil padinya yang berkualitas. Nasi yang terbuat dari padi Niigata terkenal lezatnya. Tidak hanya itu, Niigata juga menjadi magnet untuk banyak turis pada musim gugur. Mereka berkunjung untuk menyaksikan Festival Wara Art yang sangat populer itu.

Untuk perayaan Festival Wara Art tahun ini, patung jerami yang dibuat antara lain T-Rex yang sedang mengaum, Triceratops, belalang sembah, bahkan bebek yang sedang berenang. Sedangkan pada tahun sebelumnya, para seniman di sana membuat karya-karya seperti gorila, pegulat sumo, hingga monster mirip yeti dengan mulut sebesar gua yang bisa dimasuki orang.

Foto: amymauscd/inhabitat.com

Foto: amymauscd/inhabitat.com

Setiap karya dimulai dengan membuat rangka kayu. Kemudian para seniman menempelkan jerami ke rangka kayu tersebut dengan memakai teknik yang sama seperti membuat atap rumah. Patung-patung ini berlokasi di taman Uwasekigata dan akan tetap berada di sana sampai awal bulan November 2015.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/patung-dinosaurus-dari-limbah-padi/feed/ 0
Ban Bekas untuk Revitalisasi Kota https://www.greeners.co/ide-inovasi/ban-bekas-untuk-revitalisasi-kota/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ban-bekas-untuk-revitalisasi-kota https://www.greeners.co/ide-inovasi/ban-bekas-untuk-revitalisasi-kota/#respond Mon, 27 Jul 2015 04:58:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10486 Para seniman di Barcelona berkolaborasi untuk membuat serangkaian karya seni. OOSS, Iago Buceta dan Mateu Targa telah menemukan cara baru memanfaatkan ulang ban bekas. Sebagai bagian dari festival jalanan Us Barcelona, ketiga […]]]>

Para seniman di Barcelona berkolaborasi untuk membuat serangkaian karya seni. OOSS, Iago Buceta dan Mateu Targa telah menemukan cara baru memanfaatkan ulang ban bekas.

Sebagai bagian dari festival jalanan Us Barcelona, ketiga seniman itu menggunakan ratusan ban bekas menjadi seni instalasi yang mereka sebut Pneumatic. Tujuan instalasi ini adalah untuk membangkitkan kembali sebuah daerah industri yang mulai ditinggalkan di kota Barcelona, Spanyol.

Instalasi "Pneumatic" karya OOSS, Iago Buceta dan Mateu Targa. Foto: inhabitat.com

Instalasi “Pneumatic” karya OOSS, Iago Buceta dan Mateu Targa. Foto: inhabitat.com

Ban bekas dalam berbagai ukuran digunakan kembali menjadi sebuah desain menarik yang dipasang di jalan, tangga dan rampa di bekas daerah industri bernama Sant Marti. Penempatan instalasi ini sedemikian strategis sehingga membawa kesegaran baru di lansekap kota yang terlupakan ini.

Instalasi "Pneumatic" karya OOSS, Iago Buceta dan Mateu Targa. Foto: inhabitat.com

Instalasi “Pneumatic” karya OOSS, Iago Buceta dan Mateu Targa. Foto: inhabitat.com

Menurut para senimannya, selain mencari fungsi kreatif dari bahan yang ada, tujuan utama dari proyek ini adalah menembus batas antara dinding dan arsitektur. Mereka bermain dengan pekerjaan fisik dan intuisi terhadap batasan sebuah dinding.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/ban-bekas-untuk-revitalisasi-kota/feed/ 0
Elsewhere, Mural dari Kayu Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/elsewhere-mural-dari-kayu-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=elsewhere-mural-dari-kayu-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/elsewhere-mural-dari-kayu-bekas/#respond Tue, 21 Jul 2015 13:01:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10420 Seniman asal Belgia, Stefaan de Crook membuat karya seni yang indah dengan memanfaatkan kayu bekas, pintu dan furnitur. Dia mengumpulkan bahan-bahan tersebut dan menggunakannya untuk membuat wajah geometris raksasa yang dipasang di […]]]>

Seniman asal Belgia, Stefaan de Crook membuat karya seni yang indah dengan memanfaatkan kayu bekas, pintu dan furnitur. Dia mengumpulkan bahan-bahan tersebut dan menggunakannya untuk membuat wajah geometris raksasa yang dipasang di dinding bangunan. Karyanya yang terbaru berjudul Elsewhere dipasang di sisi sebuah pabrik furnitur tua di Mechelen, Belgia.

"Elsewhere" karya Stefaan de Crook. Foto: inhabitat.com

“Elsewhere” karya Stefaan de Crook. Foto: inhabitat.com

De Crook memulainya dengan menggambar wajah yang dia inginkan kemudian memperbesar gambar tersebut dengan menggunakan bahan-bahan yang dia temukan. Bahan tersebut adalah pintu yang sudah tidak terpakai, jendela, dan papan.

"Elsewhere" karya Stefaan de Crook. Foto: inhabitat.com

“Elsewhere” karya Stefaan de Crook. Foto: inhabitat.com

Elsewhere adalah sebuah contoh sempurna cita rasa seniman ini. Karyanya figuratif, abstrak dan menampilkan perspektif baru terhadap siluet manusia. Setiap bagian lukisan ini punya cerita sendiri. Seperti potongan puzzle, tekstur dan warna yang digunakan berasal dari benda itu sendiri dan bukan karena dicat.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/elsewhere-mural-dari-kayu-bekas/feed/ 0
Vanishing Point, Perhiasan Perlambang Perlawanan Sampah Plastik di Laut https://www.greeners.co/gaya-hidup/vanishing-point-perhiasan-perlambang-perlawanan-sampah-plastik-di-laut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=vanishing-point-perhiasan-perlambang-perlawanan-sampah-plastik-di-laut https://www.greeners.co/gaya-hidup/vanishing-point-perhiasan-perlambang-perlawanan-sampah-plastik-di-laut/#respond Mon, 13 Jul 2015 08:41:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10310 Perhiasan yang elegan dan cantik selalu diidentikan dengan emas, tembaga, mutiara dan berlian. Padahal, banyak material di luar emas, tembaga, mutiara dan berlian yang dapat dibuat menjadi perhiasan yang tak […]]]>

Perhiasan yang elegan dan cantik selalu diidentikan dengan emas, tembaga, mutiara dan berlian. Padahal, banyak material di luar emas, tembaga, mutiara dan berlian yang dapat dibuat menjadi perhiasan yang tak kalah cantiknya, salah satunya adalah dari pengolahan sampah plastik yang berserakan di pantai.

Untuk memanfaatkan sampah plastik ini, Institut Studi Kelautan dan Antartika di University of Tasmania di Australia bekerjasama dengan para seniman yang memiliki minat yang sama untuk membuat bencana lingkungan “melebihi konteks laboratorium dan jurnal akademi pada umumnya.” Kolaborasi ini menghasilkan Vanishing Point, sebuah bentuk interdisipliner baru yang disampaikan melalui perpaduan ilmu dan seni.

Karya Sophie Carnell. Carnell mengolah sampah plastik yang berserak di pantai menjadi perhiasan yang indah. Hasil karyanya ini merupakan bagian dari proyek "Vanishing Point." Foto: www.ecouterre.com

Karya Sophie Carnell. Carnell mengolah sampah plastik yang berserak di pantai menjadi perhiasan yang indah. Hasil karyanya ini merupakan bagian dari proyek “Vanishing Point.” Foto: www.ecouterre.com

Sophie Carnell, seorang pematung lokal yang turut serta dalam proyek ini, mengombinasikan serpihan pesisir pantai dengan perak daur ulang dan menggunakan batu permata Australia untuk menciptakan perhiasan yang unik. Beberapa perhiasan olahan Carnell menyerupai hewan dan tumbuhan. Ini merupakan cara Carnell menyuarakan nasib hewan laut, mulai dari burung laut hingga kerang, yang mengira sampah plastik sebagai makanan.

“Memasukkan sampah ini ke dalam benda berharga menegaskan apa yang kita anggap sebagai barang berharga dan apa yang kita anggap sebagai barang konsumsi,” ujar Carnell seperti dikutip dari laman ecouterre.com. “Jika kita menghargai barang-barang yang kita gunakan setiap hari dan menyadari apa yang terjadi setelah kita tidak lagi menggunakan barang-barang tersebut, mungkin kita akan lebih menghargai barang tersebut dan lebih menghargai lingkungan yang kita tinggali,” imbuhnya.

Foto: www.ecouterre.com

Foto: www.ecouterre.com

Carnell mengakui bahwa proyek yang ia deskripsikan sebagai “pembuka mata” ini, membantunya mengenali jenis plastik. Ia mempelajari bahwa plastik tidak dapat terurai secara alami namun akan menjadi “remah-remah sintetis” yang sangat kecil dan akan masuk ke dalam air sebelum akhirnya dimakan oleh spesies dalam jaring rantai makan yang paling dasar.

“Sangatlah mudah untuk bersedih atas kerusakan yang kita timbulkan pada planet dan diri kita sendiri. Tapi, jika kita mengenali masalahnya, menyadari dan mengkomunikasikan bagaimana kita menggunakan dan menyalahgunakan plastik, mungkin kita dapat memperbaikinya,” katanya berharap.

Vanishing Point terbuka untuk umum dan dapat dilihat di Castray Esplanade, Tasmania, Australia hingga pertengahan Juli.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/vanishing-point-perhiasan-perlambang-perlawanan-sampah-plastik-di-laut/feed/ 0
Furnitur Modern dari Drum Minyak Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-modern-dari-drum-minyak-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=furnitur-modern-dari-drum-minyak-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-modern-dari-drum-minyak-bekas/#respond Sun, 28 Jun 2015 04:38:17 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10033 Setiap hari, jutaan barel minyak diproduksi dan drumnya dibuang di seluruh dunia. Karena drum minyak ini nilai (ekonomi) sampahnya kecil, sebagian besar berakhir di tempat pembuangan. Pada akhirnya limbah tersebut […]]]>

Setiap hari, jutaan barel minyak diproduksi dan drumnya dibuang di seluruh dunia. Karena drum minyak ini nilai (ekonomi) sampahnya kecil, sebagian besar berakhir di tempat pembuangan. Pada akhirnya limbah tersebut berkontribusi besar dalam polusi global dan berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan.

Salah satu cara mencegah terjadinya lebih banyak limbah adalah dengan mendaur ulang. Beberapa produk inovatif yang berasal dari drum minyak bekas tersebut adalah lemari, patung dan dekorasi rumah. Namun, salah satu rupa drum bekas yang terbaik berasal dari The Urbanite Home.

Untuk membuat meja, kursi makan dan kursi goyang, desainer The Urbanite Home memotong, mengelas dan menyatukan drum minyak dengan tangan. Lapisan laminasi melindungi furnitur ini terhadap karat dalam jangka panjang, sehingga bisa dipakai di dalam maupun di luar ruangan.

Berbagai rupa furnitur buatan The Urbanite Home. Foto: inhabitat.com

Berbagai rupa furnitur buatan The Urbanite Home. Foto: inhabitat.com

Setiap drum seolah-olah dapat bercerita dan memiliki sejarahnya sendiri. Meskipun demikian, drum ini tetap menampilkan permukaan yang kasar sebagai pertanda fungsi dan keberadaan sebelumnya. Semacam sebagai sebuah pengingat akan masa lalu mereka. Desainernya secara sengaja mengambil langkah tersebut sebagai cara untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang konsep pemaknaan ulang dan guna ulang (recycling).

The Urbanite Home tampil dalam International Contemporary Furniture Fair yang berbarengan dengan acara New York Design Week. Menariknya lagi, The Urbanite Home adalah anggota ACID (Anti Copying in Design), jadi kita tidak akan menemukan desain yang sama di tempat lain.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-modern-dari-drum-minyak-bekas/feed/ 0
Serangga Hasil Transformasi Limbah Elektronik https://www.greeners.co/ide-inovasi/serangga-hasil-transformasi-limbah-elektronik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=serangga-hasil-transformasi-limbah-elektronik https://www.greeners.co/ide-inovasi/serangga-hasil-transformasi-limbah-elektronik/#respond Tue, 12 May 2015 13:22:45 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8991 Sedang mencari ide untuk mengolah sampah elektronik? Berikut ini adalah salah satu cara untuk membuat karya cantik dari limbah elektronik. Julie Alice Chappell mengeluarkan seri produk terbarunya “Computer Component Bugs”. […]]]>

Sedang mencari ide untuk mengolah sampah elektronik? Berikut ini adalah salah satu cara untuk membuat karya cantik dari limbah elektronik.

Julie Alice Chappell mengeluarkan seri produk terbarunya “Computer Component Bugs”. Melalui karyanya tersebut Chappell berusaha membangunkan kesadaran kita mengenai sampah elektronik.

Foto: Julie Alice Chappell/www.inhabitat.com

Foto: Julie Alice Chappell/www.inhabitat.com

Chappel membuat miniatur satwa berbahan dasar limbah elektronik yang berasal dari komputer. Gabungan antara bahan elektronik dan sentuhan seni yang apik dan sangat detail menciptakan produk yang unik. Imajinasi Chappel benar-benar luar biasa, ia menciptakan kupu-kupu sampai dengan jangkrik dari chip-chip komputer.

Foto: Julie Alice Chappell/www.inhabitat.com

Foto: Julie Alice Chappell/www.inhabitat.com

Dalam waktu kurang dari satu tahun sudah banyak orang yang mengapresiasi produk buatan Chappel ini. Produknya laku di pasaran sehingga Chappel membuka toko daring dalam sebuah situs khusus produk buatan tangan, Etsy.com.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/serangga-hasil-transformasi-limbah-elektronik/feed/ 0
Menara Berlapis Potongan Ban Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/menara-berlapis-potongan-ban-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menara-berlapis-potongan-ban-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/menara-berlapis-potongan-ban-bekas/#respond Mon, 11 May 2015 11:56:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8960 Nun jauh di dataran New Zealand, dua orang mahasiswa pascasarjana dari Universitas Victoria menciptakan karya seni berbahan material ban bekas. Mereka menamakan karyanya ini “Belly of The Beast”. Karya seni […]]]>

Nun jauh di dataran New Zealand, dua orang mahasiswa pascasarjana dari Universitas Victoria menciptakan karya seni berbahan material ban bekas. Mereka menamakan karyanya ini “Belly of The Beast”. Karya seni tersebut berbentuk menara yang berfungsi sebagai tenda seperti pemukiman suku Indian.

Belly of The Beast” diciptakan oleh Declan Burn dan Matt Ritani. Keduanya menyatakan bahwa mereka terinspirasi dari banyak sumber ketika menciptakan karya ini. Inspirasi terbesarnya berasal dari bentuk jubah ala suku Maori dan binatang berbulu.

Bagian dalam menara "Belly of The Beast". Foto: www.brickbaysculpture.co.nz

Bagian dalam menara “Belly of The Beast”. Foto: www.brickbaysculpture.co.nz

Komponen “Belly of The Beast” dibuat terpisah di beberapa tempat dan komponen tersebut dirangkai pada lokasi dimana karya tersebut ditempatkan, yakni di Brick Bay Sculpture Trail di dekat Matakana. Burn dan Ritani memanfaatkan logam dan kayu bekas sebagai konstruksi bagian dalam menaranya. Pada bagian luarnya dipasang bahan karet yang mereka peroleh dari ban yang sudah tak terpakai.

Ruangan dalam “Belly of the Beast” dicat merah cerah, sangat kontras dengan bagian luarnya yang berwarna hitam. Ruangan berisi area tempat duduk, yang meliputi kursi yang juga terbuat dari ban. Di dalamnya kita dapat melakukan kegiatan barbeque. Asap pembakaran akan keluar melalui celah di puncak menara yang terbuka. Terdapat pula tangga di dalam ruangan yang memungkinkan pengunjung untuk meraih jendela pengintai dan menikmati pemandangan yang fantastis dari pedesaan sekitarnya.

Desain menara "Belly of The Beast" rancangan Declan Burn dan Matt Ritani. Foto: www.brickbaysculpture.co.nz

Desain menara “Belly of The Beast” rancangan Declan Burn dan Matt Ritani. Foto: www.brickbaysculpture.co.nz

Satu tahun mendatang, pada waktu “Belly of the Beast” dibongkar, ban yang menjadi eksterior menara akan diparut dan disumbangkan ke klub berkuda lokal untuk digunakan sebagai lantai di arena dressage (kuda tunggang serasi).

Melalui “Belly of The Beast” ini, mereka berdua bermaksud memperlihatkan daya keberlanjutan suatu produk, bahwa produk daur ulang tidak hanya dapat meningkatkan nilai tapi juga memberi kontribusi untuk masyarakat.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menara-berlapis-potongan-ban-bekas/feed/ 0
Seni “Pahat” Botol Plastik PET Persembahan Veronika Richterová https://www.greeners.co/ide-inovasi/seni-pahat-botol-plastik-pet-persembahan-veronika-richterova/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=seni-pahat-botol-plastik-pet-persembahan-veronika-richterova https://www.greeners.co/ide-inovasi/seni-pahat-botol-plastik-pet-persembahan-veronika-richterova/#respond Thu, 16 Apr 2015 09:54:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8578 Dalam kehidupan sehari-hari kita bertemu dengan banyak plastik. Jenis plastik yang paling umum digunakan adalah PET (Polyethylene Teraphthalate). Plastik jenis PET yang paling sering kita lihat adalah plastik botol minuman, […]]]>

Dalam kehidupan sehari-hari kita bertemu dengan banyak plastik. Jenis plastik yang paling umum digunakan adalah PET (Polyethylene Teraphthalate). Plastik jenis PET yang paling sering kita lihat adalah plastik botol minuman, botol minyak goreng, kemasan selai, termasuk juga wadah minuman di restoran dan kafe. Tercatat, di Amerika konsumsi minuman botol plastik sebanyak 60 milyar!

Bukan hanya dalam bentuk kemasan makanan dan minuman, PET juga dapat kita temui dalam bentuk karpet, kain, sepatu, koper, hingga lemari buku. Tidak heran karena tingkat penggunannya yang tinggi diikuti kampanye lingkungan yang terus-menerus, PET termasuk jenis plastik yang paling banyak didaur ulang. Daur ulang plastik PET bentuknya macam-macam. Terkadang menjadi barang yang fungsional tapi ada juga yang mengubahnya menjadi barang bernilai seni.

Foto: www.veronikarichterova.com/en/

Foto: www.veronikarichterova.com/en/

Veronika Richterová mendaur ulang plastik PET menjadi patung berbentuk binatang dan bunga. Seniman dari Ceko ini memilih bahan plastik PET karena bahan tersebut mudah dibentuk sedemikian rupa sesuai keinginannya. Dalam sepuluh tahun, Veronika berhasil mengumpulkan 3.000 benda warna-warni terbuat dari plastik PET dari 76 negara dan telah membuat ratusan patung dari botol plastik.

Koleksi yang ia ciptakan bernama PET-ART. Patung-patung plastik ini memperlihatkan aneka flora dan fauna seperti patung pohon kaktus, jamur, kalajengking, katak, dan kelelawar. Hasil karya Veronika sangat detail dan indah.

Jamur dari botol plastik PET karya Veronika Richterová. Foto: www.veronikarichterova.com/en/

Jamur dari botol plastik PET karya Veronika Richterová. Foto: www.veronikarichterova.com/en/

Tidak hanya beragam hewan dan tumbuhan, Veronika Richterová juga telah membuat koleksi lampu yang indah dan menciptakannya seolah-olah mereka dibuat dari kaca. Tidak berhenti sampai di situ, Veronika yang memulai proyek karya PET ini menulis sebuah artikel berjudul “A Tribute to PET Bottles“. Artikel tersebut menjelaskan sejarah, pengunaan, tren, dan fakta menarik lainnya yang berkaitan dengan botol plastik PET.

Penggunaan plastik PET dalam aktivitas sehari-hari tidak terhindarkan. Proses daur ulang yang bisa kita lakukan paling tidak memakai ulang botol-botol bekas tersebut. Veronika Richterová membawa proses daur ulang ke level yang lebih tinggi, yakni menjadi barang seni.

Penulis: NW/G15
Sumber: dari berbagai sumber.

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/seni-pahat-botol-plastik-pet-persembahan-veronika-richterova/feed/ 0
Kilau Mozaik Kaca dari Botol Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/kilau-mozaik-kaca-dari-botol-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kilau-mozaik-kaca-dari-botol-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/kilau-mozaik-kaca-dari-botol-bekas/#respond Tue, 17 Feb 2015 08:46:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=7447 Warna-warni yang memantul dari potongan-potongan kaca dalam kaca mozaik kerap menimbulkan kekaguman. Di tangan seniman, setiap kepingan kaca yang dipadukan dalam pola tertentu mampu melahirkan karya seni yang tak lekang […]]]>

Warna-warni yang memantul dari potongan-potongan kaca dalam kaca mozaik kerap menimbulkan kekaguman. Di tangan seniman, setiap kepingan kaca yang dipadukan dalam pola tertentu mampu melahirkan karya seni yang tak lekang oleh waktu.

Nikki Ella Whitlock, seorang seniman asal Inggris, menciptakan karya yang menggugah dan menakjubkan dengan menggunakan bahan bekas. Bahan utamanya adalah gelas kaca yang didapatnya dari toko barang bekas dan tempat sampah.

Seringnya Whitlock menggunakan botol wine bekas. Ia mengumpulkan botol wine dalam berbagai warna, biasanya berwarna hijau, coklat, emas, dan biru. Botol-botol itu kemudian ia pecahkan lantas merangkai pecahannya menjadi pola dan gambar yang ia inginkan. Setelah material terpasang, ia membakarnya di Kiln (tempat pembakaran keramik) sehingga semua material menyatu.

Foto: © Nikki Ella Whitlock/www.nikki-ella-whitlock.co.uk

Foto: © Nikki Ella Whitlock/www.nikki-ella-whitlock.co.uk

Terkadang wanita yang tinggal di Derbyshire ini tidak hanya menggunakan botol kaca saja, namun juga menggabungkannya dengan material lain yang sama, yaitu kaca dan materi organik seperti, kalung tidak terpakai, bulu merak, dan manik-manik.

Barang seni maupun karya furnitur buatan Whitlock kerap memasukan gambar bunga-bungaan, tetumbuhan, dan bintang yang semuanya menyatu dalam warna-warni yang cerah. Gabungan warna yang dirangkai menjadi gambar tersebut mengeluarkan efek yang dramatis, apalagi jika karya ini terkena sinar cahaya lampu dan matahari.

Foto: © Nikki Ella Whitlock/www.nikki-ella-whitlock.co.uk

Foto: © Nikki Ella Whitlock/www.nikki-ella-whitlock.co.uk

Nikki Ella Whitlock pada akhirnya mampu menciptakan karya seni dari benda-benda tidak terpakai dan tua menjadi mozaik yang mengagumkan. Karyanya tidak hanya menginspirasi namun juga memberi kehidupan baru untuk botol-botol kaca bekas, baik sebagai karya seni maupun benda fungsional.

(G15)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kilau-mozaik-kaca-dari-botol-bekas/feed/ 0
Edouard Martinet Hidupkan Kembali Besi Rongsokan Menjadi Karya Seni https://www.greeners.co/ide-inovasi/edouard-martinet-hidupkan-kembali-besi-rongsokan-menjadi-karya-seni/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=edouard-martinet-hidupkan-kembali-besi-rongsokan-menjadi-karya-seni https://www.greeners.co/ide-inovasi/edouard-martinet-hidupkan-kembali-besi-rongsokan-menjadi-karya-seni/#respond Tue, 06 Jan 2015 11:29:21 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=7009 Seorang seniman asal Perancis bernama Edouard Martinet menciptakan karya seni dengan memanfaatkan berbagai benda dari besi tua bekas. Ia rela keluar masuk pasar loak, tempat penjualan mobil bekas dan mencari […]]]>

Seorang seniman asal Perancis bernama Edouard Martinet menciptakan karya seni dengan memanfaatkan berbagai benda dari besi tua bekas. Ia rela keluar masuk pasar loak, tempat penjualan mobil bekas dan mencari diantara tumpukan barang rongsokan untuk mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan.

Dengan menggunakan barang-barang berbahan metal yang sudah tidak terpakai, Martinet menciptakan berbagai patung hewan yang sangat detail. Mulai dari rantai sepeda yang sudah aus, kepala mesin tik tua, hingga peralatan memasak bekas menjadi bagian yang menyusun patung hewan.

Patung metal karya Martinet berukuran kecil, detail, serta umumnya berbentuk hewan laut, burung dan serangga. Ketimbang mengelas atau menggunakan solder, seniman ini menggunakan sekrup kecil untuk menyatukan setiap bagian. Dengan sekrup, ia membuat kaki yang dapat digerakan atau untuk membentuk lengan dan antena yang lebih realistis.

Foto: Sladmore Contemporary

Kunci utama dari karya Martinet ini terletak pada pemilihan dan penggunaan kembali tiap barang bekas yang sesuai. Seniman ini dengan cerdas mengubah bel sepeda tua menjadi toraks atau sisa kaca menjadi sayap yang berkilau.

Biasanya, Martinet membutuhkan satu bulan untuk menemukan tiap bagian dan merangkainya menjadi satu karya. Namun, untuk menyempurnakan karya seni tersebut, ia memerlukan belasan tahun. “It once took me 15 years to make a dragonfly (butuh 15 tahun bagi saya untuk membuat seekor capung, Red.),” kata Martinet seperti dikutip dari laman Financial Times.

Dengan jiwa kreatifnya, Martinet memberikan “nyawa” baru bagi setiap barang besi bekas dan menciptakan kebun binatang dari benda upcycled. Cek laman edouardmartinet.net untuk mengenal sang seniman dan karyanya tersebut lebih lanjut.

(G08)

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/edouard-martinet-hidupkan-kembali-besi-rongsokan-menjadi-karya-seni/feed/ 0
Sahabat Kreatif, Olah Kertas Jadi Karya Seni https://www.greeners.co/sosok-komunitas/sahabat-kreatif-olah-kertas-jadi-karya-seni/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sahabat-kreatif-olah-kertas-jadi-karya-seni https://www.greeners.co/sosok-komunitas/sahabat-kreatif-olah-kertas-jadi-karya-seni/#respond Sat, 26 Jul 2014 01:00:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=5308 Bandung (Greeners) – Kreatifitas tidak selalu datang dari memeras pikiran, karena dengan bermain pun bisa menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai artistik yang luar biasa. Komunitas Sahabat Kreatif salah satunya. […]]]>

Bandung (Greeners) – Kreatifitas tidak selalu datang dari memeras pikiran, karena dengan bermain pun bisa menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai artistik yang luar biasa.

Komunitas Sahabat Kreatif salah satunya. Dalam komunitas yang terbentuk di kota Bandung ini, anggotanya selalu berimajinasi dan berkreasi dari barang yang ada, terutama barang-barang bekas, untuk dijadikan karya seni.

Adam (24), sang penggagas komunitas menuturkan, bahwa komunitas yang berdiri di awal tahun 2014 ini bermula dari kegiatan sekadar iseng saat berkumpul dengan teman-teman di sekitar tempat tinggalnya, di kawasan Paledang, Cibeureum, Bandung.

“Awalnya saya iseng sama teman-teman yang sering kumpul main bareng. Coba-coba terus buka-buka postingan di internet dan (setelah jadi karya) akhirnya banyak yang tertarik juga,” ujar pria lulusan Universitas Kristen Maranatha, Bandung, ini.

Foto: @skreatif07

Berkarya untuk memenuhi kebutuhan sendiri menjadi dasar terbentuknya komunitas ini. Slogan “DIY” yang merupakan singkatan dari “Do It Yourself” (melakukan sesuatu sendiri), menjadi sesuatu yang tertanam dalam diri setiap anggota komunitas ini untuk membuat apa yang diinginkan.

“Kita pokoknya membuat segala sesuatunya sendiri. Ketika mau mainan, kita bikin sendiri, ketika mau dekorasi rumah, kita bikin sendiri. Jadi, enggak harus beli,” tutur Adam.

Berkreasi dari kertas, baik kertas baru maupun kertas daur ulang adalah keahlian komunitas ini. Origami tiga dimensi atau 3D adalah salah satu karya yang sering mereka buat.

Paku dan benang bekas pun mereka kreasikan menjadi sesuatu yang bermakna. Bermodalkan dua material tersebut, mereka membuat lukisan dengan cara saling menyilangkan benang ke paku yang dijadikan penyangganya.

“Kami berkarya tapi bukan cuma berkarya. Kami juga peduli dengan lingkungan, jadi barang bekas pun harus kami manfaatkan,” ungkap Adam.

Komunitas Sahabat Kreatif ini tidak pelit berbagi ilmu. Mereka kerap hadir dalam berbagai pameran komunitas di kota Bandung dan mengajak banyak orang untuk berkarya. Komunitas ini juga memanfaatkan berbagai media sosial untuk mempromosikan karya mereka. Hasil kreasi mereka dapat dilihat melalui twitter @skreatif07, Sahabat Kreatif pada facebook, dan sahabatkreatif07.blogspot.com.

(Rifki A. Fahmi)

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/sahabat-kreatif-olah-kertas-jadi-karya-seni/feed/ 0
Karya Seni Epik Dari Kayu dan Rangka Besi Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/karya-seni-epik-dari-kayu-dan-rangka-besi-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=karya-seni-epik-dari-kayu-dan-rangka-besi-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/karya-seni-epik-dari-kayu-dan-rangka-besi-bekas/#respond Sat, 14 Jun 2014 02:00:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=4896 Seniman asal Brazil, Henrique Oliveira, mengekspresikan ciri khas pahatannya yang tampak aneh namun indah dalam sebuah instalasi berukuran besar. Ia menciptakan sebuah jalinan akar pohon besar yang terbuat dari kayu […]]]>

Seniman asal Brazil, Henrique Oliveira, mengekspresikan ciri khas pahatannya yang tampak aneh namun indah dalam sebuah instalasi berukuran besar. Ia menciptakan sebuah jalinan akar pohon besar yang terbuat dari kayu daur ulang.

Ukuran instalasi ini sangat besar sehingga orang-orang bisa mengeksplor keindahan karya seni ini dari dalam, masuk ke dalam karya seni yang berbentuk seperti terowongan!

 

Henrique_Oliveira_Tunel_Dari_Kayu_Bekas_Greeners

 

Sebuah karya epik berjudul “Transarquitetonica” ini berawal dari tumpukan kayu dan rangka besi yang tidak terpakai. Oliveira mengumpulkan papan kayu dari banyak lokasi konstruksi di seluruh penjuru kota untuk membuat lapisan dalam dan luar terowongan.

Hasilnya adalah paduan warna kayu yang unik, mulai dari warna kayu segar hingga warna kayu yang lapuk. Ketika semua digabungkan menjadi satu, semua warna tampak alami seperti akar pohon.

Menariknya, pengunjung dapat mengeksplor dari bagian dalam karya ini dan membayangkan seakan mereka ada di dalam akar-akar pohon yang menjulur panjang.

 

Henrique_Oliveira_Tunel_Dari_Kayu_Bekas_2_Greeners

 

“Kayu-kayu ini telah diambil dari alam, dipotong menjadi bagian-bagian geometris, digunakan oleh manusia, lalu kemudian dibuang. Saya mengambil kembali yang terbuang dan menciptakannya kembali, menciptakan sebuah bentuk alami dari alam. Karya ini mengembalikan lagi unsur pohon dari material yang digunakan,” sang seniman menjelaskan. “Karya ini bukan sekedar objek. Ada unsur pengalaman ketika pengunjung mengeksplorasinya dari dalam.”

Transarquitetonica akan ditampilkan di Museu de Arte Contemporanea da Universidade di Sao Paulo hingga akhir November 2014.

(G33)

Sumber : www.boredpanda.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/karya-seni-epik-dari-kayu-dan-rangka-besi-bekas/feed/ 0