lepasliaran lutung - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/lepasliaran-lutung/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 23 Apr 2015 04:35:43 +0000 id hourly 1 Sembilan Lutung Jawa Siap Huni Hutan Kondang Merak https://www.greeners.co/flora-fauna/sembilan-lutung-jawa-siap-huni-hutan-kondang-merak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sembilan-lutung-jawa-siap-huni-hutan-kondang-merak https://www.greeners.co/flora-fauna/sembilan-lutung-jawa-siap-huni-hutan-kondang-merak/#respond Thu, 23 Apr 2015 05:30:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=8685 Malang (Greeners) – Sembilan ekor lutung jawa (trachypithecus auratus) dari pusat rehabilitasi lutung jawa Javan Langur Center (JLC) siap dilepas pada awal Mei 2015 ini. Sembilan lutung tersebut akan dilepas […]]]>

Malang (Greeners) – Sembilan ekor lutung jawa (trachypithecus auratus) dari pusat rehabilitasi lutung jawa Javan Langur Center (JLC) siap dilepas pada awal Mei 2015 ini. Sembilan lutung tersebut akan dilepas di kawasan hutan Kondang Merak, Desa Sumberbending, Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur.

Manajer JLC, Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa kesembilan lutung jawa ini tidak dalam satu kelompok. Ada satu ekor lutung jantan yang dilepas sendirian, yakni Adzuki yang berumur 15,5 tahun yang merupakan hasil translokasi dari Kebun Binatang Howletts Inggris.

Adzuki yang lahir dan besar di kebun binatang akan dilepas secara individu dan akan menghabiskan hidupnya di alam liar tidak dalam kelompoknya. “Selama dua tahun Adzuki tidak bisa beradaptasi dengan individu lainnya, padahal secara alami lutung hidup berkelompok,” ungkap Iwan, Selasa (21/04) lalu.

Menurutnya, keeper sudah beberapa kali memasangkan Adzuki dengan betina namun oleh Adzuki dianggap musuh. Terapi sosial juga diupayakan oleh JLC namun juga gagal.

Iwan menyatakan, perilaku Adzuki yang demikian karena salah penanganan ketika berada di kebun binatang. “Di sana, Adzuki ditempatkan di satu kandang yang berisi lutung jantan dan tidak pernah dikenalkan dengan lutung betina sehingga tidak bisa bersosialisasi,” katanya.

Meski tidak bisa berkelompok, Adzuki sudah menunjukkan perilaku seperti di alam liar. Dari sebelumnya makan sayur dan ubi, kini Adzuki sudah terbiasa makan makanan alami lutung berupa dedaunan dan buah-buahan di hutan. Perilaku alami lutung seperti bergelantungan di dahan pohon dan tidak turun ke tanah juga sudah dilakukannya.

Selain Adzuki, delapan lutung lainnya yang terbagi dalam dua kelompok juga bakal dilepas di kawasan hutan Kondang Merak. Mereka semua sudah menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir, seperti penyakit TBC dan kultur bakteri, sebelum dilepas di Kondang Merak.

Kawasan hutan lindung di Pantai Kondang Merak dipilih JLC untuk pelepasliaran karena kawasan tersebut merupakan habitat lutung jawa yang populasinya terus menurun akibat perburuan liar. Sebelumnya, JLC telah lima kali melepasliarkan lutung jawa dengan total 73 individu yang terbagi dalam beberapa kelompok. Pelepasliaran sebelumnya dilakukan di suaka margasatwa dataran tinggi Hyang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Tahura R Soerjo.

Data JLC menyebutkan, populasi lutung jawa di habitat aslinya terus menurun sekitar 30 persen selama 36 tahun atau selama tiga generasi. Sejak 1999, lutung jawa dimasukkan sebagai satwa yang dilindungi. Spesies ini masuk kategori konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar (CITES) dalam Appendix II karena populasinya mendekati terancam sampai punah.

Penulis: HI/G17

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/sembilan-lutung-jawa-siap-huni-hutan-kondang-merak/feed/ 0
Keluarga ‘Wira’ Siap Jadi Penghuni Tahura Raden Soerjo https://www.greeners.co/berita/keluarga-wira-siap-jadi-penghuni-tahura/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=keluarga-wira-siap-jadi-penghuni-tahura https://www.greeners.co/berita/keluarga-wira-siap-jadi-penghuni-tahura/#respond Sat, 03 May 2014 02:00:35 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_news&p=4463 BATU (Greeners) – Satu keluarga lutung jawa yang terdiri atas empat ekor betina dewasa dan satu ekor betina yang masih berusia satu bulan bakal menjadi penghuni baru kawasan Taman Hutan […]]]>

BATU (Greeners) – Satu keluarga lutung jawa yang terdiri atas empat ekor betina dewasa dan satu ekor betina yang masih berusia satu bulan bakal menjadi penghuni baru kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo di lereng timur Gunung Biru, Jawa Timur. Enam ekor lutung ini rencananya akan dilepasliarkan pada pertengahan Mei 2014 oleh tim Javan Langur Center (JLC) atau tempat rehabilitasi lutung jawa sub spesies jawa bagian timur (trachypithecus auratus) di kawasan Coban Talun, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Keluarga lutung ‘Wira’ ini terbentuk sejak 2012 lalu dan dua ekor anggotanya merupakan lutung kiriman dari kebun binatang Inggris. Sedangkan sisanya lutung lokal yang terpisah dari kelompoknya akibat perburuan liar. Wira sendiri merupakan pejantan yang terpisah sendirian. Kini, Wira telah memiliki keluarga dan menghasilkan anak dari induk bernama Mico. “Marlena lahir 31 Maret lalu dan kini sudah berusia satu bulan,” ujar Iwan Kurniawan, Manajer Javan Langur Center, Kamis (1/5/2014).

Saat ini, kata Iwan, JLC telah merehabilitasi 28 lutung jawa bagian timur dan yang siap dilepas adalah kelompoknya Wira yang berjumlah enam ekor. Lokasi pelepasan untuk kelompok Wira telah disiapkan di wilayah Tahura R Soerjo. Sebelumnya, JLC telah melepas 13 ekor lutung jawa di kawasan hutan Perhutani di sekitar Gunung Pusung Rawung. Kelompok Tujul dan Rojali yang dilepas 2012 lalu itu kini menjadi empat kelompok dan sebagian menyatu dengan lutung asli penghuni hutan itu.

Pemantauan lutung yang telah dilepas memang dilakukan secara berkala untuk mengetahui keadaannya. Sejauh ini, dua kelompok yang dilepas dua tahun lalu, kini bertambah dengan adanya bayi lutung dalam kelompok mereka. Untuk kelompok Wira, nanti juga akan dipantau terus secara berkala. Sebab, meski di dalam kandang sosialisasi terlihat menyatu, ketika di alam biasanya ada yang terpisah seperti kelompok Rojali yang terpisah menjadi tiga kelompok karena terpikat dengan pejantan lain. “Rojali kini menjadi sendirian di hutan, padahal pada saat dilepas dan di kandang sosialisasi kelompoknya menyatu, betinanya terpikat dengan pejantan lain,” kata Iwan.

Menurut data JLC, survei terakhir tahun 2010 di kawasan hutan di bagian timur Jawa Timur mulai dari Gunung Lawu hingga Taman Nasional Baluran terdapat 2.700 ekor lutung dengan kantong terbesar berada di Merubetiri. Di Merubetiri ini ada sekitar 25 kelompok dengan masing-masing kelompok antara 15 hingga 24 ekor.

Sementara di sekitar wilayah JLC sendiri terutama di areal Gunung Pusung Rawung sendiri tersisa 43 ekor. Itupun dengan kelompok kecil-kecil antara 2 sampai 3 ekor saja. Perburuan liar menjadi faktor utama kelompok menjadi terpisah-pisah dan populasi menipis. Karenanya, fokus JLC saat ini akan merehabilitasi lutung jawa bagian timur dan melepasnya di hutan wilayah ini baik yang berada di bawah Perhutani maupun Tahura R Soerjo.

Selama tiga tahun terakhir, perburuan liar di sekitar hutan ini sudah mulai menurun paska adanya JLC di wilayah tersebut. Warga yang sebelumnya sering memburu lutung di hutan mulai sadar dan tahu jika perburuan tersebut adalah melanggar undang-undang. Iwan menambahkan, sekitar tahun 1990-an, di hutan kawasan Coban Talun ini memang habitatnya lutung jawa, namun karena banyak perburuan dan pembalakan liar, saat ini hanya tersisa sedikit populasinya.

Salah satu warga desa sekitar hutan, Wagimin, membenarkan jika masyarakat sudah tidak berburu lagi lutung jawa di hutan setelah adanya penangkaran lutung di wilayah itu. Para pelajar di sekitar desa juga sering mengunjungi penangkaran untuk belajar tentang satwa liar terutama lutung jawa sehingga mereka sejak dini diperkenalkan dengan kecintaan terhadap satwa dengan membiarkan hidup di alam liar. “Dulu memang banyak warga yang berburu, sekarang sudah tidak,” katanya.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/keluarga-wira-siap-jadi-penghuni-tahura/feed/ 0