natural - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/natural/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 03 Jun 2015 06:16:35 +0000 id hourly 1 Boots Kanvas Bionik Timberland Terinspirasi Sarang Lebah https://www.greeners.co/gaya-hidup/boots-kanvas-bionik-timberland-terinspirasi-sarang-lebah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=boots-kanvas-bionik-timberland-terinspirasi-sarang-lebah https://www.greeners.co/gaya-hidup/boots-kanvas-bionik-timberland-terinspirasi-sarang-lebah/#respond Wed, 03 Jun 2015 06:12:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9414 Sepatu menjadi salah satu item fesyen yang menarik bagi sejumlah wanita. Sepatu, baik heels maupun boots, tidak hanya menunjang penampilan agar terlihat lebih menarik, namun juga membuat pemakainya nampak lebih […]]]>

Sepatu menjadi salah satu item fesyen yang menarik bagi sejumlah wanita. Sepatu, baik heels maupun boots, tidak hanya menunjang penampilan agar terlihat lebih menarik, namun juga membuat pemakainya nampak lebih rapih.

Saat ini, pemakai sepatu bot tidak lagi didominasi kaum pria. Tidak jarang pula berbagai label sepatu mengeluarkan koleksi boots mereka khusus untuk dikenakan wanita. Mulai dari model, bahan dasar, hingga merek sepatu menjadi hal-hal yang dipertimbangkan wanita sebelum memutuskan untuk membeli produk alas kaki ini.

Belum lama ini, merek sepatu ternama, Timberland, mengeluarkan koleksi sepatu bot terbaru dalam konsep yang unik. Label sepatu asal Amerika tersebut mengeluarkan edisi sepatu bot dari bahan kanvas bionik buatan Bionic Yarn, terdiri atas 50% katun organik dan 38% dari plastik PET yang didaur ulang. Timberland sendiri merupakan salah satu label yang memiliki kecintaan terhadap alam dan menjalankan program pelestarian lingkungan.

Foto: Lloyd Pursall/www.timberland.com

Foto: Lloyd Pursall/www.timberland.com

Koleksi yang merupakan hasil kolaborasi Timberland dengan musisi papan atas Pharrell Williams ini memiliki desain yang terinspirasi dari sarang lebah dan rerumputan. Sepatu dengan heel counter enam inci ini menggunakan foto sarang lebah Pharrell untuk edisi “Honey Comb Canvas” dan gambar rerumputan untuk edisi “Grass Canvas”.

“Untuk kolaborasi keempat ini, kami memulainya dengan logo Bee Line yang eksklusif. Kami menjelajahi alam yang berkaitan dengan kehidupan lebah. Kami menemukan kesederhanaan dan keindahan alami di dalam sarang madu. Sedangkan di luar sarang lebah, kami terinspirasi oleh keindahan dan kesegaran rerumputan yang hijau,” tulisnya dalam situs resmi Timberland.com.

Foto: Lloyd Pursall/www.timberland.com

Foto: Lloyd Pursall/www.timberland.com

Kedua edisi dari sepatu ini dapat dipadupadankan dengan hot pants dan skinny jeans serta kemeja formal polos. Warnanya yang cerah dan bernuansa alam memberikan kesan natural bagi pemakainya. Sejak diluncurkan pada tanggal 22 Mei 2015 dalam edisi terbatas, koleksi boots ini sudah memiliki paling tidak seorang penggemar dari kalangan selebriti, yaitu penyanyi Beyonce Knowles. Ia memakainya di dalam video clip terbarunya bersama dengan Nicki Minaj yang berjudul “Feeling My Self”.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/boots-kanvas-bionik-timberland-terinspirasi-sarang-lebah/feed/ 0
Seleksi Ketat Bahan Alami Wangsa Jelita https://www.greeners.co/aksi/seleksi-ketat-bahan-alami-wangsa-jelita/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=seleksi-ketat-bahan-alami-wangsa-jelita https://www.greeners.co/aksi/seleksi-ketat-bahan-alami-wangsa-jelita/#respond Tue, 21 Apr 2015 00:00:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8661 Jakarta (Greeners) – Perkembangan produk perawatan kulit yang mengkategorikan diri sebagai produk alami tengah berkembang pesat. Namun, tidak semua produk tersebut murni alami, bahkan kandungan di dalamnya terkadang berpotensi mengganggu […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perkembangan produk perawatan kulit yang mengkategorikan diri sebagai produk alami tengah berkembang pesat. Namun, tidak semua produk tersebut murni alami, bahkan kandungan di dalamnya terkadang berpotensi mengganggu kesehatan.

Salah satu pendiri sekaligus CEO Wangsa Jelita, Nadya Saib mengatakan bahwa produsen produk perawatan kecantikan dapat dengan mudah mengklaim produknya “natural” karena belum ada aturan baku terhadap konsep natural tersebut. “Yang namanya ‘natural’ itu tidak ada aturannya. Itu yang memotivasi saya dan teman-teman memulai bisnis ini,” ujar Nadya usai meluncurkan wajah dan program pengembangan baru dari Wangsa Jelita yang diadakan di Warung Kebunku, Jakarta, Selasa (21/04).

Meski demikian, Nadya pun mengatakan bahwa tidak ada produk perawatan kecantikan alami yang benar-benar bebas bahan kimia. Hanya saja, kadar bahan kimia yang digunakan harus dibatasi dan diseleksi untuk menjaga unsur kealamian produk dengan label tersebut.

“Istilah ‘natural’ tidak ada regulasinya dari segi farmasi. Tetap ada chemical yang digunakan, tapi tetap harus diseleksi,” kata almunus Institut Teknologi Bandung jurusan Farmasi ini.

Salah satu pendiri sekaligus CEO Wangsa Jelita, Nadya Saib (paling kanan). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Salah satu pendiri sekaligus CEO Wangsa Jelita, Nadya Saib (paling kanan). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Untuk itulah ia menetapkan dua aturan khusus yang harus dipenuhi dalam proses produksi Wangsa Jelita. “Harus ada manfaatnya dengan tubuh dan tidak ada potensi membahayakan tubuh,” katanya tegas.

Nadya juga menyatakan bahwa Wangsa Jelita merupakan sebuah social enterprise, dimana mereka berkolaborasi dengan komunitas lokal seperti petani dan pengrajin lokal sebagai rekan usaha. Salah satunya adalah komunitas Sarongge.

Komunitas Sarongge terdiri atas para ibu yang tinggal di Desa Sarongge, dekat kaki Gunung Pangrango, Jawa Barat. Di bawah bimbingan Yayasan Green Initiative Foundation (GIF) serta supervisi Wangsa Jelita, belasan ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas ini mampu memberikan nilai tambah kepada hasil alam yang mereka miliki, yaitu sereh dan kopi, menjadi sabun alami yang berkualitas.

Nadya juga menjelaskan bahwa untuk memajukan komunitas Sarongge, mereka berusaha menggalang dana di laman kitabisa.com/Sarongge. Penggalangan dana publik ini untuk mendanai pembelian peralatan produksi (alat suling), marketing, hingga operasional bagi komunitas Sarongge.

“Kami di Wangsa Jelita percaya bahwa bisnis adalah alat yang powerful untuk menyelesaikan masalah yang ada di komunitas secara berkelanjutan,” pungkas Nadya.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/aksi/seleksi-ketat-bahan-alami-wangsa-jelita/feed/ 0