musang - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/musang/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 18 Dec 2022 01:47:42 +0000 id hourly 1 Musang Akar, Hewan Khas Kalimantan yang Menggemaskan https://www.greeners.co/flora-fauna/musang-akar-hewan-khas-kalimantan-yang-menggemaskan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=musang-akar-hewan-khas-kalimantan-yang-menggemaskan https://www.greeners.co/flora-fauna/musang-akar-hewan-khas-kalimantan-yang-menggemaskan/#respond Sun, 18 Dec 2022 03:00:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38316 Pada mulanya musang akar hanya bisa kita temukan di hutan-hutan Kalimantan. Namun seiring berjalannya waktu, musang tersebut kini dapat kita jumpai di berbagai daerah karena jamak dikembangbiakkan oleh para pecinta […]]]>

Pada mulanya musang akar hanya bisa kita temukan di hutan-hutan Kalimantan. Namun seiring berjalannya waktu, musang tersebut kini dapat kita jumpai di berbagai daerah karena jamak dikembangbiakkan oleh para pecinta hewan.

Musang akar adalah salah satu hewan nokturnal yang berasal dari famili Viverridae. Spesiesnya tergabung dalam genus Arctogalidia, sehingga memiliki nama ilmiah A. trivirgata.

Berdasarkan klasifikasinya, dapat kita ketahui bahwa musang ini berkerabat dengan musang bulan khas Sumatra, musang garangan khas Pulau Jawa, serta musang Bali.

Luwak juga tergolong sebagai kerabat dari spesies ini. Mereka sama-sama tergabung dalam famili Viverridae, meskipun hewan omnivora itu berasal dari genus Paradoxurus.

Morfologi dan Ciri-Ciri Musang Akar

Musang akar merupakan hewan mamalia bertubuh yang ramping sepanjang 50–60 cm. Mereka dapat berkembang biak hingga seberat 1,3 kg, meski ada pula yang mencapai 3 kg.

Berkat bentuk tubuhnya, hewan ini dapat dengan gesit menerobos rimbunnya pepohonan. Bulunya yang berwarna abu kecokelatan juga mempermudah proses menyamar di kegelapan.

Spesies A. trivirgata memiliki cakar tajam yang tidak terlalu panjang. Punggungnya mempunyai motif khas berupa garis hitam pucat, yang memanjang mulai dari kepala sampai ke ekor.

Seperti bentuk dan corak tubuhnya, cakar musang pun mempunyai sejumlah kegunaan. Selain alat pertahanan diri, cakar pendek tersebut membantunya dalam mencengkram dahan.

Jika diperhatikan, ukuran ekor musang ini lebih panjang dari tubuhnya. Ekor berwarna abu-abu pucat itu berfungsi sebagai penyeimbang tubuh saat mereka berada di ketinggian.

Habitat dan Distribusi Musang Akar

Habitat musang akar berada di hutan primer dan sekunder sampai ketinggian 1.500 meter di atas laut. Mereka dapat hidup pada suhu 24–26 Celsius, dengan kelembaban udara 98–100 %.

Tipe habitat ini diketahui hampir mirip dengan musang luwak. Tidak heran memang, mengingat kedua satwa itu berasal dari Asia Tenggara dan tergabung dalam keluarga yang sama.

Seperti musang luwak, spesies A. trivirgata kini bisa kita temukan di daerah perkotaan. Mereka tidak dikembangbiakkan untuk kebutuhan industri, melainkan hewan peliharaan eksotis.

Melansir IUCN Red List, status konservasi A. trivirgata berada pada kategori “least concern”. Ia tidak tergolong sebagai satwa dilindungi, sehingga masih boleh diperjualbelikan dan dipelihara.

Saat ini, hewan khas Kalimantan itu tersebar sampai ke Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan sebagainya. Mereka juga dapat kita jumpai di India, Indochina, dan Semenanjung Malaya.

Perilaku dan Kebiasaan Musang Akar

Musang akar dapat dipelihara karena karakteristiknya yang jinak. Ada yang bilang hewan ini mirip seperti kucing, gampang dipelihara dan dapat mengonsumsi segala jenis makanan.

Jika sudah familiar, jenis musang ini dapat bermanja-manja dengan pemiliknya. Namun ia juga memiliki pemalu dan cukup agresif, terutama pada saat musang kawin setahun sekali.

Spesies A. trivirgata mempunyai daun telinga yang lebar dan sangat sensitif. Daun telinganya itu dapat mendeteksi kehadiran hewan lain dan mangsa, walau dalam jarak yang cukup jauh.

Selain telinga, mata dan penciuman musang ini berfungsi sangat baik. Matanya sangat awas di kegelapan, sedangkan indra penciumannya bisa membedakan buah yang mentah dan matang.

Buah-buahan adalah makanan favorit satwa arboreal (hidup di atas pohon) ini. Mereka sesekali memburu serangga, reptil, telur, cacing dan unggas, untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.

Perlu diingat, bijaklah dalam memilih hewan peliharaan. Walaupun spesies ini tergolong jinak, bukan berarti mereka layak dipelihara dan dapat hidup berdampingan dengan manusia.

Taksonomi Arctogalidia Trivirgata

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/musang-akar-hewan-khas-kalimantan-yang-menggemaskan/feed/ 0
Luwak Hasilkan Biji Kopi Terbaik di Dunia https://www.greeners.co/flora-fauna/luwak-hasilkan-biji-kopi-terbaik-di-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=luwak-hasilkan-biji-kopi-terbaik-di-dunia https://www.greeners.co/flora-fauna/luwak-hasilkan-biji-kopi-terbaik-di-dunia/#respond Fri, 18 Nov 2022 04:04:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38005 Kalangan penikmat dan pencinta kopi tentu tak asing dengan kopi Luwak. Meski bukan termasuk salah satu varietas kopi, jenis kopi ini banyak penikmatnya. Bahkan kopi luwak merupakan kopi terbaik dan […]]]>

Kalangan penikmat dan pencinta kopi tentu tak asing dengan kopi Luwak. Meski bukan termasuk salah satu varietas kopi, jenis kopi ini banyak penikmatnya. Bahkan kopi luwak merupakan kopi terbaik dan termahal di pasaran dunia.

Ya, kopi ini memang berasal dari sisa biji kopi di pencernaan luwak yang keluar bersama kotorannya. Satwa nocturnal omnivore ini pakan umumnya adalah buah-buahan. Terkadang luwak juga suka memakan vertebrata kecil, reptil ataupun serangga.

Tergolong omnivore dari porsi dan presentase pakannya. Meski musang ini sering kali memakan ayam dan juga suka buah-buahan seperti pepaya, pisang, hingga kopi.

Oleh sebab itu, luwak dapat menyebarkan biji di hutan melalui fesesnya. Bahkan untuk luwak pemakan biji kopi, biasanya kotorannya masih berbentuk biji kopi. Di kalangan pencinta kopi, luwak terkenal karena produksi biji kopi dari hasil pencernaannya berkualitas.

Kopi luwak merupakan kopi termahal di pasaran dunia. Harganya sekitar US$ 100-600 per 500 gram. Harga jual kopi ini di Amerika Serikat bahkan hingga US$ 175. Untuk menikmati secangkir kopi luwak di California, seseorang harus merogoh kocek hingga US$ 30.

Morfologi dan Perilaku Luwak

Musang Luwak (Paradoxurus hermaphrodithus) biasanya memiliki panjang 90 cm (termasuk ekor) dan rata-rata beratnya adalah 3 kg. Secara umum spesies ini memiliki warna rambut abu-abu kecokelatan dengan ekor hitam-cokelat mulus.

Punggung spesies ini berwarna abu-abu kecokelatan dengan variasi cokelat merah tua sampai kehijauan. Bagian tengah pungungnya berwarna lebih gelap biasanya berupa tiga atau lima garis gelap yang tidak begitu jelas seperti bintik-bintik. Sementara perut bagian sampingnya berwarna lebih pucat.

Spesies ini memiliki ciri khas bintik-bintik pada seluruh tubuhnya. Wajah, kaki dan ekor cokelat gelap keputih-putihan seperti beruban.

Satwa yang aktif pada malam hari (nokturnal) ini bereproduksi sepanjang tahun. Namun terlihat kawin pada siang hari dengan kondisi yang lembap serta cahaya yang redup. Selama masa kawin yang singkat, biasanya pasangan luwak akan tetap tinggal bersama sampai anaknya lahir.

Induk musang biasanya melahirkan sekitar 2-4 anak. Lalu anak yang baru mereka lahirkan biasanya terlihat antara bulan Oktober hingga Desember. Sang induk akan mengasuh anaknya hingga bisa mencari makan sendiri. Biasanya anaknya mereka simpan di dalam lubang pohon atau goa.

Ekologi habitat dan Persebaran

Di alam, habitat yang luwak sukai antara lain semak-semak, hutan sekunder, perkebunan dan sekitar pemukiman manusia. Mereka dapat kita temukan di daerah dataran rendah hingga di daerah dengan ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Luwak juga tersebar di Asia Tengah, Selatan dan Tenggara. Mulai dari India, Sri Lanka, China bagian Selatan sampai Semenanjung Malaya ke Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Filipina.

Beberapa penelitian juga menyebutkan luwak terdapat di Selandia Baru dan Papua Nugini. Kemungkinan sebagai hasil introduksi.

Ancaman dan Status Konservasi

Sayangnya, saat ini luwak masih sering manusia perdagangkan untuk menjadi peliharaan di rumah. Banyak juga laporan satwa ini berpotensi sebagai reservoir dari bakteri patogen dan resistensi antimikroba. Namun kepastian atas informasi itu masih sangat terbatas.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) Musang luwak masuk ke dalam kategori least concern (LC) atau risiko rendah. Kemudian menurut Convention International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) masuk dalam kategori Appendix III.

Namun jika perburuan dan perdagangan secara ilegal terus menerus terjadi sangat mungkin statusnya bisa berubah. Selain itu banyak laporan satwa ini sebagai sumber zoonosis. Dengan begitu status Musang luwak mungkin naik ke Appendix II hingga Appendix I.

Taksonomi Spesies Musang Luwak 

 

Penulis : Zenobia Anwar

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/luwak-hasilkan-biji-kopi-terbaik-di-dunia/feed/ 0
Musang Leher Kuning, Si Imut yang Ternyata Cukup Ganas https://www.greeners.co/flora-fauna/musang-leher-kuning-si-imut-yang-ternyata-cukup-ganas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=musang-leher-kuning-si-imut-yang-ternyata-cukup-ganas https://www.greeners.co/flora-fauna/musang-leher-kuning-si-imut-yang-ternyata-cukup-ganas/#respond Fri, 17 Dec 2021 03:04:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=34718 Gerak-gerik musang leher kuning atau Martes flavigula memang kerap menyita perhatian masyarakat. Selain dikenal memiliki wajah yang menggemaskan, hewan omnivora tersebut nyatanya tergolong sebagai spesies yang jinak. Walau awam sebut […]]]>

Gerak-gerik musang leher kuning atau Martes flavigula memang kerap menyita perhatian masyarakat. Selain dikenal memiliki wajah yang menggemaskan, hewan omnivora tersebut nyatanya tergolong sebagai spesies yang jinak.

Walau awam sebut sebagai musang, DNA M. flavigula ahli ketahui lebih dekat dengan jenis berang-berang. Mereka berasal dari famili Mustelidae, namun memiliki genus yang berbeda.

Musang leher kuning pakar identifikasi dalam genus Martes. Hewan ini setidaknya memiliki tiga subspesies berbeda yakni M. f. flavigula, M. f. chrysospila, serta spesies M. f. robinsoni.

M. f. robinsoni merupakan satwa asli Pulau Jawa, sedangkan M. f. chrysospila berasal dari Taiwan. Mereka tidak memiliki predator alami, sehingga populasinya terbilang cukup besar.

Morfologi dan Ciri-Ciri Martes Flavigula

Yellow-throated Marten adalah sebutan asing bagi spesies musang leher kuning. Ia publik kenal juga sebagai Kharza, namun sering awam sama ratakan dengan spesies biul slentek.

Morfologi biul slentek dan yellow-throated Marten memang mirip. Keduanya sama-sama memiliki tubuh dan ekor yang panjang, walau ukuran M. flavigula terbilang lebih jenjang.

Melansir berbagai sumber, ukuran kepala sampai tubuh M. flavigula berkisar 403-465 mm. Ekor hewan ini bisa berkembang hampir sepanjang tubuhnya, yakni mencapai 310-475 mm.

Ukuran kaki belakang mencapai 81-91 mm, sedangkan bobotnya antara 1.000-1.370 gram. Pejantan memiliki tubuh lebih besar, sedangkan betina tampak lebih ramping dan pendek.

Sisi atas tubuh musang leher kuning biasanya berwarna cokelat. Namun dagu, tenggorokan dan dadanya terlihat berwarna kekuningan, keputihan, atau cokelat kekuning-kuningan.

Perilaku dan Kebiasaan Musang Leher Kuning

Walau berasal dari ordo karnivora, perilaku makan M. flavigula sejatinya lebih omnivora. Ia dapat mengonsumsi buah-buahan dan nektar, serta jenis hewan-hewan kecil di habitatnya.

Dalam sejumlah riset, hewan ini disebut-sebut memburu banyak kucing dan spesies unggas. Ia bahkan mampu melumpuhkan babi hutan, yang notabene-nya berukuran lebih besar.

Untuk melindungi diri, yellow-throated Marten biasanya mengeluarkan bau yang kurang sedap. Kebiasaan ini mirip seperti kelompok Mephitidae, atau biasa disebut sebagai sigung.

Tak banyak yang mengetahui bahwa musang leher kuning ahli memanjat. Ia bahkan dapat melompat dari satu cabang pohon ke cabang lainnya, dengan jarak mencapai 8-9 meter.

Waktu perkawinan musang leher kuning terjadi pada bulan Februari hingga Maret serta Juni sampai awal Agustus. Mereka hidup berpasang-pasangan maupun dalam kelompok kecil.

Habitat dan Distribusi Martes Flavigula

Spesies M. flavigula menyebar mulai dari Afghanistan, Pakistan, India, Nepal, Semenanjung Korea, selatan China, Taiwan, dan timur Rusia, Bangladesh, Myanmar, hingga Thailand.

Ia dapat pula kita jumpai di Semenanjung Malaya, Laos, Kamboja, Vietnam, serta Indonesia. Di Indonesia sendiri, hewan ini terdistribusi ke Pulau Sumatra, Jawa dan Pulau Kalimantan.

Menurut IUCN Red List, status konservasi musang leher kuning berada pada level berisiko renah atau ‘least concern.’ Populasinya terbilang banyak dengan persebaran yang merata.

Perlu Anda ketahui, spesies M. flavigula adalah jenis musang Martes dengan ukuran tubuh terbesar. Mereka dikenal sebagai hewan yang ramah serta tidak takut terhadap manusia.

Namun, menjadikan musang leher kuning sebagai peliharaan tidak ahli anjurkan. Bahkan populasinya di sejumlah negara masih terlindungi, sehingga ilegal untuk kita buru dan jual.

Taksonomi Spesies Martes Flavigula

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/musang-leher-kuning-si-imut-yang-ternyata-cukup-ganas/feed/ 0