limbah pelepah pisang - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/limbah-pelepah-pisang/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 02 May 2021 21:27:47 +0000 id hourly 1 Nuclée, Lampu Eksentrik dari Limbah Pelepah Pisang https://www.greeners.co/ide-inovasi/nuclee-lampu-eksentrik-dari-limbah-pelepah-pisang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nuclee-lampu-eksentrik-dari-limbah-pelepah-pisang https://www.greeners.co/ide-inovasi/nuclee-lampu-eksentrik-dari-limbah-pelepah-pisang/#respond Mon, 03 May 2021 01:44:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=32570 Tak sedikit orang menganggap bahwa pelepah pisang merupakan benda yang tidak berharga. Tapi di tangan dua desainer asal Prancis bernama Cordélia Faure dan Dorian Etienne, limbah pelepah pisang bisa bertransformasi […]]]>

Tak sedikit orang menganggap bahwa pelepah pisang merupakan benda yang tidak berharga. Tapi di tangan dua desainer asal Prancis bernama Cordélia Faure dan Dorian Etienne, limbah pelepah pisang bisa bertransformasi menjadi barang berharga. Duo desainer tersebut berhasil menyulap limbah tersebut menjadi lampu cantik dan eksentrik bernama Nuclée.

“Melalui Nuclée, kami ingin membuktikan bahwa pelepah pisang yang banyak orang anggap sebagai sampah, ternyata memiliki penampilan yang menakjubkan. Terutama jika pelepah tersebut disandingkan dengan pencahayaan lampu,” tulis para desainer tersebut dalam situs resmi mereka.

Lampu Nuclée sendiri merupakan lampu hias minimalis yang memiliki dimensi sebesar 350 x  350 x 40 mm.  Untuk membuat lampu Nuclée, Cordelia dan Dorian harus mengolah limbah pelepah pisang dengan cara yang sedemikian rupa, sehingga pelepah tersebut berubah menjadi lembaran kering yang dapat mereka bentuk. Guna menciptakan lembaran pelepah pisang yang layak pakai, mereka harus mengekstraksi bagian luar dari pelepah, lalu menguji coba reaksi pelepah terhadap panas, kelembapan, tekanan, dan lain sebagainya.

Selain menggunakan limbah pelepah pisang kering, Cordelia dan Dorian juga menggunakan bahan lain seperti bambu dan granit untuk membuat lampu ini. Guna memberikan kesan unik dan organik pada lampu, para desainer tersebut sengaja tidak melakukan pewarnaan ulang terhadap pelepah pisang. Mereka tetap menjaga tekstur dan warna alami dari pelepah pisang tersebut.

Terinspirasi dari Pengolahan Limbah Pelepah Pisang di Taiwan

Kisah terciptanya lampu hias Nuclée sendiri bermula ketika dua desainer tersebut mengetahui bahwa pelepah pisang bisa “berubah” menjadi pakaian tradisional. Mereka terinspirasi dari pengolahan limbah pelepah pisang yang dilakukan oleh suku Kavalan di Taiwan.

Berawal dari rasa ketertarikan tersebut, Cordelia dan Dorian pun memutuskan untuk membuat sesuatu yang baru dari olahan pelepah pisang.  Untuk mempelajari teknik mengolah pelepah pisang dengan benar, mereka terbang langsung ke Taiwan dan memperdalam ilmu mereka di National Taiwan Craft Research Institute.  Setelah mempelajari teknik-teknik pengolahan pelepah selama enam bulan, mereka pun meluncurkan lampu hias  Nuclée.

Melalui Nuclee, mereka berhasil membuktikan bahwa limbah bisa berubah menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai seni tinggi. Selain itu, usaha mereka pun membuahkan hasil yang manis. Berkat jerih payah mereka, lampu ini memenangkan penghargaan “Best Year” Grand Prize di New York pada tahun 2020, dan juga memenangkan penghargaan dari Green Product Award di Berlin pada tahun 2021.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Dorian Etienne

Yanko Design

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/nuclee-lampu-eksentrik-dari-limbah-pelepah-pisang/feed/ 0
Alternatif Peredam Suara dari Limbah Pelepah Pisang https://www.greeners.co/ide-inovasi/alternatif-peredam-suara-dari-limbah-pelepah-pisang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alternatif-peredam-suara-dari-limbah-pelepah-pisang https://www.greeners.co/ide-inovasi/alternatif-peredam-suara-dari-limbah-pelepah-pisang/#respond Wed, 11 Nov 2020 08:00:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=29888 Empat mahasiswa asal Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, tidak ketinggalan mendayagunakan pelepah pisang. Mereka adalah Adindra Maharsi K. Astuti, Danny Hidayat, Vincent Fanuel Gedalya, dan Patricia P. Noviandri. Kali ini, pelepah pisang mereka sulap menjadi peredam suara.]]>

Siapa yang tidak tahu pohon pisang? Tumbuhan dengan daun lebar ini banyak tumbuh di berbagai tempat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis. Tidak sekadar banyak dalam kuantitas, masing-masing bagian dari tumbuhan ini juga masyarakat manfaatkan. Di antaranya, masyarakat biasa mengolah buah pisang menjadi banyak makanan lezat, dan daun pisang sebagai wadah atau pembungkus. Tidak berhenti di situ, kini masyarakat juga melirik pelepah pisang.

Empat mahasiswa asal Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, tidak ketinggalan mendayagunakan pelepah pisang. Mereka adalah Adindra Maharsi K. Astuti, Danny Hidayat, Vincent Fanuel Gedalya, dan Patricia P. Noviandri. Kali ini, pelepah pisang mereka sulap menjadi peredam suara. Peredam suara yang biasanya terbuat dari karpet, busa, atau papan awamnya pedagang banderol dengan harga yang cukup mahal. Peredam suara dari pelepah pisang mereka harap dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan.

Dalam artikel yang berjudul “Pelepah Pisang Sebagai Alternatif Material Dalam Mengurangi Suara”, para peneliti mengungkapkan salah satu alasan pengusaha membutuhkan peredam suara yakni karena mobilitas saat ini cukup tinggi, sehingga dapat minumbulkan hal negatif. Misalnya, kebisingan yang dapat menggangu ketentraman masyarakat satu dan lainnya.

Baca juga: Alat ini Menyaring Microfiber Berbahaya dari Mesin Cuci

Pelepah Pisang, Upaya Menghadirkan Peredam Suara yang Terjangkau

Namun, harga peredam suara yang mahal mengakibatkan tidak semua kalangan masyarakat dengan mudah mendapatkan akses. Karena itu, menurut keempat mahasiswa tersebut, pelepah pisang berpotensi sebagai peredam suara karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan peredam suara yang ramah lingkungan dan ekonomis.

“Pelepah  pisang  dipilih  karena  material  tersebut  setelah dikeringkan akan memiliki tektur berpori (berongga), selain itu pohon pisang memiliki siklus pertumbuhan yang relatif  cepat  sehingga  mempermudah  dalam  mendapatkan  material  utama  dari  penelitian  ini.  Pelepah  pisang mudah didapat di Indonesia dengan harga yang murah,” tulis Adindra, dkk.

Ada beberapa langkah untuk mengubah pelepah pisang menjadi peredam suara. Pertama, peneliti mengeringkan pelepah pisang guna mendapatkan rongga udara. Setelah itu, peneliti memotong pelepah pisang searah vertikal dengan lebar 5 centimeter. Kemudian, pelepah pisang mereka gulung dengan ketebalan 0,7 cm hingga 1,4 cm. Selanjutnya, pelepah pisang yang telah disesuaikan dengan ukuran tersebut kemudian dianyam berbentuk persegi.

Nantinya kerapatan dan ketebalan anyaman berpengaruh terhadap pereduksi suara karena semakin rapat dan tebal sempel, maka semakin kedap ruangan tersebut. Penggunaan material alami seperti limbah pelepah pisang ini juga dapat membantu mengurangi limbah yang terbuang dan mencemari lingkungan selain itu juga dapat mengurangi biaya untuk pembuatan peredam suara yang akan mahal harganya jika menggunakan material fabrikasi.

Penulis: Krisda Tiofani

Editor: Ixora Devi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/alternatif-peredam-suara-dari-limbah-pelepah-pisang/feed/ 0