panduan hidup sehat - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/panduan-hidup-sehat/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 20 Jan 2021 14:10:11 +0000 id hourly 1 Bahayakah Kandungan Gula pada Buah? https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahayakah-kandungan-gula-pada-buah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bahayakah-kandungan-gula-pada-buah https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahayakah-kandungan-gula-pada-buah/#respond Thu, 27 Dec 2018 07:04:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=22064 Sebagian orang beranggapan bahwa rasa manis pada buah dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Tidak sedikit dari penderita diabetes menghindari mengonsumsi buah-buahan karena alasan ini.]]>

(Greeners) – Sebagian orang beranggapan bahwa rasa manis pada buah dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Tidak sedikit dari pasien yang didiagnosis menderita diabetes ataupun sedang melakukan diet rendah gula menghindari mengonsumsi buah-buahan karena alasan ini.

Pengaruh konsumsi pangan berkarbohidrat termasuk buah terhadap kadar glukosa darah (yang juga disebut respon glikemik) telah menjadi isu penting, baik untuk pasien diabetes melitus, pra diabetes, maupun orang sehat. Sejumlah studi epidemiologi menunjukkan tingginya konsumsi buah berkorelasi negatif dengan risiko penyakit-penyakit kardiovaskular, kanker dan kronis seperti obesitas dan diabetes (dikutip dalam kajian ilmiah Hoerudin dalam Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Volume 8, 2012).

Buah merupakan pangan penting yang dapat menjadi sumber karbohidrat, vitamin, mineral, serat, dan senyawa fenolat yang berfungsi sebagai antioksidan. Buah memiliki kandungan gula sederhana yang cukup tinggi. Gula sederhana terdiri atas monosakarida dan disakarida merupakan karbohidrat utama dalam buah.

Sejak tahun 1960-an gula sederhana dianggap sebagai penyebab terjadinya sejumlah gangguan kesehatan dan penyakit pada manusia seperti obesitas, diabetes, dan coroner. Hingga saat ini mekanismenya masih diperdebatkan dan banyak mendapat perhatian, khususnya dalam penelitian-penelitian ilmu nutrisi.

Setiap jenis buah mengandung komponen gula dan kadar gula yang berbeda. Di samping monosakarida (glukosa, fruktosa) dan disakarida (sukrosa), sorbitol yang merupakan polyols (gula alkohol) juga terkandung dalam buah. Campuran komponen-komponen gula tersebut yang menentukan derajat kemanisan buah.

Respon glikemik buah ditentukan oleh sejumlah faktor, seperti jenis gula yang dikandungnya dan sifat-sifat intrinsik yang berkaitan dengan pelepasan gula (sugar release properties) dari buah tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan nilai indeks glikemik (IG) buah yang berbeda-beda.

Lektor Kepala Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Jakarta II, DR. Ir. Trina Astuti, MPS menjelaskan bahwa di dalam buah terdapat kandungan gula seperti fruktosa atau glukosa. “Kalau untuk orang diabet memang harus bisa memilih jenis buahnya dan jumlahnya diatur. Itu tergantung dari IG buah tersebut. Semakin kecil angka IG, maka akan semakin kecil dampaknya terhadap kadar gula darah. Sedangkan semakin tinggi IG semakin cepat dicerna dan cepat meningkatkan kadar gula darah,” kata Trina saat dihubungi Greeners melalui telepon, (12/12/2018).

IG dikelompokkan menjadi tiga rentang yaitu: IG < 55 kategori rendah; IG 56-69 kategori sedang; dan IG >70 kategori tinggi. Menurut Trina buah dengan nilai IG rendah atau dibawah 50 antara lain apel, jeruk, stroberi, pisang, anggur, pir, dan jambu. Sedangkan buah dengan nilai IG tinggi atau diatas 70 diantaranya adalah melon, semangka, nanas, dan mangga.

Trina menjelaskan bahwa kebutuhan gula setiap orang berbeda-beda dan penderita diabetes pun masih dapat mengonsumsi gula namun dengan jumlah yang berbeda. Ia menyarankan untuk mengonsumsi buah daripada gula murni karena buah juga memiliki kandungan gula alami, serat, vitamin dan mineral.  

“Usahakan makan buah beragam. Boleh dikombinasi antara buah yang IG-nya rendah dan tinggi. Sebaiknya buah tersebut dimakan segar jangan dibuat jus. Dengan memakan langsung akan memberikan waktu untuk mengunyah lebih lama, sehingga ada prosesnya,” ujar Trina menambahkan.

Trina menegaskan bahwa pasien yang didiagnosis menderita diabetes tidak perlu khawatir dengan gula pada buah. “Orang penderita diabet atau sedang diet rendah gula tidak harus pantang makan buah, kalau mau dipilih buah yang indeksnya rendah saja.  Buah adalah zat gizi alami dimana termasuk bagian dari gizi seimbang.  Gizi seimbang itu didapat dari kita makan buah atau sayur lima porsi. Misalkan makan buahnya dua atau tiga porsi, ambil satu porsi yang IG-nya tinggi ataupun rendah, sehingga buah yang dimakan bisa lebih dari satu,” katanya.

Saat dihubungi oleh Greeners, Kepala Program Studi S1 Ilmu Gizi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Taufik Maryusman, S.Gz, M.Pd, M.Gizi menerangkan bahwa kandungan gula pada buah tidak berbahaya namun tidak boleh berlebihan. Menurutnya, kandungan gula yang terdapat pada buah akan berpengaruh bagi pasien diabetes atau yang sedang diet rendah gula apabila kadar IG buah tinggi dan dikonsumsi secara berlebihan.

“Gula pada buah itu mengandung fruktosa dimana lebih lama diserapnya oleh tubuh. Apabila dikonsumsi berlebih dan dalam jangka panjang maka akan memberikan efek kenaikan gula darah,” ungkap Taufik. Senada dengan Trina, Taufik mengimbau untuk mengonsumsi gula yang terkandung di dalam buah dan mengurangi konsumsi gula sederhana yang terkandung pada makanan manis.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahayakah-kandungan-gula-pada-buah/feed/ 0
Tetap Sehat di Kantor https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-sehat-kantor/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tetap-sehat-kantor https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-sehat-kantor/#respond Thu, 07 Dec 2017 08:31:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19490 Menjaga tubuh supaya tetap berada dalam kondisi prima ketika sedang bekerja di kantor sebenarnya tidaklah sulit. Ada beberapa tips sederhana yang dapat dicoba, termasuk lima tips berikut ini.]]>

Bagi para pekerja kantoran, duduk di depan komputer selama kurang lebih delapan jam per hari sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Tak heran bila sakit punggung, pusing, serta tegang pada otot leher dan pundak menjadi keluhan yang paling sering diutarakan para pekerja ini. Selain itu, mengabaikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh saat sedang di kantor juga menjadi perilaku buruk yang menjadi kebiasaan pekerja kantoran.

Menjaga tubuh supaya tetap berada dalam kondisi prima ketika sedang bekerja di kantor sebenarnya tidaklah sulit. Ada beberapa tips sederhana yang dapat dicoba, dan berikut ini ada lima tips supaya tetap sehat dan bugar saat bekerja:

 

sehat

Ilustrasi. Foto: freepik

1. Perbanyak minum air putih

Tak bisa dipungkiri, menyeruput segelas kopi atau teh di kantor dapat membuat tubuh kita terasa lebih segar dan terjaga. Meski demikian, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi air putih setiap harinya. Usahakan untuk minum air putih setidaknya satu liter per hari supaya tubuh tetap terhidrasi. Jika tubuh mengalami dehidrasi, kita akan merasa sulit untuk fokus dan lemas ketika bekerja. Akibatnya, kinerja kita di kantor akan menjadi terhambat.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-sehat-kantor/feed/ 0
6 Makanan Pemicu Migrain yang Harus Dihindari https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-makanan-pemicu-migrain-harus-dihindari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=6-makanan-pemicu-migrain-harus-dihindari https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-makanan-pemicu-migrain-harus-dihindari/#respond Wed, 21 Jun 2017 10:09:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=17417 Ada banyak faktor yang dapat memicu timbulnya migrain, salah satunya berasal dari makanan. Berikut ini enam diantaranya.]]>

Terserang migrain atau sakit kepala sebelah memang terasa sangat menyakitkan. Biasanya, penderita migrain akan mengalami gejala seperti mual dan menjadi lebih sensitif terhadap suara dan cahaya. Migrain dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperti lingkungan yang terlalu bising atau terlalu terang, dan faktor internal seperti menurunnya kadar zat serotonin dalam otak.

Ada banyak faktor yang dapat memicu timbulnya migrain, salah satunya berasal dari makanan. Seperti dilansir Health.com, ada beberapa makanan yang diyakini dapat memicu migrain. Berikut ini enam diantaranya.

makanan pemicu migrain

Ilustrasi: pixabay.com

1. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol seperti wine dipercaya dapat memicu terjadinya serangan migrain. Penyebab mengapa minuman beralkohol dapat memicu serangan migrain masih diperdebatkan, namun beberapa ahli percaya bahwa zat tanin dan flavonoid yang terdapat di dalam alkohol merupakan pemicu serangan migrain.

Dilansir dari situs Health.com, Dr. B. Lee Peterlin, seorang ahli neurologi dan peneliti dari Universitas Johns Hopkins, mengemukakan bahwa mengonsumsi alkohol dapat memicu dehidrasi yang bisa berujung pada sakit kepala.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-makanan-pemicu-migrain-harus-dihindari/feed/ 0
Agar Aman, Cuci Buah dan Sayur dengan Cara Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/agar-aman-cuci-buah-dan-sayur-cara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=agar-aman-cuci-buah-dan-sayur-cara https://www.greeners.co/gaya-hidup/agar-aman-cuci-buah-dan-sayur-cara/#respond Fri, 21 Oct 2016 12:47:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=15019 Buah dan sayur kaya akan nutrisi dan serat membuat bahan makanan ini direkomendasikan untuk disantap setiap hari. Namun, bagaimana cara mencuci buah dan sayur agar aman sebelum dikonsumsi?]]>

(Greeners) – Buah dan sayur kaya akan nutrisi dan serat membuat bahan makanan ini direkomendasikan untuk disantap setiap hari. Hanya saja, sebelum menyantap buah dan sayur ada baiknya untuk mencuci bahan-bahan tersebut terlebih dahulu. Pasalnya, buah dan sayur yang terlihat bersih dari luar belum tentu aman untuk langsung dikonsumsi.

Kedua jenis makanan ini sangat riskan terkontaminasi residu pestisida. Seperti yang diketahui, masih banyak petani yang menyemprotkan pestisida ke tanaman untuk menghindari serangan hama. Tak heran bila ahli gizi, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS menyatakan bahwa mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi hukumnya wajib.

“Tapi, mencuci buah dan sayurnya jangan sembarangan. Ada caranya,” ujarnya saat dihubungi Greeners, beberapa waktu lalu.

Ia menganjurkan untuk mencuci buah dan sayur dengan cara yang alami agar buah dan sayur lebih aman saat disantap. Cara tersebut adalah dengan merendam buah atau sayur ke dalam air yang dicampur garam, cuka atau perasan air lemon selama beberapa saat sebelum dikonsumsi.

“Merendamnya kurang lebih sekitar sepuluh menitan. Jangan lupa untuk sembari menggosok permukaannya,” tambahnya.

Menurut Prof. Ali, cara ini sangat efektif untuk mengurangi jumlah pestisida. Selain itu, garam yang mengandung zat antiseptik dan cuka maupun air lemon yang mengandung antibakteri dapat menyingkirkan kuman pada buah dan sayur.

Untuk takarannya, lanjut Prof. Ali, hanya membutuhkan 1-2 sendok teh garam untuk air sebanyak dua liter atau setengah cangkir cuka untuk setiap dua gelas air. Bila menggunakan perasaan air lemon, hanya diperlukan sekitar satu sendok makan lalu tambahkan air secukupnya.

Menurut Prof. Ali, mencuci buah dan sayur saja tidaklah cukup. Keduanya baru benar-benar dinyatakan aman dikonsumsi apabila sudah dimasak atau dikupas. “Sayuran harus direbus agar bakteri, larva atau residu pestisida dan sebagainya dapat benar-benar luruh. Sedangkan kalau buah kan jarang direbus, jadi cukup dikupas saja kulitnya sudah aman untuk dimakan,” imbuhnya.

Bukan Sabun Biasa

Selain garam, cuka dan perasaan lemon, Prof. Ali menyebutkan bahwa mencuci buah dan sayur dengan sabun khusus juga diperkenankan. “Sabun khusus pencuci buah dan sayur memang mengandung bahan kimia tapi tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan. Soalnya sudah memenuhi syarat untuk dipakai mencuci buah dan sayur,” ujarnya.

Namun, Guru Besar Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor ini menegaskan untuk tidak mencuci buah dan sayur dengan menggunakan sabun pencuci piring. Pasalnya, sabun biasa maupun sabun pencuci piring bisa menimbulkan masalah pencernaan seperti diare, dan sudah jelas tidak layak untuk dikonsumsi.

“Intinya, hindari mencuci buah dan sayur pakai sabun biasa. Itu bisa merusak pori-pori buah dan sayur serta tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi,” pungkasnya.

Penulis: Sumarni

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/agar-aman-cuci-buah-dan-sayur-cara/feed/ 0
Penggunaan Obat yang Bijak untuk Sehat https://www.greeners.co/gaya-hidup/penggunaan-obat-yang-bijak-untuk-sehat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penggunaan-obat-yang-bijak-untuk-sehat https://www.greeners.co/gaya-hidup/penggunaan-obat-yang-bijak-untuk-sehat/#comments Thu, 01 Oct 2015 06:10:42 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11330 Judul Buku : Kiat Sehat Dengan dan Tanpa Obat Penulis : dr. Nurul Inayah dan dr. Giky Karwiky Jumlah Halaman : 118 halaman Terbit: April 2014 Penerbit : Qanita, Mizan […]]]>

Judul Buku : Kiat Sehat Dengan dan Tanpa Obat
Penulis : dr. Nurul Inayah dan dr. Giky Karwiky
Jumlah Halaman : 118 halaman
Terbit: April 2014
Penerbit : Qanita, Mizan Pustaka

Penyakit menjadi penyebab terbesar kematian umat manusia. Bahkan, angka kematian oleh musibah bencana alam yang terbesar sekalipun tidak dapat melampaui jumlah angka kematian akibat wabah penyakit. Misalnya, penyakit pes yang mewabah membuat meninggal sekitar 90 persen warga Eropa dan dapat meruntuhkan Dinasti Han di Tiongkok.

Pada akhir abad ke-20, serangan influenza menyebabkan kematian hingga 50 juta jiwa di seluruh dunia. Ini tentu saja karena sifat menular penyakit-penyakit yang dapat melintas batas benua.

Karena itu, dalam perkembangannya, banyak penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, baik perorangan maupun lembaga. Para ilmuwan berusaha untuk mengetahui akar penyebab dari penyakit yang ditimbulkan hingga menyebabkan kematian.

Salah satu penyakit infeksi ditandai dengan kehadiran mikroorganisme. Hanya saja, kehadiran mikroorganisme di tubuh ini tak selalu berarti buruk. Sebetulnya, dari ribuan ragam bakteri yang hidup di bumi ini hanya beberapa saja yang berbahaya dan mengancam kehidupan manusia. Namun, tak sedikit juga yang menguntungkan bagi kesehatan manusia.

Oleh karena itu, mikroorganisme penyebab penyakit ini disebut dengan mikroorganisme patogen. Agen musuh itu dapat berasal dari berbagai golongan mikroorganisme, baik parasit, bakteri, jamur, hingga virus.

Lantas, bagaimana tubuh ini melindungi dirinya dari berbagai serangan penyakit? Untuk menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh, tentunya ada sistem pertahanan dan pengamanan yang tangguh. Namun, ada kalanya saat-saat sistem pertahanan ini lengah dan kurang dalam antisipasi hingga tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.

Dalam buku ini dipaparkan dengan ringan dan menarik apa itu sakit, penyakit, dan penyebabnya. Selain itu, juga dibahas tentang penyakit infeksi serta kekebalan tubuh yang bisa membuat kita senantiasa sehat.

Pertanyaannya, bila Anda menderita demam, diare, flu, pilek, hingga batuk, haruskah memperhatikan resep obat yang diberikan oleh dokter? Perlukah obat itu diminum? Kapan kita perlu antibiotik? Haruskah kita diimunisasi?

Dalam buku “Kiat Sehat Dengan dan Tanpa Obat” ini, pertanyaan tersebut dapat terjawab tanpa harus mengerutkan dahi. Dengan demikian, kita bisa menjadi konsumen kesehatan yang bijak dan cerdas di tengah fenomena pengobatan modern.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/penggunaan-obat-yang-bijak-untuk-sehat/feed/ 1