milan kundera - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/milan-kundera/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 18 Jul 2014 00:00:24 +0000 id hourly 1 Identity https://www.greeners.co/gaya-hidup/identity/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=identity https://www.greeners.co/gaya-hidup/identity/#respond Fri, 18 Jul 2014 00:00:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_review&p=4766 Judul Buku : Identity Penulis : Milan Kundera, Landung Simatupang (Penerjemah) Jumlah Halaman : 175 halaman, cetakan April 2006 Penerbit : Fresh Book Mulan Kundera benar-benar cerdas meramu sebuah cerita […]]]>

Judul Buku : Identity
Penulis : Milan Kundera, Landung Simatupang (Penerjemah)
Jumlah Halaman : 175 halaman, cetakan April 2006
Penerbit : Fresh Book

Mulan Kundera benar-benar cerdas meramu sebuah cerita menjadi bagian-bagian yang penuh kejutan dengan bahasa yang liar sekaligus tidak lazim. Ia berhasil membawa pembaca merasa berada pada sebuah scene film, dan seakan-akan akan mampu menebak scene selanjutnya dengan mudah. Well, jika itu yang terjadi , maka bersiaplah untuk kecewa. Jangan keburu bernafsu untuk membalik halaman, lebih baik menikmatinya, mengikuti ceritanya, dan dapatkan jawaban dengan perasaan haru sekaligus greget.

Cerita ini berawal dari pantai Normadia, dengan setting hotel yang menghadap pantai. Chantal tiba lebih awal ketimbang Jean-Marc yang akan bergabung dengannya kemudian. Ceritanya dilanjutkan pada sebuah percakapan antara Chantal dan para pramusaji yang akhirnya mempertemukan mereka pada sebuah kegetiran yang sama akan makna diri mereka. Mereka lantas mempertanyakan hakikat dari berbagai kebetulan dari kejadian dan pertemuan dalam hidup mereka. Hal ini membawa Chantal mempertanyakan identitasnya sendiri, karena baginya, pengalaman dan obsesi adalah dua hal yang selalu menjadi rahasia.

Kundera membawa pembaca membedah sebuah wacana dalam keindahan kata seperti Immanuel Kant, hidupnya terkungkung namun pikirannya berloncatan ke sekian banyak dunia, yang ia ceritakan sebagai loncatan-loncatan prospektif dalam memecahkan sebuah cerita menjadi satu bagian yang utuh tanpa meninggalkan sebuah esensi dalam cerita. Loncatan cerita yang dimaksud, diantaranya bisa kita baca pada adegan Chantal menerima sebuah surat dari sosok yang tidak dikenal. Tanpa alamat, tanpa prangko, lalu tiba-tiba kita dibawa pada monolog Chantal tentang prospektif kehidupan yang sedang dialaminya.

Saat Chantal dan Jean-Marc merasa asing satu sama lain, Kundera bercerita mengenai sebuah kesadaran yang tidak disadari oleh orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Sebuah lompatan yang berani disaat mereka menghadapi sebuah problematika kehidupan tentang tercumbui, terkhianati. Kundera begitu cerdas mengembangkan cerita menjadi sangat hidup, liar dan meletup-letup. Setiap percakapan pun hadir bagai spontanitas.

Disini, pembaca akan diajak menganalisa esensi manusia, tentang sebuah keyakinan pada pola perilaku yang terus bermain-main dalam benaknya. Kundera menulis ratusan halaman untuk memaparkan identitas sebuah pasangan yang gagal dalam proses memahami satu sama lain. Pembaca pun disuguhi berbagai percakapan dan refleksi cerdas tentang cinta, kematian, dan persahabatan. (usenk)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/identity/feed/ 0
Slowness https://www.greeners.co/gaya-hidup/slowness/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=slowness https://www.greeners.co/gaya-hidup/slowness/#respond Sat, 10 May 2014 02:00:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_review&p=4537 Judul Buku : Slowness Penulis : Milan Kundera Publisher : Faber and faber limited English (translated from French by Linda Asher) “There is a secret bond between slowness and memory, […]]]>

Judul Buku : Slowness
Penulis : Milan Kundera
Publisher : Faber and faber limited
English (translated from French by Linda Asher)

There is a secret bond between slowness and memory, between speed and forgetting…

Percakapan antara Kundera dengan istrinya, Vera, menjadi pembuka gerbang dalam perjalanan ke “Slowness”, sebuah dunia yang dipenuhi oleh fisolofi tragis-komedi, dibangun oleh narasi yang provokatif, serta percakapan penuh cinta yang liris. Pembaca akan mengikuti perjalanan sang penulis ke sebuah chateau, tempat terjadinya dua kisah cinta yang dipisahkan oleh waktu selama lebih dari dua abad lamanya. Jalinan kedua cerita membawa kita pada pencarian tentang eksistensi manusia; dengan pertentangan antara yang agung dengan yang menggelikan.

Membaca karya perdana Kundera dalam bahasa Prancis ini (sebelumnya Kundera dikenal sangat setia terhadap penggunaan bahasa Ceko – bahasa ibunya), kita seakan tertawan akan keindahan logika yang liris sekaligus tak lazim. Lanturan filosofis yang liar, pergulatan perspektif dalam membedah suatu wacana, tragedi yang menggelitik, adalah salah satu ciri yang melekat pada karya Kundera. Dan seperti pada karya-karyanya yang lain, di sini pembaca akan diajak menganalisa eksistensial manusia, dengan menghadirkan oposisi biner seperti cepat dan lambat, lupa dan ingat, dalam satu pentas yang sama.

Kecepatan adalah hadiah dari revolusi kehidupan manusia. Kundera mengaitkan kecepatan dengan keinginan untuk melupakan; ketika kecepatan memegang kendali, ia berusaha untuk menghancurkan kesedihan dengan memadamkan cahaya tentang memori. Sementara lamban berkaitan dengan usaha untuk dapat mengingat, dan bukan menghapus atau bahkan membangun kembali gambaran tentang masa lalu.

Dalam Slowness, pembaca dihadapkan pada motivasi kesenangan yang timbul dari penderitaan; kesenangan dilihat sebagai dasar dari hedonisme. Bukankah seseorang merasa senang ketika ia dapat menghindari penderitaan? Lupa adalah alat utama dari penyangkalan, sehingga konflik dan penderitaan dapat disamarkan; ketika eksistensi disingkirkan, ia tak lagi dapat dipertanyakan. Dan manusia terlanjur melupakan bahwa dengan lupa, sebenarnya mereka telah mengingkari eksistensinya sendiri. Inilah yang coba diungkapkan oleh Kundera.

Setiap hari kita dihadapkan dengan sesuatu yang “baru”, “ingat” tampaknya adalah beban yang berat karena tidak selaras dengan derasya arus perubahan. Dan semua orang mempunyai perannya sendiri. Kita bebas untuk memilih, mengikuti arus dengan “lupa”, atau menjalani hidup ini lebih bermakna? Semuanya berpulang kepada Anda, namun satu hal yang pasti, buku ini dapat menjadi referensi yang menarik untuk menggali dan memahami eksistensi kita di tengah dunia modern yang sarat akan lupa. (q)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/slowness/feed/ 0