olahraga lari - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/olahraga-lari/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 25 Sep 2023 05:13:18 +0000 id hourly 1 5 Cara Bangun Motivasi Anak untuk Menyukai Olahraga Lari https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-bangun-motivasi-anak-untuk-menyukai-olahraga-lari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-cara-bangun-motivasi-anak-untuk-menyukai-olahraga-lari https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-bangun-motivasi-anak-untuk-menyukai-olahraga-lari/#respond Mon, 25 Sep 2023 05:13:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=41698 Olahraga lari bukan hanya sekadar orang dewasa saja yang bisa melakukannya. Namun, olahraga yang menyehatkan ini juga bisa anak-anak lakukan. Bahkan, banyak manfaat baik bagi kesehatan si kecil, lho,Sobat Greeners! […]]]>

Olahraga lari bukan hanya sekadar orang dewasa saja yang bisa melakukannya. Namun, olahraga yang menyehatkan ini juga bisa anak-anak lakukan. Bahkan, banyak manfaat baik bagi kesehatan si kecil, lho,Sobat Greeners!

Olahraga lari merupakan olahraga high impact yang mempunyai manfaat kesehatan yang sangat baik bagi anak-anak. Selain bisa meningkatkan kebugaran jantung dan pernafasan, olahraga lari juga bisa meningkatkan kepadatan tulang atau massa tulang. Bahkan, olahraga lari punya efek positif terhadap kesehatan mental anak.

Menurut World Health Organization (WHO), anak-anak yang masih dalam proses tumbuh dan berkembang direkomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang atau berat minimal durasi satu jam setiap hari.

BACA JUGA: Ajang Lari Jakarta Marathon Terapkan Konsep Ramah Lingkungan

Medical Director Jakarta Marathon 2023, Dokter Andi Kurniawan mengatakan dengan pendekatan yang tepat tentang manfaat dari olahraga lari, anak-anak akan lebih cenderung mengembangkan kebiasaan lari yang sehat, sehingga akan mereka bawa hingga dewasa.

“Menumbuhkan minat anak-anak terhadap olahraga lari memerlukan pendekatan yang menyenangkan,” ungkap Andi.

Berikut enam cara membangun memotivasi anak-anak usia sekolah dasar agar menyukai olahragi lari. Simak selengkapnya di bawah ini, ya, Sobat Greeners!

1. Jadilah Teladan

Tahukah kamu Sobat Greeners? Anak-anak itu cenderung meniru perilaku sikap orang tua. Jika sang anak melihat orang tua mereka menikmati olahraga lari, tentu sang anak juga akan tertarik mencobanya.

Oleh sebab itu, peran orang tua sangatlah penting untuk membentuk kebiasaan anak. Terutama dalam olahraga ini, orang tua perlu memulai olahraga lari dan mengajak sang anak untuk memulainya. Sehingga, kesukaan terhadap olahraga ini bisa menular pada anak.

2. Utamakan Keselamatan

Tidak sekadar menjadi teladan saja, dalam memotivasi anak menyukai olahraga lari, orang tua juga bisa memulainya lewat permainan atau obrolan ringan. Kemudian, sampaikan manfaat-manfaat kesehatan dari olahraga lari ini kepada anak.

Tanpa membuatnya terlalu teknis, biacarakanlah tentang bagaimana lari membantu jantung kita, paru-paru, dan membuat tulang kita menjadi kuat. Jangan lupa juga, ajarkan anak untuk memulai dengan pemanasan dan menyelesaikan melalui pendinginan untuk mencegah cedera serta meningkatkan fleksibilitas.

Ilustrasi olahraga lari. Foto: Freepik

Ilustrasi olahraga lari. Foto: Freepik

3. Jadikan Aktivitas Rutin

Tips ketiga, jadikanlah olahraga ini menjadi aktivitas yang rutin. Misalnya, orang tua bisa ajak sang anak untuk lari di pagi atau sore. Bahkan, ketika hari libur untuk aktivitas olahraga ini juga bisa dilakukan bersama keluarga.

Dengan melakukan hal ini, bukan hanya memberikan dampak kesehatan saja lho! Tetapi juga baik untuk psikologis tumbuh kembang anak.

4. Pujilah Upaya, Bukan Hasil

Sobat Greeners, kalian perlu tahu bahwa pujian inilah yang bisa meningkatkan anak semakin semangat untuk melakukan rutinitas ini. Namun, perlu diketahui juga bahwa sang anak perlu dipuji dari upaya dan semangat sang anak saat berlari, bukan hanya diberikan pujian seberapa cepat mereka berlari.

Sebab, secara tidak langsung kita sudah fokus pada upaya mengembangkan pola pikir pertumbuhan dan mengajarkan anak untuk menghargai proses, bukan hanya hasilnya.

5. Ajak Teman-teman Anak

Anak-anak lebih cenderung menikmati aktivitas yang dilakukan bersama teman-temannya dan dianggap sebagai permainan. Membuat lari menjadi permainan (seperti bermain kejar-kejaran atau berlari ke pohon tertentu atau ke tanda tertentu dan kembali) dapat meningkatkan keinginan anak untuk berlari.

Interaksi sosial dan olahraga bersama juga akan berdampak besar pada kemampuan anak bersosialisasi. Jadi ajaklah keluarga lain untuk bergabung, ya!

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-bangun-motivasi-anak-untuk-menyukai-olahraga-lari/feed/ 0
Green Heroes Run 2023, Berlari dan Berdonasi untuk Mangrove https://www.greeners.co/aksi/green-heroes-run-2023-berlari-dan-berdonasi-untuk-mangrove/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=green-heroes-run-2023-berlari-dan-berdonasi-untuk-mangrove https://www.greeners.co/aksi/green-heroes-run-2023-berlari-dan-berdonasi-untuk-mangrove/#respond Fri, 12 May 2023 04:04:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=40032 Jakarta (Greeners) – Ajang lomba lari sambil berdonasi dengan misi pelestarian lingkungan kembali digelar. Ratusan pelari akan meramaikan Green Heroes Run 2023, pada 20 Mei 2023 di Alam Sutera, Tangerang. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ajang lomba lari sambil berdonasi dengan misi pelestarian lingkungan kembali digelar. Ratusan pelari akan meramaikan Green Heroes Run 2023, pada 20 Mei 2023 di Alam Sutera, Tangerang.

Ayobantu sebuah platform donasi online menginsiasi ajang ini. Saat ini sudah ada 150 pelari di mana 10 di antaranya atlet pelari profesional. Mereka di antaranya Hilda Napitupulu, Nengsih Samady, Hamdan Sayuti, dan Atjong Jio Purwanto.

CEO Ayobantu Agnes Yuliavitriani mengatakan, olahraga adalah gerakan yang impact full dan menjadi jembatan dengan berbagai kampanye dan donasi.

Sebelumnya, Januari 2022 Green Heroes Run juga mengusung misi pelestarian lingkungan. Lalu di tahun kedua ajang ini juga kembali mengusung misi serupa, mendorong konservasi mangrove.

Hanya saja ada sedikit kekhasan pada Green Heroes Run 2023 yang mengadopsi penggunaan non fungible token (NFT). Hal ini untuk memastikan keamanan kepemilikan tiket dan medali peserta.

Agnes menambahkan, pendaftaran Green Heroes Run 2023 yang menargetkan 200 peserta ini masih terbuka dan akan ditutup, Sabtu (13/5).

Donasi Green Heroes Run 2023

Ajang ini melombakan dua kategori yakni 5K dengan biaya pendaftaran Rp 260.000 batas waktu tempuh 35 menit. Kemudian 10K, biaya pendaftaran Rp 360.000 dan batas waktu tempuh  70 menit. Ayobantu pun menargetkan terkumpul donasi untuk konservasi mangrove hingga Rp 75 juta.

“Peserta kita tantang juga untuk mencapai personal best secepat mungkin. Selisih nilai dengan pencapaian sebelumnya akan dikonversikan menjadi donasi untuk pelestarian hutan mangrove,” kata Agnes dalam media briefing Green Heroes Run 2023 di Jakarta, Kamis (11/5).

Platform jual beli aset kripto, Indodax akan menyumbangkan dana dari setiap selisih capaian personal best senilai Rp 10.000 per menit.

Seperti ajang pertama tahun lalu, Ayobantu juga masih fokus pada konservasi dan revitalisasi mangrove. Menurut Agnes hutan mangrove memainkan peranan penting dalam keberlangsungan ekosistem dan makhluk hidup di sekitarnya.

Media briefing Green Heroes Run 2023. Foto: Greeners/Ari Rikin

Diperkirakan 600.000 Hektare Mangrove Rusak

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang menjadi mitra ajang ini menilai, melindungi mangrove tidak melulu menjadi urusan dan ranah peneliti.

“Ajang semacam ini bisa menjadi wadah bagi setiap orang berperan secara nyata dalam melindungi Bumi,” ungkap Head of Membership YKAN, Astrid Candrasari.

Saat ini Indonesia merupakan negara dengan tutupan hutan mangrove terluas di dunia. Dengan luas 3,3 juta hektare, hutan mangrove Indonesia menyimpan 3,14 miliar ton karbon atau setara dengan sepertiga stok karbon mangrove dunia.

Ironisnya, hampir 600.000 hektare mangrove Indonesia dalam keadaan rusak karena degradasi, deforestasi dan alih fungsi lahan. 

Menurutnya, mangrove menjadi garda terdepan menghalau ombak, tsunami dan memitigasi perubahan iklim hingga mendongkrak sektor perekonomian masyarakat pesisir.

YKAN saat ini sudah melakukan konservasi bersama mitranya di empat lokasi yakni di Taman Wisata Alam Angke (Jakarta), Kalimantan Timur, Sumatra Selatan dan Riau.

Donasi dari ajang ini pun akan Ayobantu dan YKAN gunakan untuk konservasi mangrove di Taman Wisata Alam Angke. 

Penulis/Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/green-heroes-run-2023-berlari-dan-berdonasi-untuk-mangrove/feed/ 0
Misi Lestari, Semangat Konservasi Laut Indonesia Lewat Berlari https://www.greeners.co/aksi/misi-lestari-semangat-konservasi-laut-indonesia-lewat-berlari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=misi-lestari-semangat-konservasi-laut-indonesia-lewat-berlari https://www.greeners.co/aksi/misi-lestari-semangat-konservasi-laut-indonesia-lewat-berlari/#respond Sat, 01 Oct 2022 04:04:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=37505 Jakarta (Greeners) – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) kembali menyelenggarakan kegiatan Misi Lestari. Mengusung tema #MissionOfThe Ocean (MOTO), YKAN mengajak masyarakat untuk peduli laut dan menjaga kelestarian keanekaragaman biota laut […]]]>

Jakarta (Greeners) – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) kembali menyelenggarakan kegiatan Misi Lestari. Mengusung tema #MissionOfThe Ocean (MOTO), YKAN mengajak masyarakat untuk peduli laut dan menjaga kelestarian keanekaragaman biota laut Indonesia.

Misi Lestari merupakan kegiatan kolaboratif dalam upaya melestarikan bumi, dengan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli pada alam melalui aktivitas keseharian yang edukatif.

Tema “Mission of The Ocean” selaras dengan gerakan global yang Perserikatan Bangsa-Bangsa dorong pada Januari 2021. Mendeklarasikan ‘Dekade Ilmu Kelautan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2021-2030’ untuk mendukung upaya praktik pengelolaan perairan yang berkelanjutan.

Sebagai negara kepulauan, dua per tiga wilayah Indonesia merupakan perairan dan menopang kehidupan bagi lebih dari 60 persen penduduk Indonesia. Ekosistem laut dan pesisir yang sehat menjadi tumpuan penghidupan dan kesejahteraan rakyat dan modal alam utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim berbasis alam.

Berbagai Ancaman yang Laut Indonesia Hadapi

Fisheries Program Planning Manager YKAN, Laksmi Larastiti menyatakan, terumbu karang, ladang lamun, hingga hutan mangrove yang ada di pesisir pantai berperan sebagai penyerap karbon. “Ketika terumbu karang, ladang lamun, dan mangrove terjaga, biota laut lainnya pun bisa tetap lestari,” katanya.

Untuk mendukung Pemerintah Indonesia mengelola wilayah perairan Indonesia secara berkelanjutan, YKAN bersama mitra kini bekerja di Raja Ampat, Papua Barat. Selain itu di Rote Nusa Tenggara Timur, Bali, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Berau di Kalimantan Timur.

Laut Indonesia kini harus berhadapan dengan fenomena perubahan iklim, praktek penangkapan ikan berlebihan, pengembangan kawasan pesisir maupun praktik penghidupan masyarakat pesisir yang tidak ramah lingkungan. Misi untuk melestarikan alam utamanya ekosistem laut dan pesisir pun sejatinya harus setiap insan Indonesia miliki.

“Mission of The Ocean” menjadi misi kolektif untuk menata kembali koneksi antara manusia dan laut, demi mewujudkan laut yang sehat. Project Director Misi Lestari Astrid Candrasari menyatakan kegiatan Misi Lestari, yang mengusung konsep 4 pilar, yaitu environment, educate, engage, dan entertain.

“Salah satu cara bagi YKAN mengajak masyarakat luas terlibat dalam upaya konservasi ekosistem laut. Ajakan ini dilakukan lewat kegiatan menyenangkan dengan unsur olahraga, yaitu lari,” kata dia.

Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Misi Lestari Bakal Berlangsung Secara Hybrid

Melanie Putria, publik figur yang punya antusias tinggi dengan olahraga lari pun menambahkan lari adalah olahraga luar ruang yang juga bisa menjadi cara untuk menjaga lingkungan.

“Saya punya kebiasaan, saat berlari biasanya juga sambil memunguti sampah sampai tas saya penuh. Bagi saya, masalah lingkungan adalah masalah kita bersama, mengenai masa depan kita,” kata dia.

Misi Lestari 2022: #MissionOfTheOCean akan berlangsung secara hybrid, yakni virtual dan offline. Pelari untuk misi virtual wajib menuntaskan jarak 21 kilometer mulai tanggal 7 – 27 November 2022 menggunakan platform 99 Virtual Race.

Sementara misi offline, yang sekaligus menjadi ajang selebrasi Misi Lestari, akan berlangsung pada 27 November 2022 di Taman Waduk Tukad Badung, Denpasar, Bali. Ada 3 pilihan jarak yang bisa peserta pilih, yaitu 2,5 kilometer, 11 kilometer, dan 21 kilometer.

Pendaftaran virtual Misi Lestari 2022: #MissionOfTheOcean bisa melalui aplikasi 99 Virtual Race. Dapat diunduh di PlayStore dan AppStore, selama 29 September – 6 November 2022. Sementara pendaftaran untuk mengikuti Misi Lestari secara langsung di Bali melalui platform Ayobantu dan berlangsung 26 September – 6 November 2022.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/misi-lestari-semangat-konservasi-laut-indonesia-lewat-berlari/feed/ 0
Melanie Putria : Berlari, Pungut Sampah Kampanyekan Isu Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/melanie-putria-berlari-pungut-sampah-kampanyekan-isu-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=melanie-putria-berlari-pungut-sampah-kampanyekan-isu-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/melanie-putria-berlari-pungut-sampah-kampanyekan-isu-lingkungan/#respond Fri, 30 Sep 2022 05:15:15 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=37494 Jakarta (Greeners) – Puteri Indonesia tahun 2002 Melanie Putria kini aktif berlari. Bahkan ia punya kebiasaan unik saat berlari. Memungut sampah yang ada di sekitarnya. Kebiasaan ini ia jalankan secara […]]]>

Jakarta (Greeners) – Puteri Indonesia tahun 2002 Melanie Putria kini aktif berlari. Bahkan ia punya kebiasaan unik saat berlari. Memungut sampah yang ada di sekitarnya. Kebiasaan ini ia jalankan secara konsisten dimana pun ia berlari. Lewat aktivitasnya ini, ia ingin menebarkan kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan.

Melanie Putria yang juga fitness influencer ini mengatakan, minimnya kesadaran masyarakat terhadap kerusakan lingkungan akan berdampak buruk pada keberlanjutan generasi mendatang.

“Mungkin efek dari kerusakan lingkungan tidak sekarang, tidak hari ini. Tapi mungkin nanti saat anak cucu kita sudah besar, mereka akan terdampak. Ini yang kurang banyak dipahami, bagaimana kita harus tahu dampak buruknya ke kita,” katanya saat Greeners temui di Jakarta baru-baru ini.

Tak hanya menyehatkan baginya, olahraga lari merupakan salah satu olahraga murah meriah sehingga sangat cocok untuk mengkampanyekan isu-isu lingkungan. Terutama jika aktivitas lari di outdoor sehingga mudah terhubung dengan alam.

Berlari Sebarkan Kebaikan pada Lingkungan

Perempuan kelahiran Jakarta, 17 April 1982 ini menilai, olahraga lari juga sangat efisien menyebarkan kebaikan lingkungan mengingat anggota-anggota yang tergabung dalam komunitas lari telah memiliki kesadaran yang masif tentang isu lingkungan.

“Karena pelari punya pendekatan kekeluargaan, jadi kalau temannya lari buat charity mereka akan mendukung karena kuatnya komunitas. Jadi kalau dikolaborasikan antara lari dan isu lingkungan ini kawin banget karena pasti sangat berdekatan dengan pelari di alam terbuka,” paparnya.

Ia mengungkapkan, saat berlari di area car free day di tengah kota atau pantai, sering ia temukan banyaknya sampah plastik. “Saya punya kebiasaan, saat berlari biasanya juga sambil memunguti sampah sampai tas saya penuh. Bagi saya, masalah lingkungan adalah masalah kita bersama, mengenai masa depan kita,” imbuhnya.

Enam kali ikut maraton internasional, Melanie Putria sudah mulai rutin berlari sejak tahun 2011. Baginya berlari bukan sekadar aktivitas fisik, tapi juga membangun mental dan kebahagiaan. Bahkan Melanie pernah berlari dengan jarak tempuh paling jauh yaitu 42,195 kilometer (km).

Jika mendekati event lari maraton, ia mempunyai kebiasaan lari minimal 10 km (lima hingga enam kali seminggu). Namun untuk menjaga kebugaran, ia berlari dua hingga tiga kali seminggu sejauh lima hingga 10 km.

Selain berlari, Melanie pun ikut mendukung gerakan konservasi ekosistem laut. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Melanie Putria Terlibat Dalam Misi Lestari Ekosistem Laut

Kepedulian menjaga lingkungan dengan olahraga lari inilah yang membuat Melanie Putri tertarik untuk terlibat dalam kegiatan yang akan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) gelar lewat kegiatan Misi Lestari melalui olahraga lari.

Kegiatan Misi Lestari mengusung konsep empat pilar, yaitu environment, educate, engage, dan entertain. Hal ini menjadi salah satu cara YKAN mengajak masyarakat luas terlibat dalam upaya konservasi ekosistem laut.

Tahun ini, dengan mengangkat tema #MissionOfTheOcean (MOTO), YKAN mengajak masyarakat untuk peduli laut dan menjaga kelestarian keanekaragaman biota laut Indonesia.

“Saya senang dengan adanya kegiatan ini, selain olahraga kita juga akan disuguhi dengan keindahan alam dan kawasan konservasi alam di Pulau Bali,” ucap Melanie.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/melanie-putria-berlari-pungut-sampah-kampanyekan-isu-lingkungan/feed/ 0
15 Kesalahan Saat Berlari: Segera Cari Tahu dan Hindari! https://www.greeners.co/gaya-hidup/kesalahan-saat-berlari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kesalahan-saat-berlari https://www.greeners.co/gaya-hidup/kesalahan-saat-berlari/#respond Mon, 01 Feb 2021 12:00:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9055 Olahraga lari kini kembali menjadi tren dari gaya hidup kaum urban saat ini. Meski terkesan mudah, namun tanpa disadari ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan orang saat berlari.]]>

Greeners merangkum lima belas kesalahan yang biasa kita lakukan saat berlari. Apa saja, ya?

Olahraga lari kini kembali menjadi tren dari gaya hidup kaum urban. Banyaknya modifikasi dalam kegiatan lari menarik banyak orang untuk berolahraga lari, misalnya saja fun run, colour run, night run, hingga jomblo run (ditujukan bagi orang-orang yang berstatus single atau sedang tidak memiliki pasangan).

Naiknya partisipasi masyarakat membuat olahraga lari cukup sering  dilakukan kala weekend. Meski terkesan mudah, namun tanpa Anda sadari ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat berlari. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

15 Kesalahan Saat Berlari

1. Pola lari asimetris

Maksud dari pola lari asimetris adalah menaruh terlalu banyak beban pada salah satu sisi tubuh sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dalam berlari. Jika seorang pelari melakukan ketidakseimbangan ini maka pada akhirnya akan menyebabkan rasa sakit pada tubuh.

2. Lutut dan pinggul tidak sejajar

Permasalahan yang lain adalah orang-orang menggunakan lutut yang terlalu masuk ke dalam saat berlari karena lemahnya otot gluteus (tiga dari otot besar pada dubur). Posisi badan saat berlari yang  benar adalah sebaiknya lutut sejajar dengan pinggul. Untuk menanggulangi permasalahan ini, sebaiknya lakukan latihan penyeimbangan terhadap otot gluteus maximum dan gluteus medius pada otot belakang.

3. Melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan secara berlebihan

Dua kesalahan ini sering kali mengakibatkan cedera pada pelari. Melangkahkan kaki terlalu jauh dapat mengakibatkan overstriding. Hal ini bisa terjadi karena panggul dan tulang belakang bergerak secara berlebihan ke arah yang lainnya. Sedangkan mengayunkan tangan secara berlebihan dapat membuat tulang punggung tidak lurus saat berlari.

kesalahan saat berlari

Ketika berlari, ingat untuk tidak mengayunkan kaki dan tangan dengan terlalu berlebihan. Foto: Shutterstock.

4. Kurang memedulikan kenyamanan kaki

Dalam melakukan olahraga lari, tidak sedikit orang yang menggunakan sepatu running yang sedang tren agar tampak fashionable. Namun, kadang kita luput untuk memerhatikan kenyamanan kaki saat berlari.

Ada orang yang memiliki bentuk telapak kaki dengan lengkungan yang normal, namun ada pula orang dengan telapak kaki datar. Mereka yang memiliki telapak kaki datar biasanya akan merasakan sakit saat berlari.

Pemilihan sepatu lari yang nyaman adalah salah satu hal yang penting dilakukan karena kesalahan dalam memilih sepatu dapat menyebabkan nyeri pada pinggul, punggung dan lutut.

5. Kesalahan menaruh beban tubuh pada kaki depan atau belakang

Kadang saat berlari, kita tidak sadar terlalu menaruh beban pada telapak kaki belakang atau bagian depan. Berlari dengan menggunakan telapak kaki belakang akan menaruh beban tubuh lebih tinggi daripada menggunakan kaki depan.

Sebelum berlari, sebaiknya Anda mengetahui mana yang lebih cocok Anda praktikkan. Apakah teknik berlari dengan menaruh beban berat tubuh pada kaki bagian depan, atau kaki bagian belakang?

6. Kesalahan saat berlari: Perlengkapan yang tidak sesuai

Apa yang anda gunakan untuk berlari sering kali menjadi masalah, terutama bagi pemula. Ini karena Anda baru merasakan ketidaknyamanan biasanya ketika lari jarak jauh.

Hindari penggunaan pakaian yang berlapis-lapis supaya kegiatan berlari Anda lebih ringan. Kenakan sepatu yang sudah sering Anda pakai, agar tidak lecet. Jika ingin menggunakan sepatu lari baru, pakailah ketika Anda berlari dalam jarak yang pendek.

7. Kesalahan saat berlari: Tidak cukup sering mengganti sepatu lari

Menurut penelitian di University of Colorado, sepatu lari yang Anda gunakan secara berlebihan dapat mengurangi efisiensi dan meningkatkan kemungkinan cedera.

Waktu paling tepat untuk mengganti sepatu lari adalah setelah Anda berlari sekitar 400 mil (atau 650 km) dengan sepatu tersebut. Sangat penting bagi Anda untuk terus memantau hal ini.

Banyak pelari yang hanya mengandalkan penilaian visual saja pada kerusakan sepatu mereka. Tetapi, sebagian besar sepatu akan mengalami kerusakan yang signifikan pada bantalannya sebelum menunjukkan tanda-tanda visual keausan.

8. Terlalu banyak melapis pakaian

Saat Anda berolahraga, tubuh Anda menjadi lebih hangat. Itulah mengapa ketika Anda mengenakan pakaian hangat untuk pergi lari, Anda berkeringat terlalu cepat hanya dalam beberapa kilometer. Selain membuat Anda merasa tidak nyaman, para peneliti di University of Wales menemukan bahwa berolahraga saat Anda merasa terlalu panas dapat menyebabkan stres, mengurangi kinerja, dan menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda berolahraga dalam cuaca dingin, kenakan pakaian yang membuat Anda merasa agak sejuk saat melangkah keluar. Pada saat Anda mulai berlari, lakukan pemanasan untuk mencapai suhu yang lebih nyaman.

kesalahan saat berlari

Jika Anda berolahraga dalam cuaca dingin, kenakan pakaian yang membuat Anda merasa agak sejuk saat melangkah keluar. Foto: Shutterstock.

9. Kesalahan saat berlari: Tidak mengoleskan pelembap

Gesekan yang terjadi saat berlari pada bagian-bagian tubuh yang rentan seperti bagian belakang kaki atau area privat dapat menyebabkan iritasi atau bahkan berdarah. Oleskan pelembab sebelum berlari atau gunakan bahan yang ramah untuk tubuh Anda, untuk menghindari terjadinya kemungkinan lecet tersebut.

10. Memulai sesi terlalu cepat

Anda keluar untuk berlari, dan melesat seperti peluru. Setelah lari cepat selama 20 menit, Anda mulai terpuruk karena terengah-engah. Menghemat energi Anda di awal sesi latihan atau balapan membuat Anda menjadi pelari yang lebih baik. Sebab, Anda akan berlari dengan kecepatan yang lebih konsisten dan bisa menyelesaikannya tanpa harus tergopoh.

11. Meningkatkan jarak terlalu cepat

Para ahli menyarankan peningkatan jarak tempuh tidak lebih dari 10 persen per minggu, atau tidak lebih dari sepertiga jarak tempuh mingguan Anda. Tetapi banyak pelari yang melanggar aturan ini, sehingga menimbulkan masalah pada tubuhnya. Saat terjadi sakit pada tubuh Anda karena memaksakan diri untuk berlari dalam jarak jauh, lebih baik ambil waktu istirahat satu atau dua hari. Daripada terus berlari namun membuat tubuh Anda mengalami sakit yang lebih parah.

12. Tidak memvariasikan latihan Anda

Jika Anda melakukan sesuatu yang sama berulang kali, biasanya Anda akan mengalami kebosanan. Cobalah beberapa sesi latihan baru seperti lari interval dan fartlek dalam kegiatan lari Anda. Bahkan Anda juga bisa mencoba berlari di medan yang baru. Mencampurkan berbagai cara dalam rutinitas lari Anda dapat membuat Anda menjadi pelari yang lebih baik.

13. Kesalahan saat berlari: Tidak mengisi ‘bahan bakar’ yang benar setelah berlari

Ketika Anda menyelesaikan sesi latihan, sangat normal untuk merasa tidak ingin makan, menurut penelitian tentang nafsu makan para atlet yang dilakukan di Universitas Brigham, Utah, Amerika Serikat. Namun, mengisi kembali tenaga dengan mengonsumsi makanan atau minuman setelah lari menjadi hal yang sangat penting.

National Council on Strength and Fitness merekomendasikan makanan dengan rasio protein dan karbohidrat 3:1 untuk perbaikan dan perkembangan otot yang optimal. 45 menit setelah sesi latihan Anda adalah saat tubuh Anda mampu menyerap sebagian besar nutrisi.

14. Menyimpang dari rutinitas Anda yang biasa

Jangan mencoba apa pun dalam balapan yang belum pernah Anda lakukan dalam latihan. Jika Anda ingin menyimpan karbohidrat pada malam sebelum maraton, lakukanlah sebelum latihan jangka panjang. Anda melatih seluruh tubuh Anda, bukan hanya kaki. Jangan mengejutkan badan Anda dengan melakukan sesuatu yang berbeda.

15. Kesalahan saat berlari: Terlalu tegang

Pelari yang santai adalah pelari yang efisien. Ketegangan dapat menyebabkan cara berlari yang buruk, yang pada akhirnya menyebabkan energi terbuang percuma. Setiap kali Anda berlari, lakukan pemeriksaan pada setiap area yang tegang, terutama tubuh bagian atas, dan cobalah untuk merilekskannya.

Jika Sobat Greeners mengalami sakit atau pegal sehabis berlari, mungkin ada yang salah dari cara kamu berlari. Ayo Sobat Greeners, perhatikan lagi cara berlarimu.

Penulis: Gloria Safira dan Agnes Marpaung.

Sumber:

Live Science

Real Buzz

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kesalahan-saat-berlari/feed/ 0
Tahura Trail Running Race 2019: Berlari untuk Lingkungan https://www.greeners.co/aksi/tahura-trail-running-race-2019-berlari-untuk-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tahura-trail-running-race-2019-berlari-untuk-lingkungan https://www.greeners.co/aksi/tahura-trail-running-race-2019-berlari-untuk-lingkungan/#respond Sun, 20 Jan 2019 05:14:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=22383 Kegiatan tahunan Tahura Trail Running Race kembali diadakan untuk ketujuh kalinya pada tanggal 18-19 Januari 2019. Perlombaan lari bentang alam ini sekaligus juga menjadi pembuka bagi Asian Master Series di tahun 2019.]]>

Bandung (Greeners) – Kegiatan tahunan Tahura Trail Running Race kembali diadakan untuk ketujuh kalinya pada tanggal 18-19 Januari 2019. Perlombaan lari bentang alam ini sekaligus juga menjadi pembuka bagi Asian Master Series di tahun 2019. Tidak jauh berbeda dari tahun lalu, terdapat lima kategori yang dilombakan, yaitu marathon trail 42k, half marathon trail 21k, long course 17k, short course 10k, serta family yang bisa diikuti hingga empat anggota keluarga. Setiap nomor melewati jalur yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

Pada kategori marathon trail 42k, pelari menghadapi tanjakan dengan perbedaan elevasi hingga 1.549 melewati Puncak Bintang. Kategori half-marathon 21k, pelari dimanjakan oleh pemandangan yang indah ketika melewati Tebing Keraton. Pada long course 17k, bersilang jalan dengan para pesepeda di Warung Bandrek dan pada short course 10k, melewati pemukiman warga menikmati keramahan masyarakat Bandung khusus untuk family course, disediakan pos air di beberapa titik.

Muhammad Affindi Bin Nudin, pelari asal Malaysia, berhasil menyelesaikan perlombaan dalam waktu 4 jam 27 menit 40 detik sekaligus meraih podium pertama pada kategori Open 42k marathon course. Tahura Trail Running Race ini adalah kali pertama baginya mengikuti lomba lari bentang alam di Bandung dan ia mengaku menikmati jalur lari yang ditempuh.

Race kali ini cukup seronok (bagus) ya, tanjakan tidak terlalu tinggi namun downhill sangat menantang karena cukup panjang, licin dan banyak terdapat batu-batu besar di trek yang harus dilalui,” terang Taufik.

Meskipun tidak ada perubahan pada jalur dan kategori perlombaan, animo masyarakat terhadap perlombaan ini jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Hal ini dikatakan oleh Taufik Hidayat, ketua penyelenggara Tahura Trail Running Race 2019.

“Iya, terjadi peningkatan peserta. Tahun ini peserta mencapai 2.740 orang yang datang dari seluruh Indonesia dan sekitar 26 negara,” ujar Taufik.

tahura trail running race

Foto: greeners.co/Gede Surya Marteda

Kurangi Sampah, Jaga Tahura

Tahura Trail Running Race bukan hanya sekadar ajang berlari sambil menikmati alam karena selalu ada misi yang dibawa disetiap perhelatannya. Selain komitmen menumbuhkan kesadaran untuk menanam pohon dengan kampanye “1 Pelari, 1 Pohon”, tahun ini penyelenggara acara juga mengedukasi peserta dan penonton Tahura Trail Running Race akan pentingnya kesadaran tentang sampah dan kebersihan selama penyelenggaraan kegiatan.

Kegiatan edukasi pemilahan sampah ini merupakan kerjasama bersama Greeners.co untuk mewujudkan kegiatan yang minim sampah (less waste event). Pada saat diwawancarai oleh tim Greeners.co, koordinator program Less Waste Event Aris Yunanto menjelaskan bahwa ini adalah kali pertama Tahura Trail Running Race menerapkan konsep minim sampah.

Ada empat personel yang diturunkan untuk mengelola sampah dan mengedukasi pengunjung. Beberapa area yang dipantau oleh tim Less Waste Event yaitu area panggung, stan produk, pengambilan race pack, stan kuliner, dan gerbang start-finish.

Aris mengatakan, dalam pelaksanaan program Less Waste Event, Less Waste Project bekerjasama dengan Bank Sampah Hijau Lestari untuk mengelola sampah yang bisa didaur ulang. “Potensi sampah yang paling banyak adalah botol plastik sekali pakai dan plastik-plastik bekas kemasan race pack,” jelas Aris.

Menurut data yang dikumpulkan tim Less Waste Event, total sampah yang ditimbulkan selama dua hari pelaksanaan acara mencapai 130 kg dengan 81,72 kg merupakan sampah daur ulang, 13,8 kg sampah sisa makanan dan 34,89 kg sampah residu. Melalui pengelolaan yang baik maka potensi pengurangan sampah yang dibuang ke TPA mencapai 62,6%.

Meskipun pengurangan sampah sudah cukup besar, Aris mengatakan bahwa ke depannya masih bisa lebih baik lagi apabila ada kurasi tenant dan kesepakatan atau aturan untuk menggunakan produk atau kemasan produk yang tidak sekali pakai atau setidaknya dapat didaur ulang sehingga bisa mencegah timbulnya sampah dari awal.

Selain penanaman pohon dan pengurangan sampah, Tahura Trail Running Race 2019 juga berusaha untuk mengurangi kemacetan menuju areal perlombaan dengan menyediakan shuttle untuk para peserta atau pengunjung yang ingin menghadiri acara ini.

Penulis: Gede Surya Marteda

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tahura-trail-running-race-2019-berlari-untuk-lingkungan/feed/ 0
RunForiver 2018 Kampanyekan River Adoption untuk Sungai Ciliwung https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2018-kampanyekan-river-adoption-untuk-sungai-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=runforiver-2018-kampanyekan-river-adoption-untuk-sungai-ciliwung https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2018-kampanyekan-river-adoption-untuk-sungai-ciliwung/#respond Sun, 07 Oct 2018 10:19:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=21472 Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) menggelar RunForiver Mapala UI Half Marathon untuk yang kelima kalinya. Acara ini merupakan kampanye program peduli lingkungan untuk Sungai Ciliwung. ]]>

Depok (Greeners) – Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) menggelar RunForiver Mapala UI Half Marathon untuk yang kelima kalinya. Acara yang merupakan kampanye program peduli lingkungan berjudul “River Adoption” ini dihelat pada tanggal 7 Oktober 2018. Di penghujung jalur, pelari mendapatkan medali finisher yang juga merupakan penghargaan sebagai river adopter karena telah berpartisipasi dalam kampanye peduli sungai ini.

RunForiver sejak pertama kali diselenggarakan merupakan ajang untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga sungai. Acara ini memfokuskan pada Sungai Ciliwung, sungai yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Jakarta, Depok, dan Bogor.

Ketua Umum Mapala UI Periode 2018-2019, Muhammad Jazmi menjelaskan program River Adoption merupakan suatu program untuk menjembatani masyarakat Sungai Ciliwung dengan para sponsor yang diharapkan bisa membantu masyarakat bantaran Sungai Ciliwung membiasakan hidup yang lebih baik dengan tidak membuang sampah sembarangan, memanfaatkan nilai ekonomi, memberikan edukasi kepada masyarakat dan anak-anak usia dini terkait menjaga lingkungan.

River Adoption saat ini masih dikhususkan untuk Sungai Ciliwung yang membentang dari Bogor hingga Jakarta, dan dari situ akan ada potongan-potongan sungai yang diadopsi oleh perusahaan tertentu. Salah satu sponsor kami, PT Cargill, sudah mendanai satu program untuk pencegahan buang sampah ke sungai yang rencananya akan disosialisasikan oleh para ahli atau dosen di potongan sungai di kampung hutan dekat Citayam,” jelas Jazmi kepada Greeners pada acara RunForiver di Universitas Indonesia, Depok, Minggu (07/10/2018).

RunForiver

Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Lebih lanjut, Jazmi mengatakan RunForiver sejak tahun lalu sudah meluncurkan website riveradoption.com. Website tersebut merupakan kanal yang menghimpun massa serta dana untuk program-program revitalisasi dan pembangunan Ciliwung serta daerah sekitarnya.

“Sebagai mahasiswa dan juga sebagai pencinta alam, riveradoption.com merupakan cara yang kami pilih untuk melakukan aksi peduli lingkungan, khususnya sungai. Dengan memanfaatkan teknologi digital, upaya revitalisasi sungai akan lebih efektif dan dapat disebarkan secara lebih luas dan cepat,” ujar Jazmi.

Wakil Ketua Pelaksana RunForiver Nurfitria Risqie mengatakan, dengan total peserta mencapai 1.909 pelari diharapkan bisa berpartisipasi dan lebih menjaga lingkungan khususnya pada sungai. “Di penghujung jalur, para pelari mendapatkan medali finisher yang juga merupakan penghargaan sebagai river adopter karena telah berpartisipasi dalam kampanye peduli sungai ini,” ujar Nurfitria.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2018-kampanyekan-river-adoption-untuk-sungai-ciliwung/feed/ 0
Bandung 100K Ultra, Berlari Diantara Bukit dan Puncak Gunung https://www.greeners.co/aksi/bandung-100k-ultra-berlari-diantara-bukit-dan-puncak-gunung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bandung-100k-ultra-berlari-diantara-bukit-dan-puncak-gunung https://www.greeners.co/aksi/bandung-100k-ultra-berlari-diantara-bukit-dan-puncak-gunung/#respond Mon, 18 Sep 2017 05:13:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=18709 Menyambut Ulang Tahun Kota Bandung ke-207, komunitas penggiat lari dan kegiatan luar ruang BDG Explorer mengadakan kompetisi lari rintang alam (trail run) Ultra pertama di Kota Bandung.]]>

Bandung (Greeners) – Menyambut Ulang Tahun Jawa Barat ke-72, komunitas penggiat lari dan kegiatan luar ruang BDG Explorer mengadakan kompetisi lari rintang alam (trail run) Ultra pertama di Kota Bandung. Lomba lari yang bertajuk Bandung Ultra 100 ini sukses dilaksanakan pada tanggal 16-17 September 2017 kemarin. Medan perlombaan sangat menantang dengan mengitari wilayah Kota Bandung yang dikelilingi oleh puncak-puncak pegunungan.

Kompetisi yang berlangsung selama dua hari ini dibagi menjadi tiga kategori perlombaan, masing-masing 100K, Relay 100K untuk umum dan master, dan 50K. Mengambil titik mulai dan akhir yang sama, para peserta sudah terlihat bersiap-siap pada titik start di Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung pukul 05.00 WIB pada hari pertama perlombaan untuk menerima pengarahan terakhir dari panitia. Total peserta sebanyak 252 orang memulai perlombaan secara serentak pada pukul 06.00 WIB. Uji kecepatan dan stamina ini berakhir di Villa Istana Bunga, Kabupaten Bandung Barat.

Race Director Bandung Ultra 100, Dian R Sukmara, mengatakan bahwa kondisi geografis Bandung yang berupa cekungan dengan gunung-gunung di sekelilingnya jadi daya tarik buat peserta yang mau menikmati kegiatan lari dengan kombinasi panorama bebukitan dan pegunungan. Jumlah peserta mancanegara yang datang dari sekitar 14 negara, antara lain Perancis, Jepang, Malaysia, serta peserta dari berbagai wilayah di nusantara menunjukan bahwa animo penggiat lari terhadap kompetisi ini sangat tinggi.

“Buat Jarak 100 kilometer akan melewati empat puncak mulai dari Palasari, Bukit Tunggul, Tangkuban Perahu dan Burangrang,” jelas Dian. Dian menambahkan bahwa untuk nomor Relay 100K dan 50K sedikit berbeda dimana di nomor Relay jarak tempuh akan dibagi empat sesuai dengan jumlah peserta dan nomer 50K hanya akan melewati puncak Tangkuban Perahu dan Burangrang.

bandung 100k

Foto: BDG Explorer

Total ketinggian trek pada rute lomba juga menjadi tantangan tersendiri untuk para peserta. Pada rute 100 kilometer, peserta dihadapkan pada perbedaan ketinggian hingga 6.640 meter. Sedangkan, pada rute 50 kilometer, peserta berlari menanjak melewati ketinggian 2.680 meter. Terbukti, elevation gain ini memberikan impresi tersendiri pada peserta perlombaan.

Lauren, peserta lari nomor 100K yang menyelesaikan perlombaan dalam waktu 25 jam, mengaku bahwa Puncak Burangrang memberikan kejutan di akhir-akhir perlombaan. “Puncak yang terakhir (Burangrang), jujur mengagetkan saya. Karena sudah mulai terasa lelah dan di akhir, saya kira sudah tidak ada lagi yang lebih menantang, ternyata saya salah,” gurau pelari berkewarganegaraan Perancis ini.

Lauren mengungkapkan kekagumannya pada pelaksanaan acara Bandung Ultra 100 yang ia nilai sebagai salah satu perlombaan yang memiliki organisasi paling baik diantara kompetisi serupa yang pernah ia ikuti dan rute yang disiapkan juga sangat variatif dan memiliki pemandangan yang indah.

Namun, Lauren bukanlah peserta pertama yang mencapai titik finish untuk nomor lomba 100K. Menempuh 18 Jam berlari, Fandi Achmad berhasil mengklaim podium puncak pada nomor lomba 100K. Untuk nomor Ekiden, tim BDG Explorer berhasil menyabet gelar juara pertama. Dan, pada nomer lomba 50 K, perlombaan berhasil dimenangkan oleh Margono dengan catatan waktu 8 jam 11 menit.

Penulis: Gede Surya Marteda

]]>
https://www.greeners.co/aksi/bandung-100k-ultra-berlari-diantara-bukit-dan-puncak-gunung/feed/ 0
Berlari untuk Revitalisasi Sungai Ciliwung Melalui Run Foriver 2017 https://www.greeners.co/aksi/berlari-revitalisasi-sungai-ciliwung-melalui-run-foriver-2017/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berlari-revitalisasi-sungai-ciliwung-melalui-run-foriver-2017 https://www.greeners.co/aksi/berlari-revitalisasi-sungai-ciliwung-melalui-run-foriver-2017/#respond Tue, 12 Sep 2017 11:47:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=18562 Untuk keempat kalinya mahasiswa pecinta alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kembali mengadakan kompetisi lari dengan tujuan merevitalisasi Sungai Ciliwung.]]>

Greeners (Jakarta) – Untuk keempat kalinya mahasiswa pecinta alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kembali mengadakan kompetisi lari dengan tujuan merevitalisasi Sungai Ciliwung. Acara bertajuk Run Foriver: Mapala UI Half-Marathon 2017 ini berlangsung pada Minggu pagi di kompleks UI Depok, Jawa Barat.

Meski kegiatan ini sempat vakum pada 2016 lalu, namun acara ini tetap mengundang antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi. “Setiap tahun Run Foriver mendapat antusias yang luar biasa dari masyarakat. Ini terbukti dengan bertambahnya peserta pada tahun ini,” ujar Irene Swastiwi, panitia Run Foriver 2017, kepada Greeners.co saat ditemui di lokasi acara, Minggu (10/09).

Tahun ini, lanjutnya, Run Foriver 2017 diikuti hingga 1.200 peserta. Untuk membuat pembeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini diadakan kategori lari baru, yaitu trail running. Pada trek ini, peserta lomba diarahkan melintasi hutan, tanjakan dan bebatuan.

run foriver

Foto: greeners.co/Risya Fitriana

Kompetisi lari ini dibagi ke dalam empat kategori lomba, yaitu 21K (half marathon), 10K, 5K, dan Trail Running 10K. Sementara, para peserta dibagi dalam kategori Open (berlaku bagi warga Indonesia/WNI), Student (mahasiswa dan pelajar/WNI) dan Foreigner (Asing/WNA). Para peserta yang mengikuti kegiatan ini pun sangat beragam, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Revitalisasi fungsi Sungai Ciliwung merupakan target kegiatan lari yang dimulai sejak 2013 silam ini. Sebuah program adopsi sungai dengan misi pemberdayaan kembali Sungai Ciliwung. Irene menjelaskan bahwa dalam program ini setiap sungai dibagi-bagi sesuai wilayah administrasi, hingga ke tingkat Rukun Warga (RW) kemudian diberdayakan kembali sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar.

Adopsi sungai ini juga memiliki beragam program penting lain, diantaranya penghijauan daerah aliran sungai (DAS), revitalisasi daerah anak sungai dan pedampingan masyarakat hingga pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat daerah bantaran Sungai Ciliwung. Beberapa program yang telah dilakukan yaitu penanaman 900 pohon di bantaran sungai pada tahun 2013, pemberian 900 buku untuk saung pustaka air dan saung pustaka air Depok, 2014 serta pembuatan lubang biopori yang dibantu oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Tahun ini website riveradoption.com diluncurkan. Situs ini berisi profil Sungai Ciliwung serta kondisi sungai yang terkini, termasuk permasalahan yang dihadapi oleh Sungai Ciliwung. Iren menjelaskan bahwa situs ini dapat diakses oleh publik dan diharapkan dapat memudahkan para stakeholder untuk mengetahui perkembangan Sungai Ciliwung. “Kami juga pengin membangun kepedulian masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Mengingat sungai ini menghidupi banyak orang, sudah seharusnya kita jaga kebersihannya,” pungkasnya.

Penulis: Risya Fitriana

]]>
https://www.greeners.co/aksi/berlari-revitalisasi-sungai-ciliwung-melalui-run-foriver-2017/feed/ 0
RunForiver 2017, Berlari untuk Kelestarian Sungai Ciliwung https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2017-berlari-kelestarian-sungai-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=runforiver-2017-berlari-kelestarian-sungai-ciliwung https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2017-berlari-kelestarian-sungai-ciliwung/#respond Mon, 21 Aug 2017 12:00:04 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=18298 Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kembali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya melindungi Sungai Ciliwung melalui RunForiver: Mapala UI Half-Marathon 2017.]]>

Depok (Greeners) – Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kembali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya melindungi Sungai Ciliwung melalui RunForiver: Mapala UI Half-Marathon 2017. Acara tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 10 September 2017 dan berlokasi di Kompleks Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

“Acara RunForiver 2017 diadakan dengan tujuan untuk mengedukasi dan mempublikasikan program River Adoption atau adopsi sungai kepada masyarakat. Kami akan menyediakan track berupa jalanan di kampus UI yang telah disterilkan, bebas dari kendaraan. Dengan mengikuti RunForiver, kita bisa berlari sambil menikmati sejuk dan asrinya suasana UI di pagi hari tanpa gangguan kendaraan,”ujar Nurfitria Risqie, Ketua Pelaksana RunForiver 2017, kepada Greeners di Depok, Jumat (18/08).

Program River Adoption, lanjut Nurfitria, merupakan program pemberdayaan kembali Sungai Ciliwung yang bertujuan untuk merevitalisasi fungsi Ciliwung kepada fungsinya seperti sedia kala. Dalam program ini, Sungai Ciliwung akan dibagi-bagi sesuai wilayah administrasinya hingga ke tingkat Rukun Warga (RW). Setelah itu, Sungai Ciliwung akan dibenahi sesuai dengan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Ciliwung, khususnya Sungai Ciliwung yang berada di daerah Depok dan Bogor.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini RunForiver: Mapala UI Half-Marathon 2017 membuka empat kategori jarak lomba, yaitu 21K (half marathon), 10K, 5K, dan Trail Running 10K.

Untuk mengikuti acara ini, peserta diharuskan melakukan pendaftaran secara online melalui situs www.runforiver.id atau melakukan pendaftaran secara offline kepada panitia, paling lambat hingga tanggal 31 Agustus 2017. Selain itu, tiap peserta juga harus membayar biaya pendaftaran sebesar Rp180.000 dan Rp450.000 (untuk WNA dan lari 21K). Dana yang terkumpul dari acara ini akan digunakan untuk membuat situs crowdsourcing.

“Seluruh dana yang terkumpul dari acara ini akan kami gunakan untuk pembuatan situs crowdsourcing. Situs crowdsourcing sendiri merupakan situs yang berisi segala informasi mengenai Ciliwung untuk menjembatani masyarakat dalam program adopsi sungai. Tujuan diluncurkannya situs crowdsourcing sendiri yaitu untuk menjadi penghubung para stakeholders seperti pemerintah, masyarakat, LSM, ataupun perusahaan untuk turut serta dalam program River Adoption,” papar wanita yang akrab disapa Pipit ini.

Ia juga menambahkan bahwa dengan mengikuti acara RunForiver: Mapala UI Half-Marathon 2017, setiap peserta telah turut membantu menyumbangkan dana untuk melindungi dan membenahi Sungai Ciliwung.

Di samping kompetisi lari, RunForiver: Mapala UI Half-Marathon 2017 juga akan dimeriahkan oleh penampilan dari marching band, Madah Bahana UI, dan lainnya. Peserta dan hadirin juga akan disuguhi bazar makanan dan bazar perlengkapan kegiatan outdoor.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2017-berlari-kelestarian-sungai-ciliwung/feed/ 0
Peluncuran Website Riveradaption di Kompetisi Run Foriver 2017 https://www.greeners.co/aksi/peluncuran-website-riveradaption-kompetisi-run-foriver-2017/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peluncuran-website-riveradaption-kompetisi-run-foriver-2017 https://www.greeners.co/aksi/peluncuran-website-riveradaption-kompetisi-run-foriver-2017/#respond Wed, 02 Aug 2017 09:57:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=17966 Mapala UI akan kembali mengadakan Run Foriver: Mapala UI Half Marathon 2017. Pada penyelenggaraan kali ini, Run Foriver akan meluncurkan sebuah platform berbentuk website bernama riveradoption.com.]]>

Jakarta (Greeners) – Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) akan kembali mengadakan Run Foriver: Mapala UI Half Marathon 2017. Kali ini, Run Foriver akan meluncurkan sebuah platform berbentuk website bernama riveradoption.com yang akan memfasilitas warga sekitar Ciliwung dari hulu hingga hilir untuk disambungkan pada donatur-donatur seperti perusahaan yang ingin melakukan sesuatu untuk sungai Ciliwung.

Nurfitria Risqie Widayanti, Ketua Panitia Pelaksana Run Foriver 2017: Mapala UI Half Marathon 2017 mengatakan bahwa website ini juga akan berisi informasi-informasi tentang kebutuhan dan tantangan yang tengah dihadapi oleh sungai Ciliwung sehingga informasi tersebut dapat diakses dan diketahui oleh masyarakat secara umum. Dengan mengetahui permasalahan dan kondisi di setiap titik sungai Ciliwung, nantinya siapapun menjadi tahu dan dapat berdonasi berdasarkan kebutuhan di masing-masing program komunitas yang ada sepanjang sungai Ciliwung.

“Tujuannya ya untuk menjadi penghubung para stakeholders baik pemerintah, masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat maupun perusahaan untuk turut serta dalam program River Adoption berkelanjutan bagi sungai Ciliwung,” terang perempuan yang akrab disapa Pipit ini.

Selain peluncuran website, acara yang akan diselenggarakan pada 10 September 2017 ini juga menambah satu kategori lari yaitu trail run 10 Km. Sehingga kompetisi larinya sendiri akan menjadi empat kategori yaitu 21 Km, 10 Km, 5 Km dan trail running di Universitas Indonesia.

Kategori ini terbagi lagi menjadi kategori open (hanya untuk warga negara Indonesia/WNI), student (pelajar dan mahasiswa/WNI), dan foreigner (dapat diikuti oleh warga negara asing/WNA). Meskipun menjadi sebuah event kampanye lingkungan, Run Foriver berusaha untuk tidak menghilangkan nilai kompetisi dengan tetap memberikan hadiah bagi para juara.

Sedangkan Program River Adoption atau adopsi sungai sendiri adalah kegiatan yang digagas oleh Mapala UI dan didukung penuh oleh Universitas Indonesia. Dalam program ini, sungai dibagi-bagi sesuai wilayah administrasinya hingga ke tingkat RW (rukun warga) dan diberdayakan kembali oleh masyarakat sekitar sesuai dengan solusi dari permasalahan yang dihadapi, mulai dari penanaman bibit pohon, pendidikan masyarakat sekitar, serta pendampingan masyarakat.

Program adopsi sungai juga ada beragam jenis, mulai dari penghijauan daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung, revitalisasi daerah aliran anak Sungai Ciliwung, pendampingan masyarakat, hingga pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat sekitar Sungai Ciliwung. Salah satu program adopsi sungai yang telah dijalankan adalah penanaman 900 pohon di hulu Sungai Ciliwung pada tahun 2013, dan pemberian bantuan 900 buku untuk Saung Pustaka Air Puncak dan Saung Pustaka Air Depok pada tahun 2014, dan pembuatan lubang biopori bekerja sama dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Indonesia pada tahun 2015.

Pendiri dan Ketua Komunitas Ciliwung Depok, Taufik DS mengakui bahwa selama tiga kali penyelenggaraan Run Foriver yaitu pada 2013, 2014 dan 2015, memang masih belum ada dampak nyata terhadap sungai Ciliwung khususnya di wilayah Komunitas Ciliwung Depok. Meski begitu, Komunitas Ciliwung Depok tetap merasa gembira karena para mahasiswa dari Mapala UI selalu membantu dan mau terlibat menjaga dan membenahi sungai Ciliwung bersama masyarakat.

“Kepengurusan Mapala UI beberapa tahun belakangan ini banyak membantu kami. Misalnya kami bikin pelatihan perahu. Nanti juga ada Upacara bendera 17 Agustus di tengah sungai. Jadi ya semuanya untuk Ciliwung juga gitu,” tambahnya.

Sebagai informasi, Run Foriver 2017 yang tahun ini mengangkat tema “Together We Adopt the River” akan diselenggarakan di Kampus Universitas Indonesia pada 10 September 2017 dengan target peserta 1000 sampai 1.500 peserta. Diharapkan, kampanye tahunan ini dapat menyebarkan semangat untuk Sungai Ciliwung. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diikuti melalui Twitter dengan akun @runforiver dan website runforiver.id.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/peluncuran-website-riveradaption-kompetisi-run-foriver-2017/feed/ 0
Berlari Sambil Berbagi di H2O 5K Run https://www.greeners.co/aksi/berlari-sambil-berbagi-h2o-5k-run/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berlari-sambil-berbagi-h2o-5k-run https://www.greeners.co/aksi/berlari-sambil-berbagi-h2o-5k-run/#respond Tue, 21 Mar 2017 13:18:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=16388 Untuk memperingati Hari Air Sedunia, Leo Clubs Multiple Districts 307 Indonesia mengadakan kompetisi lari H2O 5K Run, pada Minggu (19/03/2017) pagi. Kegiatan lari ini sekaligus menggalang dana untuk membantu sesama.]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk memperingati Hari Air Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 22 Maret, Leo Clubs Multiple Districts 307 Indonesia menggalang dana untuk membantu sesama. Organisasi nonprofit ini mengadakan kompetisi lari sejauh 5 kilometer dalam acara H2O 5K Run, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Minggu (19/03/2017) pagi.

“H2O 5K Run ini event lari pertama kami. Profit yang kami dapat dari acara ini nantinya akan disumbangkan ke warga Cilincing, Kalibaru, Jakarta dengan memberikan alat penyaring air,” ujar Nita Clarissa, advisor acara lari H2O 5K Run saat ditemui Greeners di lokasi acara.

Dengan kegiatan sosial seperti H2O 5K Run ini, Nita menyatakan bahwa LEO Clubs MD 307 Indonesia berharap agar masyarakat Indonesia bisa lebih peduli dengan apa yang terjadi di sekitar mereka, termasuk dalam ketersediaan air bersih.

h2o 5k run

H2O 5K Run. Foto: LEO Clubs MD 307 Indonesia

Acara sosial ini berhasil menarik 500 pelari dari berbagai kalangan mulai dari siswa hingga atlet profesional. Salah satu peserta, Fauziah Khansa (22), mengaku sengaja datang dari kota Bandung untuk mengikuti kegiatan lari ini.

“Tujuannya sih partisipasi, karena bagus acaranya. Memperingati Hari Air Sedunia sekaligus mengajak warga Jakarta untuk mengingat bahwa olahraga itu bisa dibawa asyik juga. Saya sendiri datang dari Bandung bersama Ibu. Ibu juara tiga,” kata Fauziah kepada Greeners.

Menurut Fauziah, berlari adalah induk dari segala olahraga. Sebelum memasuki cabang olah raga lain, baik atlet maupun penggemar kegiatan fisik pasti mengawali kegiatannya dengan latihan dasar, yaitu berlari. Fauziah yang juga atlet sekaligus trainer ini berhasil menyelesaikan trek lari dari Lapangan Banteng ke Monumen Nasional di posisi kedua.

“Kalau dapat medali, itu kepuasan tersendiri. Namun dengan acara seperti ini, masyarakat Jakarta akan lebih tertarik untuk berolahraga. Apalagi jika mengingat bahwa selain manfaat kesehatan, kita juga membantu sesama,” ujarnya.

Leo Clubs MD 307 Indonesia merupakan bagian dari Leo Clubs International yang menaungi seluruh Leo Clubs yang berada di Indonesia. Anggotanya tersebar di beberapa kota di seluruh Indonesia yaitu di kota Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Malang, Pontianak, dan daerah lainnya.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/berlari-sambil-berbagi-h2o-5k-run/feed/ 0
Runforiver 2015, Berlari untuk Sungai Ciliwung https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2015-berlari-untuk-sungai-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=runforiver-2015-berlari-untuk-sungai-ciliwung https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2015-berlari-untuk-sungai-ciliwung/#respond Mon, 07 Sep 2015 10:53:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=11048 Jakarta (Greeners) – Penyusutan daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung sangatlah memprihatinkan. Berdasar pada keprihatinan itu, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) memprakarsai Runforiver UI Half Marathon sebagai bentuk kepedulian […]]]>

Jakarta (Greeners) – Penyusutan daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung sangatlah memprihatinkan. Berdasar pada keprihatinan itu, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) memprakarsai Runforiver UI Half Marathon sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Sungai Ciliwung.

Ketua Mapala UI, Firman Arif menyatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap kondisi Ciliwung masih kurang dan karenanya ia berharap Runforiver dapat membuka mata publik terhadap kondisi Sungai Ciliwung. “Kita pengin peserta juga peduli, bukan cuma Mapala UI yang peduli,” ujar Firman saat di temui di lokasi acara Runforiver 2015, kampus UI Depok, Minggu (06/09) pagi.

Menurut Firman, dengan menyebarluaskan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya Sungai Ciliwung, nantinya akan menularkan semangat untuk bersama-sama menjaga sungai. Dari semangat tersebut, diharapkan akan lahir banyak gerakan atau kampanye pelestarian sungai, khususnya Sungai Ciliwung. “Mungkin nantinya ada ide yang lebih dari kami, terus bikin program sendiri. Kami bersyukur banget,” imbuhnya.

Runforiver 2015. Foto: greeners.co

Runforiver 2015. Foto: greeners.co

Runforiver merupakan kegiatan tahunan dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Pada pelaksanaan kali ini, seluruh biaya pendaftaran akan didonasikan untuk pelestarian Sungai Ciliwung.

Aktivitas lari, lanjut Firman, dipilih karena memang banyak disukai orang dari segala lapisan. “Dengan banyaknya peserta yang ikut akan semakin meningkatkan sumbangan masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Jadi, kami padukan antara olah raga dan berbagi,” katanya.

Mewakili Mapala UI, Firman menegaskan bahwa Sungai Ciliwung harus kembali berfungsi selayaknya sungai yang normal. “Paling tidak airnya bersih dan DAS-nya tidak mengalami penyusutan,” jelas Firman.

Acara Runforiver 2015 melombakan tiga kategori jarak, yaitu nomor 5km, 10km dan 21km. Runforiver 2015 diikuti oleh sekitar 1.400 peserta dan partisipan dari beberapa komunitas kesehatan, lingkungan serta olah raga.

Penulis: TW

]]>
https://www.greeners.co/aksi/runforiver-2015-berlari-untuk-sungai-ciliwung/feed/ 0
G10 Runners, Berlari Bersama Alumni ITB https://www.greeners.co/sosok-komunitas/g10-runners-berlari-bersama-alumni-itb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=g10-runners-berlari-bersama-alumni-itb https://www.greeners.co/sosok-komunitas/g10-runners-berlari-bersama-alumni-itb/#respond Sun, 06 Sep 2015 11:23:09 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=11032 Bandung (Greeners) – Jika Anda pecinta lari, renang, atau bersepeda dan Anda adalah alumni dari Institut Teknologi Bandung (ITB), maka bergabung dengan komunitas Ganesha10 Runners dapat menjadi alternatif wadah untuk […]]]>

Bandung (Greeners) – Jika Anda pecinta lari, renang, atau bersepeda dan Anda adalah alumni dari Institut Teknologi Bandung (ITB), maka bergabung dengan komunitas Ganesha10 Runners dapat menjadi alternatif wadah untuk menyalurkan hobi sekaligus mempeluas pertemanan.

Komunitas G10 Runners merupakan komunitas yang baru di bentuk pada bulan November tahun 2014 lalu. Para alumni ITB yang berjaya di kompetisi lari turut menjadi pelopor dibentuknya G10 Runners. Menurut Agriansyah Ramadhan, Kordinator G10 Runners, komunitas ini tidak lama diadakannya SBM Fun Run, sebuah acara internal kampus yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Atlas ITB.

“Anggota kami saat ini sekitar 100 hingga 200 orang. Mereka semua mahasiswa dan alumni ITB yang masih aktif berlari,” katanya saat ditemui Greeners di Taman Film Bandung, beberapa waktu lalu.

Mahasiswa magister jurusan STEI yang akrab disapa Agri ini menyatakan semua anggota G10 Runners rutin berlari setiap hari dengan jarak yang bervariasi, mulai dari empat kilometer hingga puluhan kilometer.

G10 Runners. Foto: dok. G10 Runners.

G10 Runners. Foto: dok. G10 Runners.

Kekompakkan anggota komunitas ini pun mempelopori komunitas lari yang lainnya, yaitu BTG Campus atau College Runners. BTG Campus ini diikuti oleh delapan komunitas lari dari berbagai universitas negeri maupun swasta dan komunitas ini pun aktif melakukan kegiatan lari bersama.

“Kami sering kumpul bareng enggak hanya lari saja, hangout bareng juga kami lakukan untuk memperat hubungan antar mahasiswa ITB,” imbuhnya.

Beberapa anggota G10 Runners juga aktif mengikuti berbagai perlombaan marathon, diantaranya Boston Marathon, Gold Coast Marathon, Tokyo Marathon, Mount Rinjani Ultra Marathon, Nusantararun, Nike We Run Kuala Lumpur hingga Jakarta Marathon.

Agri sangat berharap banyak orang yang menyadari bahwa olahraga lari bukanlah olahraga musiman yang mahal, karena berlari merupakan kegiatan yang menyehatkan dan mudah untuk dilakukan.

“Lari mendapatkan animo yang sangat besar dari banyak orang. Orang-orang ramai beli gear up branded dengan harga selangit tapi enggak tahu menu dan cara lari yang baik, hal ini membuat orang rentan terkena cedera. Intinya, reduce your ego, dibikin enak, jaga porsi kemampuan tubuh, jaga attitude dan harus mengerti pada kemampuan diri,” katanya.

Anggota G10 Runners berkumpul setiap hari Sabtu pagi di sekitar area kampus ITB untuk berlari bersama dengan tajuk trick track. Selain itu, night run juga dilakukan anggota di sekitar kota Bandung. G10 Runners berbagi informasi melalui akun twitter @ITBerlari dan akun instagram: G10Runner.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/g10-runners-berlari-bersama-alumni-itb/feed/ 0
Million Mile Light, Lampu untuk Pelari https://www.greeners.co/ide-inovasi/million-mile-light-lampu-untuk-pelari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=million-mile-light-lampu-untuk-pelari https://www.greeners.co/ide-inovasi/million-mile-light-lampu-untuk-pelari/#respond Tue, 01 Sep 2015 10:09:42 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10978 Pelari yang berlari pada malam hari mengalami resiko kecelakaan yang tinggi. Karena sosoknya yang kerap kali tidak terlihat, para pelari membekali dirinya dengan mengenakan peralatan yang dapat menyala dalam gelap. […]]]>

Pelari yang berlari pada malam hari mengalami resiko kecelakaan yang tinggi. Karena sosoknya yang kerap kali tidak terlihat, para pelari membekali dirinya dengan mengenakan peralatan yang dapat menyala dalam gelap.

Namun belum ada peralatan yang benar-benar membuat para pelari merasa aman ketika berlari di malam hari. Oleh karena itu, desainer di Million Mile Light menciptakan lampu ringan yang tenaganya berasal oleh gerakan pelari itu sendiri. Dengan cara ini, para pelari selangkah lebih maju lagi untuk mendapatkan lampu pengaman yang ramah lingkungan dan tidak akan pernah kehabisan tenaga di baterainya.

Million Mile Light. Foto: inhabitat.com

Million Mile Light. Foto: inhabitat.com

Million Mile Light adalah lampu yang tahan air, tahan segala cuaca dan bersinar terang dengan lampu LED. Lampu ini dapat dilihat sejauh 200 meter dan dengan sudut pandang sekitar 120 derajat. Dengan daya tahan yang luar biasa, yaitu 100.000 jam dan garansi lima tahun dari pabriknya, lampu tanpa baterai ini bahkan dapat dipakai untuk latihan yang ekstensif.

Setiap lampunya menggunakan magnet yang disebut Neodymium. Apabila lampu tidak dipasang di pinggang, desainer juga menyediakan sabuk untuk dipasang dipergelangan.

Sayangnya para pelari yang sedang mengandung tidak disarankan menggunakan lampu ini. Begitu juga peralatan elektronik lainnya yang sebaiknya disimpan di tempat yang berbeda dengan lampu ini. Lampu ini dibanderol seharga US$30.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/million-mile-light-lampu-untuk-pelari/feed/ 0
Adopsi Sungai Ala Mapala UI dalam Runforiver https://www.greeners.co/aksi/adopsi-sungai-ala-mapala-ui-dalam-runforiver/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=adopsi-sungai-ala-mapala-ui-dalam-runforiver https://www.greeners.co/aksi/adopsi-sungai-ala-mapala-ui-dalam-runforiver/#respond Sun, 16 Aug 2015 12:28:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=10807 Depok (Greeners) – Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) akan kembali mengadakan Runforiver UI Half Marathon untuk yang ketiga kalinya. Acara kompetisi lari yang mengusung kampanye kepedulian terhadap Sungai […]]]>

Depok (Greeners) – Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) akan kembali mengadakan Runforiver UI Half Marathon untuk yang ketiga kalinya. Acara kompetisi lari yang mengusung kampanye kepedulian terhadap Sungai Ciliwung ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2015 mendatang di Kompleks Universitas Indonesia (UI).

Ketua Mapala UI periode 2015 Firman Arif menyatakan bahwa Runforiver merupakan acara sosial yang mengkolaborasikan budaya hidup sehat dengan berlari dan beraksi nyata untuk lingkungan, terutama sungai.

“Semakin banyak orang yang terlibat dan ikut turun untuk menyebarluaskan dan beraksi nyata demi Ciliwung, maka cita-cita untuk membuat Ciliwung yang lebih baik bisa diwujudkan sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Sebelum berkampanye melalui kegiatan Runforiver, Mapala UI telah lebih dulu membuat program Ciliwung Clean Up. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran terhadap lingkungan Sungai Ciliwung dengan melihatnya lebih dekat.

Sejak diadakan pertama kali pada tahun 2013, kompetisi Runforiver telah menarik ribuan orang untuk ikut serta. Foto: dok. Runforiver Mapala UI

Sejak diadakan pertama kali pada tahun 2013, kompetisi Runforiver telah menarik ribuan orang untuk ikut serta. Foto: dok. Runforiver Mapala UI

Sungai Ciliwung dipilih dalam program ini karena sungai ini kini semakin penuh dengan sampah namun masih menjadi lokasi bermain masyarakat sekitar dan sumber penelitian berbagai kalangan. Selain itu, sungai ini mengalir melalui dua provinsi yang dekat dengan lokasi kampus UI, yakni Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Dari program Ciliwung Clean Up, ditemukan berbagai fakta yang menjadi sumber permasalahan yang dihadapi Sungai Ciliwung. Oleh karena itu, digagaslah program River Adaption atau adopsi sungai. Dalam program ini, sungai dibagi-bagi sesuai wilayah administrasinya hingga ke tingkat RW (rukun warga) dan diberdayakan kembali oleh masyarakat sekitar sesuai dengan solusi dari permasalahan yang dihadapi, mulai dari penanaman bibit pohon, pendidikan masyarakat sekitar, serta pendampingan masyarakat.

Program River Adoption yang digagas oleh Mapala UI ini didukung penuh oleh Universitas Indonesia dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Depok. Untuk membuat program ini semakin dikenal masyarakat, dibuatlah Runforiver UI Half Marathon.

“Nama Runforiver sendiri diambil dari Bahasa Inggris, yaitu run for river yang berarti berlari untuk sungai. Selain itu juga bisa diartikan sebagai run for (e)ever yang berarti berlari untuk selamanya. Diharapkan nantinya gerakan ini akan berlangsung berkesinambungan dan lebih banyak masyarakat yang turun langsung untuk mengadopsi sungai,” ujar Firman.

Runforiver 2015 akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2015 mendatang di Kompleks Universitas Indonesia (UI). Foto: dok. Runforiver Mapala UI

Runforiver 2015 akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2015 mendatang di Kompleks Universitas Indonesia (UI). Foto: dok. Runforiver Mapala UI

Sebagai informasi, tahun ini Runforiver mengusung tagline “100% donate” yang berarti seluruh biaya pendaftaran kompetisi ini akan disumbangkan untuk program River Adoption. Ada tiga kategori jarak yang dilombakan dalam kompetisi ini, yaitu 21km, 10km, dan 5km. Kompetisi ini terbuka untuk umum, baik WNI maupun WNA.

Selain itu, ada pula Ciliwung Rally, seminar mengenai teknik berlari dan tes rute Runforiver yang dapat diikuti oleh semua kalangan. Informasi lengkap mengenai kompetisi ini dapat dilihat dalam situs Runforiver.com.

“Semakin banyak yang mau berkontribusi, semakin besar harapan untuk Ciliwung yang lebih baik,” pungkas Firman.

(*)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/adopsi-sungai-ala-mapala-ui-dalam-runforiver/feed/ 0
Tunners, Mencari “Keluarga” dengan Olahraga Lari https://www.greeners.co/sosok-komunitas/tunners-mencari-keluarga-dengan-olahraga-lari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tunners-mencari-keluarga-dengan-olahraga-lari https://www.greeners.co/sosok-komunitas/tunners-mencari-keluarga-dengan-olahraga-lari/#respond Sun, 26 Jul 2015 05:58:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=10475 Bandung (Greeners) – Banyak pilihan olahraga yang dapat dilakukan disela-sela kegiatan sehari-hari, seperti sepak bola, basket, hingga bersepeda. Selain membuat badan sehat, olahraga juga dapat membentuk kepribadian yang suportif. Sekelompok […]]]>

Bandung (Greeners) – Banyak pilihan olahraga yang dapat dilakukan disela-sela kegiatan sehari-hari, seperti sepak bola, basket, hingga bersepeda. Selain membuat badan sehat, olahraga juga dapat membentuk kepribadian yang suportif.

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Telkom University Runners atau disingkat Tunners, melakukan olahraga lari disela-sela padatnya aktivitas sebagai mahasiswa. Bagi anggota Tunners, lari merupakan olahraga yang tidak memerlukan biaya dan dapat dilakukan kapan saja.

Ketua Tunners, Yaka Ridho Kurniawan Alwys Sembiring, kepada Greeners menjelaskan bahwa semua anggota Tunners rutin berlari setiap hari dengan jarak yang bervariasi, mulai dari empat kilometer hingga puluhan kilometer. Meski demikian, “Saat ini Telkom University Runners masih komunitas yang belum resmi menjadi bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus,” ungkapnya melalui surat elektronik, Jumat (3/7) lalu.

Mahasiswa jurusan Manajemen yang biasa disapa Eduy ini menyatakan bahwa dalam komunitas mereka, anggota Tunners tidak hanya membahas mengenai olahraga lari. “Tunners juga sebenarnya sebuah komunitas yang sifatnya kekeluargaan, selain kita sharing tentang lari, kita juga selalu terbuka tentang kegiatan masing-masing anggota di luar lari,” imbuhnya.

Dari penuturan Eduy, komunitas lari yang akan menginjak usia 2 tahun pada November nanti ini muncul atas tujuan mencari teman dan keluarga di lingkungan kampus. Tunners ingin menjadi sarana untuk menghubungkan setiap fakultas dengan kegiatan lari.

Telkom University Runners atau Tunners. Foto: dok. Tunners

Telkom University Runners atau Tunners. Foto: dok. Tunners

Eksistensi komunitas Tunners di kota Bandung tidak diragukan lagi. Tidak jarang komunitas ini diminta menjadi marshal (pendamping atau pengatur pelari) dalam acara fun run. Bahkan, komunitas ini kerap bergabung dalam BTG Campus atau College Runners dalam setiap kegiatan lari. Beberapa anggota Tunners juga aktif mengikuti berbagai perlombaan marathon, diantaranya Jakarta Marathon, Bali MayBank Marathon, Nike Bajak Jakarta, dan OSIM Sundown Marathon di Singapura.

Eduy sangat berharap semakin banyak orang yang memilih olahraga lari karena berlari bisa membuat tubuh sehat.

“Masyarakat bisa lebih aware bahwa lari itu olahraga yang menyenangkan, menyehatkan, dan gak selelah yang mereka pikirkan. Pesan dari saya, kalau pertama kali kamu lari rasanya capek, coba lari dua kali. Kalau kedua kalinya lari masih capek dan enggak enak, coba lari tiga kali, begitu terus hingga akhirnya badan kamu terbiasa, karena lari itu sama seperti kita suka ke cewek, butuh niat, butuh usaha. Jangan takut capek, takut itu kalau kamu enggak sehat!” katanya.

Anggota Tunners berkumpul setiap hari Selasa dan Kamis sore di skitar area kampus untuk berlari bersama. Selain itu, night run dilakukan di sekitar kota Bandung setiap dua minggu sekali di Jumat malam.

Tunners berbagi informasi melalui akun twitter @wearetunners , akun instagram: wearetunners, akun path: wearetunners, akun line: eduyrks dan nomor telepon 082219154044.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/tunners-mencari-keluarga-dengan-olahraga-lari/feed/ 0