pedagang pasar tradisional - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pedagang-pasar-tradisional/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 17 Feb 2016 12:17:23 +0000 id hourly 1 Pedagang Pasar Tradisional Akan Kembali Gunakan Daun dan Kertas https://www.greeners.co/berita/pedagang-pasar-tradisional-akan-kembali-gunakan-daun-dan-kertas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pedagang-pasar-tradisional-akan-kembali-gunakan-daun-dan-kertas https://www.greeners.co/berita/pedagang-pasar-tradisional-akan-kembali-gunakan-daun-dan-kertas/#respond Wed, 17 Feb 2016 12:15:37 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12871 Abdullah Mansuri, Ketua umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengatakan, IKAPPI akan mendorong penggunaan daun dan kertas untuk membungkus barang-barang belanja konsumen.]]>

Jakarta (Greeners) – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menegaskan sikapnya untuk ikut berkomitmen pada rencana mengurangi penggunaan kantong plastik dalam transaksi perdagangan. IKAPPI bahkan menyatakan akan menggunakan kantong organik sebagai alternatif pengganti kantong plastik.

Abdullah Mansuri, Ketua umum IKAPPI mengatakan, IKAPPI akan mendorong penggunaan daun dan kertas untuk membungkus barang-barang belanja konsumen. Ia meyakini kalau bahan-bahan pengganti kantong plastik itu dinilai lebih ramah lingkungan dan bisa didaur ulang dengan cepat.

“Bagaimanapun juga, sejak dulu kala pedagang pasar tradisional selalu menggunakan daun untuk membungkus barang belanjaan. Kami akan kembali menggunakan itu agar lebih ramah lingkungan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (17/02).

Abdullah juga menyatakan bahwa hari ini IKAPPI telah mengirimkan surat ke 700 paguyuban pasar di seluruh Indonesia untuk menyerukan agar pedagang kembali menggunakan daun dan kertas untuk membungkus bahan belanjaan, dan tas anyaman untuk barang dagangan besar. Meski IKAPPI tidak dapat memungkiri jika bahan basah masih menggunakan kantong plastik, tetapi pedagang pasar tradisional akan terus mendorong agar pedagang pasar dapat diet plastik.

Untuk mendukung kebijakan ini, IKAPPI juga meminta agar pemerintah melibatkan pedagang pasar dalam pembahasannya, termasuk soal penetapan harga plastik berbayar jika ingin menerapkannya di pasar tradisional. Sosialisasi juga harus terus dilakukan agar pedagang bisa mendapatkan informasi secara lengkap dan utuh. Selain itu, edukasi konsumen juga sangat penting karena pedagang juga masih bergantung pada permintaan konsumen.

“Kebijakan apapun akan kami dukung selama itu untuk kebaikan alam, lingkungan dan pedagang pasar tradisional. Tetapi jika kebijakan tersebut justru menyulitkan pedagang, maka kami akan sampaikan keberatan kami. IKAPPI berharap pemerintah serius melakukan sosialisasi dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Jika tidak, maka jangan pernah berharap kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pedagang-pasar-tradisional-akan-kembali-gunakan-daun-dan-kertas/feed/ 0
IKAPPI: Kenaikan Harga Bahan Pokok Bukan Semata Karena Pedagang https://www.greeners.co/berita/ikappi-kenaikan-harga-bahan-pokok-bukan-semata-karena-pedagang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ikappi-kenaikan-harga-bahan-pokok-bukan-semata-karena-pedagang https://www.greeners.co/berita/ikappi-kenaikan-harga-bahan-pokok-bukan-semata-karena-pedagang/#respond Sun, 27 Dec 2015 10:02:04 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12369 Menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok beberapa waktu belakangan, Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) menyatakan bahwa pedagang pasar bukan satu-satunya penentu harga barang.]]>

Jakarta (Greeners) – Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) menyesalkan pernyataan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Sputnik Sujono Kamino, yang mengatakan bahwa kenaikan harga beberapa barang kebutuhan terjadi bukan semata-mata dipengaruhi oleh gangguan pada sisi suplai alias ketersediaan pasokan, namun juga karena ulah pedagang yang melakukan aksi ambil untung dengan memanfaatkan hari-hari besar.

Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri menyatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Sputnik tersebut merupakan pernyataan yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, Kementerian Pertanian justru tidak mampu memperbaiki manajemen sektor hulu produksi pangan.

“Pedagang pasar itu sektor hilir dan pedagang pasar bukan satu-satunya penentu harga. Disana ada petani dan tengkulak. Harga yang diterima pedagang di pasar memang sudah tinggi. Apakah lantas kami harus menjual dengan harga yang lebih rendah dari harga yang kami beli dari para pemasok?” tuturya kepada Greeners, Jakarta, Minggu (27/12).

IKAPPI, lanjutnya, telah berulang kali mengingatkan kepada pemerintah untuk memperbaiki koordinasi dan jalur distribusi. Ia juga menyayangkan sikap pemerintah yang lambat menangani fenomena kenaikan harga ini.

“Situasi seperti ini harusnya bisa di antisipasi jauh-jauh hari sehingga tidak terkesan pemerintah kaget dengan situasi yang ada lalu dengan gampangnya menyalahkan pedagang pasar. Kenaikan harga cabai dan bawang merah kan sudah terjadi sejak lebih dari sepekan yang lalu. Mengapa Kementan baru mengunjungi pasar induk untuk menanyakan kenaikan harga? Lantas apa yang mereka lakukan seminggu kebelakang?” pungkasnya.

Abdullah meminta agar semua pihak, dalam hal ini Kementrian Pertanian, Kementrian Perhubungan, Polri dan Kementrian Perdagangan, agar bisa duduk bersama untuk mengatasi situasi kenaikan harga tersebut.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/ikappi-kenaikan-harga-bahan-pokok-bukan-semata-karena-pedagang/feed/ 0