madu - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/madu/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Jan 2021 19:07:41 +0000 id hourly 1 Mengenal Manfaat Kesehatan Madu dari Lebah Tanpa Sengat https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-manfaat-kesehatan-madu-dari-lebah-tak-bersengat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-manfaat-kesehatan-madu-dari-lebah-tak-bersengat https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-manfaat-kesehatan-madu-dari-lebah-tak-bersengat/#respond Mon, 30 Nov 2020 08:00:22 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=30193 Tidak semua lebah itu menyengat. Nyatanya, ada sekitar 500 spesies lebah tanpa sengat, yang tersebar di berbagai negara.]]>

Ketika melihat lebah, banyak dari kita sering refleks berkata “pahit-pahit” supaya tidak tersengat, padahal mereka belum tentu mengerti bahasa manusia. Perilaku spontan ini seringkali membuat kita lupa, bahwa tidak semua lebah itu menyengat. Nyatanya, ada sekitar 500 spesies lebah tanpa sengat, yang mayoritas ada di Amerika Latin, Australia, Afrika, Asia Timur dan Selatan. 

Menyadur dari penelitian Jalil, Kasmuri, dan Hadi pada Karger, lebah tanpa sengat ini terbagi menjadi 2 marga, yaitu melipona dan trigona. Serangga ini memainkan peran penting dalam ekologi, ekonomi, dan budaya. Mereka bertindak sebagai penyerbuk utama untuk banyak tanaman tropis liar dan budidaya tanaman. Produk seperti madu dan serbuk sari telah menjadi sumber pendapatan selama beberapa generasi. Ia juga memiliki ikatan dengan adat masyarakat suku Maya.

Menurut peneliti di Institut Penelitian dan Pengembangan Pertanian Malaysia (MARDI), keistimewaan lebah tanpa sengat adalah kemampuannya untuk melakukan penyerbukan bunga berukuran kecil yang tak bisa dicapai oleh lebah madu yang relatif besar. Selain itu, serangga ini juga tidak pilih-pilih dalam membangun sarang koloni. Sehingga lebih mudah membangun sarang buatan untuk memanipulasi koloni dan meningkatkan produksi madu. Nilai tambah lainnya, karena tak menyengat, lebih mudah bagi kita untuk mengekstrak madu, serbuk sari, dan propolisnya. Sayangnya, karena pengetahuan yang terbatas tentang lebah ini, maka distribusi madunya lebih rendah daripada madu dari lebah biasanya.

Penyembuhan Luka dengan Madu

Madu menjadi antiseptik dan antibiotik alami untuk mencegah infeksi serta meningkatkan kecepatan penyembuhan. Ia mampu membersihkan luka dari objek asing (misal: bakteri) serta memperbaiki jaringan yang rusak dengan meningkatkan aktivitas pembentukan pembuluh darah baru dari pembuluh darah yang telah ada. Mekanisme aktif yang terutama dalam penyembuhan luka adalah antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi.

Madu Lebah Tanpa Sengat sebagai Antioksidan

Antioksidan adalah agen yang menyelamatkan sel dari efek berbahaya sinar UV, polusi, narkoba, asap, dan radiasi. Dampak berbahayanya dapat memicu kerusakan membran, lipid, asam amino, dan DNA. Hal ini dapat berdampak pada kolagen sehingga mengganggu proses penyembuhan luka.

Madu bekerja menetralkan efek berbahaya tersebut sehingga dapat menghentikan reaksi berantai yang merusak di dalam tubuh. Antioksidan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu antioksidan enzimataik dan non-enzimatik. Antioksidan enzimatik mengubah radikal bebas menjadi molekul stabil yang tidak berbahaya bagi tubuh. Sedangkan antioksidan non-enzimatik menghambat pembentukan radikal bebas. Menurut beberapa penelitian, kandungan antioksidan yang ada pada lebah tanpa sengat lebih tinggi daripada lebah madu lainnya.

Baca juga: Lebah Madu, Menunjukkan Arah Lewat Tarian

Mekanisme Antibakteri Madu Lebah Tanpa Sengat terhadap Infeksi

Madu lebah tak bersengat dapat berguna sebagai bahan antibakteri dalam formulasi farmasi karena mengandung antiseptik. Para peneliti dari Brazil menemukan bahwa madu lebah tanpa sengat memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Selain itu, kandungan di dalamnya juga meningkatkan produksi sitokin untuk respon pembersihan dan perbaikan jaringan atau inflamasi  untuk membunuh bakteri, sehingga dengan cepat memulai proses penyembuhan.

madu tak bersengat

Madu lebah tak bersengat dapat berguna sebagai bahan antibakteri dalam formulasi farmasi karena mengandung antiseptik. Foto: Shutterstock.

Antiinflamasi Madu Lebah Tanpa Sengat

Sifat antiinflamasi dalam madu disumbangkan oleh senyawa fenolik. Beberapa penelitian membuktikan bahwa senyawa ini dapat mengurangi waktu peradangan pada tahap penyembuhan luka sehingga meningkatkan kecepatan penyembuhan. Selain itu madu ini juga dapat mengurangi penumpukan cairan dalam sel tubuh atau edema. Madu lebah tanpa sengat mampu melawan semua efek yang merugikan dalam proses peradangan.

Pelembap sebagai Peningkatan Penyembuhan Luka

Area yang lembab di sekitar luka dapat mencegah infeksi sekunder dan menciptakan sirkulasi oksigen yang efektif. Selain itu, kondisi lembab dapat menghambat pengeringan dan kematian sel, meningkatkan pembentukan pembuluh darah dan jaringan ikat, serta rehidrasi jaringan yang kering. Pengaplikasian pelembab pada luka tidak hanya menghilangkan rasa sakit tetapi juga mengurangi kemungkinan munculnya bekas luka di kemudian hari.

Madu memiliki kadar air yang tinggi. Penelitian mengungkapkan bahwa kadar air pada madu lebah tanpa sengat relatif lebih tinggi daripada madu lebah unggul atau A. mellifera. Madu memiliki sifat pelembab yang baik karena komponen dasarnya adalah gula, protein, dan asam laktat. Selain itu, bahan-bahan seperti vitamin B, E, dan K, bersama dengan beberapa mineral baik seperti kalium, fosfor, dan kalsium juga terdapat dalam madu, berkontribusi sebagai hidrasi yang baik bagi tubuh.

Penulis: Agnes Marpaung

Tautan Sumber

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-manfaat-kesehatan-madu-dari-lebah-tak-bersengat/feed/ 0
Lebah Madu, Menunjukkan Arah Lewat Tarian https://www.greeners.co/flora-fauna/lebah-madu-menunjukkan-arah-lewat-tarian/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lebah-madu-menunjukkan-arah-lewat-tarian https://www.greeners.co/flora-fauna/lebah-madu-menunjukkan-arah-lewat-tarian/#respond Fri, 21 Jul 2017 05:15:52 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=17829 Lebah madu merupakan serangga yang berperan dalam menghasilkan madu. Untuk memberitahu lebah-lebah lain letak makanan (nektar), mereka akan melakukan tarian khusus yang disebut "waggle dance".]]>

Dari dulu manusia menggunakan madu untuk pemanis alami pada makanan dan minuman, pengobatan, dan masker kecantikan. Madu adalah zat manis yang dihasilkan oleh serangga dari nektar bunga. Madu memiliki tekstur yang menyerupai sirup berupa cairan kental dengan rasa yang manis. Cairan (nektar) yang dihasilkan oleh bunga yang terdiri dari gula kompleks dan sekitar 80% air. Rasa manis madu diperoleh dari monosakarida, fruktosa dan glukosa.

Lebah madu merupakan serangga yang berperan dalam menghasilkan madu. Serangga ini mengubah nektar yang dihasilkan tanaman menjadi madu yang akan disimpan dalam sarang lebah. Saat mencari nektar, lebah juga membantu penyerbukan bunga yang penting dalam rangkaian proses perkembangbiakan tanaman. Selain memproduksi madu, lebah madu juga memproduksi royal jelly, bee pollen dan propolis.

Pohon-pohon dan tebing-tebing batu yang sangat tinggi menjadi pilihannya untuk membangun sarang. Sarang yang dibangun oleh lebah madu mulai dari satu sisir (single comb) hingga membangun banyak sisir.

Seperti pada lebah madu hutan Apis Dorsata, sarang lebah mereka berbentuk sisiran yang menggantung di dahan pohon, tebing batu atau gua. Apis Dorsata atau sering dijuluki ‘giant bees’ memiliki bentuk tubuh yang besar dan dapat menjelajah hingga radius 3 km. Apis Dorsata merupakan lebah asli dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Lebah ini sangat cocok sekali untuk di budidayakan di Indonesia yang notabene adalah negara tropis.

Namun banyak perbedaan pendapat diantara para pakar lebah madu sendiri mengenai jumlah spesies yang ada. Perbedaan pendapat ini disebabkan karena besarnya variasi geografis sebaran lebah madu.

Sampai akhir dekade 1980, para pakar lebah madu sepakat bahwa lebah madu hanya terdiri dari satu genus, Apis, dengan empat spesies: A.florea, dorsata, mellifera, dan cerana. Di Indonesia paling sedikit mempunyai lima jenis lebah madu A. andreniformis, dorsata, cerana, koschevnikovi, dan nigrocincta (dikutip dalam review jurnal Biodiversitas, Hadisoesilo (2001)).

lebah madu

Lebah madu. Foto: pixabay.com

Serangga sosial

Lebah merupakan serangga sosial seperti semut dan rayap, yang artinya hidup berkelompok dengan jumlah individu yang sangat banyak, dan membuat sarang. Di dalam sarang terdapat seekor ratu (queen) yang berjenis kelamin betina, ratusan ribu lebah pekerja betina (workers), dan ratusan lebah pejantan (drones).

Selama hidupnya lebah pekerja melakukan berbagai macam tugas, seperti mengasuh dan memberi makan kawanannya, membersihkan dan membangun sarang madu, merekapun mencari tepung sari dan nektar hingga mereka tua bahkan sampai akhir hidupnya. Kekuatan lebah mampu membawa beban seberat 300 kali berat tubuhnya.

“Peran setiap lebah dalam sarang ditentukan oleh sinyal kimia yang mengubah cara kerja gen tertentu dalam otak mereka,” ujar Andrew Feinberg, peneliti dari Johns Hopkins University dan Arizona State University (dikutip dari laman Tempo.co).

Karena hidupnya yang berkelompok maka penting bagi mereka untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Cara komunikasi lebah madu pun sangatlah unik. Penelitian oleh seorang professor zoologi Jerman, Karl von Frisch, yang berjudul The Dance Language and Orientation of Bees atau “Tarian sebagai Bahasa dan Orientasi Lebah”, diterbitkan pada tahun 1967 yang telah berkontribusi selama beberapa dekade tentang bagaimana lebah madu melakukan komunikasi (dikutip dari laman biology-oflife.blogspot.co.id).

Lebah yang melakukan tarian adalah lebah yang baru saja kembali ke sarang setelah mencari makanan. Menurut beberapa sumber informasi, maksud dari tarian tersebut ialah untuk memberitahu lebah-lebah lain akan letak makanan. Terdapat beberapa tarian yang dilakukan oleh lebah madu untuk mengisyaratkan letak makanannya. Salah satu tarian yang terkenal disebut “Tarian Goyangan” atau ‘Waggle Dance’.

Waggle Dance’ merupakan sebuah bentuk komunikasi visual yang dilakukan oleh lebah untuk memberitahu koloni lebah pekerja lainnya terkait dengan posisi serbuk sari bunga. Pola tariannya tampak seperti angka delapan (8) yang dilakukan berulangkali. Dengan cara ini, lebah pekerja yang telah terlebih dahulu menemukan serbuk sari dapat langsung memberitahukan para lebah pekerja lain. Untuk mengetahui jarak sasaran (serbuk sari bunga) ditentukan oleh banyaknya jumlah goyangan.

lebah madu

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/lebah-madu-menunjukkan-arah-lewat-tarian/feed/ 0
3 Pengobatan Rumahan yang Dibuktikan Secara Ilmiah https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-pengobatan-rumahan-dibuktikan-secara-ilmiah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=3-pengobatan-rumahan-dibuktikan-secara-ilmiah https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-pengobatan-rumahan-dibuktikan-secara-ilmiah/#respond Fri, 31 Mar 2017 10:33:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=16510 Melalui studi dan riset, para ilmuwan menyatakan kebenaran terhadap beberapa trik sederhana rumahan yang digunakan untuk meringankan penyakit. Ini tiga diantaranya.]]>

Saat sakit, terkadang Ibu tidak langsung membawamu untuk menemui dokter. Sebagai gantinya, Ibu akan memberikan ramuan atau memasak makanan untuk mengurangi rasa tidak enak yang ditimbulkan saat sakit. Tidak jarang, setelah mengonsumsi apa yang dianjurkan oleh Ibu, kita akan merasa lebih sehat dari sebelumnya.

Hal tersebut pernah menjadi teka-teki di dunia ilmiah. Namun, melalui studi dan riset, para ilmuwan menyatakan kebenaran terhadap beberapa trik sederhana rumahan yang digunakan untuk meringankan penyakit. Ini tiga diantaranya:

pengobatan rumahan

Ilustrasi: pixabay.com

1. Konsumsi madu saat batuk

Jika adik kecilmu tidak menyukai rasa obat batuk sirup, kamu dapat menggantinya dengan madu. Untuk membuktikan kebenarannya, para peneliti Israel melakukan sebuah studi dengan melibatkan 300 anak yang mengalami gejala batuk kering atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selama seminggu, anak-anak tersebut mengonsumsi 10 gram madu sebelum tidur. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan anak yang diberi plasebo (obat tidak aktif), anak yang diberi madu lebih cepat sembuh dari batuknya dan tidur lebih nyenyak.

Berdasarkan riset yang dilakukan pada tahun 2012 tersebut, World Health Organization (WHO) menyarankan bahwa madu dapat digunakan sebagai penyembuh batuk yang efektif dan aman bagi anak-anak di atas 1 tahun. Hal ini karena kandungan antioksidan madu yang memiliki kemampuan antimikroba. Kemampuan inilah yang meringankan gejala batuk kering dengan membunuh kuman penyebab infeksi saluran pernapasan. Sebagai informasi, semakin gelap warna madu, maka semakin tinggi kandungan antioksidannya.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-pengobatan-rumahan-dibuktikan-secara-ilmiah/feed/ 0
Sikep Madu Asia, Raptor Migran Asal Siberia https://www.greeners.co/flora-fauna/sikep-madu-asia-raptor-migran-asal-siberia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sikep-madu-asia-raptor-migran-asal-siberia https://www.greeners.co/flora-fauna/sikep-madu-asia-raptor-migran-asal-siberia/#comments Fri, 10 Apr 2015 02:30:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=8480 Raptor atau burung pemangsa bermigrasi ke kawasan tropis seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Indonesia karena cuaca di negara asal sangat ekstrim atau memasuki musim dingin. Burung ini juga terbang mencari […]]]>

Raptor atau burung pemangsa bermigrasi ke kawasan tropis seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Indonesia karena cuaca di negara asal sangat ekstrim atau memasuki musim dingin. Burung ini juga terbang mencari tempat baru karena ketersediaan sumber pakan hampir habis dikarenakan sebagian besar hewan akan tidur panjang (hibernasi) ketika memasuki musim dingin.

Demi mempertahankan hidupnya, jenis-jenis raptor melakukan ritual bermigrasi. Jenis-jenis raptor tersebut antara lain sikep madu asia (Pernis ptilorhynchus), elang alap jepang (Accipiter gularis), elang alap cina (Accipiter soloensis), dan lainnya. Burung ini terbang secara berkelompok. Umumnya, ketika bermigrasi mereka terbang berkelompok dalam jumlah kecil, sekitar 3 hingga 10 ekor burung.

Sikep madu asia merupakan burung pemangsa yang masuk ke dalam keluarga Accipitridae. Dalam bahasa Inggris, jenis ini dikenal dengan sebutan Oriental Honey Buzzard. Burung ini merupakan salah satu jenis raptor besar dengan panjang 50 sentimeter.

Sikep madu Asia berkembang biak di Asia Timur, Siberia tengah, Rusia, serta di daerah Jepang. Meski burung ini dapat memakan tikus, kodok, berbagai serangga dan burung kecil, namun sikep madu asia lebih dikenal karena gemar memakan madu dari sarang lebah. Perilaku inilah yang membuat burung ini dinamakan sikep madu asia.

Sikep madu asia (Pernis ptilorhynchus). Foto: greeners.co/Abay & Sumaraja

Sikep madu asia (Pernis ptilorhynchus). Foto: greeners.co/Abay & Sumaraja

Biasanya mereka melintas di Indonesia sekitar akhir Agustus hingga pertengahan November. Burung ini mulai terlihat menyeberang ke Indonesia melalui pulau Rupat di Riau hingga ke Papua. Dalam melakukan migrasi, burung ini melewati daerah perkotaan hingga hutan pegunungan. Kelompok burung sikep madu asia dapat disaksikan melintas di Ibu Kota Jakarta dan lanjut ke Bukit Paralayang, Puncak, Bogor.

Setelah musim dingin berakhir di belahan bumi utara, burung pemangsa ini akan bergerak berbalik arah dan kembali ke negara asalnya pada bulan Maret hingga April. Di Jakarta, ketika musim migrasi balik, kita dapat mengamatinya di beberapa lokasi, seperti di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan dan Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Secara garis besar, golongan burung raptor merupakan puncak dari rantai makanan sehingga keberadaan burung raptor pada suatu kawasan mengindikasikan bahwa kualitas kawasan tersebut masih baik, dimana susunan rantai makanan masih berjalan secara normal.

Penulis: Ahmad Baihaqi/Indonesia Wildlife Photography

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/sikep-madu-asia-raptor-migran-asal-siberia/feed/ 1
Manfaat Alternatif Madu https://www.greeners.co/gaya-hidup/manfaat-alternatif-madu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=manfaat-alternatif-madu https://www.greeners.co/gaya-hidup/manfaat-alternatif-madu/#respond Fri, 25 Apr 2014 12:28:58 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_food&p=4417 Madu sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai salah satu bahan makanan dan juga obat dalam perawatan medis. Dalam kebudayaan Mesir Kuno, madu digunakan sebagai persembahan untuk para dewa mereka […]]]>

Madu sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai salah satu bahan makanan dan juga obat dalam perawatan medis. Dalam kebudayaan Mesir Kuno, madu digunakan sebagai persembahan untuk para dewa mereka serta produk perawatan kulit (susu dan madu mandi serta produk perawatan luka dari madu , keduanya dibuat di Mesir). Madu juga digunakan dalam proses pembalseman jenazah.

Madu mengandung manfaat sebagai anti bakteri, terutama madu hitam. Itu sebabnya madu digunakan untuk merawat luka sejak berabad-abad lalu. Orang-orang pada jaman dahulu mengoleskan madu pada luka atau membalut bagian tubuh yang luka dengan perban yang sudah direndam madu.

Berikut ini beragam manfaat alternatif madu selain sebagai pemanis makanan dan minuman.

 

Manfaat_Madu 1 Greeners

 

 1. Untuk merawat luka

Apa yang dilakukan orang-orang Mesir dahulu ternyata masih ampuh hingga saat ini. Kandungan anti bakteri alami dari madu dapat menjadi pilihan sebagai solusi kilat untuk mengatasi luka potong, gores, atau bakar. Cuci bersih area yang luka dengan air dan sabun, keringkan, dan oleskan sedikit madu.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/manfaat-alternatif-madu/feed/ 0