pacific - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pacific/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 01 Mar 2015 01:51:45 +0000 id hourly 1 Tentara Ikut Jaga Lingkungan https://www.greeners.co/berita/tentara-ikut-jaga-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tentara-ikut-jaga-lingkungan https://www.greeners.co/berita/tentara-ikut-jaga-lingkungan/#respond Tue, 03 Apr 2012 03:00:38 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2610 Jakarta (Greeners) – Tentara pada dasarnya mempunyai tugas pokok mempertahankan negara dari serangan negara lain. Tetapi ternyata tentara juga memiliki misi menjaga lingkungan dari berbagai ancaman dan permasalahannya. “Militer mempunyai […]]]>

Jakarta (Greeners) – Tentara pada dasarnya mempunyai tugas pokok mempertahankan negara dari serangan negara lain. Tetapi ternyata tentara juga memiliki misi menjaga lingkungan dari berbagai ancaman dan permasalahannya.

“Militer mempunyai dua fungsi utama dalam penanganan lingkungan, pertama mereka ikut menjaga dan mengawasi lingkungan, fungsi kedua militer diinginkan terlibat dalam menangani masalah lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya di Jakarta, Senin (2/4).

Untuk lebih meningkatkan pemahaman militer terhadap masalah lingkungan, Kementerian Lingkungan hidup bersama United States Pasific Command menggelar konferensi keamanan lingkungan kawasan Asia Tenggara (Regional Enviromental Security Conference). Konferensi yang digelar untuk pertama kalinya di kawasan Asia Tenggara itu berlangsung selama empat hari pada 2-5 April mendatang yang dihadiri perwakilan militer dari sembilan negara anggota ASEAN serta Amerika Serikat, China, Australia dan Timor Leste.

“Konferensi ini sangat penting bagi Indonesia dan ini untuk pertama kalinya kita selenggarakan yang melibatkan tentara dalam penanganan lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup. Balthasar mengatakan, militer mempunyai kemampuan besar dan dapat dioptimalkan untuk menangani masalah lingkungan melalui berbagai kegiatan seperti pemulihan sumberdaya air dan sungai yang rusak, reboisasi lahan kritis, dan rehabilitasi terumbu karang yang rusak.

Potensi konflik tentang masalah lingkungan lintas batas sangat tinggi di Asia Tenggara seperti masalah asap dari kebakaran hutan, penyelundupan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta ilegal logging.Di samping itu, masalah perubahan iklim juga berdampak besar terhadap kedaulatan suatu negara seperti Indonesia dan negara pulau lainnya yang menghadapi ancaman terhadap wilayah teritorial karena naiknya permukaan laut dan erosi pantai.

Isu lain terkait perubahan iklim dan masalah keamanan negara salah satunya adalah evakusi massal yang akan menimbulkan risiko serius karena tidak hanya menghasilkan masalah keamanan sosial tapi juga cenderung menyebabkan ketegangan antar negara.”Maka peran militer sangat penting untuk menjaga keseimbangan antar negara dalam suatu kawasan regional,” ujar Balthasar.

Untuk itu, ke depan konferensi serupa akan rutin digelar sehingga semakin meningkatkan pemahaman militer terhadap masalah lingkungan dan tentara dapat benar-benar berkomitmen menjaga lingkungan, tambah dia. (G23)

]]>
https://www.greeners.co/berita/tentara-ikut-jaga-lingkungan/feed/ 0
Kapal dari Botol Plastik Berlayar di Samudera Pasifik Guna Kampanye Lingkungan https://www.greeners.co/news/kapal-dari-botol-plastik-berlayar-di-samudera-pasifik-guna-kampanye-lingkungan-2/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kapal-dari-botol-plastik-berlayar-di-samudera-pasifik-guna-kampanye-lingkungan-2 https://www.greeners.co/news/kapal-dari-botol-plastik-berlayar-di-samudera-pasifik-guna-kampanye-lingkungan-2/#respond Mon, 08 Mar 2010 17:21:43 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=520

(San Fransisco/UNEP). Laporan United Nations Enviroment Programme (UNEP) menginpirasi suatu karya yang nyeleneh yaitu perahu layar yang disusun dari sampah plastik. Perahu ini dinamakan plastiki karena seluruhnya terbuat dari plastik dan bahan daur ulang.

Laporan UNEP tahun 2007, menerangkan bahwa usaha perikanan, polusi, dan tekanan lain seperti pemanasan global akibat perubahan iklim berimbas pada ekosistem laut. 12.500 botol plastik menjadi bahan utama untuk membuat perahu layar dengan panjang 60 kaki ini.

Pada akhir Maret nanti Plastiki akan berlayar untuk meningkatkan kepedulian dunia pada sampah plastik. Plastiki akan menjelajahi Samudera Pasifik dari San Fransisco, Amerika Serikat, hingga pelabuhan Sidney di Australia (20. 370 km). Nakhoda Plastiki adalah petualang dari Inggris yang menjadi Pahlawan Iklim UNEP, David de Rothschild. Ia bersama dua orang skipper, Joe Royle dan David Thomson.

Selama pelayaran Plastiki akan singgah dan mendata setiap titik lingkungan yang tercemar dan mengalami kerusakan. Jika ingin mengikuti perjalanan Plastiki kunjungi saja websitenya www.theplastiki.com. (dk)

]]>
https://www.greeners.co/news/kapal-dari-botol-plastik-berlayar-di-samudera-pasifik-guna-kampanye-lingkungan-2/feed/ 0
Kapal dari Botol Plastik Berlayar di Samudera Pasifik Guna Kampanye Lingkungan https://www.greeners.co/berita/kapal-dari-botol-plastik-berlayar-di-samudera-pasifik-guna-kampanye-lingkungan-2/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kapal-dari-botol-plastik-berlayar-di-samudera-pasifik-guna-kampanye-lingkungan-2 https://www.greeners.co/berita/kapal-dari-botol-plastik-berlayar-di-samudera-pasifik-guna-kampanye-lingkungan-2/#respond Mon, 08 Mar 2010 17:21:43 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=520

(San Fransisco/UNEP). Laporan United Nations Enviroment Programme (UNEP) menginpirasi suatu karya yang nyeleneh yaitu perahu layar yang disusun dari sampah plastik. Perahu ini dinamakan plastiki karena seluruhnya terbuat dari plastik dan bahan daur ulang.

Laporan UNEP tahun 2007, menerangkan bahwa usaha perikanan, polusi, dan tekanan lain seperti pemanasan global akibat perubahan iklim berimbas pada ekosistem laut. 12.500 botol plastik menjadi bahan utama untuk membuat perahu layar dengan panjang 60 kaki ini.

Pada akhir Maret nanti Plastiki akan berlayar untuk meningkatkan kepedulian dunia pada sampah plastik. Plastiki akan menjelajahi Samudera Pasifik dari San Fransisco, Amerika Serikat, hingga pelabuhan Sidney di Australia (20. 370 km). Nakhoda Plastiki adalah petualang dari Inggris yang menjadi Pahlawan Iklim UNEP, David de Rothschild. Ia bersama dua orang skipper, Joe Royle dan David Thomson.

Selama pelayaran Plastiki akan singgah dan mendata setiap titik lingkungan yang tercemar dan mengalami kerusakan. Jika ingin mengikuti perjalanan Plastiki kunjungi saja websitenya www.theplastiki.com. (dk)

]]>
https://www.greeners.co/berita/kapal-dari-botol-plastik-berlayar-di-samudera-pasifik-guna-kampanye-lingkungan-2/feed/ 0