kebun raya mangrove - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kebun-raya-mangrove/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 26 Jul 2023 10:05:31 +0000 id hourly 1 Kebun Raya Mangrove Surabaya, Pertama di Indonesia Diresmikan https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-mangrove-surabaya-pertama-di-indonesia-diresmikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebun-raya-mangrove-surabaya-pertama-di-indonesia-diresmikan https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-mangrove-surabaya-pertama-di-indonesia-diresmikan/#respond Wed, 26 Jul 2023 10:05:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=40958 Surabaya (Greeners) – Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Jawa Timur resmi beroperasi, Rabu (26/7). Presiden Republik Indonesia ke-5 yang juga Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri meresmikan langsung […]]]>

Surabaya (Greeners) – Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Jawa Timur resmi beroperasi, Rabu (26/7). Presiden Republik Indonesia ke-5 yang juga Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri meresmikan langsung KRM pertama di Indonesia ini.

Peresmian yang bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia ini juga dihadiri sejumlah pejabat. Turut hadir, Wali Kota Surabaya H. Eri Cahyadi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan sejumlah petinggi lainnya.

Dalam prosesnya, pembangunan KRM Surabaya ini memakan waktu panjang. Luasnya mencapai 31,5 hektare yang meliputi 11 ha di daerah Gunung Anyar, 16 ha di Medokan Sawah dan 4,5 ha di Mangrove Information Center. Menariknya, dari 140 jenis mangrove di dunia, KRM Surabaya memiliki 57 jenis di antaranya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya, H. Eri Cahyadi mengatakan, beberapa tahun lalu, mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, telah bekerja keras untuk membangun mangrove ini. Sehingga kini pihaknya ingin terus mengembangkan KRM Surabaya.

“Ke depannya kita akan bekerja sama dengan tempat atau pihak lain untuk mengembangkan Kebun Raya Mangrove Surabaya. Sehingga diharapkan bisa seperti wisata Romokalisari, yang memiliki wahana jet sky dan lainnya,” kata Eri.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pun mengaku bangga atas peresmian KRM Surabaya. Butuh perjalanan yang cukup panjang untuk membuat lahan ini menjadi KRM. Inisiasinya sejak tahun 2017. Kemudian tahun 2018 ada surat penempatan lokasi dan mulai pengembangan.

“Bangga bisa hadir di acara ini. Terlebih sebagai mantan warga Surabaya. Terlepas dari itu, kami sebagai anggota BRIN berharap, agar KRM ini bisa dikelola dengan sangat baik dan konsisten,” ucap Laksana.

Manfaat Kebun Raya Mangrove Surabaya

Usai menandatangani prasasti peresmian, Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah BRIN memberi sambutan. Menurutnya, peresmian KRM Surabaya ini menjadi upaya melindungi, menjaga, sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati di Pamurbaya, Surabaya.

Megawati menuturkan, Kebun Raya Mangrove Surabaya merupakan kebun raya tematik pertama di Indonesia yang telah memiliki cukup banyak koleksi jenis mangrove.

“Tempat ini juga digunakan sebagai konservasi mangrove endemik Indonesia, wahana interaksi dan kreativitas masyarakat, hingga media pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, mangrove berperan melindungi pantai dari erosi. Bahkan melindungi daratan dari hempasan ombak hingga tsunami.

Kawasan KRM Surabaya. Foto: Greeners/Syaiful Rochman

Dulunya Tempat Pembuangan Sampah

Sebagai informasi, dahulu KRM Surabaya adalah kawasan tambak dan tempat pembuangan sampah. Kemudian perlahan ada pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan mangrove.

Berkolaborasi dengan TNI, Polri dan perguruan tinggi, kini KRM Surabaya memiliki berbagai infrastruktur pendukung seperti akses jalan, jembatan, dan jogging track. Selain itu ada pula beberapa fasilitas, yakni auditorium, toko merchandise, area food and beverage (F&B), musola, dan playground. Meski begitu, KRM Surabaya akan terus dikembangkan ke depannya.

Mangrove atau tanaman bakau memiliki beragam manfaat bagi lingkungan, kehidupan masyarakat, ekonomi, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Bahkan tak hanya sebagai sarana edukasi dan menjaga lingkungan, pengelolaan dan pemanfaatan mangrove yang baik bisa menjadi daya tarik dan tempat wisata.

Hal ini juga mampu membuka kesempatan dan menambah pendapatan pelaku UMKM dan sejenisnya, melalui pengadaan penyewaan perahu, usaha F&B, merchandise, dan lainnya.

Penulis : Fitri Yuliani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-mangrove-surabaya-pertama-di-indonesia-diresmikan/feed/ 0
Tri Rismaharini: Berinvestasi untuk Lingkungan Tidak Akan Rugi https://www.greeners.co/berita/tri-rismaharini-berinvestasi-untuk-lingkungan-tidak-akan-rugi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tri-rismaharini-berinvestasi-untuk-lingkungan-tidak-akan-rugi https://www.greeners.co/berita/tri-rismaharini-berinvestasi-untuk-lingkungan-tidak-akan-rugi/#respond Thu, 22 Nov 2018 08:03:42 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=21784 Pembangunan Kebun Raya Mangrove di Surabaya yang merupakan program utama pada periode pertama Gerakan Jaga Bhumi 2018 terus dikembangkan dan sudah dalam tahap pembuatan master plan oleh Kementerian PUPR.]]>

Jakarta (Greeners) – Pembangunan Kebun Raya Mangrove di Surabaya yang merupakan program utama pada periode pertama Gerakan Jaga Bhumi 2018 terus dikembangkan dan sudah dalam tahap pembuatan master plan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan Kebun Raya Mangrove ini nantinya akan memberikan manfaat besar dalam menjaga lingkungan terutama bagi Surabaya.

“Saya ingin menyampaikan bahwa seringkali orang mengatakan jika membuat sebuah wilayah atau kota yang ramah lingkungan itu akan rugi atau uangnya akan habis untuk lingkungan, tanaman, ataupun hutan kota. Tapi saya buktikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya pada awal saya menjadi Walikota hanya Rp900 miliar, sekarang PAD Surabaya mencapai Rp5,2 triliun,” ujar Risma dalam pidatonya di acara peluncuran Jaga Bhumi 2019 di Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Risma mengatakan hasil PAD itu bisa didapatkan karena uang untuk perbaikan lingkungan bisa dihemat. Ia mengakui kalau saat memulai memang terasa mahal namun ia menilai itu sebagai investasi.

“Pada awal-awal pemerintahan saya, banyak nelayan yang meminta sumbangan untuk memperbaiki kapal nelayan mereka yang rusak akibat dari terkena ombak. Setelah saya mengobrol dengan Ibu Megawati Soekarnoputri, akhirnya saya tanami pohon cemara udang (di pinggir pantai) dan syukur alhamdulillah sudah hampir tiga tahun ini saya tidak dimintai sumbangan untuk memperbaiki kerusakan kapal nelayan,” tutur Risma.

BACA JUGA: Luncurkan Jaga Bhumi 2019, YKRI Akan Bangun Kebun Raya Tanaman Obat

Selain itu, Risma juga menanami mangrove di sekitar kawasan pantai untuk melindungi pelabuhan. Saat ini tanggul yang terbuat dari mangrove itu sudah ditanami sepanjang 23 kilometer dan masih ada 12 kilometer lagi yang tersisa untuk ditanami tahun depan.

“Saya berharap bahwa Kebun Raya Mangrove ini nantinya akan bisa menyelamatkan lingkungan Surabaya dan sekitarnya. Hampir 50% wilayah Surabaya berbatasan dengan laut, sisi Utara berbatasan dengan Selat Madura dan Timur berbatasan dengan Selat Indonesia. Karena itu manfaat mangrove ini besar sekali. Setelah melihat kejadian yang ada di Palu kemarin pun disadari betul bahwa mangrove bisa menyelamatkan masyarakat Surabaya nantinya,” jelas Risma.

Kebun Raya Mangrove ini juga akan disiapkan sebagai sarana pendidikan dan laboratorium untuk digunakan sebagai tempat penelitian bagi mahasiswa ataupun ahli. “Masyarakat sendiri akan diberikan edukasi bagaimana menjadi tamu yang baik bagi wisatawan nanti. Jadi nanti ada program khusus yang akan ditangani oleh masyarakat dan pemerintah kota,” ujar Risma menambahkan.

BACA JUGA: MoU Pembangunan Kebun Raya Mangrove Surabaya Ditandatangani 

Dalam acara peluncuran Gerakan Jaga Bhumi 2019 ini, Gerakan Jaga Bhumi memberikan donasi sebesar Rp2,5 miliar untuk pembangunan Kebun Raya Mangrove kepada Pemerintah Kota Surabaya. Donasi tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Ketua I Yayasan Kebun Raya Indonesia Michael Sumarijanto kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Michael mengatakan bahwa pada tahun 2018, Gerakan Jaga Bhumi periode pertama menghasilkan pembangunan Kebun Raya Mangrove pertama di dunia di Surabaya. Pembangunan akan berjalan setelah adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara beberapa pihak seperti LIPI, YKRI, dan Pemerintah Kota Surabaya.

“Pembangunan Kebun Raya Mangrove bukan hanya rencana. Saat ini pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bawah komando Menteri Basuki sudah dalam tahap master plan dan sudah mulai bergerak ke arah pembangunan,” jelas Michael.

Michael mengatakan bahwa akan dibuat semacam rekening khusus untuk pembangunan Kebun Raya Mangrove di Surabaya. “Bantuan diberikan dalam beberapa hal yang diperlukan dan nantinya Ibu Mega sendiri yang akan terjun untuk melihat apa yang bisa dilakukan dari donasi tersebut,” katanya.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/tri-rismaharini-berinvestasi-untuk-lingkungan-tidak-akan-rugi/feed/ 0
MoU Pembangunan Kebun Raya Mangrove Surabaya Ditandatangani https://www.greeners.co/berita/mou-pembangunan-kebun-raya-mangrove-surabaya-ditandatangani/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mou-pembangunan-kebun-raya-mangrove-surabaya-ditandatangani https://www.greeners.co/berita/mou-pembangunan-kebun-raya-mangrove-surabaya-ditandatangani/#respond Tue, 01 May 2018 05:38:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20490 Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Pemkot Surabaya, LIPI dan Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) terkait pembangunan Kebun Raya Mangrove pertama di dunia di kota Surabaya ditandatangani.]]>

Surabaya (Greeners) – Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Pemerintah Kota Surabaya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) terkait pembangunan Kebun Raya Mangrove pertama di dunia di kota Surabaya ditandatangani. Penandatanganan tersebut merupakan puncak acara Jaga Bhumi Festival yang diselenggarakan di sepanjang Jalan Tunjungan, Surabaya, pada Minggu (29/04/2018).

Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Ketua Umum YKRI Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua I YKRI Michael Sumarijanto, Wakil Ketua II YKRI Alexander Sonny Keraf, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala LIPI Bambang Subiyanto, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam acara tersebut Megawati mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar setelah Brazil yang diakui dunia dalam menyumbangkan oksigen untuk dunia, tapi pada kenyataannya kondisi lingkungan hidup di Indonesia masih memprihatinkan.

“Saya melihat betapa memprihatinkan pemeliharaan kebun raya-kebun raya yang ada di Indonesia sehingga saya mengambil sebuah keputusan untuk membentuk sebuah Yayasan Kebun Raya Indonesia. Upaya untuk mendirikan kebun raya di seluruh Indonesia patut kita hargai dan apresiasi karena semakin banyak masyarakat yang masih mempunyai cinta dan kasih sayang kepada flora dan fauna,” ujar Megawati, Surabaya, Minggu (29/04/2018).

BACA JUGA: Peraih Kalpataru Minta Dukungan Yayasan Kebun Raya Indonesia

Penandatanganan MoU ini juga disambut baik oleh Bambang Subiyanto. Ia mengatakan bahwa Pemkot Surabaya memerlukan dukungan IPTEK untuk memecahkan segala aspek permasalahan masyarakat dan lingkungannya. LIPI sendiri memiliki 48 satuan kerja dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari aspek sosial, ilmu hayati, geoteknologi, hingga keteknikan.

“Melalui MoU ini diharapkan menjadi landasan bagi satuan kerja LIPI untuk menjalin kerjasama teknis dengan SKPD di Pemkot Surabaya,” ujar Bambang.

kebun raya mangrove

Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Menurut Bambang ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang unik dimana kehidupan organisme dan lingkungannya dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Indonesia dengan panjang garis pantai mencapai 95 ribu km, jelas memiliki ekosistem mangrove yang sangat luas.

Data KLHK menyebutkan luas mangrove Indonesia sebesar 3,49 juta ha (sekitar 23% luas mangrove dunia). Dari luasan tersebut, telah ditemukan sekitar 189 jenis dari 68 suku mangrove di Indonesia (Bakosurtanal, 2009). Kebun Raya Mangrove Surabaya, lanjut Bambang, diharapkan akan menjadi pusat konservasi mangrove di Indonesia.

BACA JUGA: Kebun Raya Mangrove Pertama di Dunia akan Dibangun di Surabaya

Dalam acara yang sama, Sonny Keraf menyatakan bahwa YKRI mempunyai komitmen untuk membantu konservasi plasma nutfah kekayaan flora yang sangat endemik yang tidak ditemukan di mana pun kecuali di Indonesia. Oleh karena itu, YKRI akan bahu-membahu membantu LIPI, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk membangun kebun raya di seluruh Indonesia.

“Dulu kebun raya hanya ada empat. Sekarang sudah ada 36 kebun raya di Indonesia dan sudah ada yang mengantre menjadi 42, dan banyak sekali kepala daerah yang sudah mengajukan permohonan untuk pembangunan kebun raya di daerahnya masing-masing,” kata Sonny.

Rencana pembangunan Kebun Raya Mangrove pertama di dunia ini juga diakui oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai hal yang membanggakan Kota Surabaya yang dipilih YKRI sebagai lokasi pembangunan tersebut. Risma menyatakan akan mendedikasikan kurang lebih 2.800 hektar lahan untuk menjadi paru-paru dunia.

“Saya sudah berhasil menurunkan suhu 2 derajat Celcius. Saya ingin menurunkan lagi 2 derajat Celcius, maka itu saya membutuhkan bantuan dari warga Surabaya untuk mewujudkan hal itu. Pembangunan Kebun Raya Mangrove ini diharapkan juga memberikan dampak penurunan suhu di Surabaya supaya banyak orang yang betah tinggal di Surabaya,” kata Risma.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/mou-pembangunan-kebun-raya-mangrove-surabaya-ditandatangani/feed/ 0
Tri Rismaharini Sambut Tim Jelajah Bhumi di Balaikota Surabaya https://www.greeners.co/berita/tri-rismaharini-sambut-tim-jelajah-bhumi-di-balaikota-surabaya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tri-rismaharini-sambut-tim-jelajah-bhumi-di-balaikota-surabaya https://www.greeners.co/berita/tri-rismaharini-sambut-tim-jelajah-bhumi-di-balaikota-surabaya/#respond Sun, 29 Apr 2018 10:03:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20487 Tim Jelajah Bhumi berhasil menyelesaikan perjalanan 1.000 kilometer yang dimulai dari Jakarta hingga kota Surabaya pada hari ini, Minggu (29/04/2018), Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyambut mereka di Kantor Balaikota Surabaya.]]>

Surabaya (Greeners) – Tim Jelajah Bhumi berhasil menyelesaikan perjalanan 1.000 kilometer yang dimulai dari Jakarta hingga kota Surabaya kemarin dan pagi ini, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyambut mereka di Kantor Balaikota Surabaya. Risma mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada 8 pesepeda yang telah berjuang membawa pesan lingkungan dalam gerakan Jaga Bhumi.

“Saya ingin mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Jelajah Bhumi yang bersepeda dari Jakarta hingga ke kota kita tercinta, Surabaya. Selamat datang di kota kami tercinta Surabaya!” kata Risma di depan para peserta Jaga Bhumi Festival – Fun Walk di Balaikota Surabaya, Minggu (29/04/2018).

Menurut Risma, misi dari tim Jelajah Bhumi ini adalah untuk menggalakan gerakan untuk menjaga bumi pertiwi Indonesia dari ancaman-ancaman dampak lingkungan yang sebetulnya bisa dicegah secara langsung.

“Saya berharap, khususnya warga Surabaya, bisa merespon kedatangan dari tim Jelajah Bhumi agar menggunakan kembali sepeda untuk menjaga kualitas lingkungan kita. Itu pesan yang terpenting dan semoga pesannya juga sampai ke benak masyarakat bahwa menjaga lingkungan sangatlah penting,” kata Risma.

BACA JUGA: Kebun Raya Mangrove Pertama di Dunia akan Dibangun di Surabaya

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan bersepeda, dampak global warming yang diakibatkan dari polusi dapat dikurangi. Dampak pemanasan global ini pun sudah dirasakan Indonesia dengan perubahan musim yang semakin sulit diprediksi dan menyulitkan petani menanam tanaman pangan yang sesuai dengan kondisi cuaca.

“Perlu dicermati juga untuk menjaga permukaan laut di bumi. Jika tidak, kota-kota yang ada di tepi laut termasuk Surabaya bisa tenggelam karena semakin lama air akan semakin tinggi akibat dari dampak pemanasan bumi yang menyebabkan daerah Kutub mencair,” ujar Risma.

Tidak hanya membawa pesan lingkungan, tim Jelajah Bhumi juga membawa spanduk yang berisikan tanda tangan dari orang-orang untuk mendukung pembangunan Kebun Raya Mangrove pertama di dunia di Surabaya.

jelajah bhumi

Delapan pesepeda Jelajah Bhumi membentangkan kain sepanjang 10 meter berisi tanda tangan dari masyarakat dan anggota komunitas untuk upaya pelestarian lingkungan. Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Wakil Ketua II Yayasan Kebun Raya Indonesia Alexander Sonny Keraf mengatakan, tanda tangan yang ada di spanduk ini memperlihatkan bahwa ada banyak orang yang mendukung kegiatan Jaga Bhumi sepanjang perjalanan tim Jelajah Bhumi dari Jakarta sampai ke Surabaya.

“Mereka yang memberikan tanda tangan sangat mendukung pembangunan Kebun Raya Mangrove pertama di dunia di Surabaya dengan kepedulian yang menjadi mimpi dari gerakan Jaga Bhumi. Masyarakat menyadari betapa bumi ini terancam dengan banyaknya antusiasme dukungan yang diberikan kepada kami,” ucap Sonny.

Sebagai tuan rumah yang menjadi lokasi pembangunan Kebun Raya Mangrove, Risma mengatakan suatu saat beberapa puluh tahun mendatang mangrove akan menjadi salah satu andalan di dunia untuk menjadi paru-paru dunia dan kelestarian kelautan.

“Saat ini semua kota berlomba-lomba untuk menjadi water front city untuk menyelamatkan kawasan-kawasan pesisir dan menyelamatkan keberadaan ikan dan binatang-binatang laut, oleh karena itu Surabaya mendeklarasikan hutan mangrove yang menjadi pengabdian dan pengorbanan untuk mendedikasikan wilayahnya menjadi salah satu paru-paru di dunia dan menjadi warisan anak cucu kita nantinya,” kata Risma.

BACA JUGA: Menyaksikan Tumbuhan Dataran Rendah Kering di Kebun Raya Purwodadi

Salah satu pesepeda Jelajah Bhumi, Meilana Dukut Elisdiarto mengatakan, dirinya berharap pesan positif yang dibawa Jelajah Bhumi bisa ditularkan ke komunitas dan masyarakat. Apalagi di beberapa etape Tim Jelajah Bhumi mengunjungi kebun raya dan sekolah-sekolah.

“Kami para pesepeda juga belajar akan ilmu lingkungan hidup. Mungkin kami tahu tapi hanya secara umum saja tidak mendalam seperti konservasi, pendidikan lingkungan, dan penelitian,” ujar Dukut.

Dukut melanjutkan bahwa ia juga bangga bisa mengayuh sepedanya bersama-sama dengan tujuh pesepeda lainnya, yaitu Krisna Dewi, Trilara Prsetia Rina, Siti Maemunah, Dhetoris Dewi Shinta, Dadan Sujana, Maulana Luqman dan Hamka Turnip sejauh 1.000 kilometer.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/tri-rismaharini-sambut-tim-jelajah-bhumi-di-balaikota-surabaya/feed/ 0
Kebun Raya Mangrove Pertama di Dunia akan Dibangun di Surabaya https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-mangrove-pertama-di-dunia-akan-dibangun-di-surabaya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebun-raya-mangrove-pertama-di-dunia-akan-dibangun-di-surabaya https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-mangrove-pertama-di-dunia-akan-dibangun-di-surabaya/#respond Thu, 26 Apr 2018 14:15:13 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20465 Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) bersama Pemkot Surabaya akan menggelar Jaga Bhumi Festival. Acara ini sekaligus menandai peluncuran Kebun Raya Mangrove pertama di dunia di Surabaya.]]>

Surabaya (Greeners) – Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) bersama Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar Jaga Bhumi Festival yang merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan gerakan Jaga Bhumi dan akan diselenggarakan pada 27-29 April 2018 di Jalan Tunjungan, Surabaya. Terpilihnya Surabaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara puncak tersebut karena kota ini dinilai sukses dalam melestarikan lingkungan. Sebelumnya, Alexander Sonny Keraf sebagai Wakil Ketua II YKRI mengatakan bahwa Jaga Bhumi Festival tersebut sekaligus menandai peluncuran Kebun Raya Mangrove pertama di dunia di Surabaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Djoestamadji mengatakan, pemerintah kota Surabaya dengan LIPI dan YKRI sudah bertemu tahun 2017 lalu untuk membicarakan pembuatan Kebun Raya Mangrove di Surabaya.

“Besok kami juga ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan dilakukan oleh pihak kami pemerintah kota Surabaya, LIPI, dan YKRI untuk Kebun Raya Mangrove dan pelaksanaan Festival Jaga Bhumi,” ujar Djoestamadji saat konferensi pers Festival Jaga Bhumi di Kantor Humas Pemerintah Kota Surabaya, Kamis (26/04/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah total spesies mangrove yang akan ditanam di Kebun Raya Mangrove ini berjumlah 100 spesies dengan luas lahan 60 hektar yang sudah clean and clear. Penanaman mangrove di kota Surabaya sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2009 dan lokasi penanaman sudah semakin bertambah.

BACA JUGA: Kebun Raya Bukan Hanya Tempat Konservasi

Kebun Raya Mangrove di Surabaya merupakan upaya dari pencegahan abrasi yang mulai banyak terjadi di daerah-daerah pesisir Indonesia. Sesuai data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) luas hutan mangrove di Indonesia saat ini tersisa 3,49 juta hektar yang tersebar di 257 kabupaten atau kota. Namun, hanya 48 persen yang kondisinya masih dalam keadaan baik, sisanya dalam kondisi sedang atau rusak.

“Pembuatan kebun raya mangrove ini harus dilakukan di kota Surabaya. Keadaan pesisir kita saat ini bisa dikatakan dalam keadaan kritis. Pembangunan Kebun Raya ini diharapkan bisa memulihkan keadaan hutan mangrove kita,” ujar Wakil Ketua I Yayasan Kebun Raya Indonesia Michael Sumarijanto.

Michael melanjutkan, dipilihnya Surabaya sebagai tempat puncak acara dari Jaga Bhumi akan menjadi salah satu kebanggaan Surabaya terutama dalam memperkenalkan lingkungan kepada masyarakat Surabaya yang khas dan berkarakter.

BACA JUGA: Semangat Gerakan “Jaga Bhumi” Sejalan dengan Kebun Raya Bogor-LIPI

Perayaan puncak acara Jaga Bhumi Festival yang diselenggarakan di Jalan Tunjungan ini akan menghadirkan beberapa kegiatan seperti seperti Fun Walk yaitu jalan santai untuk menggalang dukungan terhadap kebun raya mangrove, Festival Bunga, pameran UKM dan pertunjukkan komunitas bertajuk Jaga Praja, permainan tradisional anak Indonesia dan lomba mewarnai bertajuk Jaga Cilik, olah raga dan senam zumba dalam Jaga Raga, pertunjukkan musik dalam Jaga Gita yang akan dimeriahkan oleh Tipe X, White Shoes and The Couples Company dan The SIGIT, dan Jaga Prakarsa berupa simbolis kebun raya mangrove Surabaya.

Selain itu, pada tanggal 27-29 April tersebut akan ada forum sarasehan di Gedung Siola yang mengundang sekitar 80 orang pemenang penghargaan Kalpataru. Dalam forum ini, mereka akan diberi kesempatan untuk memberikan usulan dan tanggapan mengenai hal-hal yang diperlukan untuk mengembalikan kejayaan alam Indonesia. Usulan tersebut nantinya akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo.

“Saya harap dengan adanya acara seperti Jaga Bhumi Festival dan pembangunan Kebun Raya Mangrove ini membuat Surabaya terus semangat dalam membangun wawasan tentang lingkungan yang memiliki kebudayaan lingkungan mangrove di dunia,” pungkas Michael.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-mangrove-pertama-di-dunia-akan-dibangun-di-surabaya/feed/ 0
Aksi Tanam Mangrove, #AndaJogetKamiTanam Sasar Generasi Muda https://www.greeners.co/berita/aksi-tanam-mangrove-andajogetkamitanam-sasar-generasi-muda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aksi-tanam-mangrove-andajogetkamitanam-sasar-generasi-muda https://www.greeners.co/berita/aksi-tanam-mangrove-andajogetkamitanam-sasar-generasi-muda/#respond Mon, 05 Feb 2018 05:48:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=19953 Untuk mensosialisasikan pentingnya Kebun Raya dan pelestarian keanekaragaman hayati, Yayasan Kebun Raya Indonesia bekerjasama dengan Dyandra Promosindo meluncurkan program unik bertajuk #AndaJogetKamiTanam.]]>

Jakarta (Greeners) – Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) bekerjasama dengan Dyandra Promosindo meluncurkan program #AndaJogetKamiTanam. Program ini dibuat untuk mensosialisasikan pentingnya Kebun Raya dan pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia khususnya bagi generasi muda.

Wakil Ketua I Yayasan Kebun Raya Indonesia Dr. Alexander Sonny Keraf mengatakan, generasi muda yang saat ini disebut generasi Milenial, merupakan generasi yang aktif memanfaatkan media sosial di internet untuk berinteraksi. Oleh karena itu, program #AndaJogetKamiTanam menggunakan pendekatan serupa untuk menarik perhatian generasi muda sekaligus membuat mereka terlibat dalam penanaman mangrove.

“Program ini dibuat untuk memperkenalkan lingkungan tapi juga ada kesan dan daya tariknya untuk anak Milenial sekarang. Program ini dibuat menarik agar bisa diviralkan dan bisa mengingatkan anak muda bahwa manusia ini sangat bergantung kepada alam,” ujar Sonny saat dihubungi melalui telepon kepada Greeners, Jakarta, Senin (05/02/2018).

BACA JUGA: HUT ke-71, Pagelaran “Satyam Eva Jayate” dari Megawati untuk Negeri

Menurut Sonny, program ini bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kepada generasi muda. Dengan gaya hidup anak muda saat ini, lanjutnya, program #AndaJogetKamiTanam memberikan kesempatan untuk ikut merawat, memelihara, dan menjaga tanaman dan lingkungan.

“Indonesia ini sangat kaya dengan keanekaragaman hayati tapi sebagiannya dalam kondisi kritis dan terancam punah. Oleh karena itu, manusia juga akan terancam karena kita bergantung pada udara, air, tanaman, energi. Kesadaran untuk menjaga lingkungan perlu dibangkitkan dari anak muda dengan memanfaatkan media sosial dengan baik,” ujar Sonny.

Untuk berpartisipasi dalam program ini, cukup mengikuti tarian #AndaJogetKamiTanam dan mengunggah videonya di Instagram. Setiap video yang diunggah harus menyertakan tagar #AndaJogetKamiTanam dan #AkuJagaBhumi, dan menandai (tag) akun @id_jagabhumi. Musik pengiring tarian dapat diunduh pada tautan yang tertera di akun Instagram @id_jagabhumi. Akun harus dalam pengaturan terbuka untuk publik agar dapat di teruskan ulang (repost) oleh admin JagaBhumi. Joget dapat dilakukan lebih dari satu orang, namun hanya nama akun pengunggah video yang ditulis pada tanaman yang akan ditanam di Kebun Raya Mangrove.

BACA JUGA: Penanaman 10.000 Mangrove, Generasi Millenial Diajak Peduli Lingkungan

“Target kami bisa sampai 500 ribu akun untuk mengikuti program #AndaJogetKamiTanam atau bisa lebih sampai bulan April 2018. Kami juga akan ada gelaran festival musik outdoor besar-besaran di Orchid Forest, Cikole, Lembang yang akan dihadiri oleh artis lokal maupun internasional,” ungkap Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu.

Menurut Michael, program #AndaJogetKamiTanam dibuat untuk mengembangkan kebun raya di Indonesia khususnya Kebun Raya Mangrove pertama di dunia di Surabaya. Pembangunan tersebut untuk mewujudkan peran untuk konservasi mangrove.

Michael mengatakan, saat ini pembangunannya masih dalam tahap proses kajian SS (arsitektur) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Kebun Raya Mangrove ini mempunyai lahan seluas 200 hektar tapi saat ini baru pembebasan lahan 50 hektar dari target 200 hektar. Pembangunannya akan dilakukan di 50 hektar terlebih dahulu,” katanya.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/aksi-tanam-mangrove-andajogetkamitanam-sasar-generasi-muda/feed/ 0