kebun vertikal - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kebun-vertikal/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 27 Jan 2020 06:26:04 +0000 id hourly 1 Bertani AeroFarms Tanpa Lahan di Dalam Ruangan https://www.greeners.co/ide-inovasi/bertani-aerofarms-tanpa-lahan-di-dalam-ruangan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bertani-aerofarms-tanpa-lahan-di-dalam-ruangan https://www.greeners.co/ide-inovasi/bertani-aerofarms-tanpa-lahan-di-dalam-ruangan/#respond Mon, 27 Jan 2020 04:36:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=25560 AeroFarmss menggunakan teknologi Aeroponik yakni, sebuah sistem teknologi pembudidayaan tanpa lahan dan menjadi sistem produktivitas baru.]]>

Sebuah perusahaan agrikultur AeroFarms yang berpusat di Newark, New Jersey menerapkan inovasi pertanian vertikal dalam ruangan. Misinya menjadikan planet Bumi tempat yang lebih hijau, sehat, juga menumbuhkan tanaman bagi kelangsungan hidup manusia.

Tanaman di dalam ruangan ini dapat berkembang dengan baik tanpa menimbulkan dampak lingkungan. Ruangan juga menyediakan kondisi optimal untuk tumbuhnya tanaman. AeroFarms menggunakan teknologi Aeroponik yakni, sebuah sistem teknologi pembudidayaan tanpa lahan. Teknologi ini membawa pertanian vertikal di dalam ruangan menjadi sistem produktivitas baru.

AeroFarms diciptakan untuk menghadapi pertumbuhan populasi dan berkurangnya lahan pertanian. Sistem ini dapat tumbuh tanpa sinar matahari atau tanah di lingkungan indoor. Teknik pertumbuhan Aeroponik menghasilkan siklus panen yang lebih cepat, terprediksi, keunggulan pangan yang aman, dan minim dampak lingkungan.

Baca juga: Pertanian Urban Rooftop Terbesar di Dunia

Pertanian vertikal dalam ruangan ini menggunakan teknologi lampu LED yang digunakan sebagai rekayasa pencahayaan. Teknologi ini juga dipakai untuk mengontrol ukuran, bentuk, tekstur, warna, rasa, nutrisi, dan peningkatan produktivitas.

AeroFarms mengklaim bahwa inovasinya memanfaatkan 95 persen lebih sedikit air dibandingkan pertanian tradisional. Selain itu program ini juga mengurangi emisi berbahaya sebesar 98 persen. Dalam aktivitas pertanian pada umumnya, petani memberi pupuk satu kali, kemudian menyirami tanaman, dan berharap dapat langsung tumbuh berkembang. Sedangkan, metode AeroFarms membutuhkan pupuk berkali-kali untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Di akhir tahun 2019, pengaturan pemberian pupuk dilakukan setiap 15 menit.

AeroFarms

Foto: AeroFarms.com

Di dalam situs AeroFarms.com, penggunaan pestisida berlebihan menurunkan mikroorganisme yang menguntungkan tanah dan memungkinkan yang jahat berkembang biak. “Dengan tumbuh di dalam ruangan, AeroFarmss mencegah masalah pestisida.”

Menurut AeroFarms, 25 persen lahan di dunia sekarang sangat terdegradasi akibat erosi lahan, degradasi air, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Lahan yang subur adalah sumber daya yang berharga. Jika kesehatan lahan berkurang, akan berpengaruh pada nutrisi makanan. Program ini menggunakan kurang dari 1 persen lahan yang biasanya dibutuhkan untuk penanaman konvensional.

Baca juga: Nelayan Kanada Ciptakan Pertanian Laut Berkelanjutan

“Bagi kami, dampak lingkungan adalah jantung dari apa yang sedang kami lakukan saat ini. Pertanian tradisional berdampak besar pada sumber daya alam planet. Kami mengubah cara pertanian tradisional yang cenderung melakukan eksploitasi, menjadi pertanian berbasis pelestarian dan konservasi,” ucap David Rosenberg, co-founder dan CEO AeroFarms.

David mengatakan, programnya memperhitungkan pupuk yang sesuai, misalnya, dengan menakar kadar magnesium, besi, seng, dan semua mineral. Jika umumnya petani hanya berorientasi pada hasil, kata dia, ternyata yang harus dirayakan adalah kualitas.

Sebagai inovasi pertanian dalam ruangan, AeroFarmss mendapatkan berbagai penghargaan sebagai salah satu “Penemuan Terbaik” oleh TIME (2019), penghargaan Global CleanTech 100 (2020), dan The Global SDG Awards 2018. Saat ini AeroFarms menanam 750 tanaman berbeda dan mengolah pertaniannya tanpa menggunakan matahari, lahan, atau pun pestisida.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/bertani-aerofarms-tanpa-lahan-di-dalam-ruangan/feed/ 0
Bersepeda sambil Berkebun? Bisa! https://www.greeners.co/ide-inovasi/bersepeda-sambil-berkebun/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bersepeda-sambil-berkebun https://www.greeners.co/ide-inovasi/bersepeda-sambil-berkebun/#comments Sat, 16 Sep 2017 11:48:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=18610 Menyiasati ruang terbuka hijau yang kian terbatas, sebuah firma arsitektur di Beijing mendesain kebun berjalan menggunakan sepeda untuk menciptakan komunitas yang saling berbagi tanggung jawab atas perkembangan bibit tanaman mereka.]]>

Menyiasati ruang terbuka hijau yang kian terbatas, firma arsitektur Beijing, People’s Industrial Design Office (PIDO) telah mendesain kebun berjalan menggunakan sepeda untuk menciptakan komunitas yang saling berbagi tanggung jawab atas perkembangan bibit tanaman mereka.

Dilansir Dezeen, kebun berjalan bernama Bike Share Farm ini diciptakan untuk menyiasati kekurangan ruang terbuka yang dialami kota-kota besar – termasuk Beijing, khususnya untuk ruang untuk menumbuhkan tanaman yang bisa dikonsumsi.

berkebun

Bike Share Farm rancangan People’s Industrial Design Office (PIDO). Foto: Dezeen.com

Kebun ini memakai sistem hidroponik dengan rangka baja berbentuk segitiga yang ditopang oleh dua sepeda. Pipa-pipa diurutkan mengikuti rangka, lengkap dengan lubang tempat bibit akan ditanam. Tidak lupa panel surya juga disematkan guna memberi energi kepada pompa yang akan mengaliri air ke seluruh sistem hidroponik.

Rangkanya juga dibuat fleksibel, sepeda yang menjadi penopang bisa diganti dan dilepas dengan tujuan banyak pesepeda baru yang turut terlibat dan bertanggung jawab membawa kebun ini mengelilingi kota.

“Kebun kota memang tersedia di kota-kota besar, namun hanya segelintir orang yang memiliki akses kepada kebun tersebut,” ujar co-founder PIDO James Shen seperti dikutip Dezeen. “Bike Share Farm menggabungkan kegiatan bersepeda dan berkebun di kota. Kebun vertikal dan bergerak sangat dibutuhkan di kota-kota padat seperti Seoul dan Beijing.”

berkebun

Bike Share Farm rancangan People’s Industrial Design Office (PIDO). Foto: Dezeen.com

Dengan struktur yang ringan dan mudah dikendarai, Shen berharap Bike Share Farm bisa mendorong komunitas-komunitas kota untuk lebih terlibat dalam kegiatan berkebun dan menawarkan kesempatan kepada orang-orang untuk terlibat.

“Kami membayangkan, orang akan bersepeda ke lokasi Bike Share Farm, mengaitkan sepeda mereka dan membawa kebun tersebut ke lokasi berbeda. Hal tersebut akan membuat Bike Share Farm tersebar di seluruh kota,” tutup Shen.

Penulis: MFA/G41

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/bersepeda-sambil-berkebun/feed/ 1
Mengenal Metode Hidroponik di NCYC https://www.greeners.co/aksi/mengenal-metode-hidroponik-di-ncyc/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-metode-hidroponik-di-ncyc https://www.greeners.co/aksi/mengenal-metode-hidroponik-di-ncyc/#respond Sat, 14 Mar 2015 00:00:22 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8145 Bandung (Greeners) – Alam merupakan salah satu unsur yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Pemanfaatan alam yang baik tentu dapat memberi pengaruh yang baik pula pada manusia. Namun, […]]]>

Bandung (Greeners) – Alam merupakan salah satu unsur yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Pemanfaatan alam yang baik tentu dapat memberi pengaruh yang baik pula pada manusia. Namun, bila tidak dimanfaatkan dengan baik, secara perlahan akan memunculkan berbagai masalah, mulai dari pencemaran hingga kerusakan lingkungan.

“Perhatian kita terhadap alam untuk mengajak warga di sekitar kita untuk memulai dengan sesuatu yang mudah namun memberikan dampak yang sangat besar bagi pelakunya, baik dari aspek sosial maupun ekonomi,” ujar Zulfa, key speakers dari Bandung Berkebun saat berdiskusi dalam acara Nature and Culture Youth Conference (NCYC) di Saung Angklung Udjo, Bandung, Selasa (10/03) lalu.

Meski bertujuan baik, Zulfa mengingatkan agar izin dari warga sekitar untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat berkebun harus didapat. “Preparation before action,” katanya.

NCYC merupakan kegiatan berwawasan lingkungan yang digagas oleh Cijaringao EcoLand, sebuah komunitas konservasi lingkungan binaan Saung Angklung Udjo. Dalam pelaksanaanya, Green Technology & Eco-Movement menjadi tema kegiatan ini. Tema ini mewakili konsep alam pada kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari, tanggal 10-12 Maret 2015. Dalam kegiatan tersebut mengangkat topik Green Movement dan Farmers is Our Food Hero.

“Sesuatu yang dapat dilakukan mesti disebarkan agar pergerakan menjadi nyata dan dapat menjadi solusi,” ujar Zulfa.

Foto: dok. NCYC

Foto: dok. NCYC

Pada hari pertama pelaksanaan NCYC digelar kegiatan pelatihan pembuatan pot hidroponik dan penyaring air portable oleh Charlie Tjendapati, salah satu perintis metode bercocok tanam dengan hidroponik. Menurut Charlie, bercocok tanam dengan hidroponik dapat menjadi peluang yang sangat menguntungkan di masa depan untuk seluruh kalangan.

“Keuntungan dari hidroponik ini yakni tanpa menggunakan tanah, selalu bersih, tidak memerlukan pekerja dan lahan yang luas, serta indah dilihat,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan membuat kebun hidroponik, seperti mengebor pipa plastik, memasang tanaman pada net pot, dan merakit rangka untuk media tanam hidroponik. Tanaman yang ditanam dalam kegiatan ini sebagian besar merupakan tanaman sayur yang dapat dipanen lima minggu sejak ditanam.

Salah satu peserta NCYC, Azril, murid kelas 5 SD, mengaku ingin menerapkan pengetahuan tentang hidroponik di sekolahnya. “Aku dapat menambah wawasan baru tentang bercocok tanam yang enggak aku dapatkan dari sekolah, jadi bisa aku terapin di rumah atau sekolah,” katanya antusias.

NCYC diikuti oleh puluhan peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai universitas. Dalam kegiatan ini, nampak pula beberapa turis mancanegara dan murid Sekolah Dasar ikut serta dalam kegiatan dan diskusi.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/aksi/mengenal-metode-hidroponik-di-ncyc/feed/ 0
Vertikultur, Alternatif Berkebun Dengan Lahan Terbatas https://www.greeners.co/sosok-komunitas/vertikultur-alternatif-berkebun-dengan-lahan-terbatas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=vertikultur-alternatif-berkebun-dengan-lahan-terbatas https://www.greeners.co/sosok-komunitas/vertikultur-alternatif-berkebun-dengan-lahan-terbatas/#respond Sun, 16 Nov 2014 10:22:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=6437 Jakarta (Greeners) – Memiliki lahan yang terbatas kini bukan lagi halangan bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam. Sistem vertikultur merupakan jawaban yang tepat untuk melakukan budidaya pertanian dengan lahan yang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Memiliki lahan yang terbatas kini bukan lagi halangan bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam. Sistem vertikultur merupakan jawaban yang tepat untuk melakukan budidaya pertanian dengan lahan yang sempit.

Ketua Dreamdelion Sehat, Euis Ratna Sari, menjelaskan, vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik dalam ruang (indoor) maupun luar ruang (outdoor). Sistem budidaya pertanian ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas.

Euis menyontohkan, jika lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman, dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman. Vertikultur juga tidak hanya sekadar kebun vertikal, namun juga merupakan sebuah ide yang akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sempit sekalipun.

“Vertikultur ini tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menciptakan suasana alami yang menyenangkan, bahkan bisa mendapatkan pemasukan tambahan,” jelas Euis saat melakukan kegiatan vertikultur bersama warga RW 008 di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta, Sabtu (15/11), kemarin.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Lebih lanjut ia menuturkan, kegiatan vertikultur yang dilakukan di Manggarai tersebut merupakan sebuah program kerjasama Dreamdelion dengan dosen arsitektur UI, Joko, yang pada awalnya hanya dilakukan di RW 04. Lalu pada perjalanannya, RW 04 merekomendasikan untuk melibatkan RW 08 hingga akhirnya dibuatlah instalasi vertikultur bersama warga dan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan dan Keluarga (PKK).

“Sejauh ini sudah ada kerjasama dengan pihak Lembaga Musyawarah Kelurahan Manggarai. Di RW 04 sudah dibikin dua instalasi dan di RW 08 ada tiga instalasi vertikultur,” tambahnya.

Ketua PKK RW 08, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Yeni Faisal pun menyambut baik kegiatan vertikultur ini. Menurutnya, kegiatan pertanian vertikultur ini merupakan langkah yang tepat bagi masyarakat RW 08 yang memiliki lahan terbatas. Bahkan, Yeni mengharapkan kegiatan ini bisa diikuti pula oleh seluruh warga di RW 08.

“Kami sangat mendukung. Harapannya, kegiatan ini bisa lebih berkembang lagi. Kami juga bisa mendapatkan income untuk pendapatan keluarga. Kalau bisa di rumah rumah juga,” tambahnya.

Founder Dreamdelion Indonesia, Alia Noor Anoviar, mengungkapkan, bahwa ada tiga divisi dari Dreamdelion yang dilakukan, seperti Dreamdelion Sehat, Dreamdelion Cerdas, dan Dreamdelion Kreatif. Untuk kegiatan vertikultur sendiri berada di bawah program dari Dreamdelion Sehat yang juga mengadakan kegiatan pendidikan kesehatan dan lingkungan serta gerakan masyarakat sehat.

“Untuk yang sehat dan kreatif, kami ada roadshow ke sekolah-sekolah. Kami juga ada taman bacaan untuk anak-anak. Lalu, ada juga pemberdayaan masyarakat dalam mendaur ulang sampah hingga menjadi kerajinan seperti tas dan lainnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Dreamdelion merupakan komunitas bisnis sosial yang memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Komunitas ini bekerja dengan mengembangkan berbagai komunitas lainnya di Jakarta dan beberapa daerah lainnya untuk membantu masyarakat mencapai hidup yang lebih baik dengan melatih dan memanfaatkan keterampilan masyarakat dalam berkarya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/vertikultur-alternatif-berkebun-dengan-lahan-terbatas/feed/ 0
Beehive Tower, Desain Gedung ‘Hijau’ Masa Depan https://www.greeners.co/ide-inovasi/beehive-tower-sebuah-desain-gedung-hijau-masa-depan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=beehive-tower-sebuah-desain-gedung-hijau-masa-depan https://www.greeners.co/ide-inovasi/beehive-tower-sebuah-desain-gedung-hijau-masa-depan/#respond Sat, 21 Jun 2014 00:30:45 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=4927 Sebuah gedung ‘hijau’, Beehive Tower, yang didesain untuk Heron Quay, London, merupakan sebuah konsep kebun vertikal yang diintegrasikan dalam desain sebuah gedung pencakar langit. Terinsipirasi dari sarang lebah, Beehive Tower […]]]>

Sebuah gedung ‘hijau’, Beehive Tower, yang didesain untuk Heron Quay, London, merupakan sebuah konsep kebun vertikal yang diintegrasikan dalam desain sebuah gedung pencakar langit. Terinsipirasi dari sarang lebah, Beehive Tower mengadopsi bentuk heksagonal sarang lebah sebagai bentuk utama dari gedung ini.

Didesain oleh Rory Newel dan Lucy Richardson, gedung setinggi 220 meter ini adalah sebuah tempat yang memungkinkan segala jenis tanaman untuk tumbuh, terutama tanaman pangan. Lebih dari itu, struktur gedung ini pun dilengkapi dengan sistem yang berkelanjutan, seperti seperangkat turbin angin di bagian atap gedung dan sistem penampung air hujan untuk mengairi seluruh tanaman dalam kebun vertikal.

Gedung 'sarang lebah' ini dilengkapi 14 turbin penangkap angin yang diperkirakan menghasilkan listrik 420.000 kWh per tahun.

Gedung ‘sarang lebah’ ini dilengkapi 14 turbin penangkap angin yang diperkirakan menghasilkan listrik 420.000 kWh per tahun.

Beehive Tower ini didesain untuk menyediakan sebuah tempat tinggal sekaligus kebun bagi para warga Canary Wharf, London. Mega struktur gedung heksagonal ini terdiri dari banyak ruangan yang disediakan sebagai sebuah tempat bagi orang-orang untuk bertemu dan bersosialisasi.

Setiap heksagon terdiri dari 8 tingkat dengan 8 kamar apartemen. Sedangkan ruang kosong diantara heksagon dimanfaatkan untuk areal berkebun dengan sisi yang ideal sehingga semua elemen mendapatkan sinar matahari.

Di bagian atap gedung, 14 turbin Quiet Revolution QR12 menangkap angin yang cukup untuk menghasilkan listrik sebanyak 420.000 kWh per tahun. Terlebih lagi, sistem penampung air hujan dan permakultur akan menciptakan sistem pengairan yang berkelanjutan untuk gedung ini. Info lebih lanjut tentang desain ini, silahkan klik disini.

(G33)

Sumber: inhabitat.com

Ilustrasi: CTBUH

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/beehive-tower-sebuah-desain-gedung-hijau-masa-depan/feed/ 0