mikroskopik - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/mikroskopik/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Jan 2021 19:01:57 +0000 id hourly 1 Mikroalga, Alga Berklorofil dengan Ukuran Mikroskopis https://www.greeners.co/flora-fauna/mikroalga-alga-berklorofil-dengan-ukuran-mikroskopis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mikroalga-alga-berklorofil-dengan-ukuran-mikroskopis https://www.greeners.co/flora-fauna/mikroalga-alga-berklorofil-dengan-ukuran-mikroskopis/#respond Sun, 15 Mar 2020 08:35:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=26465 Secara morfologi, organisme alga terbagi menjadi dua golongan, yaitu alga berukuran mikroskopis (mikroalga) dan makro (makroalga).]]>

Alga merupakan organisme yang dianggap sebagai nenek moyang tumbuhan. Alga juga memiliki beberapa karakteristik serupa tumbuhan seperti pigmen klorofil. Secara morfologi, ia terbagi menjadi dua golongan, yaitu alga berukuran mikroskopis (mikroalga) dan makro (makroalga).

Mikroalga berukuran kecil tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung. Dibutuhkan alat bantu berupa mikroskop untuk melihatnya. Sedangkan makroalga yang berukuran besar dapat dilihat langsung. Sebagian besar, kelompok tersebut hidup di laut. Adapula yang melekat di dasar laut atau melayang-layang mengikuti gerakan arus laut (Suantika dkk, 2007, h.2.49).

Makroalga terdiri dari banyak sel dan berbentuk koloni (Castro dan Huber, 2003). Di dalamnya termasuk alga merah, hijau, coklat, dan umumnya disebut sebagai rumput laut. Sementara mikroalga merupakan tumbuhan thalus yang berklorofil dan berpigmen. Mereka menyerap cahaya matahari melalui proses fotosintesis. Habitatnya berada di air tawar, payau, laut, dan hidup secara terestrial, epifit, dan epizoic.

Mikroalga merupakan mikroba tumbuhan air yang berperan penting dalam lingkungan. Makhluk hidup tersebut berperan sebagai produsen primer, di samping bakteri dan fungi yang ada di sekitar kita. Mikroalga adalah salah satu organisme yang dapat tumbuh pada kondisi luas di permukaan Bumi.

Mikroalga

Mikroalga dapat hidup di tempat dengan sinar matahari, air, dan karbondioksida yang cukup. Foto: shutterstock.com

Mikroba ini juga biasanya ditemukan di tempat yang lembap atau pada benda yang sering terkena air. Mereka juga hidup pada lingkungan berair. Mikroalga dapat hidup hampir di semua tempat yang memiliki cukup sinar matahari, air, dan karbondioksida (Pelezar & Chan, 1986).

Mikroalga umumnya bersel satu atau berbentuk benang. Sebagai tumbuhan, mereka diketahui sebagai fitoplankton. Fitoplankton memiliki zat hijau daun (klorofil) yang berperan dalam fotosintesis untuk menghasilkan bahan organik dan oksigen dalam air.

Alga berukuran mikro dapat digunakan sebagai indikator kesuburan suatu perairan. Namun, fitoplankton tertentu mempunyai peran menurunkan kualitas perairan laut apabila jumlahnya berlebihan. Seperti kelas Dinoflgellata, tubuhn mikroalga memiliki kromatopora atau sel-sel kulit yang mengandung pigmen warna-warni. Sel tersebut menghasilkan toksin saat berbunga atau meledaknya populasi alga sehingga menyebabkan kematian ikan.

Kini fitoplankton telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia, antara lain di bidang perikanan, bioteknologi industri, industri farmasi dan suplemen makanan, pengolahan limbah logam berat, serta sumber energi alternatif biodiesel. Beberapa jenis mikroalga bahkan berpotensi sebagai sumber minyak.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mikroalga-alga-berklorofil-dengan-ukuran-mikroskopis/feed/ 0
Indahnya Rupa Mikroskopik Dalam Kanvas https://www.greeners.co/ide-inovasi/indahnya-rupa-mikroskopik-dalam-kanvas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indahnya-rupa-mikroskopik-dalam-kanvas https://www.greeners.co/ide-inovasi/indahnya-rupa-mikroskopik-dalam-kanvas/#respond Wed, 10 Dec 2014 12:40:48 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=6704 (Greeners) – Tidak banyak orang yang menaruh perhatian terhadap rupa hewan mikroskopik, kecuali mungkin ilmuwan biologi. Namun seniman Robert Steven Connett berhasil memadukan rupa mikroba dan imajinasinya dalam kanvas. Hasilnya, […]]]>

(Greeners) – Tidak banyak orang yang menaruh perhatian terhadap rupa hewan mikroskopik, kecuali mungkin ilmuwan biologi. Namun seniman Robert Steven Connett berhasil memadukan rupa mikroba dan imajinasinya dalam kanvas. Hasilnya, berpuluh karya lukis yang mengagumkan.

Robert yang berdomisili di Los Angeles, California, Amerika Serikat, telah membuat puluhan karya lukis yang menyertakan rupa mikroba. Dalam laman situs Ecology, Robert mengaku sudah mengagumi bentuk kehidupan yang sangat kecil sejak ia sadar bahwa dirinya adalah bagian dari banyak kehidupan.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa ia pun terjerat dalam jaring konsumerisme yang menuai malapetaka bagi ekologi bumi. Namun, ia berusaha untuk memberikan pengaruh positif sebisa mungkin dengan mencoba menjaga “jejak ekologi” yang ia timbulkan sekecil mungkin. Kekagumannya terhadap makhluk hidup inilah yang menjadi inspirasi bagi Robert untuk melukis.

I hope my work inspires people. I hope my paintings spark the imagination.” (Saya berharap karya saya dapat menginspirasi orang lain. Saya berharap lukisan saya memicu imajinasi)

Robert mengatakan bahwa banyak tempat yang ia sukai dulu, kini telah hilang. Itu sebabnya ia menciptakan dunianya sendiri dimana ia dapat menemukan harmoni yang pernah ia rasakan kala kanak-kanak. “Karya seni saya adalah cara saya untuk mengenang cinta yang bersih dan dunia yang murni yang pernah saya bayangkan,” ujarnya.

Selain hewan mikroskopik, berbagai bentuk makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan, turut dilukis Robert dalam detail yang rumit. Karya pria yang pernah bercita-cita menjadi ahli serangga (entomologist) ini dapat dilihat di grotesque.com

(G08)

*Pemuatan gambar sudah mendapat izin tertulis dari Robert Steven Connett

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/indahnya-rupa-mikroskopik-dalam-kanvas/feed/ 0