kebun raya - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kebun-raya/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 22 Aug 2023 12:06:54 +0000 id hourly 1 YKRI Dorong Kota Besar di Indonesia Bangun Kebun Raya https://www.greeners.co/berita/ykri-dorong-kota-besar-di-indonesia-bangun-kebun-raya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ykri-dorong-kota-besar-di-indonesia-bangun-kebun-raya https://www.greeners.co/berita/ykri-dorong-kota-besar-di-indonesia-bangun-kebun-raya/#respond Tue, 22 Aug 2023 12:06:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=41275 Pembangunan kebun raya bisa menjadi solusi atas penurunan kualitas udara. Bukan tidak mungkin, kasus penurunan kualitas udara di Ibukota Jakarta bisa terjadi di kota besar lainnya jika pemerintah daerah tidak […]]]>

Pembangunan kebun raya bisa menjadi solusi atas penurunan kualitas udara. Bukan tidak mungkin, kasus penurunan kualitas udara di Ibukota Jakarta bisa terjadi di kota besar lainnya jika pemerintah daerah tidak segera menyiapkan rencana strategis dalam proses pembangunan kotanya.

Wakil Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Alexander Sonny Keraf mengatakan, harus ada semangat membangun perkotaan di daerah dalam tatanan konsep green city/kota hijau. Salah satunya adalah dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai. “Di dalam perencanaan tata kota, tiga puluh persen minimal itu harus berisi ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Daerah Perlu Didorong untuk Memiliki Kebun Raya

Ke depan, ujar Sonny, tantangan banyak kota besar di Indonesia adalah ledakan polusi sebagai akibat dari tidak terkendalinya populasi dan timbulan emisi karbon.

“Kita semua mengetahui dampak buruk dari kualitas udara yang rendah bisa mengarah ke berbagai ancaman kesehatan, seperti penurunan kecerdasan, gangguan saluran pernafasan, serta penurunan kesuburan. Oleh karena itu, setiap kota besar di daerah harus didorong untuk memiliki setidaknya satu lahan terbuka hijau yang luas di wilayahnya masing-masing,” tambah Sonny.

BACA JUGA: Kebun Raya Bukan Hanya Tempat Konservasi

Kebun Raya Bogor

Suasana Kebun Raya Bogor sebagai sarana rekreasi alam. Foto: Mitra Natura Raya

Sonny menilai, ruang terbuka hijau yang luas memiliki banyak manfaat bagi kualitas lingkungan hidup sebuah kota. Di antaranya penyerapan emisi karbon, filter polusi, serta menjadi garda penyelamatan keragaman hayati. Selain itu, masyarakat juga bisa menjadikannya sarana rekreasi dan memperoleh manfaat alam dalam menyeimbangkan kehidupannya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan hal itu akan mendatangkan manfaat berupa pendapatan bagi pemerintah daerah.

Perlu Dukungan dari Pemerintah Pusat

Pengamat Perkotaan Nirwono Joga menambahkan, kawasan RTH besar memiliki banyak manfaat. Kendati demikian, dalam pembangunannya masih masuk kategori pembangunan jangka menengah.

“Pembangunannya memang membutuhkan sumber lahan, daya, dan anggaran yang tidak kecil. Oleh sebab itu, perlu dukungan pemerintah pusat dalam hal garansi pembangunan. Jangan lupa, kebun raya adalah kawasan konservasi ex-situ yang dalam pemilihan lahan bisa memanfaatkan beragam lokasi untuk realisasinya,” jelas Joga.

Penulis : SR

Editor : Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/ykri-dorong-kota-besar-di-indonesia-bangun-kebun-raya/feed/ 0
Dipterocarpus cinereus “Penghuni” Baru Kebun Raya Cibinong https://www.greeners.co/aksi/dipterocarpus-cinereus-penghuni-baru-kebun-raya-cibinong/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dipterocarpus-cinereus-penghuni-baru-kebun-raya-cibinong https://www.greeners.co/aksi/dipterocarpus-cinereus-penghuni-baru-kebun-raya-cibinong/#respond Tue, 23 May 2023 04:00:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=40158 Cibinong (Greeners) – Dipterocarpus cinereus kini tak lagi berstatus punah di alam liar (extinct in the wild). Tumbuhan endemik asal Pulau Mursala, Sumatra Utara ini kini resmi menjadi salah satu “penghuni” Kebun […]]]>

Cibinong (Greeners) – Dipterocarpus cinereus kini tak lagi berstatus punah di alam liar (extinct in the wild). Tumbuhan endemik asal Pulau Mursala, Sumatra Utara ini kini resmi menjadi salah satu “penghuni” Kebun Raya Cibinong, Bogor.

Berkat kegigihan tim peneliti Kebun Raya Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Komatsu, tanaman ini kini berhasil dikonservasi. 

Di tahun 2019, IUCN pun mengategorikan tumbuhan ini critically endangered (kritis). Status ini membawa angin segar. Setelah dua kali ekspedisi ke pulau tersebut, tim peneliti berhasil melakukan pembesaran bibit di nursery di Gunung Batu, Bogor. Selain itu juga sudah ada penanaman di Gunung Dahu, Panorama Pabangbon, Bogor.

Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Henti Hendalastuti Rachmat mengatakan, masyarakat mengenal tumbuhan jenis meranti ini dengan sebutan keruing. Bahkan jika kita bandingkan dengan meranti lainnya ada banyak perbedaan. 

Jika meranti lain butuh tiga bulan untuk pembesaran bibit. Keruing ini butuh dua tahun. “Kami butuh dua kali ekspedisi ke lokasi untuk mengambil bibit yang lebih banyak untuk pembesaran,” katanya di kawasan Kebun Raya Cibinong, Bogor, Senin (22/5).

Rumah Bagi Ekosistem Lain

Henti dan timnya memulai ekspedisi tahun 2013. Akses pulau sulit tim jangkau, berpenduduk kurang dari 20 kepala keluarga dan minim fasilitas, beberapa personel tim pun terjangkit malaria.

Namun hal itu tidak menyurutkan tim. Hingga saat ini, mereka berhasil melakukan pembesaran. Harapannya, tanaman ini bisa mereka perbanyak dan kembalikan lagi ke habitatnya.

Ancaman antroprogenik pun tinggi di sana. Sehingga tumbuhan potensial ini juga kerap menjadi sasaran illegal logging

Butuh 30-40 tahun kayu pohon ini berdiameter optimal dan bisa bernilai potensial. Apalagi pohon ini adalah penghuni hutan hujan tropis

“Mereka pun menjadi rumah bagi ekosistem lain seperti flora, fauna, fungi (jamur) yang punya manfaat luar biasa seperti anti-inflamasi dan banyak lagi yang mungkin belum diketahui,” tuturnya.

Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Henti Hendalastuti Rachmat salah satu tim peneliti tumbuhan endemik ini. Foto: Greeners/Ari Rikin

Kepala BRIN Tanam di Kebun Raya Cibinong

Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan BRIN Andes Hamuraby Rozak mengungkapkan, regenerasi tanaman butuh bantuan tangan manusia. 

Meranti misalnya, adalah kayu dengan nilai keekonomian tinggi. Di samping itu, nilai ekosistem, jasa lingkungannya juga tinggi. “Penghasil oksigen, konservasi air, habitat fauna lain dan tumbuhan merambat lainnya,” tuturnya.

Dalam peringatan hari keanekaragaman hayati pada 22 Mei 2023, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko juga menanam Dipterocarpus cinereus di kawasan Kebun Raya Cibinong, Bogor. 

“Untuk recovery kita tanam lagi tumbuhan yang punah, sehingga masyarakat tergerak mengonservasi,” imbuhnya.

Penulis/Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/dipterocarpus-cinereus-penghuni-baru-kebun-raya-cibinong/feed/ 0
HUT ke-206, Kebun Raya Bogor Tingkatkan Pengelolaan Kebun Raya https://www.greeners.co/berita/hut-ke-206-kebun-raya-bogor-tingkatkan-pengelolaan-kebun-raya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hut-ke-206-kebun-raya-bogor-tingkatkan-pengelolaan-kebun-raya https://www.greeners.co/berita/hut-ke-206-kebun-raya-bogor-tingkatkan-pengelolaan-kebun-raya/#respond Fri, 19 May 2023 06:26:05 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=40122 Jakarta (Greeners) – Kebun Raya Bogor (KRB) memasuki usia ke-206 tahun. Di usianya yang lebih dari dua abad ini, KRB berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan kebun raya di seluruh Indonesia. Kebun […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kebun Raya Bogor (KRB) memasuki usia ke-206 tahun. Di usianya yang lebih dari dua abad ini, KRB berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan kebun raya di seluruh Indonesia.

Kebun Raya Bogor berdiri di bawah masa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda G.A.G.P Baron van der Cappellen tahun 1817. Lalu pada 18 Mei 1817 pembangunan resminya dimulai. Berdirinya Kebun Raya menandai tegaknya kejayaan Belanda di bidang ilmu biologi di Indonesia. Kemudian Kota Bogor menjadi pusat perkembangan pertanian dan hortikultura. 

Dalam peringatan HUT ke-206 KRB, turut diresmikan pula Rumah Kaca Anggrek Soedjana Kassan. Hadir dalam acara tersebut, Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri. Lalu Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, Walikota Bogor Bima Arya serta sejumlah peraih Kalpataru. 

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan, acara ini bertema Mendorong Konservasi Tumbuhan dan Pelestarian Lingkungan di Daerah.

“Pada acara ini kami bukan saja mengundang para pengelola kebun raya Indonesia, tetapi juga para Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dan alumni penerima Kalpataru,” kata Hendrian dalam keterangannya. 

Ia menjelaskan, ke depan perlu koordinasi yang lebih erat antara BRIDA dan pengelolaan kebun raya di daerah. Momentum peringatan hari jadi Kebun Raya Bogor tahun ini harapannya menjadi titik awal dari koordinasi tersebut.

Rumah Kaca Anggrek baru saja diresmikan. Foto: BRIN

Pentingnya Gagasan Implementatif

Saat ini, di Indonesia terdapat 46 kebun raya yang pemerintah daerah dan perguruan tinggi kelola, serta lima kebun raya yang BRIN kelola. Menurut Hendrian, ada kebutuhan mendesak berupa gagasan dan pemikiran implementatif. Hal tersebut harus sesuai dengan kondisi serta tantangan spesifik yang ada di berbagai daerah.

“Kami juga mengundang para alumni penerima Kalpataru, untuk ikut serta menggerakkan upaya konservasi tumbuhan dan pelestarian lingkungan di daerah. Sekaligus memberikan inspirasi dan memperkaya pengembangan riset dan inovasi di daerah,” paparnya.

Salah satu koleksi Rumah Kaca Anggrek. Foto: BRIN

BRIN Bina Pengelolaan Kebun Raya Bogor

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011, LIPI yang saat ini telah bertransfomasi menjadi BRIN bertanggung jawab melakukan pembinaan kepada pengelola kebun raya Indonesia.

“Dalam konteks pembinaan tersebut telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi penyelenggaraan kebun raya daerah di seluruh Indonesia saat ini,” kata Hendrian.

Salah satu kriteria penilaian adalah komitmen dan dukungan pengusul, misalnya pemerintah daerah. Ini adalah komponen penting untuk menjamin keberlanjutan dari kebun raya yang telah dibangun.

Perayaan hari jadi Kebun Raya Bogor juga dilengkapi dengan talkshow tentang Penyelenggaraan Kebun Raya Indonesia. Selain itu, bincang-bincang dengan penerima Kalpataru, pengumuman kebun raya terbaik, dan penyerahan tanda penghargaannya.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/hut-ke-206-kebun-raya-bogor-tingkatkan-pengelolaan-kebun-raya/feed/ 0
HUT ke-170, Konservasi Kebun Raya Cibodas Berawal dari Kina https://www.greeners.co/aksi/hut-ke-170-konservasi-kebun-raya-cibodas-berawal-dari-kina/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hut-ke-170-konservasi-kebun-raya-cibodas-berawal-dari-kina https://www.greeners.co/aksi/hut-ke-170-konservasi-kebun-raya-cibodas-berawal-dari-kina/#respond Wed, 13 Apr 2022 04:44:42 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=35867 Jakarta (Greeners) – Langkah inovasi dalam pemanfaatan, pengembangan dan pengenalan tanaman baru, keanekaragaman hayati lokal melalui domestikasi tumbuhan tak sekadar mengembangkan tumbuhan yang bernilai penting terhadap kehidupan. Akan tetapi, domestikasi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Langkah inovasi dalam pemanfaatan, pengembangan dan pengenalan tanaman baru, keanekaragaman hayati lokal melalui domestikasi tumbuhan tak sekadar mengembangkan tumbuhan yang bernilai penting terhadap kehidupan. Akan tetapi, domestikasi mengiringi sejarah berdirinya Kebun Raya Cibodas.

Kebun Raya Cibodas sangat berkaitan erat dengan kurator Kebun Raya Bogor, Johannes Elias Teijsmann. Tahun 1852, ia awalnya menjadikan Kebun Raya Cibodas sebagai tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi tinggi. Salah satunya yaitu pohon kina, tumbuhan obat asal Bolivia.

Saat ini Kebun Raya Cibodas telah berusia 170 tahun. Kebun raya yang berdiri pada 11 April 1852 ini memiliki peran penting sebagai lembaga konservasi tumbuhan ex-situ. Perannya penting dalam konservasi dan penyelamatan biodiversitas tumbuhan Indonesia.

Berbagai macam kegiatan riset di kebun raya ini, di antaranya pengembangan riset terkait biomassa hutan dan peranannya terhadap regulasi iklim. Selain itu juga konservasi dan domestikasi tanaman.

Peneliti Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Muhammad Imam Surya menyatakan, kegiatan domestikasi merupakan proses dari tumbuhan liar berevolusi menjadi tanaman yang dibudidayakan melalui proses seleksi buatan manusia.

“Perjalanan Johannes Elias tersebut merupakan salah satu kegiatan awal domestikasi Kebun Raya di Cibodas. Ia mencoba memanfaatkan tumbuhan menjadi bahan baku obat yang kemudian kita kenal sebagai obat malaria,” katanya dalam Webinar Hidup Berdampingan dengan Alam, Kontribusi Riset Multidisiplin Kebun Raya Cibodas BRIN baru-baru ini.

Kebun Raya Cibodas Konservasi Bernilai Tinggi

Lebih jauh ia menyebut masih sangat banyak tumbuh-tumbuhan liar yang memiliki potensi nilai yang tinggi. Misalnya Rubus spp. atau wild raspberry. Setidaknya terdapat 13 dari 25 jenis wild raspberry yang ada di Indonesia telah kebun raya ini konservasi.

Selain itu, terdapat domestikasi tanaman berpotensi hias, Rhododendron spp. Sebanyak 193 jenis Rhododendron spp di Indonesia, sebagian besar yaitu Vireya Rhododendron. Kebun Raya Cibodas, sambung dia cukup banyak melakukan perakitan varietas Rhododendron (hybrid).

Setidaknya, sampai saat ini terdapat 8 varietas Rhododendron (hybrid) baru yang telah kebun raya ini daftarkan. Khusus tahun 2022 ini, terdapat empat jenis yang didaftarkan, yaitu Rhododendron. x cibodas, Rhododendron. x cibodaslite, Rhododendron. x naura dan Rhododendron. x aini.

Kegiatan domestikasi diawali dengan proses eksplorasi tumbuhan yang berpotensi (pangan, hias, obat, industri). Selanjutnya, yaitu kegiatan karakterisasi dan studi pertumbuhan dan perkembangan tanaman (budi daya, fenologi, biologi reproduksi, nutrisi tanaman). Lalu perbanyakan dengan berbagai tanaman terpilih, pemuliaan tanaman (seleksi, hibrida, mutasi, induksi ploidi, sitogenetika, rekayasa genetik, transfer gen).

Selanjutnya, pemanfaatan dan pengembangan produk turunan dari tumbuhan asli Indonesia yang telah didomestikasi dapat sebagai tanaman hias, bahan baku makanan serta obat. “Kita prioritas menunjang kegiatan domestikasi tumbuhan asli indonesia,” ujar dia.

Tingkatkan Populasi Spesies Terancam Punah

Kepala Organisasi Riset Ilmu Hayati dan Lingkungan BRIN Iman Hidayat menyebut, dengan pengalamannya yang panjang, ia berharap Kebun Raya Cibodas mampu berperan aktif di tingkat nasional dan global dalam bidang konservasi tumbuhan ex-situ dan in-situ.

“Salah satunya dengan meningkatkan jumlah populasi spesies tumbuhan yang terancam punah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas BRIN Fitri Kurniawati mengatakan BRIN telah menyiapkan berbagai skema untuk memfasilitasi aktivitas riset dan inovasi, kerja sama serta pengembangan dan pembangunan kapasitas.

Skema tersebut antara lain open platform fasilitas riset untuk semua pihak, skema pendanaan riset, dan skema pusat kolaborasi riset. Dengan begitu harapannya jumlah kolaborasi riset di kebun raya ini semakin meningkat.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/hut-ke-170-konservasi-kebun-raya-cibodas-berawal-dari-kina/feed/ 0
Kebun Raya Cibodas Ajak Anak-Anak TK Kenali Konservasi Alam https://www.greeners.co/aksi/kebun-raya-cibodas-ajak-anak-anak-tk-kenali-konservasi-alam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebun-raya-cibodas-ajak-anak-anak-tk-kenali-konservasi-alam https://www.greeners.co/aksi/kebun-raya-cibodas-ajak-anak-anak-tk-kenali-konservasi-alam/#respond Sat, 19 Mar 2022 03:28:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=35633 Cianjur (Greeners) – Upaya pengenalan lingkungan sejak dini terus Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) lakukan. Kali ini melalui Kebun Raya Cibodas, BRIN mengenalkan konservasi alam agar mental anak-anak taman kanak-kanak […]]]>

Cianjur (Greeners) – Upaya pengenalan lingkungan sejak dini terus Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) lakukan. Kali ini melalui Kebun Raya Cibodas, BRIN mengenalkan konservasi alam agar mental anak-anak taman kanak-kanak (TK) terbangun dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Hal ini mereka wujudkan lewat progam “Belajar Konservasi Alam Kebun Raya Indonesia (Bekal Kaya)”. Kegiatan ini menargetkan sebanyak 500 siswa dari 10 sekolah TK di sekitar Kecamatan Cipanas. Kegiatan ini sekaligus merupakan bagian rangkaian dari Hari Ulang Tahun Kebun Raya Cibodas yang ke-170 tahun.

Sekelompok rombongan TK IT Nurul Bahjah Kecamatan Cipanas berkesempatan mengenal berbagai jenis varian tumbuh-tumbuhan yang ada di Kebun Raya Cibodas. Mereka tampak antusias untuk melihat secara nyata tumbuh-tumbuhan yang bisa bermanfaat menjadi obat-obatan sehari-hari. Misalnya, minyak kayu putih yang berasal dari daun tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra).

Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas Fitri Kurniawati mengatakan, pembangunan mental kepedulian terhadap lingkungan harus dipupuk sejak dini. Berbagai cara dan pendekatan perlu agar anak-anak tertarik untuk mengenal dan mencintai lingkungan.

“Misalnya mengenalkan biji dan tumbuhan yang mempunyai bentuk dan warna yang unik menarik. Itu men-trigger antusiasme mereka,” katanya dalam kegiatan Bekal Kaya di Kebun Raya Cibodas, Kamis (17/3).

Pengenalan lingkungan sejak dini sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap alam. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Karakteristik Menarik Kebun Raya Cibodas

Sebelumnya, Fitri mengungkap Kebun Raya Cibodas juga memiliki program serupa yang menyasar semua jenjang pendidikan, dari sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Kegiatan tersebut juga berlangsung di luar kota, seperti Tangerang, Jakarta, hingga Bandung.

Adapun untuk materi dan pendekatan pengenalan lingkungan untuk jenjang menengah hingga perguruan tinggi lebih spesifik mengikuti kurikulum masing-masing jenjang pendidikan. Misalnya, pemberian materi dengan narasumber khusus tentang lumut hingga tumbuhan monokotil dan dikotil.

Berdasarkan pola, curah hujan dan ketinggian, Kebun Raya Cibodas berisi tumbuhan dataran tinggi basah. Ini berbeda dengan karakteristik kebun raya lainnya, seperti Kebun Raya Bogor (dataran rendah basah), Kebun Raya Bali (dataran tinggi kering) dan Kebun Raya Purwodadi (dataran rendah kering).

Menariknya, sambung Fitri Kebun Raya Cibodas memiliki potensi koleksi yang juga beragam. Beberapa koleksi primadona yang termasuk dalam kategori langka yaitu bunga bangkai (Amorphophallus titanium/ Becc.). Selain itu ada pula pohon endemik Jawa yaitu Syzygium ampliflorum, serta Saninten (Castanopsis argentea) yang terus kebun raya upayakan konservasinya.

Pendekatan Bermain Sambil Belajar Sangat Efektif

Sementara itu Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan BRIN Ahmad Fathoni menyatakan, pembelajaran melalui pendekatan praktek langsung dengan kegiatan bermain sangat efektif dan mengena kepada anak-anak.

“Kita ajak adik-adik bermain secara berkualitas, artinya mereka di sini bermain sekaligus belajar,” katanya.

Koordinator Pendidikan Tingkat TK dan SD Kecamatan Cipanas Dadan Sudhana mengungkapkan, program kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran langsung.

Itu artinya, pembelajaran di tingkat TK, hingga sekolah dasar tak sekadar pandai membaca, menulis dan berhitung (calistung). Tapi juga mengeksplor minat dan bakat yang konteksnya lingkungan.

“Inilah pembelajaran yang menekankan pada pengalaman yang berharga. Karena sejatinya hanya dengan dikenalkan dulu anak-anak bisa mencintai lingkungan,” ujar dia.

Ia berharap, agar kegiatan ini bisa berlanjut untuk pengenalan lingkungan yang lebih banyak menyasar anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan. Dengan demikian, ketercapaian peningkatan kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan dapat terealisasikan.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kebun-raya-cibodas-ajak-anak-anak-tk-kenali-konservasi-alam/feed/ 0
Ini Strategi BRIN Ungkap Biodiversitas Nusantara di Tahun 2024 https://www.greeners.co/berita/ini-strategi-brin-ungkap-biodiversitas-nusantara-di-tahun-2024/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ini-strategi-brin-ungkap-biodiversitas-nusantara-di-tahun-2024 https://www.greeners.co/berita/ini-strategi-brin-ungkap-biodiversitas-nusantara-di-tahun-2024/#respond Tue, 14 Dec 2021 08:44:45 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=34695 Jakarta (Greeners) – Keanekaragaman hayati (biodiversitas) di Indonesia belum sepenuhnya terungkap. Upaya mengungkap biodiversitas ini berkejaran dengan cepatnya laju kepunahan karena berbagai faktor salah satunya aktivitas manusia. Pelaksana tugas (Plt) […]]]>

Jakarta (Greeners) – Keanekaragaman hayati (biodiversitas) di Indonesia belum sepenuhnya terungkap. Upaya mengungkap biodiversitas ini berkejaran dengan cepatnya laju kepunahan karena berbagai faktor salah satunya aktivitas manusia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Organisasi Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Imam Hidayat mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya dalam mengungkap keberagaman hayati yang berada di Indonesia. Salah satunya dengan melakukan sampling hingga pengamatan di hutan untuk mengidentifikasi keragaman hayati yang ada.

“Melakukan beberapa eksplorasi ke berbagai daerah dari ujung barat hingga timur dengan berbagai tipe ekosistem. Contohnya kita masuk hutan, membangun basecamp untuk melakukan persiapan-persiapan sampling dan melakukan pengamatan di lapangan,” katanya dalam webinar BRIN di Jakarta, Selasa (14/12).

Di samping itu, Imam juga mengungkapkan rencana besar lainnya yang telah BRIN susun hingga tahun 2024 mendatang. Pertama, pengungkapan biodiversitas nusantara seperti hewan, tumbuhan dan mikroorganisme. Kedua, membangun database seperti melalui sequencing atau genome.

“Ketiga, kami juga menganalisis perubahan iklim global terhadap populasi, biodiversity dan ekosistem. Kami juga berusaha melalukan meningkatkan populasi dari hewan-hewan yang terancam punah,” imbuhnya.

Selain itu, pada tahun 2022 BRIN menargetkan adanya pengungkapan biodiversitas di ekoregion spesifik dan ekosistem ekstrem. Selanjutnya pada tahun 2023 ingin mengungkap kekayaan biodiversitas di kawasan timur Indonesia. Lalu tahun 2024 akan mengungkap biodiversitas di pulau terpencil dan terluar. Dari kegiatan ini, BRIN menargetkan penemuan 50 spesies baru.

Bangun Kebun Raya Daerah Untuk Konservasi Biodiversitas

Sebagai pusat konservasi, BRIN juga berupaya untuk memperbanyak kebun raya nasional yang ada di Indonesia. Targetnya Indoensia akan memiliki 17 kebun raya nasional. BRIN berencana membangun lima kebun raya nasional pada tahun 2022.

“Selain membangun kebun raya nasional, kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun kebun raya daerah. Tujuannya menyelamatkan tumbuhan-tumbuhan lokal endemik dari daerah tersebut dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat selain untuk konservasi,” paparnya.

Imam menjelaskan, hingga saat ini sudah ada 40 kebun raya daerah yang telah terbangun. Targetnya akan ada 47 kebun raya daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Upaya lain yang BRIN lakukan yaitu melakukan penghijauan dengan menamam tanaman di daerah bukit dan pegunungan guna mencegah adanya banjir.

“Selain kebun raya, Pusat Konservasi Tumbuhan bekerja sama dengan pemerintah daerah menghijaukan kawasan-kawasan sumber air dan konservasi di daerah di bukit dan pegunungan untuk mencegah banjir,” ungkapnya.

Menambah kebun raya di daerah menjadi salah satu upaya mengungkap biodiversitas nusantara. Foto: Shutterstock

Konservasi Tanaman Terancam Punah

Dalam melestarikan tanaman yang terancam punah, Imam menyebut, BRIN memiliki program untuk konservasi tumbuhan terancam kepunahan. BRIN menargetkan mengkonservasi 50 jenis tumbuhan terancam punah pada tahun 2024.

“Mengingat banyak sekali tumbuhan endemik Indonesia yang terancam punah apalagi dengan pembukaan lahan hutan yang masif. Ini sangat mengkhawatirkan sehingga program ini sangat strategis untuk menyelamatkan tumbuhan yang terancam punah khususnya tumbuhan berkayu yang banyak sekali spesiesnya hampir habis,” tandasnya.

Penulis : Fitri Annisa

]]>
https://www.greeners.co/berita/ini-strategi-brin-ungkap-biodiversitas-nusantara-di-tahun-2024/feed/ 0
BRIN Susun Target Peta Jalan Konservasi 50 Tumbuhan Terancam Punah https://www.greeners.co/berita/brin-susun-target-peta-jalan-konservasi-50-tumbuhan-terancam-punah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=brin-susun-target-peta-jalan-konservasi-50-tumbuhan-terancam-punah https://www.greeners.co/berita/brin-susun-target-peta-jalan-konservasi-50-tumbuhan-terancam-punah/#respond Sat, 13 Nov 2021 08:50:45 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=34391 Jakarta (Greeners) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan target peta jalan (roadmap) konservasi 50 tumbuhan terancam punah. Saat ini sudah ada 175 jenis tumbuhan asli Indonesia terancam punah […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan target peta jalan (roadmap) konservasi 50 tumbuhan terancam punah. Saat ini sudah ada 175 jenis tumbuhan asli Indonesia terancam punah dan sudah BRIN konservasi ex-situ di seluruh kebun raya di Indonesia. Jumlah tumbuhan yang telah BRIN konservasi ex-situ tersebut baru mencapai 20,44% dari total tumbuhan terancam punah.

Dari 175 tumbuhan yang berhasil masuk konservasi ex-situ dan BRIN tingkatkan nilai serta fungsinya yakni Hoya Kusnoto, Aeschynanthus ‘Sudjana Kasan’, Aeschynanthus ‘Mahligai’, Begonia ‘fiandani’, Begonia ‘lovely jo’ dan Begonia ‘blirik’.

Plt Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) BRIN Iman Hidayat mengatakan, dalam menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia menemukan sejumlah tantangan. Menurutnya, tantangan itu berupa peningkatan populasi manusia, perkembangan industri hingga krisis iklim.

“Kita mendapat tantangan dengan meningkatnya populasi juga berkembangnya industri. Belum lagi kita menghadapi perubahan iklim yang menyebabkan cuaca sulit diprediksi, suhu naik dan sebagainya. Ini tidak mudah juga bagi keanekaragaman hayati untuk beradaptasi,” kata Iman dalam webinar virtual mengupas biodiversitas Indonesia di Jakarta, Sabtu (13/11).

Senada dengannya, Kepala Pusat Riset Kebun Raya BRIN Sukma Surya Kusumah mengungkapkan, BRIN telah menyusun peta jalan (roadmap) untuk konservasi tumbuhan terancam kepunahan dalam menjawab tantangan untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.

“Roadmapnya terdiri dari konservasi ex-situ dalam rangka penyelamatan tumbuhan terancam kepunahan. Kemudian ekologi dan restorasi jenis terkait dengan pelestarian tumbuhan terancam kepunahan. Lalu, eksperimental botani dalam rangka peningkatan nilai dan fungsi tumbuhan untuk pemanfaatan secara berkelanjutan,” papar Sukma.

BRIN mendorong perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia dari kepunahan. Foto: Shutterstock

Strategi Menjaga Tumbuhan Terancam Punah

Sementara itu, terkait bioteknologi, Kepala Pusat Riset Bioteknologi BRIN Ratih Asmana Ningrum menjelaskan, dalam bidang pangan telah terjadi berbagai macam permasalahan yang menurunkan persediaan pangan dan menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan.

Bahkan saat ini indeks ketahanan pangan Indonesia masih di bawah negara-negara lain di Asia Tenggara. Menurutnya, bidang bioteknologi sebenarnya sudah memberikan solusi terhadap permasalahan pangan yang terjadi di Indonesia ini.

“Misalnya, meningkatkan penggunaan produk bibit unggul yang memiliki produktivitas yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas dari tanaman. Kemudian dengan memberikan pupuk terhadap lahan. Dari studi 2020 itu sudah cukup mampu memberikan solusi untuk tantangan ini,” papar Ratih.

Kepala Pusat Riset Biologi BRIN Anang Setiawan Achmadi juga memaparkan strategi BRIN menghadapi tantangan dalam menjaga keanekaragaman hayati melalui sejumlah isu strategis.

Upaya tersebut yakni pengungkapan keanekaragaman Indonesia dan ekosistemnya, mitigasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan keanekaragaman Indonesia (bioprospeksi/bioekonomi).

Selanjutnya, penguatan kebijakan sumber daya hayati (otoritas ilmiah dan national focal point), pusat koleksi referensi keanekaragaman hayati Indonesia, serta pengelolaan dan penguatan sistem informasi data dan dokumentasi keanekaragaman hayati Indonesia.

“Bagaimana kita berpikir setiap tahunnya mengungkapkan keanekaragaman hayati. Bagaimana kita melaksanakan eksplorasi untuk melengkapi data-data yang belum terupdate atau memang masih kosong terkait dengan keanekaragaman hayatinya,” tutur Anang.

Pohon Iptekin Beri Nilai Tambah Keanekaragaman Hayati

Dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati tersebut, BRIN menginisiasi pohon iptekin. Teknologi ini untuk meningkatkan nilai tambah keanekaragam hayati. Dalam pohon iptekin tersebut ada enam poin di dalamnya.

Pertama, peningkatan populasi spesies terancam punah di habitat ex-situ. Kedua, konservasi ex-situ tumbuhan terancam punah. Ketiga, pengungkapan biodiversitas nusantara. Keempat, spesimen (hidup dan mati) dan barcoding keanekaragaman hayati Indonesia. Kemudian, pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia melalui bioprospeksi atau bioekonomi. Terakhir, regulasi kelembagaan.

Melalui keenam hal tersebut, terdapat sejumlah target unggulan yang ingin BRIN capai pada tahun 2024 mendatang. Hal tersebut di antaranya lima jenis spesies restocking, 25 jenis tumbuhan terselamatkan, 3 ekosistem, peningkatan jumlah koleksi spesimen sebanyak 15.000, digital koleksi 200.000 spesimen dan penanganan 10 kasus wildcrime.

Penulis : Fitri Annisa

]]>
https://www.greeners.co/berita/brin-susun-target-peta-jalan-konservasi-50-tumbuhan-terancam-punah/feed/ 0
Kebun Raya Indrokilo, Penyerap Polusi di Tengah Kota Boyolali https://www.greeners.co/aksi/kebun-raya-indrokilo-penyerap-polusi-di-tengah-kota-boyolali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebun-raya-indrokilo-penyerap-polusi-di-tengah-kota-boyolali https://www.greeners.co/aksi/kebun-raya-indrokilo-penyerap-polusi-di-tengah-kota-boyolali/#respond Wed, 25 Apr 2018 12:03:34 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20452 Setelah mengunjungi Kebun Raya Baturraden, Tim Jelajah Bhumi sampai di etape ke-8 yakni Kebun Raya Indrokilo Boyolali pada Selasa (24/04) dengan jarak tempuh 110 Kilometer. Kebun raya ini tidak biasa karena lokasinya yang berada di tengah kota.]]>

Boyolali (Greeners) – Setelah mengunjungi Kebun Raya Baturraden, Tim Jelajah Bhumi sampai di etape ke-8 yakni Kebun Raya Indrokilo Boyolali pada Selasa (24/04) dengan jarak tempuh 110 Kilometer. Kebun raya ini tidak biasa karena lokasinya yang berada di tengah kota. 

Conservation Expert Yayasan Kebun Raya Indonesia Sudjati Budi mengatakan, selain berada di tengah kota, yang berbeda dari Kebun Raya Indrokilo yang ada di Boyolali ini menggunakan konsep bangunan minimalis dan ramah lingkungan.

“Kalau kebun raya di pinggiran kota nilainya 7 tapi kalau Kebun Raya Indrokilo ini nilainya 9. Lebih strategis, lebih bagus, dan lebih banyak manfaatnya,” lanjut Djati saat dihubungi Greeners, Rabu (25/04/2018).

Kebun Raya Indrokilo terletak di Gunungsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. Hanya membutuhkan 10 sampai 15 menit dari pusat kota Boyolali atau setara dengan jarak 2 kilometer. Saat ini kebun raya dengan luas lahan 8,9 hektar ini masih dalam tahap pembangunan sarana dan prasarana. Direncanakan pembangunan tersebut akan rampung dan diluncurkan pada tahun 2019.

kebun raya indrokilo

Kebun Raya Indrokilo menyediakan fasilitas air minum yang airnya berasal dari air hujan yang telah diolah. Foto: greeners.co

Djati mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi semangat dari pemerintah daerah dalam mewujudkan sebuah kebun raya di tengah kota Boyolali. Menurut Djati, banyak keuntungan yang akan didapat oleh sebuah kota jika memiliki kebun raya di tengah kota, seperti menjadi paru-paru kota yang selama ini sudah sulit ditemukan di kota-kota maju serta tanaman yang ada di kebun raya sendiri pun bisa menyerap polutan dari asap atau limbah yang lain.

Untuk menarik perhatian publik, Kebun Raya Indrokilo membuat berbagai taman tematik seperti tumbuhan paku-pakuan, taman labirin, rumah kaca, taman pojok energi terbarukan, dan tempat pembibitan. Di tempat ini juga dibuat bangunan berkonsep modern minimalis.

Budi Listyono selaku Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali mengatakan, selain konsep modern minimalis, dibuat pula parkiran khusus pengunjung seluas 1.000 meter persegi karena para pengunjung tidak diperbolehkan untuk membawa kendaraan mobil ataupun motor ke dalam Kebun Raya Indrokilo ini.

“Selain itu dibuatkan tempat khusus air minum yang berasal dari air hujan yang kita tampung menggunakan energi elektronika kemudian air itu bisa diminum langsung di tempat pada spot-spot khusus di Kebun Raya Indrokilo,” ujar Budi.

Budi juga mengharapkan Kebun Raya Indrokilo bisa sukses menjadi tempat pariwisata yang digemari masyarakat seperti Kebun Raya Bogor.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kebun-raya-indrokilo-penyerap-polusi-di-tengah-kota-boyolali/feed/ 0
Kebun Raya Terbesar di Dunia Hijaukan Padang Pasir Oman https://www.greeners.co/ide-inovasi/kebun-raya-terbesar-dunia-hijaukan-padang-pasir-oman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebun-raya-terbesar-dunia-hijaukan-padang-pasir-oman https://www.greeners.co/ide-inovasi/kebun-raya-terbesar-dunia-hijaukan-padang-pasir-oman/#respond Wed, 17 Jan 2018 05:15:12 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=19835 Harapan untuk melihat tanaman hijau tumbuh subur di padang pasir kini bukan menjadi sesuatu yang mustahil. Padang pasir Oman akan menjadi tempat keajaiban ini terjadi.]]>

Apa yang terlintas di pikiran kita jika membayangkan kondisi lingkungan yang ada di daerah padang pasir di kawasan negara-negara Jazirah Arab? Sudah pasti daerah padang pasir ini identik dengan cuaca ekstrim, suhu udara yang panas, kekeringan dan tandus. Namun harapan untuk melihat tanaman hijau tumbuh subur di padang pasir kini bukan menjadi sesuatu yang mustahil. Kini sebuah kebun raya berhasil ‘tumbuh’ hijau di padang pasir Oman.

Seperti yang dilansir pada Inhabitat, kebun raya yang terletak di kaki Pegunungan Al Hajar di Kesultanan Oman ini diperkirakan akan menjadi kebun raya terbesar di dunia. Kebun raya ini menampilkan keanekaragaman hayati dan flora asli yang khas dari negara ini. Kebun raya yang bernama Oman Botanic Garden ini dirancang oleh Arup, Grimshaw dan Haley Sharpe Design dan dibangun di padang pasir seluas 1.037 acre (atau sekitar 419,6 hektar).

kebun raya

Gambar: Inhabitat.com

Di tempat ini pengunjung akan melewati jalan setapak terbuka yang melintasi lanskap yang bergelombang, berkelok-kelok melewati padang waduk, pegunungan dan padang pasir saat mereka menikmati keragaman botanik yang mengesankan. Kebun raya ini memiliki dua bioma indah yaitu Northern Biome untuk habitat Pegunungan Utara dan Southern Biome untuk habitat wilayah Dhofar. Interior di dalam dua bioma tersebut dirancang dengan cermat untuk meniru suhu alami dan kelembapan iklim asli tanaman.

Oman Botanic Garden dibuat dengan mempertimbangkan keseimbangan antara lingkungan tanaman yang beragam dengan kenyamanan pengunjung, desainnya menggunakan shading pasif dan aktif, pencahayaan alami yang optimal, serta pendingin dan pengairan tanaman yang efisien. Bentuk dan bangunannya pun dipilih berdasarkan respons terhadap kondisi atmosfir dan topografi alami. Orientasi sinar matahari, pola cuaca dan perilaku manusia telah menginformasikan rancangan arus pengunjung melalui situs.

kebun raya

Oman Botanic Garden rencananya dibangun di padang pasir seluas 1.037 acre (atau sekitar 419,6 hektar). Gambar: Inhabitat.com

Selain itu, bangunan dan situs di Oman Botanic Garden telah dirancang untuk mencapai standar berkelanjutan yang diakui secara global, LEED Platinum. Pengelolaan sumber daya air sangat berharga di wilayah ini, oleh karena itu Arup telah mengembangkan strategi untuk fitur irigasi khusus agar tidak ada air yang terbuang sia-sia.

Dengan bimbingan dari Sultan Qaboos bin Said Al Said, taman tersebut akan merayakan dan melestarikan keanekaragaman botani khas negara asalnya yang akan dinikmati oleh masyarakat Oman selama beberapa generasi mendatang. Kedepannya, Oman Botanic Garden akan dilengkapi dengan ruang tambahan untuk fasilitas pendidikan dan penelitian yang didedikasikan untuk melindungi keragaman hayati di kawasan ini.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kebun-raya-terbesar-dunia-hijaukan-padang-pasir-oman/feed/ 0
Spesies Baru dari Kelompok Anggrek Hantu Dipublikasikan https://www.greeners.co/berita/spesies-baru-kelompok-anggrek-hantu-dipublikasikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=spesies-baru-kelompok-anggrek-hantu-dipublikasikan https://www.greeners.co/berita/spesies-baru-kelompok-anggrek-hantu-dipublikasikan/#respond Tue, 05 Sep 2017 07:03:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=18457 Peneliti LIPI dari Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, Destario Metusala bersama dengan peneliti biologi konservasi Universitas Indonesia, Jatna Supriatna mempublikasikan spesies baru anggrek dari Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dari Balai Konservasi Tumbuhan (BKT) Kebun Raya Purwodadi, Destario Metusala bersama dengan peneliti biologi konservasi Universitas Indonesia, Jatna Supriatna mempublikasikan spesies baru anggrek dari Indonesia pada Jurnal Ilmiah Internasional Phytotaxa. Spesies baru anggrek tersebut berasal dari kelompok anggrek holomikotropik atau kerap disebut anggrek hantu dan diberi nama ilmiah Gastrodia bambu.

“Spesies anggrek baru ini berasal dari Pulau Jawa dan dipublikasikan pada pertengahan Agustus 2017,” terang Destario seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Senin (04/09).

BACA JUGA: Kebun Raya Bogor Luncurkan Perangko Seri Anggrek 34 Provinsi

Penelitian spesies baru ini, katanya, sejalan dengan prioritas riset BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI maupun Indigenous Studies di Universitas Indonesia untuk mendukung penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya spesies endemik di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan kolaborasi dan sinergi riset antara BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI dengan Universitas Indonesia dalam bidang konservasi biodiversitas akan semakin meningkat ke depannya.

Dalam keterangan resmi tersebut dijelaskan bahwa Gastrodia bambu memerlukan kondisi ekologi yang sangat spesifik. Tumbuhan ini sensitif terhadap perubahan lingkungan karena spesies anggrek jenis ini sangat peka terhadap kekeringan, intensitas cahaya berlebih, dan juga perubahan pada media tumbuhnya. “Anggrek ini menyukai habitat yang gelap, lembab, dan selalu berdekatan dengan rumpun bambu lebat yang sudah tua. Karena itulah mengapa spesies ini memiliki kesan angker,” katanya.

anggrek hantu

Anggrek hantu (Gastrodia bambu). Foto: dok. Destario Metusala

Aroma ikan busuk

Gastrodia bambu memiliki bunga berbentuk lonceng dengan ukuran panjang 1,7-2 cm dan lebar 1,4-1,6 cm. Bunga didominasi warna coklat gelap dengan bagian bibir bunga berbentuk mata tombak memanjang bercorak jingga. Pada satu perbungaan dapat menghasilkan hingga 8 kuntum bunga yang mekar secara bergantian. Bunga menghasilkan aroma ikan busuk untuk mengundang serangga polinator. Perbungaan muncul dari tanah berseresah di bawah rumpun-rumpun bambu tua pada ketinggian 800 – 900 m dpl.

Kelompok anggrek hantu sendiri merupakan tumbuhan yang tidak berklorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis, namun tidak bersifat parasit. Oleh karena itu, seluruh daur hidupnya menggantungkan suplai nutrisi organik melalui simbiosis dengan jamur mikoriza.

Anggrek kelompok holomikotropik ini umumnya hanya muncul pada satu periode pendek (2-4 minggu) dalam satu tahun. Perbungaannya secara tiba-tiba akan muncul dari permukaan tanah/seresah, kemudian setelah 1-2 minggu perbungaan akan layu busuk dan lenyap. Kombinasi warna bunga genus Gastrodia pun tidak pernah mencolok, umumnya berkisar pada putih, kekuningan, hingga kecoklatan.

BACA JUGA: Dua Abad Kebun Raya Bogor, Ini Kontribusinya Bagi Lingkungan

Gangguan pada habitat anggrek tersebut salah satunya akibat pembukaan rumpun bambu. Jika bambu dibabat, diduga akan berdampak terhadap perubahan kelembaban, intensitas cahaya dan juga sifat biologi pada media tumbuhnya, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan populasi anggrek ini. Adanya perubahan iklim global mampu menyebabkan perubahan intensitas curah hujan tahunan, diperkirakan juga sangat memengaruhi periode perbungaan dan pertumbuhan populasi anggrek holomikotropik ini.

Tidak seperti tumbuhan anggrek pada umumnya. Hingga saat ini, spesies Gastrodia bambu dan kebanyakan anggrek holomikotropik lainnya, masih belum dapat dibudidayakan maupun ditumbuhkan di luar habitat aslinya. Hal tersebut menjadi misteri sekaligus tantangan utama dalam upaya konservasinya. Penelitian terkait kemampuan adaptasi spesies ini dalam menghadapi perubahan iklim masih terus dilakukan melalui analisis anatomi dan fisiologi.

Untuk pemilihan nama Gastrodia bambu pada anggrek ini berasal dari habitatnya yang spesifik di sekitar rumpun-rumpun bambu. Dari habitatnya tersebut, nama pun muncul dari Bahasa Indonesia, yakni “Bambu”. Sehingga, nama lengkap spesies baru itu pun menjadi Gastrodia bambu. Berdasarkan catatan rekaman populasinya, spesies ini merupakan anggrek endemik yang hanya ada di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat dan Yogyakarta. Populasinya pun terbatas dan menghadapi tekanan degradasi habitat yang tinggi.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/spesies-baru-kelompok-anggrek-hantu-dipublikasikan/feed/ 0
Semangat Gerakan “Jaga Bhumi” Sejalan dengan Kebun Raya Bogor-LIPI https://www.greeners.co/berita/semangat-gerakan-jaga-bhumi-sejalan-kebun-raya-lipi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=semangat-gerakan-jaga-bhumi-sejalan-kebun-raya-lipi https://www.greeners.co/berita/semangat-gerakan-jaga-bhumi-sejalan-kebun-raya-lipi/#respond Sat, 29 Jul 2017 07:00:13 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=17916 Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor - LIPI Didik Widyatmoko menyatakan mendukung gerakan pelestarian dan pengenalan kembali kebun raya "Jaga Bhumi".]]>

Jakarta (Greeners) – Beberapa waktu lalu, Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) telah meluncurkan sebuah gerakan untuk mengajak seluruh warga negara Indonesia agar mulai peduli dan turun tangan berpartisipasi dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia. Aksi ini dinamakan gerakan “Jaga Bhumi”.

BACA JUGA: Surabaya akan Bangun Kebun Raya Mangrove Pertama di Indonesia

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Didik Widyatmoko menyatakan mendukung gerakan pelestarian dan pengenalan kembali kebun raya tersebut. Menurutnya, gerakan Jaga Bhumi merupakan gerakan yang relevan dengan program-program yang ada di kebun raya.

“Kami mendukung program ini karena relevan dengan program-program kebun raya, khususnya dalam konteks konservasi tumbuhan dan pendidikan lingkungan,” katanya kepada Greeners, Jakarta, Jumat (28/07).

BACA JUGA: Dua Abad Kebun Raya Bogor, Ini Kontribusinya Bagi Lingkungan

Didik juga menerangkan bahwa program-program kerjasama Kebun Raya dengan Jaga Bhumi secara konkrit bisa dilihat dari pembangunan Kebun Raya Mangrove di Surabaya, hasil kerjasama antara Pemerintah kota Surabaya, Yayasan Kebun Raya Indonesia dan Kebun Raya Bogor. Untuk lebih menarik minat pengunjung, Kebun Raya Bogor mengharapkan gerakan Jaga Bhumi ini bisa menampilkan orkestra yang, misalnya, menampilkan lagu-lagu bernuansa lingkungan.

“Ini bisa dilakukan terpisah pada sebuah acara agar masyarakat terinspirasi dan menikmati kebun raya. Kami pun membuka tangan jika Jaga Bhumi mau melaksanakan kegiatan atau penampilan orkestra itu mau dilakukan di dalam Kebun Raya Bogor,” kata Didik.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/semangat-gerakan-jaga-bhumi-sejalan-kebun-raya-lipi/feed/ 0
Surabaya akan Bangun Kebun Raya Mangrove Pertama di Indonesia https://www.greeners.co/berita/surabaya-bangun-kebun-raya-mangrove-pertama-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=surabaya-bangun-kebun-raya-mangrove-pertama-indonesia https://www.greeners.co/berita/surabaya-bangun-kebun-raya-mangrove-pertama-indonesia/#respond Tue, 06 Jun 2017 08:30:19 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=17215 Pemerintah kota Surabaya berencana mendirikan kebun raya di kawasan mangrove. Setidaknya 4.450 hektare lahan disiapkan Walikota Surabaya untuk ditanami mangrove.]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah kota Surabaya berencana mendirikan sebuah kebun raya di kawasan mangrove di Surabaya. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat ditemui pada peluncuran gerakan Jaga Bhumi beberapa waktu lalu mengatakan, saat ini dirinya tengah menyiapkan setidaknya 4.450 hektare lahan untuk nantinya akan ditanami mangrove tersebut.

“Nantinya Kebun Raya tersebut akan menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di Indonesia,” terangnya, Jakarta, Selasa (06/06).

Setiap tahunnya, kata risma, kawasan konservasi tersebut akan ditanami 250 ribu bibit mangrove sampai akhirnya luasan lahan 4.450 hektare itu terpenuhi. Menurut Risma, mangrove dipilih karena tanaman pantai ini memiliki banyak fungsi, salah satunya merupakan tempat biota laut tinggal dan mencari makan.

BACA JUGA: Luncurkan Gerakan Jaga Bhumi, Megawati Ajak Masyarakat Peduli Alam Indonesia

“Wilayah ini kan oleh Walikota sebelumnya dialihfungsikan. Sudah banyak dibangun rumah tinggal dan lainnya. Nah sekarang saya kembalikan lagi fungsinya. Apalagi mangrove merupakan tembok pertahanan alami dari air laut pasang,” katanya lagi.

Saat ini, rencana tersebut ada pada poin perkembangan menuju tahap penyusunan master plan. Risma berharap Kebun Raya Mangrove ini dapat mengembalikan fungsi pantai Surabaya karena lokasi Kebun Raya Mangrove tersebut rencananya akan diambil dari sebagian kawasan konservasi Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).

“Pengelolaannya akan ada di bawah Pemerintah Daerah. Lipi tidak ikutan. Tidak ada anggaran khusus juga dan targetnya tidak lama. Kita hanya membangun jogging track dan beberapa fasilitas saja kok,” tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Konservasi Tanah dan Air, Dirjen BPDAS-PS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M. Firman mengatakan bahwa saat ini luas mangrove di dunia yaitu 15 juta hektar. Di Indonesia sendiri terdapat 3,4 juta hektare, namun 1,8 juta atau 54% di antaranya mengalami degradasi.

BACA JUGA: Dua Abad Kebun Raya Bogor, Ini Kontribusinya Bagi Lingkungan

Meski demikian, sebagai negara yang memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia, Indonesia terus berupaya menjaga kelestarian hutan mangrovenya. Menurut dia, saat ini dibutuhkan rehabilitasi mangrove secara terus-menerus, minimal 50.000 hektare setiap tahun. Sayangnya kemampuan anggaran pemerintah hanya sekitar 500 hektare setiap tahun.

Berbagai kepentingan seperti tambak, pemukiman, perkebunan, industri dan infrastruktur pelabuhan, terangnya, seringkali mengorbankan keberadaan mangrove. Padahal mangrove adalah benteng alami dari abrasi. Bahkan bencana tsunami bisa diredakan jika vegetasi mangrove terjaga baik.

“Secara ekonomi, mangrove juga menjadi lokasi pemijahan berbagai satwa komersial seperti ikan, udang, dan kepiting. Mangrove juga menyimpan karbon lebih banyak daripada hutan daratan sehingga perannya pada mitigasi perubahan iklim global sangat penting,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/surabaya-bangun-kebun-raya-mangrove-pertama-indonesia/feed/ 0
Luncurkan Gerakan Jaga Bhumi, Megawati Ajak Masyarakat Peduli Alam Indonesia https://www.greeners.co/berita/luncurkan-gerakan-jaga-bhumi-megawati-ajak-masyarakat-peduli-alam-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=luncurkan-gerakan-jaga-bhumi-megawati-ajak-masyarakat-peduli-alam-indonesia https://www.greeners.co/berita/luncurkan-gerakan-jaga-bhumi-megawati-ajak-masyarakat-peduli-alam-indonesia/#respond Thu, 25 May 2017 11:37:41 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=17085 Yayasan Kebun Raya Indonesia meluncurkan gerakan Jaga Bhumi untuk mengajak seluruh warga berpartisipasi menjaga kekayaan hayati Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) meluncurkan sebuah gerakan untuk mengajak seluruh warga negara Indonesia agar mulai peduli dan turun tangan berpartisipasi dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia. Aksi ini dinamakan gerakan Jaga Bhumi.

Pendiri sekaligus ketua YKRI, Megawati Soekarno Putri menyatakan bahwa kelestarian lingkungan menjadi harga mati bagi keberlangsungan hidup umat manusia di seluruh dunia. Ia mengatakan, ketika predikat megabiodiversity yang disandang oleh Indonesia dipertanyakan dunia, maka sudah selayaknya masyarakat Indonesia berperan lebih aktif dalam mengembalikan kejayaan alam negara ini.

BACA JUGA: Dua Abad Kebun Raya Bogor, Ini Kontribusinya Bagi Lingkungan

“Dahulu saya sangat sedih sekali melihat kondisi kebun raya kita. Mengapa Indonesia yang memiliki plasma nutfah begitu besar tidak bisa mengembangkan dirinya? Untuk itu saya berhasrat untuk membangun kebun raya-kebun raya dengan tetap memelihara tanaman lokalnya. Apalagi masalah hukumnya, pencurian dan pembajakan plasma nutfah luar biasa sekali. Makanya saya minta tanaman kita untuk bisa dipatenkan,” ujarnya saat meluncurkan gerakan Jaga Bhumi di Rumah YKRI, Jakarta, Rabu (24/05).

Menurut Megawati, akan sangat sulit perjuangannya kalau masyarakat sendiri tidak paham dengan keragaman hayatinya. Ia memberi contoh pohon tengkawang yang buahnya dimanfaatkan untuk kosmetik dan lainnya. Hanya saja, pohon tengkawang membutuhkan waktu lama untuk berbuah dan masyarakat yang tidak paham akan pentingnya menjaga pohon tersebut malah mengorek habis hingga batang pohonnya.

“Ini kan ulah manusia juga. Memang masyarakat perlu dididik untuk cinta tanaman dan keanekaragaman hayati lainnya,” tegasnya.
Lebih jauh, Megawati berharap masyarakat bisa lebih peka dan mau mensosialisasikan pentingnya menjaga tanaman dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia. Ia mengaku tidak akan pernah berhenti untuk menjaga alam untuk generasi mendatang.

BACA JUGA: LIPI Bersiap Bangun Fasilitas Pembibitan Modern

Wakil Ketua YKRI Soni Keraf menjelaskan bahwa gerakan Jaga Bhumi memiliki fokus sebagai sarana edukasi dalam rangka menumbuhkan kepedulian masyarakat akan pentingnya peran tumbuhan dalam kehidupan. Selain itu gerakan ini juga mengenalkan kebun raya sebagai sarana yang ideal untuk penyelamatan plasma nutfah Indonesia dan perkembangan citra kebun raya Indonesia.

“Jadi memang salah satu tujuan utama gerakan Jaga Bhumi ini adalah membangun pencitraan baru atas keberadaan kebun raya sendiri. Sedangkan jangka panjangnya, akan dilakukan pembangunan Kebun Raya Mangrove di Surabaya seluas 200 hektar yang akan menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di dunia,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/luncurkan-gerakan-jaga-bhumi-megawati-ajak-masyarakat-peduli-alam-indonesia/feed/ 0
Kebun Raya Bogor Luncurkan Perangko Seri Anggrek 34 Provinsi https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-bogor-luncurkan-perangko-seri-anggrek-34-provinsi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebun-raya-bogor-luncurkan-perangko-seri-anggrek-34-provinsi https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-bogor-luncurkan-perangko-seri-anggrek-34-provinsi/#respond Sat, 13 May 2017 12:16:12 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=17003 Jelang puncak peringatan 200 tahun Kebun Raya Bogor pada 18 Mei mendatang, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan meluncurkan perangko seri anggrek 34 provinsi.]]>

Jakarta (Greeners) – Jelang puncak peringatan 200 tahun Kebun Raya Bogor pada 18 Mei mendatang, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan meluncurkan perangko seri anggrek 34 provinsi. Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya atau kerap disebut Kebun Raya Bogor-LIPI, Didik Widyatmoko mengatakan peluncuran perangko ini adalah bentuk usaha untuk mempromosikan kekayaan anggrek Indonesia.

Didik mengatakan bahwa dalam momentum peringatan dua abad Kebun Raya Bogor, pihaknya menggandeng PT Pos Indonesia dan pihak terkait untuk meluncurkan seri prangko kekayaan anggrek Indonesia. Jenis anggrek yang dijadikan prangko dipilih berdasarkan asal atau area distribusinya serta keberadaan anggrek tersebut di Kebun Raya Bogor.

“Prangko dua abad Kebun Raya Bogor seri 34 anggrek provinsi Indonesia merupakan lanjutan prangko ‘Negara Kesatuan RI dalam Puspa’ yang digagas oleh Megawati Soekarno Putri saat meresmikan Griya Anggrek 2002,” terang Didik, Jakarta, Jumat (12/05).

BACA JUGA: Kebun Raya Akan Ekspos Hasil Penelitian Selama 200 Tahun

Salah satu prangko anggrek yang akan diluncurkan pada saat peringatan ulang tahun ke-200 tahun Kebun Raya Bogor sendiri, lanjutnya, adalah Coelogyne marthae. Anggrek ini merupakan hasil eksplorasi dari Katingan, Kalimantan Tengah pada 2013 yang dilakukan oleh tim peneliti Kebun Raya Bogor dengan dibantu berbagai pihak terkait lain. Saat ini, Kebun Raya Bogor memiliki lima spesimen Coelogyne marthae yang ditempatkan di rumah kaca anggrek serta 30 dalam botol semai.

“Khusus untuk pemberian nama Coelogyne marthae dinisbatkan kepada Dr. (H.C). Martha Tilaar oleh The national Herbarium of the Netherlands atas dedikasinya mendirikan Martha Tilaar Professorial Chair di Leiden University pada 2000, dan atas keberhasilannya membangun perusahaan kosmetik dan perawatan alami berdasarkan kearifan lokal yang diolah secara ilmiah untuk kebutuhan di kehidupan masa kini,” tambahnya.

Dr. (H.C) Martha Tilaar melalui PT Martina Berto tbk berkolaborasi dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, terus Didik, bahkan membuat sabun berbentuk anggrek Coelogyne marthae yang sebagian dari hasil penjualannya didedikasikan untuk mendukung pelestarian anggrek berbasis komunitas di ekosistem Taman Nasional Gunung Merapi, Yogyakarta dan ekosistem karst di kecamatan Tepus, Gunung Kidul. Hal ini mengingat potensi ancaman terhadap keberadaan anggrek Indonesia masih tergolong besar, baik karena bencana alam, alih fungsi lahan, atau pencurian sumber daya genetik.

BACA JUGA: Dua Abad Kebun Raya Bogor Jadikan Rafflesia Patma Sebagai Koleksi Unggulan

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan kalau dalam usia yang menjelang dua abad tersebut, kata Didik, Kebun Raya Bogor masih akan terus menunjukkan kiprahnya sebagai lembaga konservasi flora Indonesia dari ancaman kepunahan. Salah satu contoh upayanya adalah menjaga flora dari ancaman kepunahan pada spesies anggrek.

“Kami memiliki rumah dan laboratorium anggrek dengan koleksi terlengkap di Indonesia. Ada sekitar 500 spesies dari total 5.000 spesies anggrek kawasan Malesia di Kebun Raya Bogor ini,” ungkapnya, Jakarta, Jumat (12/05).

Didik mengatakan, status konservasi beragam anggrek yang ada di Kebun Raya Bogor sebagian besar adalah langka atau terancam kepunahan (Kategori IUCN Red Data Book). Berbagai jenis anggrek tersebut ditemukan dari hutan-hutan alam di Indonesia dimana sekarang hutan juga terancam keberadaannya. Oleh karena itu, langkah konservasi penting untuk terus dilakukan saat ini, seperti dengan melakukan penemuan spesies baru, perbanyakan bibit, menggali manfaat serta reintroduksi ke habitat asal anggrek.

“Dalam melakukan langkah itu, kami juga merangkul para stakeholders terkait, seperti Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), PT. Pos Indonesia, dan PT. Martina Berto Tbk,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-bogor-luncurkan-perangko-seri-anggrek-34-provinsi/feed/ 0
Dua Abad Kebun Raya Bogor Jadikan Rafflesia Patma Sebagai Koleksi Unggulan https://www.greeners.co/berita/dua-abad-kebun-raya-bogor-jadikan-rafflesia-patma-koleksi-unggulan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dua-abad-kebun-raya-bogor-jadikan-rafflesia-patma-koleksi-unggulan https://www.greeners.co/berita/dua-abad-kebun-raya-bogor-jadikan-rafflesia-patma-koleksi-unggulan/#respond Sun, 30 Apr 2017 10:55:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16903 Melalui teknik grafting yang dilakukan oleh para peneliti Kebun Raya Bogor membuat Kebun Raya Bogor sebagai instansi pertama di dunia yang berhasil memindahkan bunga rafflesia di luar habitat aslinya.]]>

Jakarta (Greeners) – Kebun Raya Bogor akan memamerkan beberapa koleksi unggulannya pada perayaan Dua Abad Kebun Raya Bogor Mei mendatang. Kepala Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor, Didik Widyatmoko mengatakan bahwa Rafflesia patma dan varietas-varietas baru yang masuk dalam daftar Perlindungan Varietas Tanaman serta tumbuhan hasil hibriditasi seperti Begonia dan Aeschynantus adalah contohnya.

“Varietas-varietas tersebut merupakan unggulan yang menjadi primadona di Kebun Raya Bogor,” ujarnya kepada Greeners, Jakarta, Sabtu (29/04).

Peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor–LIPI Sri Rahayu menjelaskan bahwa Rafflesia patma sangat diunggulkan karena kelangkaan dan sifatnya yang parasit. Melalui teknik grafting yang dilakukan oleh para peneliti Kebun Raya Bogor membuat Kebun Raya Bogor sebagai instansi pertama di dunia yang berhasil memindahkan bunga rafflesia di luar habitat aslinya.

BACA JUGA: Kebun Raya Akan Ekspos Hasil Penelitian Selama 200 Tahun

Grafting adalah teknik penyambungan akar inang rafflesia yaitu Tetrastigma (Tetrastigma sp.) dari famili Vitaceae. Tetrastigma sendiri adalah sejenis tumbuhan merambat yang hidup di hutan tropis. Tetrastigma sebagai inang tumbuhan Rafflesia patma yang berada di Kebun Raya Bogor, merupakan tetrastigma yang terambil dari habitat asli bunga padma di Cagar Alam Pangandaran (Ciamis, Jawa Barat). Tumbuhan ini kemudian disambungkan dengan akar tetrastigma yang sebelumnya telah tumbuh ditanam di Kebun Raya Bogor.

“Karena habitat hidupnya yang sempit, rafflesia merupakan jenis tanaman langka yang terancam punah. Perubahan tipe ekologi hutan tropis menjadi peruntukan lain ikut mengancam kelestarian tumbuhan ini. Kenapa jadi unggulan juga karena dia tumbuhan parasit maka spektakuler kalau berhasil ditumbuhkan di luar habitatnya,” jelas Sri.

Rafflesia sendiri merupakan tumbuhan endemik khas di hutan-hutan Asia Tenggara yang memiliki habitat yang bersifat lokalitas. Di Indonesia dikenal 17 spesies rafflesia. Dari yang paling besar dan terkenal seperti Rafflesia arnoldii yang berada di Bengkulu hingga Rafflesia rochusenii yang berukuran kecil yang hanya dijumpai di lereng Gunung Salak dan Gunung Gede di wilayah Bogor dan Sukabumi.

Selama berbunga, rafflesia mengeluarkan bau yang tidak sedap seperti bangkai. Bau yang tidak sedap ini sengaja dikeluarkan oleh bunga rafflesia sebagai strategi untuk mengundang lalat, yang merupakan agen penyerbukan bunga rafflesia.

BACA JUGA: LIPI: Kebun Raya Bisa Menangkal Praktik Biopiracy

Sedangkan Begonia dan Aeschynantus (bunga lipstik), lanjutnya, adalah varietas baru atau varietas-varietas temuan yang dirakit oleh peneliti di Kebun Raya Bogor, dengan melakukan hibriditasi yang menghasilkan varietas baru dan berada di Kebun Raya Bogor.

“Varietas baru ini juga yang akhirnya jadi istimewa dan itu bukan hanya Begonia dan bunga lipstik saja. Ada juga yang lain, contohnya bunga hoya,” tambahnya.

Sedangkan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) adalah semacam hak paten atau hak eksklusif bagi peneliti atau pemulia tanaman untuk temuan barunya yang telah terdaftar sejak tahun 2000 melalui UU Nomor 29 tentang Perlindungan Varietas Tanaman. Dengan adanya hak PVT, maka pemulia tanaman bisa melindungi secara eksklusif varietas tanaman barunya.

Sebagai informasi, delapan varietas baru dari LIPI yang baru terdaftar oleh PVT yaitu bunga lipstik (Aeschynanthus Soedjana Kassan), bunga hoya (Hoya Kusnoto), bunga lipstik (Aeschynanthus Mahligai), bunga begonia (Begonia Tuti Siregar), dan Begonia Lovely Jo. Sri Rahayu sendiri adalah penemu PVT bunga hoya dan dan bunga lipstik. Sedangkan penemu begonia adalah Ibu Hartutiningsih bersama tim Wisnu Handoyo Ardi dan I Made Ardaka.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/dua-abad-kebun-raya-bogor-jadikan-rafflesia-patma-koleksi-unggulan/feed/ 0
Kebun Raya Eka Karya Bali Akan Kembali Dibuka Akhir 2017 https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-eka-karya-bali-kembali-dibuka-akhir-2017/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebun-raya-eka-karya-bali-kembali-dibuka-akhir-2017 https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-eka-karya-bali-kembali-dibuka-akhir-2017/#respond Wed, 19 Apr 2017 14:21:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16766 Pasca terjadinya banjir bandang serta longsor yang menerjang kebun raya tersebut pada 22 Desember 2016 dan 9 Februari 2017, Kebun Raya Eka Karya, Bali akan mulai dibuka secara penuh pada akhir tahun 2017.]]>

Jakarta (Greeners) – Kebun Raya Eka Karya, Bali, akan mulai dibuka secara penuh pada akhir tahun 2017. Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Eka Karya Bali Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bayu Ajie mengatakan, hingga saat ini, baru duapertiga dari lokasi kebun secara keseluruhan yang dibuka untuk umum pasca terjadinya banjir bandang serta longsor yang menerjang kebun raya tersebut pada 22 Desember 2016 dan 9 Februari 2017.

BACA JUGA: Kebun Raya Akan Ekspos Hasil Penelitian Selama 200 Tahun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lanjut Bayu, akan melakukan pembenahan terhadap saluran air dari hulu hingga hilir sambil menunggu perbaikan dua jembatan yang masih rusak. Perbaikan jembatan ini sedang menunggu tahap tender untuk bisa dikerjakan.

“Jadi ada empat jembatan yang roboh. Dua sudah bisa digunakan, yang dua lagi sedang tunggu tender. Lapangan-lapangan yang tertutup lumpur juga sudah dibersihkan,” terangnya kepada Greeners saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jakarta, Rabu (19/04).

Bayu menyatakan, terdapat 26 spesimen anggrek koleksi baru LIPI dari kawasan timur Indonesia di Kebun Raya Eka Karya Bali ikut hanyut dalam banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan tersebut pada 9 Februari 2017. Dua puluh spesimen berasal dari Papua dan enam dari hasil eksplorasi di Bali. Beberapa anggrek dari Papua yang merupakan hasil Ekspedisi NKRI 2016 di koridor Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Tambrauw, bahkan ada yang belum sempat diteliti.

BACA JUGA: Sampah di Kebun Raya Bogor Belum Dikelola dengan Baik

“Kurang dari satu persen koleksi rusak. Selain anggrek, koleksi lainnya yakni 17 Araceae, 14 Podocarpaceae, dan 1 Elaeocarpaceae ikut terkena dampak banjir bandang tersebut dan tidak bisa diselamatkan,” kata Bayu menambahkan.

Bayu sendiri mengaku akan melakukan kajian bersama dengan badan geologi untuk memasang sensor banjir dan longsor untuk aksi mitigasi. Kebun Raya Eka Karya yang berada persis di bawah bukit dengan tiga cekungan mengarah ke kebun raya, membuat daya tampung tanah tidak bisa menyerap semua air hujan dalam intensitas besar sehingga menjadi run off yang terlalu tinggi.

“Kita sedang berusaha untuk pelajari bagaimana pasang sensor anti longsor bersama ahli geologi untuk aksi mitigasi,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-eka-karya-bali-kembali-dibuka-akhir-2017/feed/ 0
Kebun Raya Akan Ekspos Hasil Penelitian Selama 200 Tahun https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-ekspos-hasil-penelitian-200-tahun/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebun-raya-ekspos-hasil-penelitian-200-tahun https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-ekspos-hasil-penelitian-200-tahun/#respond Fri, 14 Apr 2017 04:05:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16713 Menjelang perayaan dua abad Kebun Raya Bogor yang akan dilangsungkan pada 18 Mei 2017 mendatang, Kebun raya Bogor akan melakukan ekspos hasil penelitian yang telah dilakukan selama 200 tahun.]]>

Jakarta (Greeners) – Kebun Raya Bogor akan menampilkan berbagai pencapaian dan perannya terhadap perkembangan penelitian dan ilmu pengetahuan tentang tumbuhan dalam perayaan dua abad Kebun Raya Bogor yang akan dilangsungkan pada 18 Mei 2017 mendatang. Dalam perayaan bertema “Plans and People Harmony” tersebut, Kebun raya Bogor akan melakukan ekspos hasil penelitian yang telah dilakukan selama 200 tahun.

Kepala Kebun Raya Bogor Didik Widyatmoko kepada Greeners menjelaskan beberapa penelitian tersebut seperti penelitian tentang sawit yang ditanam di lahan marginal. Ia mengatakan bahwa penelitian tentang sawit adalah hasil karya peneliti kebun raya yang telah dilakukan sejak seratus tahun lalu. Berkat kebun raya, katanya, sawit yang dahulu belum diketahui manfaatnya, kini menjadi sumberdaya yang menopang pilar ekonomi nasional.

“Kelapa sawit itu awalnya yang mendatangkan Kebun Raya Bogor. Saat itu belum diketahui minyaknya, potensi ekonominya. Tapi setelah diteliti dan dikembangkan, barulah dirasakan potensinya. Selain sawit, masih banyak penelitian lainnya seperti kayu manis dan kina. Di sinilah peran kebun raya yang ingin kita ekspos,” terang Didik, Jakarta, Kamis (13/04).

BACA JUGA: Sampah di Kebun Raya Bogor Belum Dikelola dengan Baik

Selain itu, Kebun Raya juga akan mengekspos empat individu baru yang telah diluncurkan, termasuk mendomestikan tumbuhan liar menjadi tanaman yang mempunyai nilai jual. Kebun Raya sendiri, lanjutnya, telah membantu terbentuknya kebun raya baru di daerah yang hingga kini jumlahnya telah mencapai 32 kebun raya, termasuk lima kebun raya di bawah LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Diantaranya Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Bali, dan Kebun Raya Batu Raden.

“Terkait ilmu pengetahuan dan teknologi, perayaan dua abad nanti juga akan mengundang semua mitra LIPI dan mengenalkan hasil riset yang telah dihasilkan selama ini,” tambahnya.

BACA JUGA: LIPI: Kebun Raya Bisa Menangkal Praktik Biopiracy

Kebun raya, terus Didik, memiliki peranan yang amat penting, terlebih untuk perlindungan plasma nuftah yang notabene merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional. Dengan adanya kebun raya, maka selain dipulihkan, plasma nuftah juga terselamatkan.

Saat ini baru 25 persen tumbuhan yang ada di Indonesia ada di kebun raya. Di sisi lain, Indonesia telah menempati peringkat 6 dalam hal jumlah tumbuhan terancam punah. Oleh karena itu, kebun raya saat ini menjadi program prioritas agar jumlahnya semakin banyak.

“Meskipun dalam dua dasawarsa terakhir ini perkembangan ilmu pengetahuan di bidang keanekaragaman hayati di Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup baik, tetapi perlu ada percepatan sehingga mampu membaca potensi sumber daya genetik lebih cepat dan mampu menulis dan mengedit gen,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebun-raya-ekspos-hasil-penelitian-200-tahun/feed/ 0
Sampah di Kebun Raya Bogor Belum Dikelola dengan Baik https://www.greeners.co/berita/sampah-kebun-raya-bogor-belum-dikelola-baik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sampah-kebun-raya-bogor-belum-dikelola-baik https://www.greeners.co/berita/sampah-kebun-raya-bogor-belum-dikelola-baik/#respond Mon, 10 Apr 2017 05:11:30 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16660 Saat ini, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI menyatakan bahwa Kebun Raya Bogor sudah masuk kategori tempat wisata yang sampah plastik dan kalengnya cukup signifikan.]]>

Jakarta (Greeners) – Menyambut dua abad peringatan Kebun Raya Bogor, akan diadakan Festival Peduli Sampah 2017 dengan tujuan untuk turut menyukseskan Indonesia Bebas Sampah 2020. Namun saat ini, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa Kebun Raya Bogor sudah masuk kategori tempat wisata yang sampah plastik dan kalengnya cukup signifikan.

Kepala PKT Kebun Raya LIPI Bogor Didik Widiyatmoko mengatakan, Festival Peduli Sampah masuk dalam agenda acara Kebun Raya Bogor yang digelar secara rutin setiap tahunnya. Kegiatan ini menurutnya, merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia khususnya di kota Bogor.

BACA JUGA: LIPI: Kebun Raya Bisa Menangkal Praktik Biopiracy

“Sementara ini yang kami lakukan masih dalam tahap memilah sampah plastik dan kaleng. Kebun Raya Bogor juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor beserta masyarakat atau komunitas perihal pengelolaan sampah ini. Nantinya, komunitas yang memiliki keterampilan khusus dalam mengelola sampah dan memiliki hasil berupa nilai ekonomis akan ditampung dalam garden shop Kebun Raya Bogor maupun di toko-toko koperasi kami,” kata Didik kepada Greeners, Jakarta, Jumat (07/04).

Kondisi Kebun Raya Bogor saat ini, lanjutnya, setiap tahun selalu dipenuhi sampah plastik dan kaleng hingga 10 ton yang terkumpul dari sampah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung. Selain tingkat kesadaran masyarakat yang minim, meningkatnya jumlah pengunjung Kebun Raya Bogor juga membuat jumlah sampah di tempat ini bertambah.

Didik mengaku Kebun Raya Bogor masih belum memiliki instalasi yang dapat dipergunakan untuk mencacah sampah plastik. Ia menyatakan akan mengalokasikan anggaran untuk alat pencacah plastik. Alat tersebut akan berasal dari Kebun Raya Bogor dan Pemerintah Kota sebagai pengelolanya.

BACA JUGA: LIPI: Kebun Raya, Benteng Terakhir Konservasi Tumbuhan Terancam Punah

Sebagai informasi, pada 18 Mei 2017 mendatang, Kebun Raya Bogor akan merayakan peringatan dua abad berdirinya kebun raya ini. Sekitar 100 sampai 200 tamu dari berbagai kalangan pemerintah, pebisnis, ilmuwan sampai aktivis tingkat nasional dan internasional akan diundang untuk menghadiri perayaan ini.

Selain itu, Kebun Raya Bogor juga akan melakukan ekspose hasil penelitian yang sudah dilakukan karena tempat ini bukan hanya sebagai tempat wisata melainkan juga memiliki peran sebagai pusat konservasi, edukasi dan penelitian.

Selama dua abad, terang Didik, peneliti di Kebun Raya Bogor terus melakukan penelitian yang berkaitan dengan flora dan mencari solusi bagi Indonesia dalam upaya konservasi tumbuhan. Kebun raya ini juga sudah meluncurkan empat individu baru, termasuk mendomestikan tumbuhan liar menjadi tanaman yang mempunyai nilai jual.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/sampah-kebun-raya-bogor-belum-dikelola-baik/feed/ 0
LIPI: Kebun Raya Bisa Menangkal Praktik Biopiracy https://www.greeners.co/berita/lipi-kebun-raya-menangkal-praktik-biopiracy/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lipi-kebun-raya-menangkal-praktik-biopiracy https://www.greeners.co/berita/lipi-kebun-raya-menangkal-praktik-biopiracy/#respond Wed, 15 Mar 2017 12:43:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16221 Indonesia masih belum bisa menikmati keanekaragaman hayati yang dimiliki lantaran masih terbatasnya pengetahuan. Hal itu menyebabkan Indonesia seringkali menjadi korban biopiracy.]]>

Jakarta (Greeners) – Indonesia memiliki sekitar 10 persen dari total spesies tumbuhan di dunia. Kendati demikian, Indonesia masih belum bisa menikmati lantaran masih terbatasnya pengetahuan. Hal itu menyebabkan Indonesia seringkali menjadi korban biopiracy atau pembajakan aset keanekaragaman hayati.

Lemahnya perlindungan yang menaungi potensi keanakeragaman hayati Indonesia diyakini menjadi penyebab terjadinya pencurian atau pembajakan sumber daya genetik lokal untuk kepentingan asing. Sementara dengan semakin berkembangnya penelitian, tentu akan membantu berbagai sektor, seperti industri farmasi dan makanan atau minuman untuk lebih memanfaatkan sumber daya genetik, khususnya yang bersumber dari tumbuhan yang ada di Indonesia.

BACA JUGA: Kebun Raya Bukan Hanya Lahan Penelitian Semata

Untuk mengantisipasi hal ini, profesor riset bidang mikrobiologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Endang Sukara mengatakan bahwa keberadaan kebun raya di Indonesia bisa juga berlaku sebagai sumber daya pengembangan keanekaragaman hayati. Ia meyakini bahwa dengan adanya kebun raya, praktik biopiracy bisa ditangkal karena beberapa proyek kerja sama dengan peneliti asing selalu berujung pada biopiracy.

“Dengan memanfaatkan badan dan lembaga yang ada, pengelolaan keanekaragaman hayati yang memiliki potensi ekonomi ini seharusnya bisa lebih dioptimalkan. Saat ini jembatan antara ilmu pengetahuan dengan pembangunan masih belum ada kebijakannya,” kata Endang kepada Greeners, Jakarta, Rabu (15/03).

BACA JUGA: UU Paten Perkuat Perlindungan Sumber Daya Genetik

Selain itu, Endang juga menyatakan kalau Indonesia membutuhkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus memproduksi hasil-hasil penelitian dan pengembangan (litbang) dari sumber daya genetik. Menurut Endang, hingga saat ini BUMN dibutuhkan karena belum ada cerita sukses dari pemanfaatan sumber daya genetik yang bisa menghasilkan miliaran dolar AS di Indonesia.

“Karena di Indonesia, bisnis yang bersumber dari genetik masih belum ada. Sekarang paling sejenis Martha Tilaar yang baru bisa memanfaatkan sumber daya genetik, itu pun masih tahap ekstraksi saja,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/lipi-kebun-raya-menangkal-praktik-biopiracy/feed/ 0
LIPI: Kebun Raya, Benteng Terakhir Konservasi Tumbuhan Terancam Punah https://www.greeners.co/berita/lipi-kebun-raya-benteng-terakhir-konservasi-tumbuhan-terancam-punah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lipi-kebun-raya-benteng-terakhir-konservasi-tumbuhan-terancam-punah https://www.greeners.co/berita/lipi-kebun-raya-benteng-terakhir-konservasi-tumbuhan-terancam-punah/#respond Sun, 19 Feb 2017 02:30:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=15946 Di tengah maraknya eksploitasi terhadap sumber daya alam, Kebun Raya merupakan benteng terakhir terhadap perlindungan dan konservasi tumbuhan yang terancam punah dari habibat asalnya.]]>

Jakarta (Greeners) – Kebun Raya merupakan benteng terakhir terhadap perlindungan dan konservasi tumbuhan yang terancam punah dari habibat asalnya. Terlebih di tengah maraknya eksploitasi terhadap sumber daya alam yang semakin masif di Indonesia.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain kepada Greeners mengatakan, kebun raya sudah seharusnya diperhatikan karena keberadaannya mampu berkontribusi melestarikan tumbuhan endemik dan terancam punah, serta berkomoditas ekonomi.

“Kerap kali kepentingan konservasi, lingkungan dan ekonomi tidak seiring. Menjadi dua kutub yang berseberangan. Nah, fungsi kebun raya mensinergikan semua itu karena kebun raya tidak hanya sekadar sebagai tempat wisata, tetapi juga fungsi konservasi, penelitian, media pendidikan dan proses pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Jakarta, Jumat (17/02).

BACA JUGA: Kebun Raya Bukan Hanya Lahan Penelitian Semata

Saat ini Indonesia memiliki target masterplan untuk mengembangkan 47 tipe ekoregion dan idealnya memiliki 47 kebun raya yang merepresentasikan masing-masing ekoregion itu. Namun saat ini baru ada 30 kebun raya, beberapa di antaranya berada di bawah naungan LIPI yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Eka Karya Bali.

“Kebun raya lainnya itu dikelola pemerintah daerah namun LIPI tetap membantu secara kajian ilmiah dalam proses pembangunannya,” kata Iskandar.

BACA JUGA: Setiap Tahun Indonesia Kehilangan 52 Ribu Hektar Ekosistem Mangrove

Selain untuk pendidikan maupun pariwisata, kebun raya yang sudah maju dan berkembang juga bisa menjadi icon pendapatan bagi daerah. Iskandar menyontohkan Kebun Raya Bogor, yang dari tiket saja bisa menghasilkan Rp16 miliar pertahunnya.

“Jadi memang dibutuhkan juga komitmen dari Pemerintah Daerah untuk mewujudkan masterplan ini. Pemerintah Daerah yang ingin membangun kebun raya juga bisa mengirimkan surat pada LIPI, nanti kami bantu untuk pengelolaannya. Syarat utamanya adalah memiliki lahan yang bebas dari sengketa. Karena sekali lahan itu menjadi kebun raya maka akan selamanya menjadi kebun raya, tidak boleh beralih fungsi,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/lipi-kebun-raya-benteng-terakhir-konservasi-tumbuhan-terancam-punah/feed/ 0