minyak - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/minyak/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 10 Dec 2022 03:00:08 +0000 id hourly 1 Tumbuhan Kayu Putih, Kerabat Jambu yang Kaya Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-kayu-putih-kerabat-jambu-yang-kaya-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tumbuhan-kayu-putih-kerabat-jambu-yang-kaya-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-kayu-putih-kerabat-jambu-yang-kaya-manfaat/#respond Sat, 10 Dec 2022 03:00:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38235 Siapa yang tak kenal dengan minyak kayu putih. Ramuan herbal dari tumbuhan kayu putih ini jamak digunakan oleh masyarakat untuk menghangatkan tubuh hingga melancarkan peredaran darah. Selain di Indonesia, flora […]]]>

Siapa yang tak kenal dengan minyak kayu putih. Ramuan herbal dari tumbuhan kayu putih ini jamak digunakan oleh masyarakat untuk menghangatkan tubuh hingga melancarkan peredaran darah. Selain di Indonesia, flora ini juga dapat kita temukan di berbagai daerah.

Dalam bahasa Melayu, kayu putih dikenal juga sebagai galam. Tanaman ini berasal dari famili Myrtaceae dan genus Melaleuca, sehingga memiliki nama ilmiah M. leucadendra.

Berdasarkan taksonominya, dapat kita ketahui bahwa galam masih berkerabat dengan jambu. Ciri fisiknya pun hampir mirip; memiliki bercak keputihan dan dapat mengelupas.

Genus lain dalam famili Myrtaceae adalah Eucalyptus dan Psidium. Eucalyptus menghasilkan minyak seperti Melaleuca, sedangkan Psidium dibudidayakan untuk diambil buahnya.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tumbuhan Kayu Putih

Tumbuhan kayu putih tergolong sebagai pohon berukuran sedang dengan tinggi mencapai 30 meter. Batang berwarna abu-abu hingga putih, sementara pucuknya berwarna keperakan.

Daun pohon ini tampak tebal dan berwarna hijau pekat. Permukaan daun tersebut tidak kilat, berbentuk lurus atau melengkung dengan panjang 5–10 cm dan lebar 1–4 cm.

Sebagai ciri khas, permukaan daun kayu putih ditumbuhi oleh bulu-bulu halus. Terdapat 5–7 tulang daun pada bagian tersebut, dengan panjang 3–11 mm dalam setiap helainya.

Bunga pohon kayu putih mempunyai kelopak dan mahkota berukuran kecil. Tumbuhan ini juga mampu menghasilkan buah berbentuk kapsul, di dalamnya tersimpan sejumlah biji.

Melansir berbagi sumber, buah M. leucadendra diketahui bertipe dehiscent. Artinya buah tersebut memiliki kulit yang kering, lalu akan terbuka saat matang untuk melepaskan bijinya.

Habitat dan Distribusi Tumbuhan Kayu Putih

Tumbuhan kayu putih adalah satu dari sekitar 300 anggota Myrtaceae yang ahli temukan dari seluruh dunia. Mereka umumnya dikenal sebagai paperbarks, honey-myrtles, atau tea-trees.

Sebagian besar Melaleuca diketahui endemik di Australia. Sedangkan beberapa di antaranya berasal dari Malesia, serta tujuh spesies lainnya bersifat endemik di wilayah Kaledonia Baru.

Satu spesies hanya dijumpai di Pulau Lord Howe, Australia. Sementara M. leucadendra sendiri berasal dari Australia bagian utara, serta tumbuh subur di wilayah Indonesia bagian timur.

Di Indonesia, M. leucadendra dimanfaatkan sebagai tanaman industri penghasil minyak atsiri. Flora ini dapat dibudidayakan di berbagai daerah, selama memiliki musim kemarau yang jelas.

Karena itu, saat ini tumbuhan kayu putih dapat kita temukan di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Mereka tumbuh sampai pada ketinggian 400 meter di atas laut.

Kandungan dan Manfaat Tumbuhan Kayu Putih

Kandungan minyak atsiri dalam tumbuhan kayu putih efektif sebagai obat tradisional. Minyak tersebut biasanya disuling menggunakan uap dari bagian daun maupun rantingnya.

Berdasarkan penelitian Sarah Tria Novrizqullah Joen dari Universitas Lampung, daun kayu putih segar setidaknya mengandung 32 senyawa aktif yang baik untuk kesehatan manusia.

Tujuh di antaranya merupakan komponen utama, yaitu α-pinene (1,23%), sineol (26,28%), α-terpineol (9,77%), kariofilen (3,38%), α-kariofilen (2,76%), ledol (2,27%), dan elemol (3,14%).

Karena senyawa-senyawa itu, ekstrak kayu putih dikenal sebagai salah satu minyak balur yang paling murajab. Manfaatnya bagi kesehatan sangat baik, berikut di antaranya:

  • Meredakan batuk; Menghirup uap atau mengoleskan minyak kayu putih ke bagian dada dan tenggorokan, dipercaya masyarakat ampuh untuk meredakan batuk.
  • Melegakan dada; aroma minyak kayu putih yang menenangkan efektif mengencerkan lendir. Karena itu, menghirup uapnya sangat baik untuk melegakan dada.
  • Melindungi dari gigitan serangga; aroma minyak kayu putih tidak disukai serangga. Karena itu, mengoleskan minyak kayu putih bisa menjadi cara untuk melindungi diri dari gigitan hewan tersebut.
  • Melancarkan pernapasan; tidak hanya mengurangi lendir, minyak kayu putih juga bisa melonggarkan pernapasan sehingga kita tidak kesulitan bernapas saat batuk. Minyak ini juga baik digunakan oleh penderita asma dan sinusitis.
  • Meredakan luka dingin; Sifat anti-inflamasi kayu putih dapat meredakan gejala herpes. Mengoleskannya ke luka dingin dapat mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan.

Tidak cuma kesehatan, ekstrak tumbuhan minyak kayu putih juga berguna sebagai campuran parfum. Batangnya bermanfaat untuk kebutuhan industri hingga pembuatan kerajinan tangan.

Taksonomi Spesies Melaleuca Leucadendra

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-kayu-putih-kerabat-jambu-yang-kaya-manfaat/feed/ 0
Menggunakan Bahan Alami untuk Mengusir Tikus https://www.greeners.co/gaya-hidup/menggunakan-bahan-alami-untuk-mengusir-tikus/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menggunakan-bahan-alami-untuk-mengusir-tikus https://www.greeners.co/gaya-hidup/menggunakan-bahan-alami-untuk-mengusir-tikus/#respond Mon, 09 Mar 2020 04:31:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=26375 Mengusir tikus dapat dilakukan dengan cara alami sepertti menangkap dan melepaskannya atau dapat memanfaatkan bumbu dapur seperti bawang.]]>

Musim hujan merupakan saat tikus mencari sarang yang aman untuk berteduh. Sebab tempat tinggal mereka terendam atau tergenang akibat hujan. Biasanya tikus senang mencari tempat di dalam rumah.

Selain pintar, hewan pengerat ini merupakan sumber penyakit. Untuk meminimalisir keberadaan tikus dan risiko penyakit, mayoritas warga menggunakan racun tikus untuk membasmi hewan penggerat tersebut.

Menurut Departemen Kesehatan Amerika, Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang paling umum menyebar melalui kontak dengan urin tikus dan sangat jarang menyebar dari orang ke orang.

Tikus dan hewan pengerat lain membutuhkan makanan dan mereka biasanya mencari di dalam rumah. Hal ini menandakan umpan maupun racun tikus memungkinkan untuk ditempatkan di dekat dapur, rak, oven, lemari es, atau ruang lain.

Penggunaan bahan kimia untuk meracuni tikus bukan hanya ampuh untuk membasminya, tetapi juga berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan, dan pemangsa lain. Di lingkungan, racun kimia tersebut dapat mencemari sumber pangan, air dan tanah. Untuk itu harus dipikirkan kembali keamanan menggunakan bahan kimia. Berikut beberapa cara alami untuk menyingkirkan tikus di rumah:

1. Tangkap dan Lepaskan

Meskipun ada umpan tikus tidak beracun di luar sana, ulasan beragam. Jadi, jika Anda mencari untuk menggunakan obat yang dibeli di toko, menangkap dan melepaskan perangkap tampaknya menjadi yang paling efektif.

Mungkin tidak menyenangkan bagi hewan itu, tetapi itu tidak mematikan atau beracun – hanya sebagai pencegah. Tetapi jika Anda ingin tidak membahayakan hewan, Anda dapat menggunakan tangkapan dan melepaskan. Jika Anda memilih perangkap lem, pastikan untuk menggunakan lem alami.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/menggunakan-bahan-alami-untuk-mengusir-tikus/feed/ 0
Lifting Minyak Turun, Pemerintah dan Swasta Beda Teori https://www.greeners.co/berita/lifting-minyak-turun-pemerintah-dan-swasta-beda-teori/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lifting-minyak-turun-pemerintah-dan-swasta-beda-teori https://www.greeners.co/berita/lifting-minyak-turun-pemerintah-dan-swasta-beda-teori/#respond Tue, 26 May 2015 00:30:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9244 Jakarta (Greeners) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengakui bahwa saat ini permasalahan utama di Indonesia terkait energi khususnya perminyakan adalah kemampuan dalam memproduksi minyak. Padahal, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengakui bahwa saat ini permasalahan utama di Indonesia terkait energi khususnya perminyakan adalah kemampuan dalam memproduksi minyak.

Padahal, menurut Sudirman, industri perminyakan merupakan penyumbang pendapatan negara dan juga menjadi pertumbuhan ekonomi yang kontribusinya sangat besar. Secara kualitatif, dalam 10 tahun terakhir, sektor tersebut mampu menyumbang sekitar 21 persen dari penerimaan negara.

Oleh sebab itu, katanya lagi, sangat diperlukan adanya infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) dan biaya yang besar untuk menggali potensi migas yang masih banyak tersimpan di laut untuk meningkatkan produksi minyak Indonesia.

Lifting minyak ini terus mengalami penurunan hingga 849 ribu barel per hari (bph) dalam APBNP 2015. Padahal industri ini merupakan penyumbang pendapatan negara yang kontribusinya sangat besar,” katanya, Senin (25/05).

Di lain sisi, President Director PT Medco Energy Internasional Tbk, Lukman Mahfoedz mengungkapkan pendapat yang berbeda. Menurutnya, penurunan produksi minyak di Indonesia juga disebabkan oleh kondisi alam yang semakin sulit.

Lukman menambahkan, kondisi pertambangan migas saat ini berbeda dengan kondisi dahulu, dimana produksi minyak bisa mencapai diatas satu juta barel perhari karena memang kondisi alamnya memungkinkan dan tidak memerlukan teknologi canggih. Sangat berbeda dengan saat ini dimana cadangan migas baru lebih banyak terdapat di laut dalam.

“Menemukan minyak semakin lama semakin sulit di Indonesia, bukan karena peraturannya saja tapi karena lokasinya lebih sulit,” ujar Lukman saat menghadiri The 39th Indonesia Petroleum Association Convention & Expo, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (22/05) lalu.

Lebih lanjut, Lukman yang juga mantan presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) menyatakan, untuk mengejar target produksi dibutuhkan keseriusan pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) selaku pemain di lapangan. Menurut Lukman, dengan kondisi yang semakin sulit tersebut, sudah pasti dibutuhkan biaya besar dan teknologi canggih.

“Perlu disadari juga, dalam lima tahun terakhir, cadangan migas yang ditemukan itu kecil-kecil meskipun banyak. Saat ini produksi hanya 800 ribu barel, itu saja dari 370 lapangan. Kita masih belum mendapatkan temuan yang besar karena adanya di laut dalam di sebelah timur,” tukasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/lifting-minyak-turun-pemerintah-dan-swasta-beda-teori/feed/ 0
Dari Sapi oleh Manusia untuk Lingkungan https://www.greeners.co/flora-fauna/dari-sapi-oleh-manusia-untuk-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dari-sapi-oleh-manusia-untuk-lingkungan https://www.greeners.co/flora-fauna/dari-sapi-oleh-manusia-untuk-lingkungan/#respond Tue, 12 Feb 2013 05:42:53 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_kehati&p=3355 Berawal dari kotoran sapi yang diolah menjadi biogas membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Melalui teknologi terapan, pembuatan biogas berbahan dasar kotoran ternak (terutama kotoran sapi) berpeluang menjadi solusi […]]]>

Berawal dari kotoran sapi yang diolah menjadi biogas membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Melalui teknologi terapan, pembuatan biogas berbahan dasar kotoran ternak (terutama kotoran sapi) berpeluang menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah bahan bakar minyak (BBM), khususnya krisis minyak tanah dan pencemaran lingkungan.

Oleh Feri Ferdinan | Foto oleh Arya Fajar | Artikel ini diterbitkan pada edisi 04 Vol. 2 Tahun 2007

 

Tono bertanya kepada ibunya “bu, mengapa makanannya belum siap?” kemudian ibunya menjawab “sabar ya nak, ibu sedang menunggu minyak tanah dari kakakmu untuk menyalakan kompor”. Tapi Tono tidak mau tahu dan melanjutkan rengekannya “cepet dong bu, perutku sudah lapar”,  “tunggu sebentar lagi ya”, balasnya sabar.  Tak lama, Tini kakaknya Tono datang membawa minyak tanah seraya berkata “maaf agak lama bu, antriannya panjang”.  Namun, ibu heran dengan jerigen yang dibawa Tini kini lebih ringan. “kamu beli berapa liter Tin?” tanya ibu, Tini menjawab sambil memijat-mijat kakinya yang kelelahan berdiri saat antri “sekarang cuma bisa membawa tiga liter saja”, dan memberi alasan “harganya naik lagi bu, jadi uang yang ibu kasih tidak cukup untuk membeli minyak sebanyak empat liter”.

Kini peristiwa di atas biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.  Masyarakat kerap mengeluhkan kelangkaan BBM dan harganya yang terus melambung. Namun karena kebutuhan harian manusia harus tetap terpenuhi, tak ayal masyarakat menjadi ketergantungan terhadapnya. Untuk mengatasi situasi seperti ini, pencarian, pengembangan, dan penyebaran teknologi energi non BBM yang ramah lingkungan menjadi penting. Terutama ditujukan pada kalangan miskin sebagai golongan yang paling terkena dampak kenaikan BBM.

Masalah BBM mungkin bisa teratasi dengan bantuan ternak sapi. Pasalnya, ada satu temuan ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk menggantikan penggunaan minyak dalam kehidupan sehari-hari. Namanya adalah biogas. Pembuatan biogas di Indonesia menggunakan bahan dasar dari kotoran sapi. Seperti kita tahu, sudah sejak lama sapi memberikan kontribusi penting dalam memenuhi kebutuhan manusia hampir di seluruh dunia. Karena manfaatnya yang begitu besar, manusia kerap menjadikan sapi sebagai hewan ternak. Populasinya pun sangat luas. Bahkan penyebaran hewan ini lebih merata dibanding domba dan kambing. Pola pemeliharaannya juga bervariasi, mulai dari tingkat petani peternak yang memelihara beberapa induk, sampai peternakan besar yang memiliki beberapa ratus induk.

Secara umum, sapi dibedakan menjadi dua yaitu, sapi perah dan sapi potong. Tetapi, seperti yang dikatakan dalam makalah Sientje Daisy Rumetor, seorang mahasiswa pasca sarjana IPB, sapi perah memiliki sifat yang sama dengan sapi potong secara fisiologis. Sifat yang dimaksud adalah lama kehamilan, siklus birahi, prinsip-prinsip reproduksi, fungsi dan bagian saluran cerna serta kebutuhan dan pemanfaatan nutrien.

Sapi perah sangat efisien dalam mengubah pakan ternak berupa konsentrat dan hehijauan menjadi susu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Oleh sebab itu sapi berhasil menjadi penghasil susu yang lebih dominan daripada ternak perah lainnya. Di negara-negara maju, sapi perah dipelihara dalam populasi yang tinggi karena diyakini sebagai salah satu sumber kekuatan ekonomi bangsa. Dalam bukunya yang bertajuk Bioindustrial Ecosystems, Cole and Brander mengestimasi rata-rata produksi susu induk sapi perah di dunia adalah 1955 kg per tahun, bahkan di Inggris, produksi susu per induk tidak kurang dari 5000 liter.

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/dari-sapi-oleh-manusia-untuk-lingkungan/feed/ 0
Energi Bukan (Hanya) Minyak https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=energi-bukan-hanya-minyak https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/#comments Wed, 12 Sep 2012 13:14:16 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_feature&p=3028 Pada 2019 Kementerian Energi memprediksi Indonesia akan kehabisan cadangan energi dan terpaksa mengimpor 100 persen kebutuhan minyak. Apa akal? Oleh : Veby Mega Indah   Stiker itu ada dua macam. […]]]>

Pada 2019 Kementerian Energi memprediksi Indonesia akan kehabisan cadangan energi dan terpaksa mengimpor 100 persen kebutuhan minyak. Apa akal?

Oleh : Veby Mega Indah

 

Stiker itu ada dua macam. Yang berukuran lebih besar bertuliskan “Mobil ini Tidak Menggunakan BBM* Bersubsidi”  dan yang kecil, “Mobil BBM Non Subsidi”. Warnanya jingga terang untuk ditempel di kaca depan dan belakang mobil. Ada lambang ESDM* di sudut kiri atas. Mustahil rasanya orang alpa melihat jika ia sudah nemplok di kaca mobil. Ia bagai jaminan agar pegawai negeri tidak bandel lagi beli bensin bersubsidi meski bermobil mentereng. Aparat TNI* dan polisi juga kena.

Ini memang ESDM punya gawe.
Sejak Agustus 2012, ESDM ramai-ramai menggelar program hemat energi. Salah satunya, ya, hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mobil-mobil instansi pemerintah. Selain itu malam-malam hingga subuh puluhan mahasiswa hingga unsur masyarakat lainnya juga berkeliaran di aneka pom bensin dan gedung-gedung pemerintah. Cuma untuk mengamat-amati dan mencatat siapa tahu ada tingkah laku nyeleneh buang-buang energi.  Dosa-dosa itu dicatat lalu dilaporkan lewat surat elektronik ke hematenergi@esdm.go.id. Jadi jangan harap bebas meninggalkan lampu atau pendingin ruangan menyala saat pulang kantor.

Harap maklum. Negeri ini lagi tarik ikat pinggang menghemat konsumsi energi. “Ya kalau kita tidak bisa mengurangi subsidi BBM, konsekuensinya pemakaian BBM yang harus dihemat,” kata Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Maryam Ayuni.

Cadangan energi Indonesia memang sudah lampu kuning. Setiap tahun konsumsi energi nasional naik 7 persen sementara cadangan energi fosil berupa minyak, batu bara dan gas semakin menurun dan terus dikeruk. Kalau pun beruntung menemukan cadangan energi fosil baru, proses eksplorasi hingga matang tersedia paling tidak butuh 15 tahun.

ESDM memprediksi tahun 2019 Indonesia akan terpaksa membeli 100 persen kebutuhan energinya dari luar negeri. Sekarang saja, nusantara kudu mengekspor minyak bumi. Produksi dalam negeri kini hanya 800 ribu per barel per hari. Sementara kebutuhan minyak bumi untuk industri, rumah tangga mau pun transportasi sudah 1 juta barel per hari. Belum lagi besok-besok saat masyarakat makin canggih dan butuh semakin banyak energi.  Padahal hingga 2012 baru 70 persen daerah Indonesia yang teraliri listrik.

Buntutnya kini ESDM menggadang program mari berhemat untuk semua instansi pemerintah. Dari pusat sampai ke daerah. Direktur Jenderal Energi  Terbarukan, EBTKE*Kementerian ESDM, Kardaya Warnika menyatakan penghematan ini cara awal dan paling cepat berusaha menyelamatkan Indonesia.

“Indonesia termasuk lebih boros penggunaan energi sekitar 50 persen jika dibandingkan negara-negara lainnya di dunia, jadi ada potensi besar untuk berhemat,” kata Kardaya.

Ini hanya tindakan pertolongan pertama krisis energi, kalau mau jujur.

]]>
https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/feed/ 1
Pemerintah dan Kadin Bicarakan Insentif Bagi Industri Sawit Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/berita/pemerintah-dan-kadin-bicarakan-insentif-bagi-industri-sawit-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemerintah-dan-kadin-bicarakan-insentif-bagi-industri-sawit-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/berita/pemerintah-dan-kadin-bicarakan-insentif-bagi-industri-sawit-ramah-lingkungan/#respond Thu, 01 Mar 2012 03:00:14 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2259 Jakarta (Greeners) – Pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sedang dalam tahap pembicaraan membahas mengenai proposan insentif oleh komunitas pengusaha tersebut terhadap industri minyak sawit yang ramah lingkungan. Hal […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sedang dalam tahap pembicaraan membahas mengenai proposan insentif oleh komunitas pengusaha tersebut terhadap industri minyak sawit yang ramah lingkungan. Hal tersebut terungkap dalam Konferensi internasional bertema “Incentives for Sustainability in Agri-Business” yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta pada Rabu (29/02) kemarin.

Dalam konferensi pers acara tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan peta jalan (road map) industry pengembangan berkelanjutan termasuk proposal insentif bagi industri sawit ramah lingkungan.

Shinta mengatakan proposal insentif harus ada data sehingga memberikan gambaran mengenai best practice dari beberapa negara . Proposal insentif mencakup beberapa sektor seperti agribisnis, energi dan energi terbarukan, manufaktur untuk transportasi khusus seperti mobil listrik.

“Proposan insentif sedang dalam pembicaraan bersama Kementeri Keuangan,” katanya. Dia menambahkan insentif yang di inginkan oleh Kadin berupa pengurangan biaya ekspor sawit ke negara tujuan.

Dalam konferensi pers tersebut, Wakil Menteri Pertanian, Rusman Hariawan mengatakan pemerintah bakal menerapkan reward and punishment bagi pelaku industri sawit. “Ada reward dan punishment . Reward berupa insentif yang akan dibicarakan dengan Kemenkeu. Punishment dilakukan dengan menutup perusahaan yang tidak mematuhi aturan.

Rusman mengatakan merupakan kewajiban bagi perusahaan sawit untuk masuk dalam ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). “ISPO resmi diangkat berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian 11/2011. Intinya ISPO bukan menawarkan kepada perusahaan untuk masuk ke ISPO, tetapi ini merupakan kewajiban dari setiap perusahaan untuk dievaluasi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson mengatakan pihaknya membantu Indonesia untuk mencapai industri sawit yang ramah lingkungan karena berkeinginan agar produk sawit Indonesia tetap diekspor ke Uni Eropa.

Pada tahun 2015, diperkirakan bahwa permintaan dunia atas minyak kelapa sawit akan meningkat dari hanya 45 juta ton pada 2010 menjadi 62 juta sampai dengan 64 juta ton pada tahun 2015. Sebagian besar kebutuhan akan terus dipasok oleh industri minyak sawit Indonesia yang sedang tumbuh.

Banyak perusahaan Indonesia yang berjuang untuk meningkatkan praktek-praktek keberlanjutan mereka. Praktek-praktek yang baik oleh berbagai perusahaan tersebut telah membantu mempromosikan perubahan di seluruh sektor industri ini. Namun pada saat yang sama, semakin banyak kritik terhadap minyak sawit Indonesia dalam kaitan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkannya.

Praktek baik yang diadopsi oleh beberapa perusahaan terkemuka terbukti baik untuk bisnis. Baik dalam hal pencitraan dan kepercayaan konsumen, dan tentunya, akses ke pasar, seperti komitmen terhadap penanaman dengan emisi karbon rendah atau dalam penghematan biaya operasional. (G02)

]]>
https://www.greeners.co/berita/pemerintah-dan-kadin-bicarakan-insentif-bagi-industri-sawit-ramah-lingkungan/feed/ 0