merokok - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/merokok/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 05 Sep 2021 03:36:33 +0000 id hourly 1 Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Merokok https://www.greeners.co/gaya-hidup/inilah-yang-terjadi-pada-tubuh-jika-anda-berhenti-merokok/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=inilah-yang-terjadi-pada-tubuh-jika-anda-berhenti-merokok https://www.greeners.co/gaya-hidup/inilah-yang-terjadi-pada-tubuh-jika-anda-berhenti-merokok/#respond Sun, 05 Sep 2021 03:36:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33493 Merokok merupakan kebiasaan berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah hingga kematian. Selain itu, asap dari rokok yang terbakar juga dapat menyebabkan polusi udara yang membahayakan. Maka dari itu, […]]]>

Merokok merupakan kebiasaan berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah hingga kematian. Selain itu, asap dari rokok yang terbakar juga dapat menyebabkan polusi udara yang membahayakan. Maka dari itu, tak sedikit orang memutuskan untuk berhenti merokok demi alasan kesehatan maupun lingkungan.

Ketika seseorang berhenti merokok, tubuh akan mulai pulih secara alami dan akan mendapatkan vitalitasnya kembali dari waktu ke waktu. Semakin cepat seseorang lepas dari kebiasaan menghisap rokok, semakin cepat mereka terjauhkan dari risiko kanker, penyakit jantung dan paru-paru, dan kondisi medis berbahaya lainnya.

Inilah hal-hal yang akan terjadi pada tubuh jika Anda memutuskan untuk berhenti menghisap rokok, mulai dari satu jam pertama hingga 20 tahun kemudian.

Setelah 1 hingga 12 Jam Berhenti Merokok

Setelah Anda berhenti menghisap rokok selama satu hingga 12 jam, tubuh akan mengalami penyesuaian. Hanya dalam 20 menit setelah rokok terakhir dihisap, detak jantung akan kembali normal serta tekanan darah akan mulai menurun. Selain itu, sirkulasi darah dalam tubuh pun akan mulai kembali lancar.

Tak hanya itu, tubuh pun akan membersihkan diri dari kandungan karbon monoksida berlebih yang disebabkan oleh merokok. Hasilnya, kadar oksigen di dalam tubuh pun akan meningkat dan tubuh pun akan terasa lebih bugar.

Setelah 1 hingga 3 Hari Berhenti Merokok

Hanya satu hari setelah berhenti menjadi perokok, risiko untuk terkena serangan jantung pun sudah mulai berkurang. Selain itu, dalam jangka waktu satu hingga tiga hari setelah Anda lepas dari rokok, tubuh juga akan terhindar dari serangan stroke. Meningkatnya indera penciuman dan perasa serta turunnya kadar nikotin di dalam tubuh akan terjadi setelah Anda berhenti menghisap rokok selama dua hingga tiga hari.

Setelah 1 hingga 3 Bulan

Saat seseorang berhenti merokok selama satu hingga 3 bulan, fungsi paru-paru akan semakin membaik. Selain itu, daya tahan tubuh dan stamina juga akan mengalami peningkatan. Setelah berhenti menjadi perokok selama tiga bulan, seseorang dapat melakukan aktivitas kardiovaskular dengan kualitas yang jauh lebih baik.

Setelah 9 hingga 12 Bulan Lepas dari Rokok

Sejak sembilan hingga 12 bulan setelah Anda berhenti merokok, kondisi paru-paru akan semakin prima. Struktur halus seperti rambut di dalam paru-paru yang bernama silia telah pulih kembali dari asap rokok. Silia sendiri berfungsi sebagai pendorong lendir untuk dapat keluar dari paru-paru dan membantu untuk melawan infeksi. Selain itu, risiko untuk terkena serangan jantung pun akan berkurang setengahnya.

Setelah 5 Tahun

Rokok mengandung banyak racun yang dapat menyebabkan arteri dan pembuluh darah menyempit. Racun tersebut juga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembekuan darah. Saat Anda tidak merokok selama lima tahun, arteri dan pembuluh darah mulai melebar kembali dan risiko untuk terkena stroke pun semakin rendah.

Setelah 10 hingga 20 Tahun Bebas dari Rokok

Setelah 10 tahun terbebas dari kebiasaan merokok, kemungkinan seseorang untuk terkena kanker paru-paru akan berkurang 50 persen. Selain itu, kemungkinan untuk terkena kanker mulut, tenggorokan, atau pankreas juga berkurang secara signifikan.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Medical News Today

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/inilah-yang-terjadi-pada-tubuh-jika-anda-berhenti-merokok/feed/ 0
5 Faktor Pendorong Penuaan Dini pada Kulit https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-faktor-pendorong-penuaan-dini-pada-kulit/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-faktor-pendorong-penuaan-dini-pada-kulit https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-faktor-pendorong-penuaan-dini-pada-kulit/#respond Tue, 25 Aug 2020 23:56:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=28313 Faktor luar yang memengaruhi dan mempercepat penuaan dini dapat berupa kerusakan akibat sinar matahari atau radikal bebas.]]>

Ketika tanda penuaan muncul lebih cepat dari yang dibayangkan tentunya akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri seseorang. Dua faktor yang dikenal sebagai intrinsik dan ekstrinsik sangat berkontribusi pada seberapa cepat kulit menua.

Sebagian besar manusia menunjukkan tanda-tanda penuaan di akhir usia 40-an hingga awal 50-an. Faktor luar yang memengaruhi dapat berupa kerusakan akibat sinar matahari atau radikal bebas. Keduanya menyebabkan 90 persen ciri awal penuaan.

Melansir newscientist.com, sebuah studi dermatologi pada 2012 memperkirakan bahwa radiasi ultraviolet saja berkontribusi hingga 80 persen pengerutan kulit. Sinar tersebut juga dinilai sebagai faktor terpenting dalam penuaan dan kanker kulit.

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang mengakibatkan garis-garis halus, kerutan lebih dalam, dehidrasi, dan hilangnya volume karena kerusakan kolagen. Berikut enam hal yang mempercepat penuaan dini pada kulit yang harus diketahui.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-faktor-pendorong-penuaan-dini-pada-kulit/feed/ 0
Merokok Berisiko Tingkatkan Depresi https://www.greeners.co/gaya-hidup/merokok-berisiko-tingkatkan-depresi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=merokok-berisiko-tingkatkan-depresi https://www.greeners.co/gaya-hidup/merokok-berisiko-tingkatkan-depresi/#respond Thu, 05 Dec 2019 23:30:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=24892 Kebiasaan merokok dan tingkat merokok yang tinggi berisiko lebih besar mengalami depresi dan skizofrenia.]]>

Jakarta (Greeners) –  Kebiasaan merokok berisiko meningkatkan depresi dan skizofrenia. Dikutip dari laman theguardian.com, peneliti dari Universitas Bristol Dr. Robyn Wotton menuliskan hasil penelitian tersebut dalam jurnal Psychological Medicine. Ia membandingkan risiko perkembangan depresi atau skizofrenia di antara orang dengan kecenderungan genetik untuk merokok atau tidak. Menurut Wotton genetik semacam itu terdistribusi acak dalam populasi dan tidak diubah oleh faktor seperti konsumsi alkohol, pendapatan, olahraga, atau masalah kesehatan lainnya.

“Kami berfokus pada 378 varian genetik yang sebelumnya dikaitkan dengan orang yang mulai merokok dan 126 varian genetik yang ditemukan tim. Lalu dikaitkan dengan nilai yang lebih tinggi untuk perokok seumur hidup. Ukuran yang digunakan mencakup berapa banyak perokok, durasi waktu, dan waktu berhenti,” kata Wotton.

Baca juga: Gangguan Kesehatan Mengintai Perokok Elektrik

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan mulai merokok dan tingkat merokok yang tinggi berisiko lebih besar mengalami depresi dan skizofrenia. Sebagai contoh, seseorang yang merokok 20 batang sehari selama 15 tahun, tapi kemudian tidak merokok selama 17 tahun, maka ia berisiko lebih dari dua kali lipat terkena skizofrenia dan hampir dua kali lipat mengalami depresi daripada orang yang tidak pernah merokok.

Kebiasaan merokok berisiko meningkatkan depresi dan skizofrenia.

Kebiasaan merokok berisiko meningkatkan depresi dan skizofrenia. Foto: freepik.com

“Perlu eksplorasi yang tepat bagaimana merokok dapat meningkatkan skizofrenia dan depresi. Namun, satu kemungkinan bahwa nikotin memengaruhi jalur di otak yang terkait dengan masalah kesehatan. Hal itu menjadi penting karena nikotin juga ditemukan dalam rokok elektronik,” ujar Wotton.

Nikotin merupakan zat yang memiliki candu seperti opium dan morfin. Ia berfungsi sebagai perantara dalam sistem saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi biokimia dan memberikan efek menyenangkan maupun menenangkan. Tubuh perokok yang menerima rangsangan nikotin kemudian memproduksi lebih banyak hormon adrenalin. Akibatnya, terjadi peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan.

Baca juga: Bahaya Rokok Elektrik

Ketika seseorang mengalami ketergantungan pada nikotin, ia memiliki perasaan tidak nyaman, sulit mengendalikan diri, mudah putus asa, dan depresi. Hal tersebut dipicu oleh pelepasan dopamin dan noradrenaline. Bahaya yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada perokok aktif, tapi juga perokok pasif. Karena dapat mengakibatkan pelemahan fungsi otak maupun kondisi psikologi.

Ahli Candu dan Kesehatan Mental, Departemen Ilmu Kesehatan Universitas York, Dr. Ian Hamilton mengatakan saat bahaya fisik dari kebiasaan merokok sudah diketahui, penelitian ini menunjukkan risiko kesehatan mental dari penggunaan tembakau. “Risiko ini harus dikomunikasikan lebih luas, khususnya pada anak-anak usia sekolah yang mungkin tertarik untuk mencoba rokok,” kata Hamilton.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/merokok-berisiko-tingkatkan-depresi/feed/ 0