let elephants be elephants - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/let-elephants-be-elephants/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 01 Mar 2015 01:54:48 +0000 id hourly 1 Tulus, Pelajaran Berharga Dari Gajah https://www.greeners.co/gaya-hidup/tulus-pelajaran-berharga-dari-gajah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tulus-pelajaran-berharga-dari-gajah https://www.greeners.co/gaya-hidup/tulus-pelajaran-berharga-dari-gajah/#respond Mon, 17 Nov 2014 12:11:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_green_carpet&p=6445 (Greeners) – Pada bulan April lalu, upaya pelestarian gajah sempat digagas oleh model ternama Nadya Hutagalung dengan program Let Elephants Be Elephant. Program ini untuk menyadarkan publik luas bahwa perdagangan […]]]>

(Greeners) – Pada bulan April lalu, upaya pelestarian gajah sempat digagas oleh model ternama Nadya Hutagalung dengan program Let Elephants Be Elephant. Program ini untuk menyadarkan publik luas bahwa perdagangan gading gajah yang tinggi di kawasan Asia berimbas pada tingginya angka kematian gajah karena perburuan liar.

Ternyata, situasi ini juga menjadi perhatian bagi penyanyi solo, Tulus. Pria dengan perawakan tinggi besar ini mengungkapkan kalau dulu dirinya pernah dijuluki “gajah”. Rasa kesal sempat menghinggapi hatinya. Namun, setelah mengetahui perilaku gajah, ia justru membuat sebuah lagu berjudul “Gajah” berdasarkan pengalamannya itu.

“Gajah itu sosok makhluk yang penyayang dan setia. Kayaknya menyenangkan juga jadi gajah,” ujarnya sambil tertawa.

Pria bernama asli Muhammad Tulus ini menyatakan prihatin dengan populasi gajah Sumatera yang terus menyusut. Ia juga mengaku mengikuti isu gajah setelah menyelesaikan pembuatan video klip untuk lagunya yang berjudul “Gajah”.

“Untuk video musik “Gajah”, saya didukung oleh WWF Indonesia sehingga saya bisa mendapatkan tempat ke situs-situs atau tempat yang tidak boleh dikunjungi manusia sebelumnya,” ujar pria bersuara khas ini saat dijumpai usai mengadakan jumpa pers terkait konser tunggalnya bertajuk “Konser Gajah Tulus” beberapa waktu lalu.

Tulus bercerita bahwa selama satu bulan lebih, ia harus tinggal di barak di dalam hutan untuk mengerjakan video klipnya. Selama itu pula ia mengaku mendapat banyak pelajaran berharga tentang alam dan hewan yang berkeliaran di sana.

“Hubungan kita dengan makhluk (hewan liar, Red) yang kita pikir enggak ada pengaruhnya dengan kita, ternyata bisa menentukan bumi ini bisa jalan atau enggak,” ujarnya.

Pelantun lagu “Teman Hidup” ini pun menyatakan bahwa dirinya sangat terpukul ketika mengetahui bahwa populasi gajah Sumatera menuju kepunahan.

“Jumlah gajah di Sumatera tinggal empat ribu ekor di dunia dan itu mengkhawatirkan. Kalau ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk membuat keadaan itu bisa menjadi lebih baik, saya akan lakukan,” katanya.

Tulus mengingatkan bahwa meskipun banyak orang tidak bersentuhan atau merasakan efek langsung dengan hewan-hewan yang hidup di alam liar seperti gajah, namun keberadaan makhluk tersebut turut menentukan keberlangsungan bumi.

“Kalau kita sayang sama mereka (hewan yang hidup di alam liar), mereka akan menjaga kita. Kalau kita ganggu mereka, mereka akan mengganggu balik. Saat mereka kalah, kita akan hancur pelan-pelan bersama alam,” pungkasnya.

(G08)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tulus-pelajaran-berharga-dari-gajah/feed/ 0
Nadya Hutagalung; Pemimpin Jangan Berpikiran Pendek https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadya-hutagalung-pemimpin-yang-berpikiran-pendek/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nadya-hutagalung-pemimpin-yang-berpikiran-pendek https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadya-hutagalung-pemimpin-yang-berpikiran-pendek/#respond Thu, 24 Apr 2014 09:30:59 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_green_carpet&p=4400 (Greeners) – Masalah perburuan gajah demi memenuhi permintaan gading gajah kembali mencuat ke permukaan. Isu ini lantas diangkat dalam kampanye Let Elephants be Elephants (LEBE) yang diprakarsai oleh model dan presenter, […]]]>

(Greeners) – Masalah perburuan gajah demi memenuhi permintaan gading gajah kembali mencuat ke permukaan. Isu ini lantas diangkat dalam kampanye Let Elephants be Elephants (LEBE) yang diprakarsai oleh model dan presenter, Nadya Hutagalung bersama Dr. Tammie Matson, ahli gajah dan pelestari hidupan liar asal Australia, dan diluncurkan pada Selasa (22/04) kemarin.

Isu perburuan gajah menarik perhatian Nadya saat ia mendengar penuturan Tammie tentang keadaan gajah dan kondisi Afrika pada akhir tahun 2012 lalu. Perempuan yang pernah menjadi VJ MTV Asia ini mengaku kaget karena mengira perburuan gajah demi gading sudah tidak terjadi lagi.

“Saya lahir dan besar di Australia, dan saat itu memang banyak campaign tentang gading gajah. Saya ingat masa sebelum adanya pelarangan hingga sesudah adanya pelarangan. Tapi, setelah itu tidak ada lagi kedengaran masalah dengan gading gajah,” katanya.

Penasaran untuk mengetahui lebih jauh mengenai perburuan gajah, Nadya berangkat ke Afrika. Di sana ia bertemu dengan para ranger anti perburuan dan mewawancarai beberapa ahli konservasi gajah dunia. Lebih dari itu, ia melihat langsung kondisi gajah yang mati mengenaskan akibat aksi brutal para pemburu demi mendapatkan bilah gading gajah.

“Permasalahan gading gajah ini masih ada dan sangat nyata, dan ini karena konsumsi yang tinggi dari Asia,” ungkap Nadya yang saat ini menjadi duta dari organisasi World Wildlife Fund (WWF) sebagai Elephant Warrior.

“Di Thailand, ada market khusus ivory (gading) dan itu legal. Diperbolehkan. Tapi kenyataannya ivory itu asalnya dari Afrika, bukan Thailand. Aku heran lihat orang masih mau pakai ivory karena aku sendiri enggak mau pakai ivory,” ujar tuan rumah acara Asia’s Next Top Model ini. Dengan membuat proyek LEBE, Nadya berharap publik khususnya warga Asia menyadari proses mengerikan dibalik perdagangan gading gajah dan tidak lagi membeli produk berbahan gading gajah.

Selain itu, ia mengharapkan pemerintah juga mengambil aksi nyata dan berkelanjutan demi isu lingkungan. Peran pemerintah untuk memberikan pendidikan peduli lingkungan sejak dini, menurut Nadya, sudah menjadi keharusan. “Sangat berpikiran pendek bagi pemimpin yang tidak memedulikan isu lingkungan. Go green berarti segalanya, termasuk pendidikan, perempuan, pendidikan seks, komunitas, dan banyak hal. Tidak bisa hanya peduli lingkungan tapi melupakan pendidikan lingkungan. Saat pemerintah bisa menyatukan itu semua melalui pendidikan, itu adalah cara untuk peduli dengan lingkungan.”

(G08)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadya-hutagalung-pemimpin-yang-berpikiran-pendek/feed/ 0
Asia Konsumen Tertinggi Gading Gajah Di Dunia https://www.greeners.co/berita/asia-konsumen-tertinggi-gading-gajah-di-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=asia-konsumen-tertinggi-gading-gajah-di-dunia https://www.greeners.co/berita/asia-konsumen-tertinggi-gading-gajah-di-dunia/#respond Tue, 22 Apr 2014 12:06:08 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_news&p=4393 Jakarta (Greeners) – Bertepatan dengan Hari Bumi 2014, model dan bintang iklan, Nadya Hutagalung yang beberapa tahun terakhir telah cukup banyak terlibat dalam gerakan lingkungan hidup meluncurkan proyek terbarunya dengan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bertepatan dengan Hari Bumi 2014, model dan bintang iklan, Nadya Hutagalung yang beberapa tahun terakhir telah cukup banyak terlibat dalam gerakan lingkungan hidup meluncurkan proyek terbarunya dengan nama Let Elephants Be Elephants (LEBE) di sebuah hotel di Jakarta hari ini (22/4). Dalam acara ini hadir pula Desi Anwar, Dr. Tammie, dan Ernest Hariyanto.

Sejak 2006 perburuan gajah akibat tingginya permintaan penggunaan gading meningkat pesat. Hampir 100 gajah di Afrika setiap hari dibunuh untuk diambil gadingnya. LEBE merupakan sebuah aksi nyata dalam meningkatkan kesadaran mengenai hubungan antara permintaan gading gajah di Asia dengan ancaman berkurangnya populasi gajah di Afrika.

Kampanye Let Elephants Be Elephants ini akan diawali dengan pemutaran film dokumenter berjudul sama di saluran televisi berbayar National Geographic Channel yang akan ditayangkan selama bulan April dan Mei. Tayangan dengan durasi 30 menit ini membawa penonton pada perjalanan luar biasa para penyelamat gajah berjuang menyelamatkan populasi gajah terakhir di Afrika.

Dalam mewujudkan proyek ini, sejak akhir tahun 2012 Nadya, yang juga seorang WWF Elephant Warrior, bekerjasama dengan Dr. Tammie Matson, pelestari satwa liar asal Australia yang memiliki hasrat besar terhadap Afrika dan semua satwa liar didalamnya terutama gajah.

“Awalnya, saya sungguh tidak mengetahui bahwa konsumsi gading gajah sangat berpengaruh terhadap penurunan populasi gajah di dunia. Baru sampai Tammie mengajak saya ke Afrika, saya mengetahui bahwa ini sangat buruk. Apalagi, ketika terungkap bahwa Asia adalah konsumen tertinggi gading gajah di dunia” jelas Nadya.

Selama perjalanan di Afrika, Nadya dan Tammie mewawancarai beberapa ahli konservasi gajah dunia. Termasuk Richard Bonham dari Big Life Foundation, Dr. Cynthia Moss dari Amboseli Trust For Elephants yang telah meneliti gajah selama 45 tahun terakhir, Dr Iain Douglas-Hamilton dari Save The Elephants, salah satu otoritas terkemuka untuk isu gajah dan Dame Daphne Sheldrick dari David Sheldrick Wildlife Trust yang telah menyelamatkan ratusan anak gajah tanpa induk akibat perburuan.

“Keadaan ini akibat adanya permintaan. Jika kita semua bersama-sama menghentikannya, maka kita dapat memperbaiki keadaan ini,” imbau Dr. Tammie. Ia juga menambahkan bahwa saat kita memilih untuk tidak membeli produk yang terbuat dari gading gajah, maka masih akan ada masa depan bagi gajah di alam.

Film dokumenter ini diprodusi Ernest Hariyanto dan akan tayang perdana pada Rabu, 23 April 2014 pukul 18.00 WIB di National Geographic Channel dan Jumat, 25 April pukul 09.30 WIB di Nat Geo Wild.

(G03)

]]>
https://www.greeners.co/berita/asia-konsumen-tertinggi-gading-gajah-di-dunia/feed/ 0