Mudik Tanpa Sampah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/mudik-tanpa-sampah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 03 Apr 2024 05:34:10 +0000 id hourly 1 Pemudik Capai 193 Juta, Saatnya Terapkan Mudik Minim Sampah! https://www.greeners.co/berita/pemudik-capai-193-juta-saatnya-terapkan-mudik-minim-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemudik-capai-193-juta-saatnya-terapkan-mudik-minim-sampah https://www.greeners.co/berita/pemudik-capai-193-juta-saatnya-terapkan-mudik-minim-sampah/#respond Wed, 03 Apr 2024 05:34:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=43454 Jakarta (Greeners) – Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik tahun 2024 mencapai 193,6 juta orang. Hal ini berimplikasi pada potensi timbulan sampah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggalakkan kampanye mudik […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik tahun 2024 mencapai 193,6 juta orang. Hal ini berimplikasi pada potensi timbulan sampah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggalakkan kampanye mudik minim sampah sebagai bagian dari integrasi program mudik nasional “Mudik Ceria Penuh Makna”.

Angka pemudik tahun 2024 meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023, yakni 123,8 juta orang. Berdasarkan hasil survei daerah asal perjalanan terbanyak, yaitu Jawa Timur sebesar 16,2% (31,3 juta orang). Kemudian, Jabodetabek sebesar 14,7% (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5% (26,11 juta orang).

Sementara itu, untuk daerah tujuan terbanyak yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8% (61,6 juta orang), Jawa Timur 19,4% (37,6 juta orang), dan Jawa Barat 16,6% (32,1 juta orang). Sekitar 58 juta kilogram sampah tambahan pun akan timbul dalam rentang waktu dua minggu arus mudik dan balik tersebut.

KLHK Kampanye Mudik Minim Sampah

Permasalahan sampah yang timbul pada saat mudik lebaran telah menjadi perhatian khusus KLHK. Kendati demikian, KLHK kembali menggaungkan kampanye mudik minim sampah yang pertama kali mereka terapkan sejak tahun 2018.

Namun, pada kampanye ketujuh, KLHK mendorong mudik minim sampah menjadi bagian integral (tidak terpisahkan) dari mudik nasional. Artinya, hal itu sama pentingnya dengan masalah keselamatan dan kemacetan lalu lintas saat mudik.

BACA JUGA: Jelang Lebaran, BMKG Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem

“Jadi, ini sesuatu yang penting dan menjadi sebuah lompatan baru. Kami sudah berkoordinasi secara intens dengan koordinator mudik, yaitu Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang memiliki platform nasional untuk mudik ini,” kata Direktur Penanganan Sampah KLHK, Novrizal Tahar kepada Greeners lewat sambungan telepon, Selasa (2/4).

Anjuran ini juga tertuang dalam Surat Edaran Menteri LHK Nomor  5 Tahun 2024 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Surat edaran tersebut mengimbau para pemerintah daerah untuk melaksanakan mudik minim sampah. Mereka harus memfasilitasi dan mengawasi penanganan sampah, terutama pada jalur arus mudik dan daerah penyangga.

Ilustrasi barang guna ulang untuk mudik minim sampah. Foto: Freepik

Ilustrasi barang guna ulang untuk mudik minim sampah. Foto: Freepik

Pemudik Perlu Terapkan Mudik Minim Sampah

Pemerintah menargetkan tiga hal dari kampanye ini. Pertama, kampanye terhadap setiap individu atau pemudik untuk menerapkan mudik minim sampah.

“Jadi, mulailah bawa tas belanja, wadah makanan, dan botol minum guna ualng. Kemudian, setiap individu juga harus menghabiskan makanannya agar tidak menghasilkan food waste. Itu yang menjadi sasaran utama kami,” tambah Novrizal.

Penyelenggara angkutan mudik, jalan tol, pemerintah daerah dan pihak lain yang terkait dengan penyelenggaraan mudik akan dikoordinasikan sebagai fasilitator pelaksanaan mudik minim sampah ini.

BACA JUGA: BNPB Luncurkan Peta Mudik Aman Bencana

Ia menambahkan, mudik bukan hanya sekadar perjalanan dari Jakarta ke kota lain. Namun, ada juga mudik lokal, seperti di Jawa Timur saat pemudik melakukan perjalanan dari Malang ke Banyuwangi. Kemudian, yang terpenting adalah koordinasi dengan pengelola jalur transportasi seperti tempat istirahat (rest area) di jalan tol, terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, dan lain-lain.

“Dengan mudik minim sampah nasional secara integral ini jadi lebih mudah koordinasinya. Sebab, seluruh operator ini di bawah naungan Kemenhub. Sehingga, koordinasi dan penyebaran surat edaran pun juga mudah,” kata Novrizal.

KLHK Tinjau Jalur Mudik

Peninjauan lokasi ke pengelola di seluruh jalur transportasi KLHK lakukan, terutama di wilayah Jabodetabek. Namun, pada tahun ketujuh ini, mereka mencoba meninjau daerah lain di luar Jabodetabek.

“Kami banyak juga mengunjungi daerah yang menjadi tujuan mudik. Kemudian, juga meninjau daerah asal mudik yang sifatnya lokal seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” ujar Novrizal.

Sementara itu, pemerintah daerah juga bertanggung jawab untuk menggaungkan kampanye tersebut. Novrizal pun berharap 514 kabupaten atau kota di 38 provinsi bisa semakin baik mengelola sampah selama mudik.

“Mereka juga memiliki satuan tugas (satgas) terkait dengan masa mudik ini. Dengan menjadi bagian integral dari mudik nasional, ini akan semakin masif. Semua akan disentuh, bukan hanya kalangan KLHK saja, tetapi sektor semua komponen, karena itu bagian masuk menjadi program mudik nasional,” jelasnya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/pemudik-capai-193-juta-saatnya-terapkan-mudik-minim-sampah/feed/ 0
Kesadaran Pemudik Terhadap Timbulan Sampahnya Masih Rendah https://www.greeners.co/berita/kesadaran-pemudik-terhadap-timbulan-sampahnya-masih-rendah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kesadaran-pemudik-terhadap-timbulan-sampahnya-masih-rendah https://www.greeners.co/berita/kesadaran-pemudik-terhadap-timbulan-sampahnya-masih-rendah/#respond Mon, 09 May 2022 05:32:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=36118 Jakarta (Greeners) – Meski penanganan sampah selama mudik dan libur Lebaran tahun 2022 lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun kesadaran masyarakat terhadap sampah yang mereka hasilkan masih rendah. Direktur Pengelolaan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Meski penanganan sampah selama mudik dan libur Lebaran tahun 2022 lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun kesadaran masyarakat terhadap sampah yang mereka hasilkan masih rendah.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan, jumlah pemudik tahun ini lebih besar jika kita bandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya pemerintah memprediksi 85 juta orang akan mudik di Lebaran 2022. Jika satu orang menghasilkan sampah 0,1 kg sampah per hari, maka ada ada 8,5 juta-10 juta kg sampah.

Kendati demikian, KLHK sejak awal telah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan semua pemda dan kementerian/lembaga yang membawahi fasilitas umum publik untuk memastikan penanganan sampah selama mudik Lebaran.

Ia menyatakan, penanganan sampah selama mudik Lebaran telah terkondisi dengan baik. Ini terlihat dari kerja keras para petugas kebersihan di daerah dalam mengantisipasi sampah.

“Saya memberikan apresiasi pada semua petugas kebersihan. Semua pemerintah daerah dan pengelola fasilitas umum sekarang sudah aware dengan persoalan sampah. Di saat orang pada libur tapi petugas kebersihan di daerah tetap bekerja,” katanya kepada Greeners, Senin (9/5).

Kesigapan Petugas Bersihkan Sampah Mudik

Novrizal mencontohkan, misalnya saat terjadi penumpukan sampah di Pantai Pangandaran pada siang hari, dengan sigap para petugas kebersihan bergerak pada malam hari. Keesokan harinya sampah sudah tak terlihat lagi. Demikian juga pada kasus viralnya sampah di KM 33 tol Jakarta Cikampek pada Sabtu, 30 April 2022 lalu, saat ia mengecek pada Minggu paginya sudah bersih lagi.

“Yang menjadi persoalan di KM 33 tol itu begitu macet mereka (pemudik) pada berhenti di situ dan sampah pada keluar semua,” ucapnya.

Ia menyatakan, masih ada akar permasalahan sampah selama mudik Lebaran yakni belum adanya kesadaran perilaku untuk tidak membuang sampah sembarangan. Padahal, pemerintah telah melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif, baik melalui media tv, cetak, hingga media sosial.

Padahal, kelemahan-kelemahan perilaku publik soal sampah masih menjadi tugas besar bersama. “Perlu ditekankan bahwa masyarakatnya perlu mengubah perilaku. Jangan punya pikiran saya buang sampah keluar nanti ada yang membersihkan,” tegasnya.

Meski aktivitas pemerintah dan kantor telah aktif pasca libur Lebaran, tapi arus balik masih terus terjadi. Novrizal memastikan antisipasi penanganan sampah selama arus balik ini juga tetap berlaku.

KLHK Dorong Pemda Antisipasi Timbulan Sampah

Sebelumnya KLHK telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri LHK Nomor SE.3/MENLHK/PSLB3/PLB.0/4/2022 Tentang Pengelolaan Sampah Dalam Rangka Mudik Lebaran. SE ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah mengurangi timbulan sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menyatakan, KLHK telah menyiapkan aturan tersebut sejak beberapa bulan lalu. Selain itu, pengecekan juga dilakukan terhadap cara kerja pengelolaan sampah di stasiun, pelabuhan, bandara dan rest area jalan tol. Ia juga memastikan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Kita juga telah mengingatkan pemerintah daerah, berkoordinasi dengan tingkat pusat untuk mengingatkan dan mengedukasi pemudik, mengecek sarana pengelolaan sampahnya hingga ke TPA. Langkah-langkahnya sudah sesuai standar. Ini tidak gampang, namun mudah-mudahan semakin baik,” ungkapnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/kesadaran-pemudik-terhadap-timbulan-sampahnya-masih-rendah/feed/ 0
Tinjau Stasiun dan Pelabuhan, Menteri LHK Dorong Mudik Minim Sampah https://www.greeners.co/aksi/tinjau-stasiun-dan-pelabuhan-menteri-lhk-dorong-mudik-minim-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tinjau-stasiun-dan-pelabuhan-menteri-lhk-dorong-mudik-minim-sampah https://www.greeners.co/aksi/tinjau-stasiun-dan-pelabuhan-menteri-lhk-dorong-mudik-minim-sampah/#respond Thu, 28 Apr 2022 04:00:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=36012 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan pengelolaan sampah yang para pemudik hasilkan dilakukan dengan baik dan sesuai standar. Untuk itu, KLHK mengampanyekan Mudik Minim Sampah agar […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan pengelolaan sampah yang para pemudik hasilkan dilakukan dengan baik dan sesuai standar. Untuk itu, KLHK mengampanyekan Mudik Minim Sampah agar masyarakat peduli terhadap upaya perilaku minim sampah selama mudik.

“Yang paling penting, KLHK mendorong perilaku masyarakat peduli sampah. Dimulai dari upaya minim sampah selama mudik atau liburan Lebaran,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya dalam keterangannya, saat meninjau kesiapan pengelolaan sampah di Stasiun Kereta Pasar Senen dan Pelabuhan Tanjung Priok, baru-baru ini.

Pemudik sudah memadati kedua tempat tersebut. Menurut pengamatan Menteri Siti di Stasiun Pasar Senen, sudah tersedia tempat sampah terpilah. Selain itu ada sosialisasi dari petugas, sehingga para penumpang terpantau patuh menempatkan sampah pada tempatnya. Tempat sampah pun banyak di masing-masing peron.

Begitu pun juga di Pelabuhan Tanjung Priok, Siti menyerahkan bantuan berupa sarana prasarana tempat sampah terpilah kepada otoritas pengelola pelabuhan. Ia meninjau dan menyimak penjelasan pengelola pelabuhan terkait penanganan sampah.

“Senang sekali menyaksikan masyarakat pulang mudik dengan aman dan sehat. Tidak mudah menyiapkan kondisi seperti ini. Secara pribadi saya berterima kasih kepada kepala stasiun dan pimpinan Pelindo, otoritas pelabuhan, syahbandar, terima kasih sudah menyiapkan sarana prasarana dengan baik dan mengedukasi masyarakat,” tuturnya.

KLHK memastikan dukungan fasilitas tempat sampah terpilah dalam rangka mudik minim sampah. Foto: KLHK

Bekal Makan dan Minum Guna Ulang Cerminkan Mudik Minim Sampah 

Tak hanya itu, Siti juga terlihat menyapa dan berdialog dengan para pemudik. Ia juga mengedukasi masyarakat secara langsung dengan memberikan bingkisan yang bersisi tempat minum dan makan guna ulang. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengurangi timbulan sampah dengan membawa bekal makan dan minum yang dapat mereka guna ulang.

Sebagai salah satu upaya mengantisipasi timbulan sampah, KLHK menyerahkan bantuan berupa sarana dan prasarana tempat sampah terpilah. KLHK juga meminta kepada pengelola fasilitas publik seperti stasiun, terminal, rest area, pelabuhan dan bandara untuk melakukan edukasi kepada publik agar bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka timbulkan.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri LHK Nomor SE.3/MENLHK/PSLB3/PLB.0/4/2022 Tentang Pengelolaan Sampah Dalam Rangka Mudik Lebaran. SE ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi timbulan sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Siti menyatakan, pihak KLHK telah menyiapkan aturan tersebut sejak beberapa bulan lalu. Selain itu, pengecekan juga KLHK lakukan terhadap cara kerja pengelolaan sampah di stasiun, pelabuhan, bandara dan rest area jalan tol. Ia juga memastikan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Kita juga telah mengingatkan pemerintah daerah, berkoordinasi dengan tingkat pusat untuk mengingatkan dan mengedukasi pemudik, mengecek sarana pengelolaan sampahnya hingga ke TPA. Langkah-langkahnya sudah sesuai standar. Ini tidak gampang, namun mudah-mudahan semakin baik,” paparnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tinjau-stasiun-dan-pelabuhan-menteri-lhk-dorong-mudik-minim-sampah/feed/ 0
85 Juta Pemudik, Yuk Dukung Mudik Minim Sampah! https://www.greeners.co/berita/85-juta-pemudik-yuk-dukung-mudik-minim-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=85-juta-pemudik-yuk-dukung-mudik-minim-sampah https://www.greeners.co/berita/85-juta-pemudik-yuk-dukung-mudik-minim-sampah/#respond Mon, 18 Apr 2022 06:15:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=35917 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengampanyekan Mudik Minim Sampah di seluruh jalur moda transportasi dan titik-titik peristirahatan (rest area) jalan tol. Menteri Perhubungan memperkirakan ada lonjakan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengampanyekan Mudik Minim Sampah di seluruh jalur moda transportasi dan titik-titik peristirahatan (rest area) jalan tol. Menteri Perhubungan memperkirakan ada lonjakan pemudik di tahun 2022. Jumlah pemudik perkiraannya mencapai 85 juta orang pada Lebaran tahun ini.

Melonjaknya jumlah pemudik ini akan berdampak pada tingginya jumlah timbulan sampah. Misalnya di fasilitas umum jalur transportasi, seperti stasiun, terminal, hingga rest area. Dalam hal ini, KLHK menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Pengendalian Sampah dalam Rangka Mudik Lebaran.

Direktur Penanganan Sampah Direktorat Jenderal PSLB3 KLHK Novrizal Tahar mengatakan, terdapat hal krusial yang perlu diantisipasi terkait sampah yang dihasilkan selama mudik lebaran. Menurutnya pemudik harus melakukan aksi minim sampah. KLHK mendorong, pemudik agar menghabiskan makanan agar tak ada makanan yang tersisa.

Selama ini, sambung dia upaya kampanye dan edukasi mudik minim sampah hanya dilakukan di titik-titik rest area. Akan tetapi, pada tahun ini KLHK akan berkoordinasi dengan pihak pengelola jalur transportasi, baik itu stasiun, terminal, pelabuhan penyebrangan.

Termasuk, sambungnya mendorong pengelola jalur transportasi untuk memastikan fasilitas pewadahan yang terpilah. Selanjutnya memastikan peranan pemerintah daerah untuk berkoordinasi bersama pengelola fasilitas umum jalur transportasi terkait fasilitas penanganan sampahnya.

“Sehingga mudik ini bisa berjalan dengan baik, sehat dan bersih tentunya dengan minim sampah. Tagline-nya Mudik Minim Sampah,” katanya akhir pekan lalu saat peninjauan fasilitas mudik.

Timbulan Sampah Saat Mudik Lebaran Tahun 2022 Akan Sangat Besar

Novrizal menyebut, tahun ini KLHK memprediksi sampah yang masyarakat hasilkan sangat besar, yakni mencapai 8,5 juta hingga 10 juta kilogram. Perkiraan tersebut KLHK ambil dari asumsi satu orang menghasilkan sebanyak 0,1 kilogram sampah per hari, dengan prediksi 85 juta pemudik. Sementara berkaca dari tahun 2018, sebanyak 19 juta pemudik hasilkan sampah mencapai 13.500 ton.

Peninjauan lokasi ke berbagai pengelola semua jalur transportasi dan rest area KLHK lakukan untuk mengkampanyekan Mudik Minim Sampah pada Sabtu (16/4) hingga Minggu (17/4). Pantauan KLHK lakukan mulai dari stasiun, titik-titik rest area, pelabuhan dan terminal bus.

Beberapa di antaranya yaitu Stasiun Pasar Senen, Terminal Kampung Rambutan, Pelabuhan Merak Banten, Terminal Pulo Gebang dan Pelabuhan Priok, rest area KM 14, KM 42 dan KM 68.

Dalam pantauannya di Stasiun Pasar Senen dan Terminal Kampung Rambutan, Novrizal menyebut secara umum kondisinya baik. Bahkan di Stasiun Pasar Senen telah dilengkapi dengan petugas kebersihan telah pengelola siagakan untuk membersihkan sampah. Selain itu, ketersediaan tempat sampah cukup memadai dan adanya dukungan pemerintah daerah setempat.

Sampah Organik dan Plastik Mendominasi

Sementara itu, Kepala Terminal Kampung Rambutan Yulza Romadoni menyebut, jenis sampah yang mendominasi selama ini yaitu sampah anorganik, plastik. Penanganan sampah pihak terminal lakukan melalui proses daur ulang sebelum akhirnya sampah yang tak bisa diolah mereka bawa ke TPA Bantar Gebang.

Ia menyebut, rata-rata jumlah sampah yang terminal hasilkan dalam satu hari mencapai 60 hingga 80 kilogram. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari enam hingga delapan tong dengan perkiraan satu tong berisi sepuluh kilogram sampah.

Lebih jauh Yulza menyebut, prediksi puncak pemudik di Terminal Kampung Rambutan yakni pada H-4 dan H-3 Lebaran. Selain memastikan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan fasilitas penanganan sampah, ia juga akan segera mengimbau pada pemudik agar mengupayakan minim sampah. “Akan terus kita gencarkan untuk kampanye minim sampah pada pemudik ini,” ujar dia.

Sementara itu Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan KLHK, Ujang Solihin Sidik menyatakan, berdasarkan pantauan di Pelabuhan Merak Banten dan tiga rest area KM 14, KM 42 dan KM 68 terlihat bersih, tak terlihat tumpukan sampah di lokasi.

Tempat penampungan sementara (TPS) sampah kondisinya masih normal tidak terjadi tumpukan sampah yang over capacity.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/85-juta-pemudik-yuk-dukung-mudik-minim-sampah/feed/ 0
KLHK : Siapkan Tong Sampah Terpilah di Berbagai Fasilitas Mudik https://www.greeners.co/berita/klhk-siapkan-tong-sampah-terpilah-di-berbagai-fasilitas-mudik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-siapkan-tong-sampah-terpilah-di-berbagai-fasilitas-mudik https://www.greeners.co/berita/klhk-siapkan-tong-sampah-terpilah-di-berbagai-fasilitas-mudik/#respond Sun, 17 Apr 2022 05:27:22 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=35907 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK) mendorong agar semua pengelola jalur transportasi memastikan dan menyediakan tong sampah secara terpilah. Upaya ini harus menjadi perhatian selama periode mudik […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK) mendorong agar semua pengelola jalur transportasi memastikan dan menyediakan tong sampah secara terpilah. Upaya ini harus menjadi perhatian selama periode mudik Lebaran tahun 2022 melalui kampanye Mudik Minim Sampah.

Direktur Penanganan Sampah Direktorat Jenderal PSLB3 KLHK Novrizal Tahar menyatakan, kampanye minim sampah harus diikuti dengan pemilahan. Caranya melalui penyediaan fasilitas pewadahan tong sampah terpilah. Mulai dari sampah kering atau anorganik, sampah basah atau organik dan residu. Standar tersebut, sambung Novrizal harus semua pengelola fasilitas umum jalur transportasi penuhi.

“Ini menjadi indikator. Tempat sampah yang masih tercampur itu belum tepat,” katanya dalam peninjauan fasilitas mudik, Sabtu (16/4).

Novrizal menyebut, sampah yang telah terpilah, lalu dikumpulkan ke TPS. Selanjutnya baru dibedakan untuk diangkut ke masing-masing tempatnya. Misalnya sampah organik diangkut ke pengolahan lanjutan.

Ia juga menyebut, pentingnya koordinasi bersama dengan pemerintah daerah terkait untuk penyiapan fasilitas pewadahan terpilah hingga pengelolaan lanjutan sampah tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga harus memastikan terkait pengolahan lanjutan hingga pemrosesan akhir sampah tersebut.

Kampanyekan Minim dan Pilah Sampah

KLHK tengah gencar mengkampanyekan Mudik Minim Sampah melalui penerbitan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Pengendalian Sampah dalam Rangka Mudik Lebaran.

Peninjauan lokasi ke berbagai pengelola semua jalur transportasi KLHK lakukan untuk mengkampanyekan mudik minim sampah pada Sabtu (16/4) hingga Minggu (17/4). Lokasi tersebut mulai dari stasiun, titik-titik rest area, pelabuhan dan terminal bus.

Beberapa lokasi di antaranya yaitu Stasiun Pasar Senen, Terminal Kampung Rambutan, Pelabuhan Merak Banten, Terminal Pulo Gebang dan Pelabuhan Priok. Lalu ada pula rest area KM 14, KM 42 dan KM 68 jalur tol.

Novrizal menyebut, tinjauan lokasi kampanye Mudik Minim Sampah tersebut sekaligus sebagai stimulus agar hal sama juga berlaku seluruh jalur transportasi dan rest area di seluruh Indonesia.

“Ini sekaligus mendorong agar mereka juga bersemangat untuk mengantisipasi mudik tahun ini. Penyiapan fasilitas, termasuk pewadahan dan tenaga-tenaga kebersihan harus diupayakan agar bisa optimal,” ucapnya.

Masyarakat juga KLHK ajak untuk membudayakan gerakan minim sampah saat dan setelah mudik. Foto: Ramadani Wahyu/Greeners

85,5 Juta Orang Akan Mudik

Berdasarkan hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun 2022 perkiraanya mencapai 85,5 juta orang secara nasional dan 14,3 juta orang di antaranya dari (Jabodetabek).

Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan KLHK, Ujang Solihin Sidik yang akrab disapa Uso menyatakan, jika setiap pemudik menghasilkan sampah 0,5 kilogram maka jumlah timbulan sampah dari aktivitas mudik Jabodetabek adalah 5.050 ton. “Jumlah sampah yang sangat banyak dan timbul dalam waktu relatif singkat (7-10 hari),” katanya.

Melalui kampanye mudik minim sampah ini KLHK ingin mengajak seluruh pemudik menerapkan minim sampah di masa mudik. Namun tak hanya sebatas kampanye itu, KLHK ingin mendorong budaya minim sampah.

“Tujuannya sebagai upaya membangun perilaku minim sampah, baik saat mudik lebaran maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dia.

Beberapa perilaku mudik minim sampah di antaranya ajakan untuk menggunakan peralatan makan dan minum yang dapat masyarakat gunakan berulang kali. Masyarakat bisa membawa kotak makan, sendok, tempat air minum dan tas belanja.

Pengelola jalur transportasi, rest area maupun pemerintah daerah harus menekankan hal ini. Imbauan bisa melalui bentuk poster, iklan, layanan masyarakat dan media sosial, spanduk serta baliho sejak H-10 sebelum perayaan Idul Fitri.

Berbagai pihak termasuk pemerintah daerah juga harus terlibat. “Rencananya, sambung dia pekan depan KLHK akan mengundang rapat seluruh pemda kabupaten/kota yang dilalui jalur mudik sebagai langkah awal kegiatan koordinasi,” ungkap Uso.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/klhk-siapkan-tong-sampah-terpilah-di-berbagai-fasilitas-mudik/feed/ 0
Jelang Ramadhan, Pemerintah Ajak Masyarakat “Mudik Tanpa Sampah” https://www.greeners.co/berita/jelang-ramadhan-pemerintah-ajak-masyarakat-mudik-tanpa-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jelang-ramadhan-pemerintah-ajak-masyarakat-mudik-tanpa-sampah https://www.greeners.co/berita/jelang-ramadhan-pemerintah-ajak-masyarakat-mudik-tanpa-sampah/#respond Mon, 29 Apr 2019 05:06:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=23211 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan berdiskusi kepada para pemangku kepentingan untuk menjalankan Mudik Tanpa Sampah dengan menyiapkan tempat sampah terpilah di sekitar tempat-tempat mudik.]]>

Jakarta (Greeners) – Tradisi mudik dalam bulan Ramadhan lekat dengan umat muslim di Indonesia. Untuk mengantisipasi timbulan sampah di sepanjang jalur mudik, pemerintah mengimbau semua masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ketika mudik. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan berdiskusi kepada para pemangku kepentingan untuk menjalankan Mudik Tanpa Sampah dengan menyiapkan tempat sampah terpilah di sekitar tempat-tempat mudik.

“Jadi lintas sektor dari darat, laut dan udara akan diimbau untuk memperhatikan masalah sampah ini, terutama penanganan sampah plastik. Nanti di dermaga dan di kapal-kapal akan kita siapkan tempat sampah supaya tidak ada yang membuang sampah di laut. Masih banyak masyarakat yang mengabaikan kebersihan ini dan menanggap laut sebagai tempat belakang untuk sampah,” ujar Budi pada acara peluncuran Gerakan Indonesia Bersih di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (28/04/2019).

BACA JUGA: Gerakan Indonesia Bersih Diluncurkan, Luhut: Saatnya Kampanye Peduli Sampah! 

Budi mengatakan, Mudik Tanpa Sampah merupakan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membawa tempat minum atau alat makan yang bisa digunakan berulang kali untuk mengurangi produksi sampah ketika mudik.

“Mudik Tanpa Sampah ini akan dikoordinasikan kepada Pak Luhut (Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman), mungkin minggu depan tapi pada dasarnya kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak. Marilah kita peduli pada sampah plastik ini karena sudah waktunya kita peduli dengan lingkungan kita. Contohnya di kapal nanti harus ada tempat pembuangan, pengumpulan atau pemilahan. Mungkin minggu depan sudah disediakan di pelabuhan-pelabuhan harus ada tempat sampah yang seperti itu,” kata Budi.

BACA JUGA: Menko Maritim Galang Dukungan Publik untuk Aksi Nyata Indonesia Bersih 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Mudik Tanpa Sampah memang baru ada saat ini, namun sebelumnya sudah dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Mudik Tanpa Sampah yang diterapkan oleh KLHK ini sebelumnya sudah disepakati untuk diimplementasikan pada semua elemen dan dilakukan secara nasional,” kata Luhut.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar mengatakan bahwa Mudik Tanpa Sampah ini merupakan peradaban yang bagus karena membuat mudik menjadi lebih nyaman dan indah.

“Menteri Perhubungan sudah bilang mudik harus tanpa sampah. Kita bangun budaya peradaban yang bagus ini. Mudik sesuatu yang baik dan kita tambahkan peradaban dengan tidak menghasilkan sampah di jalan. Akan kita buat semaksimal mungkin, dari sekarang kita kampanyekan dan kita lakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan sektor-sektor lainnya untuk Mudik Tanpa Sampah ini,” ujar Novrizal.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/jelang-ramadhan-pemerintah-ajak-masyarakat-mudik-tanpa-sampah/feed/ 0