Komunitas tigalimapuluh - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/komunitas-tigalimapuluh/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 27 Mar 2014 06:19:13 +0000 id hourly 1 Nasihat Alam Senyawa Tebo Aumbara https://www.greeners.co/gaya-hidup/nasihat-alam-senyawa-tebo-aumbara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nasihat-alam-senyawa-tebo-aumbara https://www.greeners.co/gaya-hidup/nasihat-alam-senyawa-tebo-aumbara/#respond Thu, 27 Mar 2014 06:19:13 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_review&p=4215 Oleh: Oming Putri Jumat pagi kemarin (21/3) di Wildlife Rescue Centre berbeda dengan Jumat lainnya. Di tepi kolam, suara Owa Jawa dan monyet ekor panjang bercampur dengan teriakan dan decak […]]]>

Oleh: Oming Putri

Jumat pagi kemarin (21/3) di Wildlife Rescue Centre berbeda dengan Jumat lainnya. Di tepi kolam, suara Owa Jawa dan monyet ekor panjang bercampur dengan teriakan dan decak kagum manusia. Di sela kamera-kamera smartphone yang tak berhenti merekam, mata para pemuda berkali-kali menahan kedip. Peserta Switch Camp, lokakarya lingkungan rancangan Komunitas tigalimapuluh, disambut oleh nasihat yang memukau yang dibalas dengan tepuk tangan meriah di akhir pertunjukkan.

Alih-alih membuat telinga, hati, dan pikiran meradang, nasihat itu menciutkan segala gusar dan menggantinya dengan kehangatan. Kehangatan yang tak berlebihan juga tak kurang. Nasihat itu datang dari duo eksperimental Wukir Suryadi dan Rully Shabara dalam Senyawa yang berkolaborasi dengan penari kontemporer asal Denpasar, Bali, Tebo Aumbara. Wukir, pria kurus berambut panjang yang low profile dan apa adanya, memang terkenal memiliki ide-ide ajaib dengan alat musik. Sebut saja, “Bambu Wukir”, alat musik buatannya sendiri yang sudah mendunia dan kabarnya akan dipatenkan namanya di HAKI.

Sementara itu, Rully Shabara, vokalis Senyawa dan Zoo (band eksperimentalnya yang lain), punya kemampuan mengherankan dalam mengolah vokal. Dan Tebo Aumbara? Wah, jangan tanya. Tebo adalah penari yang punya bakat alami. Sejak kecil, Tebo sudah menari. Tarian pertama yang ia pelajari adalah Barong Blora. Lalu, di usia remaja ia pindah ke Bali dan berguru pada penari legendaries, Nyoman Sura. Tak heran kalau kemampuan menari Tebo pun sudah diakui di Eropa.

Kolaborasi mereka pagi kemarin sebut saja “Nasihat Alam”. Ini sebenarnya judul karangan karena mereka tak pernah menyebutnya demikian. Kenapa nasihat alam? Ada beberapa alasan. Pertama, topeng yang digunakan Tebo adalah topeng yang punya filosofi bagus untuk digugu. Tebo bercerita, topeng itu namanya topeng “Kepala, Akar, dan Padi”. Inspirasinya datang dari kematian gurunya, Nyoman Sura. “Aku bikin topeng itu tepat sehari setelah guruku itu meninggal dunia tahun lalu. Filosofinya spiritual farmer. Soal bagaimana petani mencapai tingkat spiritual dengan bekerja.”

Alasan kedua, lirik Rully Shabara. Rully, vokalis Senyawa, menuturkan kalau judul dari lagu yang ia mainkan pagi kemarin adalah “Hilir ke Hulu”. “Isinya tentang kisah air yang mengejar kota yang terbakar,” kata Rully. Air mewakili alam, kota yang terbakar mewakili keserakahan manusia yang tak kunjung usai. Dan kata “mengejar” yang menggabungkan keduanya membuat posisi air, yang mewakili alam, terdengar seperti orang tua yang penuh pengertian: tetap sayang pada anak-anak manusia, meski mereka telah mengkhianatinya dengan nafsu menggebu-gebu.

Penampilan Tebo dan Rully lantas dilengkapi oleh Wukir. Lebih tepatnya, oleh alat musik yang ia bawa hari itu. Namanya Hurdy Gurdy. Inspirasinya datang dari alat musik tradisional Eropa sekitar abad ke-15 yang bernama sama, Hurdy Gurdy. Alat musik ini Wukir bikin sendiri dengan memodifikasi gendang. Ia membuatnya di tahun 2013. Cara memainkannya adalah dengan diputar di salah satu sisinya, sampai menghasilkan suara.

Intinya, paduan suara Hurdy Gurdy, nyanyian dan lirik Rully Shabara, dan gerakan topeng Tebo Aumbara, menghasilkan suasana yang mampu menjembatani energi alam dengan energi manusia yang selama ini seringnya berbenturan. Selayaknya nasihat yang baik, kolaborasi mereka menyadarkan bahwa alam pun bisa emosional. Alam juga punya nasihat yang tak tersampaikan. Kita hanya perlu belajar menerima dan mendengarkan. (G08)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nasihat-alam-senyawa-tebo-aumbara/feed/ 0
Switchcamp; Perlawanan Pemuda Indonesia terhadap Dampak Perubahan Iklim https://www.greeners.co/aksi/switchcamp-perlawanan-pemuda-indonesia-terhadap-dampak-perubahan-iklim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=switchcamp-perlawanan-pemuda-indonesia-terhadap-dampak-perubahan-iklim Tue, 25 Mar 2014 09:20:59 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_event&p=4186 Yogyakarta (Greeners) – Sebuah gelaran aktifitas pelatihan selama empat hari telah selesai dilaksanakan oleh Komunitas tigalimapuluh yang merupakan jaringan dari organisasi global 350.org. Kegiatan yang diberi nama Switchcamp ini dibuka pada […]]]>

Yogyakarta (Greeners) – Sebuah gelaran aktifitas pelatihan selama empat hari telah selesai dilaksanakan oleh Komunitas tigalimapuluh yang merupakan jaringan dari organisasi global 350.org. Kegiatan yang diberi nama Switchcamp ini dibuka pada tanggal 20 Maret hingga 23 Maret 2014 menggunakan lokasi Wildlife Rescue Centre di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Switchcamp merupakan rangkaian dari gerakan Global Power Shift yang digelar diseluruh dunia oleh 350.org. Setiap negara boleh menentukan sendiri bentuk dan nama aktifitasnya asal memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan gerakan anak muda dalam rangka melawan dampak perubahan iklim. Serta mengutamakan lahirnya solusi atas permasalahan lokal yang ada di negara masing-masing penyelenggara.

Koordinator Komunitas tigalimapuluh Syaiful Rochman, menjelaskan bahwa kegiatan Switchcamp ini baru pertama kali digelar di Indonesia. “Switchcamp bertujuan untuk menciptakan semangat gerakan lingkungan hidup yang diinisiasi oleh anak muda pada tingkat lokal di daerahnya masing-masing” jelas Syaiful.

SwitchCamp 02

Ia juga menambahkan bahwa dalam sesi workshop sama sekali tidak ada yang membahas isu lingkungan secara spesifik. Seluruh pelatihan lebih mengutamakan peningkatan faktor skillware seperti sesi Artivism (Art&Activism) yang menggali bagaimana memanfaatkan seni dalam menyampaikan kampanye lingkungan, NVDA (Non Violent Direct Action) yang mempelajari bagaimana melakukan aksi kampanye tanpa kekerasan, sesi Media & Communications yang berdiskusi dalam hal bagaimana menyalurkan ide kampanye melalui tulisan dan mendokumentasikan kegiatan kampanye dengan baik, dan sesi Creative Resourcing yang menggali mengenai cara-cara kreatif menjaring sumber daya ataupun dana untuk memenuhi kebutuhan kampanye lingkungan.

“Tercatat sekitar 206 pendaftar dari seluruh Indonesia hanya dalam waktu 2 minggu” ujar Putri Ayu, Koordinator Pendaftaran Peserta Switchcamp Wilayah Jawa. Namun, dari total peserta yang mendaftar, panitia hanya bisa meloloskan 100 peserta karena kemampuan lokasi dan anggaran yang terbatas.

Salah satu peserta dari Jakarta, Yusuf Garuda mengaku sangat terinspirasi selama mengikuti Switchcamp. “Saya ikut sesi Artivism dan sangat termotivasi oleh materi yang disampaikan. Saya sendiri tengah menyusun rencana untuk memberikan edukasi kepada publik mengenai permasalahan tambang batubara melalui medium seni sulap,” ujarnya dengan penuh semangat.

Greeners juga sempat bertemu dengan peserta dari Papua, Wilda Anna Maria Ukago yang sangat terkesan dengan Switchcamp. “Saya bertemu dengan banyak teman baru, sekarang sudah seperti saudara. Mereka sangat kreatif dalam menceritakan masalah lingkungan di masing-masing daerah. Sekarang saya tambah semangat lagi untuk lebih memberikan kontribusi terhadap perlindungan lingkungan hidup, terutama di daerah saya Papua” jelas Wilda.

(G03)

 

]]>