Limbah Kertas - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/limbah-kertas/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 15 Sep 2023 05:56:41 +0000 id hourly 1 Limbah Industri Micin dan Kertas Cemari Kali Brantas Jatim https://www.greeners.co/berita/limbah-industri-micin-dan-kertas-cemari-kali-brantas-di-jatim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=limbah-industri-micin-dan-kertas-cemari-kali-brantas-di-jatim https://www.greeners.co/berita/limbah-industri-micin-dan-kertas-cemari-kali-brantas-di-jatim/#respond Fri, 15 Sep 2023 04:36:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=41582 Jakarta (Greeners) – Limbah industri micin dan kertas mencemari Kali Brantas di Jawa Timur. Akibatnya, kondisi sungai tersebut kian memburuk. Lebih dari 30 tahun industri kertas, penyedap makanan, gula, dan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Limbah industri micin dan kertas mencemari Kali Brantas di Jawa Timur. Akibatnya, kondisi sungai tersebut kian memburuk.

Lebih dari 30 tahun industri kertas, penyedap makanan, gula, dan lainnya tumbuh subur serta menggantungkan hidup pada Kali Brantas. Ironisnya, mereka pula yang menabur racun berbahaya di dalam limbah cair yang mereka alirkan ke Brantas.

“Pagi hari mereka mengelola limbahnya. Namun, pada malam hari para industri berlomba-lomba mengalirkan racikan limbah beracun perusak eksositem dan biota ke Brantas,” ujar Tim Advokasi dan Legal ECOTON Foundation, Kholid Basyaiban, dalam siaran pers.

Kholid melanjutkan, hingga saat ini pihak industri masih bebas mencemari Kali Brantas. Itu membuktikan Pemprov Jatim tidak serius dalam pengendalian dan pengelolaan Kali Brantas.

BACA JUGA: Riset Ecoton : Masyarakat Anggap 94,9 % Sungai Tercemar

Pada Agustus yang lalu, tim investigasi Ecological Observation and Wetland Conservation (ECOTON) melakukan investigasi lapangan. Mereka mengambil sample air imbah di outlet buangan industri kertas, penyedap makanan, gula, dan home industri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Hasilnya, sejumlah industri terbukti mengalirkan limbah pekat, berbau, dan tanpa diolah terlebih dahulu. Tim ECOTON juga telah melakukan uji sampel di Laboratorium ECOTON. Mereka berpedoman pada Pergub Jatim Nomor 52 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Limbah Industri. Hasil uji sampel menunjukkan angka total supendid solid (TSS) pada air limbah industri kertas melebihi baku mutu.

TSS merupakan jumlah padatan yang tidak terlarut dalam air berupa padatan organik dan anorganik. Salah satunya berasal dari limbah padat suatu pabrik. Apabila banyak padatan yang tidak terlarut di sungai, itu akan menyebabkan perairan keruh. Proses fotosintesis dalam air juga terganggu.

ECOTON bersama mahasiswa dari sejumlah universitas melakukan aksi longmarch. Foto: ECOTON

ECOTON bersama mahasiswa dari sejumlah universitas melakukan aksi longmarch. Foto: ECOTON

ECOTON Serukan Aksi Pulihkan Kali Brantas

ECOTON bersama mahasiswa dari sejumlah universitas melakukan aksi longmarch yang berakhir di depan Gedung Grahadi Surabaya. Mereka menuntut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk segera memulihkan Kali Brantas.

Massa longmarch memakai hazemate putih-putih sambil membawa lebih dari 10 galon air limbah cair industri berwarna-warni. Kholid yang sekaligus Koordinator Aksi Longmarch menjelaskan, mereka akan menyerahkan air limbah itu kepada Khofifah.

“Itu sebagai tanda ketidakseriusan Pemprov Jatim dalam mengendalikan pencemaran di Kali Brantas,” ujarnya.

BACA JUGA: Sungai di Lima Provinsi Ini Paling Tinggi Tercemar Mikroplastik

Melalui aksi longmarch, peserta meminta Pemprov Jatim memulihkan kualitas air di DAS Brantas. Caranya dengan melarang industri membuang limbah cair di malam hari. Karena Pemprov Jatim tidak mampu mengawasi buangan limbah pabrik, industri hanya boleh membuang limbah pada siang hari.

Massa juga meminta Khofifah untuk menutup hingga mencabut izin operasional industri yang mencemari Kali Brantas. Itu sebagai bentuk sanksi administratif.

Massa juga menuntut Pemprov Jatim untuk merehabilitasi ekosistem Kali Brantas. Caranya dengan membersihkan sedimen limbah cair yang dibuang pabrik. Sedimen limbah cair tersebut telah mencemari bantaran serta dasar sungai.

Program Brantas Tuntas Belum Bisa Atasi Limbah

Program Brantas Tuntas yang melibatkan 5.000 lebih mahasiswa dari 16 PTN se-Jatim dinilai tak mampu menyembuhkan Kali Brantas dari penyakit limbah domestik dan limbah industri.

Berdasarkan riset ECOTON, sebanyak 82 % responden tidak mengetahui program Brantas Tuntas yang digaungkan oleh Khofifah.

“Itu menjadi indikator bahwa program Brantas Tuntas yang melibatkan 16 PTN se -Jatim tidak berdampak signifikan terhadap pemulihan Brantas dan minimnya informasi bagi masyarakat tentang program tersebut,” ungkap Kholid.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/limbah-industri-micin-dan-kertas-cemari-kali-brantas-di-jatim/feed/ 0
Desainer Belanda Sulap Limbah Surat Kabar Menjadi Kayu https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-belanda-sulap-limbah-surat-kabar-jadi-kayu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=desainer-belanda-sulap-limbah-surat-kabar-jadi-kayu https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-belanda-sulap-limbah-surat-kabar-jadi-kayu/#respond Tue, 29 Sep 2020 06:11:52 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=29004 Sudah awam ketahui bila kertas berbahan dasar kayu. Mieke Meijer membalik model ini. Dia justru menciptakan kayu berbahan kertas daur ulang. Kayu berbahan dasar kertas daur ulang ini dia namakan Newspaper Woods.]]>

Sudah awam ketahui bila kertas berbahan dasar kayu. Mieke Meijer membalik model ini. Dia justru menciptakan kayu berbahan kertas daur ulang. Menggunakan limbah surat kabar, inovasi daur ulang ini dia namakan Newspaper Wood.

Menyadur Yatzer, desainer asal negara Kincir Angin ini menemukan konsep Newspaper Wood saat ia belajar di Design Academy Eindhoven. Dia terinspirasi dari banyaknya kertas sisa produksi koran. Mieke melihat kesempatan untuk melakukan upcycle, mengolah kembali limbah kertas surat kabar.

Mieke bereksperimen dengan mengambil setumpuk koran dan merekatkannya satu persatu hingga terlihat seperti potongan kayu. Perjalanan inovasinya tidak selalu berjalan mulus. Proyeknya sempat mandek selama empat tahun.

Untungnya, perusahaan desain interior Belanda, Vij5, tertarik pada gagasan Mieke. Arjan van Raadshooven dan Anieke Branderhorst dari Vij5 memoles kreasi Mieke yang akhirnya menjadi Newspaper Wood.

Baca juga: Kreasi Tas Pesta dari Limbah Kain Satin

Memberikan Kehidupan Baru pada Limbah Surat Kabar

Newspaper Wood pada proses inisasi begitu melelahkan dan memakan waktu. Dengan banyaknya lokakarya dan eksperimen, akhirnya tim berhasil menemukan solusi untuk menjadikan Newspaper Wood layak dipasarkan.

Meja dari limbah surat kabar.

Desainer Belanda sulap limbah surat kabar jadi kayu. (Foto: newspaperwood.com).

Produk akhir Newspaper Wood berupa rangkaian lapisan kertas yang tampak seperti butiran kayu atau cincin pohon. Kini Mieke pun memiliki studio sendiri yang dia namakan Studio Mieke Meijer.

Baca juga: Anak Negeri Tawarkan Rancangan Sepatu dari Kertas Kraft

“Studio Mieke Meijer merancang sistem terukur yang dapat disesuaikan pada beragam lingkungan. Satu konsep desain dapat menjadi solusi untuk bermacam tantangan dengan skala yang berbeda,” tulis Mieke pada websitenya.

Dalam studio desainnya, Mieke tidak bekerja sendirian. Dia bekerja sama dengan Roy Letterle, insinyur struktur, untuk mengembangkan desain Newspaper Wood.

“Ciri khas desain kami adalah constructive imagery dan detail tektonik. Karakteristik unik ini secara langsung menjadi referensi arsitektural,” lanjutnya.

Lebih jauh, Mieke mengklaim proses daur ulang memberikan kehidupan baru pada limbah. Newspaper Wood memperpanjang masa pakai kertas, oleh karena itu ia pun menggunakan lebih sedikit sedikit energi saat diolah menjadi bahan kayu.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/desainer-belanda-sulap-limbah-surat-kabar-jadi-kayu/feed/ 0
Pengeras Suara dari Limbah Gulungan Kertas https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengeras-suara-dari-limbah-gulungan-kertas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengeras-suara-dari-limbah-gulungan-kertas https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengeras-suara-dari-limbah-gulungan-kertas/#respond Wed, 02 Sep 2020 02:00:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=28401 Pembuatan pengeras suara sekaligus pajangan unik ini dimulai dengan menyortir kertas yang memiliki ketebalan sesuai dengan kebutuhan.]]>

Suatu pengeras suara umumnya memiliki tabung pelindung yang terbuat dari plastik atau kayu. Bahan baku tersebut dipilih karena dapat membuat kualitas audio yang dikeluarkan terdengar menjadi lebih baik. Namun, saat ini cukup banyak tabung speaker yang terbuat dari berbagai macam bahan bahan baku tak terkecuali limbah.

Sebuah ide ramah lingkungan dalam Jurnal Aktual Akuntansi Keuangan Bisnis Terapan Volume 2 (2019) mengkaji tentang limbah gulungan kertas menjadi pengeras suara. “SEPIK PANIK” akronim dari Speaker Musik dan Pajangan Unik merupakan sebuah inovasi yang diciptakan oleh lima mahasiswa asal Politeknik Negeri Semarang. Kelima anggota tim tersebut, yaitu  Saputri Rizki Ramadhanti, Joti Dina Kartikasari, Alfian Muttoqim, Umi Farida, dan Amanda Oktaviani. Mereka menciptakan tabung pengeras suara dari limbah gulungan kertas yang pertama kali diproduksi di Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: CupKita, Gelas Pakai Ulang Pertama di Indonesia

Bahan baku limbah gulungan kertas yang digunakan diperoleh dari sebuah pabrik kaos kaki di Jawa Tengah. Pabrik kaos kaki dipilih karena diketahui memiliki limbah gulungan kertas duplex dalam jumlah yang banyak. Gulungan tersebut diperoleh dari benang yang dipakai untuk memproduksi kaos kaki. Pemanfaatan yang terbatas pada benang dan kurang memerhatikan keberadaan kertas duplex, membuat limbah kertas ini jarang diolah menjadi produk bernilai guna.

Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang

Para mahasiswa Politeknik Negeri Semarang yang menciptakan pengeras suara dari limbah kertas. Foto: www.polines.ac.id

Pembuatan pengeras suara sekaligus pajangan unik ini dimulai dengan menyortir kertas. Kertas yang dipilih merupakan bahan yang memiliki ketebalan sesuai dengan kebutuhan. Kemudian, kertas dibentuk secara manual dengan menggunakan gergaji untuk dibentuk menjadi tabung pengeras suara. Kertas yang sudah berbentuk tabung selanjutnya dilubangi pada bagian sampingnya.

Untuk mempercantik tampilan, tabung diwarnai memakai cat warna kayu. Selain itu untuk menambah fungsi pakainya, pada bagian atas tabung dibuat pajangan seperti vas bunga agar memperindah pengeras suara. Terakhir, seperti tujuan utamanya, komponen pengeras suara yang sudah dirangkai dimasukkan ke dalam tabung dan dipastikan sudah bisa dipakai untuk memutar suara.

Baca juga: Teh Celup dari Bunga Kopi

Hargal yang dibanderol untuk sebuah pengeras suara yakni mulai Rp80.000-Rp100.000. Produk Sepik Panik menyasar konsumen dari seluruh kalangan masyarakat dan secara khusus untuk mahasiswa maupun toko suvenir. Produk ini telah dicoba untuk dijual langsung ke masyarakat melalui penjualan daring di media sosial dan promosi langsung di sejumlah titik di kota Semarang.

Respons positif dari para pembeli membuat tabung pengeras suara yang berukuran sekitar 18 cm mampu bersaing di pasaran. Hal itu juga terlihat dari angka penjualan yang cukup signifikan selama empat bulan berturut-turut. Ke depannya, produsen akan meningkatkan jumlah produksi dan terus berinovasi untuk bisa membuat satu toko fisik tersendiri.

Penulis: Krisda Tiofani

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengeras-suara-dari-limbah-gulungan-kertas/feed/ 0