November - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/november/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 25 Feb 2019 18:20:12 +0000 id hourly 1 Alert Issued for Up Coming Rainy Season https://www.greeners.co/english/alert-issued-for-up-coming-rainy-season/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alert-issued-for-up-coming-rainy-season https://www.greeners.co/english/alert-issued-for-up-coming-rainy-season/#respond Wed, 11 Nov 2015 10:33:21 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11866 Jakarta (Greeners) – As predicted by Meteorological, Climatology, and Geophysics (BMKG), rainy season will start on November. Varied rain intensity which occur throughout the country recently are indicators that Indonesia […]]]>

Jakarta (Greeners) – As predicted by Meteorological, Climatology, and Geophysics (BMKG), rainy season will start on November. Varied rain intensity which occur throughout the country recently are indicators that Indonesia has entered different season.

National Agency for Disaster Management (BNPB) stated that parts of Sumatra and Kalimantan have already entered rainy season. Meanwhile, rain season will be coming to parts of Java island on end of November or early December.

Head of Data Information Center and spokesman for BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, said that El Nino effects were still strong as result of delayed rainy season. In addition, Sutopo underlined preparations must be made to anticipate changing seasons which often followed by different types of disaster.

“If previously, long dry season and haze resulted from forest and land fires. Then, rainy season will be bring floods, landslides and tornadoes,” he said in Jakarta, on Monday (09/11).

Regional governments, he said, need to be ready to deal with floods and landslides. There are 64 million Indonesians in 315 districts/cities living in high to moderate areas prone to floods. Meanwhile, 41 million people in 274 districts/cities are prone to landslides.

Consequently, there should be technical meetings to anticipate floods and landslides. Furthermore, BNPB and Regional Agencies need to set up a contingency plan comprise of policy, strategy, disaster map, commando, effort, resources deployment, among other things.

The contingency plan must be agreed by all stakeholders in order to be immediately operational. It will facilitate all stakeholders to do their parts.

“Early warning system from agencies, such as BMKG, Ministry of Housing and Public Works, National Institute of Aeronautics and Space (Lapan), need to be closely observed to receive updated information. In addition, socialization and training must be intensified. Floods and landslides usually occur during rainy season, from December, January to February. These disasters can be tackled as they are predicted and recognizable so we can avoid any casualties,” said Sutopo.

Reports by Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/english/alert-issued-for-up-coming-rainy-season/feed/ 0
Mobil Irit Nasional Mampu Berkontribusi Untuk Indonesia https://www.greeners.co/berita/mobil-irit-nasional-mampu-berkontribusi-untuk-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mobil-irit-nasional-mampu-berkontribusi-untuk-indonesia https://www.greeners.co/berita/mobil-irit-nasional-mampu-berkontribusi-untuk-indonesia/#comments Wed, 28 Nov 2012 03:00:15 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3220 Surabaya (Greenersmagz) – Setelah melangsungkan race selama dua hari, Indonesia Energy Marathon Competition (IEMC) akhirnya melahirkan para juara berdasarkan perhitungan konsumsi bahan bakar masing-masing mobil di kamar hitung. Bahkan, beberapa […]]]>

Surabaya (Greenersmagz) – Setelah melangsungkan race selama dua hari, Indonesia Energy Marathon Competition (IEMC) akhirnya melahirkan para juara berdasarkan perhitungan konsumsi bahan bakar masing-masing mobil di kamar hitung.

Bahkan, beberapa diantara kategori tersebut justru melahirkan beberapa nama baru yang sebelumnya tidak diperkirakan untuk menjadi jawara di kancah mobil irit nasional ini.

Dua nama dalam lima kategori mobil berdasarkan bahan bakarnya yang menjadi juara dalam kompetisi ini adalah kelas urban dan prototype dengan kategori mesin diesel, gasoline, dan listrik.

Sementara itu, dari kategori mesin diesel untuk kelas prototype dan urban berhasil dimenangkan oleh tim dari ITS, yakni ITS Team 4 dan ITS Team 2, dengan nilai 343,8692 dan 147,834 kilometer per liter. Pada kategori prototype diesel, posisi kedua ditempati oleh Tim Semar Proto Diesel dengan torehan 130,6817 kilometer per liter. Sedangkan untuk kategori urban diesel, ITS Team 4 menjadi juara satu-satunya karena Tim Albert PNJ dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) gagal menuntaskan race.

Hasil unik terjadi pada kategori prototype gasoline. ITS Team 1 dari ITS harus berbagi gelar juara dengan Tim Nakoela Hore dari Universitas Indonesia (UI) karena keduanya memperoleh nilai sama yakni 338,1967 kilometer per liter. Setelah tim juri dan panitia berunding, akhirnya diputuskan bahwa kedua tim menjadi juara pertama dalam kategori tersebut.

“Pada lomba ini, setiap tim diberi kesempatan untuk melakukan race sebanyak lima kali. Itu pun setelah dinyatakan lolos scrutineering atau uji inspeksi teknis yang meliputi bobot kendaraan, jenis bahan bakar, ukuran kendaraan, dan lain-lain. Tapi kalau tim tersebut sudah merasa puas dengan capaian pada race tertentu, ya diperbolehkan untuk tidak melakukan sampai lima kali race,” papar ketua pelaksana, Didit Ardiyanto, Selasa (27/11).

Sementara, untuk kategori prototype listrik, Tim Arjuna Hore dari UI masih mendominasi perolehan nilai dan menjadi juara pertama yakni 165,2474 kilometer per kilowatt jam. Mereka juga sempat mengikuti even Shell Eco Marathon (2012) di Sepang, Malaysia. Sementara itu, pada posisi kedua, pendatang baru dari ITS Tim SAE_ZEV Otomasi ITS Team berhasil menuntaskan lap setelah beberapa kali mengalami gangguan dengan nilai 141,4592 kilometer per kilowatt jam.

Cha-PENS Team dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) harus rela menempati posisi kedua pada kategori urban listrik. Setelah sempat memimpin hingga menjelang akhir sesi race dengan nilai 42,25259 kilometer per kilowatt jam, Tim Nusa Kencana dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memberi kejutan. Tepat pada percobaan terakhirnya, Nusa Kencana unggul dari Cha-PENS dengan perolehan 45,9823 kilometer per kilowatt jam.

Pada kategori urban gasoline, Tim Horas dari Universitas Sumatera Utara justru keluar sebagai pemenang dengan torehan 139,367 kilometer per liter. ITS Team 3 yang dijagokan akan menjadi juara pada kategori ini justru gagal menyelesaikan race karena masalah pada bagian drivetrain (sistem penggerak). Alhasil, pada posisi kedua ditempati oleh Tim Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada dengan nilai 83,2401 kilometer per liter.

“Acara ini dapat menyumbang sedikit kontribusi bagi kemandirian teknologi bangsa hingga mewarisi anak cucu kita. Kami berharap ini bukan sekedar lomba tetapi menjadi inspirasi bagi bangsa untuk menciptakannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Rektor ITS, Triyogi Yuwono DEA. (G25)

]]>
https://www.greeners.co/berita/mobil-irit-nasional-mampu-berkontribusi-untuk-indonesia/feed/ 1