outdoor sport - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/outdoor-sport/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 28 Nov 2017 06:17:39 +0000 id hourly 1 IIOUTFEST 2017, Kolaborasikan Outdoor Activities dan Promosi Pariwisata Sulawesi Selatan https://www.greeners.co/aksi/iioutfest-2017-kolaborasikan-outdoor-activities-dan-promosi-pariwisata-sulawesi-selatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=iioutfest-2017-kolaborasikan-outdoor-activities-dan-promosi-pariwisata-sulawesi-selatan https://www.greeners.co/aksi/iioutfest-2017-kolaborasikan-outdoor-activities-dan-promosi-pariwisata-sulawesi-selatan/#respond Mon, 20 Nov 2017 13:42:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=19392 Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, IIOutfest akan mengkolaborasikan outdoor activities dengan promosi pariwisata dan budaya Sulawesi Selatan.]]>

Makassar (IIOUTFEST) – Indonesia International Outdoor Festival (II-OUTFEST) yang merupakan pameran peralatan dan perlengkapan aktivitas outdoor terbesar di Indonesia, akan digelar di Celebes Convention Center Makassar, pada tanggal 23 – 26 November 2017 mendatang. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, perhelatan IIOutfest di Makassar yang mengusung tema ‘To East’ akan mengkolaborasikan outdoor activities dengan promosi pariwisata dan budaya Sulawesi Selatan, khususnya yang bersifat petualangan.

Ketua Panitia Indonesia International Outdoor Festival (Outfest) Makassar, Ruslan Zulkarnain mengungkapkan bahwa alasan kolaborasi tersebut merupakan bentuk tanggungjawab pihak pelaksana sebagai putra daerah.

“Sebagai orang Sulawesi Selatan, saya dan teman-teman bersepakat mengambil peran dalam promosi pariwisata dan kebudayaan daerah kami (Sulawesi Selatan, red). Ke depan, kami berharap setiap warga Sulawesi Selatan menjadi ambassador atau duta pariwisata dan kebudayaan untuk daerahnya, termasuk para pecinta alam. Dan melalui Outfest 2017, kami mengawali mimpi itu,” terang penggiat alam bebas yang akrab disapa Cullang ini.

To East (ke Timur, Red.) adalah sebuah analogi perjalanan Outfest ke Sulawesi Selatan yang merupakan pintu gerbang Indonesia Timur,” ungkapnya sembari menambahkan bahwa tujuan terbesar dari pelaksanaan Outfest 2017 di Makassar ini yakni untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang pariwisata dan budaya petualangan di Indonesia Timur.

iioutfest

Foto: IIOUTFEST

Menurut Cullang, ia yakin Sulawesi Selatan ke depan akan menjadi destinasi petualangan utama di kawasan timur Indonesia. “Sumber daya alamnya berlimpah, sumber daya manusianya ada, tinggal bagaimana mengkolaborasikan semua pihak terkait untuk bersatu padu mewujudkan Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang pariwisata dan budaya petualangan di Indonesia Timur,” katanya.

Untuk pelaksanaan Outfest Makassar 2017, papar Cullang, pihak panitia menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 25.000 Orang. “Kami melibatkan puluhan komunitas dan exhibitor, termasuk menyiapkan area foodcamp, musiccamp dan outdoorland bagi para pengunjung,” tambahnya.

Sementara itu, Outfest Founder, Ronie Ibrahim menjelaskan bahwa festival outdoor yang digagasnya ini awalnya bertujuan untuk memberikan ruang dan mempertemukan seluruh pelaku industri outdoor, komunitas dan para stakeholder.

“Kami ingin menyediakan kesempatan bagi seluruh komunitas dan stakeholder di bidang outdoor untuk dapat berbagi ilmu dan pengalaman termasuk mempromosikan produk dan jasa dari industri outdoor, rekreasi, adventure dan travel kepada masyarakat umum,” terang Ronie yang juga pengagas terbentuknya Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia.

Untuk pelaksanaan di Makassar 23-26 November 2017 mendatang, Ronie memastikan bahwa selain pameran dan penjualan aneka peralatan dan perlengkapan outdoor, pihak pelaksana juga akan menggelar workshop, talkshow, foodcamp, outdoorland serta pameran destinasi wisata, pameran usaha kecil menengah, pertunjukan seni budaya dan kuliner khas daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Ronie dan Cullang juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, terutama pemerintah Kota Makassar dan Pemprov Sulsel terkait pelaksanaan kegiatan bertara internasional ini di Makassar.

iioutfest

Foto: IIOUTFEST

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, menyambut baik kegiatan akbar bertaraf internasional ini. Ia pun memastikan akan mendukung penuh acara yang berlangsung selama empat hari. “Kami siap memberikan dukungan demi suksesnya kegiatan yang bernilai positif itu,” kata Agus.

Saat menerima kunjungan panitia pelaksana Outfest II di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu, Agus berharap, dengan hadirnya Outfest di Makassar, destinasi wisata Sulsel bisa semakin dikenal masyarakat di luar Sulsel. “Pemprov Sulsel getol mempromosikan destinasi Sulsel, kita harapkan kegiatan itu juga akan memberi kontribusi positif untuk Sulsel ke depannya khususnya di bidang pariwisata,” ungkap Agus AN.

Hal senada dijelaskan Kadisbudpar Sulsel, HA Musafir Syah. “Adventure tourism adalah salah satu potensi yang memang harus sama-sama kita tumbuhkembangkan untuk mengangkat potensi kepariwisataan dan kebudayaan Sulawesi Selatan.”

Editor: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/aksi/iioutfest-2017-kolaborasikan-outdoor-activities-dan-promosi-pariwisata-sulawesi-selatan/feed/ 0
Point Break, Menguji Batas Nyali https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=point-break-menguji-batas-nyali https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/#respond Thu, 17 Dec 2015 13:53:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=12267 Kemunculan sekelompok orang yang melakukan aksi kejahatan dalam balutan aksi ekstrem menantang alam menggugah seorang calon FBI untuk meringkus mereka. Mampukah aksi komplotan ini dihentikan?]]>

Judul Film: Point Break
Sutradara: Ericson Core
Pemain: Luke Bracey, Edgar Ramirez, Clemens Schick, Matias Varela, Teresa Palmer, Jaymes Butler
Produksi: Alcon Entertainment, DMG Entertainment (2015)
Durasi: 114 menit

Film Point Break merupakan film daur ulang dari film berjudul sama yang pernah hit pada tahun 1991. Film ini menceritakan seorang calon anggota FBI bernama Johnny Utah (diperankan Luke Bracey) yang tertantang untuk memecahkan satu kasus kejahatan yang tidak biasa.

Selayaknya Robin Hood, para penjahat ini melakukan kejahatan di berbagai negara kemudian membagi-bagikan jarahannya kepada warga miskin di daerah terpencil. Namun, yang membedakan mereka dari Robin Hood, para penjahat ini melakukan berbagai aksi ekstrim atas dasar keyakinan mereka pada paham “Ozaki 8”.

Menurut cerita di film ini, Ozaki 8 adalah delapan paham yang diciptakan oleh seorang pecinta alam bernama Ozaki. Paham ini kemudian diartikan sebagai aksi menantang alam yang menguji nyali hingga batas ekstrim. Jika ada orang yang berhasil menyelesaikan kedelapan tantangan tersebut, diyakini orang tersebut akan mendapatkan “pencerahan” dalam hidup.

Foto: Warner Bros. Pictures

Foto: Warner Bros. Pictures

Untuk dapat masuk ke dalam kelompok ini tidak mudah. Ketika kelompok ini mengadakan aksi berselancar di ombak yang sangat tinggi di tengah laut, Utah merebut jalur salah seorang peselancar dan hampir tewas tergulung ombak. Disinilah ia bertemu dengan Bodhi (Edgar Ramirez), peselancar yang ia serobot jalur selancarnya sekaligus orang yang menyelamatkan nyawanya.

Dari kejadian tersebut, secara perlahan Utah diterima masuk ke dalam kelompok. Namun, satu per satu anggota kelompok tewas dalam aksi kejahatan atau saat menyelesaikan tantangan Ozaki 8. Mampukah Utah menangkap para penjahat ini?

Dalam film besutan sutradara Ericson Core ini, beberapa olahraga alam ekstrim dipertontonkan, mulai dari motocross, surfing, skydiving, wall climbing hingga snowboarding. Semua olahraga outdoor ini terlihat apik dan sangat mendebarkan. Wajar saja karena pengambilan gambarnya dilakukan oleh orang-orang yang sangat ahli dibidangnya. Lokasi syuting pun diambil di beberapa negara seperti Venezuela, Hawaii, Swiss dan Italia.

Foto: Warner Bros. Pictures

Foto: Warner Bros. Pictures

Yang perlu dicermati dalam film ini adalah pesan untuk menyelamatkan bumi. Bumi memang semakin rusak akibat dieksploitasi secara berlebihan oleh orang-orang yang egois dan tamak, namun cara untuk menyelamatkan bumi bukanlah dengan melakukan tindak kejahatan dengan alasan kemanusiaan.

Point Break tayang di Indonesia pada awal bulan Desember ini dan dapat disaksikan di bioskop jaringan Cinema XXI di seluruh Indonesia.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/feed/ 0
Penuhi Standar, Sungai Citarik Jadi Lokasi World Rafting Championship 2015 https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015 https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/#respond Thu, 19 Nov 2015 11:50:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11953 Jakarta (Greeners) – Potensi alam Sungai Citarik sebagai tempat berwisata olahraga arung jeram terbaik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata menarik perhatian dan minat para penggemar arung jeram dunia. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Potensi alam Sungai Citarik sebagai tempat berwisata olahraga arung jeram terbaik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata menarik perhatian dan minat para penggemar arung jeram dunia. Daya tarik ini membuat Sungai Citarik terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Rafting Championship (WRC) 2015 yang pertamakalinya di Asia.

Menurut Presiden dari International Rafting Federation (IRF), Joe Willie Jones, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah WRC 2015 telah menjadi kajian IRF sejak tahun 2012. Dari hasil tinjauan yang dilakukan oleh Pieter Bekkers sebagai peninjau, akhirnya IRF menyatakan bahwa Sungai Citarik memang layak sebagai lokasi tuan rumah WRC 2015. Apalagi, katanya, tim arung jeram Indonesia kerap menjadi perbincangan di kalangan internasional karena memiliki gaya unik yang berani mendayung di jeram dengan posisi berdiri.

“Sungai ini mempunyai keunggulan lebih dibandingkan dengan sungai-sungai yang ada di belahan dunia lainnya. Ini sudah memenuhi standar Federasi Arung Jeram Internasional atau International Rafting Federation. Ditambah kemampuan unik tim arung jeram Indonesia yang selalu menjadi perbincangan dunia, menambah daya tarik tersendiri dalam penentuan tuan rumah pelaksanaan WRC 2015 ini,” jelas Joe saat melangsungkan konfrensi pers di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (18/11).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan tidak ingin kehilangan momen penting dalam menonjolkan wisata minat khusus seperti sport tourism melalui kegiatan berkelas dunia ini. Ia mengatakan bahwa perhelatan internasional ini akan mendatangkan banyak wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara, ke Sukabumi.

Arief pun menyatakan akan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai momentum unjuk prestasi tim arung jeram Indonesia di mata dunia sekaligus juga mempromosikan potensi pariwisata khususnya Sukabumi ke mancanegara.

“WRC ini jelas akan berdampak pada ekonomi pariwisata secara langsung, bahkan kita juga bisa publikasi dalam mempromosikan branding “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” ke mata dunia,” jelasnya.

Terkait potensi wisata yang dimiliki oleh Sungai Citarik, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Haryadi mengatakan bahwa Citarik memang sudah sesuai dan sangat ideal untuk kegiatan arung jeram karena memiliki infrastruktur, akomodasi, transportasi hingga organisasi arung jeram yang sudah sangat memadai.

“Nantinya acara pembukaan dan penutupan WRC 2015 akan berlangsung di Pelabuhan Ratu. Rangkaian hiburan akan digelar seperti tari-tarian, musik tradisional dan seni pertunjukkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan WRC 2015 nantinya akan diikuti oleh 24 negara seperti Jepang, Brasil, Inggris, dan Norwegia. Tim arung jeram yang akan menjajal keliaran Citarik berjumlah 650 tim dan acara akan dilaksanakan pada tanggal 29 November hingga 8 Desember 2015 mendatang.

Lomba ini akan diikuti dari berbagai kelompok usia, seperti kelompok yunior usia 16-19 tahun, muda 19-23 tahun, dan kelompok umum. Selama berlangsungnya acara juga akan diselenggarakan workshop, bazaar, dan outdoor activity.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/feed/ 0
Karavan untuk Pesepeda https://www.greeners.co/ide-inovasi/karavan-untuk-pesepeda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=karavan-untuk-pesepeda https://www.greeners.co/ide-inovasi/karavan-untuk-pesepeda/#respond Tue, 17 Nov 2015 06:52:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11923 Kabar baik untuk para penggemar perjalanan dengan transportasi sepeda. Wide Path Camper merupakan karavan yang dapat dipindah-pindahkan. Bentuknya yang kecil dan mirip kapsul ini dapat dikaitkan pada sepeda dan dapat dibawa ke […]]]>

Kabar baik untuk para penggemar perjalanan dengan transportasi sepeda. Wide Path Camper merupakan karavan yang dapat dipindah-pindahkan. Bentuknya yang kecil dan mirip kapsul ini dapat dikaitkan pada sepeda dan dapat dibawa ke mana saja.

Seperti dilansir dalam inhabitat.com, ide Wide Path Camper ini tidak luar biasa namun ukuran dan mobilitasnya cukup meyakinkan. Karavan ini dapat memuat dua orang di dalamnya dan tersedia ruang penyimpanan sebesar 300 liter untuk memudahkan penyimpanan perbekalan.

Area duduknya bisa dengan mudah diubah menjadi tempat tidur. Selain itu, ada pilihan untuk menambahkan panel surya untuk mengisi ulang baterai telepon genggam dan alat elektronik kecil lainnya.

Wide Path Camper, karavan untuk pesepeda yang senang bertualang. Foto: Wide Path Camper/inhabitat.com

Wide Path Camper, karavan untuk pesepeda yang senang bertualang. Foto: Wide Path Camper/inhabitat.com

Meski demikian, karavan ramah lingkungan ini beratnya 40 kg, belum termasuk barang-barang didalamnya. Dengan beban seberat itu, karavan ini lebih cocok jika ditarik dengan kendaraan bermotor.

Para pecinta alam dan pengelana zaman modern mungkin akan jatuh cinta pada Wide Path Camper ini, terutama karena konsep ramah lingkungan dan ukurannya yang kecil. Sayangnya, menarik karavan ini bukanlah untuk mereka yang staminya kurang fit. Apalagi jika menariknya di jalur tanjakan, pasti bebannya akan terasa lebih berat lagi.

Wide Path Camper. Foto: Wide Path Camper/inhabitat.com

Wide Path Camper. Foto: Wide Path Camper/inhabitat.com

Hal ini tentu saja menjadikan alat ini punya batasan tujuan ketika digunakan saat bepergian. Namun di satu sisi, Wide Path Camper sangat cocok untuk dibawa ketika kita traveling di daerah yang datarannya rata. Tentunya akan lebih menyenangkan bila karavan ini ditarik dengan sepeda listrik. Konsep rumah berpindah-pindah makin mudah untuk diwujudkan.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/karavan-untuk-pesepeda/feed/ 0
Menyeberangi Sungai Citarum di #YukGowes Ke-6 https://www.greeners.co/aksi/menyeberangi-sungai-citarum-di-yukgowes-ke-6/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menyeberangi-sungai-citarum-di-yukgowes-ke-6 https://www.greeners.co/aksi/menyeberangi-sungai-citarum-di-yukgowes-ke-6/#respond Fri, 16 Oct 2015 10:30:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=11528 Bandung (Greeners) – Sabtu (10/10) pagi, puluhan pesepeda sudah berkumpul di depan salah satu toko perlengkapan outdoor di jalan Setiabudhi, Bandung. Mereka akan bersepeda bersama dalam kegiatan #YukGowes ke-6 bersama […]]]>

Bandung (Greeners) – Sabtu (10/10) pagi, puluhan pesepeda sudah berkumpul di depan salah satu toko perlengkapan outdoor di jalan Setiabudhi, Bandung. Mereka akan bersepeda bersama dalam kegiatan #YukGowes ke-6 bersama komunitas Bike To Campus menuju Warung Abah Pasirmalang, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

Sebanyak 38 pesepeda yang ikut serta dalam kegiatan ini menempuh perjalanan selama lebih kurang 1,5 jam melalui jalur yang datar dan menurun. Kondisi rute ini berbeda dengan edisi #YukGowes sebelumnya dengan rute wilayah utara Kota Bandung, seperti Lembang dan Parongpong. Menghadapi rute yang demikian, salah seorang pesepeda pun sempat mengalami kram pada otot kaki namun akhirnya dapat kembali melanjutkan bersepeda.

Menyeberangi aliran Sungai Citarum yang mengalir ke UBP Saguling menjadi pembeda dengan edisi sebelumnya. Para peserta bersama dengan sepeda masing-masing harus menaiki perahu kecil agar sampai di destinasi akhir.

#YukGowes ke-6. Foto: Didin Bachrudin/dok. pribadi

#YukGowes ke-6. Foto: Didin Bachrudin/dok. pribadi

Didin Bachrudin, Branch Manager Eiger Jawa Barat, menyatakan bahwa perusahaannya mendukung aktivitas outdoor seperti bersepeda dalam acara rutin #YukGowes yang diadakan setiap dua minggu sekali.

“Kami berkumpul di sini didasari atas hobi dan kegemaran yang sama, bersepeda. Eiger disini memfasilitasi #YukGowes untuk sama-sama bersepeda dengan fun,” ujarnya.

Didin juga menyatakan, antusias peserta pada edisi kali ini cukup bagus. Hal ini dilihat dari jumlah peserta yang bertambah dan cukup aktifnya jaringan komunikasi di media sosial untuk mengajak peserta baru.

Chairil Imam, peserta termuda dari SMPN 25 Bandung, mengaku memanfaatkan kegiatan bersepeda ini untuk mencari teman bersepeda baru. “Ikut acara ini buat cari temen bersepeda baru sekalian ngajak teman sekolah untuk gabung,” ujarnya.

Berbagai komunitas sepeda di Bandung mengikuti kegiatan #YukGowes ke-6 ini, diantaranya Federal Bandung Indonesia, Goweser Bandung Adventure, Perbigo, Totoban, dan lainnya.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/aksi/menyeberangi-sungai-citarum-di-yukgowes-ke-6/feed/ 0
Jumlah Pengunjung dan Transaksi Outfest 2015 Lampaui Target https://www.greeners.co/berita/jumlah-pengunjung-dan-transaksi-outfest-2015-lampaui-target/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jumlah-pengunjung-dan-transaksi-outfest-2015-lampaui-target https://www.greeners.co/berita/jumlah-pengunjung-dan-transaksi-outfest-2015-lampaui-target/#respond Sun, 05 Apr 2015 15:58:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8412 Jakarta (Greeners) – Pameran perlengkapan luar ruang terbesar Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 usai sudah. Banyak pihak mengaku puas dan senang atas terselenggaranya acara ini. Bahkan, Ronie Ibrahim, Ketua Umum […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pameran perlengkapan luar ruang terbesar Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 usai sudah. Banyak pihak mengaku puas dan senang atas terselenggaranya acara ini. Bahkan, Ronie Ibrahim, Ketua Umum Indonesia Outfest 2015, mengaku bahwa dirinya tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap pameran ini begitu besar hingga melebihi target pengunjung yang ia inginkan.

Menurut Ronie,sejak awal pihaknya hanya menargetkan 30.000 pengunjung dalam waktu empat hari pelaksanaan pameran Outfest 2015. Namun yang terjadi, antusiasme masyarakat yang tinggi malah menembus target awal yang direncanakan.

“Puji Tuhan ini luar biasa. Kita bisa lihat banyak sekali pengunjung yang datang. Meski masih banyak kekurangannya karena ini baru pameran pertama, namun sampai hari terakhir itu mungkin tembus dari 30.000 pengunjung. Pada hari ketiga saja, hanya satu hari ada lebih dari 20.000 pengunjung,” jelasnya kepada Greeners, Jakarta, Sabtu (04/04) kemarin.

Brand Manager dari perusahaan perlengkapan olahraga Columbia, Robby Yulianto, turut menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan pameran ini. Menurutnya, pameran Outfest 2015 memberikan masyarakat pilihan akan produk merek lokal maupun internasional yang baik dan bermutu.

Untuk Columbia sendiri, katanya, meski tidak fokus pada profit namun rencana awal untuk mempromosikan dan meluncurkan produk baru bernama Omni Freeze Zero, dirasakan Robby cukup berhasil karena banyaknya pengunjung yang mencari tahu tentang produk tersebut.

“Memang rencana kami itu launching (peluncuran) produk dengan teknologi terbaru yang men-support para pecinta outdoor, khususnya di bawah sinar matahari,” katanya.

Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 4 April 2015 ini melibatkan puluhan produsen merek lokal maupun internasional, seperti Allsports, Vjall Raven, Outdoorlife dari Singapura, Top Himalaya Guide dari Nepal, Karash Adventure, Deuter, The North Face, Columbia, Black Diamons, dan lainnya. Produsen dari merek lokal cukup diminati pembeli, antara lain Eiger, Avtech, Consina, Mahameru, hingga Forester. Dalam acara ini berbagai perlengkapan luar ruang tersedia, seperti perlengkapan olahraga lari, panjat tebing, hingga selam.

Salah satu petugas dari Bank Mandiri Regional Empat Jakarta-Thamrin yang menjadi official bank dalam perhelatan ini mengatakan, pemberian potongan harga hingga 70 persen oleh beberapa brand yang menjadi peserta pameran turut mempengaruhi besarnya transaksi selama acara. Ia juga mengatakan bahwa jumlah transaksi hingga tiga hari pelaksanaan pameran saja, diperkirakan mencapai lebih dari satu miliar rupiah.

“Rinciannya, lebih dari Rp 300 juta melalui debit dan kartu kredit. Kalau dari mesin ATM, pada hari pertama dan kedua kami sempat kehabisan padahal isinya lebih dari Rp 200 juta. Nah, hari ketiga kami turunkan tiga mesin ATM yang isinya sekitar Rp 1 miliar. Lalu, hari keempat ini juga kami turunkan tiga ATM. Tapi untuk jumlah transaksi keseluruhan selama empat hari itu belum kami hitung,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/jumlah-pengunjung-dan-transaksi-outfest-2015-lampaui-target/feed/ 0
Outfest 2015, Penanganan Pengunjung dan Sampah Minim Persiapan https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-penanganan-pengunjung-dan-sampah-minim-persiapan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=outfest-2015-penanganan-pengunjung-dan-sampah-minim-persiapan https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-penanganan-pengunjung-dan-sampah-minim-persiapan/#respond Sun, 05 Apr 2015 13:05:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8415 Jakarta (Greeners) – Pada tanggal 1-4 April 2015 di Istora Senayan, Jakarta, pameran perlengkapan luar ruang Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 terselenggara untuk pertama kalinya. Berbagai pujian maupun kritikan pun […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pada tanggal 1-4 April 2015 di Istora Senayan, Jakarta, pameran perlengkapan luar ruang Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 terselenggara untuk pertama kalinya. Berbagai pujian maupun kritikan pun datang mewarnai penyelenggaraan pameran yang berlangsung selama empat hari ini.

Seperti yang disampaikan oleh Marketing Komunikasi dari Eiger, Yandes Lataru. Ia mengatakan bahwa pagelaran akbar ini memancing banyak peminat olahraga luar ruang atau outdoor dari berbagai jenis, seperti olahraga air, gunung dan udara. Hanya saja, menurutnya, tingginya animo pengunjung tidak dibarengi dengan persiapan dan antisipasi yang matang. Keadaan ini membuat beberapa pengunjung merasa tidak nyaman.

“Untuk selanjutnya mungkin bisa diadakan di lahan yang lebih luas lagi ya. Karena tidak menutup kemungkinan jika diadakan lagi nanti, pengunjungnya bisa lebih banyak dari tahun ini,” katanya kepada Greeners pada penutupan Outfest 2015, Sabtu (04/04) kemarin.

Selain itu, pria yang berada di balik suksesnya penjualan produk-produk apparel mulai dari tas, sepatu, jaket, celana, hingga jam tangan dari Eiger tersebut juga menyayangkan minimnya keberadaan tempat sampah di sekitar lokasi pameran. Ia menuturkan bahwa seharusnya petugas lebih aktif dalam mengatasi sampah yang berserakan karena jumlah kedatangan pengunjung terus meningkat.

“Secara keseluruhan acara ini sudah bagus banget. Paling ya itu tadi, mungkin lahan untuk acara dan kebersihan sampahnya ini yang lebih diperbaiki untuk kedepannya,” tambahnya.

Seseorang tengah membersihkan sampah yang tercecer di salah satu stan peserta pameran. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Seseorang tengah membersihkan sampah yang tercecer di salah satu stan peserta pameran. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Heru (25 tahun), pengunjung yang datang bersama dengan empat orang temannya, juga menyatakan cukup kesulitan saat ingin melihat-lihat barang yang ingin ia beli. Heru sengaja datang ke acara ini untuk mencari perlengkapan untuk naik gunung, seperti tas, sepatu dan celana kargo. “Wah susah banget mas. Jangankan mau beli, mau lihat aja susah banget,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Indonesia Outdoor Festival 2015, Ronie Ibrahim meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengunjung dan para peserta pameran. Dirinya sendiri mengaku tidak menyangka kalau antusiasme masyarakat akan setinggi itu hingga membuat para panitia cukup kewalahan.

“Ini kuasa Tuhan ya. Ini pameran pertama dan antusiasmenya tinggi sekali. Saya mohon maaf jika ada ketidaknyamanan dan saya berterimakasih juga pada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Indonesia Outdoor Festival 2015 diikuti puluhan produsen perlengkapan aktivitas luar ruang dengan berbagai merek, baik lokal maupun internasional, seperti Allsports, Vjall Raven, Outdoorlife dari Singapura, Top Himalaya Guide dari Nepal, Karash Adventure, Deuter, The North Face, Columbia dan Black Diamons, dan lainnya. Produsen dari merek lokal yang juga turut berpartisipasi, antara lain Eiger, Avtech, Consina, Mahameru, hingga Forester.

Dalam acara ini berbagai perlengkapan aktivitas luar ruang tersedia, seperti perlengkapan olahraga lari, panjat tebing, hingga selam. Selama empat hari pelaksanaannya, diperkirakan ada lebih dari 30.000 pengunjung yang hadir dan memadati area pameran.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-penanganan-pengunjung-dan-sampah-minim-persiapan/feed/ 0
Kementerian Pariwisata Apresiasi Outfest 2015 https://www.greeners.co/berita/kementerian-pariwisata-apresiasi-outfest-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kementerian-pariwisata-apresiasi-outfest-2015 https://www.greeners.co/berita/kementerian-pariwisata-apresiasi-outfest-2015/#respond Thu, 02 Apr 2015 11:31:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8393 Jakarta (Greeners) – Ramainya pecinta olahraga luar ruang yang membanjiri perhelatan akbar Indonesia Outdoor Festival (Outfest 2015) mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kementerian […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ramainya pecinta olahraga luar ruang yang membanjiri perhelatan akbar Indonesia Outdoor Festival (Outfest 2015) mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Tazbir, mengatakan, perhelatan besar seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena begitu banyak potensi alam dan wisata yang masih bisa dijelajahi di Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan Outfes 2015 ini akan sangat membantu para penyedia jasa petualangan alam atau agen-agen adventure experience. Jadi, katanya, semua yang barkaitan dengan olah raga luar ruang akan sangat berpotensi mempromosikan tempat-tempat wisata alam Indonesia. “Acara ini bagus banget ya,” katanya saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Kamis (02/04).

Ronie Ibrahim selaku Ketua umum Outfest 2015 mengatakan, hampir semua kegiataan outdoor disajikan di acara ini. Menurutnya, kegiatan outdoor tidak hanya melulu soal petualangan tapi juga ekowisata. Indonesia dengan bentang alam yang luas dan salah satu tempat wisata terbaik di dunia, sudah seharusnya mendapat dukungan terlebih tentang ekowisatanya.

“Salah satu hal yang juga dibanggakan lewat acara ini adalah bergabungnya brand asal Singapura dan Malaysia dalam perhelatan besar ini. Kita punya ratusan gunung dan potensi besar dalam dunia pariwisata, pelaku industri pariwisata luar negeri bahkan banyak yang menggarap pariwisata di Indonesia,” kata Ronie.

Salah seorang pengunjung Outfest 2015, Dinar, menyatakan dirinya menyambut baik acara ini dan berharap Outfest bisa menjadi ajang tahunan. “Harapannya sih bisa jadi agenda tahunan. (Acara ini) Bisa buat ketemuan anak-anak pecinta alam dari daerah juga,” katanya.

Outfest 2015 ini tidak hanya menghadirkan produk perlengkapan olahraga luar ruang, namun hampir semua komunitas kegiatan outdoor hadir di sini, seperti komunitas paralayang dan paramotor, boomerang, panjat dinding, arung jeram, pendaki alam hingga penyelaman bawah laut.

Pada penyelenggaraan hari pertama Outfest 2015 pada Rabu (01/04) kemarin, total pengunjung mencapai 7.500 orang, sementara pada hari Kamis (02/04) sore, diperkirakan sekitar 6.000 orang sudah mengunjungi area Outfest 2015 yang bertempat di Istora Senayan, Jakarta. Ketua umum Outfest 2015 Ronie Ibrahim menargetkan 30 ribu orang akan mengunjungi acara yang berlangsung selama empat hari penyelenggaraan, yaitu tanggal 1-4 April 2015.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kementerian-pariwisata-apresiasi-outfest-2015/feed/ 0
Indonesia Outdoor Festival 2015 Siap Digelar https://www.greeners.co/aksi/indonesia-outdoor-festival-2015-siap-digelar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-outdoor-festival-2015-siap-digelar https://www.greeners.co/aksi/indonesia-outdoor-festival-2015-siap-digelar/#respond Fri, 20 Mar 2015 05:51:39 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8258 Bagi sebagian orang, olahraga luar ruang atau outdoor sport merupakan sebuah alat ukur adrenalin yang belum tentu dimiliki oleh semua orang. Tetapi perkembangan teknologi dan industri olahraga outdoor terus mendorong […]]]>

Bagi sebagian orang, olahraga luar ruang atau outdoor sport merupakan sebuah alat ukur adrenalin yang belum tentu dimiliki oleh semua orang. Tetapi perkembangan teknologi dan industri olahraga outdoor terus mendorong olahraga ini sebagai salah satu pilihan olahraga yang tidak harus memerlukan adrenalin yang tinggi dan mudah ditemukan di berbagai tempat.

Dari serangkaian ide dan gagasan sesama pelaku industri outdoor dan didukung oleh berbagai komunitas maka lahirlah “Indonesia Outdoor Festival” sebagai satu satu eksibisi yang fokus terhadap industri outdoor. Outfest 2015 merupakan acara perdana yang dilahirkan dari komunitas outdoor yang berkonsentrasi dibidang pengembangan outdoor sport. Tidak hanya extreme outdoor sport, traveling, walking, biking dan aneka bentuk outdoor sports terakomodir dalam kegiatan ini.

“Indonesia Outdoor Festival 2015” akan digelar pada tanggal 1-4 April 2015 di Istora Senayan kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. Eksebisi ini didukung dengan berbagai aktifitas kegiatan yang menarik dan layak untuk dicoba berbagai kalangan.

Berbagai brand outdoor internasional telah bergabung dan akan menampilkan aneka produk outdoor berkelas, diantaranya Allsport (Singapura), Vjall Raven (Singapura), Outdoorlife (Singapura), Top Himalaya Guide (Nepal), Karash Adventure, Sabah Tourism Board (Malaysia). Tidak ketinggalan, puluhan vendor lokal Indonesia pelaku industri outdoor juga turut ambil bagian dalam festival ini.

Untuk pertama kalinya berbagai merek besar di industri outdoor, seperti The North Face, Columbia, Black Diamond, Petzl, Cascade, Victorinox, serta merek lokal seperti Eiger, Avtech, Consina, Mahameru, Forester dan lainnya, akan memberikan potongan harga up to 75% untuk varian tertentu dan dapat dipastikan semua produk akan memberikan discount istimewa. Gelaran Outfest 2015 dibuka untuk umum dan free entri selama 4 hari pelaksanaannya. Informasi lebih lanjut di www.indonesiaoutfest.com

(*)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/indonesia-outdoor-festival-2015-siap-digelar/feed/ 0