kebakaran savana - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kebakaran-savana/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 14 Sep 2018 08:19:16 +0000 id hourly 1 Kebakaran Savana Bromo Tidak Mengganggu Ekosistem dan Kunjungan Wisatawan https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-bromo-tidak-mengganggu-ekosistem-dan-kunjungan-wisatawan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebakaran-savana-bromo-tidak-mengganggu-ekosistem-dan-kunjungan-wisatawan https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-bromo-tidak-mengganggu-ekosistem-dan-kunjungan-wisatawan/#respond Wed, 05 Sep 2018 05:41:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=21282 Api padang savana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dipastikan telah padam. Kebakaran ini dipastikan tidak menganggu ekosistem kawasan dan tidak berpengaruh pada kunjungan wisatawan.]]>

Pasuruan (Greeners) – Api padang savana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dipastikan telah padam. Kebakaran yang terjadi mulai dari Jemplang di Kabupaten Malang hingga Bukit Teletubbies di Kabupaten Probolinggo ini dipastikan tidak menganggu ekosistem kawasan dan tidak berpengaruh pada kunjungan wisatawan.

Kebakaran terjadi sejak Sabtu (01/09/2018). Api bermula dari kawasan Jemplang dengan cepat menyebar ke berbagai lokasi di antaranya Blok Plentongan, Watu Gede, padang savana hingga Bukit Teletubbies yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo. Setidaknya terdapat 274 titik api yang menghanguskan sekitar 600 hektare padang rumput.

“Tadi pagi masih ada titik api, tapi siang ini dipastikan sudah padam total,” kata ketua Komunitas Bromo Lovers Teguh Wibowo kepada Greeners, Rabu (05/09/2018).

Teguh mengungkapkan, upaya pemadaman dilakukan oleh ratusan personel dari tim gabungan dari TNBTS, Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) sekitar, TNI, Polri, warga dan relawan termasuk puluhan anggota komunitas Bromo Lovers.

Teguh mengatakan, kebakaran yang terjadi tidak merusak ekosistem kawasan taman nasional karena sebagian besar lokasi kebakaran ditumbuhi rerumputan, tanaman obat dan semak belukar dan beberapa pohon akasia serta cemara. “Pohon-pohon ini hanya terbakar di bagian bawahnya saja, tidak sampai hangus dan mati,” terangnya.

BACA JUGA: 600 Hektare Padang Savana Gunung Bromo Terbakar 

Hal ini juga ditegaskan Kepala Seksi Wilayah I TNBTS, Sarmin, yang mengatakan bahwa di lokasi yang terbakar tidak terdapat fauna terutama mamalia. Menurut dia, fauna kawasan TNBTS banyak terdapat di Gunung Semeru. Para personel yang melakukan penyisiran memastikan kebakaran benar-benar padam dan mereka tidak menemukan satwa terutama mamalia yang terbakar.

“Sisi positif kebakaran ini bisa mempercepat penggantian rumput kering menjadi rumput hijau. Pemulihannya sendiri cukup cepat, sekitar satu bulan rumput akan kembali tumbuh,” terangnya.

Selain tidak mengganggu ekosistem, kebakaran kawasan ini tidak berdampak signifikan pada kujungan wisatawan. “Kunjungan wisatawan masih normal. Saat terjadi kebakaran kawasan wisata juga tidak kami tutup karena lokasi kebakaran jauh dari tempat-tempat yang biasa dikunjungi wisatawan, seperti Penanjakan, lautan pasir dan kawah. Memang untuk savana dan Bukit Teletubbies sempat buka-tutup,” kata Sarmin.

Perapian Warga Diduga Jadi Penyebab Kebakaran

Mengenai penyebab kebakaran, Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie, mengatakan bahwa api bukan ulah pengunjung karena titik api pertama diketahui merupakan area nol pengunjung taman nasional. Awal api diduga kuat berasal dari perapian warga sekitar yang tengah mencari tanaman obat dan kayu bakar.

“Kawasan yang terbakar banyak tumbuh tanaman obat serta kayu yang bisa menjadi bahan kayu bakar masyarakat. Kemungkinan warga sedang mencari tanaman obat atau kayu bakar. Karena cuaca dingin (mereka) buat perapian, mungkin lupa (mematikan api) dan api membakar tanaman di sekitarnya,” kata John seperti dikutip dari keterangan resminya.

BACA JUGA: Pencegahan Karhutla, KLHK dan Kemenkominfo Luncurkan SMS Blast 

Ia juga menegaskan bahwa kebakaran tidak menganggu satwa endemik taman nasional. Menurut dia sejak kebakaran Sabtu malam, pihaknya memfokuskan agar api tidak merembet hingga wilayah Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang banyak dihuni oleh satwa endemik.

“Saat terjadi kebakaran, saya langsung minta kawasan tersebut dijaga betul agar api tidak sampai merembet ke sana karena di situ banyak satwa dilindungi, seperti macan hingga elang Jawa,” ungkap John.

Menurut John, pihaknya akan meningkatkan pengawasan agar kebakaran tidak terulang di wilayah taman nasional meski yang terbakar merupakan semak dan rumput. “Yang terbakar sebagian kecil saja pohon tegak seperti cemara dan akasia,” terangnya.

Penulis: MA/G12

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-bromo-tidak-mengganggu-ekosistem-dan-kunjungan-wisatawan/feed/ 0
600 Hektare Padang Savana Gunung Bromo Terbakar https://www.greeners.co/berita/600-hektare-padang-savana-gunung-bromo-terbakar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=600-hektare-padang-savana-gunung-bromo-terbakar https://www.greeners.co/berita/600-hektare-padang-savana-gunung-bromo-terbakar/#respond Mon, 03 Sep 2018 07:52:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=21264 Kebakaran hebat terjadi di kawasan Bukit Teletubbies, padang savana Gunung Bromo, Jawa Timur. Sekitar 600 hektar lahan rumput dan pepohonan hangus terbakar.]]>

Pasuruan (Greeners) – Kebakaran hebat terjadi di kawasan Bukit Teletubbies, padang savana Gunung Bromo, Jawa Timur. Kebakaran yang terjadi selama dua hari ini menghanguskan sekitar 600 hektare lahan rumput dan pepohonan.

Kebakaran di bukit berjarak 5 kilometer dari kawah Gunung Bromo ini terjadi sejak Sabtu (01/09/2018) siang. Cuaca yang sangat panas dan banyaknya rumput kering membuat kebakaran cepat meluas. Api juga meludeskan berbagai jenis pohon seperti cemara dan bunga edelweis di bukit yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan ini.

BACA JUGA: Pencegahan Karhutla, KLHK dan Kemenkominfo Luncurkan SMS Blast 

Hingga Minggu (02/08/2018), kebakaran belum dapat ditanggulangi. Ratusan petugas dibantu relawan sejak pagi hingga sore hari berjibaku melakukan pemadaman. “Tak kurang 300 petugas dan relawan ikut melakukan pemadaman,” kata salah seorang relawan Sahabat Bromo, Sasmiko.

Upaya pemadaman dilakukan dengan cara manual seperti memukul-mukul api dengan ranting pohon basah. Sebagian petugas menyemprotkan air dari tangki gendong. Medan di lokasi kebakaran sangat sulit dijangkau sehingga tidak memungkinkan menurunkan mobil pemadam kebakaran.

“Medan yang terbakar sulit dilalui kendaraan roda empat sehingga semakin memperlambat proses pemadaman api. Anginnya juga sangat kencang sehingga cepat meluas. Tapi kami tetap fokus dan berusaha melakukan pemadaman,” kata Kepala Seksi II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarmin.

BACA JUGA: Intensitas Karhutla di Riau dan Kalimantan Barat Meningkat 

Meski terjadi kebakaran hebat, akses ke padang savana tetap dibuka untuk wisatawan. “Sementara kami lakukan sistem buka tutup ke savana, tergantung kondisi. Kami imbau wisatawan tidak mendekati lokasi,” kata Kepala Resort Lautan Pasir Gunung Bromo, Subur.

Namun demikian, Subur mengatakan pihaknya tidak akan ragu menutup akses ke savana untuk wisatawan jika kondisi tidak memungkinkan. “Kalau membahayakan akses ke savana akan ditutup,” tandasnya.

Subur mengatakan hingga Minggu malam, lebih 600 hektare lahan di savana Bromo yang terbakar. Pihaknya terus berusaha melakukan pemadaman dan melokalisir api. “Sudah lebih dari 600 hektare yang terbakar, api belum padam” pungkasnya.

Penulis: MA/G12

]]>
https://www.greeners.co/berita/600-hektare-padang-savana-gunung-bromo-terbakar/feed/ 0
Savana Bromo Terbakar, Satwa Kehilangan Tempat Mencari Makan https://www.greeners.co/berita/savana-bromo-terbakar-satwa-kehilangan-tempat-mencari-makan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=savana-bromo-terbakar-satwa-kehilangan-tempat-mencari-makan https://www.greeners.co/berita/savana-bromo-terbakar-satwa-kehilangan-tempat-mencari-makan/#respond Sun, 14 Sep 2014 06:21:20 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5801 Malang (Greeners) – Kebakaran yang melanda savana Bromo sejak Selasa, 9 September sore, baru bisa dipadamkan pada Kamis, 11 September 2014, pukul 17.00 WIB. Total luas savana yang terbakar mencapai […]]]>

Malang (Greeners) – Kebakaran yang melanda savana Bromo sejak Selasa, 9 September sore, baru bisa dipadamkan pada Kamis, 11 September 2014, pukul 17.00 WIB. Total luas savana yang terbakar mencapai 450 hektare, yang terdiri dari 100 hektare savana di dataran dan 350 hektare di tebing kaldera, mulai lereng Watu Kutho hingga Watu Gedhe dengan ketinggian lebih dari 300 meter.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari mengatakan, akibat kebakaran ini, tempat mencari makan bagi satwa rusak. Berbagai tumbuhan, seperti rerumputan, ilalang, dan pakis, serta berbagai jenis tanaman lainnya yang tumbuh di savana hangus terbakar. Ia berharap, tidak ada bara api lagi yang mengakibatkan kebakaran. Api juga mengakibatkan kerusakan ekosistem savana dan satwa-satwa mati terbakar.

Sebanyak seribu petugas gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, serta masyarakat turut membantu memadamkan api dengan cara membuat sekat bakar dan menyiram lidah api dengan peralatan slip on atau pemadam kebakaran. Pemadaman api juga dilakukan dengan jet shooter dan tanah basah serta digepyok.

Menurutnya, penyebab kebakaran diduga dari kelalaian pencari rumput dari arah savana. Api lalu merembet kearah tebing karena tertiup angin ke selatan dan barat. “Kerugian mencapai lebih dari Rp 1 miliar, semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Ayu Dewi Utari, Jumat (12/9/2014).

Sepanjang 2014, telah terjadi tiga kali kebakaran yang melanda kawasan savana Bromo. Kejadian kali ini merupakan yang terbesar dari kejadian sebelumnya. Peristiwa kebakaran sebelumnya terjadi pada Lebaran 2014 yang menghanguskan 2,5 hektare savana dengan dua kali kejadian. Hampir setiap tahun savana Bromo mengalami kebakaran. Sejak 2006 hingga 2012, telah terjadi 84 kejadian dan mengakibatkan ratusan hingga ribuan hektare savana rusak.

Ayu menghimbau kepada masyarakat atau pengunjung agar tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membuat perapian yang bisa memicu kebakaran. Pihaknya juga telah memasang papan pengumuman larangan bagi pengunjung maupun masyarakat.

Ketua Organisasi Perlindungan Hutan dan Satwa ProFauna, Rosek Nursahid meminta pengelola TNBTS lebih menggiatkan patroli dan pengawasan bagi pengunjung maupun masyarakat agar kejadian kebakaran bisa diminimalisir. Sebab, kejadian kebakaran menurutnya karena kelalaian manusia, bisa disebabkan wisatawan atau juga masyarakat. Ia khawatir luasnya savana yang terbakar mengakibatkan satwa-satwa yang biasanya mencari makan di tempat tersebut terancam kekurangan sumber makanan.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/savana-bromo-terbakar-satwa-kehilangan-tempat-mencari-makan/feed/ 0
Kebakaran Savana Di Bromo Diduga Karena Ulah Manusia https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-di-bromo-diduga-karena-ulah-manusia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebakaran-savana-di-bromo-diduga-karena-ulah-manusia https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-di-bromo-diduga-karena-ulah-manusia/#respond Wed, 10 Sep 2014 08:01:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5761 Malang (Greeners) – Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Padang savana yang berada di blok Pengol atau kawasan bukit “Teletubbies” terbakar sejak Selasa, 9 September 2014 sore. […]]]>

Malang (Greeners) – Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Padang savana yang berada di blok Pengol atau kawasan bukit “Teletubbies” terbakar sejak Selasa, 9 September 2014 sore. Hingga siang ini, petugas gabungan tengah berusaha memadamkan api dengan cara tradisional dan berusaha agar api tidak merembet dan meluas.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari mengatakan, api diketahui sejak Selasa sore. Namun, karena kondisi rumput ilalang yang kering disertai hembusan angin yang kencang menyulitkan petugas memadamkan api. “Petugas gabungan dari TNBTS, TBI, Polri, relawan, serta masyarakat berusaha memadamkan api sejak kemarin,” katanya, Rabu (10/9/2014).

Ayu yang meninjau lokasi kebakaran pagi tadi mengatakan, petugas telah membuat parit penghalang agar api tidak meluas dan diharapkan hari ini api sudah bisa padam. Savana “Teletubbies” ini memang mirip dengan savana dalam film anak-anak “Teletubies” sehingga disebut demikian. Para pengunjung kawasan Bromo selalu mengunjungi savana ini untuk menikmati kedamaian di tengah savana.

Menurutnya, kebakaran yang menghanguskan hingga 100 hektar padang savana kali ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya pada 2014. Kebakaran sebelumnya terjadi ketika Lebaran dengan luas savana sekitar 1-1,5 hektare yang terbakar. Selain, ilalang, tanaman adas, dan perdu juga hangus terbakar dalam peristiwa ini. Ayu menduga, kebakaran ini disebabkan karena ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan, atau para pencari kayu yang lupa tidak memadamkan api unggun hingga benar-benar padam.

Organisasi perlindungan hutan dan satwa atau Protection of Forest and Fauna (ProFauna), Rosek Nursahid, juga menegaskan jika pemicu kebakaran adalah manusia yang seenaknya saja membuang puntung rokok atau membuat api unggun yang pemadamannya tidak sempurna.

Ia meminta pihak TNBTS lebih intensif dalam melaksanakan kontrol dan patroli untuk mencegah kebakaran tidak terulang kembali. Sebab, bisa saja itu ulah wisatawan yang tidak mengetahui bahaya puntung rokok. “Patroli harus lebih diintensifkan oleh petugas,” katanya.

Data Balai Besar TNBTS menyebutkan, kebakaran tahun 2012 juga pernah terjadi dan menghanguskan 33 hektare padang savana. Sejak 2007-2011, terjadi 61 kasus kebakaran yang merusak padang savana seluas 1.688 hektare.

Setiap musim kemarau, pihak BB TNBTS selalu mengantisipasi adanya kebakaran terutama di padang savana karena rawan terbakar. Meski posko tanggap darurat kebakaran dan papan larangan membuang puntung rokok sembarangan, hampir setiap tahun terjadi kebakaran meski volumenya kian menyusut.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-di-bromo-diduga-karena-ulah-manusia/feed/ 0